Anda di halaman 1dari 3

TUGAS MANAJEMEN SDM

jelaskan bagaimana keterkaitan analisis pekerjaan, kompetensi dan


kepuasan pelanggan, sertai dengan contoh yang pernah bapak ibu
temui di tempat kerja saat ini?

JAWAB ;

Kompetensi adalah suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan


suatu pekerjaan atau tugas yang di landasi atas keterampilan dan [engetahuan
serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut.
Kompetensi sebagai kemampuan sesorang untuk menghasilkan pada tingkat
yang memuaskan di tempat kerja, juga menunjukkan karakteristik pengetahuan
dan keterampilan yang dimiliki atau dibutuhkan oleh setiap individu yang
memampukan mereka untuk meningkatkan standar kualitas professional dalam
pekerjaan.

Spencer dan Spencer (dalam palan) menguraikan lima karakteristik yang


membentk kopetensi yaitu

1. Pengetahuan merujuk informasi dan hasil pembelajaran


2. Keterampilan ; merujuk pada kemampuan seseorang untuk melakukan
suatu kegiatan
3. Konsep diri dan nilai-nilai ; merujuk pada sikap, nilai-nilai dan citra diri
sesorang bahwa dia bisa berhasil dalam suatu situasi
4. Krakteristik pribadi; merujuk pada karakteristik fisik dan konsinstensi
tanggapan terhadap situasi atau informasi, seperti pengendalian diri dan
kemampuan untuk tetap tenang di bawah tekanan
5. Motif; merupakan emosi, hasrat, kebutuhan psikologis atau dorongan-
dorongan lain yang memicu tindakan

Apabila di gambarkan, kompetensi sangatlah berdekatan dengan kepuasan


pelanggan.

Kepuasan pelanggan adalah suatu keadaan di mana keinginan, harapan, dan


kebutuhan pelanggan dipenuhi. Suatu pelayanan di nilai memuaskan bila
pelayanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan.
Pengukuran kepuasan pelanggan merupakan elemen penting dalam
menyediakan pelayanan yang lebih baik, lebih efisien dan lebih efektif. Apabila
pelanggan merasa tidak puas terhadap suatu pelayanan yang disediakan, maka
pelayanan tersebut dapat dipastikan tidak efektif dan tidak efisien. Hal ini
terutama bagi pelayanan publik, misalkan rumah sakit.

Organisasi yang memberikan jasa pelayanan kesehatan salah satunya RS


merupakan organisasi yang melalui tenaga medis professional yang terorganisir
serta sarana kedokteran yang permanen menyelenggarakan pelayanan
kesehatan, asuhan keperawatan, yang berkesinambungan, diagnosis serta
pengobatan penyakit yang di derita oleh pasien.
Layanan perawat merupakan salah satu layananyang ada di RS yang
diberikanoleh tenaga perawat, pekerjaan ini sangat penting sekali karena
pelayanan keperawatan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di RS.
Apabila kinerja perawat dan dokter tidak baik dlam memberikan pelayanan
kepada pasien akan berdampak buruk dan rumah sakit akan mengalami krisis
kepercayaan dari masyarakat luas atas pemberian pelayanan yang tidak
menomorsatukan kepuasan pasien.

Perawat atau pegawai kesehatan memiliki tanggung jawab terhadap profesinya


yaitu mampu bekerja sama dengan para pegawai lainnya dalam memberikan
pelayanan keperawatan kepada pasien ataupun kepada Rs, pegawai harus
menjunjung nama baik profesi dengan memilki perilaku dan sifat-sifat pribadi
yang lihur agar kegiatan pelayanan dapat berjalan sesuai dengan prisedur yang
ada dan pegawai juga senantiasa menutamakan perlindungan dan keselamatan
penderita atau pasien dalam melaksnakan tugas keperawatan.

Begitupun dengan dokter sebagai pemeriksa para psien harus memberikan


diagnose yang benat jangan sampai ada kesalahan dalam membrikan resep-
resep pengobatan. Karena sedikit keteledoran akan mengakibatkan jiwa pasien
hilang atau tidak terselamatkan.

Penyampaian atau komunikasi yang baik akan sangat membantu terbinanya


hubungan antar manusia yang serasi di antara pasien dengan penolong.
Khususnya untuk para dokter pemberian informasi kesehatan pasien sangat
diutamakan untuk membentu menentukan hasi diagnosis, menjalankan proses,
dan untuk melakukan evaluasi hasil pengobatan.

Tingkat kesabaran yang tinggi dan teknik komunikasi yang efektif merupakan
syrat terpenting yang harus di miliki oleh penolong atau petugas kesehatan
dalam menghadapi orang-orang yang sedang sakit. Selain mengalami gangguan
fisik, pasien juga akan mengalami gangguan psikis atau ketegangan jiwa sehingga
sebagian besar dari mereka akan sulit melakukan komunikasi secara baik.
Empati, perhatian, dan perilaku positif yang penolong dapat membantu beban
psikis pasien selama proses komuniksi berlangsung.

Contoh yang di temui di tempat kerja :

1. Dalam pemberian pelayanan yang kurang ramah dari pegawai kepada


pasien rawat inap, seperti cara berkomunikasi atau kurang baiknya tata
bicara penyampain informasi kepada pasien, sehingga pasien atau
masyarakat yang segan untuk melakukan pengobatan di RS
2. Alat-alat medis yang belum lengkap mengakibatkan perawatan yang
memakan waktu penyembuhan yang cukup lama bagi pasien yang
melakukan pengobatan
3. Fasilitas di polikilinik yang belum memadai, ruang tunggu yang tidak luas
sehingga menyebabkan pasien bersesakan mengantri dan lama
mengantri sehingga mengakibatkan tingkat stres pada pasien, I I akan
menghambat kesembuhan pasien.