Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Anak-anak sangat rentan terhadap berbagai penyakit yang bisa disebabkan


oleh kuman, virus, dan mikroorganisme lain. Faktor lingkungan merupakan salah
satu penyebabnya. Anak sangat suka bermain di dalam ataupun di luar rumah
sehingga perlu memperhatikan lingkungan di sekitar anak. Penyakit yang sering
terjadi pada anak yaitu penyakit pada saluran pernapasan. Salah satu penyakit
saluran pernapasan pada anak adalah bronkopneumonia. Di negara maju penyakit
ini banyak ditemukan. Selain itu, di negara berkembang juga banyak ditemukan
dan penyakit ini merupakan penyakit yang menyebabkan kematian pada anak usia
0 sampai 6 tahun.

Bronkopneumonia proses inflamasi paru yang umum disebabkan oleh


agens inyeksius, serta mengambarkan pneumonia yang mempunyai pola penyenar
an berbercak, dalam satu atau lebih area terlokalisasi dalam bronkiolus dan
meluas ke perenkim paru yang terdekat (Nursalam, 2005)

Penyakit bronkopneumonia di Indonesia berada di posisi kedelapan dari


sepuluh penyakit yang dirawat di Rumah Sakit di seluruh Indonesia setelah
diare,demam berdarah dengue, tipoid, demam peyebabnya tidak diketahui,
dsypepsia,hipertensi, ISPA. Peran perawat dalam melakukan asuhan keperawatan
pada anak dengan bronkopneumonia meliputi usaha promotif yaitu dengan selalu
menjaga kebersihan baik fisik maupun lingkungan, upaya prefentif dilakukan
dengan cara memberikan obat sesuai dengan indikasi yang di anjurkan oleh
dokter, dan upaya kuratif perawat dalam memulihkan kondisi klien dengan
menganjurkan orang tua klien unutk membawa ke rumah sakit. Hal ini dilakukan
untuk meningkatkanderajat kesehatan klien.
2. Tujuan Penulisan

Tujuan Utama:

Mampu menjelaskan gambaran asuhan keperawatan pada anak dengan


bronkopneumonia.

Tujuan khusus:

a. Mampu menjelaskan konsep keperawatan bronkopneumonia pada anak.


b.Mampu menjelaskan aplikasi asuhan keperawatan bronkopneumonia pada
anak. c. Mampu menganalisa kesenjangan data dan aplikasi asuhan
keperawatan dengan konsep teori bronkopneumonia pada anak.

3. Sistematika Penulisan

Makalah ini disusun dengan sistematika sebagai berikut:

BAB I : Latar Belakang Masalah, Tujuan Penulisan, Metode Penulisan,


Sistematika Penulisan

BAB II : Pengertian, Etiologi, Klasifikasi/Macam/Jenis, Patofisiologi Pathways


Komplikasi, Pemeriksaan Diagnostik, Penatalaksanaan

BAB III : Pengkajian, Diagnosa Keperawatan, Intervensi Keperawatan,


Implementasi, Evaluasi

BAB IV :
BAB II

KONSEP DASAR

1. Definisi

Bronkopenemonia adalah salah satu jenis pneumonia yang mempunyai


pola penyebaran bercak, teratur dalam satu atau lebih area terokalisasi didalam
bronki dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya. ( Smeltzer &
Suzanne L, 2002 : 57 )

Bronkopnemonia berasal dari kata bronkus dan pneumonia yang berarti


peradanganp pada jaringan paru-paru dan juga cabang tenggrorokan / bronkus
( Arief Mansjoer )

2. Etiologi

Secara umum orang yang terserang bronkopneumonia diakibatkan oleh


adanya penurunan mekanisme pertahanan tubuh terhadap virulensi organism
pathogen. Orang yang normal dan sehat mempunyai mekanisme pertahanan tubuh
terhadap organ pernapasan yang terdiri atas : refleks glottis dan batuk, adanya
lapisan mucus, gerakan silia yang menggerakan kuman keluar organ, dan seresi
humoral setempat,

Timbulnya bronkopneumoia disebabkan virus, bakteri, jamur, protozoa,


mikroplasma, dan riketsia ( Sandra M. Nettina, 2001 : 628 ) antara lain :

a. Bakteria : Streptococcus, Staphylococcus, H. Influenza, klebsiella

b. Virus : Legronella pneumonia

c. Jamur : A spergillus spesies, Candida Albicans

d. Aspirasi makanan, sekresi orofariengal atau isi lambung kedalam paru.

e. Terjadi karena kongesti paru yang lama


3. Klasifikasi

Klasifikasi pneumonia berdasarkan anatomi menurut pendapat Ngatiyah


( 2005 ) ada 3 yaitu :

a. Pneumoia Lobaris

Biasanya gejala penyakit secara mendadak, tapi kadang didahulu oleh


infeksi traktus respiratorius bagian atas. Gejala awal hampir sama dengan
pneumonia lain, hanya pada pemeriksaan fisik kelainan khas tampak setelah 1 – 2
hari.

b. Pneumonia Lobularis ( bronchopneumonia )

Biasanya didahului oleh infeksirespiratoris bagian atau selama beberapa


hari suhu tubuh 39 – 40 c dan kadang disertai kejang demam yang tinggi. Kadang
disertai muntah dan diare. Anak tampak gelisah, dspneu, pernapasan cepat disertai
pernapasan cuping hidung serta sianosis sekitar hidung & mulut.

c. Pneumonia Interstial ( broncholus )

Terjadi pada jaringan interstial. Pada jaringan ini ditemukan infiltrate sel
sedang , terdapat edema, dan akumulasi mucus serta eksudat maka dapat terjadi
obstruksi parsial / total pada bronciolus.

4. Patofisiologi

Proses terjadinya bronkopneumonia dimulai dari berhasilnya kuman


pathogen masuk ke mucus jalan napas. Kuman tersebut berkembang biak di
saluran napas / sampai di paru – paru. Bila mekanisme pertahanan seperti sistem
transport mukosilia tidak adekuat maka kuman berkembang biak secara cepat
sehingga terjadi peradangan disekitar nafas atas , sebagai respon peradangan akan
terjadi hipersekresi mucus & merangsang batuk. Mikroorganisme berpindah
karena adanya gaya tarik bumi dan alveoli menebal. Pengisian cairan alveoli akan
melindungi mikroorganisme dari fagosif dan membantu penyebaran organism ke
alveoli lain. Keadaan ini menyebabkan infeksi meluas, aliran darah diparu
sebagian meningkat yang diikuti peradangan vascular dan penurunan darah
kapiler ( Price & Wilson, 2005 ).

5. Pathways

Bahan alergen & infeksius

Masuk ke dalam tubuh melalui