Anda di halaman 1dari 2

Pembahasan Pecten sp.

Klasifikasi:

Kingdom : Animalia

Filum : Mollusca

Kelas : Pelecypoda

Ordo : Pectinoida

Familia : Pectinidae

Genus : Pecten

Spesies : Pecten sp.

Berdasarkan pengamatan didapatkan Pecten sp. memiliki ciri-ciri berwarna hijau

kehitaman pada cangkangnya, terdapat garis vertikal pada permukaan cangkang, memiliki dua

cangkang yang berengsel, bertekstur kasar dan keras, berukuran lebih besar dari pada koin.

Berdasarkan literatur Pecten sp. memiki dua buah cangkang (bivalvia) bila menutup

menjadi satu sehingga termasuk ke dalam kelas Pelecypoda. Bentuk cangkang patteliform, pada

permukaan cangkang terdapat garis vertikal.. Bagian-bagian tubuh bivalvia atau pelecypoda yang

ditemukan adalah umbo (pusat pertumbuhan bivalvia), mantel (lapisan pada bagian sisi dalam

dari shell atau cangkang yang berkilauan) (Kastawi dkk., 2005: 188).

Tubuh dan kaki pipih secara lateral, tubuh dan kaki terdapat di dalam cangkang. Tubuh

terdiri atas masa viseral yang terletak melekat di bagian dorsal. Di masa viseral tersebut terdapat

kaki berotot dan terdapat insang di sebelah kanan kiri kaki. Alat pencernaan makanan dimulai

dari mulut yang terletak diantara dua pasang palpus labialis dan diakhiri di anus (lalu feses yang

keluar dari anus akan dikeluarkan dari tubuh bersama aliran air yang menuju ke sifon dorsal).
Sistem sirkulasi terdiri atas jantung yang terletak di bagian dorsal dalam rongga perikardium.

Organ respirasinya dengan menggunakan insang (branchia atau stenidia). Sistem saraf terdiri atas

tiga pasang ganglion yaitu ganglion serebral, ganglion pedal, dan ganglion viseral. Hewan ini

bersifat diosius, masing-masing jenis kelamin memiliki gonad (Kastawi dkk., 2005: 188-191).

Hewan ini berjalan dengan menggunakan kaki kapak yang pipih tersebut, bergerak dari

satu tempat ke tempat lain menggunakan kakinya yang dapat dijulurkan dari ujung anterior

cangkang. Memiliki kebiasaan menggali liang pada pasir dan lumpur yang merupakan substrat

hidupnya dengan menggunakan kakinya, untuk itu tubuhnya yang memipih secara lateral sangat

membantu dalam menunjang kebiasaan tersebut (Kastawi dkk., 2005: 187-188).

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada hari Sabtu, 4 Novemer 2017 di Pantai

Sundak Gunungkidul, persebaran Pecten sp. terletak pada transek 2 pada plot 1 dan 3, transek 6

pada plot 4, dan transek 16 pada plot 5. Pecten sp. lebih dominan berada di dekat tebing pantai

(transek 2 dan transek 16) karena habitat hewan tersebut di dasar perairan yang berpasir dan

berlumpur, hewan tersebut hampir selalu membenamkan diri pada lumpur atau pasir di dasar

perairan, dan hewan tersebut juga agar dapat tumbuh dengan baik tanpa adanya gangguan dari

predator yang dapat memangsa mereka di perairan laut asin.