Anda di halaman 1dari 17

Dec 8, '06 1:08 AM

otak
for everyone

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap tikus-tikus dewasa menunjukkan bahwa


bagian otak yang bercabang di?beberapa neuron (yang disebut dendrit) masih berada
dalam kondisi yang baik. Dendrit berperan untuk meneruskan?sinyal listrik yang diterima
neuron lainnya ke?batang sel tempat neuron berada.

Perubahan neuron berlangsung dalam waktu yang singkat. Ketika sel neuron yang tua
sudah?rusak, maka yang muda akan segera tumbuh.?Pergantian tersebut dapat
berlangsung dengan sangat drastis untuk ukuran sebuah sel neuron.

Sebuah dendrit dapat tumbuh hingga 90 mikron dalam waktu kurang dari dua minggu.
Memang hal itu lebih?kecil dibandingkan pada saat pertumbuhannya, tapi faktanya ia
akan selalu tumbuh kembali begitu mengalami kerusakan.

Selama masa pertumbuhan di tahun pertama sejak kelahiran, tubuh manusia membentuk
sekitar?250 ribu neuron setiap menitnya, kemudian menghabiskan beberapa tahun
berikutnya untuk?merangkainya. Sebelumnya, para peneliti memperkirakan bahwa sifat
elastis neuron akan melemah begitu kita?memasuki usia lanjut.

Telah banyak diketahui bahwa bentuk ikatan dan respon permukaan neuron-neuron orang
dewasa?dapat berubah jika menghadapi perlakukan yang berbeda. Tapi, apakah
strukturnya juga dapat?berubah atau tidak masih belum diketahui hingga kini.

Dalam penelitian tersebut, telah diamati bagian otak yang berperan dalam proses
penglihatan?(disebut dengan visual cortex) selama beberapa bulan. Untuk melihat secara
langsung struktur?otaknya, para peneliti itu menanam semacam kaca pada kedua bagian
visual cortex saat tikus masih?muda.

Neuron saling berkomunikasi dengan cara mengubah sinyal listrik dan kimia yang
disalurkan?melalui ruang pendek di antara dua neuron yang disebut synaps. Sinyal-sinyal
tersebut dapat?ditolak (inhibitory) atau diterima (excitatory) atau aktif berdasarkan
aktivitas neuron yang?bekerja.?Ditemukan bahwa struktur?neuron-neuron excitatory
tidak berubah, sedangkan kelompok neuron inhibitory, yang disebut interneuron, akan
berubah.

Para peneliti memperkirakan bahwa sekitar 14% struktur antar neuron mengalami?
modifikasi. Sekitar 20-30% neuron di bagian neocortex yang mengatur fungsi berpikir
terbuat?dari interneuron inhibitory. Neuron-neuron tersebut diyakini berperan dalam
pengaturan aktivitas?otak dengan cara menghambat atau menutup sinyal dari neuron
excitatory.?

Para peneliti juga masih menduga-duga apakah interneuron berperan dalam


mempertahankan sifat?elastisitas otak dewasa, atau mungkin karena jaringan inhibitory
tersebut memang terletak pada bagian-bagian yang?secara rutin berubah.
Manfaat Sarapan Setiap
Pagi
Sarapan atau breakfast (dalam bahasa Inggris) berarti berbuka puasa setelah malam hari
kita tidak makan. Karena itu, sarapan adalah saat makan paling penting dalam sehari.
Sayangnya, sarapan seringkali diabaikan oleh banyak orang. Padahal, pengabaian itu
dapat berakibat serius terhadap kesehatan kita. Berikut ini adalah manfaat sarapan di pagi
hari, yaitu:

Memberi energi untuk otak


Hanya minum teh manis atau makan beberapa potong biskuit hingga waktunya makan
siang bukan merupakan sarapan. Karena Anda belum cukup mendapatkan energi untuk
otak. Makanlah secara benar dengan energi yang cukup untuk memulai hari Anda.
Manfaat sarapan adalah meningkatkan kemampuan otak, menjaga tubuh tetap langsing,
dan meningkatkan semangat atau suasana hati kita.

Meningkatkan asupan vitamin


Jus buah segar adalah sarapan yang paling dianjurkan karena mengandung vitamin dan
mineral yang menyehatkan. Sari buah alami dapat meningkatkan kadar gula darah setelah
semalaman kita tidak makan. Setelah itu, bisa dilanjutkan dengan makan sereal atau roti.
Menu pilihan lain bisa berupa roti dan telur, bubur, susu dan cornflakes, mi, pasta dan
lain-lain.

Memperbaiki memori
Penelitian terakhir membuktikan bahwa tidur semalaman membuat otak kita kelaparan.
Jika kita tidak mendapatkan glukosa yang cukup pada saat sarapan, maka fungsi otak atau
memori dapat terganggu.

Memperkuat ikatan dalam keluarga


Sarapan bersama keluarga berarti mempertemukan keluarga untuk diskusi banyak hal
bersama-sama. Riset menunjukkan bahwa keluarga yang duduk bersama saat sarapan
akan lebih dekat secara emosi satu sama lain dibandingkan keluarga yang anggotanya
masing-masing buru-buru pergi ke kantor atau ke sekolah.
Meningkatkan daya tahan terhadap stres
Sebuah penelitian pada sebuah perusahaan multinasional mengungkapkan bahwa
karyawan yang melewatkan sarapan paginya ternyata lebih mudah terkena depresi.
Sebaliknya, mereka yang sempat sarapan merasa lebih puas dan menunjukkan minat yang
tinggi terhadap pekerjaan. Penelitian itu juga mengungkapkan bahwa karyawan yang
sarapan akan mendapatkan asupan lebih banyak vitamin A, D, E, zat besi, dan kalsium
dibandingkan dengan mereka yang tidak sarapan.

Tumbuh Kembang Otak Bayi

Usia 0-6 Bulan

Bagian-bagian utama otak bayi baru lahir sudah lengkap terbentuk. Kini,
otaknya akan segera mengalami proses pematangan yang perlu ditunjang
dengan pemenuhan zat-zat gizi yang tepat.

Otak merupakan organ tubuh yang berfungsi sebagai pusat kontrol dan
kendali atas semua sistem di dalam tubuh. Otak yang juga merupakan pusat
kecerdasan atau pusat kemampuan berpikir ini mulai dibentuk selang beberapa
saat setelah terjadinya konsepsi (proses peleburan inti sel telur dan inti sel
sperma).
Dalam perkembangan otak, ada periode yang dikenal sebagai periode pacu
tumbuh otak ( brain growth spurt ). Yaitu saat dimana otak berkembang sangat
cepat. Pada manusia, periode pacu tumbuh otak pertama dimulai ketika usia
kehamilan ibu memasuki trimester ketiga. Periode pacu tumbuh otak kedua
terjadi setelah si keci lahir hingga ia berusia dua tahun. Multiplikasi sel terjadi
pada masa janin. Sedangkan sejak lahir hingga usia dua tahun adalah saat
neuron (sel saraf) di korteks otak membentuk sinaps (hubungan antara sel saraf)
yang sangat banyak. Jadi, di masa multiplikasi dan pembentukan sinaps ini, otak
harus mendapat prioritas utama dalam hal pemenuhan zat-zat gizi sebagai
bahan-bahan pembentukannya.

Tumbuh kembang otak

Secara keseluruhan, otak si kecil saat lahir sudah terbagi menjadi empat
bagian utama, yakni batang otak ( brainstem ), otak kecil ( serebelum ),
otak besar ( serebrum) dan diensefalon. Berat otak bayi saat ini sudah
mencapai 25% berat otak orang dewasa, atau sekitar 350-400 gram.
Ketika usianya enam bulan, berat otak bayi hampir 50% dari berat otak
orang dewasa.

Di dalam otak bayi baru lahir sudah terdapat kurang-lebih 100 milyar sel
saraf (neuron). Sel saraf ini terdiri dari 3 bagian utama, yaitu:

• Badan sel saraf yang bentuknya menyerupai bintang. Di dalamnya,


antara lain, terdapat inti sel saraf. Ujung-ujung dari badan sel yang
menjulur ini merupakan bagian yang menghubungkannya dengan ujung-
ujung dari badan sel saraf yang lain, sehingga membentuk suatu jalinan
yang sangat kompleks.

• Dendrit merupakan perpanjangan dari ujung-ujung badan sel. Sebuah sel


saraf bisa memiliki sekitar 200 dendrit.

• Akson yang bentuknya memanjang, sehingga menyerupai tangkai dari


sel saraf. Sebagian besar akson dilindungi oleh semacam selaput dari
lemak, yaitu yang dikenal sebagai mielin. Proses pembentukan selaput
pelindung pada akson ini disebut sebagai mielinasi.

Saat si kecil baru lahir hingga usianya mencapai enam bulan, sel-sel sarafnya
belum seluruhnya mencapai tingkat perkembangan yang “matang”. Sel saraf
dapat dikatakan mencapai tingkat kematangan, antara lain, apabila sudah
terbentuk akson pada setiap bagian tubuh. Setiap kali terbentuk akson baru,
maka akan terbentuk pula sinaps (simpul saraf, hubungan antara sel saraf) yang
memungkinkan terjadinya “komunikasi” antara setiap bagian tubuh dengan otak.
Itu sebabnya, si kecil masih belum terampil mengontrol gerakan anggota
tubuhnya.
Selain sel saraf, di dalam otak dan sistem saraf pusat terrdapat sel glia. Sel ini
bertugas melindungi, memberi dukungan dan juga memberi makan kepada sel
saraf. Caranya, dengan mengalirkan kebutuhan zat gizi yang diperlukan. Dengan
demikian, proses tumbuh kembang sel saraf berjalan dengan baik dan dapat
berfungsi menghantarkan pesan (perintah).
Otak, yang setiap menit membutuhkan darah sebanyak 150 ml ini, mencapai
tahap perkembangan yang berbeda-beda setiap bagiannya. Misalnya, bagian
otak yang mengontrol sistem pendengaran sudah mulai berkembang sejak janin
berusia 28 minggu. Sedangkan bagian otak yang mengatur sistem penglihatan
baru berkembang setelah bayi lahir.
Laju perkembangan otak si kecil tidak secara langsung ditunjukkan oleh
pertambahan volume otak. Namun, pada umumnya perkembangan otak
dikaitkan dengan kecerdasan. Dan, kecerdasan itu sendiri seringkali dikaitkan
dengan volume otak. Ukuran serta bentuk kepala dianggap dapat
menggambarkan besarnya otak yang terdapat di dalamnya. Pada kenyataannya,
ada banyak sekali faktor yang ikut menentukan tingkat kecerdasan seseorang,
selain volume otaknya.

Boks:
Delapan Tahapan Utama Perkembangan bagian-bagian otak (Jumpsen &
Clandinin, 1995):

1. Dimulai dari pembentukan tabung neural.


2. Kemudian neuron (sel saraf) berproliferasi pada regio yang berbeda.
3. Terjadi migrasi neuron dari tempat pembentukannya ke tempat yang
permanen.
4. Diikuti agregasi sel sehingga membentuk bagian-bagian otak.
5. Selanjutnya neuron-neuron imatur berdiferensiasi.
6. Dan terbentuk hubungan antar neuron (sinaps) .
7. Tahap berikutnya terjadi kematian sel dan eliminasi selektif .
8. Penyempurnaan mielinasi (pembentukan mielin).

Sphingomyelin dan Proses Mielinasi

Sejumlah akson dari sel saraf dilindungi oleh suatu lapisan lemak yang
dikenal sebagai mielin. Komponen utamanya adalah sphingomyelin dan metabolit
sphingolipid lain (seperti cerebroside , sulfatide dan ganglioside ). Mielin yang
melindungi sebuah akson bisa terdiri dari 100 lapisan.
Mielin bekerja sebagai insulator untuk impuls saraf. Zat ini juga
mengontrol saltatory mode of conduction (penghantaran impuls yang berloncat-
loncat) pada kecepatan tinggi melalui Nodes of Ranvier (akson yang tidak
terlindungi mielin). Penghantaran impuls semacam ini adalah proses yang cepat.
Dan, akson bermielin menghantarkan impuls 50 kali lebih cepat daripada akson
tak bermielin yang paling cepat.
Dewasa ini telah dipelajari bahwa sphingomyelin , salah satu jenis fosfolipid yang
terkandung dalam makanan dan ASI, memainkan peran penting dalam proses
mielinasi sistem saraf pusat. Mielinasi sistem saraf pusat manusia dimulai ketika
usia kehamilan 12-14 minggu pada bagian spinal cord, dan berlanjut hingga usia
30 tahun pada bagian cerebral cortex . Namun, perubahan paling cepat dan
dramatis terjadi di antara pertengahan kehamilan dan diakhir tahun kedua setelah
kelahiran.
Berbeda dengan jenis fosfolipid yang lain, sphingomyelin tidak mengandung
gliserol, melainkan ceramide. Karena semua sphingolipid dibuat dari ceramide ,
maka sphingomyelin dapat diklasifikasikan juga sebagai sphingolipid (Jumpsen &
Clandinin, 1995). Ceramide inilah selanjutnya yang akan membentuk cerebroside
, yaitu suatu marker universal myelinasi (pembentukan mielin) di dalam otak,
dengan bantuan enzim UDP galactosytransferase . Mielin sistem saraf pusat
mempunyai kandungan cerebroside yang tinggi dibandingkan dengan jaringan
lainnya.
Studi terkini menunjukkan bahwa aktivitas enzim serine palmitoyltransferse (SPT)
meningkat secara bertahap dari minggu ketiga sebelum kelahiran ( prenatal )
hingga minggu ketiga setelah kelahiran ( postnatal ) pada sistem saraf pusat
tikus. Ketika mielinasi mulai berlangsung pada periode tersebut, diyakini bahwa
aktivitas SPT yang bertambah sedikit demi sedikit merupakan faktor utama yang
terlibat di dalam mielinasi.
Oshida et.al. dalam tulisannya Effects of dietary sphingomyelin on central
nervous system myelination in developing rats. Pediatr. Res 53: 589-593 (2003)
memberikan hipotesis bahwa cerebroside di mielin sistem saraf pusat dari tikus
yang sedang berkembang otaknya kemungkinan terutama diperoleh dari
sphingomyelin yang terkandung di dalam susu, yang dapat diubah menjadi
ceramide dan kemudian cerebroside . Selanjutnya, mereka membutktikan bahwa
cerebroside di mielin sistem saraf pusat, terutama diperoleh dari sphingomyelin
diet (asupan luar) dengan kondisi eksperimental aktivitas SPT yang rendah,
sehingga sphingomyelin diet memainkan peran yang penting dalam mielinasi
sistem saraf pusat.
Jadi, berbeda dengan AA dan DHA yang berperan dalam pertumbuhan membran
sel saraf dan pengaturan neurotransmitter, sphingomyelin berperan dalam proses
mielinasi akson untukk membantu kinerja sel saraf dalam transmisi impuls saraf.
Menurut Dr. Arthur R. Jensen, ahli saraf dari Fakultas Ilmu Pendidikan
Kedokteran di University of California, Amerika Serikat, kecepatan penghantaran
pesan oleh sel-sel saraf seseorang merupakan salah satu faktor yang
menunjukkan tingkat kecerdasannya.

Kebutuhan gizi
Bila melihat periode pacu tumbuh otak, maka sebagian besar percepatan
tumbuh otak justru terjadi setelah si kecil lahir. Mulai saat itu, pemenuhan
kebutuhan zat gizi dilakukan melalui pemberian ASI secara tunggal (ASI
eksklusif) sejak hari pertamanya hingga usia enam bulan. Perlu diketahui,
komposisi zat gizi di dalam ASI demikian sempurna untuk memenuhi kebutuhan
zat gizi sesuai tahapan tumbuh kembang bayi, bahkan untuk bayi yang lahir
prematur sekali pun.
Secara alami, ASI mengandung zat-zat gizi yang secara khusus diperlukan untuk
menunjang proses tumbuh kembang otak. Zat-zat gizi tersebut antara lain:

• Asam lemak esensial


ASI merupakan sumber asam lemak esensial (asam lemak yang harus dipenuhi
kebutuhannya dari luar tubuh) , yaitu asam linoleat dan asam alfa-linolenat.
Kedua asam lemak esensial ini di dalam tubuh bayi diubah menjadi DHA (asam
dokosaheksanoat) dan AA (asam arakhidonat).
Perlu diketahui, lipid (lemak) di dalam ASI terutama terdapat dalam bentuk
trigeliserida (98-99%). Sedangkan sisanya, sebanyak 1-2%, adalah fosfolipid dan
kolesterol. Komposisi dan kandungan lipid ASI sangat bervariasi bergantung dari
tahapan laktasi dan asupan diet ibu. Lipid di dalam ASI berfungsi sebagai
sumber energi. Selain itu, sebagian kecil lipid (lipid minor) berfungsi sebagai
mikronutrien yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan otak. Lipid
sebagai mikronutrien terutama terdapat dalam bentuk fosfolipid.
Fosfolipid ASI merupakan sumber asam lemak tidak jenuh rantai panjang ( long
chain polyunsaturated fatty acid , LCPUFA), terutama AA dan DHA. Kandungan
fosfolipid ASI bervariasi sekitar 20-38 mg/100 ml, tergantung pada tahapan
laktasi. Di dalam ASI, fosfolipid terdiri dari beberapa fraksi, berturut-turut dari
yang paling dominan adalah: 1) sphingomyelin, 2) fosfatidylkolin, 3)
fosfatidylethanolamin, 4) fosfatidylserin, dan 5) fosfatidylinositol.
Menurut Gopalan dalam tulisannya Essential FA in Maternal and Infant Nutrition
In Symposium “EFA and Human Nutrition and Health International Conference”
in Shanghai, Cina (2002), mengatakan LCPUFA merupakan komponen yang
esensial selama periode perinatal, karena fetus dan bayi baru lahir tidak dapat
mensintesis sejumlah AA dan DHA yang mencukupi dari prekursornya. Padahal,
pada saat lahir dan masa awal kehidupan telah dihasilkan kurang lebih 6-10 ribu
hubungan sinaps antar sel syaraf. Materi dasar untuk terbentuknya sinaps ini
adalah adanya asam lemak esensial di dalam ASI. Oleh karena itu,
perkembangan mental dan kecerdasan bergantung pada kecukupan suplai asam
lemak esensial dan LCPUFA pada tahap-tahap krusial tersebut.
Apabila tubuh bayi mendapat DHA dalam jumlah yang mencukupi melalui ASI
ibunya, maka proses pembentukan otak serta pematangan sel-sel saraf di dalam
otaknya akan berjalan dengan baik. Semua proses itu terjadi pada waktu bayi
tidur nyenyak.
Penelitian tentang hal tersebut telah dilakukan di University of Brisbane, Australia
dengan memakan waktu 21 tahun dan melibatkan 3880 bayi. Hasil sementara
dari penelitian ini yang dipublikasikan di United States Based Journal of
Pediatrics and Child Health tahun 2001 lalu menunjukkan bahwa zat-zat gizI
yang terkandung di dalam ASI membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh
bayi, sehingga terhindar dari serangan penyakit-penyakit infeksi.
Dengan demikian, proses tumbuh kembang dapat berjalan dengan baik. Selain
itu, kedekatan dan hubungan batin yang terjalin kuat antara ibu dan bayi ketika
memberi ASI merangsang perkembangan kemampuan kognitif bayi.
Sedangkan kadar DHA di dalam ASI yang sesuai dengan kebutuhan tubuh bayi,
memungkinkan proses plastisitas (proses pembentukan hubungan baru di antara
sel-sel saraf) berjalan dengan optimal. Hal ini antara lain ditunjukkan dengan
kecerdasan berbahasa yang baik serta IQ ( Intelegence Quotient ) yang tinggi.

• Protein
Komponen dasar dari protein, yakni asam amino, terutama berfungsi sebagai
pembentuk struktur otak. Beberapa jenis asam amino tertentu, yaitu taurin,
triptofan, dan fenilalanin merupakan senyawa yang berfungsi sebagai
penghantar atau penyampaipesan ( neurotransmitter ). Di dalam ASI terkandung
protein sekitar 1,2 gram per 100 ml.

• Vitamin B kompleks
Beberapa jenis vitamin B yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang otak adalah
,vitamin B1, vitamin B6, dan asam folat (vitamin B9). Bila kebutuhannya tidak
terpenuhi, maka akan timbul gangguan terhadap pertumbuhan dan fungsi otak
dan sistem saraf.

• Kholin
Senyawa ini merupakan pembentuk sejenis neurotransmitter yang disebut
asetilkolin. Kholin juga merupakan bagian dari lesitin, yaitu suatu fosfolipid yang
banyak terdapat di otak sebagai pembentuk membran (dinding) sel saraf.

• Yodium, zat besi, dan zat seng


Yodium dibutuhkan untuk pembentukan hormon tiroksin (sejenis hormon yang
diperlukan dalam pembentukan protein yang membantu proses tumbuh
kembang otak). Zat besi dibutuhkan dalam proses pembentukan mielin. Zat besi
disimpan di dalam berbagai jaringan otak selama 12 bulan pertama sejak bayi
lahir. Seng merupakan bagian darai sekitar 300 jenis enzim yang membantu
pembelahan sel. Kekurangan zat seng di dalam otak dapat menyebabkan
gangguan fungsi otak yang disebut ADHD (Attention Deficit Hyperactive
Disorder).

Agar ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan tubuh si kecil selama
masa pemberian ASI eksklusif enam bulan, maka ibu harus mengkonsumsi
makanan bergizi seimbang setiap hari. Ibu perlu menkonsumsi makanan-
makanan yang kaya protein. Misalnya, ikan, daging, telur, tempe, tahu, dan susu
skim. Ibu juga perlu makan lebih banyak sayur-sayuran dan buah-buahan.
Jika selama masa menyusui ibu tidak mendapatkan gizi yang diperlukan,
persediaan zat-zat gizi dalam tubuhnya akan habis dipergunakan untuk
memproduksi ASI. Akibatnya, selain kesehatan ibu terganggu, ASI-nya juga tidak
akan cukup banyak. Kualitas ASI-nya pun tidak akan cukup baik, dan jangka
waktu ibu untuk memproduksi ASI pun menjadi relatif singkat.

Dewi Handajani
holine Memperbaiki Memori

Choline sebagai komponen penting dalam sel mengambil peran penting untuk
mendukung daya ingat (memori) janin hingga lahir, dan tumbuh menjadi manusia
dewasa. Choline inilah yang membantu perkembangan memori sejak dalam kandungan,
proses reproduksi dan perkembangan janin, kesehatan hati, jantung, dan memperbaiki
memori.
Defisiensi choline dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal, infertilitas, pertumbuhan
tulang tidak normal, terganggunya memori, neurologik, jantung dan kandung empedu.

Bagi bayi yang baru lahir, choline dibutuhkan untuk pertumbuhan sel-sel otak yang
berlangsung sangat cepat serta organ-organ tubuh lainnya. Dalam hal ini choline berperan
untuk mempercepat sintesis dan pelepasan acetil-choline (neurotransmitter yang berperan
dalam penyimpanan memori, berpikir, berbicara, gerakan sadar, dan rangsang sensorik).

Choline merupakan bahan dasar fosfolipid esensial membran sel, termasuk sel otak. Di
sini choline berperan sebagai penyampai sinyal dari luar ke dalam sel. Dalam otak
choline merupakan bahan pembentuk sphyngomyelin yang dibutuhkan untuk myelinasi
otak janin.

Secara alami, janin memperoleh choline dari ibunya yang sedang mengandung, dan
menyusui. Melihat perannya yang begitu penting, kini choline menjadi salah satu
pelengkap gizi susu formula. Dalam makanan choline terdapat dalam kuning telur dan
daging dengan jumlah tinggi, sedangkan dalam padi-padian, buah dan sayur berada
dalam jumlah kecil.

Sumber: Buletin Info-sehat edisi XVI

Kecerdasan, Bagian dari Proses Tumbuh Kembang Anak

Memiliki anak cerdas sangatlah membanggakan. Namun sadarkan bahwa kecerdasan itu
bagian dari proses tumbuh kembang yang dimulai sejak dalam kandungan? Lebih jauh
lagi, proses tumbuh kembang itu pula yang menentukan masa depan suatu bangsa?

Tumbuh kembang, berarti bertambah dalam hal jumlah dan sempurna dalam hal
fungsinya. Proses tumbuh kembang terjadi sejak pembentukan janin sampai dewasa. Ada
dua faktor yang mempengaruhi proses ini, yakni keturunan dan lingkungan (misalnya
nutrisi, penyakit, aktivitas, keluarga, pendidikan dan sosial budaya). Proses tumbuh
kembang ini akan menghasilkan fisik, mental (kecerdasan, perilaku, dan emosi), serta
sosoal yang dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut.
Nutrisi sebagai salah satu faktor yang berpengaruh pada proses tumbuh kembang dapat
dikendalikan, karena itu nutrisi perlu dipersiapkan sejak dini. Jika anak sampai kurang
atau salah gizi, otaklah yang terkena akibatnya. Berbagai riset tentang cara baru
mengoptimalkan kinerja otak pun terus dikembangkan, bahkan George Bush
mencanangkan penghujung abad XX (1999-2000) sebagai Dasawarsa Otak (The Decade
of The Brain).

Terbukti, makanan yang dikonsumsi selama kehamilan berhubungan erat dengan gizi
janin. Jika kekurangan gizi terjadi saat kehamilan lima bulan (20 minggu), maka jumlah
sel otak tidak mencapai jumlah yang seharusnya. Dan bila kekurangan itu terjadi setelah
lima bulan kehamilan, sel otak janin tidak mencapai ukuran semestinya. Hal ini juga
membawa dampak pada berkurangnya kemampuan mental dan sosial anak kelak.

Sumber: Buletin Info Sehat edisi XIV

Masa Rawan Otak dan Nutrisi Penting

Otak merupakan satu-satunya organ tubuh yang belum lengkap saat lahir, namun di
otaklah mentalitas perilaku maupun emosi terbentuk. Sebagai gambaran, pada saat lahir
jumlah sel otak baru mencapai 66 persen, dan beratnya baru mencapai 27 persen. Berat
ini akan mencapai 90 persen begitu anak berumur empat tahun. Masa pesat tumbuh otak
terjadi pada minggu ke-15 sampai ke-20 kehamilan, dan minggu ke 30 kehamilan sampai
akhir tahun pertama, bahkan sampai usia 18 bulan. Masa-masa ini disebut sebagai masa
rawan otak.

Nutrisi apa yang baik untuk otak ? Pada prinsipnya semua nutrisi dibutuhkan untuk
tumbuh kembang, baik itu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, maupun air.

Air Susu Ibu (ASI) sebagai makanan bayi yang baru lahir sampai minimal 4-6 bulan telah
diakui dapat menjamin kebutuhan nutrisi anak. Dan setelah pencernaan bayi siap
menerima makanan tambahan, berikan ia makanan secara bervariasi dan bergizi lengkap,
serta seimbang.

Selain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dasar, nutrisi dibutuhkan untuk


mengoptimalkan proses tumbuh kembang anak, meningkatkan daya tahan saluran cerna,
serta meningkatkan fungsi kognitif (pengertian), dan mental, termasuk kecerdasan, meski
kecerdasan itu sendiri 50 persennya ditentukan oleh pola dasar masing-masing (basic
personality pattern).

Di dalam otak, nutrisi membantu enzim untuk memproses informasi lebih cepat dan tepat
ketika diterima. Karena itu beberapa nutrisi kunci yang mempengaruhi kinerja otak tidak
boleh terlewatkan, misalnya vitamin B1, B6, dan B12, asam folat, serta zat besi.
Kekurangan vitamin B1 dalam waktu singkat konon dapat mengganggu kegiatan syaraf,
sehingga mengganggu konsentrasi, kurang semangat, dan mudah tersinggung. Sedangkan
kekurangan vitamin B6, B12, asam folat, dan zat besi akan menurunkan daya konsentrasi.

Sumber: Buletin info sehat edisi XIV

Gelombang MindSound memasuki Otak Otak yang terstimulasi oleh MindSound

Bagian Otak yang merespon


pola Gelombang MindSound
Mengenal Cara Belajar Individu

Jakarta, 26 September 2002

Setiap individu adalah unik. Artinya setiap individu memiliki perbedaan antara yang satu
dengan yang lain. Perbedaan tersebut bermacam-macam, mulai dari perbedaan fisik, pola
berpikir dan cara-cara merespon atau mempelajari hal-hal baru. Dalam hal belajar, masing-
masing individu memiliki kelebihan dan kekurangan dalam menyerap pelajaran yang
diberikan. Oleh karena itu dalam dunia pendidikan dikenal berbagai metode untuk dapat
memenuhi tuntutan perbedaan individu tersebut. Di negara-negara maju sistem pendidikan
bahkan dibuat sedemikian rupa sehingga individu dapat dengan bebas memilih pola
pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dirinya.

Di Indonesia seringkali kita mendengar keluhan dari orangtua yang merasa sudah melakukan
berbagai cara untuk membuat anaknya menjadi "pintar". Orangtua berlomba-lomba
menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah-sekolah terbaik. Selain itu anak diikutkan dalam
berbagai kursus maupun les privat yang terkadang menyita habis waktu yang seharusnya
bisa dipergunakan anak atau remaja untuk bermain atau bersosialisasi dengan teman-teman
sebayanya. Namun demikian usaha-usaha tersebut seringkali tidak membuahkan hasil
seperti yang diharapkan, bahkan ada yang justru menimbulkan masalah bagi anak dan
remaja.

Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa anak-anak tersebut tidak kunjung-kunjung pintar?
Salah satu faktor yang dapat menjadi penyebabnya adalah ketidaksesuaian cara belajar
yang dimiliki oleh sang anak dengan metode belajar yang diterapkan dalam pendidikan yang
dijalaninya termasuk kursus atau les privat. Cara belajar yang dimaksudkan disini adalah
kombinasi dari bagaimana individu menyerap, lalu mengatur dan mengelola informasi.

Otak Sebagai Pusat Belajar


Otak manusia adalah kumpulan massa protoplasma yang paling kompleks yang ada di alam
semesta. Satu-satunya organ yang dapat mempelajari dirinya sendiri dan jika dirawat
dengan baik dalam lingkungan yang menimbulkan rangsangan yang memadai, otak dapat
berfungsi secara aktif dan reaktif selama lebih dari seratus tahun. Otak inilah yang menjadi
pusat belajar sehingga harus dijaga dengan baik sampai seumur hidup agar terhindar dari
kerusakan.

Menurut MacLean, otak manusia memiliki tiga bagian dasar yang seluruhnya dikenal sebagai
triune brain/three in one brain (dalam DePorter & Hernacki, 2001). Bagian pertama adalah
batang otak, bagian kedua sistem limbik dan yang ketiga adalah neokorteks.

Batang otak memiliki kesamaan struktur dengan otak reptil, bagian otak ini
bertanggungjawab atas fungsi-fungsi motorik-sensorik-pengetahuan fisik yang berasal dari
panca indra. Perilaku yang dikembangkan bagian ini adalah perilaku untuk mempertahankan
hidup, dorongan untuk mempertahankan spesies.

Disekeliling batang otak terdapat sistem limbik yang sangat kompleks dan luas. Sistem ini
berada di bagian tengah otak manusia. Fungsinya bersifat emosional dan kognitif yaitu
menyimpan perasaan, pengalaman yang menyenangkan, memori dan kemampuan belajar.
Selain itu sistem ini mengatur bioritme tubuh seperti pola tidur, lapar, haus, tekanan darah,
jantung, gairah seksual, temperatur, kimia tubuh, metabolisme dan sistem kekebalan.
Sistem limbik adalah panel kontrol dalam penggunaan informasi dari indra penglihatan,
pendengaran, sensasi tubuh, perabaan, penciuman sebagai input yang kemudian informasi
ini disampaikan ke pemikir dalam otak yaitu neokorteks.

Neokorteks terbungkus di sekitar sisi sistem limbik, yang merupkan 80% dari seluruh materi
otak. Bagian ini merupakan tempat bersemayamnya pusat kecerdasan manusia. Bagian
inilah yang mengatur pesan-pesan yang diterima melalui penglihatan, pendengaran dan
sensasi tubuh manusia. Proses yang berasal dari pengaturan ini adalah penalaran, berpikir
intelektual, pembuatan keputusan, perilaku normal, bahasa, kendali motorik sadar, dan
gagasan non verbal. Dalam neokorteks ini pula kecerdasan yang lebih tinggi berada,
diantaranya adalah : kecerdasan linguistik, matematika, spasial/visual, kinestetik/perasa,
musikal, interpersonal, intrapersonal dan intuisi.

Karakteristik Cara Belajar

Berdasarkan kemampuan yang dimiliki otak dalam menyerap, mengelola dan menyampaikan
informasi, maka cara belajar individu dapat dibagi dalam 3 (tiga) kategori. Ketiga kategori
tersebut adalah cara belajar visual, auditorial dan kinestetik yang ditandai dengan ciri-ciri
perilaku tertentu. Pengkategorian ini tidak berarti bahwa individu hanya yang memiliki
salah satu karakteristik cara belajar tertentu sehingga tidak memiliki karakteristik cara
belajar yang lain. Pengkategorian ini hanya merupakan pedoman bahwa individu memiliki
salah satu karakteristik yang paling menonjol sehingga jika ia mendapatkan rangsangan yang
sesuai dalam belajar maka akan memudahkannya untuk menyerap pelajaran. Dengan kata
lain jika sang individu menemukan metode belajar yang sesuai dengan karakteristik cara
belajar dirinya maka akan cepat ia menjadi "pintar" sehingga kursus-kursus atau pun les
private secara intensif mungkin tidak diperlukan lagi.

Adapun ciri-ciri perilaku individu dengan karakteristik cara belajar seperti disebutkan
diatas, menurut DePorter & Hernacki (2001), adalah sebagai berikut:
1.

Karakteristik Perilaku Individu dengan Cara Belajar Visual

Individu yang memiliki kemampuan belajar visual yang baik ditandai dengan ciri-ciri
perilaku sebagai berikut:

• rapi dan teratur

• berbicara dengan cepat

• mampu membuat rencana jangka pendek dengan baik

• teliti dan rinci

• mementingkan penampilan

• lebih mudah mengingat apa yang dilihat daripada apa yang didengar

• mengingat sesuatu berdasarkan asosiasi visual

• memiliki kemampuan mengeja huruf dengan sangat baik

• biasanya tidak mudah terganggu oleh keributan atau suara berisik ketika sedang
belajar

• sulit menerima instruksi verbal (oleh karena itu seringkali ia minta instruksi secara
tertulis)

• merupakan pembaca yang cepat dan tekun

• lebih suka membaca daripada dibacakan

• dalam memberikan respon terhadap segala sesuatu, ia selalu bersikap waspada,


membutuhkan penjelasan menyeluruh tentang tujuan dan berbagai hal lain yang
berkaitan.

• jika sedang berbicara di telpon ia suka membuat coretan-coretan tanpa arti selama
berbicara
• lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain

• sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat "ya" atau "tidak'

• lebih suka mendemonstrasikan sesuatu daripada berpidato/berceramah

• lebih tertarik pada bidang seni (lukis, pahat, gambar) daripada musik

• seringkali tahu apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai menuliskan dalam
kata-kata

2.

Karakteristik Perilaku Individu dengan Cara Belajar Auditorial

Individu yang memiliki kemampuan belajar auditorial yang baik ditandai dengan ciri-ciri
perilaku sebagai berikut:

• sering berbicara sendiri ketika sedang bekerja

• mudah terganggu oleh keributan atau suara berisik

• lebih senang mendengarkan (dibacakan) daripada membaca

• jika membaca maka lebih senang membaca dengan suara keras

• dapat mengulangi atau menirukan nada, irama dan warna suara

• mengalami kesulitan untuk menuliskan sesuatu, tetapi sangat pandai dalam


bercerita

• berbicara dalam irama yang terpola dengan baik

• berbicara dengan sangat fasih

• lebih menyukai seni musik dibandingkan seni yang lainnya

• belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada apa
yang dilihat
• senang berbicara, berdiskusi dan menjelaskan sesuatu secara panjang lebar

• mengalami kesulitan jika harus dihadapkan pada tugas-tugas yang berhubungan


dengan visualisasi

• lebih pandai mengeja atau mengucapkan kata-kata dengan keras daripada


menuliskannya

• lebih suka humor atau gurauan lisan daripada membaca buku humor/komik

3.

Karakteristik Perilaku Individu dengan Cara Belajar Kinestetik

Individu yang memiliki kemampuan belajar kinestetik yang baik ditandai dengan ciri-ciri
perilaku sebagai berikut:

• berbicara dengan perlahan

• menanggapi perhatian fisik

• menyentuh orang lain untuk mendapatkan perhatian mereka

• berdiri dekat ketika sedang berbicara dengan orang lain

• banyak gerak fisik

• memiliki perkembangan otot yang baik

• belajar melalui praktek langsung atau manipulasi

• menghafalkan sesuatu dengan cara berjalan atau melihat langsung

• menggunakan jari untuk menunjuk kata yang dibaca ketika sedang membaca

• banyak menggunakan bahasa tubuh (non verbal)

• tidak dapat duduk diam di suatu tempat untuk waktu yang lama
• sulit membaca peta kecuali ia memang pernah ke tempat tersebut

• menggunakan kata-kata yang mengandung aksi

• pada umumnya tulisannya jelek

• menyukai kegiatan atau permainan yang menyibukkan (secara fisik)

• ingin melakukan segala sesuatu

Dengan mempertimbangkan dan melihat cara belajar apa yang paling menonjol dari diri
seseorang maka orangtua atau individu yang bersangkutan (yang sudah memiliki pemahaman
yang cukup tentang karakter cara belajar dirinya) diharapkan dapat bertindak secara arif
dan bijaksana dalam memilih metode belajar yang sesuai. Bagi para remaja yang mengalami
kesulitan belajar, cobalah untuk mulai merenungkan dan mengingat-ingat kembali apa
karakteristik belajar anda yang paling efektif. Setelah itu cobalah untuk membuat rencana
atau persiapan yang merupakan kiat belajar anda sehingga dapat mendukung agar
kemampuan tersebut dapat terus dikembangkan. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah
dengan memanfaat berbagai media pendidikan seperti tape recorder, video, gambar, dll.
Selamat mencoba. Semoga bermanfaat. (jp)