Anda di halaman 1dari 3

Ahmad Umar Mukhtar/027/DIII A

A. Ciri-ciri fisik
1. Kulit sawo matang/hitam manis
2. Mata lebar berwarna coklat
3. Tinggi badan rata-rata 150-180 cm
4. Gigi teratur
5. Bentuk hidung mancung
6. Warna rambut hitam
B. Pola kekerabatan keluarga
 Sistem kekerabatan didalam keuarga saya adalah bilateral (garis keturunan ayah dan
ibu). Dalam sistem kekerabatan keluarga digunakan istilah-istilah sebagai berikut:
a. Saya menyebut orang tua laki-laki adalah bapak
b. Saya menyebut orang tua perempuan adalah ibuk/emak
c. Saya menyebut kakak laki-laki adalah mas/kang mas
d. Saya menyebut kakak perempuan adalah mbakyu.
e. Saya menyebut adik laki-laki adalah adhik, dik, atau le.
f. Saya menyebut adik perempuan adalah ndhuk, atau dik.
Sopan santun terhadap kerabat/saudara yang lebih tua darinya, untuk orang yang lebih
muda sudah merupakan keharusan menyebut seseorang yang lebih tua darinya baik
laki-laki maupun perempuan dengan istilah yang sopan sebab orang yang lebih tua
dianggap merupakan pembimbing, pelindung, atau penasihat kaum muda dan
melanggar seluruh perintah dan nasihat kaum tua akan menyebabkan sengsara yang
disebut juga dengan kuwalat.
 Dilarang adanya perkawinan antara saudara sekandung, antara saudara misan yang
ayahnya adalah saudara sekandung atau perkawinan antara saudara misan yang ibunya
sekandung, juga perkawinana antara sauadara misan yang laki-laki yang menurut
ibunya lebih muda dari pihak perempuannya, sedangkan perkawinan yang termasuk
nggenteni karang wulu atau perkawinan sororat yaitu perkawinan seorang duda dengan
adik atau kakak mendiang istrinya diperbolehkan
C. Adat istiadat keluarga
Agama mayoritas dalam keluarga saya adalah Islam. Selain itu keluarga saya juga terdapat
penganut agama Kristen. Didalam keluarga saya juga terdapat adat istiadat yang salah
satunya yaitu selamatan, selamatan adalah upacara makan bersama yang telah diberi doa
sebelumnya. Ada empat selamatan di Jawa sebagai berikut.
1. Selamatan lingkaran hidup manusia, meliputi: hamil tujuh bulan, potong rambut
pertama, kematian, dan kelahiran.
2. Selamatan bersih desa, upacara sebelum, dan sesudah panen.
3. Selamatan yang berhubungan dengan hari-hari/bulan-bulan besar Islam.
4. Selamatan yang berhubungan dengan peristiwa khusus, perjalanan jauh, ngruwat, dan
menempati rumah baru. Jenis selamatan kematian, meliputi: nelung dina (tiga hari),
mitung dina (tujuh hari), matang puluh dina (empat puluh hari), nyatus (seratus hari),
dan nyewu (seribu hari).
Raga Suryansyah/038/DIII A

A. Ciri-ciri fisik
1. Kulit sawo matang/hitam manis
2. Mata lebar berwarna coklat
3. Tinggi badan rata-rata 150-180 cm
4. Gigi teratur
5. Bentuk hidung mancung
6. Warna rambut hitam
B. Pola kekerabatan keluarga
 Sistem kekerabatan didalam keuarga saya adalah bilateral (garis keturunan ayah dan
ibu). Dalam sistem kekerabatan keluarga digunakan istilah-istilah sebagai berikut:
a. Saya menyebut orang tua laki-laki adalah bapak
b. Saya menyebut orang tua perempuan adalah ibuk/emak
c. Saya menyebut kakak laki-laki adalah mas/kang mas
d. Saya menyebut kakak perempuan adalah mbakyu.
e. Saya menyebut adik laki-laki adalah adhik, dik, atau le.
f. Saya menyebut adik perempuan adalah ndhuk, atau dik.
Sopan santun terhadap kerabat/saudara yang lebih tua darinya, untuk orang yang lebih
muda sudah merupakan keharusan menyebut seseorang yang lebih tua darinya baik
laki-laki maupun perempuan dengan istilah yang sopan sebab orang yang lebih tua
dianggap merupakan pembimbing, pelindung, atau penasihat kaum muda dan
melanggar seluruh perintah dan nasihat kaum tua akan menyebabkan sengsara yang
disebut juga dengan kuwalat.
 Dilarang adanya perkawinan antara saudara sekandung, antara saudara misan yang
ayahnya adalah saudara sekandung atau perkawinan antara saudara misan yang ibunya
sekandung, juga perkawinana antara sauadara misan yang laki-laki yang menurut
ibunya lebih muda dari pihak perempuannya, sedangkan perkawinan yang termasuk
nggenteni karang wulu atau perkawinan sororat yaitu perkawinan seorang duda dengan
adik atau kakak mendiang istrinya diperbolehkan
C. Adat istiadat keluarga
Agama mayoritas dalam keluarga saya adalah Islam. Selain itu keluarga saya juga terdapat
penganut agama Kristen. Didalam keluarga saya juga terdapat adat istiadat yang salah
satunya yaitu selamatan, selamatan adalah upacara makan bersama yang telah diberi doa
sebelumnya. Ada empat selamatan di Jawa sebagai berikut.
1. Selamatan lingkaran hidup manusia, meliputi: hamil tujuh bulan, potong rambut
pertama, kematian, dan kelahiran.
2. Selamatan bersih desa, upacara sebelum, dan sesudah panen.
3. Selamatan yang berhubungan dengan hari-hari/bulan-bulan besar Islam.
4. Selamatan yang berhubungan dengan peristiwa khusus, perjalanan jauh, ngruwat, dan
menempati rumah baru. Jenis selamatan kematian, meliputi: nelung dina (tiga hari),
mitung dina (tujuh hari), matang puluh dina (empat puluh hari), nyatus (seratus hari),
dan nyewu (seribu hari).
Danny Anantiyo Basuki/045/DIII A

A. Ciri-ciri fisik
1. Kulit sawo matang/hitam manis
2. Mata lebar berwarna coklat
3. Tinggi badan rata-rata 150-180 cm
4. Gigi teratur
5. Bentuk hidung mancung
6. Warna rambut hitam
B. Pola kekerabatan keluarga
 Sistem kekerabatan didalam keuarga saya adalah bilateral (garis keturunan ayah dan
ibu). Dalam sistem kekerabatan keluarga digunakan istilah-istilah sebagai berikut:
a. Saya menyebut orang tua laki-laki adalah bapak
b. Saya menyebut orang tua perempuan adalah ibuk/emak
c. Saya menyebut kakak laki-laki adalah mas/kang mas
d. Saya menyebut kakak perempuan adalah mbakyu.
e. Saya menyebut adik laki-laki adalah adhik, dik, atau le.
f. Saya menyebut adik perempuan adalah ndhuk, atau dik.
Sopan santun terhadap kerabat/saudara yang lebih tua darinya, untuk orang yang lebih
muda sudah merupakan keharusan menyebut seseorang yang lebih tua darinya baik
laki-laki maupun perempuan dengan istilah yang sopan sebab orang yang lebih tua
dianggap merupakan pembimbing, pelindung, atau penasihat kaum muda dan
melanggar seluruh perintah dan nasihat kaum tua akan menyebabkan sengsara yang
disebut juga dengan kuwalat.
 Dilarang adanya perkawinan antara saudara sekandung, antara saudara misan yang
ayahnya adalah saudara sekandung atau perkawinan antara saudara misan yang ibunya
sekandung, juga perkawinana antara sauadara misan yang laki-laki yang menurut
ibunya lebih muda dari pihak perempuannya, sedangkan perkawinan yang termasuk
nggenteni karang wulu atau perkawinan sororat yaitu perkawinan seorang duda dengan
adik atau kakak mendiang istrinya diperbolehkan
C. Adat istiadat keluarga
Agama mayoritas dalam keluarga saya adalah Islam. Selain itu keluarga saya juga terdapat
penganut agama Kristen. Didalam keluarga saya juga terdapat adat istiadat yang salah
satunya yaitu selamatan, selamatan adalah upacara makan bersama yang telah diberi doa
sebelumnya. Ada empat selamatan di Jawa sebagai berikut.
1. Selamatan lingkaran hidup manusia, meliputi: hamil tujuh bulan, potong rambut
pertama, kematian, dan kelahiran.
2. Selamatan bersih desa, upacara sebelum, dan sesudah panen.
3. Selamatan yang berhubungan dengan hari-hari/bulan-bulan besar Islam.
4. Selamatan yang berhubungan dengan peristiwa khusus, perjalanan jauh, ngruwat, dan
menempati rumah baru. Jenis selamatan kematian, meliputi: nelung dina (tiga hari),
mitung dina (tujuh hari), matang puluh dina (empat puluh hari), nyatus (seratus hari),
dan nyewu (seribu hari).