Anda di halaman 1dari 5

SOP PEMERIKSAAN OHIS

SOP No Dokumen :
No Revisi :
Tgl Terbitan :
Halaman :
:
:
UPTD BENEDIKTUS JONI, SST
PUSKESMAS NIP: 197901062001121004
KOELODA
1. Pengertian Suatu proses menentukankeadaan kebersihan gigi dan mulut dengan
mengukur keadaan klinis pada daerah permukaan gigi yang di tutupi
olah food debris atau kalkulus dan inspeksi menggunakan set diagnosa.
2. Tujuan 1. Memperoleh penilaian obyektif kebersihan gigi dan mulut klien
2. Menjadi dasar kebutuhan pendidikan kesehatan gigi dan mulut.

3. Kebijakan Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Koeloda Nomor........tentang Asuhan


kesehatan gigi dan mulut pada tindakan pemeriksaan OHIS-S

4. Referensi 1. Pedoman Manajemen Puskesmas tahun 2012


2. Pedoman penyusunan Dokumen Akreditasi Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama Tahun 2015.
5. Prosedur

6. Langkah- A. Persiapan Alat


langkah 1. Set diagnostik
B. Persiapan bahan dan obat
1. Sarung tangan
2. Masker
3. Gelas kumur
4. Air
C. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapka salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas klien
3. Lakukan anamnese
4. Lakukan pengukuran tanda-tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut ekstra dan intra
oral.
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan tujuan
7. Lakukan persetujuan tindakan asuhan keperawatan gigi
8. Pasang slaberche pada klien
9. Pakai masker
10. Cuci tangan
11. Pakai sarung tangan
12. Siapkan alat-alat dan dekatkan klien
13. Persilakan klien berkumur
14. Lakukan pemeriksaan pada gigi indeks menurut Green&
Vermillion:
Lanjutan pelaksanaan tidakan
Gigi 16 pada permukan bukal
Gigi 11 pada permukan bukal
Gigi 26 pada permukan bukal
Gigi 36 pada permukan bukal
Gigi 31 pada permukan bukal
Gigi 36 pada permukan bukal
15. Jika gigi M1 tidak ada maka lakukanpemeriksaan pada gigi M2.
Jika gigi M2 tidak ada lakukan pemeriksaan pada gigi M3. Jika
tidak ada gigi molar di segmen tersebut, maka tidak dilakukan
penilaian.
16. Jika gigi incisifus pertama atas kanan tidak ada , diganti gigi
incisifus pertama atas kiri. Jika gigi incisifus bawah kiri tidak
ada diganti gigi incisifus bawah kanan. Jika tidak ada gigi
incisifus kanan dan kiri tidak ada ,maka tidak ada penilaian
pada segmen tersebut.
17. Lakukan pemeriksaan denganmenggunakan sonde secara
mendatar.
18. Lakukan pemeriksaan dengan menelusuri dari 1/3 incisal
Jika tidak ditemukan debris lanjutkan ke 2/3bagian gigi,jika
tidak ditemukanjuga lanjutkan ke 1/3 bagian servikal.
19. Berikan skor kalkulus dan debris berdasarkan hasil
pemeriksaan.
Skor Debris
Skor Kondisi
0 Tidak ada debris atau kalkulus
1 Plak menutup tdk lebih dari 1/3permukaan
servikal atau terdpt ekstrinsik stain sedikit atau
seluruh permukaan
2 Plak menutup lebih dari 1/3permukaan servikal
atau kurang dari 2/3 permukaan
3 Plak menutup lebih dari 2/3permukaan l atau
seluruh permukaan

Skor Kalkulus
Skor Kondisi
0 Tidak kalkulus
1 Kalkulus supragingiva menutup tidak lebih dari
1/3 permukaan servikal yang di periksa
2 Kalkulus supragingiva lebih dari 1/3 dan
kurang dari 2/3 permukaan yang di periksa atau
bercak bercak kalkulus subgingival disekeliling
servikal gigi.
3 Kalkulus supragingiva menutup lebih dari 2/3
atau ada kalkulus subginggival di sekeliling
servikal gigi

20. Hitung skor DI dan CI dengan cara menjumlahkanseluruh skor


dibagi jumlah gigi yang diperiksa.
21. Hitung skor OHIS dengan menjumlahkan nilai DI dan CI
22. Tentukan kriteria OHI_S mengikuti kriteria berikut:
Kriteria Nilai
baik 0-2
sedang 1,3 – 3,0
Buruk 3,1 – 6,0
23. Bersihkan area kerja intra dan ekstra oral
24. Rapihkan peralatan dan lakukan dekontaminasi untuk
selanjutnya dilakukan proses sterilisasi.
25. Buang sampah infeksius ke dalam plastik kuning dan sampah
non infeksius ke dalam plastik hitam.
26. Cuci tangan setelah berkontak dengan klien dan area
pelayanan.
27. Berikan pendidikan kesgilut dan ucapkan terima kasih
28. Dokumentasi pada catatan asuhan kesehatan terapi gigi dan
mulut.

Hal-hal yang 1. Penilaian OHI-S dapat dilakukan jika terdapat minimal gigi
perlu indeks
diperhatikan 2. Gigi indeks di anggap tidak ada jika gigi hilang karena dicabut,
sisa akar, mahkota gigi tiruan , makota gigi hilang/rusak lebih dari
½ bagian permukaan, dan gigiyang erupsi belum mencapai ½
tinggi mahkota.
Unit terkait Semua unit pelayanan di puskesmas koeloda

Rekam No Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai


historis berlaku
1 No dokumen
2 Pengertian
3 Tujuan
4 Alat dan bahan Prosedur
5 Langkah-langkah Narasi dan bagan alur
6 Penambahan kolom 1. Tanda tangan dan
cap
2. Dokumen terkait
3. Rekaman historis
perubahan
SOP PEMERIKSAAN def-t

SOP No Dokumen :
No Revisi :
Tgl Terbitan :
Halaman :
:
:
UPTD BENEDIKTUS JONI, SST
PUSKESMAS NIP: 197901062001121004
KOELODA
7. Pengertian Suatu proses proses penghitungan kariespada gigi sulunguntuk
menggambarkan jumlahkaries yang di derita seseorang.
8. Tujuan Untuk memperoleh prevalensi karies pada klien anak.

9. Kebijakan Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Koeloda Nomor........tentang Asuhan


kesehatan gigi dan mulut pada tindakan pemeriksaan def-t.
10.Referensi 1. Pedoman Manajemen Puskesmas tahun 2012
2. Pedoman penyusunan Dokumen Akreditasi Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama Tahun 2015.
3. Prosedur

4. Langkah- A. Persiapan Alat


langkah Set diagnostik
B. Persiapan bahan dan obat
1. Sarung tangan
2. Masker
3. Gelas kumur
4. Air
C. Pelaksanaan tindakan
1. Ucapka salam dan perkenalkan diri
2. Pastikan identitas klien
3. Lakukan anamnese
4. Lakukan pengukuran tanda-tanda vital
5. Lakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut ekstra dan
intra oral.
6. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan tujuan
7. Lakukan persetujuan tindakan asuhan keperawatan gigi
8. Pasang slaberche pada klien
9. Pakai masker
10. Cuci tangan
11. Pakai sarung tangan
12. Siapkan alat-alat dan dekatkan klien
13. Persilakan klien berkumur air
14. Lakukan pemeriksaan pada seluruh gigi .
15. Lakukan pengkodean pada setiap elemen gigi.
D= decay,dideskripsi untuk gigi-gigi yang memiliki gambaran
sebagai berikut:
 Gigi dengan caries
 Gigi dengan caries sekunder
 Gigi dengan tambalan sementara
e= gigi caries dengan indikasi pencabutan
Lanjutan pelaksanaan tidakan

f. filling ,dideskripsi untuk gigi yang dilakukan penambalan


karena karies tidak disertai adanya karies sekunder.
16. Skor maksimal def-t= 20 minimal 0
17. Bersihkan area kerja intra dan ekstra oral
18. Rapihkan peralatan dan lakukan dekontaminasi
untuk selanjutnya dilakukan proses sterilisasi.
19. Buang sampah infeksius ke dalam plastik kuning dan
sampah non infeksius ke dalam plastik hitam.
20. Cuci tangan setelah berkontak dengan klien dan area
pelayanan.
21. Berikan pendidikan kesgilut dan ucapkan terima kasih
22. Dokumentasi pada catatan asuhan kesehatan terapi gigi
dan mulut.

Bagan alur

1. Pemeriksaan pada gigi dengan beberapa tambalan pada


Hal –hal permukaan gigi,tetap dihitung sebagai 1 filling
yang perlu 2. Gigi dengan tambalan 1dan satu karies pada permukaan lain,
di
masuk kedalam kategori Decay
perhatikan
3. Gigi supernumerry teeth tidak dilakukan pemeriksaan
4. Gigi erupsi sebagian atau hanya terlihat cup oklusal atau
incisalt ermasuk kedalam pemeriksaan
Unit terkait Semua unit pelayanan di puskesmas koeloda

Rekam
historis No Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai
perubahan berlaku
1 No dokumen
2 Pengertian
3 Tujuan
4 Alat dan bahan Prosedur
5 Langkah-langkah Narasi dan bagan alur
6 Penambahan kolom 4. Tanda tangan dan
cap
5. Dokumen terkait
6. Rekaman historis
perubahan