Anda di halaman 1dari 7

C.

Rencana Keperawatan

Nama : An. S Tanggal masuk : 28 Maret 2015


Umur : 11 tahun Tanggal pengkajian : 1 April 2015
Alamat : Jln. Kebun bawah Kab. Bandung Diagnosa medic : Leukemia Limfositik Akut

Tabel 6. Rencana keperawatan


Rencana Keperawatan
No Diagnosa Keperawatan
Tujuan Intervensi Rasional
1. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan Setelah dilakukan 1) Observasi TTV 1) Mengontrol keadaan umum klien
penurunan suplai oksigen ke jaringan yang asuhan keperawatan untuk menentukan tindakan
ditandai dengan : pada klien selama 3 selanjutnya
1) Data subyektif : hari, gangguan perfusi
a) Ibu klien mengatakan anaknya merasa jaringan pada klien 2) Tinggikan kepala tempat 2) Meningkatkan ekspansi paru dan
lemas. dapat teratasi dengan tidur sesuai intoleransi. memaksimalkan oksigen untuk
b) Ibu klien mengatakan anaknya pucat. kriteria hasil : kebutuhan seluler.
c) Ibu klien mengatakan sebelum dibawa a) Keadaan umum
ke RS anaknya tidak sadarkan diri. membaik 3) Pertahankan suhu lingkungan 3) Kenyamanan pasien/kebutuhan
2) Data obyektif : b) Konjungtifa dan tubuh hangat sesuai rasa hangat harus seimbang
a) Klien tampak lemas. berwarna merah indikasi. dengan kebutuhan untuk
b) Klien tampak pucat. muda menghindari panas berlebihan
c) CRT < 5 detik. c) Tidak terdapat pencetus penurunan perfusi
d) Bibir tampak sianosis. sianosis jaringan.
e) Konjungtiva tampak anemis. d) HB dalam batas
f) Hb 6,3 gr/dl. normal 4) Kolaborasi dalam pemberian 4) Memaksimalkan transport
e) CRT < 2 detik oksigen tambahan sesuai oksigen ke jaringan.
indikasi.

5) Kolaborasi dalam pemberian 5) Pemberian tranfusi darah


tindakan tranfusi. bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan proses sirkulasi dalam
tubuh.

2. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan Setelah dilakukan 1. Kaji respon terhadap 1. Untuk

70
kelemahan yang ditandai dengan : asuhan keperawatan aktivitas. mengetahui seberapa besar
1) Data subyektif : selama 3 hari klien aktivitas yang dapat klien
a) Ibu klien mengatakan anaknya merasa dapat melakukan lakukan.
lemas aktivitas sendiri dengan 2. Bantu semua
b) Ibu klien mengatakan anaknya cepat kriteria hasil : aktivitas klien ditempat tidur. 2. Kebutuhan
lelah. a) Dapat melakukan klien akan terpenuhi dan klien
c) Ibu klien mengatakan keluhan aktivitas dengan akan merasa diperhatikan serta
anaknya bertambah saat melakukan bantuan minimal. program perawatan dan
aktifitas dan berkurang saat b) Keadaan umum pengobatan berjalan lancar
beristrahat. baik. 3. Motivasi untuk sehingga proses penyembuhan
d) Ibu klien mengatakan anaknya sulit melakukan aktivitas secara penyakit cepat.
melakukan aktifitas. bertahap.
2) Data obyektif : 3. Meminimalkan
a) Klien tampak lemas. 4. Ajarkan klien untuk penggunaan energy yang
b) Klien tampak sulit melakukan aktifitas mengatasi pergerakan berlebihan.
c) Tampak aktifitas klien dibantu oleh misalnya duduk saat menyisir
keluarga. rambut dan sikat gigi. 4. Tehnik
d) Klien tampak cepat lelah saat menghemat energy membantu
melakukan aktifitas. 5. Anjurkan kepada keseimbangan antara suplai dan
e) Kekuatan otot ektremitas atas (3/3), keluarga untuk memantau kebutuhan oksigen.
ekstremitas atas (3/3). segala aktivitas yang
dilakukan klien. 5. Untuk
mengetahui tingkat pergerakan
klien.
3. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Setelah dilakukan 1. Kaji tingkat kebutuhan 1. Untuk menentukan intervensi
berhubungan dengan anorexia yang ditandai asuhan kepetawata nutrisi. selanjutnya.
dengan : selama 3 hari,
1) Data subyektif : kebutuhan nutrisi 2. Anjurkan makan sedikit tapi 2. Meningkatkan intake makanan
a) Ibu klien mengatakan anaknya kurang berangsur-angsur baik sering. dan nutrisi klien.
nafsu makan. dengan kriteria hasil :
b) Ibu klien mengatakan anaknya mual a) Nafsu makan 3. Anjurkan klien untuk makan 3. Makanan hangat dapan
muntah. bertambah. selagi hangat. meningkatkan nafsu makan klien.
2) Data obyektif : b) Porsi makan
a) Klien tampak kurang nafsu makan. dihabiskan. 4. Anjurkan kepada keluarga 4. Merangsang klien untuk bersedia
b) Klien tampak mual dan muntah. memberikan makanan meningkatkan intake.
c) Porsi makan tidak dihabiskan (1/2 kesukaan klien.

71
porsi).
d) Berat badan sebelu sakit (29 kg), 5. Kolaborasi dengan ahli gizi 5. Menentukan kebutuhan nutrisi
setelah sakit (25 kg). untuk menentukan komposisi yang tepat bagi klien.
diet.

6. Kolaborasi dalam pemberian 6. Pemberian suplemen dapat


suplemen (vitamin). memenuhi kebutuhan nutrisi
klien.
4. Defisit perawatan diri berhubungan dengan Setelah dilakukan 1. 1. Sebagai data dasar untuk
keterbatasan aktifitas, ditandai dengan : asuhan keperawatan klien melakukan intervensi selanjutnya.
1) Data subyektif : selama 3 hari,
a) Ibu klien mengatakan selama sakit, kebutuhan personal 2. 2. Untuk pemenuhan kebutuhan
anaknya belum pernah mandi, hyginie klien dapat kebersihan diri. kebersihan diri klien.
keramas, potong kuku, dan hanya terpenuhi dengan
sekali ganti pakaian. kriteria hasil : 3. 3. Memberikan pemahaman bagi
2) Data obyektif : a) Klien tampak pentingnya menjaga personal klien dan keluarga tentang
a) Kulit klien tampak kotor dan lengket. bersih. hyginie. perawatan rambut.
b) Rambut klien tampak berketombe. b) Rambut tidak
c) Tampak gigi klien kotor dan terdapat berketombe. 4. 4. Klien menpunyai orang terdekat
karier gigi c) Kulit halus dan kebersihan diri klien. yang dapat membantu kebutuhan
bersih. klien.

5. Ansietas keluarga berhubungan dengan kurang Setelah dilakukan 1. Kaji tingkat kecemasan klien 1. Sebagai data dasar untuk
informasi tentang penyakit anak ditandai asuhan keperawatan dan keluarga. melakukan intervensi
dengan: selama 3 hari, selanjutnya.
1) Data subyektif : kecemasan klien dapat
a) Ibu klien mengatakan cemas dengan teratasi dengan kriteria 2. Beri penjelasan tentang 2. Dapat menambah pemahaman
penyakit anaknya. hasil : penyakit anak kepada orang klien dan keluarga tentang
b) Klien mengatakan ingin cepat a) Klien dan keluarga tua atau keluarga. penyakit yang dialami klien.
sembuh. tidak cemas lagi.
2) Data obyektif : b) Ekspresi wajah 3. Anjurkan pada keluarga agar 3. Dorongan keluarga dapat
a) Klien dan keluarga tampak cemas. klien dan keluarga memotovasi klien dalam mempercepat proses
b) Klien selalu bertanya kapan dia bisa tampak tenang. proses penyembuhan. penyembuhan klien.
sembuh. c) Klien dan keluarga
. memahami konsep
penyakit klien.

72
D. Implementasi dan Evaluasi

Tabel 5. Implementasi dan Evaluasi.


Hari No. Hari /
Jam Implementasi Jam Evaluasi
Tanggal Dx Tanggal
Kamis I 08 : 00 1. Mengobservasi TTV Kamis 12 : 30 S:
1 Hasil : 1 1. Ibu klien mengatakan anaknya
April TD : 90/60 mmhg. April masi merasa lemas.
2015 N : 100 x / menit. 2015 2. Ibu klien mengatakan anaknya
P : 24 x / menit. masi terlihat pucat.
S : 370C. O:
08 : 30 2. Meninggikan kepala tempat tidur sesuai 1. Klien tampak lemas.
intoleransi. 2. Konjungtiva tampak anemis.
Hasil : Kepala tempat tidur klien berada pada 3. CRT < 5 detik
sudut kemiringan 300. 4. HB 6,7 gr/dl
08 : 30 3. Memertahankan suhu lingkungan dan tubuh A:
hangat sesuai indikasi. Tujuan belum tercapai
Hasil : Suhu lingkungan dan suhu tubuh 370C. I:
09 : 00 4. Berkolaborasi dalam pemberian oksigen Intervensi dilanjutkan
tambahan sesuai indikasi.
Hasil : Terapi oksigen nasal kanul 1 liter /
menit
09 : 00 5. Berkolaborasi dalam pemberian tindakan
tranfusi.
Hasil : Tranfusi sel darah merah 4 kantong dan
leukosit 2 kantong.

Kamis 08 : 15 1. Mengkaji respon klien terhadap aktivitas Kamis 12 : 30 S :


1 II bermain. 1 1. Ibu klien mengatakan anaknya
April Hasil : Tampak aktifitas klien terbatas. April masih sulit beraktifitas.
2015 09 : 30 2. Membantu semua aktivitas klien ditempat tidur 2015 2. Ibu klien mengatakan anaknya
(memadikan dan memberi makan klien). cepat lelah dalam melakukan

73
Hasil : Semua aktifitas klien dibantu oleh aktifitas misalnya bermain.
perawat (mandi dan makan).

09 : 50 3. Memotivasi untuk melakukan aktivitas secara


bertahap (bermain). O:
Hasil : Keluarga klien nampak memberi 1. Klien Nampak lemas.
dukungan kepada klien dengan cara bermain 2. Klen tampak sulit melakukan
bersama. aktifitas.
09.20 4. Mengajarkan klien untuk mengatasi 3. Klien tampak cepat lelah saat
pergerakan misalnya duduk saat menyisir melakukan aktifitas.
rambut dan sikat gigi. 4. Tampak aktifitas klien masih
Hasil : Keluarga dan klien nampak kooperetif. dibantu oleh keluarga.
09 : 20 5. Menganjurkan kepada keluarga untuk A:
memantau segala aktivitas yang dilakukan Tujuan belum tercapai.
klien (seperti bermain). P:
Hasil : Klien bermain dalam pantauan Intervensi dilanjutkan.
keluarga.

Kamis III 08 : 00 1. Mengobservasi asupan nutrisi klien dengan Kamis 12 : 30 S:


1 cara melihat porsi makan yang dihabiskan atau 1 1. Ibu klien mengatakan nafsu makan
April tidak. April anaknya mulai membaik.
2015 Hasil : Porsi makan dihabiskan (½ porsi ). 2015 2. Ibu klien mengatakan ankanya
10 : 30 2. Memberikan makanan dalam porsi sedikit tapi masih merasa lemas.
sering dengan membantu memberikan O:
makanan pada klien. 1. Klein nampak lemah.
Hasil : Klien mau makan dalam porsi sedikit 2. Porsi makan dihabiskan ( ½ porsi).
tapi sering. 3. Nafsu makan membaik.
10 : 35 3. Memberi HE kepada keluarga klien tentang A:
pentingnya nutrisi dalam proses penyembuhan. Tujuan tercapai sebagian.
Hasil : Keluarga klien kooperatif. P:
10 : 00 4. Berkolaborasi dengan ahli gizi tentang Intervensi dilanjutkan.
pemberian diet yang tepat untuk klien.
Hasil : Klien dianjurkan untuk makan bubur
saring.
11 : 00 5. Kolaborasi pemberian vitamin.

74
Hasil : Pemberian vitamin A dan vitamin B
Com.

Kamis IV 08 : 00 1. Mengkaji tingkat personal hyginie klien. Kamis 12 : 30 S:


1 Hasil : kulit klien tampak kotor dan lengket. 1 1. Ibu klien mengatakan anaknya
April 09 : 30 2. Membantu klien dalam dalam pemenuhan April tampak bersih setelah dimandikan,
2015 kebersihan diri. 2015 keramas, dan sikat gigi.
Hasil : membantu klien mandi di atas tempat 2. Klien mengatakan merasa segar
tidur. setelah dimandikan.
09 : 50 3. Mengajarkan pada klien tentang pentingnya O:
menjaga personal hyginie. 1. Klien tampak ceria.
Hasil : Klien mengerti tentang manfaat 2. Rambut klien tidak berketombe.
menjaga personal hyginie. 3. Kulit bersih dan halus.
09 : 40 4. Melibatkan keluarga dalam kebersihan diri A:
klien. Tujuan tercapai.
Hasil : Keluarga tampak membantu klien saat P:
klien keramas dan sikat gigi. Intervensi dipertahankan.

Kamis V 11 : 30 1. Mengkaji tingkat kecemasan klien dan Kamis 12 : 30 S:


1 keluarga. 1 1. Klien dan keluarga masih tampak
April Hasil : Klien dan keluarga tampak cemas. April cemas.
2015 11 : 50 2. Memberi penjelasan pada klien dan keluarga 2015 2. Klien mengatakan kapan dia bise
tentang penyakit klien. sembuh.
Hasil : Keluarga klien memahami penyakit O:
klien. 1. Klien dan keluarga tampak cemas.
12 : 10 3. Menganjurkan keluarga memberikan motovasi 2. Keluarga bertanya kapan anaaknya
pada klien dalam proses penyembuhan. bisa sembuh.
Hasil : Kelurga tampak memberikan motovasi A:
pada klien dalam proses penyembuhan. Tujuan belum tercapai.
P:
Intervensi dilanjutkan.

75
76