Anda di halaman 1dari 41

Second edition

Fakultas Ilmu Keperawatan


Universitas Islam Sultan Agung

MODUL
SMALL GROUP DISCUSSION
SEMESTER III
PRODI S1 KEPERAWATAN

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung


Alamat: JL. Raya Kaligawe Km. 4 Semarang 50112 PO Box 1054/SM
Telepon. (024) 6583584
Facsimile: (024) 6594366

Page
1
Buku Modul

Copyright @ by Faculty of Nursing, Islamic Sultan Agung University.


Printed in Semarang
Second printed : September 2017
Preparedd by: Medical Surgical Nursing Departmen, Psychiatric Nursing
Departmen, Nursing Management Departmen, Nursing Community Departmen
Published by Faculty of Nursing, Islamic Sultan Agung University
All right reserved

This publication is protected by Copyright law and permission should be obtained


from publisher prior to any prohibited reproduction, storage in a retrieval system, or
transmission in any form by any means, electronic, mechanical, photocopying, and
recording or likewise

TIM MODUL
Departement Keperawatan Medikal Bedah

Page 2
Departemen Keperawatan Jiwa
Departemen Manajemen Keperawatan
Departemen Keperawatan Komunitas
Fakultas Ilmu Keperawatan Unissula

Ns. Indra Tri Astuti, M.Kep., Sp.Kep.An


Ns. Dyah Wiji Puspita Sari, M.Kep.
Ns. Tutik Rahayu, M.Kep., Sp.Kep.Mat
Ns. Ahmad Ikhlasul Amal, MAN
Ns. Dwi Heppy Rochmawati, M.Kep., Sp.Kep.J
Ns. Moch. Aspihan, M.Kep., Sp.Kep.Kom

Kontributor

Core Dicipline:

Page 3
A. Keperawatan Medikal Bedah
B. Keperawatan Jiwa
C. Manajemen Keperawatan
D. Keperawatan Komunitas
Suplementary dicipline:
1. Ilmu anatomi dan fisiologi
2. Patofisiologi
3. Ilmu Gizi
4. Agama Islam
5. Ilmu Farmakologi
6. Patologi anatomi
7. Patologi klinik
8. Kesehatan kerja
9. Kesehatan jiwa
10. Psikologi

Kata Pengantar
Bismillahirrohmanirrohim

Page 4
Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji bagi Allah SWT, Rob seluruh alam
yang telah memberikan karunia kepada kami hingga sekalipun dalam waktu yang
lama kami dapat menyelesaikan Modul Small Group Discusion (SGD) semester III.
Modul ini terdiri dari delapan (8) LBM dimana blok ini akan membahas
tentang diagnosis dan intervensi keperawatan pada pasien dewasa pada system
cardiovaskuler dan pernafasan, keperawatan jiwa meliputi halusinasi, gangguan
konsep diri, distress spiritual, penyalahgunaan NAPZA, keselematan pasien dan
keselamatan kerja.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan Buku
Modul ini. Oleh karena itu, saran-saran baik dari tutor maupun dari mahasiswa akan
kami terima dengan terbuka.
Semoga Allah menjadikan modul ini bermanfaat bagi mahasiswa. Karena
sesungguhnya Allah Maha Berkuasa untuk melakukan semua itu dan
mengabulkannya. Taufiq dan hidayah hanyalah bersumber dari-Nya.

Jazakumullhahi khoiro jaza’

Tim Penyusun Modul

Page 5
DAFTAR ISI

Kata pengantar...................................................................................................... 5
Daftar Isi................................................................................................................. 6
Learning outcome................................................................................................. 7
Topik....................................................................................................................... 8
Topik Tree.............................................................................................................. 8
Assessment............................................................................................................. 9
Sumber Belajar....................................................................................................... 11
LBM 1: Aduh Kepala ku Pening, Leherku Terasa Kaku 12
LBM 2 : Astagfirullah, Sesak Sekali Nafasku
LBM 3 : Duuhh.. insiden keselamatan pasien di RSku cukup 17
tinggi!!!
LBM 4 : Gawat nih, keselamatan pasienku terancam !!! 24
LBM 5 : Nyeri lagi, nyeri lagi punggungku 28
LBM 6 : Survey.....membuktikan.....!!! 30
LBM 7 : Oh tubuhku.....? 31
LBM 8 : ingin kuakhiri saja....... 36

Unit Kompetensi Modul

A. KMB I

Page 6
1. Mampu memberikan asuhan keperawatan pada pasien dewasa dengan
gangguan system tubuh (kardiovaskuler dan pernafasan) secara
komprehensif
2. Mampu berkomunikasi secara efektif dalam memberikan asuhan
keperawatan pada pasien dewasa
3. Mampu mengkolaborasikan pelayanan kesehatan
4. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai
sumber-sumber etnik, agama atau faktor lain dari setiap pasien yang
unik
B. Keselamatan Pasien dan Keselamatan Kerja Dalam Keperawatan
1. Mampu menjelaskan konsep mutu pelayanan kesehatan, manajemen
keselamatan pasien, ergonomi kerja dan surveilance
2. Mampu memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan
memperhatikan keselamatan pasien dan keselamatan kerja bagi
perawat
3. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai
sumber-sumber etnik, agama atau faktor lain dari setiap pasien yang
unik
C. Keperawatan Jiwa
1. Mampu berkomunikasi secara efektif dalam memberikan asuhan
keperawatan
2. Mampu memberikan pendidikan kesehatan kepada klien sebagai
upaya pencegahan primer, skunder dan tersier
3. Mampu menerapkan pengetahuan, kerangka etik, dan legal dalam
sistem kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan
4. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai
sumber-sumber etnik, agama atau faktor lain dari setiap pasien yang
unik
5. Mampu menjamin kualitas asuhan holistik secara kontinyu dan
konsisten
6. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan
masalah klien
7. Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas
berkesinambungan dalam praktik

Page 7
8. Mampu mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan sesuai
standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif, sehingga
pelayanan yang diberikan efektif dan efisien
9. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan
kebutuhan kesehatan klien
10. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan
11. Menggunakan komunikasi yang efektif dalam memberi asuhan
12. Mampu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam
kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan
mempertahankan hubungan kolaboratif

Page 8
Topic Tree

MODUL SEMESTER III

KMB I Keselamatan Pasien dan Keselamatan Keperawatan


Kerja dalam Keperawatan Jiwa
a. Sistem Kardiovaskuler: a. Keselamatan Pasien: a. Asuhan keperawatan
 Askep pada pasien  Keselamatan pada pasien dengan
dengan hipertensi pasien halusinasi
 Askep pada pasien  Kejadian atau b. Asuhan keperawatan
dengan angina pada pasien dengan
kodisi yang tidak
pectoris gangguan konsep diri
diinginkan
b. Sistem Pernafasan c. Asuhan keperawatan
b. Keselamatan Kerja:
 Askep pada pasien pada pasien dengan
dengn efusi pleura  Ergonomi kerja distres spiritual
 Askep pada pasien  Surveilance d. Asuhan keperawatan
dengan asma pada pasien dengan
penyalahgunaan
NAPZA

Page 9
Assessment SGD

Sistem penilaian mahasiswa dan aturan assesmen pada pelaksanaan diskusi


tutorial (SGD) akan dinilai berdasarkan kehadiran, aktifitas interaksi dan
kesiapan materi dalam diskusi.
Ketentuan mahasiswa terkait dengan kegiatan SGD:
A. Mahasiswa wajib mengikuti 80% kegiatan SGD pada blok yang
diambilnya.
B. Apabila mahasiswa berhalangan hadir pada kegiatan SGD, maka
mahasiswa harus:
1. Mengganti kegiatan SGD pada hari lain dengan tugas, untuk
penggantian tersebut, mahasiswa harus berkoordinasi dengan tim blok
2. Mekanisme penggantian SGD adalah sebagai berikut:
a. mahasiswa mengirimkan surat permohonan susulan SGD kepada
sekretaris prodi S1, dilampiri alasan meninggalkan kegiatan SGD
tersebut, misalnya surat keterangan sakit dari dokter atau surat
keterangan dari orang tua/wali jika berhalangan karena urusan
keluarga. Surat permohonan susulan SGD harus disampaikan
kepada sekretaris prodi S1 maksimal 2 hari setelah SGD yang
ditinggalkan.
b. Sekretaris Prodi S1 memverifikasi surat permohonan susulan
praktikum
c. Jika memenuhi persyaratan, maka sekretaris mengeluarkan surat
permohonan susulan atas nama mahasiswa tersebut dialamatkan
kepada Tim Blok.
d. Mahasiswa membawa surat dari sekretaris Prodi S1 tersebut
kepada Tim blok/atau bagian untuk memohon kegiatan susulan.
Tanpa membawa surat dari sekretaris sekretaris Prodi S1, kegiatan
susulan tidak dapat dilayani.
e. Pelaksanaan kegiatan ulang SGD akan diumumkan oleh tim blok,
dan dilaksanakan maksimal 2 hari setelah SGD yang ditinggalkan

Page
10
f. Permohonan susulan setelah masa 2 hari tersebut tidak akan
dilayani.
3. Setelah melaksanakan tugas pengganti SGD, maka mahasiswa telah
dinyatakan mengikuti kegiatan 80%
Jika sampai batas waktu yang ditetapkan mahasiswa tidak melakukan
kegiatan susulan SGD (tidak mencapai 80% kehadiran), maka nilai mid blok
dan akhir blok tidak dapat dikeluarkan dan mahasiswa dinyatakan tidak
lulus blok sehingga harus mengulang blok.

Page 11
SUMBER BELAJAR

Michael I, L. (2011). The Human Digestive System, Mittermeier/Taxi/Getty


Images.New York: Britannica Educational Publishing.

Destefano, F. (2012). Practical Neurology. Philadelphia: Lippincott Williams &


Wilkins.

Cheryl, J. (2006). Respiratory Organs. Australia: Macmillan Education


Australlia.

Frederic H. Martini. 2001. Fundamentals of Anatomy & Physiology. Ed.5.


Prentice Hall: Philadelpia: Elsevier.

Guyton, A.C. 1998. Buku ajar fisiologi kedokteran guyton. Jakarta: EGC.

Kozier, B., Erb, G., Berman., A., & Snyder, S.J.2010. Buku ajar fundamental
keperawatan: konsep proses dan praktik. Ed.7(terjemahan). Jakarta:EGC.

NANDA. 2012. Diagnosa keperawatan. Jakarta:EGC

Smeltzer, S.C. & Bare, B.G. 2007. Buku ajar keperawatan medical bedah brunner
& suddart. Jakarta: EGC.

Sylvia A. Price. 1995. Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit. Ed.4.


EGC: Jakarta.

Dwi, Loetfia. 2007. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Sistem
Integumen. Jakarta : EGC

Sidharta, Priguna. 2004. Neurologi Klinis dalam Praktek Umum. Jakarta : Dian
Rakyat

Mandal, Bhibat. 2002. Lecture Notes : Penyakit Infeksi. Edisi ke Enam. Jakarta :
Erlangga

Joanne. C. Mc. Closkey. 1996. Nursing Intervention Classification. Mosby :


Gloria M. Bukchek

Marion Johnson, dkk. 2000. Nursing Outcomes Classification. Mosby : St.


Louis, Missouri

Page 12
Penjabaran Pembelajaran LBM
Lembar Belajar Mahasiswa 1

a. Judul : Aduh Kepala ku Pening, Leherku Terasa


Kaku
b. Sasaran belajar :

1 Mereview anatomi fisiologi system Cardiovaskuler


2 Menjelaskan pengertian hipertensi
3 Menjelaskan penyebab hipertensi
4 Menjelaskan tanda gejala hipertensi
5 Menjelaskan fisiologi tekanan darah
6 Menjelakan grade hipertensi
7 Menjelaskan komplikasi hipertensi
8 Menjelaskan patofisiologi terjadinya hipertensi
9 Menjelaskan kebutuhan nutrisi pada hipertensi
10 Menjelaskan penatalaksanaan medis pada hipertensi
11 Menjelaskan pengkajian keperawatan pada hipertensi
12 Menjelaskan pemeriksaan diagnostic pada pasien dengan system
cardiovaskuler
13 Menjelaskan diagnosis keperawatan pada hipertensi
14 Menjelaskan intervensi keperawatan
15 Menjelaskan kriteria hasil dan evaluasi keperawatan

Seorang Pria usia 59 tahun dirawat dengan diagnosa medis Hipertensi Grade 2.
Saat ini pasien mengeluhkan pusing sejak 2 hari yang lalu. Pasien memiliki
riwayat hipertensi sejak empat tahun yang lalu. Saat dilakukan pengkajian
ditemukan data bahwa pasien memiliki kebiasaan menambahkan garam pada
c. Skenario
makanannya, riwayat alcoholic, serta memiliki pola sedentary lifestyle. Pasien
tidak rutin dalam mengkonsumis obat Captopril 25 mg. TD 170/100 mmHg,
Nadi 110 x/menit, RR 20 x/menit. Pengukuran BMI didapatkan hasil 28..
Perawat memberikan tindakan tarik nafas dalam tetapi pasien masih
Page 13
mengeluhkan pusing.
Kata Kunci : Hipertensi, Grade Hipertensi
Masalah : Intoleransi aktivitas

d. Diskusikan skenario diatas menggunakan seven jump step.


1. Jelaskan istilah yang belum anda ketahui. Jika masih terdapat istilah
yang belum jelas, cantumkan sebagai tujuan pembelajaran kelompok.
2. Carilah masalah yang harus anda selesaikan.
3. Analisis masalah tersebut dengan brainstorming agar kelompok
memperoleh penjelasan yang beragam mengenai persoalan yang
didiskusikan, dengan menggunakan prior knowledge yang telah anda
miliki.
4. Cobalah untuk menyusun penjelasan yang sistematis atas persoalan
yang anda diskusikan.
5. Susunlah persoalan-persoalan yang belum bisa diselesaikan dalam
diskusi tersebut menjadi tujuan pembelajaran kelompok (Learning
issue/ learning objectives).
6. Lakukan belajar mandiri untuk mencapai informasi yang anda
butuhkan guna menjawab Learning issue yang telah anda tetapkan.
7. Jabarkan temuan informasi yang telah dikumpulkan oleh anggota
kelompok, sintesakan dan diskusikan temuan tersebut agar tersusun

Page 14
penjelasan yang menyeluruh (komprehensif) untuk menjelaskan dan
menyelesaikan masalah

e. Konsep map

Faktor yang Hipertensi Primer


mempengaruhi
Sekunder

Komplikasi Tanda dan Gejala Penatalaksanaan

Pengkajian

f. Pertanyaan minimal yang dikuasai


1. Jelaskan tentang system Cardiovaskuler ?
2. Apa pengertian hipertensi pada usia lanjut ?
3. Apa penyebab hipertensi ?
4. Apa tanda gejala hipertensi ?
5. Jelaskan klasifikasi hipertensi (jenis dan grade) ?
6. Apa saja komplikasi hipertensi?
7. Bagaimana patofisiologi dan pathways terjadinya
hipertensi?
8. Jelaskan kebutuhan nutrisi pada hipertensi?
9. Jelaskan hubungan antara konsumsi garam dengan
terjadinya hipertensi?
10. Bagaimana penatalaksanaan medis dan keperawatan
pada hipertensi?
11. Apa saja pengkajian keperawatan pada hipertensi?

Page 15
12. Jelaskan diagnose keperawatan pada hipertensi
(umum)?
13. Apa saja kriteria hasil keperawatan?
14. Apa saja intervensi keperawatan?
g. Daftar pustaka
Azizah. (2011). Keperawatan Lanjut Usia. Yogyakarta : Graha Ilmu
Bickley, Linn S. (2009). Buku Ajar pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan,
Jakarta : EGC
Deglin, Judith Hopfer, (2004), Pedoman Obat Untuk Perawat, Jakarta : EGC
Editor Martono dan Pranaka. (2009). Buku Ajar Boedhi Darmojo Geriatri
Ilmu Kesehatan Lanjut Usia. Jakarta : FKUI
Editor : Sudoyo, Aru. W. (2006), Ilmu Penyakit Dalam, Jakarta : FK UI
Fatimah. (2002). Gizi Usia Lanjut. Jakarta : Erlangga
Ganong, W.F. (2008). Buku ajar fisiologi kedokteran (22 Ed, Brahm U. Pendit,
penterjemah). Jakarta: EGC.
Guyton, A.C. (1998). Buku ajar fisiologi kedokteran guyton. Jakarta: EGC.
Guyton and Hall. (2006). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta : EGC
Jeremi, P. T. (2005). At a Glance Fisiologi. Jakarta : Erlangga
Katzung, Bertram G. (2010). Farmakologi Dasar dan Klinik, Jakarta : EGC
Kozier, Barbara (2010). Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktik.
Jakarta : EGC
Kumar, Cotran, Robbing, (2007). Buku Ajar Patologi, Jakarta : EGC
Maryam, Siti. Dkk. (2008). Mengenal Usia LAnjut dan Perawatannya.
Jakarta : Salemba Medika.
NANDA. (2009). Nursing Diagnosis Handbook.
NANDA. (2011). Diagnosa Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2012-2014.
Jakarta : EGC
Nugroho, W. (2000). Keperawatan Gerontik. Jakarta : EGC
Potter, P.P & Perry, A.G. (2005). Fundamental of nursing (6th Ed). St. Louis
Missouri: Mosby.
Potter, Patricia A. (2005). Fundamental Keperawatan. Jakarta : EGC
Price, Sylvia NAderson. (2006), Patofisiologi, Jakarta : EGC

Page 16
Purwaningsih dan Karlina (2009). Asuhan Keperawatan Jiwa. Bantul : NUha
Medika
Smelter, S. C. & Bare, B. G. (2007). Buku Ajar Keperawatan MEdikal Bedah
Brunner dan Suddart. Jakarta : EGC
Syaifudin, (2009), Fisiologi Tubuh Manusia Untuk Mahasiswa Keperawatan,
Jakarta : Salemba Medika
Tamher dan Noorkasiani. (2009). Kesehatan Usia Lanjut dengan Pendekatan
Asuhan Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika
Tapan, Erik. (2005). Penyakit Degeneratif, Jakarta : Gramedia
Williams, S.R. (1999). Essential of nutrition and diet therapy seven edition. St.
Louis Missouri: Mosby.

Lembar Belajar Mahasiswa 2

a. Judul : Astagfirullah…Sesak Sekali Nafasku


b. Sasaran belajar :

1 Menjelaskan anatomi dan fisiologi system respiratory


2 Menjelaskan pengertian Asma
3 Menjelaskan penyebab Asma

Page 17
4 Menjelaskan tanda gejala
5 Menjelaskan patofisiologi dan pathway Asma
6 Menjelaskan penatalaksanaan medis
7 Menjelaskan komplikasi Asma
8 Menjelaskan pemeriksaan penunjang
9 Menjelaskan pengkajian keperawatan
10 Menjelaskan diagnose keperawatan
11 Menjelaskan kriteria hasil keperawatan
12 Menjelaskan intervensi keperawatan

Skenario
Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke rumah sakit dengan
keluhan sesak nafas disertai dengan batuk, dengan sputum kental dan sulit
dikeluarkan, riwayat penyakit sekarang klien mengatakaan selama 2 hari
sebelum datang klien sudah bersin-bersin setelah bersih-bersih rumah dan
tiba-tiba merasakan sesak, dari riwayat penyakit dahulu didapatkan klien
mempunyai riwayat alergi debu. Dari pemeriksaan fisik ditemukan tanda-
tanda vital TD 120/80 mmHg, Nadi 100 kali permenit, pernafasan 28 kali
permenit, dari pemeriksaan inspeksi ditemukan klien bernafas
menggunakan otot-otot bantu pernafasan, auskultasi ditemukan suara
wheezing. Dari hasil pengkajian tersebut perawat menetapkan beberapa
diagnosa keperawatan salah satu adalah bersihan jalan nafas tidak efektif
berhubungan dengan bronkospasme. Dari penentuan diagnosa
keperawatan tersebut perawat menyusun intervensi dan kriteria hasil
keperawatan.
Kata Kunci: bronkospasme, wheezing, alergi
Masalah : bersihan jalan nafas tidak efektif

Diskusikan skenario diatas menggunakan seven jump step.


1. Jelaskan istilah yang belum anda ketahui. Jika masih terdapat istilah yang
belum jelas, cantumkan sebagai tujuan pembelajaran kelompok.
2. Carilah masalah yang harus anda selesaikan.
3. Analisis masalah tersebut dengan brainstorming agar kelompok
memperoleh penjelasan yang beragam mengenai persoalan yang
didiskusikan, dengan menggunakan prior knowledge yang telah anda
miliki.
4. Cobalah untuk menyusun penjelasan yang sistematis atas persoalan yang
anda diskusikan.

Page 18
5. Susunlah persoalan-persoalan yang belum bisa diselesaikan dalam diskusi
tersebut menjadi tujuan pembelajaran kelompok (Learning issue/ learning
objectives).
6. Lakukan belajar mandiri untuk mencapai informasi yang anda butuhkan
guna menjawab Learning issue yang telah anda tetapkan.
7. Jabarkan temuan informasi yang telah dikumpulkan oleh anggota
kelompok, sintesakan dan diskusikan temuan tersebut agar tersusun
penjelasan yang menyeluruh (komprehensif) untuk menjelaskan dan
menyelesaikan masalah.

c. Konsep map
Alergi : Debu, Reaksi alergi Riwayat kesehatan
Sekarang

Wheezing, penggunaan otot


bantu nafas, sesak nafas

Intervensi Kep
Inefective airway
breathing
Implementasi

d. Pertanyaan minimal yang dikuasai


1 Bagimana anatomi dan fisiologi system respiratory?
2 Apa pengertian Asma?
3 Apa penyebab Asma ?
4 Apa saja tanda gejala asma?
5 Bagaimana patofisiologi dan pathway asma?
6 Bagaimana penatalaksanaan medis asma?
7 Apa saja komplikasi Asma?
8 Apa saja pemeriksaan penunjang asma?
9 Apa saja pengkajian keperawatan asma?
10 Apa saja diagnose keperawatan terkait asma?
11 Bagaimana kriteria hasil keperawatan? jelaskan
12 Bagaimana intervensi keperawatan pada pasien asma? jelaskan

e. Daftar pustaka

Page 19
Michael I, L. (2011). The Human Digestive System,
Mittermeier/Taxi/Getty Images.New York: Britannica Educational
Publishing.

Destefano, F. (2012). Practical Neurology. Philadelphia: Lippincott


Williams & Wilkins.

Cheryl, J. (2006). Respiratory Organs. Australia: Macmillan Education


Australlia.

Frederic H. Martini. 2001. Fundamentals of Anatomy & Physiology. Ed.5.


Prentice Hall: Philadelpia: Elsevier.

Guyton, A.C. 1998. Buku ajar fisiologi kedokteran guyton. Jakarta: EGC.

Kozier, B., Erb, G., Berman., A., & Snyder, S.J.2010. Buku ajar fundamental
keperawatan: konsep proses dan praktik. Ed.7(terjemahan).
Jakarta:EGC.

NANDA. 2012. Diagnosa keperawatan. Jakarta:EGC

Smeltzer, S.C. & Bare, B.G. 2007. Buku ajar keperawatan medical bedah
brunner & suddart. Jakarta: EGC.

Sylvia A. Price. 1995. Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit.


Ed.4. EGC: Jakarta.

Dwi, Loetfia. 2007. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Gangguan


Sistem Integumen. Jakarta : EGC

Sidharta, Priguna. 2004. Neurologi Klinis dalam Praktek Umum. Jakarta :


Dian Rakyat

Mandal, Bhibat. 2002. Lecture Notes : Penyakit Infeksi. Edisi ke Enam.


Jakarta : Erlangga

Joanne. C. Mc. Closkey. 1996. Nursing Intervention Classification. Mosby :


Gloria M. Bukchek

Marion Johnson, dkk. 2000. Nursing Outcomes Classification. Mosby : St.


Louis, Missouri

Page 20
Lembar Belajar Mahasiswa 3

a. Judul : Duuhh.. insiden keselamatan pasien di RSku cukup tinggi!!!


b. Sasaran belajar :

1 Menjelaskan konsep mutu pelayanan keperawatan


2 Menjelaskan konsep manajemen keselamatan pasien
3 Menjelaskan tujuan keselamatan pasien
4 Mengidentifikasi perencanaan strategis rumah sakit dalam
melaksanakan manajemen keselamatan pasien
5 Menjelasakan enam sasaran keselamatan pasien?
6 Mengidentifikasi hal-hal yang harus dilakukan perawat dalam

Page 21
melakukan identifikasi pasien secara benar?
7 Menjelaskan cara melakukan komunikasi efektif
8 Menjelaskan pelaksanaan kewaspadaan keamanan obat-obat yang
memerlukan kewaspadaan tinggi (High Alert Medication)
9 Menerapkan keselamatan operasi dengan menjamin sisi operasi yang
tepat, prosedur yang benar, & pasien yang benar
10 Menjelaskan upaya menurunkan risiko infeksi rumah sakit
11 Menjelaskan upaya risiko cedera karena jatuh
12 Menjelaskan peran perawat dalam pelaksanaan sasaran keselamatan
pasien

Skenario

Pada bulan Agustus 2016 tim KPRS RS Cepat Sehat melakukan rekapitulasi
insiden keselamatan pasien. Data menunjukkan bahwa telah terjadi insiden
keselamatan pasien yang cukup tinggi. Insiden keselamatan pasien banyak
disebabkan pada sasaran dalam menjaga kewaspadaan oba-obat high
alert/LASA/NORUM dan pelaksanaan komunikasi efektif melalui teknik SBAR
dan TBAK yang dilakukan oleh perawat. Selain itu juga disebabkan oleh
banyaknya pasien beresiko yang tidak terpasang gelang identitas. RS Cepat Sehat
melalui Tim patient safety sedang melakukan upaya besar dalam mengendalikan
insiden keselamatan pasien ini dengan cara mengontrol pelaksanaan enam
sasaran keselamatan pasien sesuai ketetapan WHO dalam International Patient
Safety Goals (IPSG), khususnya yang dilakukan oleh perawat.

Kata Kunci: sasaran keselamatan pasien


Masalah : peran perawat dalam pelaksanaan sasaran keselamatan pasien

Diskusikan skenario diatas menggunakan seven jump step.


1. Jelaskan istilah yang belum anda ketahui. Jika masih terdapat istilah yang
belum jelas, cantumkan sebagai tujuan pembelajaran kelompok.
2. Carilah masalah yang harus anda selesaikan.
3. Analisis masalah tersebut dengan brainstorming agar kelompok
memperoleh penjelasan yang beragam mengenai persoalan yang
didiskusikan, dengan menggunakan prior knowledge yang telah anda
miliki.
4. Cobalah untuk menyusun penjelasan yang sistematis atas persoalan yang
anda diskusikan.

Page 22
5. Susunlah persoalan-persoalan yang belum bisa diselesaikan dalam diskusi
tersebut menjadi tujuan pembelajaran kelompok (Learning issue/ learning
objectives).
6. Lakukan belajar mandiri untuk mencapai informasi yang anda butuhkan
guna menjawab Learning issue yang telah anda tetapkan.
7. Jabarkan temuan informasi yang telah dikumpulkan oleh anggota
kelompok, sintesakan dan diskusikan temuan tersebut agar tersusun
penjelasan yang menyeluruh (komprehensif) untuk menjelaskan dan
menyelesaikan masalah
c. Konsep map

Insiden keselamatan
pasien

Evaluasi TIM KPRS

Sasaran
Keselamatan Pasien

Sasaran Keselamatan Pasien (SKP/IPSG)


IPSG 1 : Identifikasi pasien secara benar
IPSG 2 : Meningkatkan komunikasi efektif
IPSG 3 : Meningkatkan keamanan obat-obat yang
memerlukan kewaspadaan tinggi (High Alert Medication)
IPSG 4 : Menerapkan keselamatan operasi dengan menjamin sisi
d. Pertanyaan operasi
minimal yang
yang dikuasai
tepat, prosedur yang benar, & pasien yang benar.
IPSG 5 : Menurunkan risiko infeksi
1. Apa definisi keselamatan pasien? rumah sakit
IPSG 6 : Menurunkan risiko cedera karena jatuh
2. Apa tujuan keselamatan pasien?
3. Apa saja enam sasaran keselamatan pasien?
4. Sebutkan hal-hal yang perlu dikaji perawat dalam melakukan
identifikasi pasien secara benar?
5. Kapan melakukan identifikasi pasien?
6. Apa komponen gelang identitas pasien?
7. Sebutkan macam-macam warna gelang identitas pada pasien berisiko?
8. Jelaskan cara melakukan komunikasi efektif dengan teknik SBAR dan
TBAK?
9. Jelaskan peran perawat dalam pelaksanaan kewaspadaan keamanan
obat-obat yang memerlukan kewaspadaan tinggi (High Alert
Medication) ?

Page 23
10. Sebutkan contoh-contoh obat-obatan yang memerlukan kewaspadaan
tinggi (High Alert Medication)/NORUM/LASA?
11. Jelaskan cara penerapan keselamatan operasi dengan menjamin sisi
operasi yang tepat, prosedur yang benar, & pasien yang benar?
12. Jelaskan upaya menurunkan risiko infeksi rumah sakit?
13. Jelaskan cara melaksanakan kebersihan tangan (hand hygiene)?
14. Sebutkan lima waktu melakukan kebersihan tangan (hand hygiene)?
15. Jelaskan cara menerapkan etika batuk?
16. Jelaskan macam-macam alat pelindung diri?
17. Jelaskan upaya risiko cedera karena jatuh?
18. Bagaimana cara melakukan penilaian pasien dengan resiko jatuhpada
pasien anak, dewasa, dan lansia?
19. Jelaskan peran perawat dalam pelaksanaan sasaran keselamatan
pasien?

e. Daftar pustaka
Abrahamsen, C. 2003. Tech update. Patient Safety: Take the informatics
challenge. Nursing Management

Depkes. (2008a). Panduan nasional keselamatan pasien rumah sakit, edisi 2.


Jakarta: The Author.

JCI. (2014). Joint comission internasional for hospital, 5 th edition. USA:

Oakbrook. http://www. jointcomissioninternasional

Kring, D. L., Ramseur, N., & Parnell, E. (2013). How effective are hospital
adjunct clinical instructors? Nursing Education Perspectives, 34(1), 34-6.
Retrieved from http://search.proquest.com/docview/1324439847?
accountid=13771

World Health Organisation (WHO). (2007). WHO collaborating center for


patient safety. http://www.who.int.com

World Health Organisation (WHO). (2009). Human factors in patient


safety: reviews of topical and tool: report for metodeds ang measure
working group of WHO patient safety. diunduh melalui
www.who.int.patient safety pada November 2014

World Health Organisation (WHO). (2012). WHO multi-professional


patient safety curriculum guide. The Journal of Perioperative Practice,
22(1), 9, doi: 1009752264

Page 24
Lembar Belajar Mahasiswa 4

a. Judul : Gawat nih, keselamatan pasienku terancam !!!


b. Sasaran belajar :

1 Menjelaskan konsep manajemen keselamatan pasien


2 Menjelaskan masalah-masalah dalam keselamatan pasien
3 Menjelaskan jenis insiden keselamatan pasien
4 Menjelaskan tentang kondisi potensial cidera
5 Menjelaskan tentang kondisi Kejadian nyaris cidera
6 Menjelaskan tentang kondisi Kejadian tidak cidera
7 Menjelaskan tentang kondisi Kejadian tidak diharapkan
8 Menjelaskan tentang kondisi Kejadian sentinel
9 Menjelaskan tentang investigasi sederhana pada insiden keselamatan
pasien
10 Menjelaskan mekanisme atau langkah-langkah pelaporan insiden
11 Menjelaskan tentang cara menentukan grading matrik
12 Menjelaskan tentang cara membuat rekomendasi

c. Skenario

Pada tanggal 2 september 2016 telah terjadi insiden keselamatan pasien di RS


Enggal Waras. Seorang pasien laki-laki usia 57 tahun di bangsal penyakit dalam
mengalami gagal ginjal karena perawat salah memberikan transfusi darah. Hal
ini diakibatkan karena proses identifikasi pasien yang salah dan tidak sesuai
prosedur. Kepala ruang segera melakukan grading matrik dengan hasil insiden
masuk dalam kategori merah. Kepala ruang melakukan pelaporan insiden
keselamatan pasien ke Tim KPRS untuk selanjutnya dilakukan root cause analysis
(RCA) dan membuat rekomendasi.
Page 25
Kata Kunci: insiden keselamatan pasien, grading matrik, pelaporan insiden
keselamatan pasien
Masalah : jenis insiden keselamatan pasien dan alur pelaporan insiden
keselamatan pasien

Diskusikan skenario diatas menggunakan seven jump step.


1. Jelaskan istilah yang belum anda ketahui. Jika masih
terdapat istilah yang belum jelas, cantumkan sebagai tujuan pembelajaran
kelompok.
2. Carilah masalah yang harus anda selesaikan.
3. Analisis masalah tersebut dengan brainstorming agar kelompok
memperoleh penjelasan yang beragam mengenai persoalan yang
didiskusikan, dengan menggunakan prior knowledge yang telah anda miliki.
4. Cobalah untuk menyusun penjelasan yang sistematis atas persoalan yang
anda diskusikan.
5. Susunlah persoalan-persoalan yang belum bisa diselesaikan dalam diskusi
tersebut menjadi tujuan pembelajaran kelompok (Learning issue/ learning
objectives).
6. Lakukan belajar mandiri untuk mencapai informasi yang anda butuhkan
guna menjawab Learning issue yang telah anda tetapkan.
7. Jabarkan temuan informasi yang telah dikumpulkan oleh anggota
kelompok, sintesakan dan diskusikan temuan tersebut agar tersusun
penjelasan yang menyeluruh (komprehensif) untuk menjelaskan dan
menyelesaikan masalah

d. Konsep map

Insiden keselamatan
pasien

Page 26
Laporan Insiden
keselamatan pasien

Grading matrik

Root cause analysis


(RCA)

Rekomendasi

e. Pertanyaan minimal yang dikuasai


1. Apa definisi insiden keselamatan pasien?
2. Apa jenis-jenis insiden keselamatan pasien?
3. Jelaskan tentang kondisi potensial cidera?
4. Sebutkan contoh kejadian potensial cidera?
5. Jelaskan tentang kondisi kejadian nyaris cidera?
6. Sebutkan contoh kejadian nyaris cidera?
7. Jelaskan tentang kondisi kejadian tidak cidera?
8. Sebutkan contoh kejadian tidak cidera?
9. Jelaskan tentang kondisi kejadian tidak diharapkan?
10. Sebutkan contoh kejadian tidak diharapkan?
11. Jelaskan tentang kondisi kejadian sentinel?
12. Sebutkan contoh kejadian sentinel?
13. Jelaskan tentang investigasi sederhana pada insiden keselamatan
pasien?
14. Jelaskan mekanisme atau langkah-langkah pelaporan insiden?
15. Jelaskan alur pelaporan insiden?
16. Jelaskan tentang cara menentukan grading matrik?
17. Jelaskan tentang cara membuat rekomendasi?

f. Daftar pustaka
Abrahamsen, C. 2003. Tech update. Patient Safety: Take the informatics
challenge. Nursing Management

Depkes. (2008a). Panduan nasional keselamatan pasien rumah sakit, edisi 2.


Jakarta: The Author.

JCI. (2014). Joint comission internasional for hospital, 5 th edition. USA:


Oakbrook. http://www. jointcomissioninternasional

Page 27
Kring, D. L., Ramseur, N., & Parnell, E. (2013). How effective are hospital
adjunct clinical instructors? Nursing Education Perspectives, 34(1),
34-6. Retrieved from
http://search.proquest.com/docview/1324439847?
accountid=13771
World Health Organisation (WHO). (2007). WHO collaborating center for
patient safety. http://www.who.int.com

World Health Organisation (WHO). (2009). Human factors in patient


safety: reviews of topical and tool: report for metodeds ang
measure working group of WHO patient safety. diunduh melalui
www.who.int.patient safety pada November 2014

World Health Organisation (WHO). (2012). WHO multi-professional


patient safety curriculum guide. The Journal of Perioperative Practice,
22(1), 9, doi: 1009752264

Page 28
Lembar Belajar Mahasiswa 5
a. Judul : “nyeri lagi, nyeri lagi punggungku “
b. Sasaran Belajar :

1 Menjelaskan Ergonomi kerja


2 Menjelaskan komponen ergonomi kerja
3 Menjelaskan dampak kerja tidak ergonomis
4 Menjelaskan penyakit muskuloskeletal akibat kerja tidak ergonomis
5 Menjelaskan faktor risiko ergonomi
6 Menjelaskan upaya pencegahan penyakit muskuloskeletal akibat kerja
tidak ergonomis

c. Skenario
Saat dilakukan medical check up banyak ditemukan pekerja di bagian warehouse
yang mengeluh nyeri punggung bawah dan nyeri pergelangan tangan setelah
bekerja. Menurut atasannya, pekerja kurang memperhatikan cara kerja yang
ergonomis, selain itu, kurang rajin mengikuti kegiatan streching yang
dicanangkan oleh perusahaan.

Kata Kunci
1. Nyeri punggung bawah
2. Nyeri pergelangan tangan
3. Ergonomi
4. Stretching

d. Diskusikan skenario diatas menggunakan seven jump step.


1. Jelaskan istilah yang belum anda ketahui. Jika masih terdapat istilah
yang belum jelas, cantumkan sebagai tujuan pembelajaran kelompok.
2. Carilah masalah yang harus anda selesaikan.
3. Analisis masalah tersebut dengan brainstorming agar kelompok
memperoleh penjelasan yang beragam mengenai persoalan yang
didiskusikan, dengan menggunakan prior knowledge yang telah anda
miliki.
4. Cobalah untuk menyusun penjelasan yang sistematis atas persoalan
yang anda diskusikan.
5. Susunlah persoalan-persoalan yang belum bisa diselesaikan dalam
diskusi tersebut menjadi tujuan pembelajaran kelompok (Learning
issue/ learning objectives).
6. Lakukan belajar mandiri untuk mencapai informasi yang anda
butuhkan guna menjawab Learning issue yang telah anda tetapkan.

Page 29
7. Jabarkan temuan informasi yang telah dikumpulkan oleh anggota
kelompok, sintesakan dan diskusikan temuan tersebut agar tersusun
penjelasan yang menyeluruh (komprehensif) untuk menjelaskan dan
menyelesaikan masalah

Page 30
e. Konsep Map

Penyakit akibat kerja


Muskuloskeletal Deseases

Analisis bahaya kerja


Kontrol Faktor Risiko
regonomik
Latihan ergonomik
Pendidkan kesehatan

Pekerja Berisiko
masalah kesehatan
akibat kerja

f. Pertanyaan Minimal
1. Jelaskan definisi ergonomi kerja
2. Jelaskan faktor risiko ergonomi kerja
3. Jelaskan dampak buruk bagi kesehatan terhadap kerja tidak ergonomis
4. Jelakan latihan ergonomik
5. Jelaskan upaya pendidikan kesehatan ergonomi kerja

Page 31
Lembar Belajar Mahasiswa 6

a. Judul : “survey,,,,, membuktikan..!!!


b. Sasaran Belajar :

1 Menjelaskan definisi Surveilance


2 Menjelaskan komponen surveilance kesehatan kerja
3 Menjelaskan jenis-jenis surveilance
4 Menjelaskan langkah – langkah surveylance
5 Menjelaskan bahan kimia/ pajanan yang harus dilakukan surveilance
6 Menjelaskan pemanfaatan Data Surveilance

c. Skenario
Di sebuah perusahaan kimia ditemukan bahwa dari 300 pekerja di bagian
produksi ditemukan sebanyak 65% menderita sakit kepala. Setelah dilakukan
surveilance kesehatan kerja, diketahui bahwa terdapat hazardous agent yaitu
solvent.

Kata Kunci
1. Sakit kepala
2. Surveilance
3. Hazardous Agent
4. Solvent

d. Diskusikan skenario diatas menggunakan seven jump step.


1. Jelaskan istilah yang belum anda ketahui. Jika masih terdapat istilah
yang belum jelas, cantumkan sebagai tujuan pembelajaran kelompok.
2. Carilah masalah yang harus anda selesaikan.
3. Analisis masalah tersebut dengan brainstorming agar kelompok
memperoleh penjelasan yang beragam mengenai persoalan yang
didiskusikan, dengan menggunakan prior knowledge yang telah anda
miliki.
4. Cobalah untuk menyusun penjelasan yang sistematis atas persoalan
yang anda diskusikan.
5. Susunlah persoalan-persoalan yang belum bisa diselesaikan dalam
diskusi tersebut menjadi tujuan pembelajaran kelompok (Learning
issue/ learning objectives).
6. Lakukan belajar mandiri untuk mencapai informasi yang anda
butuhkan guna menjawab Learning issue yang telah anda tetapkan.
7. Jabarkan temuan informasi yang telah dikumpulkan oleh anggota
kelompok, sintesakan dan diskusikan temuan tersebut agar tersusun
penjelasan yang menyeluruh (komprehensif) untuk menjelaskan dan
menyelesaikan masalah

e. Konsep Map

Page 32
Surveilance Data: Pusing, Mual,
kesehatan kerja sesak napas

Pekerja

Hazardous
Agent : Solvent

f. Pertanyaan Minimal

1. Apakah definisi Surveilance


2. Apa saja komponen surveilance kesehatan kerja
3. apa jenis-jenis surveilance
4. Bagaimana langkah – langkah surveylance
5. bahan kimia/ pajanan apa saja yang harus dilakukan surveilance
6. Bagaimana memanfaatkan data surveilance

Lembar Belajar Mahasiswa 7

Page 33
a. Judul : oh tubuhku… ?
b. Sasaran belajar :

1 Menjelaskan konsep psikososial dalam keperawatan


2 Terapi modalitas untuk gangguan citra tubuh dan ketidakberdayaan
3 Menjelaskan komponen – komponen yang penting dikaji dalam menegakkan
diagnosis pada masalah gangguan citra tubuh dan ketidakberdayaan
4 Menjelaskan faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan citra
tubuhdan ketidakberdayaan
5 Menjelaskan mekanisme terjadinya gangguan citra tubuh
6 Menjelaskan faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan citra
tubuhdan ketidakberdayaan
7 Menjelaskan definisigangguan citra tubuhdan ketidakberdayaan
8 Menjelaskan tanda dan gejala gangguan citra tubuhdan ketidakberdayaan
9 Menjelaskn etiologi gangguan citra tubuhdan ketidakberdayaan
10 Mampu menyusun analisa data pada masalah keperawatan gangguan citra
tubuhdan ketidakberdayaan
11 Mampu mendemonstrasikan askep gangguan citra tubuh dan
ketidakberdayaan

Skenario

Laki laki 25 tahun masuk rumah sakit karena kecelakaan lalulintas. Klien mengalami cidera
yang sangat parah pada kaki kirinya yang diharuskan kakinya diamputasi. Klien tampak
murung setelah operasi, tidak mau berbicara pada orang lain, menolak makan.tidak mau
melihat kaki yang diamputasi, merasa dirinya jelek, merasa tidak berdaya dengan
keadaanya saat ini Karena semua kebutuhannya dibantu oleh orang lain. Hal ini
menimbulkan masalah psikososial diantaranya gangguan citra tubuh dan ketidakberdayaan.

Kata Kunci : gangguan citra tubuh, ketidakberdayaan, psikososial.


Masalah : gangguan citra tubuh

Diskusikan skenario diatas menggunakan seven jump step.


1. Jelaskan istilah yang belum anda ketahui. Jika masih terdapat istilah yang
belum jelas, cantumkan sebagai tujuan pembelajaran kelompok.
2. Carilah masalah yang harus anda selesaikan.
3. Analisis masalah tersebut dengan brainstorming agar kelompok
memperoleh penjelasan yang beragam mengenai persoalan yang
didiskusikan, dengan menggunakan prior knowledge yang telah anda
miliki.

Page 34
4. Cobalah untuk menyusun penjelasan yang sistematis atas persoalan yang
anda diskusikan.
5. Susunlah persoalan-persoalan yang belum bisa diselesaikan dalam diskusi
tersebut menjadi tujuan pembelajaran kelompok (Learning issue/ learning
objectives).
6. Lakukan belajar mandiri untuk mencapai informasi yang anda butuhkan
guna menjawab Learning issue yang telah anda tetapkan.
7. Jabarkan temuan informasi yang telah dikumpulkan oleh anggota
kelompok, sintesakan dan diskusikan temuan tersebut agar tersusun
penjelasan yang menyeluruh (komprehensif) untuk menjelaskan dan
menyelesaikan masalah

Page 35
c. Konsep map

Respon Individu

anxietas
Respon adaptif Respon
maladaptif

ketidakberdayaan

Acceptance psikososial

Gangguan citra
tubuh

keputusasaan

d. Pertanyaan minimal yang dikuasai


1. Apa yang dimaksud dengan gangguan citra tubuh dan
ketidakberdayaan, perbedaaanya?
2. Apa yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan citra tubuh
dan ketidakberdayaan?
3. Faktor - faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya gangguan citra
tubuh dan ketidakberdayaan?
4. Apa saja masalah- masalah psikososial ?
5. Apa saja tanda dan gejala gangguan citra tubuh dan
ketidakberdayaan?
6. Hubungan antara kondisi amputasi dengan gangguan citra tubuh dan
ketidakberdayaan?
7. Bagaimana proses terjadinya gangguan citra tubuh
8. bagaimana proses terjadinya ketidakberdayaan

e. Daftar pustaka

Beck, CM, Rawlins and William, SR. (1996).Mental Health Psychiatric Nursing,
A Holistic Life – Cycle Approach. St. Louis : Mosby Co.Fortinash,

Frederic H. Martini. (2001). Fundamentals of Anatomy & Physiology. Ed.5. Prentice


Hall: Philadelpia: Elsevier.

Guyton, A.C. (1998). Buku ajar fisiologi kedokteran guyton. Jakarta: EGC.

Herdman, (2012).Diagnosa Keperawatan. (ed Indonesia). Jakarta. EGC.

Kelliat, B.A. (2008).Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta. EGC

Page
36
Kelliat, B.A. (2010).Manajemen Pelayanan Praktik Keperawatan. Jakarta. EGC

Keliat, B.A., Panjaitan, R. dan Riasmini, M. (2010). Manajemen keperawatan jiwa


komunitas desa siaga ; CMHN (intermediate course). Jakarta: EGC

Kozier, Erb,Berman, Snyder.2011.Fundamental Keperawatan volume 2.EGC Jakarta

NANDA International.2011.Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifiasi.

Potter, P.P & Perry, A.G. (2005). Fundamental of nursing (6th Ed). St. Louis Missouri:
Mosby.

Rawlins, R.P., Williams S.R.Beck, C.K. (1993).Mental Health Psychiatric Nursing


: A Holistic Life Cicle Approach.(3rded). St. Louis. Mosby Year Book

Rod A seeley et all. (2003). Anatomy & Physiologi. Ed.6. McGraw- Hill Companies:
New York

Smeltzer, S.C. & Bare, B.G. (2007). Buku ajar keperawatan medical bedah
brunner & suddart. Jakarta: EGC.

Stuart, G. W. & Laraia, M.T. (2005). Principle and practice of psychiatric nursing.
(8th ed.). Philadelphia, USA: Mosby, Inc.

Suliswati, dkk. (2005). Konsep dasar keperawatan kesehatan jiwa. Jakarta: EGC

Swanburg, R.C. (2000). Introduction management and leadership for clinical


nurses. Jones & Bartlett Publishers, Inc

Tomey, A.M. (2000). Guide to nursing management and leadership. (6th ed). St
Louis: Mosby.

Viedebeck, S.L. (2008). Buku ajar keperawatan jiwa. Alih bahasa oleh Renata
Komalasari dan Alfrina Hany. Jakarta: EGC

Yani, A. S. Hamid. (1998).Buku Saku : Keperawatan Jiwa. Alih Bahasa. Jakarta :


EGC

Page 37
Lembar Belajar Mahasiswa 8

a. Judul : Ingin kuakhiri saja…


b. Sasaran belajar :

1 Menjelaskan konsep gangguan dalam keperawatan jiwa


2 Terapi modalitas untuk resiko bunuh diri
3 Terapi farmakologi untuk resiko bunuh diri
3 Menjelaskan komponen – komponen yang penting dikaji dalam menegakkan
diagnosis pada resiko bunuh diri
4 Menjelaskan definisiresiko bunuh diri
5 Menjelaskan tanda dan gejala resiko bunuh diri
Menjelaskan faktor predisposisi dan presipitasi yang mempengaruhi
terjadinya bunuh diri
6 Menjelaskan tahapan terjadinya resiko bunuh diri
7 Menjelaskan asuhan keperawatan resiko bunuh diri
8 Mampu menyusun analisa data pada masalah resiko bunuh diri
9 Mampu membuat askep pada klien dengan risiko bunuh diri

c. Skenario

Seorang wanita 18 tahun masuk rumah sakit karena meminum obat pembasmi serangga
di rumahnya. Saat dilakukan pengkajian oleh perawat, terlihat di tangan kiri klien ada
bekas sayatan, klien mengatakan aku tidak ingin di dunia lagi. Hasil pengkajian pada
keluarga, keluarga mengatakan bahwa klien anak yang berprestasi tetapi tidak dapat
melanjutkan studinya karena keterbatasan biaya sehingga sudah setahun yang lalu klien
bekerja menghidupi keluarganya, tetapi tiga bulan lalu klien di PHK dan bersamaan
dengan itu tunangannya membatakan pernikahan mereka. Sebelumnya saat putus sekolah
klien merasa minder, malu tetapi bisa bangkit kembali, kemudian setelah di PHK apalagi
putus dengan tunangannya klien terlihat murung, menyendiri di kamar, enggan
berinteraksi, selalu mengatakan hidup ini tidak adil, ingin mengakhiri hidupnya saja.
Oleh karena itu saat ini klien dimasukkan di ruangan yang aman untuk menghindari dari
bunuh diri lanjutan.

Kata Kunci : resiko bunuh diri, depresi, HDR, gangguan jiwa.


Masalah : resiko bunuh diri

Diskusikan skenario diatas menggunakan seven jump step.


1. Jelaskan istilah yang belum anda ketahui. Jika masih terdapat istilah yang
belum jelas, cantumkan sebagai tujuan pembelajaran kelompok.
2. Carilah masalah yang harus anda selesaikan.
3. Analisis masalah tersebut dengan brainstorming agar kelompok
memperoleh penjelasan yang beragam mengenai persoalan yang

Page 38
didiskusikan, dengan menggunakan prior knowledge yang telah anda
miliki.
4. Cobalah untuk menyusun penjelasan yang sistematis atas persoalan yang
anda diskusikan.
5. Susunlah persoalan-persoalan yang belum bisa diselesaikan dalam
diskusi tersebut menjadi tujuan pembelajaran kelompok (Learning issue/
learning objectives).
6. Lakukan belajar mandiri untuk mencapai informasi yang anda butuhkan
guna menjawab Learning issue yang telah anda tetapkan.
7. Jabarkan temuan informasi yang telah dikumpulkan oleh anggota
kelompok, sintesakan dan diskusikan temuan tersebut agar tersusun
penjelasan yang menyeluruh (komprehensif) untuk menjelaskan dan
menyelesaikan masalah

Page 39
d. Konsep map

Respon Individu

keputusasaan
Respon adaptif Respon
maladaptif

Harga diri rendah

Acceptance

depresi

Terapi
nonfarmakologi

Resiko bunuh
diri Terapi
farmakologi

e. Pertanyaan minimal yang dikuasai


1. Apa yang dimaksud dengan risiko bunuh diri ?
2. Apa yang menyebabkan seseorang mengalami risiko bunuh diri?
3. Faktor –presipitasi dan predisposisi risiko bunuh diri pada kasus di
atas?
4. Faktor – presipitasi dan predisposisi risiko bunuh diri secara umum?
5. Apa saja terapi pada klien dengan risiko bunuh diri ?
6. Lingkungan seperti apa yang dibutuhkan untuk melindungi klien
dengan risiko bunuh diri?
7. Apa saja tanda dan gejala risiko bunuh diri?
8. Apa saja fase yang dilalui pada klien dengan risiko bunuh diri?
9. Apa askep yang harus diberikan pada klien risiko bunuh diri

f. Daftar pustaka

Beck, CM, Rawlins and William, SR. (1996).Mental Health Psychiatric Nursing,
A Holistic Life – Cycle Approach. St. Louis : Mosby Co.Fortinash,

Frederic H. Martini. (2001). Fundamentals of Anatomy & Physiology. Ed.5. Prentice


Hall: Philadelpia: Elsevier.

Guyton, A.C. (1998). Buku ajar fisiologi kedokteran guyton. Jakarta: EGC.

Herdman, (2012).Diagnosa Keperawatan. (ed Indonesia). Jakarta. EGC.

Kelliat, B.A. (2008).Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta. EGC

Kelliat, B.A. (2010).Manajemen Pelayanan Praktik Keperawatan. Jakarta. EGC

Medical Surgical Department Page 40


Keliat, B.A., Panjaitan, R. dan Riasmini, M. (2010). Manajemen keperawatan jiwa
komunitas desa siaga ; CMHN (intermediate course). Jakarta: EGC

Kozier, Erb,Berman, Snyder.2011.Fundamental Keperawatan volume 2.EGC Jakarta

NANDA International.2011.Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifiasi.

Potter, P.P & Perry, A.G. (2005). Fundamental of nursing (6th Ed). St. Louis Missouri:
Mosby.

Rawlins, R.P., Williams S.R.Beck, C.K. (1993).Mental Health Psychiatric Nursing


: A Holistic Life Cicle Approach.(3rded). St. Louis. Mosby Year Book

Rod A seeley et all. (2003). Anatomy & Physiologi. Ed.6. McGraw- Hill Companies:
New York

Smeltzer, S.C. & Bare, B.G. (2007). Buku ajar keperawatan medical bedah
brunner & suddart. Jakarta: EGC.

Stuart, G. W. & Laraia, M.T. (2005). Principle and practice of psychiatric nursing.
(8th ed.). Philadelphia, USA: Mosby, Inc.

Suliswati, dkk. (2005). Konsep dasar keperawatan kesehatan jiwa. Jakarta: EGC

Swanburg, R.C. (2000). Introduction management and leadership for clinical


nurses. Jones & Bartlett Publishers, Inc

Tomey, A.M. (2000). Guide to nursing management and leadership. (6th ed). St
Louis: Mosby.

Viedebeck, S.L. (2008). Buku ajar keperawatan jiwa. Alih bahasa oleh Renata
Komalasari dan Alfrina Hany. Jakarta: EGC

Yani, A. S. Hamid. (1998).Buku Saku : Keperawatan Jiwa. Alih Bahasa. Jakarta :


EGC

Page 41