Anda di halaman 1dari 17

 LAPORAN CRITICAL BOOK REPORT

(DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH)


DOSEN PENGAMPU : Dra Risma, M.Pd

DISUSUN OLEH :

NAMA MAHASISWA : ALVIONITA SURBAKTI


NIM : 1171111003
KELAS : A – REGULER 2017
MATA KULIAH : PENGEMBANGAN BAHAN AJAR & MEDIA IPS SD

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah banyak
memberikan beribu-ribu nikmat kepada kita umatnya. Rahmat beserta salam semoga tetap
tercurahkan kepada junjungan kita, pemimpin akhir zaman yang sangat dipanuti oleh
pengikutnya yakni Nabi Muhammad SAW.   “ Pengembangan Bahan ajar dan Media
IPS SD ” ini sengaja di bahas karena sangat penting untuk kita khususnya sebagai anak
yang ingin lebih mengenal lebih dalam lagi cara belajarnya dan medianya.
Selanjutnya, penyusun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah
memberikan pengarahan-pengarahan sehingga penyusun dapat menyelesaikan CBR ini
dengan tepat waktu. Tidak lupa juga kepada Bapak/Ibu dosen dan teman-teman yang lain
untuk memberikan sarannya kepada penyusun agar penyusunan CBR ini lebih baik lagi.
Demikian, semoga ini bermanfaat khususnya bagi penyusun dan umumnya semua yang
membacanya.

Medan, Maret 2020

Penyusun

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................................ii
BAB I. PENDAHULUAN......................................................................................................1
A. Rasionalisasi Pentingnya CBR..............................................................................1
B. Tujuan Penulisan CBR..........................................................................................1
C. Manfaat Penulisan CBR........................................................................................1
D. Identitas buku .......................................................................................................2
BAB II RINGKASAN ISI BUKU..........................................................................................3
1. Konsep dasar bahan ajar .......................................................................................3
2. Kurikulum tingkat satuan nasional........................................................................3
3. Analisis instruksional.............................................................................................5
4. Penulisan indicator pembelajaran..........................................................................5
5. Perkembangan strategi instruksional.....................................................................6
6. mengenai tes acuan patokan..................................................................................7
7. perkembangan silabus berbasis kopetensi.............................................................7
8. perkembangan rancangan pelaksana pembelajaran...............................................9
9. Evaluasi formatif dan sumatif..............................................................................10
BAB III. PEMBAHASAN....................................................................................................11
A. Kelebihan.............................................................................................................11
B. Kekurangan .........................................................................................................11
BAB IV. PENUTUP..............................................................................................................12
A. Kesimpulan..........................................................................................................12
B. Saran....................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................14

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi Pentingya CBR


Sering kali kita bingung memilih buku referensi untuk kita baca dan pahami.
Terkadang kita memil ih s atu buku,namun kurang memuaskan hati kita. Misalnya
dari segi analisis bahasa, pembahasan tentang pengembanganbaham ajar berbasis
kopetisi, oleh karena itu, penulis membuat critical b o o k r e p o r t i n i u n t u k
m e m p e r m u d a h p e m b a c a d a l a m m e m i l i h referensi, terkhusus pada pokok bahasa
tentang media pembelajaran.

B. Tujuan Penulisan CBR


1. Mengulas isi sebuah buku
2. Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam buku
3. Melatih diri untuk berfikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan oleh setiap
bab dari isi buku
4. Mengkritisi satu topik materi kuliah pengembahan bahan ajar dan media IPA SD di satu
buku.
5. Membandingkan isi buku utama dengan buku pembandingnya.

C. Manfaat Penulisan CBR


1. Untuk menambah wawasan tentang pengembangan bahan ajar.
2. Untuk mengetahui cakupan beberapa akad yang terdapat dalam mata kuliah
pengemangan bahan ajar dan media IPA SD.
3. Untuk mengetahui pembelajaran pengembangan bahan ajar dan media IPA SD.

1
D. Identitas buku
a. Identita buku utama
Cover buku

Judul buku : Pengembangan Bahan Ajar


Berbasis Kompetensi Sesuai Dengan KTSP
Edisi : Pertama
Pengarang : Ika lestari, S.Pd, M.Si
Penerbit : Akademia Permata
Kota terbit : Padang
Tahun Terbit : 2013
ISBN : 602-8381-36-5
Tebal buku : 132 halaman

b. Identitas buku pembanding


Cover buku

Judul buku : Pengembangan Bahan Ajar


Edisi : Pertama
Pengarang : benny agus pribadi dkk
Penerbit : universitas terbuka
Kota terbit : jakarta
Tahun Terbit : 2019
ISBN : 978-602-392-662-6
Tebal buku : 290 halaman

2
BAB II
RINGKASAN BUKU

Ø BAB I : MENGENAI KONSEP DASAR BAHAN AJAR


Pada bab pertama dalam buku “ Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kompetensi” ini
diawali dengan pembahasan mengenai konsep dasar bahan ajar.
Belajar merupakan seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi
pembelajaran, metode, batasan batasan dan cara mengevaluasi denan sistematis dalam rangka
mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam hal ini kemampuan uru dalam merancang ataupun
menyususn bahan ajar menjadi hal yang sangat berperan dalam menentukan keberhasilan
belajar.
Berikut karakteristik bahan ajar yang menjadi pembahasan dalam bab ini diantaranya:
1. Self Instructional = yaitu bahan ajar yang dapat membuat siswa mampu membelajarkan
diri sendiri denan bahan ajar yang dikembangkan.
2. Self contained = yaitu seluruh materi pembelajarn ada dalam satu unit kompetens
3. Stand alone = yaitu bahan ajar yang dikembangkan tidak tergantung kepada bahan ajar
lain
4. Adaptive = yaitu bahan ajar hendaknya memiliki adaptif yang tinggi terhadap
perkembangan ilmu dan teknologi
5. User friendly = yaitu setiap bahan ajar yang dipaparkan bersifat membantukepada
pemakainya.
Fungsi bahan ajar
Pada bab ini dipaparkan bahan ajar memilki fungsi bagi guru yaitu untuk
mengarahkan semua aktivitas proses pembelajaran sekaligus merupakan substansi
kompetensi yang seharusnya diajarkan pada siswa
Berdasarkan strategi pembelajaran yan digunakan fungsi bahan ajar dapat dibedakan menjadi:
fungsi dalam pembelajaran klasikal, pembelajaran individual dan pembelajaran kelompok.

Ø  BAB 2 : MENGENAI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)


Pembahasan sellanjutnya pada buku ini yaitu mengenai (KTSP).
Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun
dan dilaksanakan oleh masing masing satuan pendidikan.
KTSP disusun dan dikembangkan berdasarkan Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1), dan 2) sebagai berikut :

3
1. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional
pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 
2. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip
diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.
Berikut terdapat 6 komponen KTSP diantaranya:
1. Visi dan Misi Satuan Pendidikan, mengembangkan visinya, kepala sekolah harus
mampu mendayagunakan kekuatan-kekuatan yang relevan bagi kegiatan internal
sekolah
2. Tujuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Dalam pengembangan KTSP, satuan
pendidikan harap mampu menyusun program peningkatan umum yang mencakup
tujuan, sasaran dan target yang akan dicapai untuk program jangka pendek maupun
jangka panjang
3. Menyusun Kalender Pendidikan, Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu
kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan
mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajan efektif
dan hari libur.
4. Struktur Muatan KTSP, Struktur muatan KTSP mencakup mata pelajaran, muatan
lokal, kegiatan pengembangan diri, pengaturan beban belajar, kenaikan kelas,
penjurusan dan kelulusan, pendidikan kecakapan hidup, pendidikan berbasis
keunggulan lokal dan global.
5. Silabus, Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelornpok
mata   pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompeten. dasar,
materi pokok/pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan
sumber/bahan/alat belajar
6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), RPP adalah rencana yang
menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu
kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus.

4
Ø BAB 3 : MENGENAI ANALISI INSTRUKSIONAL
Analisis instruksional merupakan proses penjabaran perilaku umum menjadi perilaku
khusus yang tersusun secara logis dan sistematis. Hasil dari analisi instruksional ini adalah
kompetensi khususu yang tersusun dari potensi yang sederhana sampai yang sulit dan
kompleks.Analisis instruksional ini dilakukan untuk mencapai sebuah kmpetensi akhir
melalui beberapa kompetensi khusus dengan memasukkan batas kompetensi yang diberikan
pada siswa.
Ada bebera struktur perilaku dianataranya:
1. Struktur hierarki
2. Struktur prosedural
3. Struktur pengelomokkan
4. Struktur kombinasi

Identifikasi Perilaku dan Karakteristik Awal Siswa


Tujuan untuk mengetahui karakteristik siswa yaitu untuk mengukur apakah siswa
akan mampu mencapai tujuan belajarnya atau tidak, sampai dimana minat siswa terhadap
pelajaran yang akan dipelajari.
Bagi seeorang guru tidaklah terlau sulit dalam menentukan perilaku apa saj ayang
perlu dikuasai oleh siswa karena semuanya karena semuanya sudah tercantum di dalam
kurikulum pemerintah. Setelah diketahui teknik yang dilakukan barulah dibuat sebuah garis
batas antara perilaku yang sudah diketahui oleh siswa dengan kompetensi yang belum
diketahui oleh siswa.

Ø BAB 4 : MENGENAI PENULISAN INDIKATOR PEMBELAJARAN


Dalam bab penulisan indikator pembelajaran ini, terdapat didalam nya pembahasan
mengenai desain pembelajaran, yang dibedakan antara tujuan pembelajaran umum atau
disebut Tujuan Instruksional Umum ( TIU) dengan Tujuan Instruksional Khusus ( TIK).
Tujuan kurikulum ( standart kompetensi mata pelajaran) adalah tujuan yan harus
dicapai oleh setiap bidang studi atau mata pelajaran. Tujuan kurikuler dapat didefinisiskan
sebagai kualifikasi yang harus dimiliki oleh anak didik setelah mereka menyelesaikan suatu
bidang studi tertentu dalam suatu lembaa pendidikan.Standar kompetensi sebagai tujuan
kurikuler dijabarkan menjadi beberpa kompetensi dasar tergantung pada kompleksitas dan
ruang linkup mata pelajaran.

5
Taksonomi tujuan istruksional menurut bloom :
Bloom (1977) membagi tujuan istruksional menjadi tiga kawasan yaitu kognitif,
afektif dan psikomotorik. Domain atau kawasan konitif adalah tujuan pembelajaran yang
berhubungan dengan kemampuan intelektual atau kemampuan berfikir seperti kemampuan
meningat atau kemampuan memecahkan masalah.
Perumusan Indikator Pembelajaran   
Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh
perubahan perilaku yang dapat diukur untuk mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Indikator yan digunakan sebagai penyusun alat penilaian diantaranya:
1. Sesuai tingkat perkembanan berfikir siswa
2. Berkaitan denan standar kompetensi dan kompetensi dasar
3. Memperhatikan aspek manfaat dalam kehidupan sehari hari
4. Harus dapat menunjukkan pencapaian hasil belajar siswa secara utuh
5. Memperhatikan sumber sumber belajar yang relevan
6. Dapat diukur/ dapat dikuantifikasi
7. Memperhatikan ketercapaian standart lulusan secara nasional
8. Tidak mengandung pengertian ganda

Ø BAB 5: MENGENAI PERKEMBANGAN STRATEGI INSTRUKSIONAL


Dapat kita ambil kesimpulan bahwa stretegi instruksional otu merupakan rencaana
kegiatan atau rangkaian tindakan yang melibatkan penggunaan metode pembelajaran dan
pemanfaatan berbagai sumber daya disekitar lingkungan siswa, misalnya media pembelajaran
yang kesemuanya mengarah pada tercapainya.
Jenis Jenis Strategi Pembelajaran
1. Strategi Pembelajaran Ekspositori
Startegi pempelajaran ekspositori adalah dtrategi pembelajaran yang menekankan pada
proses penyampaian materi secara verbal dari seseorang guru kepada sekelompok siswa
dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal.
2. Strategi Pembelajaran Inkuiri
Strategi pembelajaran inkuiri menekankan pada proses mencari dan menemukan  Materi
pelajaran tidak diberikan secara langsung. Para siswa dalam strategi ini adalah mencari dan
menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan
pembimbing siswa dalam belajar.

6
3. Stragi Pembelajaran Komtekstual
Strategi pembelajaran kontekstual menekankan pada proses keterlibatan siswa secara
penuh untuk dapat menemukan materi yan dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi
kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan
meraka.

Ø  BAB 6 : MENGENAI TES ACUAN PATOKAN

1. Pengertian tes acuan patokan


Penilaian menggunakan tes acuan patokan ini dilakukan untuk menilai penguasaan
terhadap materi pembelajaran sesuai dengan pelaku yang diharapkan dalam tujuan
instruksonal khusus.Dalam tes acuan patokan peranan tujuan instruksonal khusus yang berisi
rumusan perilaku yan diinginkan dikuasai peserta didik menjadi unsur penting sebagai dasar
dan acuan tes.
2. Pengertian tes acuan norma
Tes acuan norma dimaksudkan untuk membandingkan hasil belajar peserta didik dengan
hasil belajar peserta didik lainnya dalam satu kelompok. Tes acuan norma ini dapat
menimbulkan ketidakadilan dikarenakan bagi peserta didik yang berada pada kelompok yang
pandai maka haruslah baginya untuk juga memperoleh nilai yang tinggi agar lulus karena
akan semakin tinggi pula batas kriteria kelulusan yang ada pada kelompok tersebut.
Penggunaa Tes Acuan Patokan
Tes acuan patokan bisa digunakan bila pendidik menggunakan tes sebagai berikut:
 Tes prasyarat
 Tes awal (pretest)
 Tes akhir ( posttest)
 Tes pengkur kemajuan

Ø BAB 7 : MENGENAI PENGEMBANAGAN SILABUS BERBASIS KOMPETENSI


Silabus merupakan pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran / tema
tertentu yan mencakup standar ko,petensi, kompetensi dasar, materi pokok pembelajaran,
kegiatan pembelajaran, indikator, penilain , alokasi waktu, dan sumber bahan belajar.
Dalam penyusunanya, silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi
waktu yang disediaka persmester, pertahun dan alokasi waktu mata pelajaran lain
sekelompok untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendiddikan di tingkat satuan

7
pendididkan.Bagi pihak yang bertugas mengembangkan silabus maka ada beberapa hal yang
dapat dilakukan  yaitu:
1. Menganalisis kurikulum seperti standart kompetensi, kompetensi dasar untuk
dijabarkan ke dalam kegiatan pembelajaran, materi pokok, indikator kompetensi dan
penilaian.
2. Menyususn Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP) di mana di dalamnya terdapat
pengembangan strategi pembelajaran, media, dan metode pembelajaran.
Prosedur pengembangan silabus
Berikut langkah langkah pengembangan silabus:
1. Mengisi kolom identitas
2. Mengkaji dan menganalisis standar kompetensi
3. Mengkaji dan menentukan kompetensi dasar
4. Mengidentififkasi materi standar
5. Menembangkan pengalaman belajar ( standar proses)
6. Merumuskan indikator pencapaian kompetensi
7. Menentukan jenis penilaian
8. Alokasi waktu
9. Menentukan sumber belajar

Mekanisme pengembangan silabus


Berikut ini adalah mekanisme pengembangan silabus:
1. Mengkaji dan menentukan standar kompetensi
2. Mengkaji dan menentykan kompetensi dasar
3. Merumuskan indikator pencapaian kompetensi
4. Mengidentifikasi materi pokok atau pembelajaran
5. Mengembangkan kegiatan pembelajaran
6. Menentukan jenis penilaian
7. Menentukan alokasi waktu
8. Menentukan sumber belajar

8
Ø BAB 8 : MENGENAI PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) skenario pembelajaran yang bersifat
operasional praktis, bukan semata mata persyaratan administratif. Oleh karena itu
pengembangan RPP perlu memperhatikan faktor faktor yang mempengaruhi proses
pelaksanaan pembelajaran seperti ketersediaan waktu dan sebagainya.
Komponen RPP. Berikut ini adalah komponen dari RPP:
1. Identitas mata pelajaran
2. Standar kompetensi
3. Kompetensi dasar
4. Indikator pencapaian kompetensi
5. Tujuan pembelajaran
Menurut Mager ( dalam uno 2009: 40) tujuan pembelajaran sebaiknya mencakup 3
elemen utama yakni:
1. Menyatakan apa yang seharusnya dapat dikerjakan siswa selama belajar dan
kemampuan apa yan sebaiknya dikuasainya pada akhir pelajaran
2. Perlu dinyatakan kondisi dan hambatan yang ada pada saat mendemonstrasikan
perilaku tersebut
3. Perlu ada petunjuk yang jelas tentang standar penampilan minimum yang dapat
diterima.
Pengembangan bahan ajar
Setelah disusun silabus selanjutnya menyusun bahan ajarnya.Diharapkan bahan ajar
disusun secara mandiri dipelajari oleh siswa tanpa bergantung pada kehadiran seorang guru.
Kondisi lain yang mendukung pentingnya bahan ajar yan relevan dengan kebutuhan siswa
adalah kenyataan bahwa siswa berasal dari kelompok masyarakat yang memiliki
keanekaraaman sosial budaya, aspirasi politik, dan kondisi ekonomi yang tersendiri pula.
Manfaat dari pengunaan bahan ajar sangat penting salah satunya adalah menatasi
keterbatasan frekuensi tatap muka antara siswa dengan guru.Dengan adanya bahan ajar
tersebut siswa dapat belajar secara mandiri dan tidak terlalu mengantungkan belajardari
catatan saja maupun dari guru.

9
Ø BAB 9 : MENGENAI EVALUASI FORMATIF DAN SUMATIF
Evaluasi formatif dapat didefinisikan sebagai proses menyediakan dan menggunakan
infomasi untuk dijadikan dasar pengambilan keputrusan dalam rangkameningkatkan kualitas
produk atau atau program instruksional ( suparman 2010: 276)Fungsi formatif suatu evaluasi
hanya dapat dilaksanakan etika evaluasi itu berkenaan dengan proses dan bukan berfokus
pada hasil.
Empat Tahap Evaluasi Formatifsiswa tersebut
1. Reviu= oleh ahli bidang studi luar pengembang instruksional penting artinya untuk
mempermudah pendapat orang lain, sesama ahli dalam bidang studi, khususnya tentan
keteptan isi atau materi produk tersebut.
2. Evaluasi satu satunya dilakukan antara penembang instruksional dengan dua atau tiga
siswa secara individual. Ketiga siswa tersebut berasal dari yang memiliki kemampuan
sedang, diatas sedang dan dibawah sedang.
3. Setelah direvisi berdasarkan masukan evaluasi satu satu, produk instruksional tersebut
dievaluasi lai dengan menggunakan sekelompok kecil siswa yang terdiri dari 8-12
orang siswa. Kelompok kecil ini harus representatif untuk mewakili populasi sasaran
yang sebenarnya.

           

10
BAB III
PEMBAHASAN

KelebihanBuku utama:
1. Cakupan pembahasan pada buku ini lebih mendalam tidak hanya membahas secara
umum namun secara khusus terkait materi kurikulum yang sedang dipelajari
2. Bahasa yang digunakan pada buku ini sangat ringan sehingga mudah dimengerti oleh
pembaca
3. Terdapatnya glossarium pada buku ini
4. Materi yang dijelaskan lebih spesifik

Kekurangan buku utama :


1. Sampul buku terkesan tidak menarik dan terlihat suram
2. Tidak adanya ringkasan pada setiap bab nya
3. Tidak adanya profil penulis

Kelebihan buku pembanding :


1. Susunan isi bacaan buku yang sudah tertata dengan rapi dan bagus sehingga pembaca
mudah untuk memahami dari isi bacaan buku tersebut.
2. Terdapat berbagai bentuk contoh soal maupun rangkuman dari isi bacaan buku
tersebut.

Kekurangan buku pembanding :


1. Sampul buku yang sudah begitu kurang bagus sehingga mengurangi minat baca bagi
orang lain.
2. Tidak terdapat biografi penulis dari buku tersebut.

11
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Buku menjabarkan mengenai bagaimana pelaksanaan kurikulum dan hal hal yang
berkaitan dengan kurikulum lainnya.Mentelaah mengenai hal hal yang berkaitan denan
kurikulum tentu nya menjadi suatu hal yang harus diketahui terutama pada mahasiswa
jurusan kependidikan.
Dengan melakukan analisis terhadap kedua buku tersebut ternyata banyak hal yang
perlu diketahui lagi dan perlu diperdalam mengenai apa itu kurikulum yan sebenarnya. Hal
hal seperti cara pengembangan kurikulum, definisi kurikulum, prinsip pengembangan
kurikulum dan banyak lagi tentunya memiliki beberapa aspek aspek yang harus diketahui
bagi mahasiswa kependidikan.
Dengan adanya critical book review ini tentunya akan menambahkan ilmu yang lebih
terhadap mahasiswa, karena dalam crirical book review ini tentunya telah mengupas habis
kedua isi buku tersebut serta melihat perbandingan dari kedua sudut pandang beberapa
pengarang. Untuk itu dalam critical book review ini bisa dijadikan acuan dan pedoman
kedepannya untuk mendalami lagi mengenai kurikulum pembelajaran.

B. SARAN
Sebagai pembaca tentunya akan mencari ilmu dari suatu melalui bahan bacaan.  Buku
yang dikatatan bermanfaat apabila pembaca bisa memahami dan mengambil pembelajaran
tentang apa yang ditulis oleh penulis ke dalam bukunya.Oleh karena itu, buku yang dibaca
haruslah memiliki nilai serta pemikiran pimikiran kritis penulis nya, sehingga pembaca tidak
hanya mendapatkan materi tetapi juga bisa membandingkan dan menganalis bahan bacaan
yang dibacanya
Dalam kedua buku yang dijadikan critical book review ini, kedua buku tersebut
sangat bagus sangat memberikan pengetahuan bagi para pembacanya.Penjabarannya pun
sangat jelas dengan bahasa yang mudah dimengerti pula.Namun tentunya ada kekurangan
kekurangan yang akan tampak ketika membandingkan kedua atau beberapa buku. Seperti apa
buku pertama yaitu buku “ Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kompeteni” sering
ditemukan pengulanan pengulangan pembahasan yang menjadikan pembaca bosan terhadap
isi bacaanya. Serta buku kedua denga tampilan yang tidak menarik menurut penulis.

12
Jadi diharapkan kedepannya agar dapat menciptakan buku buku yang inspiratif dan
mendapatkan hati dikalangan pembacanya. Serta buku yang tentunya sesuai dengan era dan
zaman yang semakin maju, agar buku ang dibaca tersebut tidak kalah dengan mordenisasi
zaman .

13
REFERENSI

Ika lestari, S.Pd, M,Pd, 2013. Bahan Ajar Berbasis Kompetensi Sesuai Dengan KTSP .
padang :Akademia Permata.
Benny agus pribadi, dkk. 2019. Pengembangan bahan ajar. Jakarta :universitas tebuka

14