Anda di halaman 1dari 3

1.

Kelompok Formal

Kelompok formal merupakan kelompok yang didalamnya terdapat peraturan

seperti anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) yang biasanya

disebut AD/ART. Kelompok ini mempunyai peranan (Hierarki), pembagian kerja

jelas dan terstruktur. Contoh : Organisasi mahasiswa, oraganisasi pemerintahaan

perusahaan yang memiliki AD/ART dan lainnya.

2. Kelompok Informal

Merupakan kelompok yang terbentuknya melalui proses interaksi yang dilakukan

berulang kali, terdapat daya tarik, dan kebutuhan individu. Individu yang ada dalam

kelompok ini biasanya tidak mempunyai sukturisasi dan peran yang baik dalam

keanggotaan sosial tersebut. Tugas masing-masing individu hanya dibagi berdasar

kekeluargaan dan perasaan simpati. Contoh : kelompok arisan dan persatuan ibu

rumah tangga

3. Masyarakat Perkotaan

Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat

kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang

berbeda dengan masyarakat perdesaan. Ada berupa ciri yang menonjol pada

masyarakat kota yaitu :

 Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan

keagamaan di desa.

 Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus

bergantung pada orang lain.

 Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai
batas-batas yang nyata.

 Kemungkunan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak

yang diperoleh warga kota daripada warga desa.

 Interaksi yang terjadi lebih banyak berdasarkan pada faktor kepentingan daripada

faktor pribadi.

 Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar

kebutuhan individu.

 Perubahan-prubahan sosial tampak dengan nyata dikota-kota, sebab kota biasanya

terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

Perbadaan desa dan kota

 Jumlah dan kepadatan penduduk

 Lingkunbgan hidup

 Mata pencaharian

 Corak kehidupan sosial

 Stratifikasi sosial

 Mobilitas sosial

 Pola interaksi sosial

 Solidaritas sosial

 Kedudukan dalam hierarki administrasi nasional

Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola-pola kehidupan sosial,

ekonomi, kebudayaan dan politik. Kesemuanya akan tercermin dalam komponen-

komponen yang membentuk stuktur kota tersebut. Secara umum dapat dikenal bahwa

suatu lingkungan perkotaan dapat mengandung 5 unsur yang meliputi :


 Wisma : unsur ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat

berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-

kegiatan sosial dalam keluarga. Unsure wisma ini menghadapkan

 dapat mengembangkan daerah perumahan penduduk yang sesuai dengan

pertambahan kebutuhan penduduk untu masa mendatang

 memperbaiki keadaan lingkungan perumahan yang telah ada agar dapat

mencapai standar mutu kehidpan yang layak, dan memberikan nilai-nilai

lingkungan yang aman dan menyenangkan

 Karya : unsur ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena

unsur ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.

 Marga : unsur ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk

menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya didalam

kota, serta hubungan antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya.

 Suka : unsur ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi

kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan

dan kesenian.

 Penyempurna : unsur ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi

belum secara tepat tercakup ke dalam keempat unsur termasuk fasilitas

pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan

utilitas kota.