Anda di halaman 1dari 22

MANUAL

Sistem Jaminan Halal

PT SINGA MAS INDONESIA

Disusun Oleh :

Tim Manajemen Halal


PT Singa Mas Indonesia
PT SINGA MAS INDONESIA
Nomor Dokumen PMS.MGM.A.M.002
MANUAL
Revisi 0
Tanggal Berlaku 07/10/2014
SISTEM JAMINAN HALAL
Halaman 2 dari 20

PERNYATAAN KERAHASIAAN

Manual Sistem Jaminan Halal menguraikan Sistem Jaminan Halal yang dirancang untuk memenuhi
ketentuan LPPOM MUI dalam rangka pencapaian kepuasan pelanggan.

Prosedur-prosedur yang tercantum di dalam Manual Sistem Jaminan Halal ini dibuat sesuai dengan
persyaratan-persyaratan dari LPPOM MUI yang mencakup semua kegiatan dalam menghasilkan produk di
PT. Singa Mas Indonesia.

Selanjutnya Manual Sistem Jaminan Halal ini adalah dokumen rahasia. Menyalin sebagian atau seluruh
dokumen tidak dibolehkan kecuali atas izin tertulis dari Koordinator Tim Manajemen Halal.
Semua anjuran dan komentar mengenai isi dokumen harus dialamatkan ke :

Management Representative :
Koordinator Tim Manajemen Halal
PT. Singa Mas Indonesia

Jl. Ancol VIII No.1


Ancol Barat – Jakarta 14430
Indonesia
Telp : 021 – 691 9999
Fax : 021 – 691 9862

Dokumen ini disetujui oleh President Director PT Singa Mas Indonesia seperti tertera pada Halaman
Pengesahan dan dokumen ini keluarkan oleh Koordinator Tim Manajemen Halal.

2
PT SINGA MAS INDONESIA
Nomor Dokumen PMS.MGM.A.M.002
MANUAL
Revisi 0
Tanggal Berlaku 07/10/2014
SISTEM JAMINAN HALAL
Halaman 3 dari 20

DAFTAR DISTRIBUSI DOKUMEN

1. Copy Terkontrol:
Manual Sistem Jaminan Halal Perusahaan PT SINGA MAS INDONESIA ini merupakan dokumen
terkontrol. Penerima copy terkontrol yang tercantum di bawah ini akan selalu mendapat pembaharuan
(up date) jika ada perubahan.

Copy No. Divisi / Bagian Personel Tandatangan Tanggal

MASTER
1
2
3
4
5
6

2. Copy Tidak Terkontrol:


Penerima copy tidak terkontrol yang tercantum dibawah ini tidak selalu mendapat pembaharuannya.
Apabila dokumen ini diperbanyak/dicopy lagi oleh penerima, maka hasil perbanyakan tersebut akan
terkontrol oleh pemilik dan menjadi tanggung jawab yang memperbanyak.

Copy No. Divisi / Bagian Personel Tandatangan Tanggal

3
PT SINGA MAS INDONESIA
Nomor Dokumen PMS.MGM.A.M.002
MANUAL
Revisi 0
Tanggal Berlaku 07/10/2014
SISTEM JAMINAN HALAL
Halaman 4 dari 20

DAFTAR REVISI DOKUMEN

Perubahan Dokumen yang direvisi Dokumen Hasil Revisi


Keterangan
No. Tanggal Edisi Bab Halaman Edisi Bab Halaman
1.
2.

4
PT SINGA MAS INDONESIA
Nomor Dokumen PMS.MGM.A.M.002
MANUAL
Revisi 0
Tanggal Berlaku 07/10/2014
SISTEM JAMINAN HALAL
Halaman 5 dari 20

DAFTAR ISI

Halaman Pengesahan .............................................................................................................................. 1


Pernyataan Kerahasiaan .......................................................................................................................... 2
Daftar Distribusi Dokumen ...................................................................................................................... 3
Daftar Revisi Dokumen ........................................................................................................................... 4
Daftar Isi .................................................................................................................................................. 5
A. Pendahuluan
1. Informasi Umum Perusahaan .................................................................................................... 7
2. Tujuan ...................................................................................................................................... 7
3. Ruang Lingkup .......................................................................................................................... 7
B. Daftar Istilah dan Singkatan
1. Daftar Istilah .............................................................................................................................. 8
2. Daftar Singkatan ........................................................................................................................ 9
C. Kriteria Sistem Jaminan Halal
1. Kebijakan Halal ....................................................................................................................... 107
2. Tim Manajemen Halal ............................................................................................................. 11
3. Pelatihan dan Edukasi ............................................................................................................. 13
4. Bahan ..................................................................................................................................... 14
5. Produk .................................................................................................................................... 14
6. Fasilitas Produksi .................................................................................................................... 15
7. Prosedur Tertulis untuk Aktivitas Kritis .................................................................................... 15
8. Kemampuan Telusur ................................................................................................................ 16
9. Penanganan Produk Yang Tidak Memenuhi Kriteria ................................................................ 18
10. Audit Internal .......................................................................................................................... 18
11. Kaji Ulang Manajemen ........................................................................................................... 20
Lampiran
Lampiran 1. Daftar Fasilitas Produksi
Lampiran 2. Surat Keputusan Tim Manajemen Halal PT Singa Mas Indonesia
Lampiran 3. Struktur Organisasi Tim Manajemen Halal

5
PT SINGA MAS INDONESIA
Nomor Dokumen PMS.MGM.A.M.002
MANUAL
Revisi 0
Tanggal Berlaku 07/10/2014
SISTEM JAMINAN HALAL
Halaman 7 dari 20

A. PENDAHULUAN

1. Informasi Umum Perusahaan


Nama Perusahaan : PT SINGA MAS INDONESIA
Alamat Perusahaan : Jl. Ancol VIII No. 1 Ancol Barat, Jakarta 14430
Telp/Fax : 021-6919999 / 021-6919862
Contact Person : Annisa Widia Utami
Email : annisa.utami@cp.co.id
Kelompok Produk : Minuman Ringan
Daerah Pemasaran : Seluruh Indonesia
Sistem Pemasaran : Retail
Daftar pabrik atau fasilitas produksi dapat dilihat pada Lampiran 1.

2. Tujuan
Manual SJH disusun untuk menjadi pedoman dalam penerapan SJH di perusahaan, dalam
rangka menjaga kesinambungan proses produksi halal sesuai dengan syariat Islam yang telah
ditetapkan berdasarkan fatwa MUI.

3. Ruang Lingkup
Manual SJH adalah dokumen yang menjadi panduan implementasi SJH di Perusahaan PT Singa
Mas Indonesia yang dibuat berdasarkan HAS 23000 Persyaratan Sertifikasi Halal dan HAS 23301
Pedoman Penyusunan Manual SJH di Industri Pengolahan. Manual SJH ini berlaku untuk seluruh
unit Perusahaan PT Singa Mas Indonesia yang terkait dengan proses produksi halal, termasuk
maklon dan gudang sewa.

7
PT SINGA MAS INDONESIA
Nomor Dokumen PMS.MGM.A.M.002
MANUAL
Revisi 0
Tanggal Berlaku 07/10/2014
SISTEM JAMINAN HALAL
Halaman 7 dari 20

A. PENDAHULUAN

1. Informasi Umum Perusahaan


Nama Perusahaan : PT SINGA MAS INDONESIA
Alamat Perusahaan : Jl. Ancol VIII No. 1 Ancol Barat, Jakarta 14430
Telp/Fax : 021-6919999 / 021-6919862
Contact Person : Annisa Widia Utami
Email : annisa.utami@cp.co.id
Kelompok Produk : Minuman Ringan
Daerah Pemasaran : Seluruh Indonesia
Sistem Pemasaran : Retail
Daftar pabrik atau fasilitas produksi dapat dilihat pada Lampiran 1.

2. Tujuan
Manual SJH disusun untuk menjadi pedoman dalam penerapan SJH di perusahaan, dalam
rangka menjaga kesinambungan proses produksi halal sesuai dengan syariat Islam yang telah
ditetapkan berdasarkan fatwa MUI.

3. Ruang Lingkup
Manual SJH adalah dokumen yang menjadi panduan implementasi SJH di Perusahaan PT Singa
Mas Indonesia yang dibuat berdasarkan HAS 23000 Persyaratan Sertifikasi Halal dan HAS 23301
Pedoman Penyusunan Manual SJH di Industri Pengolahan. Manual SJH ini berlaku untuk seluruh
unit Perusahaan PT Singa Mas Indonesia yang terkait dengan proses produksi halal, termasuk
maklon dan gudang sewa.

7
PT SINGA MAS INDONESIA
Nomor Dokumen PMS.MGM.A.M.002
MANUAL
Revisi 0
Tanggal Berlaku 07/10/2014
SISTEM JAMINAN HALAL
Halaman 7 dari 20

A. PENDAHULUAN

1. Informasi Umum Perusahaan


Nama Perusahaan : PT SINGA MAS INDONESIA
Alamat Perusahaan : Jl. Ancol VIII No. 1 Ancol Barat, Jakarta 14430
Telp/Fax : 021-6919999 / 021-6919862
Contact Person : Annisa Widia Utami
Email : annisa.utami@cp.co.id
Kelompok Produk : Minuman Ringan
Daerah Pemasaran : Seluruh Indonesia
Sistem Pemasaran : Retail
Daftar pabrik atau fasilitas produksi dapat dilihat pada Lampiran 1.

2. Tujuan
Manual SJH disusun untuk menjadi pedoman dalam penerapan SJH di perusahaan, dalam
rangka menjaga kesinambungan proses produksi halal sesuai dengan syariat Islam yang telah
ditetapkan berdasarkan fatwa MUI.

3. Ruang Lingkup
Manual SJH adalah dokumen yang menjadi panduan implementasi SJH di Perusahaan PT Singa
Mas Indonesia yang dibuat berdasarkan HAS 23000 Persyaratan Sertifikasi Halal dan HAS 23301
Pedoman Penyusunan Manual SJH di Industri Pengolahan. Manual SJH ini berlaku untuk seluruh
unit Perusahaan PT Singa Mas Indonesia yang terkait dengan proses produksi halal, termasuk
maklon dan gudang sewa.

7
PT SINGA MAS INDONESIA
Nomor Dokumen PMS.MGM.A.M.002
MANUAL
Revisi 0
Tanggal Berlaku 07/10/2014
SISTEM JAMINAN HALAL
Halaman 8 dari 20

B. DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN

1. Daftar Istilah
a. Sistem Jaminan Halal (SJH) adalah sistem manajemen terintegrasi yang disusun, diterapkan, dan
dipelihara untuk mengatur bahan, proses produksi, produk, sumber daya manusia dan prosedur
dalam rangka menjaga kesinambungan proses produksi halal sesuai dengan persyaratan LPPOM
MUI.
b. Sertifikasi Halal adalah suatu proses untuk memperoleh Sertifikat halal dari MUI melalui beberapa
tahap untuk membuktikan bahwa penerapan SJH di perusahaan memenuhi persyaratan sertifikasi.
c. Sertifikat Halal adalah fatwa tertulis yang dikeluarkan oleh MUI melalui keputusan sidang Komisi
Fatwa yang menyatakan kehalalan suatu produk berdasarkan proses audit yang dilakukan oleh
LPPOM MUI.
d. Kebijakan halal adalah pernyataan tertulis komitmen manajemen puncak untuk senantiasa
menghasilkan produk halal secara konsisten serta menjadi dasar bagi penyusunan dan penerapan
SJH.
e. Tim manajemen halal adalah sekelompok orang yang ditunjuk oleh manajemen puncak sebagai
penanggung jawab atas perencanaan, penerapan, evaluasi dan perbaikan berkelanjutan SJH di
perusahaan.
f. Pelatihan adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan (knowledge),
keterampilan (skill), dan/atau perilaku (attitude) dari semua personel yang terlibat dalam aktivitas
kritis mengenai HAS 23000 (persyaratan sertifikasi halal).
g. Edukasi adalah pembinaan yang dilakukan secara internal untuk menumbuhkan kesadaran bagi
semua pihak yang terlibat dalam aktivitas kritis dalam penerapan SJH.
h. Bahan adalah segala sesuatu yang digunakan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam
proses pembuatan produk. Bahan yang dimaksud mencakup bahan baku, bahan tambahan, dan
bahan penolong.
i. Bahan tidak kritis adalah bahan yang tidak memiliki titik kritis dari aspek kehalalan yang umumnya
digunakan pada industri pengolahan. Bahan yang termasuk kategori bahan yang tidak kritis maka
tidak diperlukan persetujuan penggunaan bahan baru, pemeriksaan bahan datang, dan dokumen
pendukung bahan. Daftar bahan tidak kritis merujuk pada SK LPPOM Nomor SK07/Dir/LPPOM
MUI/I/13.
j. Produk adalah produk yang didaftarkan untuk sertifikasi, mencakup produk antara/intermediet dan
produk akhir, baik yang dijual eceran (retail) atau curah.
k. Fasilitas produksi adalah semua fasilitas yang digunakan untuk menghasilkan produk, baik milik
perusahaan sendiri atau menyewa dari pihak lain. Fasilitas ini mencakup semua fasilitas yang
digunakan dalam proses produksi sejak penyiapan bahan, proses utama, hingga penyimpanan
produk.

8
PT SINGA MAS INDONESIA
Nomor Dokumen PMS.MGM.A.M.002
MANUAL
Revisi 0
Tanggal Berlaku 07/10/2014
SISTEM JAMINAN HALAL
Halaman 9 dari 20

l. Prosedur tertulis aktivitas kritis adalah seperangkat tata cara kerja yang dibukukan untuk
mengendalikan aktivitas kritis.
m. Aktivitas kritis adalah aktivitas pada rantai proses produksi yang dapat mempengaruhi status
kehalalan suatu produk. Aktivitas kritis mencakup seleksi bahan baru, pembelian bahan, formulasi
produk (jika ada), pemeriksaan bahan datang, produksi, pencucian fasilitas produksi dan peralatan
pembantu, penyimpanan dan penanganan bahan dan produk serta transportasi.
n. Formulasi produk adalah formulasi/reformulasi untuk produk yang sudah disertifikasi.
o. Pengembangan produk baru adalah formulasi untuk produk yang akan disertifikasi.
p. Penyimpanan adalah penyimpanan bahan dan produk di fasilitas produksi, termasuk penyimpanan
gudang antara.
q. Penanganan adalah penanganan bahan/produk selama proses produksi, termasuk aliran
bahan/produk dan personel produksi.
r. Kemampuan Telusur (traceability) adalah kemampuan telusur produk yang disertifikasi berasal dari
bahan yang memenuhi kriteria (disetujui LPPOM MUI) dan diproduksi di fasilitas produksi yang
memenuhi kriteria (bebas dari bahan babi/turunannya).
s. Produk yang tidak memenuhi kriteria adalah produk bersertifikat halal yang terlanjur dibuat dari
bahan yang tidak disetujui LPPOM MUI dan/atau diproduksi di fasilitas yang tidak bebas dari bahan
babi/turunannya.
t. Audit internal adalah audit yang dilakukan oleh tim manajemen halal untuk menilai kesesuaian
penerapan SJH di perusahaan dengan persyaratan sertifikasi halal MUI.
u. Kajian ulang manajemen adalah kajian yang dilakukan oleh manajemen puncak atau wakilnya
dengan tujuan untuk menilai efektivitas penerapan SJH dan merumuskan perbaikan berkelanjutan.

2. Daftar Singkatan
a. SJH : Sistem Jaminan Halal
b. LPPOM MUI : Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia
c. SK : Surat Keputusan
d. SOP : Standard Operating Procedure
e. HAS : Halal Assurance System

9
PT SINGA MAS INDONESIA
Nomor Dokumen PMS.MGM.A.M.002
MANUAL
Revisi 0
Tanggal Berlaku 07/10/2014
SISTEM JAMINAN HALAL
Halaman 11 dari 20

2. Tim Manajemen Halal


Struktur organisasi Tim Manajemen Halal PT Singa Mas Indonesia dapat dilihat pada Lampiran 3.
a. Persyaratan dari Tim Manajemen Halal
i. Tim Manajemen Halal adalah karyawan tetap PT Singa Mas Indonesia, yang terdiri dari
koordinator dan anggota dimana tim manajemen halal dapat merangkap sebagai Internal Halal
Auditor.
ii. Koordinator Tim Manajemen Halal sekurang-kurangnya adalah seorang Manajer Teknis, dan
diutamakan seorang muslim.
iii. Memahami persyaratan sertifikasi halal (Kriteria, Kebijakan dan Prosedur pada HAS 23000)
sesuai dengan tugas, tanggung jawab dan wewenangnya masing-masing.
iv. Tim Manajemen Halal berasal dari perwakilan departemen terkait antara lain Purchasing,
QA/QC, Research & Development, Produksi, dan Warehouse.
v. Diangkat melalui surat penunjukkan dari manajemen puncak dan diberi kewenangan untuk
melakukan tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan produksi halal.
b. Tugas, tanggung jawab, dan wewenang berdasarkan fungsi setiap bagian yang terlibat dalam
struktur Tim Manajemen Halal sebagai berikut :
i. Tugas, tanggung jawab, dan wewenang Manajemen Puncak sebagai berikut :
 Merumuskan kebijakan halal dan mendiseminasikan kebijakan halal kepada semua stake
holder.
 Menunjuk Tim Manajemen Halal.
 Menyediakan sumnberdaya (termasuk fasilitas dan sarana) yang diperlukan untuk
perencanaan, penerapan, evaluasi dan perbaikan berkelanjutan SJH.
ii. Tugas, tanggung jawab, dan wewenang Tim Manejemen Halal sebagai berikut :
Koordinator Tim Manajemen Halal :
 Menyusun, mengelola, dan mengevaluasi Sistem Jaminan Halal
 Melakukan koordinasi pelaksanaan Sistem Jaminan Halal.
 Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pelatihan internal.
 Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi audit internal halal
 Membuat Daftar Bahan dan memastikan seluruh bahan sesuai dengan standar halal dari
LPPOM MUI.
 Memastikan seluruh proses produksi dari penerimaan material sampai pendistribusian
produk sesuai dengan standar halal dari LPPOM MUI
 Mempunyai wewenang dalam pengambilan keputusan perusahaan yang berkaitan dengan
produksi halal
 Mempunyai wewenang menghentikan produksi halal suatu produk yang diduga bermasalah
dari sisi kehalalan
 Mensosialisasikan sistem jaminan halal ke seluruh karyawan

11
PT SINGA MAS INDONESIA
Nomor Dokumen PMS.MGM.A.M.002
MANUAL
Revisi 0
Tanggal Berlaku 07/10/2014
SISTEM JAMINAN HALAL
Halaman 12 dari 20

 Melakukan tindakan perbaikan terhadap hasil audit internal.


 Menyusun dan mengirimkan laporan berkala pelaksanaan SJH ke LPPOM MUI.
 Melakukan komunikasi kepada LPPOM MUI.
Anggota Tim Manajemen Halal :
 Menyusun, mengelola, dan mengevaluasi Sistem Jaminan Halal
 Melaksanakan audit halal internal.
 Memastikan seluruh bahan, baik bahan baku, bahan tambahan dan bahan penolong sesuai
dengan standar halal dari LPPOM MUI.
 Memastikan seluruh proses produksi dari penerimaan material sampai pendistribusian
produk sesuai dengan standar halal dari LPPOM MUI.
 Melakukan tindakan perbaikan terhadap hasil audit internal.
 Mensosialisasikan sistem jaminan halal ke seluruh karyawan.
 Bekerja sama dan membantu Koordinator Tim Manajemen Halal untuk memastikan
implementasi Sistem Jaminan Halal.
iii. Tugas, tanggung jawab, dan wewenang bagian R&D sebagai berikut :
 Menyusun, melaksanakan dan mengevaluasi prosedur seleksi bahan baru.
 Menyusun, melaksanakan dan mengevaluasi prosedur formulasi produk dan
pengembangan produk baru.
 Melakukan komunikasi dengan Koordinator Tim Manajemen Halal dalam formulasi dan
pembuatan produk baru.
iv. Tugas, tanggung jawab, dan wewenang bagian Purchasing sebagai berikut :
 Menyusun, melaksanakan dan mengevaluasi prosedur pembelian sesuai dengan daftar
bahan yang telah disetujui LPPOM MUI.
 Melakukan komunikasi dengan Koordinator Tim Manajemen Halal dalam pembelian bahan
baru dan atau pemilihan pemasok baru.
v. Tugas, tanggung jawab, dan wewenang bagian QA/QC sebagai berikut :
 Menyusun, melaksanakan dan mengevaluasi prosedur pemeriksaan bahan datang yang
dapat menjamin konsistensi bahan sesuai dengan daftar bahan yang telah disetujui oleh
LPPOM MUI.
 Melakukan komunikasi dengan Koordinator Tim Manajemen Halal terhadap setiap
penyimpangan dan ketidakcocokan bahan dengan dokumen pendukung bahan.
 Menyusun, melaksanakan dan mengevaluasi prosedur kemampuan telusur.
 Menyusun, melaksanakan dan mengevaluasi prosedur pencucian fasilitas produksi dan
peralatan pembantu.
vi. Tugas, tanggung jawab, dan wewenang bagian PPIC dan Produksi sebagai berikut :
 Menyusun, melaksanakan dan mengevaluasi prosedur perencanaan produksi dan produksi
yang dapat menjamin kehalalan produk.
 Memastikan fasilitas produksi bebas dari bahan babi atau turunannya.

12
PT SINGA MAS INDONESIA
Nomor Dokumen PMS.MGM.A.M.002
MANUAL
Revisi 0
Tanggal Berlaku 07/10/2014
SISTEM JAMINAN HALAL
Halaman 13 dari 20

 Melakukan pemantauan produksi yang bersih dan bebas dari bahan haram dan najis.
 Melakukan komunikasi dengan Koordinator Tim Manajemen Halal dalam hal proses
produksi halal.
vii. Tugas, tanggung jawab, dan wewenang bagian Warehouse sebagai berikut :
 Menyusun, melaksanakan, dan mengevaluasi prosedur penyimpanan dan penanganan
bahan/produk yang dapat menjamin kehalalan bahan dan produk yang disimpan serta
menghindari terjadinya kontaminasi dari segala sesuatu yang haram dan najis.
 Melaksanakan penyimpanan bahan dan produk sesuai dengan daftar bahan dan produk
yang telah disetujui oleh LPPOM MUI.
 Melakukan komunikasi dengan Koordinator Tim Manajemen Halal dalam sistem keluar
masuknya bahan dari dan ke dalam gudang.
viii. Tugas, tanggung jawab, dan wewenang Koordinator Tim Manajemen Halal Pabrik sebagai
berikut :
 Menyusun, mengelola, dan mengevaluasi Sistem Jaminan Halal di lingkup pabrik.
 Melakukan koordinasi pelaksanaan Sistem Jaminan Halal dan penyelenggaraan Audit
Internal Halal di lingkup pabrik.
 Melakukan komunikasi dengan Koordinator Tim Manajemen Halal dalam pelaksanaan
Sistem Jaminan Halal, termasuk Laporan berkala terkait hasil audit internal halal di lingkup
pabrik.
c. Manajemen puncak berkomitmen untuk menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk
perencanaan, penerapan, evaluasi dan perbaikan berkelanjutan SJH. Sumber daya yang diperlukan
berupa sumberdaya manusia, sarana/fasilitas, prosedur dan pembiayaan.
3. Pelatihan dan Edukasi
a. Semua personel yang terlibat dalam aktivitas kritis akan mendapat pelatihan tentang SJH, termasuk
karyawan baru dan pabrik maklon.
b. Tujuan pelatihan adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang persyaratan sertifikasi halal
LPPOM MUI (HAS 23000).
c. Pelatihan eksternal dilaksanakan secara terjadwal setiap 2 (dua) tahun sekali. Pelatihan eksternal
diselenggarakan oleh LPPOM MUI baik dalam bentuk pelatihan regular atau in house training.
d. Pelatihan internal dilaksanakan secara terjadwal setiap 1 (satu) tahun sekali. Pelatihan internal
diselenggarakan oleh bagian Human Resource dengan melibatkan Tim Manajemen Halal dalam
pelaksanaannya.
e. Materi Pelatihan internal mencakup pengetahuan mengenai halal, haram, benda najis, sertifikasi
halal dan implementasi SJH.

13
PT SINGA MAS INDONESIA
Nomor Dokumen PMS.MGM.A.M.002
MANUAL
Revisi 0
Tanggal Berlaku 07/10/2014
SISTEM JAMINAN HALAL
Halaman 14 dari 20

4. Bahan
a. Perusahaan hanya menggunakan bahan yang sesuai dengan kriteria SJH dan disetujui oleh LPPOM
MUI untuk menghasilkan produk yang disertifikasi.
b. Setelah produk dinyatakan halal oleh Komisi Fatwa MUI, dibuat Daftar Bahan (bahan baku, bahan
tambahan, dan bahan penolong) yang digunakan untuk menghasilkan produk yang disertifikasi,
ditandatangani oleh Koordinator Tim Manajemen Halal, pimpinan perusahaan dan dikirimkan ke
LPPOM MUI untuk ditandatangani oleh LPPOM MUI. Daftar bahan ini akan didistribusikan ke bagian
yang terkait dengan aktivitas kritis. Format Daftar Bahan dapat dilihat pada Lampiran 4.
c. Pengadaan bahan baku untuk pabrik maklon melalui SOP pembelian bahan yang mengacu pada
SOP di pabrik maklon dan harus sesuai dengan daftar bahan yang telah disetujui oleh PT Singa Mas
Indonesia dan LPPOM MUI, dicantumkan pada form Permintaan & Pembelian Bahan (PPB).
d. Perbaikan Daftar Bahan dilakukan setiap ada perubahan bahan atau produsen bahan.
e. Perbaikan Daftar Bahan (jika ada) dikiimkan ke LPPOM MUI untuk ditandatangani oleh LPPOM MUI
setiap enam bulan sekali bersamaan dengan laporan berkala.
f. Semua bahan yang digunakan untuk proses produksi dilengkapi dengan dokumen pendukung yang
valid, kecuali bahan tidak kritis yang tercantum dalam SK LPPOM Nomor SK07/Dir/LPPOM
MUI/I/13. Dokumen pendukung bahan berupa Sertifikat Halal, diagram alir proses, spesifikasi
teknis, MSDS, CoA, statement of pork free facility atau kombinasi dari beberapa konsumen.
g. Dokumen Sertifikat Halal dikeluarkan oleh MUI atau dari lembaga lain yang diterima LPPOM MUI
sebagai dokumen pendukung bahan dan masih berlaku. Daftar lembaga yang sertifikat halalnya
diterima mengacu pada daftar yang tercantum di website www.halalmui.org.
h. Dokumen diagram alir proses, spesifikasi teknis, CoA, MSDS, dan statement of pork free facility
dikeluarkan oleh produsen, bukan dari distributor/supplier.
i. Bahan yang sangat kritis dilengkapi dengan Sertifikat Halal. Daftar bahan yang sangat kritis yaitu :
(a) Bahan yang berasal dari hewan sembelihan dan turunannya, seperti produk olahan daging dan
gelatin. (b) Bahan yang sulit ditelusuri kehalalannya atau bahan yang mengandung bahan yang sulit
ditelusuri kehalalannya, seperti whey dan laktosa. (c) Bahan yang mengandung bahan kompleks,
seperti premiks vitamin dan coklat olahan. (d) Flavor.
j. Monitoring terhadap semua dokumen pendukung bahan yang digunakan agar selalu dalam
keadaan masih berlaku dilakukan melalui pemeriksaan masa berlaku dokumen secara berkala.
5. Produk
a. Perusahaan hanya akan memproduksi produk halal dengan merk/nama produk yang tidak
menggunakan nama yang mengarah pada sesuatu yang diharamkan atau ibadah yang tidak sesuai
dengan syariah Islam.
b. Karakteristik/profil sensori produk tidak boleh memiliki kecenderungan bau atau rasa yang
mengarah pada produk haram atau yang telah dinyatakan haram berdasarkan fatwa MUI.
c. Perusahaan akan mendaftarkan seluruh produk yang dihasilkan dan harus sudah memperoleh
Sertifikat Halal sebelum diedarkan.

14
PT SINGA MAS INDONESIA
Nomor Dokumen PMS.MGM.A.M.002
MANUAL
Revisi 0
Tanggal Berlaku 07/10/2014
SISTEM JAMINAN HALAL
Halaman 15 dari 20

d. Monitoring terhadap pendaftaran produk baru mengacu pada SOP Pengembangan Produk Baru.
6. Fasilitas Produksi
a. Fasilitas produksi di pabrik milik sendiri digunakan khusus untuk menghasilkan produk halal.
Fasilitas produksi di pabrik maklon digunakan secara bergantian untuk menghasilkan produk lain
(sharing facility) tetapi bahannya tidak berasal dari babi/turunanya.
b. Pabrik maklon yang dipilih adalah pabrik maklon yang menerapkan kebijakan bahwa seluruh
fasilitas yang digunakan untuk pemaklon bebas babi/turunannya dan telah mengimplementasikan
sistem jaminan halal.
c. Fasilitas produksi di pabrik maklon menjamin tidak terjadi kontaminasi silang dengan bahan/produk
yang haram atau najis, termasuk pencucian fasilitas produksi dan prosedur pengambilan sampel
bahan/produk. Prosedur yang terkait dengan proses produksi, termasuk pencucian fasilitas
produksi dan pengambilan sampel bahan/produk di pabrik maklon mengacu pada prosedur di
pabrik maklon.
d. Setiap ada tambahan fasilitas produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk, baik milik
perusahaan sendiri maupun milik pihak lain maka akan didaftarkan dan menjadi ruang lingkup
implementasi Sistem Jaminan Halal.
7. Prosedur Tertulis Aktivitas Kritis
a. Aktivitas kritis mencakup seleksi bahan baru, pembelian bahan, formulasi produk dan
pengembangan produk baru, pemeriksaan bahan datang, produksi, pencucian fasilitas produksi dan
peralatan pembantu, penyimpanan dan penanganan bahan dan produk serta
transportasi/distribusi. Perusahaan menetapkan prosedur, work instruction dan dokumen lainnya
untuk mengontrol aktivitas kritis agar sesuai dengan sistem jaminan halal.
b. Prosedur dibuat sebagai panduan untuk menjalankan sistem jaminan halal di perusahaan agar
tujuan dari sistem jaminan halal dapat tercapai sesuai kebijakan perusahaan. Semua dokumen dan
data yang berhubungan dengan sistem jaminan halal termasuk prosedur tertulis aktivitas kritis
disosialisasikan dan tersedia di masing-masing area.
c. Prosedur tertulis aktivitas kritis akan dievaluasi efektivitasnya setidaknya satu kali dalam setahun
melalui audit internal. Hasil evaluasi disampaikan ke pihak yang bertanggung jawab terhadap setiap
aktivitas kritis. Jika ditemukan kelemahan pada prosedur, pelatihan terhadap karyawan yang
menerapkan prosedur, atau perbaikan dokumen pendukung penerapan prosedur.
d. Penjelasan mengenai prosedur tertulis aktivitas kritis secara rinci dapat dilihat pada Lampiran.
e. Prosedur-prosedur tertulis yang bagian-bagiannya berada dalam lingkup pabrik maklon diatur dan
merujuk pada prosedur tertulis di pabrik maklon.

15
PT SINGA MAS INDONESIA
Nomor Dokumen PMS.MGM.A.M.002
MANUAL
Revisi 0
Tanggal Berlaku 07/10/2014
SISTEM JAMINAN HALAL
Halaman 16 dari 20

8. Kemampuan Telusur
a. Semua produk yang dihasilkan PT Singa Mas Indonesia harus bisa ditelusuri berasal dari bahan yang
sudah disetujui LPPOM MUI dan diproduksi di fasilitas produksi yang bebas dari bahan
babi/turunannya dan bebas najis.
b. Kemampuan telusur produk dilakukan melalui pengaturan pencatatan penggunaan bahan dan
fasilitas produksi dari gudang bahan baku sampai gudang produk akhir.
c. Catatan ketelusuran produk akan didokumentasikan dengan baik dan lengkap.
d. Prosedur kemampuan telusur di pabrik maklon mengacu pada SOP Traceability di pabrik maklon
Sebagai panduan pelaksanaan, referensi teknis diperlukan sebagai dokumen pendukung. Referensi
teknis didistribusikan ke semua bagian terkait. Referensi teknis seperti berikut ini yang akan
didistribusikan ke bagian terkait tapi juga tidak terbatas seperti berikut ini saja.
1) Purchasing
 Daftar bahan yang disetujui yang berisi nama bahan, supplier dan produsen yang disetujui oleh
tim manajemen halal dan LPPOM MUI.
 Daftar badan sertifikasi halal yang disetujui LPPOM MUI.
 Peraturan dari badan sertifikasi yang berhubungan dengan produk (sertifikat halal, periode
sertifikat halal, logo halal khusus pada kemasan, dan lain-lain).
 Prosedur pembelian bahan baru atau supplier baru.
 Dan lain-lain.
2) Research & Development (R&D)
 Daftar bahan yang disetujui yang berisi nama bahan, supplier dan produsen yang disetujui oleh
tim manajemen halal dan LPPOM MUI.
 Peraturan dari badan sertifikasi yang berhubungan dengan produk (sertifikat halal, periode
sertifikat halal, logo halal khusus pada kemasan, dan lain-lain).
 Identifikasi titik kritis keharaman bahan.
 Prosedur pembelian material baru atau supplier baru.
 Dan lain-lain.
3) Produksi
 Daftar bahan yang disetujui yang berisi nama bahan, supplier dan produsen yang disetujui oleh
tim manajemen halal dan LPPOM MUI.
 Formula baku produk.
 Prosedur untuk produksi produk halal.
 Dan lain-lain.
4) Quality Assurance
 Daftar bahan yang disetujui yang berisi nama bahan, supplier dan produsen yang disetujui oleh
tim manajemen halal dan LPPOM MUI.
 Peraturan dari badan sertifikasi yang berhubungan dengan produk (sertifikat halal, periode
sertifikat halal, logo halal khusus pada kemasan, dan lain-lain).

16
PT SINGA MAS INDONESIA
Nomor Dokumen PMS.MGM.A.M.002
MANUAL
Revisi 0
Tanggal Berlaku 07/10/2014
SISTEM JAMINAN HALAL
Halaman 17 dari 20

 Prosedur pemeriksaan penerimaan bahan.


 Dan lain-lain.
5) Warehousing
 Daftar bahan yang disetujui yang berisi nama bahan, supplier dan produsen yang disetujui oleh
tim manajemen halal dan LPPOM MUI.
 Peraturan dari badan sertifikasi yang berhubungan dengan produk (sertifikat halal, periode
sertifikat halal, logo halal khusus pada kemasan, dan lain-lain).
 Prosedur penyimpanan bahan dan produk agar terhindar dari kontaminasi haram dan najis
 Prosedur untuk penerimaan dan penyimpanan bahan dan produk
 Dan lain-lain
Khusus pada proses produksi, diterapkan sistem pengkodean pada kemasan. Pengkodean ini
dimaksudkan untuk memudahkan kemampuan telusur apa bila terdapat komplain atau
ketidaksesuaian pada produk yang telah dikemas maupun dipasarkan. Pengkodean yang dilakukan
meliputi Kode Filling (Filling Code), Tanggal Kadaluarsa (Expire Date), dan Kode pada Kemasan Karton.
Penjelasan mengenai pengkodean yaitu sebagai berikut.
a) Kode Filling (Filling Code)
Pengkodean ini dilakukan saat proses filling produk ke dalam kemasan botol dan dicetak pada
bagian badan botol yang nantinya akan tertutup oleh label. Kode yang dicetak setidaknya memuat
informasi sebagai berikut :
- Waktu saat dilakukannya proses filling yang terdiri dari jam dan menit serta tanggal dan
bulannya.
- Kode pabrik
- Kode produk
- Nomor Filling Nozzle
- Nomor Capping Head
b) Tanggal Kadaluarsa (Expire Date)
Pencantuman tanggal kadaluarsa dilakukan bersamaan dengan proses labeling botol dan dicetak
pada bagian leher botol yang tidak tertutup oleh label. Kode tanggal kadaluarsa setidaknya
memuat informasi sebagai berikut :
- Waktu kadaluarsa yang terdiri dari tanggal, bulan, dan tahun.
- Waktu saat proses labeling dilakukan yang terdiri dari jam dan menit.
- Nomor Line pada mesin labeling.
c) Kode pada Kemasan Karton
Pengkodean ini dilakukan saat proses pengemasan botol dalam box karton dan dicetak pada
bagian luar pengemas karton. Kode pada box karton setidaknya memuat informasi sebagai
berikut :
- Waktu kadaluarsa yang terdiri dari tanggal, bulan, dan tahun yang merujuk pada tanggal
kadaluarsa yang tertera pada leher botol.

17
PT SINGA MAS INDONESIA
Nomor Dokumen PMS.MGM.A.M.002
MANUAL
Revisi 0
Tanggal Berlaku 07/10/2014
SISTEM JAMINAN HALAL
Halaman 18 dari 20

- Shift produksi saat proses pengemasan botol ke dalam box karton.


- Jam saat dilakukan pengemasan botol ke dalam karton.
Semua informasi dalam pengkodean tersebut harus dapat menjelaskan waktu produksi, bahan-bahan
yang digunakan beserta kuantitasnya, shift produksi beserta PIC yang bertanggung jawab saat proses
produksi berlangsung.
9. Penanganan Produk yang Tidak Memenuhi Kriteria
a. Semua produk yang tidak memenuhi kriteria akan ditangani secara khusus. Produk yang tidak
memenuhi kriteria adalah produk bersertifikat halal yang terlanjur dibuat dari bahan yang tidak
disetujui LPPOM MUI dan/atau diproduksi di fasilitas yang tidak bebas dari bahan babi/turunannya.
b. Informasi produk yang tidak memenuhi kriteria dapat diperoleh melalui audit internal, audit
supplier, pemeriksaan mutu produk rutin, analisis laboratorium, dan informasi pihak eksternal
(suplier, LPPOM MUI, pemerintah, pelanggan).
c. Penanganan produk yang tidak memenuhi kriteria di area pabrik yaitu produk dipisahkan untuk
menghindari terjadi kontaminasi silang dengan bahan/produk halal dan diberi tanda khusus,
selanjutnya produk akan dimusnahkan.
d. Bila produk yang tidak memenuhi kriteria sudah terlanjur dijual, maka produk tersebut akan ditarik
dari pasaran (recall produk). Setelah dilakukan penarikan produk, produk yang tidak memenuhi
kriteria kemudian akan dimusnahkan.
e. Prosedur recall produk dan penanganan produk yang tidak memenuhi kriteria di pabrik maklon
mengacu pada SOP Penanganan produk tidak sesuai di pabrik maklon.
f. Catatan penanganan produk yang tidak memenuhi kriteria akan didokumentasikan dengan baik dan
lengkap.
10. Audit Internal
a. Tujuan Audit Internal
1) Melihat kesesuaian sistem jaminan halal sesuai dengan standar dari LPPOM MUI.
2) Melihat kesesuaian pelaksanaan sistem jaminan halal perusahaan dengan perencanaan.
3) Melihat ketidaksesuaian yang terjadi dan menetapkan tindakan perbaikan dan pencegahan.
4) Memastikan temuan pada audit sebelumnya sudah diperbaiki sesuai dengan jangka waktu
yang sudah dijadwalkan.
5) Memberikan informasi tentang pelaksanaan sistem jaminan halal kepada manajemen dan
LPPOM MUI.
b. Ruang Lingkup Audit Internal
Ruang lingkup audit internal adalah penerapan seluruh aspek SJH (11 kriteria) dan bukti
pelaksanaannya. Secara umum aktivitas yang diaudit adalah penetapan kebijakan halal dan
sosialisasinya, penunjukkan tim manajemen halal dan pelaksanaan tanggung jawabnya,
pelaksanaan pelatihan dan edukasi, pemenuhan kriteria bahan, fasilitas produksi, produk,
penerapan prosedur tertulis aktivitas kritis, ketelusuran produk yang disertifikasi, penanganan

18
PT SINGA MAS INDONESIA
Nomor Dokumen PMS.MGM.A.M.002
MANUAL
Revisi 0
Tanggal Berlaku 07/10/2014
SISTEM JAMINAN HALAL
Halaman 19 dari 20

produk yang tidak memenuhi kriteria, pengiriman laporan berkala setelah audit internal dan
kegiatan kaji ulang manajemen.
c. Pelaksanaan Audit Internal
i. Waktu Pelaksanaan
Internal audit halal dilakukan sedikitnya 6 bulan sekali atau pada waktu ada perubahan yang
berdampak pada status kehalalan pada produk seperti perubahan manajemen, kebijakan
manajemen, perubahan formulasi, perubahan bahan dan perubahan proses produksi.
ii. Metode Pelaksanaan
Internal audit halal dapat dilakukan dengan metode :
1) Interview dan crosscheck
2) Verifikasi dan validasi dokumen
Dokumen yang harus diperiksa meliputi :
 Kelengkapan dokumen sistem jaminan halal.
 Kelengkapan spesifikasi bahan.
 Kelengkapan dan validasi sertifikat halal.
 Kesesuaian antara formula dan daftar bahan halal.
 Kesesuaian antara dokumen pembelian dan daftar bahan halal.
 Kelengkapan dan kesesuaian antara dokumen produksi dan daftar bahan halal dan formula.
 Kelengkapan dan kesesuaian antara dokumen penyimpanan bahan halal dan produk.
 Kemampuan penelusuran.
Check List/Daftar Pertanyaan Audit Internal mengacu pada dokumen HAS 23101 dan
disesuaikan dengan lingkup proses bisnis perusahaan. Check List Audit Internal dapat dilihat
pada Lampiran 6.
iii. Pelaksana (Auditor)
 Auditor halal internal harus pernah mengikuti pelatihan HAS 23000 (Persyaratan Sertifikasi
Halal) yang dilaksanakan secara internal atau eksternal.
 Auditor halal internal berasal dari departemen/divisi/bagian yang berbeda dengan pihak
yang diaudit atau pihak yang ditunjuk khusus untuk melakukan audit internal.
 Audit internal di pabrik maklon dilakukan oleh perusahaan dan pabrik maklon. Lingkup
audit internal di pabrik maklon mencakup aktivitas kritis yang dilakukan di pabrik maklon.
Pabrik maklon kemudian melaporkan hasil audit internal halal kepada perusahaan.
iv. Pihak yang Diaudit (Auditee)
Auditee mencakup semua bagian yang terlibat dalam penerapan SJH termasuk pabrik maklon.
v. Tindakan Koreksi
Tindakan koreksi dan pencegahan dapat meliputi pemberian training kembali kepada
karyawan dan peninjauan ulang dokumen apabila penyimpangan atau ketidaksesuaiannya
telah terdeteksi.

19
PT SINGA MAS INDONESIA
Nomor Dokumen PMS.MGM.A.M.002
MANUAL
Revisi 0
Tanggal Berlaku 07/10/2014
SISTEM JAMINAN HALAL
Halaman 20 dari 20

Bila dalam audit internal ditemukan kelemahan/ketidaksesuaian penerapan SJH di perusahaan,


maka dilakukan tindakan koreksi dengan batas waktu yang jelas.
Jika kelemahan menyebabkan produk menjadi tidak halal, maka akan ditindaklanjuti mengikuti
prosedur penanganan produk yang tidak memenuhi kriteria seperti yang dijelaskan pada sub
bab 9.
Apabila tindakan perbaikan dan/atau pencegahan telah dilakukan, setiap hasil yang didapat
harus didokumentasikan.
vi. Pelaporan
Laporan audit internal disiapkan oleh auditor mengacu pada dokumen HAS 23101 seperti pada
Lampiran 5. Laporan tersebut disampaikan ke pihak yang bertanggung jawab terhadap setiap
kegiatan yang diaudit dan disampaikan ke LPPOM MUI dalam bentuk laporan berkala setiap 6
(enam) bulan sekali.
Catatan pelaksanaan audit internal akan didokumentasikan dengan baik dan lengkap.
11. Kaji Ulang Manajemen
a. Ruang lingkup kaji ulang manajemen mencakup kajian terhadap efektivitas penerapan SJH di
perusahaan dan pabrik maklon.
b. Kaji ulang manajemen dilakukan sedikitnya 1 (satu) kali dalam setahun yang dihadiri oleh
manajemen puncak/wakilnya dan tim manajemen halal.
c. Materi kaji ulang manejemen berasal dari hasil audit internal, audit eksternal, tindak lanjut dari kaji
ulang manajemen sebelumnya, dan perubahan kondisi SJH (perubahan tim manajemen halal,
perubahan kebijakan, dan lain-lain).
d. Hasil evaluasi disampaikan kepada pihak yang bertanggung jawab untuk setiap aktivitas, mencakup
manajemen, tim manajemen halal, dan manajer teknis.
e. Jika hasil evaluasi kaji ulang manajemen memerlukan tindak lanjut, maka akan dilakukan verifikasi
untuk memastikan tindak lanjut sesuai dengan batas waktu yang sudah ditetapkan. Jika tindak
lanjut melewati batas waktu atau bahkan tidak bisa dilaksanakan, maka akan dilakukan identifikasi
penyebab kelemahan tersebut dan kemudian ditindaklanjuti kembali.
f. Catatan pelaksanaan kaji ulang manajemen akan didokumetasikan dengan baik dan lengkap.

20

Anda mungkin juga menyukai