Anda di halaman 1dari 53

RANGE OF MOTION

(ROM)
Oleh :
Angelina Linda Poluan, S.Ft
LINGKUP GERAK
SENDI
 LGS ad. Luas lingkup gerak sendi
yg bisa dilakukan oleh suatu sendi.
 Alat  “GONIOMETER” : sebuah
busur derajat dgn 2 buah tangkai
panjang; satu merupakan tangkai
penggerak (moving arm) dan
satunya tangkai statik (Statiniory
Arm)
TUJUAN PENGUKURAN LGS
 Untuk mengetahui besarnya LGS yg ada pd suatu sendi dan

membandingkan dgn LGS pd sendi normal yg sama.

 Membantu diagnosis dan menentukan fungsi sendi

 Untuk evaluasi terhadap pasien setelah terapi &

membandingkannya dgn hasil pemeriksaan sebelumnya.

 Untuk meningkatkan motivasi dan semangat pasien dlm menjalani

program terapi

 Untuk dokumentasi

 Untuk keperluan riset dengan berbagai tujuan.


FAKTOR-FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN :

• Reliabilitas
• Umur
• Seks
• Struktur persendian
• Sisi dominan
• Tipe gerakan
• Alat ukur
• Penentuan titik ukur yg
akurat
PROSEDUR PENGUKURAN
• Posisikan pasien pd posisi tubuh yg benar, yaitu posisi anatomis
• Jelaskan dan peragakan gerakan yg diinginkan kepada pasien
• Lakukan gerakan pasif 2 atau 3 kali untuk menghilangkan gerakan
substitusi dan ketegangan krn kurang bergerak.
• Stabilisasi pd segmen bag.proximal.
• Tentukan axis gerakan baik secara aktif maupun pasif dgn
melakukan palpasi bagian tulang disebelah lateral sendi.
• Letakkan tangkai goniometer yg bergerak paralel terhadap axis
longitudinal segmen tubuh yg bergerak.
• Pastikan axis goniometer tepat pd axis gerakan sendi
• Pegang goniometer antara jari2 dan ibujari.
• Letak goniometer jgn sampai menekan kuat pd kulit.
• Bacalah pada awal dan akhir tiap gerakan.
Catat : hasil pengukuran LGS
Metode pendokumentasian hasil pengukuran LGS

• Notasi dan rekording

• Notasi adlh bagaimana gerakan


tersebut dideskripsikan dalam
bentuk derajat.

• Rekording adalah bagaimana


menuliskan atau mencatat
angka-angka tersebut ke dalam
kartu.
1. NOTASI :
a. Sistem 0 — 180 (Silver, 1923), mendapat rekomendasi
AAOS:
Posisi awal semua gerakan dianggap 0, kemudian
bergerak sampai 180 derajat.
b. Sistem 180—0 (Clark, 1920): Jarang digunakan
c. Sistem 360 (West, 1945) : hampir sama dgn system 180
— 0, hanya notasinya sampai 360 (jarang digunakan).
Contoh:
2. RECORDING
International SFTR Method of Measuring and Recording Joint
Motion.
 Diciptakan oleh otto A.Russe dan John J.Gerhardt.
 Metode ini mencatat semua gerakan yg terjadi pd suatu bidang
gerak secara bersama
 Pencatatan :
 Dimulai dgn menuliskan bid.gerak dimana gerakan tsb.terjadi
 Semua gerakan diukur dari posisi awal netral.
 Semua gerakan ditulis dengan 3 kelompok angka.
 Extensi dan semua gerakan yg menjauhi tubuh ditulis pertama
 Flexi dan semua gerakan yg mendekati tubuh ditulis terakhir.
 Lateral flexi dan rotasi spine ke kiri ditulis pertama dan yg kanan
ditulis terakhir
 Posisi awal dituliskan ditengah
 Semua posisi yg mengunci atau tidak ada gerakan sama sekali
(ankylosis) hanya ditulis dengan 2 kelompok angka
Contoh
penulisan sendi bahu dalam SFTR

S : 45° – 0° – 180°
F : 180° – 0° – 45°
T : 45° – 0° – 135°
R (F90) : 90° – 0° – 90°
 Penulisan 2 kelompok angka pada system SFTR menunjukkan sendi
dalam keadaan terkunci
Contoh : Elbow: S 0° - 10°, artinya sendi siku terkunci/kaku pd 10°
fleksi.
R 10°- 0° artinya sendi siku terkunci pd 10° supinasi
R 00 - 15°, artinya sendi siku terkunci pd posisi 150
pronasi.
 Posisi deformitas dgn mudah digambarkan melalui penulisan tersebut.
Contoh :
Knee: F 10° - 0° (genu valgus)
F 0° - 10 (genu varus)
S 10° - 0° - 130° (genu recurvatum)
 Jika angka di tengah tidak 0° berarti ada kekakuan sendi di awal grk.
Contoh:
Elbow: S 0° - 10° - 135°, artinya kaku pd posisi 10° ke arah fleksi 135°

Secara umum dikenal 2 metoda penulisan yaitu:


1. Zero method : Contoh, sendi hip fleksi 0° - 125°, ekstensi 0° - 15°
2. ISOM (International Standart Orthopaedic Measurement)
Contoh: Elbow: S 0°-0°-135°
S 5°-0°-135°
S 10°-0°-135°
RANGE OF MOTION (ROM)
UPPER EXTREMITY
MEASUREMENT OF
RANGE OF MOTION (ROM)
SHOULDER JOINT
☺ Posisi Awal : FLEKSI & EKSTENSI
☺ Flexi : Pasien tidur terlentang SHOULDER
atau duduk.
☺ Extensi : Pasien tidur tengkurap.
☺ Goniometer Axis : Bag.lateral lengan
atas, pd caput humeri ± 2,5 cm
dibawah acromion.
☺ Stationary Arm : Sejajar lateral midline
of the trunk.
☺ Movable Arm : Sejajar dgn axis
longitudinal humerus, tepatnya di
epicondylus lateral humerus.
SHOULDER FLEXION ,….

Starting position for measurement


of shoulder flexion.

End of shoulder flexion ROM.


SHOULDER EKSTENSION ….

Starting position for measurement


of shoulder extension

End of shoulder extension ROM,


ABDUCTION & ADDUCTION
SHOULDER

☺ Posisi Awal : Pasien tidur terlentang atau duduk.


☺ Goniometer axis : Pada glenohumeral, ± 1,3 cm inferior dan
lateral proc. Coracoideus.
☺ Stationary arm : Sejajar sternum
☺ Movable arm : Sejajar axis longitudinal humerus
SHOULDER ABDUCTION ….

Starting position for measurement


of shoulder abduction.

End of shoulder abduction ROM.


SHOULDER ADDUCTION ….

Starting position for measurement


of adduction shoulder.

End of shoulder adduction ROM.


INTERNAL & EXTERNAL ROTASI
(ENDOROTASI & EXOROTASI / ROTASI MEDIAL & ROTASI LATERAL)

☺ Posisi Awal :
☺ Utk internal rotasi, pasien tidur
tengkurap, shoulder abduksi 90°,
forearm midposisi dan diletakkan
handuk kecil dibawah humerus.
☺ utk external rotasi tidur terlentang.
☺ Goniometer axis : olecranon ulna
☺ Stationary arm : perpendicular to the
floor
☺ Movable arm : sejajar axis longitudinal
ulna, tepatnya pd proc.styloideus ulna.
INTERNAL ROTASI ….

Starting position for measurement


of internal & external rotation.

End of shoulder external rotation


ROM.

End of shoulder internal rotation


ROM.
MEASUREMENT OF
RANGE OF MOTION (ROM)
ELBOW & FOREARM
☺ Posisi Awal : pasien duduk FLEKSI & EKSTENSI
at.terlentang, elbow extensi, ELBOW
dibawah lengan atas diganjal
bantal. Stabilisasi : pd humerus
☺ Goniometer axis : lateral
epicondylus humeri
☺ Stationary arm : sejajar axis
longitudinal humerus, tepatnya
di acromion.
☺ Movable arm : sejajar axis
longitudinal os.radius, tepatnya
di proc.styloideus radius.
Lanjutan Pengukuran LGS Sendi Elbow & Forearm …

PRONASI & SUPINASI


 Posisi awal : pasien duduk, shoulder adduksi, elbow flexi
90°, forearm midposisi, sambil menggenggam pensil.
 Stabilisasi : pd humerus
 Goniometer axis : pd caput metacarpal III
 Stationary arm : perpendicular to the floor
 Movable arm : sejajar pensil.
 Posisi Alternatif lain bila pasien tdk bisa memegang pensil
 Posisi awal : shoulder adduksi, elbow flexi 90°, forearm
midposisi, wrist netral, jari-jari extensi.
 Goniometer axis : diatas jari tengah
 Stationary arm : perpendicular to the floor
 Movable arm : sejajar jari IV.
MEASUREMENT OF RANGE OF MOTION (ROM)
WRIST & HAND JOINT /
SENDI PERGELANGAN TANGAN & TANGAN
☺Posisi awal : pasien FLEKSI & EKSTENSI
duduk, lengan bawah
pronasi diletakkan diatas
meja, wrist netral, jari2
extensi.
☺Stabilisasi : pd lengan
bawah
☺Goniometer axis : level
of proc.styloideus ulna
☺Stationary arm : sejajar
axis longitudinal ulna
☺Movable arm : sejajar
axis longitudinal
metacarpal V.
FLEKSI WRIST
Cara Pengukuran Lainnya :

Starting position for measurement


of wrist flexion.

End of wrist flexion.


EKSTENSI WRIST

Starting position for End of wrist Ekstension.


measurement of wrist
Ekstension
Lanjutan Pengukuran LGS Sendi Wrist & Hand………

ULNAR & RADIAL DEVIASI /


ADDUCTION & ABDUCTION WRIST
☺Posisi awal : pasien duduk,
lengan bawah pronasi dan
permukaan palmar tangan
berada diatas meja, wrist
posisi netral dan jari-jari relax.
☺Goniometer axis : berada
dibagian dorsal wrist pd
tulang capitatum
☺Stationary arm : sepanjang
midline forearm
☺Movable arm : sejajar axis
shaft metacarpal III
ULNAR & RADIAL DEVIATION

Starting position for End of wrist Adduction / End of wrist Abduction /


measurement of wrist Ulnar Deviation Radial Deviation
Adduction & Abduction
Lanjutan Pengukuran LGS Sendi Wrist & Hand ….

SENDI METACARPOPHALANGEAL (MCP)


Gerak Abduksi dan adduksi
☺ Posisi awal : pasien duduk,
elbow flexi 90°, lengan bawah
pronasi dan diletakkan diatas
meja, wrist posisi netral, jari2
posisi anatomis.
☺ Stabilisasi : pd tulang
metacarpal
☺ Goniometer axis : permukaan
dorsal MCP joint yg diukur
☺ Stationary arm : sejajar axis
longitudinal metacarpal
☺ Movable arm : sejajar axis
longitudinal phalanx prox.
Lanjutan Pengukuran LGS Sendi Wrist & Hand Metacarpophalangeal ….

Gerak Flexi dan Extensi MCP

o Posisi awal : pasien duduk, dgn


lengan bawah berada diatas meja,
elbow flexi, wrist extensi, MCP
joint jari yg diukur dlm posisi
extensi
o Stabilisasi : pd metacarpal
o Goniometer axis : pd dorsal MCP
joint yg diukur
o Stationary arm : sejajar axis
longitudinal phalanx proximal.
Lanjutan Pengukuran LGS Sendi Wrist & Hand …
SENDI INTERPHALANGEAL (MCP)
Flexi dan Extensi
☺Posisi awal : pasien duduk, lengan
bawah midposisi at.pronasi dan
diletakkan diatas meja.
☺Stabilisasi : PIP = pd proximal
phalanx, DIP = pd middle phalanx.
☺Stationary arm : PIP = sejajar axis
longitudinal pd prox.phalanx, DIP =
sejajar axis longitudinal middle
phalanx.
☺Movable arm : PIP = sejajar axis
longitudinal middle phalanx. DIP =
sejajar axis longitudinal distal
phalanx.
RANGE OF MOTION (ROM)
LOWER EXTREMITY
HIP JOINT / SENDI PANGGUL
Gerak Flexi dan Extensi
 Posisi awal :
Flexi : pasien tidur terlentang,
Extensi : pasien tidur tengkurap dan dibawah
pelvis diganjal bantal.
 Goniometer axis : trochanter femur
 Stationary arm : sejajar mid axillary line of the
trunk.
 Movable arm : sejajar axis longitudinal femur,
tepatnya pada condylus lateral.
LGS Fleksi HIP LGS Extensi HIP
Lanjutan Pengukuran LGS Sendi Panggul …

Gerak Abduksi dan Adduksi


☺ Posisi awal : pasien terlentang,
tungkai bawah posisi netral
(extensi).

☺ Goniometer axis : spina iliaca


anterior superior (SIAS) pd tungkai
yg diukur.

☺ Stationary arm : berada antara 2


SIAS / Sejajar lateral of the body

☺ Movable arm : sejajar axis


longitudinal femur.
Lanjutan Pengukuran LGS Sendi Panggul …

Gerak Internal Rotasi dan External


Rotasi (Endorotasi & Exorotasi / rotasi
medial & rotasi lateral)
☺ Posisi awal : pasien duduk, hip dan
knee flexi 90°. Hip yg kontralateral
abduksi dan disupport dgn handuk.

☺ Goniometer axis : middle patella

☺ Stationary arm : perpendicular to the


floor

☺ Movable arm : sejajar anterior midline


tibia.
KNEE JOINT & ANKLE JOINT
Gerak Flexi dan Extensi
o Posisi awal : pasien tidur
terlentang / tengkurang, hip posisi
anatomis, knee extensi.
o Stabilisasi : pd pelvis dgn berat
badan pasien.
o Goniometer axis : lateral condylus
femur
o Stationary arm : sejajar axis
longitudinal femur, tepatnya pd
trochanter mayor.
o Movable arm : sejajar axis
longitudinal fibula, tepatnya pd
maleollus lateral.
Gerak Dorsi flexi dan Plantar flexi

o Posisi awal : pasien duduk dan knee


flexi 90° atau terlentang knee flexi ±
20°-30° dan dibawah lutut ganjal
bantal, kaki posisi netral.

o Stabilisasi : Pd tungkai bawah.

o Goniometer axis : ± 1,5 cm dibawah


malleolus lateral bisa juga pada
malleolus medialis.

o Stationary arm : sejajar axis


longitudinal fibula.

o Movable arm : sejajar axis longitudinal


metatarsal V.
Gerak Inversi dan Eversi
 Posisi awal : pasien duduk, dan ankle dalam posisi anatomis

 Stabilisasi : Pd ankle bag. posterior


• Goniometer axis : Anterior aspect of talocrural joint, midway
between medial and lateral malleoli.
• Stationary arm: : Anterior midline of tibia,
PENGUKURAN LINGKUP GERAK SENDI
TRUNK / BADAN
NECK MOVEMENT (LEHER) / REGIO CERVICAL
PENGUKURAN DENGAN GONIOMETER
Gerak Flexi dan Extensi
posisi awal : pasien duduk at.berdiri
Stationary arm : parallel to long axis of trunk
 Goniometer Axis : Ear lobe
Movable arm : parallel to long axis of head
PENGUKURAN DENGAN GONIOMETER …

Lateral flexi Cervical


Posisi awal : pasien duduk at.berdiri
Stationary arm : parallel to long axis of trunk
Goniometer Axis : Proc. Spinosus C7
Movable arm : Posterior midline of skull
PENGUKURAN DENGAN GONIOMETER …
Rotasi
 Posisi awal : pasien duduk at.berdiri.
 Goniometer axis : Top of the subject head
 Movable arm : parallel to occipito-nasal line or nose
PENGUKURAN DENGAN MIDLINE

Gerak Flexi dan extensi


 Posisi awal : pasien duduk dikursi
dgn menggunakan sandaran
 Stabilisasi : thoracic & lumbar spine
disupport oleh sandaran kursi.
 Pengukuran :
 Gerak Flexi leher  diukur dr
jarak antara dagu & suprasternal.
(normalnya pasien mampu
menggerakkan dagu sampai
menyentuh suprasternal)
 Gerak Extensi leher  diukur
dari suprasternal & dagu (diukur
posisi terpanjangnya / extensi)
Lanjutan Pengukuran Lingkup Gerak Sendi leher …

PENGUKURAN DENGAN MIDLINE


 Lateral flexi : Pengukuran : diukur jarak antara proc. mastoideus &
acromion, dan pengukuran dimulai dari posisi anatomi.

 Rotasi : Pengukuran : diukur dari jarak antara dagu dan acromion.


REGIO THORACOLUMBAL
PENGUKURAN DENGAN GONIOMETER
Gerak Flexi dan Extensi
• Posisi awal : utk flexi berdiri,
sedangkan extensi bisa berdiri
at. tidur tengkurap.
• Stationary arm : Vertical to floor.
• Axis : Midaxillary line at level of
lowest rib or about 3 finger-
breadths below crista iliaca
• Movable arm : parallel to
midaxillary line
Lanjutan LGS Regio Thoracolumbal ,….
Gerak Lateral flexi
• Posisi awal : pasien berdiri
• Stationary arm : parallel to long axis of trunk
• Axis : Antara L5-S1
• Movable arm : L5-C7 line
Lanjutan Pengukuran Lingkup Gerak Thoracolumbal …

PENGUKURAN DENGAN MIDLINE


Gerak Flexi
o Posisi awal : pasien berdiri kedua
kaki agak terbuka
o Pengukuran :
• Tandai jarak antara proc.spinosus
C7-S1 pd keadan berdiri tegak.
• Kemudian pasien diminta
menggerakkan trunk kearah flexi
(membungkuk) kmd diukur
jaraknya.
• LGS  perbedan jarak antara
pengukuran 1 dan 2. (schober
test).
Lanjutan Pengukuran Lingkup Gerak Thoracolumbal …

Gerak Extensi
o Posisi awal : pasien tidur
tengkurap,Ndan tangan
menumpu bed.
o Stabilisasi : pada pelvis
o Posisi akhir : pasien
meluruskan elbow utk
mengangkat trunk kearah
extensi
o Pengukuran : diukur jarak
antara suprasternal ke bed
Lanjutan Pengukuran Lingkup Gerak Thoracolumbal …

Gerak Lateral flexi


o Posisi awal : pasien berdiri dan
kedua kaki agak terbuka
o Pengukuran :
• Diukur posisi awal pasien, jarak
antara jari III- lantai
• Kmd diukur jarak antara jari III-
lantai pd posisi lateralflexi
• LGS  perbedaan jarak antara
pengukuran 1 dan 2.
Lanjutan Pengukuran Lingkup Gerak Thoracolumbal …

Gerak Rotasi
o Posisi awal : pasien duduk tegak
o Pengukuran :
• Midline diletakan pada Lateral tip
of ipsilateral acromion to Greater
trochanter of contralateral femur
• Diukur jarak posisi awal pasien,
• Kemudian pasien melakukan
gerakan rotasi
• Lalu diukur kembali jarak dalam
pasien posisi rotasi
• LGS  perbedaan jarak antara
pengukuran 1 dan 2.
THANK YOU !!!

Anda mungkin juga menyukai