Anda di halaman 1dari 30

 Senin, 9 Maret 2020


Network

   
 

 

Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia
Kamis, 3 Oktober 2019 20:02 WIB
 Home
 \ 
 Wiki

(Wikimedia Commons)
Kementerian Kesehatan dengan lambang baru sejak November 2016 
Kementerian Kesehatan adalah salah satu kementerian dalam
Pemerintah Indonesia yang mengurusi bidang kesehatan

Daftar Isi

1. Informasi Awal
2. Visi dan Misi
3. Struktur Organisasi
4. Tugas dan Fungsi
5. Organisasi dan Fungsi

 Informasi Awal

TRIBUNNEWSWIKI.COM -  Kementerian Kesehatan Republik


Indonesia (Kemenkes RI) adalah kementerian dalam Pemerintah
Indonesia yang  mempunyai bidang dalam urusan kesehatan.
Kementerian Kesehatan berada di bawah dan bertanggung jawab
kepada Presiden.
Kementerian Kesehatan dipimpin oleh seorang Menteri
Kesehatan (Menkes).
Kementerian Kesehatan mempunyai tugas menyelenggarakan
urusan pemerintahan bidang kesehatan untuk membantu
Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.
Setelah kemerdekaan sampai dengan periode Pra Pembangunan
Lima Tahun (Pelita) masa pemerintahan Presiden Soeharto,
fungsi Kementerian Kesehatan belum berjalan efektif.
Pada tahun 1974 dan setelahnya, kerja dan fungsi Kementerian
Kesehatan mulai mengalami perubahan dari segi kelembagaan. 
Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
(https://lifestyle.kontan.co.id)
 Visi dan Misi

Berikut adalah visi dan misi Kementerian Kesehatan pada tahun


2014:
Kementerian Kesehatan berperan serta dalam meningkatkan
kualitas hidup masyarakat melalui agenda prioritas Kabinet Kerja
atau yang dikenal dengan visi Nawa Cita, sebagai berikut:
VISI:
1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap
bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga
Negara.
2. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata
kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan
terpercaya.
3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat
daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.
4. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem
dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan
terpercaya.
5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
6. Meningkatkan produktifitas rakyat dan daya saing di pasar
Internasional.
7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan
sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
8. Melakukan revolusi karakter bangsa.
9. Memperteguh ke-Bhineka-an dan memperkuat restorasi
sosial Indonesia.
MISI:
Visi misi Kementerian Kesehatan mengikuti visi misi Presiden
Republik Indonesia yaitu Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat,
Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong-royong. Visi
tersebut diwujudkan dengan 7 (tujuh) misi pembangunan yaitu:
1. Terwujudnya keamanan nasional yang mampu menjaga
kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan
mengamankan sumber daya maritim dan mencerminkan
kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.
2. Mewujudkan masyarakat maju, berkesinambungan dan
demokratis berlandaskan negara hukum.
3. Mewujudkan politik luar negeri bebas dan aktif serta
memperkuat jati diri sebagai negara maritim.
4. Mewujudkan kualitas hidup manusia lndonesia yang tinggi,
maju dan sejahtera.
5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.
6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang
mandiri, maju, kuat dan berbasiskan kepentingan nasional,
serta
7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam
kebudayaan.
NILAI-NILAI:
Pro Rakyat
Dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, Kementerian
Kesehatan selalu mendahulukan kepentingan rakyat dan harus
menghasilkan yang terbaik untuk rakyat. Diperolehnya derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya bagi setiap orang adalah salah
satu hak asasi manusia tanpa membedakan suku, golongan,
agama dan status sosial ekonomi.
Inklusif
Semua program pembangunan kesehatan harus melibatkan
semua pihak, karena pembangunan kesehatan tidak mungkin
hanya dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan saja. Dengan
demikian, seluruh komponen masyarakat harus berpartisipasi
aktif, yang meliputi lintas sektor, organisasi profesi, organisasi
masyarakat pengusaha, masyarakat madani dan masyarakat
akar rumput.
Responsif
Program kesehatan harus sesuai dengan kebutuhan dan
keinginan rakyat, serta tanggap dalam mengatasi permasalahan
di daerah, situasi kondisi setempat, sosial budaya dan kondisi
geografis. Faktor-faktor ini menjadi dasar dalam mengatasi
permasalahan kesehatan yang berbeda-beda, sehingga
diperlukan penangnganan yang berbeda pula.
Efektif
Program kesehatan harus mencapai hasil yang signifikan sesuai
target yang telah ditetapkan dan bersifat efisien.
Bersih
Penyelenggaraan pembangunan kesehatan harus bebas dari
korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), transparan, dan
akuntabel. [2]
 Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2015,


Kementerian Kesehatan terdiri atas:
1. Sekretariat Jenderal;
2. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat;
3. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit;
4. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan;
5. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan;
6. Inspektorat Jenderal;
7. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan;
8. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya
Manusia Kesehatan;
9. Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan;
10. Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi;
11. Staf Ahli Bidang Desentralisasi Kesehatan; dan
12. Staf Ahli Bidang Hukum Kesehatan. [3]
 Tugas dan Fungsi

Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2016, pasal 3 dalam


melaksanakan tugas, Kementerian Kesehatan RI
menyelenggarakan fungsi :
1. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di
bidang kesehatan masyarakat, pencegahan dan pengendalian
penyakit, pelayanan kesehatan, dan kefarmasian dan alat
kesehatan;
2. koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian
dukungan administrasi kepada seluruh unsur organsisasi di
lingkungan Kementerian Kesehatan;
3. pengelolaan barang milik negara yang menjadi tanggung
jawab Kementerian Kesehatan;
4. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang
kesehatan;
5. pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber
daya manusia di bidang kesehatan serta pengelolaan tenaga
kesehatan;
6. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas
pelaksanaan urusan Kementerian Kesehatan di daerah;
7. pengawasan atas pelaksanaan tugas di
lingkungan Kementerian Kesehatan;
8. pelaksanaan dukungan substansif kepada seluruh unsur
organisasi di lingkungan Kementerian Kesehatan;
 Organisasi dan Fungsi

Berikut adalah kelengkapan organisasi Kementerian


Kesehatan beserta fungsinya:
SEKRETARIAT JENDERAL
Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi
pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan
administrasi kepada seluruh unit organisasi di
lingkungan Kementerian Kesehatan.
Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2015, pasal 7 dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, Sekretariat
Jenderal menyelenggarakan fungsi :
1. koordinasi kegiatan Kementerian Kesehatan;
2. koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan
anggaran Kementerian Kesehatan;
3. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang
meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan,
kerumahtanggaan, kerja sama, hubungan masyarakat, arsip,
dan dokumentasi Kementerian Kesehatan;
4. pembinaan dan penataan organisasi dan tata laksana;
5. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan
serta pelaksanaan advokasi hukum;
6. penyelenggaraan pengelolaan barang milik negara dan
layanan pengadaan barang/jasa;
7. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
DIREKTORAT JENDERAL KESEHATAN MASYARAKAT
Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas
merumuskan serta melaksanakan kebijakan di bidang kesehatan
masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2015, pasal 136 dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135,
Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan
fungsi :
1. perumusan kebijakan di bidang peningkatan kesehatan
keluarga, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan
olahraga, gizi masyarakat, serta promosi kesehatan dan
pemberdayaan masyarakat;
2. pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan kesehatan
keluarga , kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan
olahraga, gizi masyarakat, serta promosi kesehatan dan
pemberdayaan masyarakat;
3. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang
peningkatan kesehatan keluarga, kesehatan lingkungan,
kesehatan kerja dan olahraga, gizi masyarakat, serta promosi
kesehatan dan pemberdayaan masyarakat;
4. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
peningkatan kesehatan keluarga , kesehatan lingkungan,
kesehatan kerja dan olahraga, gizi masyarakat, serta promosi
kesehatan dan pemberdayaan masyarakat;
5. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang peningkatan
kesehatan keluarga , kesehatan lingkungan, kesehatan kerja
dan olahraga, gizi masyarakat, serta promosi kesehatan dan
pemberdayaan masyarakat;
6. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kesehatan
Masyarakat; dan
7. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
DIREKTORAT JENDERAL PENCEGAHAN DAN
PENGENDALIAN PENYAKIT:
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan di
bidang pencegahan dan pengendalian penyakit sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2015, pasal 263 dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262,
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
menyelenggarakan fungsi:
1. perumusan kebijakan di bidang surveilans epidemiologi dan
karantina, pencegahan dan pengendalian penyakit menular,
penyakit tular vektor, penyakit zoonotik, dan penyakit tidak
menular, serta upaya kesehatan jiwa dan Narkotika,
Psikotropika, dan Zat adiktif lainnya (NAPZA);
2. pelaksanaan kebijakan di bidang surveilans epidemiologi
dan karantina, pencegahan dan pengendalian penyakit
menular, penyakit tular vektor, penyakit zoonotik, dan penyakit
tidak menular, serta upaya kesehatan jiwa dan Narkotika,
Psikotropika, dan Zat adiktif lainnya (NAPZA);
3. penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang
surveilans epidemiologi dan karantina, pencegahan dan
pengendalian penyakit menular, penyakit tular vektor, penyakit
zoonotik, dan penyakit tidak menular, serta upaya kesehatan
jiwa dan Narkotika, Psikotropika, dan Zat adiktif lainnya
(NAPZA);
4. pelaksanaan administrasi Direktorat Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit; dan
5. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan Menteri.
DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN KESEHATAN
Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas
merumuskan serta melaksanakan kebijakan di bidang pelayanan
kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2015, pasal 394 dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393,
Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan
fungsi :
1. perumusan kebijakan di bidang peningkatan pelayanan,
fasilitas, dan mutu pelayanan kesehatan primer, rujukan,
tradisional, dan komplementer;
2. pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan pelayanan,
fasilitas, dan mutu pelayanan kesehatan primer rujukan,
tradisional, dan komplementer;
3. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang
peningkatan pelayanan, fasilitas, dan mutu pelayanan
kesehatan primer rujukan, tradisional, dan komplementer;
4. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
peningkatan pelayanan, fasilitas, dan mutu pelayanan
kesehatan primer rujukan, tradisional, dan komplementer;
5. pelaksanaan evaluasi, dan pelaporan di bidang peningkatan
pelayanan, fasilitas, dan mutu pelayanan kesehatan primer
rujukan, tradisional, dan komplementer;
6. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pelayanan
Kesehatan; dan
7. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
DIREKTORAT JENDERAL KEFARMASIAN DAN ALAT
KESEHATAN
Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan mempunyai
tugas merumuskan serta melaksanakan di bidang kefarmasian
dan alat kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2015, pasal 505 dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504,
Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan
menyelenggarakan fungsi :
1.  perumusan kebijakan di bidang produksi dan distribusi
sediaan farmasi, alat kesehatan dan perbekalan kesehatan
rumah tangga, pengawasan alat kesehatan dan perbekalan
rumah tangga, tata kelola perbekalan kesehatan, dan
pelayanan kefarmasian;
2. pelaksanaan kebijakan di bidang produksi dan distribusi
sediaan farmasi, alat kesehatan dan perbekalan kesehatan
rumah tangga, pengawasan alat kesehatan dan perbekalan
rumah tangga, tata kelola perbekalan kesehatan, dan
pelayanan kefarmasian;
3. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang
produksi dan distribusi sediaan farmasi, alat kesehatan dan
perbekalan kesehatan rumah tangga, pengawasan alat
kesehatan dan perbekalan rumah tangga, tata kelola
perbekalan kesehatan, dan pelayanan kefarmasian
4. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
produksi dan distribusi sediaan farmasi, alat kesehatan dan
perbekalan kesehatan rumah tangga, pengawasan alat
kesehatan dan perbekalan rumah tangga, tata kelola
perbekalan kesehatan, dan pelayanan kefarmasian;
5. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang produksi dan
distribusi sediaan farmasi, alat kesehatan dan perbekalan
kesehatan rumah tangga, pengawasan alat kesehatan dan
perbekalan rumah tangga, tata kelola perbekalan kesehatan,
dan pelayanan kefarmasian;
6. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kefarmasian
dan Alat Kesehatan; dan
7. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
INSPEKTORAT JENDERAL
Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan
pengawasan intern di Kementerian Kesehatan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2015, pasal 624 dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623,
Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi :
1. penyusunan kebijakan teknis pengawasan intern di
lingkungan Kementerian Kesehatan;
2. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian
Kesehatan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu,
evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya;
3. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas
penugasan Menteri;
4. penyusunan laporan hasil pegawasan di
lingkungan Kementerian Kesehatan;
5. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal; dan
6. pelaksanaan fungsi lain yang di berikan oleh Menteri.
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan mempunyai
tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan.
Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2015, pasal 668 dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667,
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
menyelenggarakan fungsi :
1. penyusunan kebijakan teknis penelitian dan pengembangan
di bidang biomedik dan epidemiologi klinik, upaya kesehatan
masyarakat, pelayanan kesehatan, kefarmasian dan alat
kesehatan, sumber daya manusia, dan humaniora kesehatan;
2. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang
biomedik dan epidemiologi klinik, upaya kesehatan
masyarakat, pelayanan kesehatan, kefarmasian dan alat
kesehatan, sumber daya manusia, dan humaniora kesehatan;
3. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan penelitian dan
pengembangan di bidang biomedik dan epidemiologi klinik,
upaya kesehatan masyarakat, pelayanan kesehatan,
kefarmasian dan alat kesehatan, sumber daya manusia, dan
humaniora kesehatan;
4. pelaksanaan administrasi Badan; dan
5. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri
BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER
DAYA MANUSIA KESEHATAN
Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya
Manusia Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan
pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia di
bidang kesehatan.
Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2015, pasal 751 dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750,
Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya
Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi :
1. penyusunan kebijakan teknis pengembangan dan
pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang
perencanaan, pendayagunaan, peningkatan kompetensi, dan
pembinaan mutu sumber daya manusia kesehatan;
2. pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan sumber
daya manusia kesehatan di bidang perencanaan,
pendayagunaan, peningkatan kompetensi, dan pembinaan
mutu sumber daya manusia kesehatan;
3. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pengembangan dan
pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan di bidang
perencanaan, pendayagunaan, peningkatan kompetensi, dan
pembinaan mutu sumber daya manusia kesehatan;
4. pelaksanaan administrasi Badan; dan
5. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
STAF AHLI
Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Menteri,dan secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris
Jenderal.
Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2015, pasal 838 Staf Ahli
terdiri atas :
1. Staf Ahli Bidang Ekonomi KesehatanStaf Ahli Bidang
Ekonomi Kesehatan mempunyai tugas memberikan
rekomendasi terhadap isu-isu strategis kepada Menteri, terkait
bidang ekonomi kesehatan.
2. Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi
3. Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi
mempunyai tugas memberikan rekomendasi terhadap isu-isu
strategis terhadap Menteri, terkait bidang teknologi kesehatan
dan globalisasi.
4. Staf Ahli Bidang Desentralisasi KesehatanStaf Ahli Bidang
Desentralisasi Kesehatan mempunyai tugas memberikan
rekomendasi terhadap isu-isu strategis terhadap Menteri,
terkait bidang desentalisasi kesehatan.
5. Staf Ahli Bidang Hukum KesehatanStaf Ahli Bidang Hukum
Kesehatan mempunyai tugas memberikan rekomendasi
terhadap isu-isu strategis terhadap Menteri, terkait bidang
hukum kesehatan.
PUSAT DATA DAN INFORMASI
Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan
melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan, dan
pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pengelolaan data
dan informasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2015, pasal 841 alam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 840,
Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi :
1. penyusunan kebijakan teknis di bidang pengembangan
sistem informasi, pengelolaan teknologi informasi, dan
pengelolaan data dan informasi
2. pelaksanaan di bidang pengembangan sistem informasi,
pengelolaan teknologi, dan pengelolaan data dan informasi
3. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang informasi,
dan pengelolaan data dan informasi dan
4. pelaksanaan administrasi pusat
PUSAT KRISIS KESEHATAN
Pusat Krisis Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan
penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan, dan pemantauan,
evaluasi, dan pelaporan di bidang penanggulangan krisis
kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2015 pasal 897 dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 896,
Pusat Krisis Kesehatan menyelenggarakan fungsi :
1. penyusunan kebijakan teknis di bidang pencegahan,
mitigasi, dan kesiapsiagaan, fasilitas penanggulangan krisis
kesehatan, serta evaluasi dan informasi krisis kesehatan
2. pelaksanaan di bidang pencegahan, mitigasi, dan
kesiapsiagaan, fasilitasi penanggulangan krisis kesehatan,
serta evaluasi dan informasi krisis kesehatan
3. pemantauan, pengelolaan informasi, evaluasi dan pelaporan
di bidang pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan, serta
fasilitasi penanggulangan krisis kesehatan dan
4. pelaksanaan administrasi Pusat.
PUSAT PEMBIAYAAN DAN JAMINAN KESEHATAN
Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan mempunyai tugas
melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan dan
pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang analisis
pembiayaan dan jaminan kesehatan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2015 pasal 877 dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 876,
Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan menyelenggarakan
fungsi :
1. penyusunan kebijakan teknis di bidang pembiayaan dan
jaminan kesehatan serta evaluasi ekonomi pembiayaan
kesehatan
2. pelaksanaan di bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan
3. pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang pembiyaan
dan jaminan kesehatan serta evaluasi ekonomi pembiayaan
kesehatan dan
4. pelaksanaan administrasi Pusat.
PUSAT ANALISIS DETERMINAN KESEHATAN
Pusat Analisis Determinan Kesehatan mempunyai tugas
melaksanakan penyusunan teknis, pelaksanaan dan
pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang analisis
determinan kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan
Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2015 pasal 861 dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 860,
Pusat Analisis Determinan Kesehatan menyelenggarakan fungsi:
1. penyusunan kebijakan teknis di bidang analisis lingkungan
strategis, analisis perilaku, dan kesehatan intelegensia
2. pelaksanaan di bidang analisis lingkungan strategis, analisis
perilaku, dan kesehatan intelegensia
3. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang analisis
lingkungan strategis, analisis perilaku, dan kesehatan
intelegensia dan
4. pelaksanaan administrasi Pusat.
PUSAT KESEHATAN HAJI
Pusat Kesehatan Haji mempunyai tugas melaksanakan
penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan, dan pemantauan,
evaluasi, dan pelaporan di bidang pelayanan kesehatan haji
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2015 pasal 917 dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 916,
Pusat Kesehatan Haji menyelenggarakan fungsi :
1. penyusunan kebijakan teknis di bidang pembimbingan dan
pengendalian faktor risiko, pemberdayagunaan sumber daya,
fasilitasi pelayanan kesehatan haji
2. pelaksanaan di bidang pembimbingan dan pengendalian
faktor risiko, pendayagunaan sumber daya, dan fasilitasi
pelayanan kesehatan haji
3. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang
pembimbingan dan pengendalian faktor risiko, pendayagunaan
sumber daya, dan fasilitasi pelayanan kesehatan haji
4. pelaksanaan administrasi Pusat.
BIRO KOMUNIKASI DAN PELAYANAN MASYARAKAT
Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat mempunyai tugas
melaksanakan pengelolaan komunikasi dan pelayanan
masyarakat serta dokumentasi sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan
Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2015 pasal 101 dalam
pelaksanaan tugas sebagaimana yang dimaksud dalam pasal
100, Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat
menyelenggarakan fungsi :
1. pengelolaan opini publik, produksi komunikasi, dan peliputan
2. pelaksanaan hubungan media dan lembaga
3. pelaksanaan urusan pelayanan masyarakat dan
4. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro
BIRO KERJA SAMA LUAR NEGERI
Biro Kerja Sama Luar negeri mempunyai tugas melaksanakan
pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kerja sama
kesehatan luar negeri sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2016 pasal 86, dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 85,
Biro Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi :
1. penyiapan koordinasi pelaksanaan kerja sama luar negeri
ilateral, regional, dan multilateral di bidang kesehatan
2. penyiapan koordinasi dan fasilitasi hubungan luar negeri
bilateral, regional, dan multilateral di bidang kesehatan dan
3. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro
BIRO KEPEGAWAIAN
Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan
urusan kepegawaian di lingkungan Kementerian
Kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-
undangan
Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2015 pasal 67 dalam
melaksanakan tugas dimaksud dalam Pasal 66, Biro
Kepegawaian meneyelenggarakan fungsi :
1. pengelolaan urusan pengadaan pegawai
2. pengelolaan urusan mutasi dan penilaian kinerja pegawai
3. pengelolaan urusan pengembangan pegawai
4. penyaiapan pelaksanaan urusan disiplin dan kesejahteraan
pegawai dan
5. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro
BIRO HUKUM DAN ORGANISASI
Biro Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan
koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan,
advokasi hukum, dan penataan organisasi dan tata laksana
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Berdasarkan Permenkes 64 tahun 2015 pasal 48 dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 47,
Biro Hukum dan Organisasi menyelenggarakan fungsi :
1. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan
perundang-undangan
2. pelaksanaan advokasi hukum
3. penataan organisasi dan tata laksanan
4. fasilitas pelaksanaan reformasi birokrasi
5. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro
BIRO KEUANGAN DAN BARANG MILIK NEGARA
Biro Keuangan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas
melaksanakan pengelolaan keuangan, barang milik negara, dan
layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian
Kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan
Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2015 pasal 29 dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 28,
Biro Keuangan dan Barang Milik Negara menyelenggarakan
fungsi :
1. koordinasi dan pengelolaan tata laksana keuangan dan
urusan perbendaharaan
2. koordinasi dan pengelolaan akutansi dan pelaporan
keuangan
3. koordinasi dan pengelolaan layanan pengadaan barang/jasa
4. koordinasi dan pengelolaan barang milik negara dan
5. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro
BIRO PERENCANAAN DAN ANGGARAN
Biro Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas
melaksanakan koordinasi dan penyusunan rencana, program,
dan anggaran Kementerian Kesehatan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2015, pasal 10 dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Biro
Perencanaan dan Anggaran menyelenggarakan fungsi :
1. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana strategis
dan program transfer daerah
2. penyiapan koordinasi dan penyusunan dan evaluasi
rencana, program dan anggaran pendapatan dan belanja
negara
3. penyiapan koordinasi dan penyusunan, pemantauan, dan
evaluasi pengelolaan sistem akuntabilitas kinerja instansi
pemerintah dan standar pelayanan minimal bidang kesehatan
dan
4. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.
BIRO UMUM
Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan
ketatausahaan, kerumahtanggan, arsip dan dokumentasi sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
Berdasarkan Permenkes 64 Tahun 2015 pasal 116 dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 115,
Biro Umum menyelenggarakan fungsi :
1. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan protokol
2. pelaksanaan urusan kerumahtanggan
3. pelaksanaan urusan arsip dan dokumentasi
4. pengelolaan urusan gaji dan,
5. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro
-
(TRUBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)

Informasi Detail
Nama Kementerian Kesehatan
Sejak 1945
Media Sosial
Instagram @kemenkes_ri
Twitter @KemenkesRI
Facebook https://www.facebook.com/KementerianKesehatanRI
Youtube https://www.youtube.com/user/sehatnegeriku

Sumber :
1. www.depkes.go.id
2. www.depkes.go.id
3. id.wikipedia.org
4. www.depkes.go.id
5. www.depkes.go.id

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha


Editor: Melia Istighfaroh
Tags 
 Kementerian Kesehatan
 Kementerian Kesehatan RI
 Gedung Kementerian Kesehatan
Baca Juga
 Total 136 Orang Pasien dalam Pengawasan Virus Corona di Indonesia,
Tersebar di 22 Provinsi
 Warga Negara Jepang Dikonfirmasi Positif Terkena Virus Corona Setelah
Berlibur ke Indonesia
 Indonesia Negatif Virus Corona, Wishnutama Ajak Wisatawan Asing Datang:
'Please Wisata ke Indonesia'
 Kemenkes Bantah Kabar Warga Negara China Positif Terkena Virus Corona
setelah Berkunjung dari Bali
 Akun Twitter Rusia Nyinyiri Penyemprotan Desinfektan ke WNI dari Wuhan, Ini
Penjelasan Kemenkes RI
Video Pilihan

ARTIKEL REKOMENDASI

Waspada Menjangkit Indonesia, Kemenkes Beri ..

KOMENTAR
ARTIKEL TERKINI
Artikel POPULER


Ancaman 5 Tahun Penjara bagi
Pada Minggu (8/3/2020) Pemerintah Kota Moskow mengancam hukuman
 5 jam lalu


Ramalan Zodiak Hari Ini Senin
Untuk mengawali hari, tak ada salahnya untuk menyimak
 50 menit lalu


Disebut Ikut Konsumsi Happy Five,
Artis Ririn Ekawati diamankan Polisi pada Sabtu (7/3/2020)
 41 menit lalu


FILM - Untogether (2018)
Untogether adalah film drama romantis Amerika yang disutradarai
 11 jam lalu


Billie Joe Armstrong
Billie Joe Armstrong adalah penyanyi dan gitaris band
 11 jam lalu

PrevNext

HONDA CIVIC FD1 2006 Bekas Bagus Mulus Matic Oke Mesin Sehat Siap pakai…
17 jam lalu - Jawa Timur


Kontrakan Lokasi Gumpang KT 2 KM 1 Carpot Dapur Ruang Tamu Ruang Keluarga…
17 jam lalu - Jawa Tengah


Mitsubishi Pajero Dakar 2012 Hitam Bekas Bagus Mulus Plat DD Interior Rapi -…
17 jam lalu - Sulawesi Selatan


Suzuki Swift GX 2013 Manual Bekas Bagus Mulus harga Cash - Pontianak
13 jam lalu - Kalimantan Barat


Toyota Yaris S Limited 2010 Matic Tipe Tinggi Bekas Bagus Mulus Bergaransi -…
13 jam lalu - Kalimantan Barat


iPhone 6s Plus 32gb Gold FU iBox Bekas Bagus Mulus Fullset Normal -…
14 jam lalu - Bali


Honda cbr 400cc NC 23 Bodi Oke Motor Bagus Harga Nego Motor Bagus…
14 jam lalu - Jawa Barat


Dyna Superglide 2003 Aniversary Karbu Mesin Oke Bekas Bagus Mulus Harga Murah -…
16 jam lalu - Jawa Barat


Daihatsu Terios R Adventure M/T 2016 TDP Minim Proses Kredit Bisa Dibantu -…
16 jam lalu - DKI Jakarta


Yamaha Nmax ABS 2018 F Kab Bogor Surat Lengkap Motor Bekas bagus Mulus…
16 jam lalu - Jawa Barat


KLX 150G Aktif 2019 NIK 2018 Bekas Bagus Mulus Plat B Bekasi Kota…
16 jam lalu - DKI Jakarta


Yamaha Xabre 2016 Plat N kepanjen Bekas Bagus Mulus Plat dan Pajak Panjang…
17 jam lalu - Jawa Timur


HONDA CIVIC FD1 2006 Bekas Bagus Mulus Matic Oke Mesin Sehat Siap pakai…
17 jam lalu - Jawa Timur


Kontrakan Lokasi Gumpang KT 2 KM 1 Carpot Dapur Ruang Tamu Ruang Keluarga…
17 jam lalu - Jawa Tengah


Mitsubishi Pajero Dakar 2012 Hitam Bekas Bagus Mulus Plat DD Interior Rapi -…
17 jam lalu - Sulawesi Selatan


Suzuki Swift GX 2013 Manual Bekas Bagus Mulus harga Cash - Pontianak
13 jam lalu - Kalimantan Barat


Toyota Yaris S Limited 2010 Matic Tipe Tinggi Bekas Bagus Mulus Bergaransi -…
13 jam lalu - Kalimantan Barat


iPhone 6s Plus 32gb Gold FU iBox Bekas Bagus Mulus Fullset Normal -…
14 jam lalu - Bali

Pasang Iklan
© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
 
All Right Reserved
 
About Us
 •  
Help
 •  
Privacy Policy
 •  
Terms of Use
 
Contact Us
 •  
Lowongan
 •  
Redaksi
 •  
Info iklan