Anda di halaman 1dari 20

Diskusi Kasus

PITIRIASIS VERSIKOLOR

Oleh:

Tiara Jannati Dewi

04054822022102

Pembimbing:

dr. Susanti Budiamal, Sp.KK, FINSDV, FAADV

BAGIAN/KSM DERMATOLOGI DAN VENEREOLOGI

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA

RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG

2020
HALAMAN PENGESAHAN

Diskusi Kasus

PITIRIASIS VERSIKOLOR

Oleh:

Tiara Jannati Dewi

04054822022102

Telah diterima dan disetujui sebagai salah satu syarat dalam mengikuti ujian
kepaniteraan klinik senior di Bagian/KSM Dermatologi dan Venereologi Fakultas
Kedokteran Universitas Sriwijaya Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin
Palembang periode 24 Februari -30 Maret 2020.

Palembang,
Maret 2020

dr. Susanti Budiamal, Sp.KK, FINSDV, FAADV


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas nikmat dan karunia-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan diskusi kasus dengan judul “Pitiriasis Versikolor”.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dr Susanti Budiamal, Sp.KK, FINSDV,
FAADV selaku pembimbing yang telah membantu dalam penyelesaian laporan kasus
ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam pengerjaan laporan kasus ini.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu,
penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun. Akhir kata semoga diskusi
kasus ini dapat berguna bagi banyak orang dan dapat digunakan sebagaimana
mestinya.

Palembang, Maret 2020

Penulis
STATUS PASIEN

I. IDENTITAS

Nama : An. A
Usia : 13 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pendidikan : SLTP
Pekerjaan : Pelajar
Status : Belum menikah
Alamat : Pondok Pesantren Subulussalam Jalan Tembok Batu
Lorong TJ
No. 05
No. Rekam Medik : 1165095

II. ANAMNESIS (Autoanamnesis dan alloanamnesis dengan bapak pasien pada 29


Februari 2020, pukul 15:53 WIB)
Keluhan utama : Bercak putih yang meluas dan bertambah banyak
pada punggung & dada
sejak 1 bulan yang lalu.
Keluhan tambahan : Gatal pada bercak putih, terutama jika berkeringat.
Riwayat perjalanan penyakit
Kisaran 1 tahun yang lalu timbul bercak putih di pipi kanan, ukuran uang
logam Rp500, gatal saat berkeringat, diberikan Kalpanax, hilang dalam kurang
lebih 4 bulan pemakaian.
Kisaran 6 bulan yang lalu, pasien mengeluhkan timbul bercak putih
beberapa buah pada dahi. Bercak putih berukuran kepala jarum pentul hingga biji
jagung. Bercak putih dirasakan gatal oleh pasien terutama jika berkeringat. Pasien
tidak berobat.
Kisaran 4 bulan yang lalu bercak putih meluas dan bertambah banyak di
leher. Sebagian bercak putih bergabung menjadi satu. Bercak putih berukuran biji
jagung hingga koin Rp 500. Bercak putih disertai gatal terutama ketika pasien
berkeringat. Pasien tidak berobat.
Kisaran 1 bulan yang lalu, bercak putih meluas dan bertambah banyak di
dada dan punggung belakang. Bercak putih disertai sisik putih halus di leher,
dada dan punggung belakang semakin bertambah luas. Kemudian timbul bercak
putih baru di lengan atas sebelah kanan. Bercak putih baru berukuran kepala
jarum pentul hingga biji jagung. Bercak dirasakan gatal saat berkeringat. Keluhan
bercak merah disertai sisik sebelum timbul bercak putih disangkal. Pasien lalu
berobat ke Poliklinik Dermatologi dan Venereologi RSUP Dr. Moh Hoesin
Palembang.
Riwayat penyakit dahulu
● Terdapat riwayat keluhan serupa di pipi kanan 1 tahun yang lalu, dan hilang
setelah diobati.
● Riwayat sesak nafas disertai mengi dan bersin di pagi hari disangkal.
● Bercak putih mati rasa sebelumnya tidak ada.
● Keluhan bercak merah disertai sisik sebelum timbul bercak putih disangkal
Riwayat penyakit keluarga
● Timbul bercak putih disertai gatal pada keluarga disangkal.
● Riwayat penyakit kulit berupa bercak putih atau merah dalam keluarga
disangkal.
● Riwayat sesak nafas disertai mengi dan bersin di pagi hari pada keluarga
disangkal.
● Bercak putih disertai keluhan kurang rasa atau mati rasa pada bercak pada
keluarga disangkal.
● Kontak lama dengan orang yang memiliki bercak putih mati rasa disertai
kelemahan tubuh disangkal.
Riwayat higienitas
● Pasien merupakan santri di pondok pesantren, sering terpapar sinar matahari
dan berkeringat.
● Pasien tidak langsung mandi setelah beraktivitas
● Pasien mengganti pakaiannya 2 hari 1x
● Pasien mandi 1x sehari
Kesan : Higienitas kurang baik.
Riwayat sosioekonomi
Pasien tinggal di pondok pesantren dengan ketiga temannya di satu kamar. Ayah
pasien bekerja sebagai tukang ojek dan Ibunya tidak bekerja. Penghasilan rata-
rata kurang dari Rp 1.500.000/bulan.
Kesan: Sosioekonomi menengah kebawah.

III. PEMERIKSAAN FISIK (29 Februari 2020, pukul 15:53 WIB)


Status generalikus
Keadaan umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : Compos mentis
Tekanan darah : 100/80 mmHg
Nadi : 88x/menit
Suhu : 36, C
o

Pernapasan : 20x/menit
Tinggi badan : 150 cm
Berat badan : 40 kg
IMT : 17,7 kg/m2 (Underweight)
Keadaan Spesifik
Kepala : Normochepali.
Mata : Konjungtiva anemis tidak ada, sklera ikterik tidak ada.
Hidung : Tidak ditemukan secret.
Telinga : Tidak ditemukan secret.
Mulut : Tidak ada cheilitis.
Tenggorokan : Faring tidak hiperemis, tonsil T -T .
1 1

Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar getah bening.


Thorax
- Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat.
Palpasi : Ictus cordis tidak teraba.
Perkusi : Batas jantung dalam batas normal.
Auskultasi : Bunyi jantung I-II normal, murmur tidak ada, gallop tidak
ada.
- Paru-paru
Inspeksi : Statis dan dinamis, kanan sama dengan kiri.
Palpasi : Stem fremitus, kanan sama dengan kiri.
Perkusi : Sonor pada seluruh lapangan paru.
Auskultasi : Suara paru vesikuler normal, ronkhi tidak ada, wheezing
tidak ada.
Abdomen
Inspeksi : Cembung.
Palpasi : Lemas, hepar dan lien tidak teraba.
Perkusi : Timpani
Auskultasi : Bising usus normal
Ekstremitas :Tidak ada hiperlinearis palmoplantar, tidak ada xerosis, akral
hangat, tidak ada edema.
KGB :Pada inspeksi dan palpasi tidak didapatkan pembesaran
kelenjar
getah bening (KGB).
Genitalia : Tidak ada kelainan.

Pemeriksaan Saraf Tepi

Pemeriksaan pembesaran saraf:

- N.aurikularis magnus dextra et sinistra : Pembesaran dan nyeri tekan


tidak ada
- N.ulnaris dextra et sinistra : Pembesaran dan nyeri tekan
tidak ada
- N.medianus dextra et sinistra : Pembesaran dan nyeri tekan
tidak ada
- N.radialis dextra et sinistra : Pembesaran dan nyeri tekan
tidak ada
- N.peroneus komunis dextra et sinistra : Pembesaran dan nyeri tekan
tidak ada
- N.tibialis posterior dextra et sinistra : Pembesaran dan nyeri tekan
tidak ada
Pemeriksaan sensoris:

- Nyeri : Tidak ada kelainan


- Suhu : Tidak dilakukan pemeriksaan
- Raba : Tidak ada kelainan

Pemeriksaan motoris:

- N. medianus : kekuatan otot ibu jari baik


- N. ulnaris : kekuatan otot kelingking jari
baik
- N. radialis : kekuatan otot pergelangan
tangan baik
- N. peroneus communis : kekuatan otot pergelangan kaki
baik

Status Dermatologikus
Regio Frontalis
Makula-patch hipopigmentasi, miliar-lentikular, diskret, permukaan ditutupi
skuama putih, halus, kering, selapis.
Gambar 1. Lesi pada regio frontalis

Regio Colli Posterior


Makula-patch hipopigmentasi, non homogen, miliar-lentikular, diskret sebagian
konfluen, permukaan ditutupi skuama putih, halus, kering, selapis.

Regio Trunkus Posterior


Makula-patch hipopigmentasi, multipel, miliar-numular, diskret sebagian
konfluen, permukaan ditutupi skuama putih, halus, kering, selapis.

A B

Gambar 2. Lesi pada regio Colli Posterior & Trunkus Posterior


Gambar 3. Lesi pada regio Trunkus Posterior
Regio Colli Anterior & Thorax Anterior
Makula-patch hipopigmentasi, non homogen, multipel, miliar-numular, diskret
sebagian konfluen, permukaan ditutupi skuama putih, halus, kering, selapis.

Gambar 4. Lesi pada regio Colli Anterior & Thorax Anterior


Regio Retroauricular Sinistra

Makula-patch hipopigmentasi, non homogen, multipel, miliar-numular, diskret


sebagian konfluen, permukaan ditutupi skuama putih, halus, kering, selapis.

Gambar 5. Lesi pada regio Retroauricular Sinistra


Regio Colli Lateralis Dextra dan Zygomatical Dextra

Makula-patch hipopigmentasi, non homogen, multipel, miliar-numular, diskret


sebagian konfluen, permukaan ditutupi skuama putih, halus, kering, selapis.

Gambar 6. Lesi pada regio Colli Lateralis Dextra & Zygomatical Dextra
Regio Deltoidea Dextra

Makula-patch hipopigmentasi, non homogen, multipel, miliar-lentikular, diskret


sebagian konfluen, permukaan ditutupi skuama putih, halus, kering, selapis.

Gambar 7. Lesi pada regio Deltoidea Dextra

Pemeriksaan Dermatologi Manual

Stretch test

Dilakukan peregangan pada bercak putih di Regio trunkus posterior dan regio
colli lateralis dextra, menggunakan ibu jari dan jari telunjuk, didapatkan skuama
putih, halus, kering, dan selapis.

Hasil: Stretch test positif

Scratch test

Dilakukan penggoresan bercak putih di Regio trunkus posterior dan regio colli
lateralis dextra menggunakan kaca objek, didapatkan skuama putih, halus,
kering, seperti bubuk.

Hasil: Scratch test positif


IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG

● Pemeriksaan Lampu Wood


Dilakukan pemeriksaan lesi patch hiopigmentasi di regio retroauricular sinistra
dengan menggunakan lampu Wood dalam ruangan gelap.
Hasil: didapatkan fluoresensi kuning keemasan pada lesi.

Gambar 8. Hasil pemeriksaan lampu wood pada lesi hipopigmentasi di regio retroauricular sinistra

• Pemeriksaan Spesimen Kerokan Kulit dengan KOH 10%

Dilakukan pengerokan kulit pada tepi plak di lesi patch hipopigmentasi di


regio trunkus posterior kemudian dilakukan penambahan larutan KOH 10% dan
diamati menggunakan mikroskop pembesaran objektif 40x.
Hasil: ditemukan hifa pendek bersepta dan spora berkelompok yang memberikan

gambaran “spaghetti and meatball”.


Spaghetti and
meatball

Gambar 9. Hasil pemeriksaan kerokan kulit di regio trunkus posterior dengan penambahan
larutan KOH 10% di bawah mikroskop dengan perbesaran objektif 40x.

VI. RESUME

An A, laki-laki, 13 tahun, dengan keluhan utama bercak putih di dada dan


pungggung yang bertambah banyak sejak 1 bulan lalu. Kisaran 6 bulan yang lalu,
timbul makula hipopigmentasi multipel, miliar-lentikular di regio frontalis.
Kisaran 4 bulan lalu, makula hipopigmentasi di regio colli & retroauricularis
bertambah banyak dan membesar menjadi makula-patch hipopigmentasi multipel,
ukuran lentikular sampai numular, ditutupi skuama putih, halus, kering, selapis.
Terasa pruritus saat berkeringat. Kemudian 1 bulan yang lalu timbul makula
hipopigmentasi yang baru di regio thorax anterior, trunkus posterior & deltoidea
dextra, lentikuler-numuler, multipel, diskret, dan pruritus saat berkeringat. Pasien
berobat ke Poliklinik Dermatologi dan Venereologi RSUP dr. Moh. Hoesin
Palembang.
Pada pemeriksaan fisik, status generalikus dan keadaan spesifik dalam batas
normal. Pada status dermatologikus Regio retroauricular sinistra tampak
makula-patch hipopigmentasi, non homogen, multipel, miliar-numular, diskret
sebagian konfluen, permukaan ditutupi skuama putih, halus, kering, selapis. Hasil
stretch test dan scratch test positif. Pada pemeriksaan spesimen kerokan kulit di
Regio trunkus posterior dan regio colli lateralis dextra. Pada pemeriksaan
Lampu Wood di daerah lesi hipopigmentasi didapatkan fluoresensi berwara
kuning keemasan. Pemeriksaan dengan specimen kerokan kulit pada regio
trunkus posterior dengan penambahan larutan KOH 10% ditemukan gambaran
hifa pendek bersepta dan spora (Spaghetti and Meatballs).
VII. DIAGNOSIS BANDING

- Pitriasis Versikolor
- Pitriasis Alba
- Morbus Hansen
VIII. DIAGNOSIS KERJA

Pitiriasis Versikolor

IX. PENATALAKSANAAN

Umum
● Menjelaskan kepada pasien bahwa penyakit disebabkan oleh infeksi jamur.
● Menjelaskan kepada pasien untuk mencuci muka setelah pulang bekerja atau
melakukan aktivitas yang berkeringat.
● Menjaga agar kulit tetap kering.
● Hindari penggunaan handuk atau pakaian bersama dengan orang lain.
● Menjelaskan kepada pasien untuk menjaga kebersihan diri dengan mandi 2x
sehari.
● Menyarankan kepada pasien untuk rutin mengganti pakaian jika pakaian
lembab karena keringat terutama setelah beraktivitas atau menggunakan
pakaian yang berbahan menyerap keringat dan tidak ketat.
● Menjelaskan kepada pasien bahwa bercak putih akan hilang secara bertahap
dalam waktu yang lama bahkan sampai setelah sembuh.
● Menjelaskan kepada pasien cara pemakaian obat yang benar.
Khusus
Topikal:
• Krim ketokonazol 2% tiap 12 jam (2x sehari) selama 3-4 minggu .
Sistemik
• Tab cetirizine 10 mg / 24 jam PO.

X. PROGNOSIS
Quo Ad vitam : Bonam
Quo Ad functionam : Bonam
Quo Ad sanationam : Dubia ad bonam