Anda di halaman 1dari 3

ENCELOFALOPATI UREMIKUM

HIPERTENSI (JNC 8)
Tatalaksana hipertensi untuk CKD, DIPIRO EDISI 9

Clonidine Untuk Hipertensi Resisten Pasien CKD


Dalam tatalaksana pada hipertensi resisten, terapi farmakologis lebih
berfokus pada penambahan terapi lini keempat, karena tekanan darah
pasien tidak lagi dapat dikontrol dengan tiga kelompok obat
sebelumnya, yaitu : ACE inhibitor atau ARBs, CCB, dan diuretik
(thiazide atau obat mirip thiazide).

Apabila dengan pemberian tiga kelompok obat tadi TD pasien masih


belum terkontrol maka perlu dipertimbangkan untuk memberikan obat
tambahan sebagai lini keempat. Salah satunya ialah clonidine. Clonidine
(agonis a2 yang bekerja secara secara sentral) dapat diberikan sebagai
opsi pertimbangan terapi tambahan untuk hipertensi resisten apabila
setelah diberikan spironolactone namun tekanan darah pasien tetap
tidak mencapai nilai yang diinginkan. Clonidine dapat diberikan dengan
dosis 50 mcg dua kali sehari hingga 300 mcg dua kali sehari sambil terus
mengevaluasi TD pasien degan juga mempertimbangkan efek samping
yang mungkin timbul seperti kelelahan dan mulut kering. Sehingga
pemberian clonidine adalah opsional sebagai tambahan untuk diberikan
pada kasus hipertensi resisten ini