Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Hipertensi merupakan masalah yang besar dan serius di seluruh dunia karena
prevalensinya yang tinggi dan cenderung meningkat di masa yang akan datang, juga
karena tingkat keganasannya yang tinggi berupa kecacatan permanen dan kematian
mendadak. Prevalensi hipertensi di Indonesia yang ditentukan berdasarkan kriteria
ambang hipertensi yaitu tekanan darah dengan rentang antara 140/90-159/94 mmHg,
diperkirakan 4,8-18,8%. Angka ini lebih tinggi dari angka prevalensi yang dilaporkan
oleh Cheng dan kawan-kawan di Taipeh, yaitu 6,2% dan oleh Freis di Amerika Serikat
yaitu 10-15%. Selain prevalensinya yang tinggi juga angkat kematian akibat
hipertensi di masyarakat mengalami peningkatan yang sangat pesat. Menurut
pengamatan WHO, selama 10 tahun terakhir, bahwa jumlah penderita hipertensi yang
dirawat di berbagai rumah sakit meningkat lebih dari 10 kali lipat (http://www.
Mediastro.co.id, 2006).
Pemerintah Indonesia telah menyusun sebuah strategi atau kebijakan
Pembangunan kesehatan yang berdasarkan pada gerakan pembangunan berwawasan
kesehatan. Departemen Kesehatan telah menyusun konsep pembangunan melalui
Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yaitu suatu tatanan yang menghimpun berbagai
upaya Bangsa Indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai perwujudan kesejahteraan umum seperti
yang dimaksudkan dalam pembukaan UUD 1995 (SKN, 2004).
Penyakit darah tinggi atau hipertensi (hipertension) adalah suatu keadaan
dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang
ditunjukan oleh angka systolik (bagian atas) dan angka bawah (diastolik) pada
pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa
cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya.
Hipertensi adalah tekanan darah persistem dimana tekanan sistoliknya diatas
140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg (Brunner and Suddarth, 2002 :
896).
Tujuan pembangunan kesehatan adalah terselenggaranya kesehatan oleh
semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta maupun pemerintah secara sinergis,

1
2

berhasil guna dan berdaya guna sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya.
Salah satu indikator kesehatan masyarakat adalah angka kematian kasar
menurut data Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1995 yaitu 7,8% (laki-
laki) dan 6,5% (perempuan), sedangkan penyebab kematian terbesar di Indonesia
adalah penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran pernapasan. Hipertensi
merupakan penyakit kardiovaskuler yang cukup tinggi morbiditasnya di Indonesia
yaitu 83 per 1000 anggota rumah tangga, pada umumnya perempuan lebih banyak
menderita hipertensi dibandingkan dengan pria, karena tingkat stress pada wanita
lebih tinggi (http://www.kalbefarma.com, 2006).
Berdasarkan data laporan tahunan rekam medik dan statistik Dinas Kesehatan
Kota Sukabumi dapat dilihat dari tabel di bawah ini :
Tabel 1.1
Data Hipertensi di Wilayah Kota Sukabumi
Periode Tahun 207-2008
Januari-Desember Januari-Desember
No Nama Puskesmas
2007 2008
1 Puskesmas Ciaul 2556 7,9 3060 9,47
2 Puskesmas Karang Tengah 833 7,3 894 5,7
3 Puskesmas Pabuaran 2830 8,41 2700 8,88
4 Puskesmas Cikundul 984 4,64 1005 -
5 Puskesmas Tipar 1532 4 2657 5,62
6 Puskesmas Salabatu 2173 3,3 2967 4,4
7 Puskesmas Nanggeleng - - 1704 5,5
8 Puskesmas Baros - - 1247 7,79
9 Puskesmas Lembursitu - - 312 3,8
10 Puskesmas Sukakarya 451 5,4 505 6,2
11 Puskesmas Gedongpanjang 829 3,74 751 5,77
12 Puskesmas Cipelang 4348 8,13 4358 8,31
13 Puskesmas Benteng 1889 6,64 2326 8,75
14 Puskesmas Limusnunggal - - 1465 8,6
15 Puskesmas Cibeureum - - 622 8,3
JUMLAH .... 100 ....... 100

Dari tabel diatas, disimpulkan penyakit hipertensi di wilayah Puskesmas Ciaul


adalah sebanyak 2556 orang atau 7,9% dari ..... jiwa penduduk Kecamatan ...... pada
tahun 2007 dan pada tahun 2008 meningkat menjadi 3060 orang atau 9,47% dari .....
jiwa penduduk Kecamatan .......... Hal ini bukanlah sesuatu yang dapat
dikesampingkan, dan dianggap sebagai masalah kesehatan yang penting.
Keluarga merupakan salah satu sasaran dalam perawatan kesehatan
masyarakat karena mempunyai peran penting dalam pemeliharaan kesehatan anggota
3

keluarganya, mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat,


memberikan perawatan pada anggota keluarga yang sakit, mempertahankan suasana
lingkungan rumha yang menguntungkan kesehatan dan pemanfaatan tidak dengan
baik terhadap fasilitas kesehatan yang ada. Apabila kelima tugas kesehatan tersebut
tidak bisa dijalankan dengan baik maka akan timbul berbagai macam masalah
kesehatan.
Penyebab hipertensi kebanyakan tidak diketahui dan sangat berhubungan erat
dengan gaya hidup seseorang. Sebagian besar tidak dirawat di rumah sakit. Bila tidak
segera ditangani hipertensi dapat menyebabkan komplikasi seperti payah jantung,
stroke dan gagal ginjal.
Perawat sebagai pelaksana asuhan keperawatan harus dapat memberikan
perhatian yang khusus kepada keluarga dengan hipertensi agar terhindar dari keadaan
yang lebih buruk. Pendidikan kesehatan tentang penyakit, pencegahan serta bantuan
pemenuhan kebutuhan sehari-hari harus tetap dilaksanakan dengan baik, sehingga
keluarga dapat memahami dan melakukan perubahan gaya hidup dari yang tidak sehat
menjadi gaya hidup yang sehat.
Maka penulis merasa tergugah dan tertarik untuk mengangkat karya tulis
ilmiah dengan judul “Asuhan Keperawatan Keluarga Tn …… Dengan Hipertensi
Pada Tn/Ny ….. Di Kampung …… Rt …. Rw ….. Kelurahan Gunungpuyuh
Kecamatan Karang Tengah Kota Sukabumi”.

B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Setelah melakukan penyusunan karya tulis ini penulis mampu
melaksanakan Asuhan keperawatan keluarga dengan hipertensi secara
komprehensif yang meliputi aspek biologis, psikologis, sosial dan spiritual
dengan pendekatan proses keperawatan.
2. Tujuan Khusus
Setelah penyusunan karya tulis, penulis mampu :
a. Melaksanakan pengkajian pada keluarga dengan
hipertensi
b. Merumuskan diagnosa keperawatan pada keluarga
dengan hipertensi
4

c. Menyusun perencanaan asuhan keperawatan pada


keluarga dengan hipertensi
d. Mengimplementasikan tindakan keperawatan keluarga
sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat untuk mengatasi masalah
yang berkaitan dengan hipertensi
e. Mengevaluasi tindakan keperawatan dari hasil asuhan
keperawatan keluarga dengan hipertensi
f. Mendokumentasikan asuhan keperawatan keluarga
yang telah dilaksanakan
g. Mengidentifikasikan kesenjangan antara teori dan
kasus di lapangan

C. Metoda Penulisan dan Pengumpulan Data


1. Metode Penulisan
Metoda penulisan yang digunkan penulis dalam studi kasus ini adalah
metode deskriptif, yaitu dengan menggambarkan suatu peristiwa atau
permasalahan yang didukung data-data sebagai bahan untuk mendapatkan
pemecahan masalah.
2. Teknik Pengumpulan Data
Adapun dibawah ini terdapat beberapa teknik pengumpulan data
diantaranya :
a. Wawancara
Yaitu salah satu cara untuk mengumpulkan data dengan mengajukan
pertanyaan kepada klien dan keluarga baik aspek fisik, mental, sosial,
budaya, ekonomi, kebiasaan lingkungan dan sebagainya (Nasrul Effendy,
1998 : 47).
b. Observasi
Yaitu mengumpulkan data dan fakta dengan cara pengamatan secara
langsung kepada suatu objek yang akan diteliti dalam hal ini yaitu
pengamatan kepada klien, keluarga dan lingkungan (Nasrul Effendy,
1998 : 47).
c. Pemeriksaan Fisik Secara Head to Toe
Yaitu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh kepada seluruh anggota
keluarga terutama pada anggota keluarga yang mempunyai masalah
5

kesehatan dan keperawatan yang berkaitan dengan menggunakan teknik


insfeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi (Nursalam, 2001 : 25).

d. Studi Kepustakaan
Yaitu tekhnik pengumpulan data yang dilakukan penulis dengan
mengadakan seleksi dari bermacam-macam bahan dan melakukan telaahan
pada berbagai sumber yang relevan (Nursalam, 2001 : 25).
e. Studi Dokumentasi
Yaitu mengumpulkan data dan fakta yang diperoleh dari Puskesmas dan
Catatan Medis (Zaidin Ali, 87). .
f. Parisipasi Aktif Keluarga
Dalam pengumpulan data penulis melibatkan peran serta langsung dari
klien dan keluarga.

D. Sistematika Penulisan
Dalam penulisan Karya Tulis ini, penulis menyusun sistematika yang dimulai
dengan judul, lembar pengesahan, abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar lampiran,
daftar tabel dan selanjutnya dibagi dalam 4 Bab antara lain :
BAB I PENDAHULUAN
Pendahuluan yang menjelaskan latar belakang, tujuan penulisan,
metode penulisan dan sistematika penulisan serta lingkup bahasan.
BAB II TINJAUAN TEORITIS
Tinjauan teoritis yang menjelaskan tentang konsep keluarga, konsep
perawatan kesehatan keluarga, konsep dasar hipertensi dan konsep
keperawatan keluarga dengan hipertensi.
BAB III TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN
Tinjauan kasus yang merupakan pelaksanaan proses keperawatan
terhadap klien, yang mencakup pengumpulan data, analisa data,
diagnosa keperawatan, rencana tindakan keperawatan, tindakan
keperawatan, evaluasi, catatan perkembangan serta pembahasan.
BAB IV KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Berisikan kesimpulan dari asuhan keperawatan yang telah
dilaksanakan yang disusun pada Karya Tulis ini serta rekomendasi
6

yang dirujukan kepada pihak yang bersangkutan dalam upaya


peningkatan kualitas asuhan keperawatan.
Pada bagian akhir Karya Tulis ini terdapat daftar pustaka yang berisi tentang
sumber-sumber buku yang digunakan oleh penulis sebagai referensi dan sumber yang
membantu dalam penyusunan karya tulis ini. Lampiran-lampiran satuan acara
penyuluhan yang telah dilakukan oleh penulis dan profil atau riwayat hidup penulis.

E. Lingkup Bahasan
Penyusunan Karya Tulis penulis membatasinya pada hasil asuhan keperawatan
keluarga Asuhan Keperawatan Keluarga Tn …… Dengan Hipertensi Pada Tn/Ny …..
Di Kampung …… Rt …. Rw ….. Kelurahan Gunungpuyuh Kecamatan Karang
Tengah Kota Sukabumi selama ..... hari dari mulai tanggal .... sampai .... tahun 2009.