Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS PROSES INTERAKSI

Inisial pasien : Nn.V Nama mahasiswa : Jihan Purbadewi


Status interaksi perawat-pasien : Ke-2 (Fase Orientasi) Tanggal : 26 Maret 2019
Lingkungan : Duduk di ruang tamu rumah klien Waktu :16.15
dengan posisi saling berhadapan
Deskripsi pasien : Klien tampak rapi, menggunakan baju hijau Tempat : Di rumah klien
Dan rok hitam
Tujuan interaksi : Klien mampu membina hubungan saling percaya

Respon verbal dan non Respon verbal dan non Analisis berpusat pada Rasional
verbal perawat verbal pasien perawat
“Assalamualaikum ibu” ”Waalaikumsalam mbak” Mengharap klien mau mengawali Salam dilakukan dalam praktek
(Tersenyum dan menatap klien (Menoleh dan tersenyum pada perkenalan dengan perawat sehari-hari agar tidak
yang sedang duduk di ruang perawa) menimbulkan hambatan dalam
tamu) berinteraksi (Diana,2006)

‘’ ibu V masih ingat dengan saya ‘’iya, mbak jihan kan” Melakukan pendekatan secara menunjukkan hasil variabel
bu?” (Klien mengulurkan tangan fisik untuk membangkitkan independen yaitu keterpercayaan
(Sambil menatap klien dan sebagai wujud balasan terhadap keakraban dalam interaksi (Yahya ,2004)
tersenyum  mengulurkan tangan ajakan perawat )
untuk berjabat tangan)
“Bagaimana perasaannya hari ini “Sudah mbak tadi siang” Menatap klien untuk tetap membantu dan mendukung pasien
bu ? Apakah   sudah makan bu ?” (Menganggukkan kepala) mempertahankan komunikasi untuk menyampaikan perasaan dan
(Kontak mata, bicara santai tapi dan meyakinkan klien bahwa pikirannya (Wahyu,2006)
jelas.) perawat ingin membantu

“Boleh saya duduk di sini dan “Duduk  mbak silahkan” Klien tidak merasa keberatan menumbuhkan hubungan
cerita-cerita dengan ibu ± 10 (Tenang, rileks, mempertahankan dengan kontrak waktu yang interpersonal baik dengan
menit, nanti tempatnya disini kontak mata) diberikan efektifitas (Wahyu E,2006)
saja bagaimana?”
(Tetap tersenyum dan
mempertahankan kontak mata)
“oiya ibu, gimana hari ini apa ada “kalau kemarin kan saya pusing Meyakinkan klien bahwa membantu pasien untuk
yang masih dikeluhkan?” sekali mbak, kalo hari ini keputusan klien diharapkan oleh mendefinisikan masalah yang
(tersenyum dan alhamdulillah pusing nya udah perawat sedang dihadapi oleh pasien dan
mempertahankan kontak mata) ilang mbak, jadi lebih enakan mencari penyelesaian masalah
mbak” pasien (Patrisia Akbar,2013)
(Tenang, rileks, terlihat nyaman)
“alhamdulillah ya ibu, jadi untuk “iya mbak mau ngapa-ngapain Meyakinkan klien bahwa perawat diharapkan mampu
pusing nya udah sembuh ya buk, jadi enak, karena saran mbak keputusan klien diharapkan oleh menggunakan dirinya secara
jadi ibuk sekarang lebih bugar ya kemarin” perawat terapeutik (therapeutic use of
buk” ( tersenyum dan self) (Hamid,2005)
(Tetap tersenyum dan mempertahankan kontak mata)
mempertahankan kontak mata)
“jadi ibu, besok lagi kalau “iya mbak,saya juga suka Mau mendengar dengar serius membantu pasien untuk
seumpama pusing nya timbul baunya” dan memperhatikan mendefinisikan masalah yang
bisa coba tidur dengan ( tersenyum dan menganggukkan sedang dihadapi oleh pasien dan
aromaterapi lagi ya” kepala) mencari penyelesaian masalah
(Tetap tersenyum dan pasien (Patrisia Akbar,2013)
mempertahankan kontak mata)
“waktu kita sudah habis buk mari ”alhamdulillah mbak,saya senang Meyakinkan klien bahwa menumbuhkan hubungan
kita akhiri bincang-bincang nya ” keputusan klien diharapkan oleh interpersonal baik dengan
ya buk, besok kita bisa bertemu ( tersenyum dan kontak mata) perawat efektifitas (Wahyu E,2006)
lag, bagaimana rasanya setelah
berbincang dengan saya?”
(Tetap tersenyum dan
mempertahankan kontak mata)
” kalau begitu ”Waalaikumsalam” Mengucapkan selamat tinggal Salam dilakukan dalam praktek
Wassalamualaikum” (Klien menatap perawat dan pada klien sehari-hari agar tidak
(Menatap mata klien dengan senyum) menimbulkan hambatan dalam
tersenyum) berinteraksi (Diana,2006)

Kesan :
Kondisi klien telah membaik dan pusing yang dialaminya telah hilang serta pasien dapat berkerjasama dengan baik
dengan perawat