Anda di halaman 1dari 15

TUGAS KECIL 2

EKONOMI WILAYAH DAN KOTA


“Gambaran Umum Wilayah Studi”

Dosen Mata Kuliah :


1. Fidel Miro, S.E, M.Str
2. Wenny Widya Wahyuni, S.P, M.Si

Oleh:
Hana Aprilia 1510015311044

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS BUNG HATTA
PADANG
2019
Tugas Kecil 2
Gambaran Umum Wilayah Studi: Kabupaten Pasaman Barat

A. Letak Adminitrasi dan Geografis


Kabupaten Pasaman Barat merupakan daerah yang dilalui garis khatulistiwa
yang terletak antara 00 33' Lintang Utara - 0 0 11' Lintang Selatan dan antara 990
10'- 1000 04' Bujur Timur dengan luas wilayah sekitar 3.887,77 km2 atau 9,99%
dari luas wilayah Provinsi Sumatera Barat serta memiliki luas lautan seluas
800,47 km2 dengan panjang garis pantai 152 km. Kabupaten Pasaman Barat
terletak pada ketinggian antara 0 - 2.912 m di atas permukaan laut. Gunung
tertinggi di Kabupaten Pasaman Barat yaitu Gunung Talamau denga ketinggian
2.912 m di atas permukaan laut
Secara Administratif Kabupaten Pasaman Barat berbatasan dengan :
 Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi
Sumatera Utara
 Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Tigo Nagari dan
Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman.
 Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Mutiara,
Kabupaten Agam.
 Sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Hindia.
Dalam sejarah pembentukan, Kabupaten Pasaman Barat berdasarkan UU
No.38 Tahun 2003 terdiri dari 7 Kecamatan, Kecamatan Sungai Beremas, Ranah
Batahan, Lembah Melintang, Gunung Tuleh, Pasaman, Kinali dan Talamau.
Tetapi berdasarkan Peraturan Daerah No.4 Tahun 2003 terjadi penambahan 4
kecamatan baru, yaitu: Kecamatan Koto Balingka, Sungai Aur, Sasak Ranah
Pasisie , dan Luhak Nan Duo. Dari 11 Kecamatan tersebut terdiri dari 19 Nagari,
dan 212 Jorong. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dan grafik berikut.
Tabel 1
Luas dan Jumlah Kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat
No Kecamatan Ibukota Kecamatan Luas (Km²)
1. Sungai Beremas Air Bangih 440,48
2. Ranah Batahan Silaping 354,88
3. Koto Balingka Parit 340,78
4. Sungai Aur Koto Dalam 420,16
5. Lembah Melintang Ujung Gading 263,77
6. Gunung Tuleh Simpang Tigo Alin 453,97
7. Talamau Talu 324,24
8. Pasaman Simpang Ampek 508,93
9. Luhak Nan Duo Simpang Tiga 174,21
10. Sasak Ranah Pasisie Sasak 123,71
11. Kinali Kinali 482,64
Total: 3.887,77
Sumber: BPS, Kabupaten Pasaman Barat dalam Angka tahun 2019

Gambar 1
Grafik Luas Kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat

Sungai Beremas
3,18%
12,41% 11,33% Ranah Batahan
Koto Balingka
4,48% 9,13% Sungai Aur
Lembah Melintang
8,77% Gunung Tuleh
13,09%
Talamau
10,81% Pasaman
8,34% Luhak Nan Duo
6,78% Sasak Ranah Pasisie
11,68%
Kinali

Sumber: BPS, Kabupaten Pasaman Barat dalam Angka tahun 2019

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa Kecamatan terluas di


Kabupaten Pasaman Barat adalah Kecamatan Pasaman dengan luas 508,93 Km2
(13,09 %). Sedangkan Kecamatan Sasak Ranah Pasisie merupakan wilayah yang
terkecil yaitu hanya 123,71 Km2 (3,18 %). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
Gambar 2 Peta Administrasi Kabupaten Pasaman Barat berikut.
B. Kondisi Fisik Wilayah
1. Topografi
Topografi di kabupaten Pasaman Barat sangat bervariasi. Topografinya
adalah datar, sedikit bergelombang, bukit, dan bergunung. Kabupaten Pasaman
Barat berada pada ketinggian 0 – 2.912 meter diatas permukaan laut (mdpl).
Wilayah topografi Kabupaten Pasaman Barat yang mempunyai bentang
relatif datar adalah Kecamatan Sungai Baremas. Sedangkan wilayah perbukitan
terdapat di sebagian besar wilayah Kecamatan Pasaman, Kecamatan Lembah
Melintang, Kecamatan Kinali dan Kecamatan Talamau. Berdasarkan data tingkat
kemiringan lahan (lereng), diperoleh komposisi kemiringan lahan (lereng) sebagai
berikut.
Tabel 2
Ketinggian Wilayah Kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat dari Permukaan
Laut
No Kecamatan Ketinggian dari Permukaan Laut (m)
1. Sungai Beremas 0 - 2.179
2. Ranah Batahan 0 - 1.573
3. Koto Balingka 0 - 1.575
4. Sungai Aur 0 - 1.425
5. Lembah Melintang 0 - 2.197
6. Gunung Tuleh 26 - 1.824
7. Talamau 110 - 2.913
8. Pasaman 0 - 2.193
9. Luhak Nan Duo 0 - 2.190
10. Sasak Ranah Pasisie 0 - 425
11. Kinali 0 - 2.190
Sumber: RTRW Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2011-2031

Selain dari data di atas, berdasarkan hasil interpretasi dan analisis


terhadap Peta Rupa Bumi yang bersumber dari Bakosurtanal, diperoleh komposisi
kemiringan lahan (lereng) sebagai berikut.
Tabel 3
Tingkat Kemiringan Lahan (Lereng) di Kabupaten Pasaman Barat
Luas
Simbol Kelas Lereng Tingkat Kemiringan 2 Persentase
(Km )
(%)
A Datar 0-15% 2.563,25 65,93
B Berombak 15-25% 237,37 6,11
C Berbukit 25-40% 240,83 6,19
D Bergunung >40% 846,31 21,77
Jumlah 3.887,76 100
Sumber: RTRW Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2011-2031
Gambar 3
Grafik Persentase Tingkat Kemiringan Lahan (Lereng)
Kabupaten Pasaman Barat

Datar

21,77%
Berombak
6,19%
65,93% Berbukit
6,11%

Bergunung

Sumber: RTRW Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2011-2031

Secara umum, kawasan dengan tingkat kemiringan <8% dimanfaatkan


oleh penduduk untuk kegiatan permukiman, pertanian (sawah), dan kegiatan
sosial budaya lainnya. Sedangkan kegiatan perkebunan (terutama sawit dan karet)
banyak memanfaatkan lahan dengan tingkat kemiringan >8%.
2. Geologi dan Jenis Tanah
Berdasarkan RTRW Kabupaten Pasaman Barat tahun 2011-2031, geologi
wilayah Kabupaten Pasaman Barat dibentuk oleh endapan permukaan formasi
batuan pegunungan. Secara garis besar jenis formasi pegunungan yang
membentuk endapan di Kabupaten Pasaman Barat tersebut adalah sebagai berikut:
 Formasi Kuantan
 Formasi Teluk Kido
 Formasi Silungkang Anggota Batu Gamping
 Formasi Kuantan Anggota Batu Gamping
 Formasi Sihapas
 Formasi Telissa
 Formasi Kuantan Anggota Pawan
 Formasi Silungkang
Berdasarkan data pokok wilayah Dinas Perkebunan Pasaman Barat, jenis
tanah yang terdapat di Kabupaten Pasaman Barat terdiri atas tanah Latosol,
Podsolik Cokelat, Regosol, Orgonosol Gley Humus, Andosol, Podsolik Merah,
Dan Podsolik Kuning. Berdasarkan sebarannya, jenis tanah yang paling
mendominasi adalah tanah Latosol yang tersebar di hampir seluruh Kecamatan di
Kabupaten Pasaman Barat.
Tanah latosol adalah tanah yang terbentuk pada zona tropis maupun
daerah lembap. Jenis tanah latosol sering juga disebut tanah latelit. Kandungan
mineral tanah liat silikat (Clay) membuat latosol menjadi relatif rendah plastisitas
dan sangat rapuh sehingga air akan mudah masuk ke tanah ini. Tanah Latosol
sangat cepat kehilangan sifat kesuburannya, namun tanah latosol menguntungkan
bagi pertumbuhan hutan hujan tropis yang luas.
3. Hidrologi
Hidrologi yang dimiliki oleh Kabupaten Pasaman Barat yaitu berupa
sungai, yang berasal dari 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Pasaman Barat.
Sungai yang melintas di Kabupaten Pasaman Barat terdiri dari sungai besar dan
sungai kecil yang berpola dendritik. Lebih dari 100 sungai yang mengalir di
wilayah Kabupaten Pasaman Barat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh potensi cekungan air tanah
(hidrogeologi) yang terpantau, air tanah bebas 445 juta m3/tahun dan air tanah
tertekan 65 juta m3/tahun. Umumnya sungai-sungai besar dan kecil yang ada di
wilayah Kabupaten Pasaman Barat ketinggiannya tidak jauh berbeda dengan
tinggi permukaan laut. Kondisi ini yang mengakibatkan cukup banyak bagian
wilayah Kabupaten Pasaman Barat yang rawan terhadap banjir/genangan.
4. Penggunaan Lahan
Jenis penggunaan lahan di Kabupaten Pasaman Barat tahun 2019
dibedakan menjadi lahan sawah, lahan pertanian bukan sawah, dan lahan bukan
pertanian. Penggunaan lahan sawah terdiri dari irigasi, tadah hujan, rawa pasang
surut, dan rawa lebak. Penggunaan lahan pertanian bukan sawah terdiri dari
tegal/kebun, ladang/huma, perkebunan, hutan rakyat, padang
penggembalaan/padang rumput, sementara tidak diusahakan, dan lainnya. Luas
masing-masing penggunaan lahan dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4
Luas Penggunaan Lahan di Kabupaten Pasaman Barat
Luas Persentase
No Penggunaan Lahan
(Ha) (%)
1. Lahan Sawah 11.628 2,99
a. Irigasi 7.663 1,97
b. Tadah hujan 3.965 1,02
2. Lahan pertanian bukan sawah 328.736 84,56
 Tegal/kebun 1.701 4,50
 Ladang/huma 11.196 2,88
 Perkebunan 155.833 40,08
 Ditanami pohon/hutan rakyat 19.261 4,9
 Padang penggembalaan/padang rumput 881 0,23
 Sementara tidak diusahakan 6.901 1,78
 Lainnya (tambak, kolam, empang, hutan negara, dll) 117.163 30,14
3. Lahan Bukan Pertanian/Permukiman 48.413 12,45
Total: 388.777 100
Sumber: BPS, Kabupaten Pasaman Barat Dalam Angka Tahun 2019
Gambar 4
Grafik Luas Lahan Menurut Jenis Penggunaannya di
Kabupaten Pasaman Barat
12,98% 2,05% 0,46% Irigasi
1,06%
3,00% Tadah Hujan

Tegal/Kebun

Ladang/Huma

Perkebunan

31,41% 41,78% Ditanami pohon/hutan rakyat

Padang penggembalaan/padang
rumput
Sementara tidak diusahakan
1,85%
Lainnya (tambak, kolam, empang,
0,24% 5,16% hutan negara, dll)
Sumber: BPS, Kabupaten Pasaman Barat Dalam Angka Tahun 2019

Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa jenis penggunaan


lahan terbesar di Kabupaten Pasaman Barat tahun 2019 adalah untuk lahan
pertanian bukan sawah yaitu perkebunan seluas 155.833 Ha dan persentase
sebesar 40,08%. Sedangkan penggunaan lahan paling sedikit adalah untuk lahan
pertanian bukan sawah berupa padang penggembalaan/padang rumput seluas 881
Ha dan persentase sebesar 0,23%.
C. Kependudukan
1. Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk di Kabupaten Pasaman Barat tahun 2018 adalah
sebanyak 435.612 jiwa dengan jumlah penduduk laki- laki 220.325 jiwa dan
perempuan 215.287 jiwa. Jumlah penduduk terbanyak di Kabupaten Pasaman
Barat tahun 2018 adalah di Kecamatan Kinali dengan jumlah penduduk sebanyak
755.794 jiwa, sedangkan jumlah penduduk paling sedikit berada di Kecamatan
Sasak Ranah Pasisie dengan jumlah penduduk sebanyak 15.147 jiwa.
Tabel 5
Jumlah Penduduk Kabupaten Pasaman Barat menurut Jenis Kelamin Tahun 2018
Jenis Kelamin Rasio Jenis
No Kecamatan
Laki-laki Perempuan Jumlah Kelamin
1 Sungai Beremas 13.431 12.695 26.126 106
2 Ranah Batahan 13.803 13.562 27.365 102
3 Koto Balingka 15.597 15.474 31.071 101
4 Sungai Aur 19.429 18.867 38.296 103
5 Lembah Melintang 24.610 25.140 49.750 98
6 Gunung Tuleh 10.754 10.809 21.563 99
7 Talamau 13.784 13.548 27.332 102
8 Pasaman 40.088 38.836 78.924 103
9 Luhak Nan Duo 22.361 21.883 44.244 102
10 Sasak Ranah Pasisie 7.744 7.403 15.147 105
11 Kinali 38.724 37.070 75.794 104
Kabupaten Pasaman Barat 220.325 215.287 435.612 102
Sumber: BPS, Kabupaten Pasaman Barat Dalam Angka Tahun 2019

Gambar 5
Grafik Jumlah Penduduk Kabupaten Pasaman Barat menurut Jenis Kelamin
Tahun 2018

40.000

30.000

20.000

10.000 Laki-laki
Perempuan
0

Sumber: BPS, Kabupaten Pasaman Barat dalam Angka Tahun 2019


2. Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk di Kabupaten Pasaman Barat tahun 2018 adalah
107,72 jiwa/km2. Berdasarkan tingkat kepadatan penduduk di Kabupaten Pasaman
Barat, penduduk terpadat berada di Kecamatan Luhak Nan Duo dengan kepadatan
penduduk 253,97 jiwa/km2 diikuti dengan Kecamatan Lembah Melintang dengan
kepadatan penduduk 188,61 jiwa/km2. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
tabel berikut.
Tabel 6
Kepadatan Penduduk di Kabupaten Pasaman Barat tahun 2018
Jumlah
Luas Kepadatan Penduduk
No Kecamatan Penduduk
(Km2) (Jiwa/km2)
(Jiwa)
1 Sungai Beremas 26.126 440,48 59,31
2 Ranah Batahan 27.365 354,88 77,11
3 Koto Balingka 31.071 340,78 91,18
4 Sungai Aur 38.296 420,16 91,15
5 Lembah Melintang 49.750 263,77 188,61
6 Gunung Tuleh 21.563 453,97 47,50
7 Talamau 27.332 324,24 84,30
8 Pasaman 78.924 508,93 155,08
9 Luhak Nan Duo 44.244 174,21 253,97
10 Sasak Ranah Pasisie 15.147 123,71 122,44
11 Kinali 75.794 482,64 157,04
Kabupaten Pasaman Barat 418.785 3.887,77 107,72
Sumber : Hasil Analisis Tahun 2019

D. Infrastruktur Wilayah
Infrastruktur wilayah di Kabupaten Pasaman Barat dibedakan menjadi
jaringan transportasi, telekomunikasi, listrik, dan air bersih. Untuk lebih jelasnya
diuraikan sebagai berikut.
1. Jaringan Jalan
Jalan merupakan prasarana mempermudah mobilitas penduduk,
disamping itu jalan juga mempunyai fungsi untuk memperlancar kegiatan
ekonomi. Jalan negara dan jalan propinsi memiliki panjang 135,3 km dan 129,10
km sedangkan jalan kabupaten memiliki panjang 824,65 km. Panjang jalan
Kabupaten tahun 2018 sepanjang 824,65 km dengan kondisi baik hanya sepanjang
275,57 km. Sedangkan jumlah kendaran bermotor yang tercatat sebanyak 84.337
kendaraan yang terdiri dari 75.207 kendaraan roda dua dan 9.130 kendaraan roda
empat atau lebih.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 7
Panjang Jalan Berdasarkan Pihak yang Mengelola
di Kabupaten Pasaman Barat
Panjang Jalan
No Pihak yang Mengelola
(Km)
1 Negara 135,3
2 Provinsi 129,10
3 Kabupaten 824,61
Total: 1.089,01
Sumber : BPS, Kabupaten Pasaman Barat dalam Angka Tahun 2019

Jenis permukaan jalan di Kabupaten Pasaman Barat dibedakan menjadi


jalan aspal, tidak diaspal, dan lainnya. Berdasarkan data panjang jalan berdasarkan
jenis permukaan jalan di Kabupaten Pasaman Barat, sebagian jalan di Kabupaten
Pasaman Barat sudah diaspal. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel
berikut.
Tabel 8
Panjang Jalan Berdasarkan Jenis Permukaan Jalan di
Kabupaten Pasaman Barat
Panjang Jalan
No Jenis Permukaan Jalan
(Km)
1 Aspal 409,67
2 Tidak Diaspal 373,87
3 Lainnya 41,05
Total: 824,59
Sumber : BPS, Kabupaten Pasaman Barat Salam Angka Tahun 2019

Kondisi jalan di Kabupaten Pasaman Barat dibedakan menjadi jalan


kondisi baik, sedang, rusak, dan rusak berat. Berdasarkan data panjang jalan
berdasarkan kondisinya, jalan di Pasaman Barat sebagian dalam kondisi baik,
sedang, dan rusak berat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 9
Panjang Jalan Berdasarkan Kondisi Jalan di Kabupaten Pasaman Barat
Panjang Jalan
No Jenis Kondisi Jalan
(Km)
1 Baik 275,53
2 Sedang 86,82
3 Rusak 267,90
4 Rusak Berat 171,33
Total: 824,5
Sumber : BPS, Kabupaten Pasaman Barat dalam Angka Tahun 2019

2. Terminal
Terminal penumpang dan barang di Kabupaten Pasaman Barat terdapat
di Simpang Ampek , yang melayani bis antar kota dan antar provinsi (Pekan Baru,
Dumai, Bukit Tinggi, Medan, Padang Sidempuan.
3. Pelabuhan
Pelabuhan eksiting di Kabupaten Pasaman Barat (2018) adalah sebagai
berikut :
1. Pelabuhan Teluk Tapang sebagai pelabuhan pengumpul terletak di
Kecamatan Sungai Beremas dan
2. Pelabuhan Pendaratan Ikan atau pelabuhan rakyat di Air Bangis dan di
Sasak
4. Bandara
Bandara Pusako Anak Nagari adalah bandara perintis dengan biaya
operasional bersumber dari APBN. Bandara ini berjarak 7 kilometer dari Simpang
Empat (ibu kota Pasaman Barat). Bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang
600 meter dan lebar 65 meter. Ada pun jenis pesawat yang bisa mendarat di
bandara tersebut seperti twin otter, Cassa 212, Cesna Grand Caravan dan Cesna
208. Bandara ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 15 hektare dan pada
ketinggian 40 meter di atas permukaan laut (mdpl).

5. Telekomunikasi
Jaringan telekomunikasi adalah rangkaian perangkat telekomunikasi dan
kelengkapannya yang digunakan dalam melakukan aktivitas telekomunikasi.
Jaringan telekomunikasi merupakan bagian dari kegiatan penyelenggaraan
telekomunikasi yang telah diatur oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika
Republik Indonesia dalam Undang-Undang Telekomunikasi. Berdasarkan data
BPS, terdapat 5 lokasi yang melayani jaringan telekomunikasi di Kabupaten
Pasaman Barat yaitu Air Bangis, Ujung Gading, Talu, Pasaman, dan Kinali.
Selain itu Kabupaten Pasaman Telah di layani oleh jaringan telepon
nirkabel dan internet yaitu dengan di layani oleh 10 BTS yang tersebar di
Kabupaten Pasaman Barat.
6. Listrik
Pelayanan listrik di Kabupaten Pasaman Barat dilayani oleh PLN Ranting
Simpang Empat. Berdasarkan data yang didapat dari PT.PLN Ranting Simpang
Empat, ada 6 jenis pelanggan yang menggunakan jasa dari PT.PLN Ranting
Simpang Empat yaitu Rumah tangga, badan usaha, badan sosial, kantor
pemerintah , BTS/ Tower dan Industri. Jumlah pelanggan terbesar yaitu Rumah
tangga dan paling sedikit yaitu Industri. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
tabel berikut.
Tabel 10
Jumlah Pelanggan Listrik di Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2018
No Jenis Pelanggan Jumlah Pelanggan
1 Rumah tangga 89.220
2 Badan usaha 4.729
3 Badan sosial 2.068
4 Kantor pemerintah 339
5 BTS / Tower 32
6 Industri 21
Total: 96.409
Sumber : BPS, Kabupaten Pasaman Barat dalam Angka Tahun 2019

7. Air Bersih
Sumber air bersih di Kabupaten Pasaman Barat bersumber dari PDAM.
Untuk melayani kebutuhan air bersih, maka PDAM memiliki 6 tempat yang
berfungsi sebagai unit penyaluran air bersih, yang lokasinya di Ujung Gading,
Talu / Kajai, Simpang Empat, Simpang Tiga, Sasak dan Kinali. Terdapat 4 jenis
pelanggan yang menggunakan air bersih dari PDAM yaitu Rumah tangga, kantor
pemerintah, niaga, dan sosial.
Berdasarkan data jumlah pelanggan PDAM, pemakaian air terbanyak
adalah untuk rumah tangga. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 11
Jumlah Pelanggan PDAM di Kabupaten Pasaman Barat
Jumlah Pemakaian Air
No Jenis Pelanggan
(m3)
1 Rumah tangga 198.128
2 Niaga 14.838
3 Sosial 4.482
4 Kantor Pemerintah 12.014
Total: 229.462
Sumber : BPS, Kabupaten Pasaman Barat dalam Angka Tahun 2019

E. Perekonomian Kabupaten Pasaman Barat


PDRB adalah salah satu data yang dapat digunakan sebagai indikator
untuk melihat tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat pendapatan regional / PDRB
per kapita, perubahan/pergeseran struktur perekonomian, tingkat inflasi dan
kemakmuran penduduk suatu daerah. PDRB Pasaman Barat atas dasar harga
berlaku tahun 2017 angka sangat sementara sebesar 14.067.549 juta rupiah dan
angka sementara tahun 2018 adalah 14.997.418 juta rupiah. Sedangkan
berdasarkan atas dasar harga konstan 2010 yaitu tahun 2017 angka sangat
sementara 10.385.392 juta rupiah dan tahun 2018 angka sementara sebesar
10.930.768 juta rupiah.
Memperhatikan kontribusi lapangan usaha pembentuk PDRB Kabupaten
Pasaman Barat dalam beberapa tahun terakhir, terlihat bahwa struktur
perekonomian Kabupaten Pasaman Barat didominasi oleh beberapa lapangan
usaha/sektor, yaitu sektor pertanian yang memberikan kontribusi sebesar 43,21%.
Berikutnya adalah sektor industri pengolahan yang memberikan kontribusi
sebesar 15,59%, dengan sub sektor industri makanan dan minuman memberikan
kontribusi terbesar terhadap PDRB Kabupaten Pasaman Barat. Selanjutnya adalah
sektor perdagangan besar dan eceran memberikan kontribusi sebesar 11,37%.
Dengan kata lain, perekonomian Kabupaten Pasaman Barat sangat
dipengaruhi oleh 3 sektor utama, yang Sektor Pertanian, Sektor Industri
Pengolahan dan sektor perdagangan besar dan eceran.
Tabel 12
PDRB Kabupaten Pasaman Barat Berdasarkan Harga Konstan
Persentase
Lapangan Usaha Tahun 2017 Tahun 2018
(%)
1. Pertanian 4.491.556 4.722.995 43,21
2. Pertambangan dan Penggalian 152.025 164.461 1,50
3. Industri Pengolahan 1.698.637 1.704.334 15,59
4. Pengadaan Listrik dan Gas 2.162 2.238 0,02
5. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah dan
1.243 1.292 0,01
Limbah
6. Konstruksi 635.462 681.993 6,24
7. Perdagangan Besar dan Eceran 1.156.159 1.243.195 11,37
8. Transportasi dan Pergudangan 505.256 542.339 4,96
9. Penyediaan Akomodasi dan makan minum 51.510 55.574 0,51
10. Informasi dan Komunikasi 609.304 667.692 6,11
11. Jasa Keuangan dan Asuransi 182.369 184.330 1,69
12. Real Estate 141.345 148.231 1,36
13. Jasa Perusahaan 5.603 5.916 0,05
14. Adm Pemerintah, Pertahanan dan Jaminan
354.138 378.817 3,47
Sosial Wajib
15. Jasa Pendidikan 225.053 239.617 2,19
16. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 114.685 123.451 1,13
17. Jasa Lainnya 58.885 64.293 0,59
PDRB 10.385.392 10.930.768 100
Sumber: BPS Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2019
Tabel 13
PDRB Kabupaten Pasaman Barat Berdasarkan Harga Berlaku
Persentase
Lapangan Usaha Tahun 2017 Tahun 2018
(%)
1. Pertanian 6.031.108 6.367.259 42,46
2. Pertambangan dan Penggalian 234.543 256.294 1,71
3. Industri Pengolahan 2.204.588 2.234.800 14,90
4. Pengadaan Listrik dan Gas 3.472 3.722 0,02
5. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah dan
1.573 1.694 0,01
Limbah
6. Konstruksi 938.663 1.036.102 6,91
7. Perdagangan Besar dan Eceran 1.606.076 1.759.794 11,73
8. Transportasi dan Pergudangan 695.467 757.676 5,05
9. Penyediaan Akomodasi dan makan minum 82.216 91.090 0,61
10. Informasi dan Komunikasi 651.509 730.635 4,87
11. Jasa Keuangan dan Asuransi 273.518 284.657 1,90
12. Real Estate 199.376 213.870 1,43
13. Jasa Perusahaan 8.169 8.908 0,06
14. Adm Pemerintah, Pertahanan dan Jaminan
539.677 593.853 3,96
Sosial Wajib
15. Jasa Pendidikan 352.296 381.021 2,54
16. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 154.344 171.430 1,14
17. Jasa Lainnya 90.954 104.613 0,70
PDRB 14.067.549 14.997.418 100
Sumber: BPS Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2019