Anda di halaman 1dari 16

GEOVARUNA INDONESIA

Geospatial and Ocean Engineering Services Website www.geovaruna.com


Green Garden View 37 Bandung Email operation@geovaruna.com
Jawa Barat 40195 Telephone +62 (022) 637-35355
Indonesia Mobile +62 822 9222 7773

PENAWARAN TEKNIS

SURVEI TOPOGRAFI DAN INVESTIGASI GEOTEKNIK


KOTAWARINGIN TIMUR & BARAT, KALIMANTAN TENGAH

GEOVARUNA INDONESIA, Geospatial and Ocean Engineering Services


Green Garden View 37 Bandung, 022 63735355 / +62 822 92227773
Visit us online at: www.geovaruna.com
DAFTAR ISI

1. PENGANTAR. ................................................................................................................................. 1
1.1 OBJEKTIF .............................................................................................................................................................1
1.2 RUANG LINGKUP KERJA ......................................................................................................................................1
1.3 TITIK KONTROL PEMETAAN DAN PARAMETER GEODETIK .................................................................................3

3. OPERASIONAL & METODOLOGI ............................................................................................. 4


3.1 Survei Topografi .................................................................................................................................................4
3.2 Pemetaan foto udara (Aerial mapping) ..............................................................................................................7
3.3 Pengukuran Kedalaman......................................................................................................................................9
3.4 Penyelidikan tanah .............................................................................................................................................9
3.5 Analisa stabilitas lereng ....................................................................................................................................11

4. PERSONIL SURVEI ..................................................................................................................... 13

5. JADWAL PELAKSANAAN ......................................................................................................... 14

GEOVARUNA INDONESIA, Geospatial and Ocean Engineering Services


Green Garden View 37 Bandung, 022 63735355 / +62 822 92227773
Visit us online at: www.geovaruna.com
PENAWARAN TEKNIS
SURVEI TOPOGRAFI DAN INVESTIGASI GEOTEKNIK
KOTAWARINGIN TIMUR & BARAT, KALIMANTAN TENGAH

1. PENGANTAR.
Penawaran teknis ini disusun secara spesifik untuk perencanaan pekerjaan survei topografi
dan investigasi geoteknik di daerah kotawaringin timur dan kotawaringin barat, Kalimantan
tengah. Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan data pendukung
yang diperlukan dalam kegiatan desain Anaerobic Lagoon Digester (ALD) dan pnentuan
lokasi pembangkit listrik biogas yang direncanakan pada kedua lokasi tersebut.

 Kotawaringin timur dapat diakses menggunakan jalur darat pada jarak 169 km dari
kota palangkara raya.
 Kotawaringin barat berada pada jarak 419 km dari kota palangka raya dan
alternative yang lebih dekat berjarak 39 km dari pangkalan bun.

1.1 OBJEKTIF
Objektif utama dari survei topografi dan investigasi geoteknik yang akan dilakukan
diantaranya adalah sebagai berikut:

 Mengetahui kondisi topografi dan tutupan lahan pada area kerja


 Melakukan perhitungan cut & fill pada area kerja
 Mengetahui karakteristik dan daya dukung tanah pada area kerja
 Melakukan analisa kemiringan lereng pada area kerja

1.2 RUANG LINGKUP KERJA


Survei topografi dan investigasi geoteknik akan dilaksananan pada area yang ditunjukan
pada gambar 1 dan gambar 2 di bawah ini.

Gambar 1 Area kerja di kotawaringin timur

GEOVARUNA INDONESIA, Geospatial and Ocean Engineering Services


Green Garden View 37 Bandung, 022 63735355 / +62 822 92227773
Visit us online at: www.geovaruna.com
PENAWARAN TEKNIS
SURVEI TOPOGRAFI DAN INVESTIGASI GEOTEKNIK
KOTAWARINGIN TIMUR & BARAT, KALIMANTAN TENGAH

Gambar 2 Area kerja di kotawaringin barat

Ruang lingkup kegiatan dari pekerjaan ini adalah:

 Melakukan pemasangan dan pengukuran 4 unit benchmark pada masing-masing


lokasi kerja dengan menggunakan standar nasional pemetaan
 Melakukan pengukuran topografi skala menengah dengan menggunakan
kombinasi metode aerial mapping dan sampling terestris seluas 20 Ha pada masing-
masing lokasi kerja
 Melakukan pengukuran topografi skala detail dengan menggunakan metode
terestris seluas 10 Ha pada lokasi kerja kotawaringin timur dan 15 Ha pada lokasi kerja
kotawaringin barat
 Melakukan pengukuran kedalaman dan ketebalan lumpur pada lagoon/kolam
dengan menggunakan portable dual frekuensi echosounder
 Melakukan analisa hasil pengukuran berupa perhitungan cut & fill pada masing-
masing lokasi kerja
 Melakukan pengeboran tanah pada 5 lokasi dengan kedalaman 15 meter pada
masing-masing lokasi kerja
 Melakukan uji SPT dengan interval 2 meter atau N-SPT>50
 Melakukan pengambilan sampel tanah terganggu (DS) sebanyak 10 sampel pada
masing-masing lokasi kerja
 Melakukan pengambilan sampel tanah tidak terganggu (UDS) sebanyak 15 sampel
pada masing-masing lokasi kerja
 Melakukan pengujian index & physical properties pada seluruh sampel tanah
terganggu (DS)
 Melakukan pengujian direct shear pada 10 sampel tanah tidak terganggu (UDS)
untuk masing-masing lokasi kerja
 Melakukan pengujian triaxial test pada 5 sampel tanah tidak terganggu (DS) untuk
masing-masing lokasi kerja
 Melakukan analisa stabilitas lereng pada masing-masing lokasi kerja

GEOVARUNA INDONESIA, Geospatial and Ocean Engineering Services


Green Garden View 37 Bandung, 022 63735355 / +62 822 92227773
Visit us online at: www.geovaruna.com
PENAWARAN TEKNIS
SURVEI TOPOGRAFI DAN INVESTIGASI GEOTEKNIK
KOTAWARINGIN TIMUR & BARAT, KALIMANTAN TENGAH

1.3 TITIK KONTROL PEMETAAN DAN PARAMETER GEODETIK


Titik control pemetaan harus dipasang dan diperoleh berdasarkan titk benchmark eksisting
terdekat dengan lokasi survei, dengan system koordinat yang mengacu kepada datum
WGS1984. Parameter geodetic yang digunakan sebagai referensi dalam seluruh penyajian
informasi geospasi dalam pekerjaan ini adalah:

Spheroid : WGS 1984 Projection : UTM


Datum : WGS 1984 Zone No. : 49 South
Semi Major Axis (a) : 6378137.000 Central Meridian : 111° East
Semi Minor Axis (b) : 6356752.314 Latitude of Origin : 0°
Inverse Flattening (f) : 298.2572236 False Easting : 500 000 m
Eccentricity (e2) : 0.006694380 False Northing : 10 000 000 m
Scale Factor on Central Meridian : 0.9996

GEOVARUNA INDONESIA, Geospatial and Ocean Engineering Services


Green Garden View 37 Bandung, 022 63735355 / +62 822 92227773
Visit us online at: www.geovaruna.com
PENAWARAN TEKNIS
SURVEI TOPOGRAFI DAN INVESTIGASI GEOTEKNIK
KOTAWARINGIN TIMUR & BARAT, KALIMANTAN TENGAH

3. OPERASIONAL & METODOLOGI

3.1 Survei Topografi


Metode penentuan posisi yang digunakan dalam penentuan titik referensi adalah
metode Global Positioning System (GPS). Pada dasarnya penentuan posisi dengan GPS
menggunakan prinsip perpotongan kebelakang (resection) dalam ruang tiga dimensi,
yang dilakukan dengan cara pengamatan terhadap satelit-satelit GPS yang diketahui
koordinatnya.

Gambar 3 Titik rencana pemasangan BM pada lokasi kerja kotawaringin timur

GEOVARUNA INDONESIA, Geospatial and Ocean Engineering Services


Green Garden View 37 Bandung, 022 63735355 / +62 822 92227773
Visit us online at: www.geovaruna.com
PENAWARAN TEKNIS
SURVEI TOPOGRAFI DAN INVESTIGASI GEOTEKNIK
KOTAWARINGIN TIMUR & BARAT, KALIMANTAN TENGAH

Gambar 4 Titik rencana pemasangan BM pada lokasi kerja kotawaringin barat

Untuk mendapatkan koordinat yang terikat pada sistem referensi nasional maka dilakukan
pengikatan koordinat dengan menggunakan metode statik diferensial. Pengikatan
terhadap titik referensi ini bertujuan agar diperoleh hasil posisi / koordinat relatif titik
pengukuran terhadap titik ikatnya dalam koordinat Geodetik (lintang dan bujur) dan
koordinat pada bidang proyeksi UTM (X dan Y) dengan sistem referensi yang sama.

Gambar 5 Ilustrasi metode static diferensial

GEOVARUNA INDONESIA, Geospatial and Ocean Engineering Services


Green Garden View 37 Bandung, 022 63735355 / +62 822 92227773
Visit us online at: www.geovaruna.com
PENAWARAN TEKNIS
SURVEI TOPOGRAFI DAN INVESTIGASI GEOTEKNIK
KOTAWARINGIN TIMUR & BARAT, KALIMANTAN TENGAH

Untuk memperoleh tinggi orthometrik, dilakukan dengan cara menghitung koreksi nilai
Undulasi ( N ) setempat atau di titik koordinat tersebut, dari tinggi elipsoid hasil pengukuran
GPS ( h ), dengan hubungan seperti pada Gambar 3

Gambar 6 Penentuan tinggi orthometrik.

Metode pengukuran detail situasi dan kontur elevasi yang digunakan adalah metode
ekstraterestris menggunakan GPS RTK. Penentuan posisi dapat dilakukan secara realtime
selama survei berlangsung dengan titik referensi sebagai titik kontrol dalam pemetaan .
Instrumen yang digunakan sama dengan pada saat penentuan koordinat BM yaitu GPS
Geodetik dual frequency. Namun metode yang digunakan berbeda yaitu realtime
positioning dimana terdapat dua set GPS yang masing masing berfungsi sebagai kontrol
(BASE) yang diletakkan pada titik referensi dan yang lain sebagai set pengambilan data
koordinat pada titik titik yang ingin diketahui koordinatnya (ROVER). Stasiun base akan
mengirimkan koreksi melalui sinyal radio yang dikirim dengan radius dapat mencapai 2km.
Koreksi ini berfungsi agar koordinat yang diperoleh akurat dan memenuhi kriteria yang
diinginkan sesuai spesifikasi pengukuran. Berikut ilustrasi pengukuran tersebut

GEOVARUNA INDONESIA, Geospatial and Ocean Engineering Services


Green Garden View 37 Bandung, 022 63735355 / +62 822 92227773
Visit us online at: www.geovaruna.com
PENAWARAN TEKNIS
SURVEI TOPOGRAFI DAN INVESTIGASI GEOTEKNIK
KOTAWARINGIN TIMUR & BARAT, KALIMANTAN TENGAH

Gambar 7 Ilustrasi pemetaan topografi dengan metode RTK

3.2 Pemetaan foto udara (Aerial mapping)


Pemetaan foto udara terbagi menjadi 2 tahapan utama yaitu akuisisi data foto udara
yang telah dipasang dan ditentukan koordinat titik kontrolnya (premark) kemudian
pengolahan data foto udara itu sendiri. Akuisisi foto udara dilakukan dengan wahana
terbang berupa UAV Multirotor yang dilengkapi kamera digital dan pengolahan data foto
udara dilakukan dengan prinsip SfM menggunakan bantuan perangkat lunak.

Untuk dapat melakukan akuisisi foto udara tepat pada area pemetaan maka terlebih
dahulu dibuat perencanaan jalur terbang dan parameter terbang yang sesuai dengan
standar teknis yang ditetapkan antara lain sebagai berikut

 GSD maksimal sebesar 3cm/pixel. Dengan nilai ini maka sesuai dengan spesifikasi
kamera diperoleh kalkulasi tinggi terbang rata-rata dalam satu sesi pemotretan
harus <128 meter dari permukaan tanah.
 Side overlap sebesar 75%. Dengan nilai ini maka sesuai dengan target lebar
cakupan pemetaan minimal 50 meter diperloleh kalkulasi jumlah jalur terbang
yang efisien sebanyak 2 jalur dalam tiap sesi pemotretan.
 Forward overlap sebesar 80%. Dengan nilai ini maka sesuai dengan spesifikasi
kamera diperoleh kalkulasi kecepatan horizontal dalam jalur terbang saat
pemotretan maksimal 11 m/detik.

Pada saat akuisisi foto udara atau pemotretan dilakukan, quadcopter terbang secara
otomatis mengikuti jalur terbang yang telah direncanakan dan koordinat kamera pada
saat mengambil foto akan tersimpan secara otomatis di dalam data internal masing
masing foto. Berikut ini adalah ringkasan realisasi akusisi foto udara yang telah dilakukan.

GEOVARUNA INDONESIA, Geospatial and Ocean Engineering Services


Green Garden View 37 Bandung, 022 63735355 / +62 822 92227773
Visit us online at: www.geovaruna.com
PENAWARAN TEKNIS
SURVEI TOPOGRAFI DAN INVESTIGASI GEOTEKNIK
KOTAWARINGIN TIMUR & BARAT, KALIMANTAN TENGAH

Setelah proses akuisisi foto udara, kumpulan foto udara yang memiliki koordinat atau
geotagged bersama dengan data koordinat definitif titik kontrol atau premark sepanjang
jalur pemetaan kemudian menjadi input dalam pengolahan data foto udara
menggunakan prinsip SfM. Hasil utama dari proses ini adalah data citra orthomosaic dan
model elevasi DSM sepanjang jalur pemetaan. Berikut adalah diagram alir pengolahan
data foto udara.

Gambar 8 Diagram alir aerial mapping

Kualitas hasil pengolahan data foto udara dapat diketahui dengan meninjau beberapa
parameter hasil kalkulasi perangkat lunak yang digunakan. Parameter tersebut yaitu nilai
resolusi (GSD) rata-rata, error GCP, dan error ICP.

 GSD adalah nilai yang menyatakan ukuran pada permukaan tanah atau
objek yang dipetakan pada satuan terkecil dari bagian-bagian yang
membentuk citra orthomosaic atau yang disebut dengan pixel. Nilai ini
menunjukkan seberapa besar ukuran minimal objek yang dapat teridentifikasi
dengan baik secara visual pada citra orthomosaic. Pada prakteknya ukuran
minimal tersebut berada pada kisaran 10-20 lipat dari nilai GSD.

GEOVARUNA INDONESIA, Geospatial and Ocean Engineering Services


Green Garden View 37 Bandung, 022 63735355 / +62 822 92227773
Visit us online at: www.geovaruna.com
PENAWARAN TEKNIS
SURVEI TOPOGRAFI DAN INVESTIGASI GEOTEKNIK
KOTAWARINGIN TIMUR & BARAT, KALIMANTAN TENGAH

 Error GCP adalah nilai kesalahan atau keakuratan proses identifikasi visual titik
kontrol pemetaan yang diporyeksikan pada foto udara yang digunakan
sebagai titik ikat pada saat proses georeferensi.
 Error ICP adalah nilai kesalahan atau keakuratan yang merupakan
perbedaan posisi titik kontrol pemetaan yang didapatkan dari koordinat
definitifnya dengan posisi titik tersebut pada proyeksi foto udara setelah
proses georeferensi.

3.3 Pengukuran Kedalaman


Echosounder yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah tipe portable echosounder
dengan dual frekuensi. Dimana alat ini berfungsi untuk mengukur dan merekam
kedalaman air dan kedalaman permukaan lumpur/sedimen. Softcopy dari pengukuran
kedalaman direkam secara kontinyu oleh system perangkat lunak navigasi yang
digunakan. Bersamaan dengan perekaman tersebut, posisi atau koordinat horizontal juga
direkam ke dalam perangkat navigasi tersebut.

Penentuan posisi horizontal dilakukan dengan menggunakan teknologi satelit penentu


posisi GNSS/GPS dimana teknik penentuan yang digunakan adalah penentuan posisi
DGPS. Sistem penentuan posisi DGPS menggunakan titik referensi yang tersebar secara
global dan ditransmisikan melalui satelit selama pekerjaan survei berlangsung. Akurasi dari
penentuan posisi DGPS bergantung pada konfisi atmosfer, lokasi survei, dan jumlah satelit
yang tersedia pada selamat periode survei di lokasi tersebut. Sistem penentuan posisi
DGPS yang digunakan adalah system marinestar dengan koreksi secara realtime sehingga
dapat diperoleh akurasi posisi dalam orde centimeter. Akurasi ini baik dan sesuai dengan
persyaratan yang diberikan yaitu 2m meter untuk akurasi posisi horizontal.

3.4 Penyelidikan tanah


Maksud dari pekerjaan Penyelidikan Tanah ini adalah untuk mengetahui kondisi dan sifat-
sifat tanah/karang dibawah dasar laut sampai kedalaman 15 meter. Pekerjaan
Penyelidikan Tanah meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

a. Boring
Pengeboran dilakukan sebanyak 5 titik pada masing-masing lokasi. Untuk lokasi dari
pemilihan titik pengeboran, disajikan pada gambar berikut.

GEOVARUNA INDONESIA, Geospatial and Ocean Engineering Services


Green Garden View 37 Bandung, 022 63735355 / +62 822 92227773
Visit us online at: www.geovaruna.com
PENAWARAN TEKNIS
SURVEI TOPOGRAFI DAN INVESTIGASI GEOTEKNIK
KOTAWARINGIN TIMUR & BARAT, KALIMANTAN TENGAH

Gambar 9 Titik rencana pengeboran pada lokasi kerja kotawaringin timur dan barat

Pengeboran dilaksanakan sampai kedalaman - 15 meter dari permukaan dengan


pengambilan contoh tanah dan pelaksanaan SPT setiap interval 2 meter. Pelaksanaan
SPT akan diberhentikan setelah SPT > 50 sebanyak 3 (tiga) kali untuk penurunan berturut-
turut setinggi 30 cm sampai dengan ketebalan minimal 4 meter, sedangkan
pengeborannya sendiri tetap dilakukan sampai – 15 meter dari permukaan tanah.
Apabila sampai pada kedalaman – 15 meter dari permukaan belum dijumpai lapisan
tanah keras (SPT > 50) maka hal tersebut harus segera dilaporkan kepada Pengguna
Jasa untuk mendapat petunjuk lebih lanjut. Apabila sangat diperlukan, kedalaman
pengeboran dapat ditambah atau dikurangi dengan persetujuan Pengguna Jasa.
Penambahan/pengurangan akan diperhitungan sebagai pekerjaan tambah kurang.

Sebelum pelaksanaan pengeboran dimulai, peralatan yang akan dipergunakan dalam


pekerjaan tersebut harus sudah dipersiapkan terlebih dahulu di tempat sehingga
pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar. Pengeboran dilakukan dengan alat bor
yang mempunyai kemampuan dan memenuhi persyaratan sebagai berikut:

 Mesin diesel
 Water pump
 Casing
 Drilling rod
 Tabung sampel
 Mata bor klep

GEOVARUNA INDONESIA, Geospatial and Ocean Engineering Services


Green Garden View 37 Bandung, 022 63735355 / +62 822 92227773
Visit us online at: www.geovaruna.com
PENAWARAN TEKNIS
SURVEI TOPOGRAFI DAN INVESTIGASI GEOTEKNIK
KOTAWARINGIN TIMUR & BARAT, KALIMANTAN TENGAH

 Tabung SPT
 Piston dan piston rod untuk keperluan pengambilan undisturbed sample.
Dari hasil pekerjaan pengeboran tersebut akan dilakukan pencatatan pelaksanaan
pekerjaan yang menggambarkan sebagai berikut :

 Elevasi muka tanah terhadap Datum


 Number of blows pada standard penetration test dan kedalamannya (dalam
angka dangrafik)
 Kedalaman tanah dimana undisturbed sample diambil
 Elevasi lapisan batas atas dan bawah dari setiap perubahan lapisan
tanah yang ditemui selama pengeboran
 Deskripsi dari jenis tanah untuk tiap interval kedalaman
 Hal-hal lain (khusus) yang ditemui/terjadi pada saat pengeboran dilaksanakan
 Penjelasan teknis dari penyimpangan- penyimpangan atau
kejanggalan yang terjadi selama pengeboran.

b. Undisturbed and Disturb Sampling


Undisturb sample (UDS) diambil sebanyak 30 (tiga puluh) contoh yang dilakukan pada
seluruh titik uji pengeboran, kemudian untuk disturb sample (DS) diambil sebanyak 20 (dua
puluh) contoh untuk seluruh titik uji pengeboran.

c. Standard Penetration Test


Dilakukan pada setiap interval kedalaman 2 meter, yang dimulai dari kedalaman -1 meter
di bawah permukaan tanah sampai kedalaman 15 meter atau sampai mencapai nilai N
50 sebanyak 3 kali berturut-turut.

d. Pekerjaan Laboratorium
Melakukan Penelitian Laboratorium untuk undisturbed sampel sebanyak total 30 sampel
dan disturbed sampel sebanyak total 20 sampel pada kedua lokasi kerja, untuk
mendapatkan besaran-besaran.

 Index dan Physical Properties (atterberg limit, partickle size distribution, moisture
content, dry/bulk density, specific gravity) pada 20 sampel DS
 Mechanical dan Hydraulic Properties (triaxial Test pada total 10 sampel UDS & direct
shear test pada total 20 sampel UDS)

3.5 Analisa stabilitas lereng


Analisia stabilitas lereng dilakukan untuk menilai desain yang aman dari lereng buatan
manusia atau alam (mis. Tanggul, pemotongan jalan, penambangan terbuka,
penggalian, landfill, dll.) Dan kondisi kesetimbangan. Stabilitas kemiringan adalah
ketahanan permukaan miring terhadap kegagalan dengan cara digeser atau runtuh.

Tujuan utama analisis stabilitas lereng dapat diringkas sebagai berikut:

GEOVARUNA INDONESIA, Geospatial and Ocean Engineering Services


Green Garden View 37 Bandung, 022 63735355 / +62 822 92227773
Visit us online at: www.geovaruna.com
PENAWARAN TEKNIS
SURVEI TOPOGRAFI DAN INVESTIGASI GEOTEKNIK
KOTAWARINGIN TIMUR & BARAT, KALIMANTAN TENGAH

 Penilaian stabilitas struktural lereng alami dan buatan manusia berdasarkan


investigasi geoteknis, data historis, dan pendekatan mekanistik yang baik
dilengkapi dengan pengamatan dan pengalaman empiris
 Analisis tanah longsor untuk memahami mekanisme kegagalan, memverifikasi
keakuratan stabilitas teknik analisis, dan menilai potensi tanah longsor di masa
depan
 Pengembangan strategi untuk mendesain ulang lereng yang gagal dengan
aman dan merencanakan tindakan perbaikan preventif
 Evaluasi dampak dari pemuatan seismik dan kondisi lingkungan pada lereng
dan tanggul

GEOVARUNA INDONESIA, Geospatial and Ocean Engineering Services


Green Garden View 37 Bandung, 022 63735355 / +62 822 92227773
Visit us online at: www.geovaruna.com
PENAWARAN TEKNIS
SURVEI TOPOGRAFI DAN INVESTIGASI GEOTEKNIK
KOTAWARINGIN TIMUR & BARAT, KALIMANTAN TENGAH

4. PERSONIL SURVEI

Personil survei yang akan diturunkan dalam pekerjaan ini adalah sebagai berikut.
1. Project Engineer 1 Personil
2. Geotechnical Engineer 1 Personil
3. Chief Surveyor 1 Personil
4. Surveyor 1 Personil
5. Geotechnical Drilling 1 team

GEOVARUNA INDONESIA, Geospatial and Ocean Engineering Services


Green Garden View 37 Bandung, 022 63735355 / +62 822 92227773
Visit us online at: www.geovaruna.com
PENAWARAN TEKNIS
SURVEI TOPOGRAFI DAN INVESTIGASI GEOTEKNIK
KOTAWARINGIN TIMUR & BARAT, KALIMANTAN TENGAH

5. JADWAL PELAKSANAAN
Jadwal pelaksanaan terhitung sejak kontrak berlaku yang ditandai dengan pembayaran
uang muka pekerjaan. Dalam penyusunan jadwal, lokasi kotawaringin timur diberi kode 1
dan lokasi kotawaringin barat dengan kode nomor 2. Berikut adalah jadwal pelaksanaan
yang direncanakan.

Project Schedule
Start Week

Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Preparation
Survey
Topography 1
Topography 2
Soil Boring 1
Soil Boring 2

Reporting
Labtest 1
Labtest 2
Reporting 1
Reporting 2
Presentation

GEOVARUNA INDONESIA, Geospatial and Ocean Engineering Services


Green Garden View 37 Bandung, 022 63735355 / +62 822 92227773
Visit us online at: www.geovaruna.com