Anda di halaman 1dari 17

UPAYA PROMOSI KESEHATAN

KELOMPOK 6 :
Oktoria Kristiani Manalu (15.11.102)
Maria Lorens Butar-butar (15.11.074)
Jessica Tiara Br. Sitompul (15.11.060)
Khairul (15.11.063)
Desi Puspita Sari (15.11.027)
Aji Polin Sinaga (15.11.005)
Imelda sari Galingging (15.11.052)
Nova Adeninta (15.11.091)
Suci Rahmadani (15.11.132)

STIKES DELI HUSADA DELITUA


PROGRAM STUDI NERS
T.A 2015/2016
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
karunia-Nya kepada saya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah “PROMOSI
KESEHATAN” yang bertema “UPAYA PROMOSI KESEHATAN”.
Makalah yang kami kerjakan ini berisikan tentang bagaimana kebutuhan upaya
upaya dalam menjalankan promosi kesehatan yang baik dan benar. Kami berharap
makalah yang telah kami kerjakan ini dapat memberikan informasi kepada pembaca agar
mengetahui Apa itu promosi kesehatan?
Kami menyadari bahwa makalah yang kami kerjakan ini jauh dari kata sempurna.
Oleh karenanya kritik dan saran yang bersifat membangun kami harapkan dari setiap pihak
atau pembaca, demi sempurnanya makalah ini.
Akhir kata, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah ikut serta dalam pembuatan Makalah ini dari awal hingga akhir. Semoga senantiasa
Tuhan menyertai kita sekalian.

Delitua, 24 Mei 2016

Penulis

i
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.............................................................................................................i
KATA PENGANTAR...........................................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang................................................................................................................1
1.2Rumusan Masalah...........................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN
2.1Pengertian Upaya Promosi Kesehatan............................................................................2
2.2Jenis-jenis upaya Promosi Kesehatan.............................................................................2  
2.3 Upaya Promosi Kesehatan Berdasarkan Strategi Global Dan………………………...4
Strategi Piagam Ottawa

BAB III PENUTUP


3.1Kesimpulan.....................................................................................................................5
3.2Saran...............................................................................................................................5

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................... 6

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1    LATAR BELAKANG


Kesehatan merupakan kebutuhan dengan hak setiap insan agar dapat kemampuan yang
melekat dalam diri setiap insan. Hal ini hanya dapat dicapai bila masyarakat, baik secara individu
maupun kelompok, berperan serta untuk meningkatkan kemampuan hidup sehatnya. Kemandirian
masyarakat diperlukan untuk mengatasi masalah kesehatannya dan menjalankan upaya
peecahannya sendiri adalah kelangsungan pembangunan. GBHN mengamanatkan agar dapat
dikembangkan suatu sistem kesehatan nasional yang semakin mendorong peningkatan peran serta
masyarakat.(Notoatmodjo S, 2007)
Kemampuan masyarakat perlu ditingkatkan terus menerus untuk menolong dirinya sendiri
dalam mengatasi masalah kesehatan. Kegiatan pembinaan yang di lakukan oleh bidan sendiri
antara lain mempromosikan kesehatan dalam pelayanan agar peran serta ibu, remaja, wanita,
keluarga dan kelompok masyarakat di dalam upaya kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana
meningkat. Ini sebagai bagian dari upaya kesehatan masyarakat.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1.Apa yang dimaksud dengan kuratif?
2.Apa saja upaya kuratif dilakukan dalam pelayanan kebidanan?
3.Sebutkan contoh-contoh dari upaya promosi kesehatan dalam pelayanan kebidanan sebagai
upaya kuratif?
.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN UPAYA PROMOSI KESEHATAN


Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan
yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat. Hal ini berarti bahwa peningkatan kesehatan
ini, baik kesehatan individu, kelompok, atau masyarakat harus di upayakan. Upaya mewujudkan
kesehatan ini dilakukan oleh individu, kelompok, masyarakat, lembaga pemerintahan, atau pun
swadaya masyarakat (LSM). (Notoatmodjo S, 2007)
Upaya mewujudkan kesehatan tersebut, dapat dilihat dari dua aspek, yakni: pemeliharan
kesehatan dan peningkatan kesehatan. Pemeliharaan kesehatan mencukup dua aspek, yakni:
kuratif(pengobatan penyakit) dan rehabilitaif (pemulihan kesehatan setelah sembuh dari sakit atau
cacat). Sedang peningkatan kesehatan mencakup 2 aspek, yakni:preventif (pencegahan penyakit)
dan promotif (peningkatan kesehatan itu sendiri). (Novita, 2011)
Menurut Kamis Bahasa Indonesia, kuratif artinya mengobati orang yang sakit. Jadi,
pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif adalah usaha untuk mengobati atau melakukan
penatalaksanaan terhadap suatu penayakit. Pelayanan kesehatan kuratif adalah suatu kegiatan atau
serangkaian kegiatan pengobatan yang ditujukan unutk penyembuhan penyakit, pengurangan
penderitaan akibat penyakit, pengendalian penyakit, atau pengendalian kecacatan agar kualitas
penderita dapat terjaga seoptimal mungkin. Sasaran utama pelayanan kuratif adalah orang yang
sakit. (Novita, 2011)

2.2 JENIS JENIS UPAYA PROMOSI KESEHATAN

A. Upaya Promotif.
Adalah upaya promosi kesehatan yang ditujukan untuk meningkatkan status/
derajat kesehatan yang optimal. Sasarannya adalah kelompok orang sehat. Tujuan
upaya promotif adalah agar masyarakat mampu meningkatkan kesehatannya,
kelompok orang sehat meningkat dan kelompok orang sakit menurun. Bentuk
kegiatannya adalah pendidikan kesehatan tentang cara memelihara kesehatan. 

2
Contoh :
1. Memberikan penyuluhan dan pendidikan kesehatan kepada individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat tentang :
- Kehamilan, persalinan dan nifas
- Pentingnya ASI eksklusif, imunisasi dan lain - lain

B. Upaya Preventif
Adalah upaya promosi kesehatan untuk mencegah terjadinya penyakit. Sasarannya adalah
kelompok orang resiko tinggi. Tujuannya untuk mencegah kelompok resiko tinggi agar
tidak jatuh/ menjadi sakit (primary prevention). Bentuk kegiatannya adalah imunisasi,
pemeriksaan antenatal care, postnatal care, perinatal dan neonatal.
Contoh :
1. Memberikan imunisasi tetanus toksoid (TT) 2x sebelum kehamilan 8 bulan
2. Memberikan imunisasi pada bayi sebelum berumur 1 tahun agar terlindung dari bahaya
penyakit TBC, Hepatitis B, Difteri, Pertusis, Tetanus, Polio dan Campak

C. Upaya Kuratif
Adalah upaya promosi kesehatan untuk mencegah penyakit menjadi lebih parah melalui
pengobatan. Sasarannya adalah kelompok orang sakit (pasien) terutama penyakit kronis.
Tujuannya kelompok ini mampu mencegah penyakit tersebut tidak lebih parah (secondary
prevention). Bentuk kegiatannya adalah pengobatan.
Contoh :
1. Memberikan pengobatan pada ibu, bayi dan balita serta masyarakat dengan kasus -
kasus ringan / sederhana sesuai dengan kewenangan
2. Memberikan pengobatan pada masyarakat atas instruksi dokter

3
D. Upaya Rehabilitatif
Adalah upaya promosi kesehatan untuk memelihara dan memulihkan kondisi/ mencegah
kecacatan. Sasarannya adalah kelompok orang yang baru sembuh dari penyakit. Tujuannya
adalah pemulihan dan pencegahan kecacatan (tertiary prevention.

Contoh :
Berikut adalah contoh upaya rehabilitatif untuk ibu yang sedang hamil,
1. Membimbing klien / ibu nifas dalam proses involusi uteri sekaligus melakukan penilaian
apakah uterus sudah kembali pada keadaan normal
2. Membimbing klien / ibu nifas dalam melakukan senam nifas
 
2.3 UPAYA PROMOSI KESEHATAN BERDASARKAN STRATEGI GLOBAL
DAN STRATEGI PIAGAM OTTAWA
Promosi kesehatan adalah salah satu bentuk upaya pelayanan kesehatan yang
berorientasi pada penyampaian informasi tentang kesehatan guna penanaman pengetahuan
tentang kesehatan sehingga tumbuh kesadaran untuk hidup sehat. Penerapan promosi
kesehatan di lapangan biasanya melalui pendidikan kesehatan dan penyuluhan kesehatan.
Promosi kesehatan/pendidikan kesehatan merupakan cabang dari ilmu kesehatan yang
mempunyai dua sisi, yakni sisi ilmu dan sisi seni. Dilihat dari sisi seni, yakni praktisi atau
aplikasi pendidikan kesehatan adalah merupakan penunjang bagi program-program
kesehatan lain. Ini artinya bahwa setiap program kesehatan yang telah ada misalnya
pemberantasan penyakit menular/tidak menular, program perbaikan gizi, perbaikan
sanitasi lingkungan, upaya kesehatan ibu dan anak, program pelayanan kesehatan dan lain
sebagainya sangat perlu ditunjang serta didukung oleh adanya promosi kesehatan.
Promosi kesehatan bukanlah hanya proses penyadaran masyarakat atau pemberian dan
peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan semata, akan tetapi di dalamnya
terdapat usaha untuk dapat memfasilitasi dalam rangka perubahan perilaku masyarakat. 
Dalam hal ini organisasi kesehatan dunia WHO telah merumuskan suatu bentuk
definisi mengenai promosi kesehatan :
“Health promotion is the process of enabling people to increase control over, and improve,
their health. To reach a state of complete physical, mental, and social, well-being, an
individual or group must be able to identify and realize aspirations, to satisfy needs, and to
change or cope with the environment“. (Ottawa Charter,1986).
Jadi, dapat disimpulkan dari kutipan tersebut diatas bahwa Promosi Kesehatan
adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan
meningkatkan kesehatannya. Selain itu untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna,
baik fisik, mental, dan sosial, maka masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan
aspirasinya, kebutuhannya, dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya
(lingkungan fisik, sosial budaya dan sebagainya).
Selanjutnya, Australian Health Foundation merumuskan batasan lain pada promosi
kesehatan sebagai berikut : “Health promotion is programs are design to bring about
“change”within people, organization, communities, and their environment”.
Artinya bahwa promosi kesehatan adalah program-program kesehatan yang dirancang
untuk membawa perubahan (perbaikan), baik di dalam masyarakat sendiri, maupun dalam
organisasi dan lingkungannya.
Dengan demikian bahwa promosi kesehatan adalah kombinasi berbagai dukungan
menyangkut pendidikan, organisasi, kebijakan dan peraturan perundangan untuk
perubahan lingkungan dan perilaku yang menguntungkan kesehatan (Green dan
Ottoson,1998). Promosi kesehatan merupakan proses pemberdayaan masyarakat agar
mampu memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Proses pemberdayaan tersebut
dilakukan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat; Artinya proses pemberdayaan
tersebut dilakukan melalui kelompok-kelompok potensial di masyarakat, bahkan semua
komponen masyarakat. Proses pemberdayaan tersebut juga dilakukan dengan
menggunakan pendekatan sosial budaya setempat. Proses pembelajaran tersebut juga
dibarengi dengan upaya mempengaruhi lingkungan, baik lingkungan fisik termasuk
kebijakan dan peraturan perundangan.
Konsep Promosi Kesehatan
• Proses untuk meningkatkan kemampuan orang dalam mengendalikan dan
meningkatkan kesehatannya. Untuk mencapai keadaan sehat, seseorang atau
kelompok harus mampu mengidentifikasi dan menyadari aspirasi, mampu
memenuhi kebutuhan dan merubah atau mengendalikan lingkungan (Piagam
Ottawwa, 1986)
• Promosi Kesehatan merupakan program yang dirancang untuk memberikan
perubahan terhadap manusia, organisasi, masyarakat dan lingkungan.
Adapun visi dari promosi kesehatan adalah sebagai berikut :
1. Meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat
kesehatan, baik fisik, mental, dan sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun
sosial.
2. Pendidikan kesehatan disemua program kesehatan, baik pemberantasan penyakit
menular, sanitasi lingkungan, gizi masyarakat, pelayanan kesehatan, maupun program
kesehatan lainnya dan bermuara pada kemampuan pemeliharaan dan peningkatan
kesehatan individu, kelompok, maupun masyarakat.

Dalam mencapai visi dari promosi kesehatan diperlukan adanya suatu upaya yang harus
dilakukan dan lebih dikenal dengan istilah “ Misi ”. Misi promosi kesehatan merupakan
upaya yang harus dilakukan dan mempunyai keterkaitan dalam pencapaian suatu visi.

Misi Promosi Kesehatan


• Advokat (advocate)
Ditujukan kepada para pengambil keputusan atau pembuat kebijakan. Advokasi
merupakan perangkat kegiatan yang terencana yang ditujukan kepada para penentu
kebijakan dalam rangka mendukung suatu isyu kebijakan yang spesifik. Dalam hal ini
kegiatan advokasi merupakan suatu upaya untuk mempengaruhi para pembuat keputusan
(decission maker) agar dapat mempercayai dan meyakini bahwa program kesehatan yang
ditawarkan perlu mendapat dukungan melalui kebijakan atau keputusan-keputusan.

• Menjembatani (mediate)
Menjalin kemitraan dengan berbagai program dan sektor yang terkait dengan kesehatan.
Kegiatan pelaksanaan program-program kesehatan perlu adanya suatu kerjasama dengan
program lain di lingkungan kesehatan, maupun lintas sektor yang terkait. Untuk itu perlu
adanya suatu jembatan dan menjalin suatu kemitraan (partnership) dengan berbagai
program dan sektor-sektor yang memiliki kaitannya dengan kesehatan. Karenanya masalah
kesehatan tidak hanya dapat diatasi oleh sektor kesehatan sendiri, melainkan semua pihak
juga perlu peduli terhadap masalah kesehatan tersebut. Oleh karena itu promosi kesehatan
memiliki peran yang penting dalam mewujudkan kerjasama atau kemitraan ini.

• Memampukan (enable)
Agar masyarakat mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan secara mandiri.
Masyarakat diberikan suatu keterampilan agar mereka mampu dan memelihara serta
meningkatkan kesehatannya secara mandiri. Adapun tujuan dari pemberian keterampilan
kepada masyarakat adalah dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga sehingga
diharapkan dengan peningkatan ekonomi keluarga, maka kemapuan dalam pemeliharaan
dan peningkatan kesehatan keluarga akan meningkat.

Strategi Promosi Kesehatan Global (WHO, 1984)


• Advokasi (advocacy)
Advokasi terhadap kesehatan merupakan sebuah upaya yang dilakukan orang-orang di
bidang kesehatan, utamanya promosi kesehatan, sebagai bentuk pengawalan terhadap
kesehatan. Advokasi ini lebih menyentuh pada level pembuat kebijakan, bagaimana orang-
orang yang bergerak di bidang kesehatan bisa memengaruhi para pembuat kebijakan untuk
lebih tahu dan memerhatikan kesehatan. Advokasi dapat dilakukan dengan memengaruhi
para pembuat kebijakan untuk membuat peraturan-peraturan yang bisa berpihak pada
kesehatan dan peraturan tersebut dapat menciptakan lingkungan yang dapat mempengaruhi
perilaku sehat dapat terwujud di masyarakat (Kapalawi, 2007). Advokasi bergerak secara
top-down (dari atas ke bawah). Melalui advokasi, promosi kesehatan masuk ke wilayah
politik. Agar pembuat kebijakan mengeluarkan peraturan yang menguntungkan kesehatan.
Advokasi adalah suatu cara yang digunakan guna mencapai suatu tujuan yang merupakan
suatu usaha sistematis dan terorganisir untuk mempengaruhi dan mendesakkan terjadinya
perubahan dalam kebijakan public secara bertahap maju. Misalnya kita memberikan
promosi kesehatan dengan sokongan dari kebijakan public dari kepala desa sehingga
maksud dan tujuan dari informasi kesehatan bias tersampaikan dengan kemudahan kepada
masyarakat atau promosi kesehatan yang kita sampaikan dapat menyokong atau
pembelaan terhadap kaum lemah (miskin)

• Dukungan Sosial (social support)


Agar kegiatan promosi kesehatan mendapat dukungan dari tokoh masyarakat. Dukungan
social adalah ketersdiaan sumber daya yang memberikan kenyamanan fisik dan psikologis
sehingga kita dapat melaksanakan kehidupan dengan baik, dukungan social ini adalah
orang lain yang berinteraksi dengan petugas. Contoh nyata adalah dukungan sarana dan
prasarana ketika kita akan melakukan promosi kesehatan atau informasi yang
memudahkan kita, atau dukungan emosional dari masyarakat sehingga promosi yang
diberikan lebih diterima.
• Pemberdayaan Masyarakat (empowerment)
Di samping advokasi kesehatan, strategi lain dari promosi kesehatan adalah pemberdayaan
masyarakat di dalam kegiatan-kegiatan kesehatan. Pemberdayaan masyarakat dalam
bidang kesehatan lebih kepada untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam bidang
kesehatan. Jadi sifatnya bottom-up (dari bawah ke atas). Partisipasi masyarakat adalah
kegiatan pelibatan masyarakat dalam suatu program. Diharapkan dengan tingginya
partisipasi dari masyarakat maka suatu program kesehatan dapat lebih tepat sasaran dan
memiliki daya ungkit yang lebih besar bagi perubahan perilaku karena dapat menimbulkan
suatu nilai di dalam masyarakat bahwa kegiatan-kegiatan kesehatan tersebut itu dari kita
dan untuk kita (Kapalawi, 2007). Dengan pemberdayaan masyarakat, diharapkan
masyarakat dapat berperan aktif atau berpartisipasi dalam setiap kegiatan. Sebagai unsur
dasar dalam pemberdayaan, partisipasi masyarakat harus ditumbuhkan. Pemberdayaan
masyarakat dalam bidang kesehatan pada dasarnya tidak berbeda dengan pemberdayaan
masyarakat dalam bidang-bidang lainnya. 
Partisipasi dapat terwujud dengan syarat (Tawi, 2008):
1. Adanya saling percaya antaranggota masyarakat 
2. Adanya ajakan dan kesempatan untuk berperan aktif 
3. Adanya manfaat yang dapat dan segera dapat dirasakan oleh masyarakat 
4. Adanya contoh dan keteladanan dari tokoh/pemimpin masyarakat. 
Partisipasi itu harus didukung oleh adanya kesadaran dan pemahaman tentang bidang yang
diberdayakan, disertai kemauan dari kelompok sasaran yang akan menempuh proses
pemberdayaan. Dengan begitu, kegiatan promosi kesehatan akan berlangsung dengan
sukses. Agar masyarakat mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kesehatannya.
Pemberdayaan masyarakat adalah suatu bentuk upaya melibatkan peran serta dari
masyarakat ketika kita melakukan promosi kesehatan. Sebagai contoh yaitu pemanfaatan
kader yang telah dilatih atau anggota masyarakat yang mempunyai kemampuan dalam
memberikan promosi kesehatan.

Strategi Promkes (Piagam Ottawa, 1986)


WHO, lewat Konferensi Internasional Pertama tentang Promosi Kesehatan di Ottawa pada
tahun 1986, telah merumuskan sejumlah kegiatan yang dapat dilakukan oleh setiap negara
untuk menyelenggarakan promosi kesehatan. Berikut akan disediakan terjemahan dari
Piagam Ottawa pada bagian yang diberi subjudul Health Promotion Action Means.
Menurut Piagam Ottawa, kegiatan-kegiatan promosi kesehatan berarti:
1. Membangun kebijakan publik berwawasan kesehatan (build healthy public policy)
Promosi kesehatan lebih daripada sekadar perawatan kesehatan. Promosi kesehatan
menempatkan kesehatan pada agenda dari pembuat kebijakan di semua sektor pada semua
level, mengarahkan mereka supaya sadar akan konsekuensi kesehatan dari keputusan
mereka dan agar mereka menerima tanggung jawab mereka atas kesehatan. 
Kebijakan promosi kesehatan mengombinasikan pendekatan yang berbeda namun dapat
saling mengisi termasuk legislasi, perhitungan fiskal, perpajakan, dan perubahan
organisasi. Ini adalah kegiatan yang terkoordinasi yang membawa kepada kesehatan,
pendapatan, dan kebijakan sosial yang menghasilkan kesamaan yang lebih besar. Kegiatan
terpadu memberikan kontribusi untuk memastikan barang dan jasa yang lebih aman dan
lebih sehat, pelayanan jasa publik yang lebih sehat dan lebih bersih, dan lingkungan yang
lebih menyenangkan. Kebijakan promosi kesehatan memerlukan identifikasi hambatan
untuk diadopsi pada kebijakan publik di luar sektor kesehatan, serta cara
menghilangkannya. Hal ini dimaksudkan agar dapat membuat pilihan yang lebih sehat dan
lebih mudah untuk pembuat keputusan. Kebijakan Berwawasan Kesehatan artinya setiap
keputusan pimpinan selalu memandang atau mempunyai cara pandang tentang kresehatan.
Contoh sederhana ketika camat mengeluarkan ijin mendirikan bangunan maka harus ada
ketentuan bahwa yang membuat bangunan harus membangun bangunan dengan didukung
sarana kesehatan seperti jamban keluarga..
2. Menciptakan lingkungan yang mendukung (create supportive environments)
Masyarakat kita kompleks dan saling berhubungan. Kesehatan tidak dapat dipisahkan dari
tujuan-tujuan lain. Kaitan yang tak terpisahkan antara manusia dan lingkungannya
menjadikan basis untuk sebuah pendekatan sosio-ekologis bagi kesehatan. Prinsip panduan
keseluruhan bagi dunia, bangsa, kawasan, dan komunitas yang serupa, adalah kebutuhan
untuk memberi semangat pemeliharaan yang timbal-balik —untuk memelihara satu sama
lain, komunitas, dan lingkungan alam kita. Konservasi sumber daya alam di seluruh dunia
harus ditekankan sebagai tanggung jawab global. Perubahan pola hidup, pekerjaan, dan
waktu luang memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan. Pekerjaan dan waktu luang
harus menjadi sumber kesehatan untuk manusia. Cara masyarakat mengatur kerja harus
dapat membantu menciptakan masyarakat yang sehat. Promosi kesehatan menciptakan
kondisi hidup dan kondisi kerja yang aman, yang menstimulasi, memuaskan, dan
menyenangkan. 
Penjajakan sistematis dampak kesehatan dari lingkungan yang berubah pesat.—terutama di
daerah teknologi, daerah kerja, produksi energi dan urbanisasi–- sangat esensial dan harus
diikuti dengan kegiatan untuk memastikan keuntungan yang positif bagi kesehatan
masyarakat. Perlindungan alam dan lingkungan yang dibangun serta konservasi dari
sumber daya alam harus ditujukan untuk promosi kesehatan apa saja. Lingkungan yang
Mendukung adalah lingkungan dimana kita akan menjadikan contoh yang baik tentang
kesehatan lingkungan ketika kita akan melakukan promosi kesehatan. Contoh adanya
sekolah sehat yang mempunyai lingkungan yang sehat.
3. Memerkuat kegiatan-kegiatan komunitas (strengthen community actions)
Promosi kesehatan bekerja melalui kegiatan komunitas yang konkret dan efisien dalam
mengatur prioritas, membuat keputusan, merencanakan strategi dan melaksanakannya
untuk mencapai kesehatan yang lebih baik. Inti dari proses ini adalah memberdayakan
komunitas –-kepemilikan mereka dan kontrol akan usaha dan nasib mereka.
Pengembangan komunitas menekankan pengadaan sumber daya manusia dan material
dalam komunitas untuk mengembangkan kemandirian dan dukungan sosial, dan untuk
mengembangkan sistem yang fleksibel untuk memerkuat partisipasi publik dalam masalah
kesehatan. Hal ini memerlukan akses yang penuh serta terus menerus akan informasi,
memelajari kesempatan untuk kesehatan, sebagaimana penggalangan dukungan. Gerakan
Masyarakat merupakan suatu partisifasi masyarakat yang menunjang kesehatan. Contoh
gerakan Jum’at bersih.
4. Mengembangkan keterampilan individu (develop personal skills)
Promosi kesehatan mendukung pengembangan personal dan sosial melalui penyediaan
informasi, pendidikan kesehatan, dan pengembangan keterampilan hidup. Dengan
demikian, hal ini meningkatkan pilihan yang tersedia bagi masyarakat untuk melatih
dalam mengontrol kesehatan dan lingkungan mereka, dan untuk membuat pilihan yang
kondusif bagi kesehatan. 
Memungkinkan masyarakat untuk belajar melalui kehidupan dalam menyiapkan diri
mereka untuk semua tingkatannya dan untuk menangani penyakit dan kecelakaan
sangatlah penting. Hal ini harus difasilitasi dalam sekolah, rumah, tempat kerja, dan
semua lingkungan komunitas. Keterampilan Individu adalah kemapuan petugas dalam
menyampaikan informasi kesehatan dan kemampuan dalam mencontohkan
(mendemostrrasikan). Contoh sederhana ketika petugas memberikan promosii
kesehatan tentang pembuatan larutan gula garam, maka petugas harus mampu
membuatnya dan bias mencontohkannya.
5. Reorientasi pelayanan kesehatan (reorient health services)
Tanggung jawab untuk promosi kesehatan pada pelayanan kesehatan dibagi di antara
individu, kelompok komunitas, profesional kesehatan, institusi pelayanan kesehatan,
dan pemerintah. 
Mereka harus bekerja sama melalui suatu sistem perawatan kesehatan yang
berkontribusi untuk pencapaian kesehatan. Peran sektor kesehatan harus bergerak
meningkat pada arah promosi kesehatan, di samping tanggung jawabnya dalam
menyediakan pelayanan klinis dan pengobatan. Pelayanan kesehatan harus memegang
mandat yang meluas yang merupakan hal sensitif dan ia juga harus menghormati
kebutuhan kultural. Mandat ini harus mendukung kebutuhan individu dan komunitas
untuk kehidupan yang lebih sehat, dan membuka saluran antara sektor kesehatan dan
komponen sosial, politik, ekonomi, dan lingkungan fisik yang lebih luas.
Reorientasi pelayanan kesehatan juga memerlukan perhatian yang kuat untuk penelitian
kesehatan sebagaimana perubahan pada pelatihan dan pendidikan profesional. Hal ini
harus membawa kepada perubahan sikap dan pengorganisasian pelayanan kesehatan
dengan memfokuskan ulang kepada kebutuhan total dari individu sebagai manusia
seutuhnya. Reorientasi Pelayanan Kesehatan artinya setiap kegiatan promosi kesehatan
diorientasikan bagaimana pelayanan kesehatan yang seharusnya dan dapat terjangkau.
Contoh adalah pemanfaatan sarana kesehatan terdekat sebagai wadah informasi dan
komunikasi tentang kesehatan.
6. Bergerak ke masa depan (moving into the future)
Kesehatan diciptakan dan dijalani oleh manusia di antara pengaturan dari kehidupan
mereka sehari-hari di mana mereka belajar, bekerja, bermain, dan mencintai. Kesehatan
diciptakan dengan memelihara satu sama lain dengan kemampuan untuk membuat
keputusan dan membuat kontrol terhadap kondisi kehidupan seseorang, dan dengan
memastikan bahwa masyarakat yag didiami seseorang menciptakan kondisi yang
memungkinkan pencapaian kesehatan oleh semua anggotanya. 
Merawat, kebersamaan, dan ekologi adalah isu-isu yang penting dalam
mengembangkan strategi untuk promosi kesehatan. Untuk itu, semua yang terlibat harus
menjadikan setiap fase perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan promosi
kesehatan serta kesetaraan antara pria dan wanita sebagai acuan utama.
Sasaran Promosi Kesehatan
• Sasaran Primer
Sesuai misi pemberdayaan. Misal : kepala keluarga, ibu hamil/menyusui, anak sekolah

• Sasaran Sekunder
Sesuai misi dukungan sosial. Misal: Tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama

• Sasaran Tersier
Sesuai misi advokasi. Misal : Pembuat kebijakan mulai dari pusat sampai ke daerah

4
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Upaya kuratif adalah upaya promosi kesehatan untuk mencegah penyakit menjadi lebih
parah melalui pengobatan. Sasarannya adalah kelompok orang sakit (pasien) terutama penyakit
kronis.Tujuannya kelompok ini mampu mencegah penyakit tersebut tidak lebih parah(secondary
prevention).Bentuk kegiatannya adalah pengobatan.

3.2 SARAN
Kesehatan perlu ditingkatkan karena kesehatan itu perlu relatif dan mempunyai bentangan
yang luas. Oleh sebab itu upaya kesehatan ini mengandung makna bahwa kesehatan seseorang,
kelompok, atau individu harus selalu diupayakan sampai tingkat yang optimal.
DAFTAR PUSTAKA

Novita, Nesi dan Yunetra Franciska. 2011. Promosi Kesehatan dalam Pelayanan


kebidanan. Jakarta : Salemba Medika.
Notoatmodjo S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu perilaku. Jakarta : Rineka Citra.
http://Enyretnaambarwati.blogspot.com/2010/03/upaya-promosi-kesehatan.html
www.yulidadewioktafina.blogspot.com/2009/10/sejarah-promosi-kesehatan-masy
www.bermenscholl.wordpres.com/2009/01/04/promosi.kesehatnan.