Anda di halaman 1dari 13

Jln. KH. Ahmad Dahlan No.

17 Lombok Timur

1
RUMAH SAKIT ISLAM NAMIRA
No. Ijin : 1938/503/PPT.II.50.A8/04/2013
Jln. KH. Ahmad Dahlan No. 17 Selong Lombok Timur
Telp. (0376) 21004, Fax (0376) 22693

Bismillahirrahmairrahim

PERATURAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT ISLAM NAMIRA
NOMOR : 113/PAN/AKR/DIR/RSI-N/IX/2018

TENTANG

PANDUAN EARLY WARNING SYSTEM (EWS)


DI RUMAH SAKIT ISLAM NAMIRA

Direktur Rumah Sakit Islam Namira dengan senantiasa memohon bimbingan,


lindungan dan ridho Allah SWT :
MENIMBANG : a. bahwa Early Warning System (EWS) merupakan sistem
skoring status fisiologi pasien sehingga apabila terjadi
perburukan dapat segera terdeteksi dan mendapatkan
tindakan sesuai dengan kebutuhan;
b. bahwa EWS secara langsung berberan serta dalam
peningkatan mutu dan keselamatan pasien rumah sakit;
c. bahwa berdasarkan poin a dan b di atas perlu disusun
Panduan Early Warning System di RSI Namira.
MENGINGAT : 1. Undang-undang Republik Indonesia No. 36
tahun 2009 tentang Kesehatan.
2. Undang-undang Republik Indonesia No. 44
tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
3. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1419
tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Praktik Dokter
dan Dokter Gigi.
4. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1438
tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Kedokteran.
5. Undang-undang No. 29 tahun 2004 tentang
Praktek Kedokteran.
6. Undang-undang Nomor 38 Tahun 2014 tentang
Keperawatan.
7. Keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor HK.02.03/1/0347/2013 tentang
Penetapan Kelas Rumah Sakit Islam Namira Pancor NTB
8. Fatwa DSN- MUI Nomor : 107/DSN-
MUI/X/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Rumah
Sakit Berdasarkan Prinsip Syariah;
9. Keputusan Direktur Rumah Sakit Islam Namira
Nomor: 1186/KBJ/RSI-N/XI/2018 tentang Kebijakan

2
Pemberlakuan Buku Wajib Rumah Sakit Syariah;
10. Keputusan Ketua Pengurus Yayasan Rumah
Sakit Namira Pancor Nomor 005/SK/YRSPN/VIII/2015
tentang Pemberlakuan struktur Organisasi Rumah Sakit
Islam Namira;
11. Keputusan Ketua Pengurus Yayasan Rumah
Sakit Namira Pancor Nomor 005/SK/YRSPN/VI/2017
tentang Pengangkatan dr. H. Utun Supria, M.Kes sebagai
Direktur Rumah Sakit Islam Namira terhitung mulai 1 Juli
2017 sampai dengan 30 Juni 2020.

MEMUTUSKAN

MENETAPKAN :
PERTAMA : PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM
NAMIRATENTANG PANDUAN EARLY WARNING SYSTEM
(EWS) DI RUMAH SAKIT ISLAM NAMIRA;
KEDUA : Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan
KETIGA : Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan
ini maka akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya
Ditetapkan di : Lombok Timur

Tanggal : 18 September 2018 M


8 Muharram 1440 H

Rumah Sakit Islam Namira


Lombok Timur

dr. Utun Supria, M.Kes


Direktur
Tembusan :
1. Ketua Pengurus Yayasan Rumah Sakit Namira Pancor
2. Arsip

3
DAFTAR ISI

BAB I DEFINISI ....................................................................................................... 5


BAB II RUANG LINGKUP ....................................................................................... 6
BAB III TATALAKSANA .......................................................................................... 7
BAB IV DOKUMENTASI ......................................................................................... 13

4
Lampiran Peraturan Direktur Rumah Sakit Islam Namira
Nomor : 113/PAN/AKR/DIR/RSI-N/IX/2018
Tanggal : 18 September 2018
Tentang : Panduan Pelaksanaan Early Warning System.

BAB I
DEFINISI

Early Warning System (EWS) adalah sistem peringatan dini yang dapat
diartikan sebagai rangkaian sistem komunikasi informasi yang dimulai dari deteksi
awal, dan pengambilan keputusan selanjutnya. Diteksi dini merupakan gambaran dan
isyarat terjadinya gangguan funsi tubuh yang buruk atau ketidakstabilitas fisik pasien
sehingga dapat menjadi kode dan atau mempersiapkan kejadian buruk dan
meminimalkan dampaknya, penilaian untuk mengukur peringatan dini ini menggunakan
Early Warning Score.
Tujuan EWS adalah untuk mendeteksi terjadinya kegawatan kondisi pasien yang
tujuannya adalah mencegah hilangnya nyawa seseorang dan mengurangi dampak yang
lebih parah dari sebelumnya. Pengukuran skor pada pasien dewasa menggunakan
National Early Warning Score (NEWS), pada pasien anak menggunakan Pediatric Early
Warning System (PEWS), pada pasien ibu hamil menggunakan Modified Obstertic Early
Warning Score (MEOWS).
National Early Warning Score (NEWS) adalah sebuah pendekatan sistematis
yang menggunakan skoring untuk mengidentifikasi perubahan kondisi sesorang
sekaligus menentukan langkah selanjutnya yang harus dikerjakan. Penilaian ini
dilakukan pada orang dewasa (berusia lebih dari 16 tahun), tidak untuk anak-anak
dan ibu hamil. Sistem ini dikembangkan oleh Royal College of Physicians, the Royal
College of Nursing, the National Outreach Forum and NHS Training for Innovatio, London
tahun 2012.
Sistem skoring NEWS menggunakan pengkajian yang menggunakan 7
(tujuh) parameter fisiologis yaitu pernapasan, alat bantu O2, saturasi oksigen, denyut
jantung, tekanan darah sistolik, suhu dan tingkat kesadaran untuk mendeteksi terjadinya
perburukan/ kegawatan kondisi pasien yang tujuannya adalah mencegah hilanya nyawa
seseorang dan mengurangi dampak yang lebih parah dari sebelumnya.
Pediatric Early Warning System (PEWS) adalah penggunaan skor peringatan
dini dan penerapan perubahan kompleks yang diperlukan untuk pengenalan dini
terhadap pasien anak di rumah sakit.
Sistem skoring Pediatric Early Warning System (PEWS) menggunakan
pengkajian yang menggunakan 9 (sembilan) parameter fisiologis yaitu pernapasan,
retraksi dinding dada, alat bantu O2, saturasi oksigen, denyut jantung, kapilla reffil,
tekanan darah sistolik, suhu dan tingkat kesadaran.
Modified Obstertic Early Warning Score (MEOWS) adalah penggunanaan skor
peringatan ini yang mengalami perubahan pada pasien ibu hami dimulai usia 20 minggu
sampai kelahiran anak usia 6 minggu.
Sistem skoring Modified Obstertic Early Warning Score (MEOWS) menggunakan
pengkajian dengan 11 parameter fisiologis, yaitu respirasi, saturasi, alat bantu O 2, suhu,
tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, nadi, tingkat kesadaran, nyeri, lochea,
protein urin.

5
.
BAB II
RUANG LINGKUP

1. Instalasi Rawat Inap.


2. Instalasi Maternal dan Perinatal
a. Ruang Nifas
b. Ruang Perinatologi
3. Instalasi Gawat Darurat (IGD).
4. Pasien Rawat Inap.
5. Perawat.

6
BAB III
TATALAKSANA IDENTIFIKASI

A. National Early Warning System.


1. NEWS digunakan pada pasien dewasa (berusia 16 tahun atau lebih).
2. NEWS dapat digunakan untuk untuk mengasesmen pengakit akut, mendeteksi
penurunan klinis, dan menginisiasi respon klinis yang tepat waktu dan sesuai.
3. NEWS tidak digunakan pada:
a. Pasien berusia kurang dari 16 tahun.
b. Pasien hamil.
c. Pasien dengan PPOK
4. NEWS juga dapat diimplementasikan untuk asesmen prehospital pada kondisi
akut oleh first responder seperti pelayanan ambulans, pelayanan kesehatan
primer, Puskesmas untuk mengoptimalkan komunikasi kondisi pasien sebelum
diterima rumah sakit tujuan.
5. National Early Warning Score (NEWS).
Parameter 3 2 1 0 1 2 3
Pernapasan ≤8 9 - 11 12 - 20 21 - ≥ 25
24
Saturasi ≤ 91 92 94 -95 96
Oksigen -93
Penggunaa Ya Tidak
n Alat Bantu
O2
Suhu ≤ 35 35,1 – 36,1 – 38,1 – ≥ 39,1
36,0 38,0 39,0
Tekanan ≤ 90 91 - 101 – 111- ≥ 220
darah 100 110 219
sistolik
Denyut ≤ 40 41 - 50 51 - 90 91 - 110 111 - ≥ 131
jantung 130
Tingkat A V, P
Kesadaran atau U
(AVPU)
Total

6. Skor NEWS dan Respon Klinis yang Diberikan


N Skor Frekuensi Asuhan Yang Diberikan
O EWS Monitoring
1 0 Minimal Lanjutkan observasi/monitoring secara rutin.
setiap 12 jam
sekali
2 1-4 Minimal 1. Perawat pelaksana menginformasikan kepada
setiap 4-6 jam ketua tim / penanggung jawab jaga ruangan
sekali tentang siapa yang melaksanakan assesmen
selanjutnya.
2. Ketua tim penanggung jawab membuat
keputusan :

7
a. Meningkatkan frekuensi observasi atau
monitoring.
b. Perbaikan asuhan yang dibutuhkan oleh
pasien.
3 5-6 Peningkatan 1. Ketua tim (perawat) segeera memberikan
frekuensi informasi tentang kondisi pasien kepada
observasi / dokter jaga atau DPJP.
monitoring 2. Dokter jaga atau DPJP melakukan asessmen
setidaknya sesuai komptensinya dan menentukan kondisi
setiap 1 jam pasien apakah dalam penyakit akut.
sekali. 3. Siapkan fasilitas monitoring yang lebih
canggih.
4 ≥7 Lanjukan 1. Ketua tim (perawat) melaporkan kepada Tim
observasi / Code Blue.
monitoring 2. Tim Code Blue melakukan assesmen segera.
tanda-tanda 3. Stabilisasi oleh Tim Code Blue dan pasien di
vital. rujuk sesuai dengan kondisi pasien.
4. Untuk pasien di IGD (prioriitas 3,4 dan 5)
perawat penanggung jawab segera kirim
pasien ke ruang Resusitasi untuk penanganan
Bantuan Hidup Lanjut (BHL)

B. Pediatric Early Warning System (PEWS)


1. PEWS digunakan pada pasien anak/ pediatrik ( berusia saat lahir-16 tahun).
2. PEWS dapat digunakan untuk untuk mengasesmen pengakit akut,
mendeteksi penurunan klinis, dan menginisiasi respon klinis yang tepat waktu dan
sesuai.
3. PEWS tidak digunakan pada:
a. pasien dewasa lebih dari 16 tahun.
b. Pasien anak dengan TOF (Tetralogi of Fallot), sindrom VACTERL.
4. PEWS juga dapat diimplementasikan untuk asesmen prehospital pada
kondisi akut oleh first responder seperti pelayanan ambulans, pelayanan
kesehatan primer, Puskesmas untuk mengoptimalkan komunikasi kondisi
pasien sebelum diterima rumah sakit tujuan.
a. Tabel klasifikasi Umur
Grafik Gambar Rentan usia Keterangan
insklusi
0-3 bulan 12 Minggu Digunakan pada
usia 12 minggu/
koreksi pada
bayi premature
sampai 28
minggu
4-11 bulan 12 minggu, 1
hari – 1 tahun

8
1-4 tahun 1 tahun – 5
tahun

5-12 tahun 5 tahun – 12


tahun

12+ tahun 12tahun – 16


tahun.

b. Tabel parameter Pediatric Early Warning System (PEWS)


Parameter 3 2 1 0 1 2 3
Pernapasan ≤ 10 11 - 16 - 29 30 - 39 40 - 49 ≥ 50
15
Retraksi Normal Ringan Sedang Parah
dinding
dada
Alat Bantu Tidak ≤ 2 liter >2 liter
O2
Saturasi ≤ 85 86 90 - >94
oksigen - 93
89
Denyut ≤ 50 50 – 70 - 110 110 - 129 130 - ≥150
jantung 69 149
Kapilla reffil ≤2 >2
Tekanan ≤ 80 80 - 90 - 119 120 - 129 130 - ≥ 140
darah 89 139
sistolik
Suhu ≤ 35 36- 37 >38.5
Tingkat A V P atau
Kesadaran U
Total
Keterangan :
0-2 : skor normal (hijau), penilaian setiap 4 jam.
3 : skor rendah (hijiau), penilain setiap 1- 2 jam
4 : skor menengah (orange), penilain setiap 1 jam
≥5 : skor tinggi (merah) penilaian setiap 30 menit.

c. Parameter tambahan PEWS


No Parameter Tambahan

9
1 Saturasi oksigen Parameter tambahan dapat digunakan
2 Kapilla reffil (waktu) sebagai penilaian tambahan dan tindak
3 Tekanan sistolik lanjut dari tindak klinik yang disesuaikan
4 Warna kulit pada tiap individu anak.
5 Suhu

d. Nilai normal tanda-tanda vital.


Usia Heart rate Respiratory rate
Bayi abru lahir (lahir – 1 100 - 180 40 - 60
bulan)
Infant (1- 12 bulan) 100 - 180 35 – 40
Toddler (13 bulan – 3 tahun) 70 – 110 25 – 30
Preschool (4-6 tahun) 70 – 110 21 – 23
School age (7 – 12 tahun) 70 – 110 19 – 21
Dolescent (13 – 19 tahun) 55 - 90 16 – 18

e. Respon klinis terhadap pediatric early warning system (PEWS)


No Skor Monitoring Tindakan
frekuensi
1 1 4 jam Semua perubahan harus dapat
2 2 2-4 jam meningkatkan frekuensi monitor untuk
tindakan klinis
yang tepat
3 3 Min 1 jam Perawat jaga melakukan monitoring ulang
4 4-5 30 menit Melapor ke dokter jaga
5 6 Berlanjutan Melapor ke DPJP
6 7+ Berlajutan Menghubungi tim emergency jaga.

C. Modified Early Obstertic Warning Score (MEOWS)


1. MEOWS digunakan pada pasien ibu hamil dengan usia kandungan 20 minggu
sampai 6 minggu setelah melahirkan.
2. MEOWS dapat digunakan untuk untuk mengasesmen pengakit akut, mendeteksi
penurunan klinis, dan menginisiasi respon klinis yang tepat waktu dan sesuai.

3. MEOWS tidak digunakan selama proses pembukaan sampai selesai melahirkan.


a. Tabel Parameter Modified Early Obstertic Warning System (MEOWS).

Parameter 3 2 1 0 1 2 3
Respirasi <12 12-20 21-25 >25
Saturasi <92 92- >95
95
Penggunaa Ye No
n O2 s
Suhu <36 36.1-37.2 37.5- >37.7
37.7
Tekanan <90 90-140 141- 151-160 >160

10
darah 150
sistolik
Tekanan 60-90 91- 101-110 >110
darah 100
diastolik
Nadi <50 50- 61-100 101- 111-120 >120
60 110
Tingkat A V, P/U
ksadaran
Nyeri Normal Abnorm
al
Pengeluara Normal Abnorm
n/ Lochea al
Protein urin + ++>

b. Respon Klinis terhadap MEOWS

No Skor Monitoring Tindakan


frekuensi
1 1-4 4 jam 1. Meningkatkan frekuensi monitoring jika ada
perubahan kondisi pasien
2. Jika perlu menghubungi dokter jaga
3. Jika pasien mengalami pre eklampsia (sakit
kepala, pandangan kabur, nyeri perut)
tingkatkan pengawasan.

2 5-6 1 jam 1. Lapor bidan/ perawat jaga


2. Bidan/ perawat segera monitoring ulang pasien
3. Menghubung dokter spesialis kandungan dan
segera konsultasikan
4. Meningkatkan frekuensi monitoring
5. Jika pasien mengalami pre eklampsia (sakit
kepala, pandangan kabur, nyeri perut)
tingkatkan pengawasan

3 7+ Berlanjutan 1. Menghubungi dokter Sp.OG


2. Menghubungi Tim emergency
3. Melanjutkan TTV secara berkelanjutan
4. Mempertimbangan pemindahan ke ruang ICU

11
BAB IV
DOKUMENTASI

1. Lembar observasi National Early Warning Score (NEWS).


2. Lembar observasi Pediatric Early Warning System (PEWS)
3. Lembar observasi Modified Early Obstertic Warning System (MEOWS)

12
Ditetapkan di : Lombok Timur
Tanggal : 18 September 2018 M
8 Muharram 1440 H

Rumah Sakit Islam Namira


Lombok Timur

dr. Utun Supria, M.Kes


Direktur

13