Anda di halaman 1dari 1

Definisi Hiperemesis Gravidarum

Fikri :

Nugi : hyper berarti berlebih, emesis berarti muntah. Batasan waktu, yaitu di trimester I, tidak
disebabkan hal lain selain kehamilan. Disebut HEG jika penurunan berat badan kurang dari 5%.

Arum : hyperemesis terjadi pada usia kehamilan kurang dari 16 minggu, hingga terjadi keadaan patologis
misalnya gangguan elektrolit. Frekuensi HEG dipengaruhi IMT, jika IMT normal, dikatakan HEG jika
frekuensi muntah > 10 kali, namun jika IMT kurang, dikatakan HEG jika frekuensi > 5 kali.

Elvan : HEGF berlangsung mulai 6-10 minggu, hingga mengganggu aktivitas karena komplikasi seperti
dehidrasi.

Imin : etiologi HEG disebabkan peningkatan hCG dari usia 12 minggu hingga diakhir trimester I.
Fekruensi > 10 kali/hari.

Lathifah : kriteria HEG jika penurunan BB minimal 5%.

Supak : definisi HEG menurut ACOG yaitu mual muntah dalam kehamilan yang telah disingkirkan
penyebab lainnya dan menimbulkan suatu komplikasi, seperti : ketonuria, electrolyte imbalance, dan
acid-based disturbance, dan weight loss > 5 %. Menurut RCOG, terdapat triad HEG yaitu penurunan
berat badan > 5%, dehidrasi, dan gangguan keseimbangan elektrolit.

Etiologi

Nugi : hormonal, fisik, dan psikologis. Hormonal : peningkatan estrogen, progesterone, bhCG 
relaksasi otot polos  pemanjangan waktu pengosongan lambung

Fikri : faktor fisik seperti perkembangan uterus mendesak organ gastrointestinal, pelemahan tonus
esophageal  refluks. ketidakseimbangan hormonal  peristaltic saluran cerna menurun 
perlambatan pengosongan di saluran cerna.

Supak : terdapat teori imunologi, yaitu pengaruh Cell free fetal DNA, yaitu jika imunitas ibu menurun,
trofoblas akan menginvasi uterus secara agresif dengan mediasi dari Natural Killer Cell dan Cytotoxic T-
Cell. Hal ini akan meningkatkan kadar Cell free fetal DNA yang berdampak pada gejala mual dan muntah.

Learning Objective :

1. Apakah setiap peningkatan βhCG, estrogen, dan progesterone meingkat selalu menyebabka n
hyperemesis gravidarum?
2. Bagaimana tahapan penegakkan diagnosis HEG dan membedakannya dengan diagnosis
bandingnya?
3. Bagaimana interpretasi klasifikasi HEG, terutama dengan menggunakan PUQE?
4. Bagaimana tatalaksana HEG?