Anda di halaman 1dari 13

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Kehidupan semua ditandai dengan tingkat organisme yang sangat penting. Sel
menempati tempat khusus dalam kehidupan karena merupakan tingkat organisasi
terendah yang dapat hidup mandiri sebagai suatu organisme yang sangat penting,
suatu organisme multiseluler termasuk hewan memiliki sel- sel yang sangat
khusus dan berkelompok membentuk suatu jaringan yang merupakan tingkat dari
struktur dan fungsi yang lebih tinggi, misalnya pada protista yang memiliki
organel yang sudah terspesialisasi (Campbell, et.al, 2005).
Jaringan merupakan kumpulan sel- sel dengan struktur dan fungsi yang sama
dalam membentuk suatu organ sel. Jenis jaringan yang berbeda memiliki struktur
berbeda yang sesuai dengan fungsinya masing- masing, suatu jaringan disatukan
oleh suatu matriks yaitu matriks ekstraseluler lengket yang melapisi sel- sel itu
atau menenun mereka bersama- sama menjadi suatu anyaman serat. Istilah
jaringan atau tissue berasal dari bahasa latin yang berarti tenunan atau nenun
(Ilham, 2017).
Hewan sebagian besarnya mengalami berbagai kombinasi jaringan
membentuk unit fungsional yang disebut juga dengan organ. Hewan dalam
pengertian sistematika modern mencakup suatu kelompok hewan yang bersel
banyak atau multiseluler dan terorganisasi dalam fungsi yang berbeda- beda
dalam jaringan sehingga disebut juga dengan histozoa (Campbell, et.al, 2002).
Tubuh hewan tersusun atas empat jaringan yang utama yaitu jaringan epitel,
jaringan penyambung atau konektif , jaringan otot, dan juga jaringan saraf.
Jaringan otot adalah jaringan kontraktil yang tersusun atas tiga jenis otot yang
berbeda: otot ranka atau otot lurik, otot polos dan otot jantung (Fried, 2005).

1.2. Tujuan Praktikum

Praktikum bertujuan untuk mengetahui berbagai macam bentuk dan letak sel
penyusunn jaringan otot.

Universitas Sriwijaya
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Jaringan Epitel


Jaringan otot adalah jaringan kontraktil yang tersusun atas tiga jenis otot yang
berbeda: otot rangka atau otot lurik yang menghasilkan gerak sadar, otot polos
yang mempengaruhi hampir semua gerakan tak sadar, dan otot jantung yang
membentuk otot pada jantung (Fried, 2006).
2.2. Jenis-Jenis Jaringan Epitel
2.2.1. Otot Lurik
Jaringan otot lurik adalah otot yang menempel di tulang atau disebut juga
dengan otot rangka. Otot inilah yang berperan dalam pergerakan tubuh kita. Otot
lurik menyumbang sekitar 40% berat badan manusia. Otot lurik akan mulai
bekerja saat sistem saraf mengirimkan sinyal, lalu menginstruksikan otot untuk
berkontraksi. Saat ada instruksi tersebut, sekelompok otot yang dibutuhkan tubuh
untuk bergerak ke arah tertentu, akan bekerjasama. Pergerakan yang melibatkan
jaringan otot lurik tidak sepenuhnya otomatis. Meski tidak perlu secara spesifik
menginstruksikan otot untuk menggerakkan kaki, namun tapi masih harus berada
dalam keadaan sadar, agar otot lurik bisa bergera (Ali, 2016).
2.2.2. Otot Polos
Jaringan otot polos adalah otot yang terdapat di organ-organ dalam seperti
lambung, usus, dan pembuluh darah. Otot polos dapat juga disebut sebagai otot
visceral dan dianggap sebagai jaringan otot yang paling lemah dibandingkan
dengan jenis lainnya. Otot ini berfungsi untuk membuat organ dalam tersebut
berkontraksi, sehingga bisa mengantarkan makanan asupan lain yang masuk ke
dalam tubuh, menuju organ-organ tertentu. Jaringan otot polos bekerja di bawah
alam sadar atau secara otomatis. Sehingga, kita tidak perlu sengaja
“menginstruksikan” otot ini untuk membawa makanan yang dikonsumsi, dari usus
ke lambung. Proses tersebut sudah bisa terjadi dengan sendirinya (Nugroho,
2004).

Universitas Sriwijaya
2.2.3. Otot Jantung
Sesuai namanya, jaringan otot jantung hanya dapat ditemukan di organ
yang sama. Fungsi utama dari otot jantung adalah untuk memompa darah dari dan
menuju jantung. Tentu, otot ini bekerja secara otomatis tanpa memerlukan
instruksi tertentu. Otot jantung merupakan jaringan utama yang membangun
dinding jantung. Jenis jaringan ini juga menciptakan suatu impuls listrik yang
dapat membuat jantung berkontraksi. Impuls listrik yang muncul pada jantung
juga bisa dipengaruhi oleh hormon dan rangsangan dari sistem saraf. Hal ini
biasanya ditandai dengan meningkatnya detak jantung saat Anda merasa takut
(Harjana, 2011).
2.3.Fungsi Jaringan Epitel
Jaringan otot berfungsi sebagai alat gerak aktif dan alat
gerak yang memungkinkan otot dapat memanjang dan memendek
(Campbell, et.al,. 2005).

Universitas Sriwijaya
BAB 3
METODE PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat


Praktikum Struktur Hewan di laksanakan pada Jum`at, 21 Februari 2020 pukul
13.30-15.30 WIB di Laboratorium Fisiologi Hewan Jurusan Biologi Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya.
3.2. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah mikroskop cahaya, kertas
catatan, alat tulis, dll. Sedangkan bahan yang digunakan berupa preparat awetan.

3.3. Cara Kerja


Langkah pertama yang dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan. Setelah
semua alat siap di atas meja, letakkan preparat awetan di meja mikroskop. Lalu
amati preparat awetan tersebut dimulai dari resolusi yang paling rendah(kecil).
Setelah diamati, gambarlah hasil pengamatan dan beri keterangan.

Universitas Sriwijaya
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan kali ini didapatkan hasil
sebagai berikut :
4.1.1. Cardiac Rattus Rattus
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Rodentia
Famili : Muridae
Genus : Rattus
Spesies : Rattus rattus
Keterangan :
1.
Stroma
2.
Sistium
3. Myofibril
Deskripsi :
Otot jantung hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung. Menurut
(Gunarso, 1999), strukturnya menyerupai otot lurik, meskipun begitu kontraksi
otot jantung secara refleks serta reaksi terhadap rangsang lambat. Otot jantung
tersusun dari sel-sel otot yang mirip dengan otot lurik, namun otot jantung
mempunyai percabangan, Sel-sel otot jantung mempunyai banyak inti. Otot
jantung bekerja secara teratur, tidak cepat, dan tidak mengikuti kehendak. Struktur
otot jantung lurik, namun bekerja seperti otot polos.

Universitas Sriwijaya
4.1.2. Stratiaded Muscle
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Craniata
Kelas : Mamalia
Ordo : Primata
Famili : Hominidae
Genus : Homo
Spesies : Homo sapiens
Keterangan :
1. Setar otot
2. Lurik
3. Myofibril
Deskripsi:
Otot rangka biasa digolongkan sebagai alat gerak aktif sementara tulang
tempat otot melekat disebut alat gerak pasif. Beberapa otot bekerja secara
sinergistik untuk menghasilkan aktifitas yg sama sementara yg lain bekerja
antagonistik. Beberapa otot yang bekerja bersama disebut otot sinergis sementara
beberapa yg bekerja saling berlawanan disebut otot antagonis. Sistim saraf
mengatur aktifitas otot ini dengan sangat cermat sehingga gerakan menjadi normal
dan tidak terpatah-patah. Suatu gerakan sesungguhnya merupakan rangsangan
bersama baik pada otot sinergis dan otot antagonis akan tetapi sistim saraf akan
mengatur otot yang mana yang dieksitasi dan otot mana yang diinhibisi
(Wangko,2016).

Universitas Sriwijaya
4.1.3. Intestinum Kambing
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Artiodactyla
Famili : Bovidae
Genus : Capra
Spesies : C. aegagrus
Keterangan :
1.
Fili
2.
Sel basal
3. Otot polos
Deskripsi:
Terdiri atas duodenum yang bergelung dan mengandung pankreas dan
jejunum serta ileum yang dilapisi epithelium kolumner simplex yang mengandung
banyak sel-sel piala (Goblet cells), gambaran seperti pada kuda. Villi terdapat
sepanjang intestinum tenue dengan crypte Lieberkuhni, tetapi tak mengandung
kelenjar-kelenjar Brunner. Intestinum tenue unggas lebih pendek daripada usus
halus mammalia. Daerah permukaan untuk absorpsi diperluas oleh adanya lipatan-
lipatan pada submukosa (plica Kerkringi) dan pada mukosa (villi). Selanjutnya
ada lipatan-lipatan pada permukaan epithelium villi, yaitu mikrovilli yang makin
memperluas permukaan absorpsi. Sel-sel piala dalam mukosa mensekresi mukus,
yang pada duodenum sangat tebal dan melindungi permukaan mukosa terhadap
bahan asam dari empedal. Mukus juga berperan dalam menetralkan asam itu
dalam duodenum, Crypte Lieberkuhni terletak diantara villi dan merupakan
daerah dengan pembelahan mitosis yang aktif. Sel-sel epithelia yang baru
terbentuk menjadi dewasa (masak) ketika bergerak naik ke permukaan villi dan
setelah mencapai puncak dilepaskan ke dalam lumen intestinum. Migrasi itu

Universitas Sriwijaya
mengambil waktu 48 jam dan sel-sel yang dilepaskan itu secara nyata
menyumbang protein
endogenous dalam saluran
pencernaan (Frandson, 2009).

4.1.4. Lingua/Otot Marmut


Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Rodentia
Famili : Sciuridae
Genus : Marmota
Spesies : Marmota Sp.
Keterangan :
1. Fili
2. Stroma
3. Otot lurik
Deskrips:
Permukaan lidah atau lingua memiliki tekstur karena adanya tonjolan-
tonjolan yang disebut papila. Ada tiga jenis papila lidah, yaitu:Papila filiformis,
merupakan papila yang berada di dorsum linguae (punggung lidah) dan bentuknya
serupa benang halus (fili berarti benang)Papila sirkumvalata, yaitu papila yang
berbentuk bulat (sirkum berarti bulat) dan tersusun membentuk huruf V di bagian
belakang lidahPapila fungiformis, sesuai dengan namanya, berbentuk seperti
jamur (fungi berarti jamur) dan berada di bagian depan lidah. Papila folliata hanya
ditemukan pada hewan pengerat. Pada papila terdapat taste bud (tunas pengecap)
yang membantu kita dalam mengidentifikasi rasa yang berbeda-beda pada
makanan. Saat kita mengunyah makanan, ada bagian dari makanan tersebut yang
melarut dalam saliva (air liur) dan kontak dengan taste bud yang kemudian
merangsang impuls syaraf yang disebut microvilli. Microvilli adalah serabut
syaraf yang membawa ‘pesan’ dari lidah ke bagian bagian otak. Otaklah

Universitas Sriwijaya
kemudian yang mempersepsikan rasa. Papila sirkumvala dan fungi formis adalah
papila yang berperan utama
dalam mengidentifikasi rasa
sedang papila filiform memiliki
tugas untuk mencengkram
makanan (Moore 2002).

4.1.5. Otot Jantung


Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Primata
Famili : Hominidae
Genus : Homo
Spesies : Homo sapiens
Keterangan :
1. Sistrum
2. Stroma
3. Otot jantung
Deskripsi:
Otot jantung nampak bergaris-garis dengan pola yang sama dengan pola
yang terdapat pada otot rangka. Selain itu, otot jantung mempunyai miofibril-
miofibril yang mengandung filamen aktin-miosin. Otot jantung terdapat struktur
yang bernama diskus interkalatus yang merupakan membran sel yang
memisahkan masing-masing sel otot jantung satu sama lainnya. Dengan adanya
diskus interkalatus sebagai gap junction pada otot jantung memungkinkan
terjadinya difusi ion-ion yang relatif bebas. Ion-ion itu mudah bergerak sepanjang
sumbu longitudinal serat otot jantung, sehingga potensial aksi yang berjalan
melewati diskus interkalatus dari satu sel otot jantung ke sel otot jantung lainnya
hanya menemukan sedikit halangan. Jadi, otot jantung merupakan sinsitium, dari

Universitas Sriwijaya
banyak selsel otot jantung, tempat sel-sel otot jantung itu terikat dengan sangat
kuat sehingga bila salah satu sel otot ini terangsang, potensial aksi akan menyebar
dari satu sel ke sel lain melalui kisi-kisi yang saling berhubungan (Hadikastowo,
1982).

BAB 5
KESIMPULAN

Berdasarkandari hasil pengamatan yang dilakukan didapatkanlah beberapa


kesimpulan sebagai berikut :
1. Sel  otot polos memiliki bentuk sederhana,tidak memiliki garis-garis pada
selnya, inti berbentuk bulat ditengah sel dan ujungnya meruncing, sel ini
bekerja diluar kehendak kita.
2. Selotot lurik memiliki garis terang dan garis gelap yang berselang-selang
yang membentuk suatu pola lurik pada selnya, sel berbentuk serabut
memanjang dan bercabang, inti sel dipinggir dan bekerja sesuai kehendak
tubuh..
3. Sel otot jantung memiliki bentuk yang mirip dengan sel otot lurik tetapi tidak
membentuk percabangan dan inti sel berada ditengah, otot ini bekerja diluar
kehendak tubuh.
4. Sel otot jantung terletak di pusat jantung sedankan sel otot lurik melekat pada
rangka tubuh.
5. Contoh kelainan dan penyakit pada otot antara lain kram, tetani, hipertrofi,
atrofi, dandistrofiotot.

Universitas Sriwijaya
LAMPIRAN

Gambar 1. Cardiac Rattus rattus Gambar 2. Stratriated muscle Gambar 3. Intestinum


Sumber : Dokumentasi Pribadi Sumber : Dokumentasi Pribadi Capra
Sumber :Dokumentasi
Pribadi

Gambar 4. Lingua Marmota Gambar 5. Otot Jantung


Sumber : Dokumentasi Pribadi Sumber : Dokumentasi Pribadi

Universitas Sriwijaya
DAFTAR PUSTAKA

Ali, K. dkk. 2016. Struktur Jaringan Otot. Jurnal Biologi. 3(2): 7-9.
Campbell, N.A. dkk. 2005. Biologi . Jakarta : Erlangga.

Campbell, N.A. dkk. 2002. Biologi . Jakarta : Erlangga.


Gunarso, W. 1999. Dasar-Dasar Histologi. Jakarta: Erlangga.
Ilham, N. 2017. Jaringan Otot. Jurnal Sains. 5(3): 16-17.
Frandson, R. P. dkk. 2009. Anatomy and Physiology of Farm Animals. Lown:
Wiley Blackwell Ames.
Fried, G.H., dan Hademenos, G. J. 2005. Schaum’s Outlines Biologi Edisi Kedua.
Jakarta: Erlangga.

Fried, G.H., dan Hademenos, G. J. 2006. Schaum’s Outlines Biologi Edisi Ketiga.
Jakarta: Erlangga.

Hadikastowo. 1982. Zoologi Umum. Bandung: Alumni.

Harjana, Tri. 2011. Histologi. Yogyakarta : UNY.


Moore, K L., Agus AMR. 2002. Anatomi Klinis Dasar. Hipokrates. Jakarta.
Nugroho, H., dan Sumardi, I. 2004. Biologi Dasar. Jakarta: Penebar Swadaya.
Wangko, S. 2016. Jaringan Otot Rangka Sistem Membran dan Struktur halus unit
kontraktil. Jurnal Biomedik. 6(3) : 27-32.

Universitas Sriwijaya
Universitas Sriwijaya