Anda di halaman 1dari 1

Soal:

1. Coba Anda jelaskan bahwa manusia sebagai makhluk fisik dan non fisik!
2. Coba Anda jelaskan, apa yang dimaksud manusia sebagai khalifah?
3. Apa yang Anda ketahui tentang manusia? Jelaskan!
4. Manusia mempunyai hak dan kewajiban. Terangkan apa arti dari kedua kata tersebut, serta
hak-hak apa saja yang diberikan kepada manusia menurut Islam?
5. Kemukakan secara ringkas tentang status dan peran manusia berdasarkan tinjauan sosiologis
dan psikologis!
Jawaban:
1. a. Manusia sebagai makhluk fisik adalah manusia memiliki wujud lahiriah berupa jasmani,
dimana manusia memiliki susuan organ dalam tubuh yang kompleks dan dihubungkan
dengan susunan syaraf yang kompleks pula. Seperti yang di jelaskan Q.S. Al-Mu’minun
(23): 12-14
b. Manusia sebagai makhluk non fisik adalah manusi dipandang dari aspek ruh dan jiwa yang
memerankan adanya proses berfikir, merasa, bersikap dan berserah diri atau yang berhungan
dengan mental. Seperti yang dijelaskan Q.S. Al-Mu’min (40): 35.
2. Khalifah sendiri merujuk pada arti pemimpin, yakni mereka yang menjadi pimpinan umat
Islam. Sehingga maksud manusia sebagai khalifah adalah Allah memberi manusia ilmu ilmu
pengetahuan dan kemauan, dijadikan kalifah (penguasa) di bumi, serta menjadi pusat pelaku
kegiatan di alam ini. Seperti yang dijelaskan Q.S. Al-Baqarah (2) :29.
3. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang terwujud dari kumpulan daging, urat, tulang,
urat-urat darah dan alat pencernaan yang kemudian diberikan akal, ilmu pengetahuan dan
hawa nafsu untuk dijadikan sebagai khalifah di muka bumi dan untuk beribadah kepada-Nya.
4. Hak adalah imbalan dari kewajiban yang telah ditunaikan. Sedangkan tanggung jawab adalah
kewajiban seseorang untuk melakukan perbuatan yang di dalamnya terdapat hak orang lain.
Hak – hak manusia menurut islam terdiri dari: Hak Tuhan, hak diri sendiri, hak orang lain,
dan hak atas harta.
5. Secara sosiologis manusia adalah makhluk yang berkelompok. Karena nalurinya itu, maka
manusia mempunyai status dan peran. Di satu sisi manusia sebagai pemimpin dan di sisi lain
ia sebagai anggota masyarakat. Di satu segi ia menjadi subjek, sisi lain manusia bisa menjadi
objek. Sebagai makhluk yang berpikir, manusia memiliki jati diri atau kepribadian. Memiliki
keinginan dan kecenderungan. Dari keinginan dan kecenderungannya ia terbebani dengan
tanggung jawab terhadap dirinya, keluarga dan masyarakat.