Anda di halaman 1dari 38

BATANG

LAPORAN PRAKTIKUM
disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Anatomi Tumbuhan
Dosen Pengampu :
Dr. Amprasto, M.Si
Dr. Hj. Sri Anggraeni, M.S

oleh:
Kelas A/2016
Kelompok 6

Annisa Syafigha Putri (1600374)


Metta Nensi Pandiangan (1604333)
Nurhaeny Umar (1608299)
Rizka Utami Dewi (1600762)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


DEPARTEMEN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2018
A. Judul
Batang

B. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Hari, Tanggal : Selasa, 03, 10 dan 17 April 2018


Waktu : Pukul 09.30-12.00 WIB
Tempat : Laboratorium Struktur Tumbuhan FPMIPA UPI

C. Tujuan
1. Mempelajari struktur umum batang monokotil melalui pengamatan
pada preparat melintang batang jagung.
2. Mempelajari struktur primer batang dikotil melalui pengamatan pada
preparat melintang batang Helianthus atau dikotil lainnya.
3. Mempelajari pertumbuhan sekunder pada batang dikotil.
4. Mempelajari pembentukan dilatasi jari-jari empulur pada Tilia sebagai
tanggapan terhadap pertumbuhan sekunder
5. Mempelajari struktur meristem apeks batang dan mengidentifikasi
jaringan-jaringan derivat meristem yang terdapat pada apeks pucuk
Coleus.
6. Mempelajari jalan daun dan celah daun pada tumbuhan dikotil.
7. Mengamati struktur batang Cucurbita dan mempelajari tipe ikatan
pembuluh bikolateral pada batang Cucurbita.
8. Mempelajari struktur lentisel dan mengidentifikasi jaringan atau sel-sel
yang membentuk lentisel.
9. Mempelajari pola pertumbuhan sekunder anomali yang terjadi pada
tumbuhan Amaranthus, Passiflora, dan Cordyline.

D. Landasan Teori
Batang terdiri atas buku dan ruas yang jelas dan memiliki perbedaan
secara mendasar dengan akar dalam hal struktur vaskularnya. Perbedaan itu
terutama terletak pada susunan xilem dan floem, pada akar untaian xilem
dan floem primer terletak pada jejari yang berbeda, terpisah antara satu
dengan yang lain; sedangkan pada batang untaian xilem dan floem terletak
menyebelah pada jejari yang sama, yaitu keduanya konjoin atau kolateral.
Sistem yang ada di akar selelau eksark, sedangkan pada batang tumbuhan
yang paling umum adalah tipe endark (Setjo dkk. 2004).
Menurut Soerodikoesoemo (1993) Batang merupakan organ
tumbuhan yang sangat penting bagi tanaman, di dalam batang terdapat
berbagai jaringan didalamnya yang menyusun segala aktifitas batang,
antara batang dikotil dan monokotil terdapat perbedaan sistem penyususn
batang, berikut akan di paparkan perbedaan tersebut,

1. Batang Dikotil
Pada tumbuhan dikotil, berkas pembuluh tersusun dalam suatu
lingkaran sehingga korteks terdapat di bagian luar lingkaran dan empulur di
bagian dalam lingkaran. Pada tumbuhan dikotil ini, xilem tersusun di bagian
dalam lingkaran. Di antara floem dan xilem terdapat kambium yang
menyebabkan pertumbuhan sekunder pada tumbuhan dikotil. Kambium
merupakan jaringan meristem lateral yang berfungsi dalam pertumbuhan
sekunder.
Dua macam kambium yang menghasilkan jaringan sekunder tumbuhan
dikotil, yaitu:
a. kambium pembuluh (vascular cambium) yang menghasilkan xylem
sekunder (kayu) ke arah dalam dan floem sekunder ke arah luar,
b. kambium gabus (cork cambium) yang menghasilkan suatu penutup
keras dan tebal yang menggantikan epidermis pada batang dan akar.
Empulur batang tersusun atas jaringan parenkim yang mungkin
mengandung kloroplas. Empulur mempunyai ruang antarsel yang nyata dan
tersusun atas perikambium yang disebut perisikel. Perikambium dibatasi oleh
floem primer di sebelah dalam dan endodermis di sebelah luarnya. Jari-jari
empulur berupa pita radier yang terdiri atas sederet sel, mulai dari empulur
sampai dengan floem. Fungsi utamanya adalah melangsungkan
pengangkutan makanan ke arah radial. Pada tumbuhan dikotil, jari-jari
empulur tampak berupa garis-garis halus yang membentuk lingkaran tahun.
Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam
a. Epidermis
Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang
antar sel. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya.
Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis
digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.
b. Korteks
Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis
sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan
kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim
c. Endodermis
Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel,
merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis
tumbuhan Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak
terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnosperma.
d. Stele/ Silinder Pusat
Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut
perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe
kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di
sebelah dalam dan floem sebelah luar.
Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada
perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas
pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium
intervasikuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang
mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.

2. Batang Monokotil
Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun,
pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi
hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering
tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang
tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan
selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran
Tahun.
Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas
antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil
terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral
tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium.
Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil
tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi
pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada Monokotil yang
dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada
pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave sp).
Batang adalah organ pokok pada golongan tumbuhan Cormop
hyta, di samping akar dan daun. Fungsi utama batang adalah pada system
percabangan yang mendukung perluasan bidang fotosintesis serta
merupakan transportasi utama dari air, unsur hara, dan bahan organik
sebagai fotosintesis. Sehingga, dengan fotosintesis pada
batang tumbuhan tersebut bisa menghasilkan makanan untuk kehidu
pan tumbuhan (Soerodikoesoemo,1993).

Menurut Setj,dkk (2004) Penyimpangan struktur pada tumbuhan


disebut anomali. Penyimpangan yang terjadi pada struktur tumbuhan
biasanya pada struktur stele. Pada tumbuhan berbiji tertutup banyak
ditemukan berbagai macam penyimpangan ataua anomali. Anomali
berasal dari peristiwa sebagai berikut:

1. Pertumbuhan sekunder yang tidak normal pada tumbuhan dikotil.


a. Posisi kambium yang abnormal.
b. Aktivitas abnormal kambium yang posisinya normal.
c. Pembentukan kambium asesoris dan aktivitasnya.
d. Kambium diluar stele.
e. Floem diantara xilem.
2. Xilem yang tidak mempunyai trakea.
3. Berkas vaskular tersebar pada tumbuhan dikotil.
4. Kehadiran berkas xilem dan floem yang khusus.
5. Kehadiran berkas vaskular medular.
6. Berkas vaskular pada terdapat pada korteks.
7. Kehadiran floem intraxilar.
8. Berkas vaskular tersusun sebagai lingkaran pada tumbuhan
monokotil.
9. Pertumbuhan sekunder pada monokotil

E. Alat dan Bahan


Tabel E.1 Alat yang digunakan
No. Nama Alat Jumlah
1. Mikroskop 2 Unit
2. Object glass 8 buah
3. Cover glass 8 buah
4. Silet 5 buah
5. Tusuk gigi 5 buah

Tabel E.2 Bahan yang digunakan


No. Nama Bahan Jumlah
1. Anilin sulfat Secukupnya
2. Batang Cordyline Secukupnya
3. Batang Helianthus dewasa dan muda Secukupnya
4. Batang Amaranthus dewasa dan muda Secukupnya
5. Preparat awetan batang Zea mays Secukupnya
6. Preparat awetan batang Tilia sp Secukupnya
7. Batang Passiflora dewasa dan muda Secukupnya
8. Batang Aristolochia Secukupnya
9. Batang Sambucus Secukupnya
10. Preparat awetan batang Cucurbita Secukupnya
11. Preparat awetan meristem Coleus Secukupnya
F. Langkah Kerja
1. 2.
Alat dan bahan Anilin sulfat diteteskan sedikit
disiapkan di atas object glass

4.
3.
Ditutup dengan cover
Batang Cordyline disayat
glass secara perlahan
secara melintang dan
dan diletakkan diatas
diletakkan pada object glass
meja objek

5. 6.
Preparat segar diamati Hasil pengamatan
dan diidentifikasi didokumentasikan

Diagram F.1 Langkah kerja pada sayatan melintang batang Cordyline

2.
1.
Anilin sulfat diteteskan sedikit
Alat dan bahan disiapkan
di atas object glass

4. 3.
Ditutup dengan cover Batang Helianthus dewasa dan
glass secara perlahan muda disayat secara melintang
dan diletakkan diatas dan diletakkan pada object
meja objek glass

5. 6.
Preparat segar diamati Hasil pengamatan
dan diidentifikasi didokumentasikan

Diagram F.2 Langkah kerja sayatan melintang batang Helianthus dewasa


dan muda
1. 2.
Alat dan bahan Anilin sulfat diteteskan sedikit
disiapkan di atas object glass

4. 3.
Ditutup dengan cover Batang Amaranthus dewasa
glass secara perlahan dan muda disayat secara
dan diletakkan diatas melintang dan diletakkan pada
meja objek object glass

5. 6.
Preparat segar diamati Hasil pengamatan
dan diidentifikasi didokumentasikan

Diagram F.3 Langkah kerja pada sayatan melintang batang Amaranthus


dewasa dan muda

2.
1. Preparat awetan
Alat dan bahan batang Zea mays di
disiapkan letakkan di atas meja
objek

4. 3.
Hasil pengamatan Preparat awetan
dicatat dan di tersebut diamati dan
dokumentasikan diidentifikasi

Diagram F.4 Langkah kerja pada preparat awetan batang Zea mays
2.
1. Preparat awetan
Alat dan bahan batang Tilia sp di
disiapkan letakkan di atas
meja objek

4. 3.
Hasil pengamatan Preparat awetan
dicatat dan di tersebut diamati
dokumentasikan dan diidentifikasi

Diagram F.5 Langkah kerja pada preparat awetan batang Tilia sp

1. 2.
Alat dan bahan Anilin sulfat diteteskan sedikit
disiapkan di atas object glass

4. 3.
Ditutup dengan cover Batang Passiflora dewasa dan
glass secara perlahan muda disayat secara melintang
dan diletakkan diatas dan diletakkan pada object
meja objek glass

5. 6.
Preparat segar diamati Hasil pengamatan
dan diidentifikasi didokumentasikan

Diagram F.6 Langkah kerja sayatan melintang batang Passiflora dewasa


dan muda
1. 2.
Alat dan bahan Anilin sulfat diteteskan sedikit
disiapkan di atas object glass

4.
3.
Ditutup dengan cover
Batang Aristolochia disayat
glass secara perlahan
secara melintang dan
dan diletakkan diatas
diletakkan pada object glass
meja objek

5. 6.
Preparat segar diamati Hasil pengamatan
dan diidentifikasi didokumentasikan

Diagram F.7 Langkah kerja sayatan melintang batang Aristolochia

1. 2.
Alat dan bahan Anilin sulfat diteteskan sedikit
disiapkan di atas object glass

4.
3.
Ditutup dengan cover
Batang Sambucus disayat
glass secara perlahan
secara melintang dan
dan diletakkan diatas
diletakkan pada object glass
meja objek

5. 6.
Preparat segar diamati Hasil pengamatan
dan diidentifikasi didokumentasikan

Diagram F.8 Langkah kerja sayatan melintang batang Sambucus


2.
1. Preparat awetan
Alat dan bahan batang Cucurbita
disiapkan di letakkan di atas
meja objek

4. 3.
Hasil pengamatan Preparat awetan
dicatat dan di tersebut diamati
dokumentasikan dan diidentifikasi

Diagram F.9 Langkah kerja pada preparat awetan batang Cucurbita

2.
1. Preparat awetan
Alat dan bahan meristem Coleus di
disiapkan letakkan di atas
meja objek

4. 3.
Hasil pengamatan Preparat awetan
dicatat dan di tersebut diamati
dokumentasikan dan diidentifikasi

Diagram F.10 Langkah kerja pada preparat awetan batang Cucurbita


G. Hasil Pengamatan
Tabel G.1 Hasil Pengamatan
No. Nama Preparat Gambar Pengamatan Gambar Referensi Keterangan

1. Preparat awetan A: Meristem apical


meristem apeks A B: Tunas aksilar
pucuk Coleus B C: Protoderm
C D: Prokambium
D E: Meristem dasar
E

Perbesaran 400x Gambar 1.2 Preparat awetan meristem


Gambar 1.1 Preparat awetan meristem apeks apeks pucuk Coleus
pucuk Coleus (Monica, 2016)
(Dok. Kelompok 6, 2018)
2. Preparat awetan A: Floem
batang Cucurbita A B: Kambium
C: Xylem

B
C

Perbesaran 400x Gambar 2.2 Preparat awetan batang


Gambar 2.1 Preparat awetan batang Cucurbita
Cucurbita (Pudak, 2013)
(Dok. Kelompok 6, 2018)
No. Nama Preparat Gambar Pengamatan Gambar Referensi Keterangan

3. Sayatan melintang A : Lentisel


batang Sambuccus B : Felogen
C A C : Felem
D : Feloderm

B D

Perbesaran 100x Gambar 3.2 Sayatan melintang batang


Gambar 3.1 Sayatan melintang batang Sambuccus
Sambuccus (Ria, 2016)
(Dok. Kelompok 6, 2018)
4. Sayatan melintang A : Celah Daun
batang C B : Parenkim
Aristolochia A C : Jaringan Pembuluh
D : Jalur Daun
B

Gambar 4.2 Sayatan melintang batang


D Aristolochia
(Villanueva, 2013).
No. Nama Preparat Gambar Pengamatan Gambar Referensi Keterangan

Perbesaran 100x
Gambar 4.1 Sayatan melintang batang
Aristolochia
(Dok. Kelompok 6, 2018)
5. Sayatan melintang A : Berkas floem
batang Helianthus
A. B : Xylem
dewasa dan muda C : Epidermis
B D : Kambium

Gambar A:Helianthusdewasa
A
Gambar B:Helianthus muda

C Gambar 5.2 Sayatan melintang batang


B.
A Heliantus muda
B (Abidin,2013)
D

Perbesaran 100x
Gambar 5.1 Sayatan melintang batang
Heliantus
muda
(Dok. Kelompok 6, 2018)
No. Nama Preparat Gambar Pengamatan Gambar Referensi Keterangan

6. Preparat awetan A: Floem


batang Zea mays A B: Trakea
B C: Trakeid
C D: Seludang Sklerenkim
D E: Xylem
F F: Sel epidermis
E

Gambar 6.2 Sayatan melintang batang Zea


mays
Perbesaran 400x (Indri, 2012)
Gambar 6.1 Preparat awetan batang Zea mays
(Dok. Kelompok 6, 2018)

7. Preparat awetan A: Korteks


batang Tilia sp B: Jari-jari empulur

A
B

Perbesaran 400x
Gambar 7.1 Preparat awetan batang Tilia sp Gambar 7.2 Penampang melintang batang
(Dok. Kelompok 6, 2018) Tilia sp
(Brahma, 2015)
No. Nama Preparat Gambar Pengamatan Gambar Referensi Keterangan

8. Sayatan melintang A. Parenkim korteks


batang Cordyline B. Floem
C. Xylem
(Tipe pembuluh konsentris
amfivasal)

Perbesaran 400x Gambar 8.2 Sayatan melintang batang


Gambar 8.1 Sayatan melintang batang Cordyline
Cordyline (Anne, 2014)
(Dok. Kelompok 6, 2018)
9. Sayatan melintang A. Epidermis
batang B. Xylem
Amaranthus muda C. Kambium luar pembuluh
D. Floem
E. Kambium

Perbesaran 100x Gambar 9.2 Sayatan melintang batang


Gambar 9.1 Sayatan melintang batang Amaranthus muda
Amaranthus muda (Hasbi, 2017)
(Dok. Kelompok 6, 2018)
No. Nama Preparat Gambar Pengamatan Gambar Referensi Keterangan

10. Sayatan melintang A : Jaringan pembuluh


A
batang B : Korteks
Amaranthus B C : Sklerenkim
dewasa D : Seludang pati
C J : Epidermis

Gambar 10.2 Sayatan melintang batang


Amarantus dewasa
E (Baral, 2009)

F
E : Xylem sekunder
F : Kambium
G : Sklereid
G
No. Nama Preparat Gambar Pengamatan Gambar Referensi Keterangan

H : Xylem
I : Floem

Perbesaran 400x
Gambar 10.1 Sayatan melintang Amaranthus
dewasa
(Dok. Kelompok 6, 2018)

11. Sayatan melintang A : Floem


Passiflora muda A B : Xylem
C : Kambium
B D : Epidermis
C
D

Perbesaran 100x Gambar 11.2 Sayatan melintang batang


Gambar 11.1 Sayatan melintang batang Passiflora muda
Passiflora muda (Odorisan,2016)
(Dok. Kelompok 6, 2018)
No. Nama Preparat Gambar Pengamatan Gambar Referensi Keterangan

12. Sayatan melintang A : Anomali


batang Passiflora B : Parenkim
dewasa G C : Sklerenkim
D : Floem
E : Xilem
B F : Trakea
A G : Kambium

C Gambar 12.2 Sayatan melintang batang


F Passiflora
D (Wosch, 2015).
E
G
Perbesaran 100x
Gambar 12.1 Sayatan melintang batang
Passiflora dewasa
(Dok. Kelompok 6, 2018)
H. Pembahasan
1. Preparat awetan meristem apeks pucuk Coleus
Berdasarkan hasil pengamatan pada perbesaran 400x, batang Coleus
mempunyai jaringan meristem yang terdiri dari meristem apikal, tunas
apikal, garis-garis prokambium, meristem dasar, tunas axilar, primodia
daun,. Terdapat dua daerah pada meristem apikal yaitu tunica dan
corpus, tunika pada lapisan terluar yang membelah antiklinal akan
berdiferensiasi menjadi epidermis, sedangkan corpus dibawah tunica,
membelah ke segala arah dan membentuk semua jaringan selain
epidermis.
2. Preparat awetan batang Cucurbita
Berdasarkan hasil pengamatan pada perbesaran 400x, tipe pembuluh
dari batang Cucurbita yaitu bikolateral dimana xylem berada di antara
dua floem. Letak floem berada disebelah dalam maupun disebelah luar
xylem. Adanya anomali pada batang Cucurbita yaitu terdapat pada
posisi kambium yang abnormal. Pada tumbuhan lain biasanya posisi
kambium teratur membentuk lingkaran, tetapi pada Cucurbita posisi
kambium tidak membentuk lingkaran (posisi kambium ke atas dan ke
bawah), jadi berkas pembuluhnya pun mengikuti posisi alur kambium
tersebut.
3. Sayatan melintang batang Sambuccus
Berdasarkan hasil pengamatan sayatan melintang batang Sambuccus
diamati menggunakan mikroskop cahaya dengan perbesara 400x.
Berdasarkan hasil pengamatan, Terlihat adanya sel gabus yang mati
(Lentisel). Lalu ada pula Felogen (Kambium Gabus), untuk
pertumbuhan sel gabus ke atas mendekati epidermis disebut felem yang
mengandung zat suberin (penebalan gabus) yang tidak bisa ditembus
oleh air dan penyakit karena menyerap lemak. Untuk pertumbuhan sel
gabus kebawah menjauhi epidermis disebut Feloderm. Batang
Sambuccus yang telah mengalami pertumbuhan sekunder ini stomatany
hilang dan digantikan oleh lentisel. Lentisel ini merupakan pori yang
menghubungkan ruang antar sel dalam tumbuhan dengan dunia luar.
4. Sayatan melintang batang Aristolochia
Berdasarkan hasil pengamatan sayatan melintang batang
Aristolochia yang diamati menggunakan mikroskop cahaya dengan
perbesaran 400x, terlihat adanya jalan daun (leaf trace) dan celah
diantaranya (leaf gap) yang dapat diamati ketika menyayat bagian yang
dekat dengan tempat tumbuhnya daun atau ketiak daun. Celah daun
terbentuk karena jaringan pembuluh yang terpisah. Pada celah daun
terdapat jaringan parenkim. Pada jalan daun ditemukan ikatan pembuluh
yang menghubungkan berkas pembuluh pada batang dengan berkas
pembuluh pada dahan atau cabang.
5. Sayatan melintang batang Heliantus dewasa dan muda.
Berdasarkan hasil pengamatan Helianthus merupakan tumbuhan
dikotil, tipe ikatan pembuluh pada batang Helianthus dewasa adalah
kolateral tertutup. Perbedaan antara batang Helianthus muda dengan
dewasa terletak pada aktivitas kambium, dimana Helianthus dewasa
sudah mengalami penebalan sekunder. Penebalan sekunder ditandai
dengan membelahnya xilem ke arah dalam dan floem kearah luar.
Berbeda dengan batang Helianthus muda, pada batang dewasa
ikatan pembuluh lebih jelas dan teratur pada bagian tepi batang. Tipe
ikatan pembuluh adalah kolateral terbuka. Floem mengalami penebalan
sekunder, floem primer terletak ke arah luar atau di dekat korteks dan
epidermis dan floem sekunder bisa mengalami lisis karena di desak oleh
floem primer. Xilem primer memiliki bentuk sel yang lebih besar. Alur
kambium sudah terlihat jelas dan memiliki dinding yang tebal.
6. Sayatan melintang batang Zea mays.
Berdasarkan hasil pengamatan dengan perbesaran 400x, pada
batang Zea mays terdapat epidermis, seludang sklerenkim,ikatan
pembuluh kolateral dan jaringan dasar. Letak ikatan
pembuluhnya menyebar. Ikatan pembuluh kolateral tertutup yaitu
apabila floem terdapat disebelah luar xylem dan tidak terdapat
kambium..
7. Sayatan melintang batang Tilia sp.
Berdasarkan hasil pengamatan, pada batang Tilia terdapat felogen
yang tersusun atas kambium gabus jika terletak ke luar dari floem
disebut felem dan jika terletak ke dalam dari floem disebut parenkim.
Epidermis menghilang karena diganti oleh periderm. Terdapat lingkaran
tahunan dan jari-jari pembuluh.
8. Sayatan melintang batang Sambuccus
Berdasarkan hasil pengamatan Cordyline memiliki batang yang
menunjukkan aktivitas pertumbuhan sekunder pada batang monokotil.
Aktivitas penebalan sekunder pada batang monokotil diakibatkan oleh
aktivitas meristematik batang, bukan dikarenakan aktivitas cambium.
Bentuk ikatan pembulluh yang dibentuk adalah konsentris amfivasal
dimana salah satu berkas pembuluh mengelilingi berkas pembuluh
lainnya, dalam hal ini xylem mengelilingi floem.
9. Sayatan melintang batang Amarantus dewasa.
Berdasarkan hasil pengamatan sayatan melintang batang Amarantus
dewasa diamati menggunakan mikroskop cahaya dengan perbesara
400x. Berdasarkan hasil pengamatan terdapat dua bagian jaringan
pembuluh dimana jaringan pembuluh yang dekat dengan inti batang
kambiumnya melebur membentuk xilem dan floem, sehingga terdapat
2 bagian jaringan pembuluh dimana jaringan pembuluh paling luar
dekat dengan epidermis kambiumnya masih terlihat sedangkan pada
kambium yang jauh dari epidermis dan dekat dengan inti kambiumnya
sudah tidak terlihat tetapi ditandai dengan adanya floem dan xilem.
10. Sayatan melintang Amaranthus muda
Berdasarkan hasil pengamatan batang Amaranthus menampilkan
struktur sekunder yang abnormal. Pada irisan melintangnya
menunjukkan pola garis besar yang melingkar dengan epidermis satu
lapis.. Berkas pembuluh ditemukan di bagian empulur tersebar degan
tipe berkas pembuluh kolateral terbuka. Aktivitas cambium hanya
terdapat pada berkas pembuluh dan segera terhenti. Pertumbuhan
sekunder yang abnormal mengakbatkan adanya cambium di luar stele.
Kambium ini menghasilkan jaringan konjungtif dan interfasikular.
11. Sayatan melintang batang Passiflora muda dan dewasa
Berdasarkan hasil pengamatan pada batang tanaman Passiflora,
bentuk anomali yang tampak adalah terbentuknya floem kearah dalam
akibat dari aktivitas kambium yang abnormal. Awalnya pertumbuhan
sekunder berjalan normal, lingkaran kambium juga telah terbentuk
secara normal. Hingga akhirnya silinder kambium mengalami
perubahan aktivitas yang asalnya bidireksional menjadi unidireksional,
ditandai dengan terlihatnya bagian floem yang menjorok kearah xilem.
Sayatan melintang batang Passiflora dewasa diamati menggunakan
mikroskop cahaya dengan perbesara 400x. Berdasarkan hasil
pengamatan telihat adanya anomali beberapa perrtumbuhan xylem
yang berbeda dengan yang lain. Hal ini disebabkan karena perubahan
aktivitas kambium. Sejalan dengan pertumbuhan diameter batang,
bagian kambium yang aktivitasnya unidireksional bertabah jumlahnya.
Karena hal itu maka pada penampang melintang ini terlihat adanya
bagian floem yang menjorok ke arah xilem sehingga petumbuhan xilem
semakin mendekati inti batang.

I. Hasil Diskusi
Batang II
1. Apakah sel-sel pada bagian-bagian meristem tampak lebih gelap
dibandingkan dengan sel-sel derivate yang terletak dibawahnya?
Jelaskan apa sebabnya hal ini dapat terjadi!
Jawab:
Ya, sel-sel pada bagian-bagian meristem tampak lebih gelap
dibandingkan dengan sel-sel derivat yang terletak dibawahnya, karena
sel pada bagian meristem memiliki banyak sel sengan inti yang
berukuran besar, protoplasma yang pekat dan tunika yang aktif
membelah.
2. Di bagian mana primordian daun dan tunas aksilar dibentuk?
Jawab:
Primordia daun terbentuk terjadi karena sel meristem membelah
perikrinal membentuk tonjolan. Primordia tunas aksilar terletak antara
primordia 1 dan 2 terjadi pada ketiak primordial daun yang telah
tumbuh memanjang (leaf butrees).

3. Dibagian mana prokambium dan jaringan pembuluh primer ditemukan.


Jelaskan hubungannya dengan pembentukan jaringan pembuluh
primer!
Jawab:Pembuluh primer dibentuk oleh prokambium dan ada pada
primordial daun.
4. Apakah anda menemukan bagian berkas ikatan pembuluh yang terputus
pada daerah buku sebagai akibat membeloknya berkas ikatan pembuluh
kearah daun?Jelaskan bagaimana hal ini dapat terjadi!
Jawab:
Ya,kami menemukan putusannya berkas ikatan pembuluh ke arah daun,
karena berkas pembuluh berbelok kearah daun agar daun mendapatka
n nutrisi dan bahan-bahan yang dibawa jaringan pembuluh.
5. Berapakah jumlah jalan dan celah daun pada daun Aristolochia yang
anda amati?
Jawab: Jumlah jalan daun pada Aristolochia adalah tiga sedangkan
celah daunnya berjumlah dua.
6. Berdasarkan jumlah celah daun tersebut, disebut apakah buku dari
dahan Aristolochia ?
Jawab: Buku dari dahan Aristolochia disebut unilakuna.
7. Apakah ada perbedaan letak berkas ikatan pembuluh jalan daun pada
setiap sayatan yang anda amati? Bagaimana urutan letak tersebut?
Jelaskan apa artinya?
Jawab:
Ya, pada sayatan paling atas hanya terdapat celah daun saja, pada
sayatan tengah terlihat jalan daun saja, dan pada sayatan bawah terlihat
jalan daun beserta celah daun yang masih berkaitan dengan jaringan
pembuluh.
8. Dimanakah letak berkas floem pada jalan daun? Apakah ada perbedaan
dengan berkas ikatan pembuluh batang?
Jawab:
Letak berkas pembuluh pada pada jalan daun sama dnegan berkas floem
pada batang, yaitu diluar pembuluh xylem.
9. Berdasarkan letak floem dan xylem diatas, termasuk tipe apakah
ikatan pembuluh pada Aristolochia?
Jawab: Tipe ikatan pembuluh pada Aristolochia yaitu tipe kolateral
terbuka.
10. Dengan melihat berkas floem dan xylem pada jalan daun, menurut
anda bagaimanakah letak floem dan xylem pada daun Aristolochia?
Jawab: Xilem terletak dibagian dalam sedangkan floem dibagian luar.
11. Ada berapa lingkaran ikatan pembuluh pada batang Cucurbita?
Jawab: Ada dua.
12. Jaringan atau sel-sel apa saja yang membentuk korteks?
Jawab : Korteks terbentuk dari jaringan sklerenkim, kolenkim, dan
parenkim.
13. Apakah anda menemukan kambium vasikuler dan kambium
intravasikuler? Apa artinya keadaan yang demikian ini?
Beri penjelasan dengan menghubungkannya pada aktivitas kambium !
Jawab:
Kambium intervasikuler adalah cambium yang terletak diantara dua
ikatan pembuluh, sedangkan kambium intravasikuler adalah kambium
yang terletak diantara xylem dan floem.
14. Ada berapa berkas floem dalam satu ikatan pembuluh? Bagaimana letak
floem tersebut terhadap xylem?
Jawab:
Ada dua berkas floem dan satu xylem dalam satu ikatan pembuluh.
Floem terdapat disebelah ujung (dalam maupun luar xylem). Floem
yang terdepat disebelah dalam disebut floem internal sedangkan floem
yang terdapat disebelah luar xylem disebut floem eksternal.
15. Bandingkan berkas ikatan pembuluh Cucurbita dengan Aristolochia!
Jelaskan perbedaanya!
Jawab:
Berkas ikatan pembuluh pada Aristolochia bertipe kolateral, sedangkan
berkas ikatan pembuluh pada Cucurbita bertipe bikolateral.
16. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap letak berkas floem, kira-kira
bagaimana definisi tipe ikatan pembuluh pada Cucurbita?
Jawab:
Tipe ikatan pembuluh pada Cucurbita adalah bikolateral karena floem
terdapat disebelah dalam maupun sebelah luar xylem. xylem yang
terdapat disebelah dalam disebut floem internal sedangkan floem yang
terdapat disebelah luar xylem disebut floem eksternal.
17. Berapa lapisam jenis sel yang membentuk lentisel yang anda amati?
Jawab: Ada dua lapisan jenis sel yang membentuk lentisel, yaitu felem
dan felogen.
18. Adakah lapisan sel-sel yang berwarna merah? Apa artinya?
Jawab: Ada, lapisan sel berwarna merah karena dapat menyerap lemak.
19. Dengan melihat struktur sel dan dindingnya, menurut anda jaringan apa
yang membentuk lentisel tersebut?
Jawab:
Jaringan yang membentuk lentisel tersebut yaitu epidermis yang
digantikan oleh periderm.
20. Apakah ada rongga pada lentisel yang anda amati? Apa fungsi rongga
tersebut?
Jawab:
Berfungsi untuk menghubungkan ruang antar sel dalam tumbuhan
dengan dunia luar.
21. Berdasarkan hasil pengamatan dan jawaban pertanyaan-pertanyaan di
atas,apakah lentisel terdapat pada batang yang belum mengalami
pertumbuhan sekunder? Jelaskan alasannya?
Jawab: Tidak, karena lentisel terjadi setelah epidermis digantikan oleh
periderm.
22. Di bagian mana saja pada tumbuhan kita temukan lentisel?
Jawab : Biasanya lentisel dibentuk dibawah periderm.
Batang I

1. Apakah penyebaran ikatan pembuluh di bagian tengah dan tepi batang


berbeda? Jelaskan berdasarkan pengamatan anda!
Jawab: Pada bagian tepi batang, ikatan pembuluh lebih banyak dan
lebih rapat dibandingkan dengan ikatan pembuluh dibagian tengah
batang.
2. Di bagian mana saja anda menemukan sklerenkim? Apa fungsi
sklerenkim tersebut?
Jawab: Sklerenkim terdapat di pinggir jaringan pembuluh dan
mengelilingi berkas pembuluh tersebut. Fungsinya untuk memperkuat
berkas pembuluh.
3. Apakah anda dapat menemukan korteks? Bila ada, jelaskan ciri-cirinya!
Jawab: Umumnya korteks dan silinder pusat pada tanaman monokotil
sulit untuk dibedakan.
4. Apakah anda menemukan parenkim interfasikuler? Bila ada,
bagaimana keadaannya?
Jawab: Parenkim interfasikuler ditemukan diantara 2 berkas faskular
dan keadannya terlihat sama seperti parenkim lain di sekitarnya

5. Dari hasil pengamatan anda, buatlah suatu uraian singkat tentang


batang jagung sehingga dapat menggambarkan pola umum batang
monokotil!
Jawab: Sayatan melintang batang jagung mewakili tipe penyearan
pembuluh pada monokotil yakni pembuluh dengan tipe kolateral
tertutup dimana tidak ditemukannya cambium dan berkas vaskuler
tersebar. Sklerenkim berada di bawah epidermis dan mengelilingi
setiap jaringan pembuluh. Sklerenkim berfungsi untuk mengkokohkan
batang.
6. Apakah ada perbedaan letak ikatan pembuluh primer dengan ikatan
pembuluh sekunder?
Jawab: Pembuluh primer yakni jaringan pembuluh yang tersebar dan
semakin ke tengah semakin renggang
7. Di bagian mana anda dapat menemukan kambium?
Jawab: Kambium terdapat di bagian korteks yang berdiferensiasi
8. Apakah anda menemukan aktifivitas kambium yang terus menerus atau
ritmik dan dibentuk secara berkala?
Jawab: Aktivitas kabium terus berjalan hingga membentuk xylem dan
floem sekunder
9. Buatlah uraian singkat tentang pertumbuhan sekunder pada monokotil!
Jawab: Pertumbuhan sekunder pada batang Cordyline merupkan
pertumbuhan yang mengalami anomaly pada batang dimana
ditemukannya cambium pada batang monokotil
10. Bagaimana letak ikatan pembuluh pada batang muda dikotil? Apa
perbedaannya dengan batang monokotil?
Jawab: Letak ikatan pembuluh pada Helianthus muda teratur dalam
sebuah lingkaran cambium, sedangkan pada monokotil tersebar
11. Apakah anda dapat menemukan korteks? Tunjukan ciri-ciri korteks
tersebut.
Jawab: Ya. Korteks pada bagian batang terdapat di bawah epidermis
hingga mmenuju sel yang berada seblem berkas vascular dan dbatasi di
cambium intervasikuler

12. Apakah sklerenkim terlihat membentuk seludang yang membungkus


ikatan pembuluh atau halnya berupa berkas-berkas atau bagaimana?
Jelaskan sesuai dengan hasil pengamatan anda.
Jawab: sklerenkim pada Helianthus berupa berkas-berkas yang terletak
dibagian bawah kolenkim.
13. Apakah anda meneukan parenkim interfasikuler? Jelaskan keadaannya
dan apa bedanya dengan batang monokotil.
Jawab: Ya, terdapat parenkim intravaskuler yang terletak diantara dua
ikatan pembuluh. Parenkim intravaskuler ini menghubungkan bagian
korteks dengan empulur.
14. Buatlah uraian singkat tentang pola umum batang dikotil!
Jawab: Pada Helianthus muda terlihat bentuk penyebaran berkas
pembuluh yang teratur, lingkaran kambium belum terlihat jelas, namun
berkas pembuluh terlihat membentuk xylem kearah dalam dan
membentuk floem kearah luar. Terdapat aktivitas kambium yang
menuju kearah pertumbuhan sekunder batang
15. Dibagian mana kambium terbentuk?
Jawab: Pada Helianthus tua kambium terbentuk dari aktivitas sel-sel
prokambium, sedangkan pada Cordyline kambium terbentuk dari
aktivitas parenkim meristematik di korteks
16. Bagaimana bentuk jaringan pembuluh sekunder yang dihasilkan oleh
aktivitas kambium?
Jawab: Aktivitas kambium pada Helianthus kambium mengalaiami
pembelahan ke dua arah yaknmi membentuk xylem dan floem dengan
tipe berkas pembuluh yang kolateraral terbuka
Pada Cordyline aktivitas kambium hanya ke arah dalam saja sehingga
tipe ikatan pembuluh adalah konsentris yang amvifasal
17. Bagaimana keadaan korteks setelah terjadi aktivitas kambium?
Jawab: Keadaan korteks setelah mengalami aktivitas kambium adalh
semakin rapat dengan ruang anatar sel yang semakin mengecil

18. Apakah xilem primer masih dapat diamati? Apakah ada perbedaan
dengan xilem primer pada batang muda?
Jawab: Xylem primer pada batang dewasa Helianthus masih dapat
dibedakan dengan dengan xylem primer pada batang mudanya. Padda
batang yang sudah dewasa, letak xylem primer lebih ke arah empulur,
sedangkan xylem primer pada empulur etaknya jauh dari empulur.
19. Buatlah uraian singkat tentang pola umum batang dikotil muda
berdasarkan hasil pengamatan anda serta pengaruhnya pada jaringan
primer.
Jawab: Pada batang dikotil, kambium terbentuk dari aktivitas sel-sel
prokambium. Aktivitas kambium terjadi ke dua arah, ke arah dalam
membentuk xylem dan ke arah luar membentuk floem. Aktivitas
penebalan sekunder membentuk xylem dan floem sekunder di sekitar
kambium
20. Menurut anda, bagian apa yang membentuk dilatasi tersebut? Apa
buktinya.
Jawab: Bagian yang membentuk dilatasi tersebut adalah jari-jari
empulur ditunjukkan dengan adanya pertumbuhan yag berasal dari
empulur menuju kea rah epidermis
21. Apa sebabnya dilatasi tersebut terbentuk? Jelaskan alasannya!
Jawab: Dilatasi tersebut terbentuk karena adanyapertumbuhan
sekunder floem yang lebih cepat dibanding xylem
22. Apakah dilatasi tersebut berkesinambungan dengan jari-jari empulur
yang terdapat pada daerah xilem?
Jawab: Ya. Dilatasi tersebut berkesinambungan dengan jari-jari
empulur yang terdapat di daerah floem. Semakin besar diameter floem
maka pembelahan dilatasi tersebut juga semakin besar
23. Buatlah satu uraian tentang dilatasi yang anda amati!
Jawab: Bagian yang membentuk dilatasi adalah floem. Dilatasi tersebut
terjadi karena pertumbuhan floem yang lebih cepat disbanding xylem

Batang III
1. Ada berapa lingkaran ikatan pembuluh pada batang muda
Amaranthus dan ada berapa lingkaran pembuluh pada batang
dewasa?
Jawab:
Pada batang tua banyak terdapat lingkaran ikatan pembuluh dibanding
pada batang muda.
2. Apakah anda menemukan adanya penambahan jumlah lingkaran
ikatan pembuluh?
Jawab:
Tidak, namun pada ikatan pembuluh dewasa, kambium pada ikatan
pembuluh terluar
3. Bila ada penambahan lingkaran pembuluh, menurut anda apakah hal
ini sebagai akibat pertumbuhan sekunder?
Jawab:
Ya, penambahan lingkaran pembuluh merupakan akibat
pertumbuhan sekunder
4. Bila hal ini sebagai akibat pertumbuhan sekunder, bagaimanakah
aktivitas Kambium dalam pertumbuhan sekunder Amaranthus?
Jawab:
Aktivitas kambium dalam pertumbuhan sekunder Amaranthus
terlihat dari ikatan pembuluh muda tersusun melingkar didekat
empulur sedangkan dewasa tersusun melingkar di luar empulur
kemudian kambium pada ikatan pembuluh muda sudah terdenaturasi
menjadi parenkim biasa (jaringan konjugasi) sedangkan pada ikatan
pembuluh tua kambium terliha jelas atau tidak terdenaturasi.
5. Buatlah satu uraian tentang pertumbuhan sekunde yang terjadi pada
batang Amarantus?
Jawab:
Pertumbuhan sekunder membuat pertumbuhan kearah luar
membentuk floem dan kearah dalam membentuk xilem.
6. Bagaimana penyebaran ikatan pembuluh pada batang muda?
Bagaimanakah keadaan ikatan pembuluh tersebut pada batang
dewasanya?
Jawab :
Baik muda maupun dewasa penyebarannya tersusun seperti batang
dikotil pada umumnya, namun keadaan ikatan pembuluh pada
batang dewasa mengalami anomali, bila pada umumnya xylem
primer berkembang menjadi xylem sekunder kearah dalam dan
floem promer berkembang menjadi floem sekunder kearah luar ,
namun pada batang dewasa passiflora floem tidak ada xylem
skunder, sehingga letak xylem skunder digantikan oleh floem
sekunder yang menjorok kearah dalam.
7. Apakah pada batang dewasa tampak adanya floem yang menjorok
ke daerah xylem sekunder?
Jawab:
Ya, terdapat floem yang menjorok ke daerah xylem sekunder karena
adanya pertumbuhan dan perubahan kambium.
8. Bagaimanakah floem yang menjorok kearah xylem tersebut
terbentuk? Apakah hal ini diakibatkan sebagai perubahan aktivitas
kambium dari bidireksional menjadi unidireksional? Apa buktinya?
Jawab:
Karena adanya perubahan pertumbuhan kambium. Dari bidirectional
ke unidirectional.
9. Apakah anda menemukan perbedaan panjangnya floem yang
menjorok ke arah xylem? Bagaimana hal ini dapat terjadi? Apakah
sebagai akibat bertambahnya diameter batang? Berikan satu
penjelasan singkat!
Jawab :
Ya, perbedaan panjang floem yang menjorok ke arah xylem
merupakan sebagai akibat bertambahnya diameter batang.
10. Buatlah satu uraian tentang pertumbuhan sekunder pada batang
Passiflora!
Jawab :
Pertumbuhan sekunder awalnya berjalan mormal. setelah lingkaran
kambium terbentuk, beberapa bagian silinder kambium tersebut
mengalami perubahan aktivitas dari bidireksional menjadi
unidireksional.
J. Kesimpulan
1. Struktur batang monokotil memiliki tipe pembuluh kolateral terutup,
dimana pada batang monokotil tidak memiliki kambium diantara floem
dengan xylem, serta belum bisa dibedakan antara korteks dan empulur.
Jaringan pembuluh pada batang monokotil menyebar, yang terdiri atas
floem dan xylem. Tidak adanya kambium menyebabkan batang
monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan kata lain tidak terjadi
pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada monokotil
yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder yaitu pada
tumbuhan Hanjuang (Cordyline sp.) hal ini bisa disebut anomali pada
batang.
2. Struktur batang dikotil memliki tipe pembuluh kolateral terbuka,
dimana pada batang dikotil memiliki kambium yang berada diantara
floem dengan xylem. Struktur batang dikotil dibangun oleh sistem
jaringan primer yaitu epidermis, korteks, dan stele atau silinder pusat.
Alur kambium dan jaringan pembuluh pada batang Helianthus muda
masih belum jelas seperti batang monokotil. Serta memili kambium
berdinding tipis (vaskular dan intravaskular). Sedangkan pada batang
Helianthus dewasa alur kambium dan jaringan pembuluh lebih jelas
dan sudah teratur berada di tepi, floem mengalami penebalan sekunder,
floem primer dekat ke epidermis, serta xylem primer bentuk selnya
lebih besar.
3. Pertumbuhan sekunder berate pertambahan besar diameter batang
akibat kegiatan pembelahan jaringan kambium (titik tumbuh sekunder).
Pertumbuhan sekunder batang terjadi pada jaringan epidermis dan
hanya terjadi pada batang tumbuhan dikotil.
4. Pertumbuhan sekunder pada batang Tilia sp terjadi di daerah floem.
Pada daerah ini parenkim jari-jari empulur tampak melebar. Pelebaran
jari-jari empulur seperti ini disebut dilatasi jari-jari empulur, yaitu
pembelahan dengan cepat kearah membujur dan menjari sehingga
diameter batang menjadi lebih tebal. Kearah dalam kambium
membentuk xylem sekunder,sedangkan kearah luar membentuk floem
sekunder. Jaringan yang dibentuk pada pertumbuhan sekunder disebut
dengan jaringan sekunder.
5. Jaringan meristem apeks pucuk Coleus terdiri dari protoderm, meristem
apikal, tunas apikal, garis-garis prokambium, meristem dasar, tunas
axilar, dan primodia daun,
6. Pada batang Aristolochia dapat diamati jalan daun yang tampak seperti
jari-jari empulur yang melebar. Selain jalan daun ditemukan pula
berkas ikatan pembuluh yang menghubungkan bekas ikatan pembuluh
pada batang dengan berkas ikatan pembuluh pada daun. Celah daun
berbeda-beda tergantung jenis tumbuhannya. Celah daun sering disebut
lakuna, sehingga berdasarkan jumlah celah daun yang dimilikinya,
buku sering disebut unilakuna, dilakuna, trilakuna, dan milti lakuna.
Didalam celah daun terdapat jaringan parenkim yang dapat mengisi
kekosongan tempat jaringan pembuluh.
7. Ikatan pembuluh bikolateral pada batang Cucurbita memliki dua floem
yaitu terdapat disebelah dalam maupun disebelah luar xylem, dan floem
yang terdapat disebelah xylem disebut xylem internal.
8. Lentisel terletak di batang tumbuhan yang merupakan jaringan
epidermis yang jaringannya tidak tertutup jaringan gabus atau
berdasarakan pengamatan lentisel terlihat seperti kotak atau celah
kosong atau bolong. Lentisel tersusun atas beberapa sel gabus dan
dipisahkan oleh interseluler, sehingga membuat susunan batang
tumbuhan menjadi longgar.
9. Tumbuhan anomali terjadi pada Amaranthus, terdapat anomali pada
aktivitas abnormal kambiumnya. Pada tumbuhan Passiflora bentuk
aktivitas yang abnormal unidireksional dimana biasanya lebih
cenderung membentuk floem kearah luar namun seharusnya
bidireksional keluar membentuk floem dan ke dalam membentuk
xylem, selain itu lebih banyak membentuk floem dari pada xylem. Pada
tumbuhan Cordyline aktivitas penebalan sekunder pada batang
monokotil diakibatkan oleh aktivitas meristematik batang, bukan
dikarenakan aktivitas cambium. Bentuk ikatan pembulluh yang
dibentuk adalah konsentris amfivasal dimana salah satu berkas
pembuluh mengelilingi berkas pembuluh lainnya, dalam hal ini xylem
mengelilingi floem.
DAFTAR PUSTAKA

Rustaman, dkk. (2017). Buku Petunjuk Praktikum Anatomi Tumbuhan. Bandung:


Pendidikan Biologi UPI

Setjo, S. dkk. (2004). Anatomi Tumbuhan. Malang: Universitas Negeri Malang

Soerodikoesoemo, Wibisono, dkk, (1993). Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan.


Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka, Depdikbud
DAFTAR PUSTAKA GAMBAR

Gambar 1.2 Preparat awetan penampang meristem apeks pucuk Coleus

Monica. (2016). Penampang meristem apeks pucuk Coleus. [Online].Tersedia :


https://dokumen.tips/documents/gabung-botanydocx.html [19 Maret 2018]
14:23

Gambar 2.2 Preparat awetan penampang melintang batang Cucurbita

Pudak. (2013). Penampang melintang batang Cucurbita. [Online].Tersedia :


http://www.pudak-scientific.com/detail_products.php?id=374# [19 Maret
2018] 14:26

Gambar 3.2 Sayatan melintang batang Sambuccus

Ria. (2016). Sayatan melintang batang Sambuccus. [Online].Tersedia :


http://www.matadunia.id/2016/05/pertumbuhan-dan-perkembangan-
pada.html [19 Maret 2018] 14:30

Gambar 4.2 Sayatan melintang batang Aristolochia

Villanueva, C. (2013). Plant Anatomy Atlas. [Online]. Tersedia:


https://www.slideshare.net/clrcvillanueva/atlast-17406360 [14 April
2018] 16:21
Gambar 5.2 Sayatan melintang batang Helianthus
Abidin. (2013). Sayatan melintang batang Helianthus. [Online]. Tersedia:
http://www.perpusku.com/2016/05/struktur-morfologi-dan-anatomi-
batang.html [16 Maret 2018] 14:30

Gambar 6.2 Preparat awetan membujur batang Zea mays

Indri. (2012). Sayatan melintang batang Zea mays [Online].Tersedia


:http://litaindri-fst11.web.unair.ac.id/artikel_detail-65658-Umum-
batang%20monokotil.html [14 Maret 2018] 13:23
Gambar 7.2 Preparat awetan penampang batang Tilia sp

Brahma. (2015). Sayatan melintang batang Tilia sp. [Online]. Tersedia :


http://ranggabrahma.academia.co.id/2015/05/semua-gambar-preparat-
praktikum.html [12 April 2018] 22:06
Gambar 8.2 Sayatan melintang batang Cordyline

Anne. (2014). Sayatan melintang batang Cordyline. [Online]. Tersedia :


http://www.sentra-edukasi.com/2011/06/jaringan-pada-tumbuhan-bagian-
1.html#.WP6RWmmGPIU [12 April 2018] 20:06

Gambar 9.2 Sayatan melintang batang Amaranthus muda

Hasbi. (2015). Sayatan melintang batang Amaranthus. [Online]. Tersedia :


http://hasbi-hasbi-hasbi.blogspot.co.id/2017/05/penampang-melintang-
batang-bayam-duri.html[19 April 2018] 19:26

Gambar 10.2 Sayatan melintang Amaranthus dewasa

Baral, M. (2009). Anatomical and Histological Study of Stem, Root and Leaf of
the Medicinal Plant Amaranthus spinosus Linn. [Online]. Tersedia:
https://www.researchgate.net/publication/244990335_Anatomical_and
_Histological_Study_of_Stem_Root_and_Leaf_of_the_Medicinal_Pla
nt_Amaranthus_spinosus_Linn [19 April 2018] 20:32

Gambar 11.2 Sayatan melintan batang Passiflora muda

Odorisan. (2016). Sayatan melintang batang Passiflora muda. [Online]. Tersedia:


http://odorisan.blogspot.co.id/2016/ [17 April 2018] 19:07

Gambar 12.2 Sayatan melintan batang Passiflora dewasa

Wosch, L. (2015). Comparative study of Passiflora taxa leaves: I. A morpho-


anatomic profile. [Online]. Tersedia:
http://www.scielo.br/scielo.php?script=sci_arttext&pid=S0102-
695X2015000400328 [14 April 2018] 16:20