Anda di halaman 1dari 5

MAKALAH

TEKNOLOGI PENGEMASAN PANGAN


INTERSAKSI BAHAN PANGAN DENGAN KEMASAN

Disusun Oleh :

Nama : Laelatul Dian Angraeni


NIM : B32192435
Golongan :B

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INDUSTRI PANGAN


JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2019/2020
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Dari sisi “makanan” kemasan makan bukan sekedar bungkus tetapi juga sebagai pelindung
agar makanan aman dikonsumsi. Kemasan pada makanan juga mempunyai fungsi kesehatan,
pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi dan informasi. Namun tidak semua kemasan
makanan aman bagi makanan yang dikemas.
Pengemasan makanan merupakan hal penting untuk melindungi bahan makanan dari
kerusakan..
Kemasan makanan di masa modern sudah berkembang dengan pesat menuju kemasan praktis
yang memudahkan konsumen. Berbagai kemasan yang banyak dijumpai di pasaran antara lain
karton, aluminium, kaca (botol), dan plastik. Belakangan ini, hampir semua bahan pengemas
makanan terbuat dari plastik. Hal ini disebabkan karena plastik memiliki berbagai keunggulan
seperti fleksibel, mudah dibentuk, transparan, tidak mudah pecah dan harganya yang relatif
murah. Namun penggunaan plastik sebagai bahan pengemas menghadapi berbagai persoalan
lingkungan yaitu sifatnya yang tidak dapat dihancurkan secara alami (nonbiodegradable),
sehingga menyebabkan penumpukan sampah yang mencemari lingkungan. Selain masalah
lingkungan, aspek keamanan polimer sintesis mulai dipertanyakan, karena dalam keadaan panas
terjadi kontaminasi monomer ke dalam makanan (Prasetyaningrum dkk., 2010). Selain itu plastik
terbuat dari minyak bumi yang persediaannya semakin menipis dan tidak bisa diperbaharui.
Keprihatinan atas pencemaran lingkungan dari bahan kemasan plastik telah menyebabkan
penelitian ke dalam film yang dapat dimakan atau biodegradable untuk kemasan bahan pangan.
1.2  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini kami susun melalui pertanyaan sebagai berikut:
1.    Apa itu Kemasan Pangan ?
2. Jenis jenis kemasan
3.   Struktur Nya?
4    Kegunaan Nya ?
5. Fungsi dari Primer, Sekunder, Tersier

1.3  Tujuan
Adapun Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagi berikut :
1.      Untuk mengetahui pengertian Kemasan Pangan.
2.      Untuk mengetahui Jenis jenis kemasan
3.      stuktur liquit ,Semi fleksibel, fleksibel
4.      Untuk mengetahui Kegunaan
5. Untuk mengetahui fungsi
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 JENIS JENIS KEMASAN

a) Kemasan primer
Merupakan bahan kemas langsung mewa dari bahan pangan “kaleng susu, botol
minuman, dll”.

b) Kemasan sekunder
Merupakan kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya,
seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-
buahan yang dibungkus dan sebagainya.

c) Kemasan tersier
Dan tersier merupakan kemasan yang diperlukan untuk menyimpan, pengiriman atau
identifikasi, kemasan tersier umum nya digunakan sebagai pelindung selama
pengangkutan.

Berdasarkan frekuensi pemakainnya, kemasan dibagi menjadi tiga jenis yakni:


a) Kemasan sekali pakai “Disposable”
Adalah kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya:
bungkus plastik, bungkus permen, bungkus daun, karton dus dan makanan kaleng.

b) Kemasan yang dapat dipakai berulang kali “multi trip”


Merupakan kemasan jenis ini umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi
dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh
pabrik.Contohnya: botol minuman dan botol kecap.

c) Kemasan yang tidak dibuang “semi disposable”


Merupakan kemasan ini biasanya digunakan untuk kepentingan lain dirumah konsumen
setelah dipakai.Contohnya: kaleng biskuit, kaleng susu dan berbagai jenis botol.

Berdasarkan tingkat kesiapan pakai, kemasan dibagi menjadi dua jenis yaitu:
a) Kemasan siap pakai
Yaitu bahan kemasan yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak
keluar dari pabrik. Contohnya ialah wadah botol, wadah kaleng dan sebagainya.
b) Kemasan siap dirakit
Yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian misalnya:
kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas,
foil atau plastik.

2.2 STRUKTUR NYA

 Kemasan Rigid, merupakan bahan kemas bahan kemas bersifat keras, kaku, tidak tahan
lenturan, patah bila dipaksa dibengkokkan. Misalnya kayu, gelas, dan logam.

 Kemasan fleksibel, merupakan kemasan apabila bahan kemas mudah dilenturkan, misalnya
plastik, kertas, foil.

 Kemasan semi fleksibel, yaitu bahan kemas yang memiliki sifat-sifat antara kemasan
fleksibel dan kemasan kaku, seperti botol plastik (susu, kecap, saus) dan wadah bahan yang
berbentuk pasta.

2.3 KEGUNAAN

A) Kegunaan dari kemasan reuse yaitu barang yang dapat digunakan kembali.

B) Kegunaan dari kemasan disposibel yaitu untuk melindungi produk atau kemasan dan
digunakan sekali pakai.

C) Kegunaan kemasan recycle yaitu kemasan yang dapat di daur ulang dan bisa digunakan
kembali.

2.4 FUNGSI

A) Fungsi dari kemasan premier yaitu untuk melindungi produk,mengawetkan produk dan
komikasi ke pelanggan.

B) Fungsi kemasan sekunder yaitu untuk melindungi kemasa premier agar tidak cepat
rusak,tidak berdebu,selalu aman,tidak terkelupas,patah,penyok dan tidah berubah warna.

c) fungsi kemasan tersier yaitu untuk memudahkan transportasi dan mencegah kerusakan
produk.