Anda di halaman 1dari 8

PEMERINTAH KOTA PALANGKA RAYA

DINAS PENANAMAN MODAL TERPADU SATU PINTU


Jalan Yos Sudarso No. 02 Telp. (0536) 4210344
PALANGKA RAYA

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

KEGIATAN : REHABILITASI SEDANG / BERAT GEDUNG KANTOR

PEKERJAAN : BELANJA JASA KONSULTANSI PERENCANAAN

PAGU : Rp. 8.500.000,- (DELAPAN JUTA LIMA RATUS RIBU


RUPIAH)

LOKASI : KOTA PALANGKA RAYA

TAHUN ANGGARAN : 2017

0
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
BELANJA PENGAWASAN PEMBUATAN
LAPANGAN TENIS KOREM

1. PENDAHULUAN
A. Umum
1. Setiap pelaksanaan konstruksi fisik bangunan gedung negara yang dilakukan oleh
kontraktor pelaksana harus mendapatkan pengawasan secara teknis di lapangan, agar
rencana teknis yang telah disiapkan dan digunakan sebagai dasar pelaksanaan
konstruksi dapat berlangsung tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya, dan tertib
administrasinya.
2. Pelaksanaan pengawasan lapangan harus dilakukan oleh penyedia jasa konstruksi
pemberi jasa pengawasan yang kompeten, dan dilakukan secara penuh waktu dengan
menempatkan tenaga-tenaga ahli pengawasan di lapangan sesuai kebutuhan dan
kompleksitas pekerjaan.
3. Konsultan pengawas bertujuan secara umum mengawasai pekerjaan konstruksi, dari
segi masukan, proses dan produk kegiatan.
4. Kinerja pengawasan lapangan sangat ditentukan oleh kualitas komitmen dan intensitas
pengawasan, serta yang secara menyeluruh dapat melakukan kegiatannya
berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah disepakati.

B. Latar Belakang.
l. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan lingkup kegiatan Dinas
Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu Kota Palangka Raya.
2. Pengguna anggaran adalah Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu
Kota Palangka Raya

2. MAKSUD DAN TUJUAN


1) Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Pengawas yang
memuat masukan, azas, kriteria, proses dan keluaran yang harus dipenuhi dan diperhatikan
serta diinterpretasikan kedalam pelaksanaan tugas pengawasan.
2) Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Pengawas dapat melaksanakan tanggung
jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memenuhi sesuai KAK ini.

3. SASARAN
Pengawasan terhadap pekerjaan Jasa Konsultansi Pengawasan dapat terlaksana dengan
maksimal, sehingga hasil dari pekerjaan sesuai dengan yang telah direncanakan.

4. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA


Pengguna Jasa adalah : Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu Kota Palangka
Raya
Alamat : Jl. Yos Sudarso No. 02 Palangka Raya

5. SUMBER PENDANAAN
A. Biaya Pengawasan
1) Untuk pelaksanaan pekerjaan Pengawasan ini diperlukan biaya sebesar Rp.
8.500.000,- (Delapan Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dan mengikuti pedoman dalam
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 45/KPTS/M/2007 tanggal 27 Desember 2007
tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara yaitu :
a. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai yang tercantum dalam tabel
A1, tabel B1 dan tabel D,
b. Bila terdapat pekerjaan non standar, maka dihitung secara orang bulan dan
biaya langsung yang dapat diganti, sesuaii dengan ketentuan billing rate yang
berlaku,
c. Pengaturan komponen pembiayaan pada butir a dan b diatas adalah

1
dipisahkan antara bangunan standar dan non standar dan harus terbaca dalam
suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf,
d. Besarnya biaya konsultan Pengawas merupakan biaya tetap dan pasti,
e. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan
pengawasan yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan
Konsultan Pengawas.
2) Biaya pekerjaan pengawasan dan tata cara pembayaran diatur secara kontraktual,
meliputi komponen sebagai berikut :
a. honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang,
b. materi dan penggandaan laporan,
c. pembelian bahan dan ATK
d. pembelian dan atau sewa peralatan,
e. sewa kendaraan, dan kantor
f. biaya rapat-rapat,
g. perjalanan (lokal maupun luar kota),
h. jasa dan overhead Pengawasan,
i. pajak dan iuran daerah lainnya.
3) Pembayaran biaya Konsultan Pengawas adalah berdasarkan prestasi kemajuan
pekerjaan pengawasan.

B. Sumber Biaya
Sumber dana dari keseluruhan pekerjaan pengawasan dari APBD Kota Palangka Raya
Tahun 2017 yang dibebankan pada Kegiatan Rehabilitasi Sedang / Berat Gedung Kantor,
Pekerjaan Jasa Konsultansi Pengawasan sebagaimana tertuang dalam DPPA–SKPD Dinas
Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu Kota Palangka Raya, Nomor : 188.45/365.1/2017
tanggal 1 Juni 2017.

6. LINGKUP, LOKASI KEGIATAN, DATA DAN FASILITAS PENUNJANG


A. Lingkup Kegiatan : Rehabilitasi Sedang / Berat Gedung Kantor, Pekerjan Jasa
Konsultansi Pengawasan.

B. Lokasi Kegiatan : Kota Palangka Raya

C. Data Lokasi/Informasi:
1) Untuk melaksanakan tugasnya, konsultan Pengawas harus mencari sendiri informasi
yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK) termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja ini.
2) Konsultan Pengawas harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam
pelaksanaan tugasnya, baik yang berasal dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
maupun yang dicari sendiri, Kesalahan pengawasan/kelalaian pekerjaan sebagai
akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari konsultan
Pengawas.
3) Informasi pengawasan antara lain :
a. Dokumen pelaksanaan yaitu :
i. gambar-gambar pelaksanaan,
ii. rencana Kerja dan Syarat-syarat,
iii. Berita Acara Aanwijzing sampai dengan penunjukan Pemborong,
iv. dokumen Kontrak Pelaksanaan/Pemborongan.
b. Bar Chart dan S-Curve serta Net Work Planning dari pekerjaan yang dibuat
oleh Pemborong (setelah disetujui).
c. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pengawasan.
d. Peraturan-peraturan, standar dan pedoman yang berlaku untuk pekerjaan
pengawasan teknis konstruksi, termasuk petunjuk teknis simak pengawasan
mutu pekerjaan, dll.
e. Informasi lainnya.

2
4) Program alih teknologi.
5) Staf/tim teknis pelaksanaan pekerjaan.
Pejabat Pembuat Komitmen akan mengangkat petugas sebagai wakilnya yang
bertindak sebagai Tim Teknis untuk pengawas, pendamping dalam pelaksanaan
pekerjaan ini.

7. LINGKUP PEKERJAAN
A. Lingkup Pekerjaan : yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas adalah
berpedoman pada ketentuan yang berlaku, khususnya teknis Pembangunan Bangunan
Gedung Negara, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 45/KPTS/M/2007 tanggal 27
Desember 2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.

B. Lingkup Pekerjaan tersebut antara lain adalah:


1) Memeriksa dan mempelajari kondisi lahan dan dokumen untuk pelaksanaan
konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan.
2) Mengawasi dan menyetujui pemakaian bahan, peralatan, tenaga kerja, dan metoda
dan produk pelaksanaan, serta mengawasi ketepatan waktu, mutu dan biaya
pekerjaan konstruksi.
3) Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas, kuantitas, dan laju
pencapaian volume/realisasi fisik.
4) Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang
terjadi selama pelaksanaan konstruksi.
5) Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala, membuat laporan mingguan
dan bulanan pekerjaan pengawasan, dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan,
laporan harian, mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh
Pemborong.
6) Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan, pemeliharaan pekerjaan, serah terima
pertama dan kedua pekerjaan konstruksi.
7) Menyetujui program kerja harian/mingguan dan gambar-gambar pelaksanaan (Shop
Drawings) yang diajukan oleh Pemborong.
8) Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (As-Built drawings)
sebelum serah terima pertama.
9) Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama, mengawasi
perbaikannya pada masa pemeliharaan, dan laporan akhir pekerjaan pengawasan.
10) Bersama konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan
bangunan gedung.

C. Tanggung Jawab Pengawasan


1) Konsultan Pengawas bertanggung jawab secara profesional atas jasa pengawasan
yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku.
2) Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut:
a. Kesesuaian pelaksanaan konstruksi dengan dokumen pelelangan/pelaksanaan
yang dijadikan pedoman, serta peraturan, standar dan pedoman teknis yang
berlaku.
b. Kinerja pengawasan telah memenuhi standar hasil kerja pengawasan yang
berlaku, baik kualitas dan kuantitas Tenaga Ahli maupun laporan-laporan yang
disyaratkan.
c. Hasil evaluasi pengawasan dan dampak yang ditimbulkan.
3) Penanggung jawab profesional pengawasan adalah tidak hanya konsultan sebagai
suatu perusahaan, tetapi juga bagi para tenaga ahli profesionall pengawasan yang
terlibat.

8. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN


Jangka waktu pelaksanaan Pengawasan diperkirakan selama 3 (Tiga) bulan atau 90 (Sembilan
Puluh) hari kalender/mengikuti selama pelaksanaan Konstruksi Fisik berlangsung, terhitung sejak

3
terbit SPMK.

9. TENAGA TEKNIS
Untuk mencapai hasil yang diharapkan, Pihak Konsultan Pengawas harus menyediakan tenaga
teknis dalam suatu struktur organisasi Konsultan Pengawas untuk menjalankan kewajibannya
sesuai dengan lingkup jasa yang tercantum dalam KAK ini yang bersertifikat dan disetujui oleh
PEMBERI TUGAS.
Struktur Organisasi serta daftar tenaga ahli beserta kualifikasinya, minimal sebagai berikut :

JML KUALIFI PENGALAMAN


No. JABATAN KEAHLIAN
(org) KASI MINIMAL
A. TENAGA TEKNIS
1. Inspector Arsitektur/Sipil 1 D3/S1 2 tahun

10. KELUARAN
A. Keluaran
Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Pengawas berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini
adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat perjanjian, yang minimal meliputi :
1) Buku harian, yang memuat semua kejadian, perintah/petunjuk yang penting dari
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kontaktor Pelaksana, dan Konsultan Pengawas.
2) Laporan harian, berisi keterangan tentang :
i. Rencana kerja Harian/Metoda,
ii. Shop Drawing,
iii. Tenaga Kerja,
iv. Bahan-bahan yang datang, diterima atau ditolak,
v. Alat-alat,
vi. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan,
vii. Waktu pelaksanaan pekerjaan,
viii. Laporan testing dan commisioning.
3) Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian.
4) Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran.
5) Surat Perintah Perubahan Pekerjaan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah
Kurang.
6) Gambar-gambar sesuai dengan Pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual
Peralatan - peralatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana.
7) Laporan rapat di lapangan (site meeting) dan weekly instruction/weekly request.
8) Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan realisasi Time Schedule yang
dibuat oleh Kontraktor Pelaksana.
9) Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung negara lengkap dengan
lampiran - lampirannya.
10) Laporan Akhir Pekerjaan Pengawasan.

B. Kriteria
Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas pada Kerangka Acuan Kerja
ini harus memperhatikan persyaratan-persyaratan sebagai berikut:
1) Persyaratan Umum Pekerjaan
Setiap bagian dari pekerjaan pengawasan harus dilaksanakan secara benar dan
tuntas sampai dengan memberi hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik
oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
2) Persyaratan Obyektif
Pelaksanaan pekerjaan pengawasan teknis konstruksi yang obyektif untuk kelancaran
pelaksanaan, baik yang menyangkut macam, kualitas, dan kuantitas dari setiap

4
bagian pekerjaan sesuai standar hasil kerja pengawasan yang berlaku.
3) Persyaratan Fungsional
Pekerjaan pengawasan konstruksi fisik harus dilaksanakan dengan komitmen dan
profesionalisme yang tinggi, sebagai konsultan Pengawas yang secara fungsional
dapat mendorong peningkatan kinerja kegiatan.
4) Persyaratan Prosedural
Penyelesaian administratif sehubungan dengan pekerjaan di lapangan harus
dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku.
5) Persyaratan Teknis Lainnya
Selain kriteria umum diatas, untuk pekerjaan pengawasan berlaku pula
ketentuan-ketentuan seperti standar, pedoman, dan peraturan yang berlaku, antara
lain :
i. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa
Konstruksi, Ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan Kegiatanyang
bersangkutan, yaitu Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan beserta
kelengkapannya, dan ketentuan-ketentuan sebagai dasar perjanjiannya.
ii. Yang termuat dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor :
45/PRT/M/2007 tanggal 27 Desember 2007 tentang Pedoman Teknis
Pembangunan Bangunan Gedung Negara.
iii. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat.
iv. Standar dan Pedoman Teknis yang berlaku di bidang penyelenggaraon
bangunan gedung.

C. Proses Pekerjaan Pengawasan


1) Umum
Konsultan Pengawas dalam menjalankan tugasnya diperlukan pula oleh Pengelola
Kegiatan agar fungsi dan tanggung jawab konsultan Pengawas dapat terlaksana
dengan baik, dan menghasilkan keluaran sebagaimana yang diharapkan oleh
Pengguna Jasa.
2) Uraian Tugas Operasional Konsultan Pengawas
Konsultan Pengawas harus membuat uraian Kegiatan secara terinci yang sesuai
dengan setiap bagian pekerjaan pengawasan pelaksanaan yang dihadapi di
lapangan, yang secara garis besar adalah sebagai berikut :
i. Pekerjaan Persiapan.
a) Menyusun program kerja, alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan
pengawasan.
b) Memeriksa Time Schedule/Bar Chart, S-Curve, dan Net Work Planning
yang diajukan oleh Kontarktor Pelaksana untuk selanjutnya diteruskan
kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) untuk mendapatkan
persetujuan.
ii. Pekerjaan Teknis Pengawasan Lapangan.
a) Melaksanakan tugas pengawasan secara umum, pengawasan lapangan,
koordinasi dan inspeksi Kegiatan- Kegiatanpernbangunan agar
pelaksanaan teknis maupun administrasi teknis dapat terlaksana sampai
dengan serah terima kedua pekerjaan fisik .
b) Mengawasi kebenaran ukuran, kualitas dan kuantitas bahan atau
komponen bangunan, peralatan dan perlengkapan serta tenaga kerja
selama pekerjaan pelaksanaan di lapangan atau di workshop tempat
Kerja lainya.
c) Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat
dan cepat, agar batas waktu pelaksanaan dapat dipenuhi minimal sesuai
dengan jadwal yang ditetapkan.
d) Memberikan masukan/pendapat teknis tentang penambahan atau
pengurangan pekerjaan yang dapat mempengaruhi biaya dan waktu
pekerjaan serta berpengaruh pada persyaratan kontrak, yang mana

5
perubahan tersebut harus mendapatkan persetujuan dari Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK).
e) Memberikan petunjuk, perintah dan persetujuan mutu bahan, sejauh
tidak mengenai pengurangan dan penambahan biaya dan waktu
pekerjaan serta tidak menyimpang dari kontrak, dimana perubahan
tersebut dapat langsung disampaikan kepada Pemborong, dengan
pemberitahuan tertulis serta tembusan pemberitahuan kepada Pengelola
Kegiatan.
f) Memberikan bantuan dan petunjuk kepada Pemborong dalam
mengusahakan perijinan sehubungan dengan pelaksanaan pemba-
ngunan.
3) Konsultasi.
i. Melakukan konsultasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk
membahas segala masalah dan persoalan yang timbul selama masa
pembangunan.
ii. Mengadakan rapat lapangan secara berkala, sedikitnya dua kali dalam
sebulan, dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sementara, Perencana
dan Pemborong dengan tujuan untuk membicarakan masalah dan persoalan
yang timbul dalam pelaksanaan, untuk kemudian membuat risalah rapat dan
mengirimkan kepada semua pihak yang bersangkutan, serta sudah diterima
paling lambat 1 minggu kemudian.
iii. Mengadakan rapat diluar jadwal rutin tersebut apabila dianggap mendesak.

4) L a p o r a n.
i. Memberikan laporan dan pendapat teknis administrasi dan teknis teknologis
kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), mengenai volume, prosentase dan
nilai bobot bagian-bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh pemborong.
ii. Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata dilaksanakan, dan dibandingkan
dengan jadwal yang telah disetujui.
iii. Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai, jumlah tenaga kerja, alat
yang digunakan, dan mutu hasil pelaksanaan.
iv. Memeriksa gambar-gambar kerja tambahan yang dibuat oleh Pemborong
terutama yang mengakibatkan tambah atau berkurangnya pekerjaan, dan juga
perhitungan serta gambar konstruksi yang dibuat oleh Pemborong (Shop
Drawings).
5) Dokumen.
i. Menerima dan menyiapkan Berita Acara sehubungan dengan penyelesaian
pekerjaan di lapangan, serta untuk keperluan pembayaran angsuran.
ii. Memeriksa dan menyiapkan daftar volume dan nilai pekerjaan, serta
penambahan atau pengurangan pekerjaan guna keperluan pembayaran.
iii. Mempersiapkan formulir, laporan harian, mingguan dan bulanan, Berita Acara
kemajuan pekerjaan, penyerahan pertama dan kedua serta formulir-formulir
lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan dokumen pembangunan, serta
keperluan pendaftaran sebagai bangunan gedung negara.
iv. Memeriksa as built drawing yang dibuat oleh pemborong.

D. Program Kerja
1) Sebelum melaksanakan tugasnya, konsultan Pengawas harus segera menyusun :
i. Program kerja, termasuk jadual Kegiatan secara detail.
ii. Alokasi tenaga ahli yang lengkap (disiplin dan jumlahnya).
iii. Tenaga-tenaga yang diusulkan oleh konsultan Pengawas harus mendapatkan
persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
iv. Konsep penanganan pekerjaan pengawasan Kegiatan.
2) Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK), setelah sebelumnya dipresentasikan oleh konsultan

6
Pengawas dan mendapatkan pendapat teknis dari Pengelola Teknis Kegiatan.

11. PELAPORAN
Laporan Konsultan Pengawas diminta :
1) Laporan Bulanan
2) Laporan Akhir
3) Laporan Dokumentasi
4) Data Digital (Flashdisk)

12. PENUTUP
A. Setelah Kerangka Acuan Kerja ini diterima, konsultan hendaknya memeriksa semua bahan
masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan.
B. Berdasarkan bahan-bahan tersebut, maka selanjutnya konsultan agar segera menyusun
program kerja untuk dibahas dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Dibuat di : Palangka Raya


Tanggal : Juli 2017

Mengetahui/Menyetujui : Dibuat Oleh :

Kepala Bidang Cipta Karya Kepala Seksi Pembangunan Gedung


Selaku Kuasa Pengguna Anggaran/ Selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan
Pejabat Pembuat Komitmen, Rehabilitasi Sedang / Berat Gedung Kantor,

SONATA FIRDAUS EKA PUTRA, ST, MT NIP. EDY AL FAJAR, ST


19730517 200604 1 022 NIP. 19850115 201001 1 008