Anda di halaman 1dari 4

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)

TATA LAKSANA KASUS

INFEKSI SALURAN KEMIH

1. Pengertian ( Definisi) bertumbuh dan berkembang biaknya kuman atau mikroba


dalam saluran kemih dalam jumlah bermakna.
2. Anamnesis  Apakah anak mengalami tidak puas saat berkemih?
 Apakah anak mengalami kencing berdarah?
 Apakah anak mengalami nyeri suprapubik?
 Apakah anak mengalami demam?
 Apakah anak mengalami mual dan muntah ?
 Apakah ada perubahan warna kencing ?
 Apakah ada rasa nyeri hebat saat akhir kencing ?
3. Pemeriksaan Fisik  Nyeri tekan suprapubik
 Nyeri ketok CVA

4. Kriteria Diagnosis Klasifikasi Asma Pada Anak


ISK ISK ISK
berdasarkan berdasarka Berdasarkan
gejala klinis n lokasi kelainan saluran
ISK infeksi
ISK bagian kemih
ISK simplek
asimptomatik atas

ISK ISK bagian ISK Komplek


simptomatik bawah

5. Diagnosis Kerja Infeksi saluran kemih

6. Diagnosis Banding 1. Glumerulonefritis


2. Gagal Ginjal

7. Pemeriksaan Penunjang a. Urinalisa : Leukosituria, Nitrit, Leukosit esterase, protein,


dan darah.
b. Pemeriksaan darah : Leukositosis, peningkatan nilai
absolute neutrofil, peningkatan laju endap darah, C-
reactive protein positif, prokalsitonin meningkat, sitokin
proinflamatori meningkat.
c. Biakan urin
8. Tata Laksana a. Eradikasi infeksi akut
 Diberikan antibiotic sambil menunggu hasil
biakan urin kelur. Pemilihan antibiotic harus
sesaui dengan eradikasi daerah setempat dan
local, observasi dalam 48-72 jam bila dalam
waktu tersebut respon klinik belum terlihat maka
ganti antibiotic.
 Bayi < 3 bulan dengan kemungkinan ISK harus
segera dirujuk ke dokter.
 Bayi ≥ 3 bulan dengan pielonefritis akut/ISK atas:
 Pertimbangkan untuk dirujuk ke spesialis
anak .
 Terapi dengan antibiotik oral 7-10 hari,
dengan antibiotik yang resistensinya
masih rendah berdasarkan pola resistensi
kuman, seperti sefalosporin atau ko-
amoksiklav.
 Jika antibiotik per oral tidak dapat
digunakan, terapi dengan antibiotik
parenteral, seperti sefotaksim atau
seftriakson selama 2-4 hari dilanjutkan
dengan antibiotik per oral hingga total
lama pemberian 10 hari.
 Bayi ≥ 3 bulan dengan sistitis/ ISK bawah:
Berikan antibiotik oral selama 3 hari berdasarkan
pola resistensi
 kuman setempat. Bila tidak ada hasil pola
resistensi kuman, dapat diberikan
trimetroprim, sefalosporin, atau
amoksisilin.
 Bila dalam 24-48 jam belum ada
perbaikan klinis harus dinilai kembali,
dilakukan pemeriksaan kultur urin untuk
melihat pertumbuhan bakteri dan
kepekaan terhadap obat.

Tabel 1. Pilihan antimikroba oral pada infeksi saluran


kemih
Jenis antibiotik Dosis per hari
Jenis antibiotik Dosis per hari
Amoksisilin 20-40 mg/kgbb/hari dibagi
dalam 3 dosis
Sulfonamid
- trimetroprim (TMP) – 6-12 mg TMP dan 30-60
sulfametoksazol (SMX) mg SMX /kgbb/hari dibagi
dalam 2
dosis
- Sulfisoksazol 120-150 mg/kgbb/hari
dibagi dalam 4 dosis
Sefalosporin:
- Sefiksim 8 mg/kgbb/hari dibagi
dalam 2 dosis
Sefpodiksim 10 mg/kgbb/hari dibagi
dalam 2 dosis
- Sefprozil 30 mg/kgbb/hari dibagi
dalam 2 dosis
- Sefaleksin 50-100 mg/kgbb/hari
dibagi dalam 4 dosis
- Lorakarbef 15-30 mg/kgbb/hari dibagi
dalam 2 dosis

Pilihan antimikroba parenteral pada infeksi saluran kemih


Jenis antbiotik Dosis per hari
Seftriakson 75 mg/kgbb/hari

Sefotaksim 150 mg/kgbb/hari dibagi


setiap 6 jam
Seftazidim 150 mg/kgbb/hari dibagi
setiap 6 jam
Sefazolin 50 mg/kgbb/hari dibagi
setiap 8 jam
Gentamisin 7,5 mg/kgbb/hari dibagi
setiap 6 jam
Amikasin 15 mg/kgbb/hari dibagi
setiap 12 jam
Tobramisin 5 mg/kgbb/hari dibagi
setiap 8 jam
Tikarsilin 300 mg/kgbb/hari dibagi
setiap 6 jam
Ampisilin 100 mg/kgbb/hari dibagi
setiap 6 jam
9. Edukasi  Pengendalian lingkungan
(Hospital Health  pemberian ASI eksklusif minimal 6 bulan,
Promotion)  menjaga kebersihan organ vital
10. Prognosis Advitam : adbonam
Ad Sanationam : adbonam
Ad Fungsionam : adbonam
11. Tingkat Evidens
12. Tingkat Rekomendasi
13. Penelaah Kritis 1. SMF Ilmu Kesehatan Anak

14. Indikator Klinis dan laboratorium


15. Kepustakaan 1. Pedoman Pelayanan Medis, IDAI. 2011