Anda di halaman 1dari 13

Kata Pengantar

Alhamdulillah, segalah puji bagi Allah,Rabb alam semesta dan manusia generasi
pertama hingga manusia generasi terakhir.Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada
manusia pilihannya,penutup para nabi dan Rasul-Nya, Rasulullah SAW.
Kami mengucapkan banyak terimah kasih kepada seluruh sahabat yang telah turut 
berpartisipasi  dalam penyusunan Makalah ini,berjudul’’PENGERTIAN EDITING’’ sehingga
makalah ini dapat terselesaikan walaupun dalam bentuk  yang sederhana.
         Semoga makalah  kami buat ini dapat bermanfaat bagi kita semua,khususnya bagi kawan-
kawan mahasiswa,dan menjadi bahan diskusi untuk menambah wawasan dan  pengetahuan kita
tentang perintah.dan apabila terdapat kesalahan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan
kami juga mengharapkan kritik dan sarannya sifatnya membangun demi kesempurnaan
penyusunan makalah berikutnya.
Bogor, 15 Desember 2019
     Penulis

BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
    Sebagai manusia yang masih banyak kekurangan baik dalam ilmu pengetahuan hendakya
kita belajar dari awal agar kedepannya akan menjadi manusia yang dapat di andalkan.salah satu

1
dari sekian banyak ilmu pengetahuan yang di pelajari ialah pelajaran editing di mana kita di
anjurkan untuk mengetahui bagaimana editing  itu dan apa hikmah yang dapat di ambil.
B.    Rumusan Masalah 
Yang perlu di ketahui tentang makalah yang kami buat ialah.:
1. Apa itu Pengertian dari Edit?
2. Apa itu Pengertian dari video?
3. Apa saja Manfaat dari editing video? 
4. Bagaimana Contoh Aplikasi Editing Video?
5. Bagaimana mengenai Grammar of The Edit?
6. Apa saja Jenis-jenis dari Gerakan Kamera?
7. Apa saja Jenis-Jenis dari Video?

C. Tujuan Masalah

1. Mengetahui arti dari pengertian editing


2. Mengetahui pengertian dari video
3. Mengetahui apa saja manfaat dari editing video
4. Mengetahui contoh-contoh dari aplikasi editing video
5. Mengetahui mengenai grammar dalam editing video
6. Mengetahui apa saja jenis-jenis dari Gerakan-gerakan kamera
7. Mengetahui apa saja jenis-jenis dari video.
BAB 2
PEMBAHASAN
A. Pengertian Editing
Editing dalam bahasa Indonesia adalah serapan dari Inggris. Editing berasal dari bahasa
Latin editus yang artinya ‘menyajikan kembali’. Editing dalam bahasa Indonesia bersinonim
dengan kata editing.  Dalam bidang audio-visual, termasuk film, editing adalah usaha
merapikan dan membuat sebuah tayangan film menjadi lebih berguna dan enak ditonton.
Pengertian editing (Roy Thompson and Christopher J. Bowen, 2009: 1) menyebutkan:

“Editing for motion pictures is the process of organizing, reviewing, selecting, and
assembling the picture and sound “ footage ” captured during production. The result of these
editing efforts should be a coherent and meaningful story or visual presentation that comes as
close as possible to achieving the goals behind the original intent of the work — to entertain, to

2
inform, to inspire, etc.”(Editing adalah proses mengorganisir, reviewing, memilih, dan
menyusun gambar dan suara hasil rekaman produksi. Editing harus menghasilkan tayangan
gambar yang padu dan cerita yang penuh makna sesuai apa yang telah direncanakan
sebelumnya yaitu untuk menghibur, menginformasikan, memberi inspirasi dan lainnya).

Editing yaitu kegiatan memotong-motong gambar yang panjang, menyambung


potongan-potongan gambar yang bercerita (memiliki sekuen) dalam durasi yang ditentukan,
dan siap ditayangkan pada waktunya. (B Wahyudi: 2004).

Tentunya editing film ini dapat dilakukan jika bahan dasarnya berupa shot (stock shot)
dan unsur pendukung seperti voice, sound effect, dan musik sudah mencukupi. Selain itu,
dalam kegiatan editing seorang editor harus betul-betul mampu merekontruksi (menata ulang)
potongan-potongan gambar yang diambil oleh juru kamera. Editing berasal dari bahasa Latin
editus yang artinya ‘menyajikan kembali’. Editing dalam bahasa Indonesia bersinonim dengan
kata editing.  Leo Nardi berpendapat editing film adalah merencanakan dan memilih serta
menyusun kembali potongan gambar yang diambil oleh juru kamera untuk disiarkan kepada
masyarakat.

B. Pengertian Video
Video merupakan gabungan gambar-gambar mati yang dibaca berurutan dalam suatu
waktu dengan kecepatan tertentu. gambar-gambar yang digabung tersebut dinamakan frame
dan kecepatan pembacaan gambar disebut dengan frame rate, dengan satuan fps (frame per
second). karena dimainkan dalam kecepatan yang tinggi maka tercipta ilusi gerak yang halus,
semakin besar nilai frame rate maka akan semakin halus pergerakan yang ditampilkan. Lebih
jauh mengenal frame rate. ketika serangkaian gambar mati yang bersambung dilihat oleh
mata manusia, maka suatu keajaiban terjadi. jika gambar-gambar tersebut dimainkan dengan
cepat maka akan terlihat sebuah pergerakan yang halus, inilah prinsip dasar film, video dan
animasi. Video adalah teknologi pengiriman sinyal elektronik dari suatu gambar bergerak.
Aplikasi umum dari sinyal video adalah televisi, tetapi dia dapat juga digunakan dalam aplikasi
lain di dalam bidang teknik, saintifik, produksi dan keamanan. Kata video berasal dari

3
kata Latin, "Saya lihat".Istilah video juga digunakan sebagai singkatan dari videotape, dan
juga perekam video serta pemutar video.

C. Manfaat Editing Video


Ada banyak alasan kita melakukan pengeditan dan pendekatan editing sangat
bergantung dari hasil yang kita inginkan, yang terpenting adalah ketika kita melakukan
pengeditan, pertama adalah menetapkan tujuan kita melakukan editing. Namun, secara umum,
tujuan editing adalah sebagai berikut:
1) Memindahkan klip video yang tak dikehendaki.
2) Memilih gambar dan klip yang terbaik.
3) Menciptakan arus.
4) Menambahkan efek, grafik, musik dll.
5) Mengubah gaya dan suasana hati dan langkah dari gambar.
6) Memberikan sudut yang menarik bagi hasil rekaman.
D. Contoh Aplikasi Editing
1. Adobe Premiere Pro CC
2. Windows Movie Maker
3. AVS Video Editor
4. Kine Master (android)
5. FilmoraGO Editor Video (android)
6. Quik Editor Video (android)
E. Grammar of the edit (Bahasa dalam pengeditan video)

1. Capture device : adalah alat atau perangkat keras yang mengubah atau mengkonversi
video analog ke video digital
2. Compressors and codec : adalah perangkat lunak atau program yang memadatkan atau
menghilangkan. compress atau pemadatan untuk membuat ukuran video menjadi lebih
kecil
3. Editing : proses mengubah dan memanipulasi serta mengumpulkan klip video, audio
track, grafik dan material lain menjadi suatu paket tayangan yang menarik dan baik.
Editing juga membuat transisi antar klip. Editing menjadi bagian dari proses post
production atau pasca produksi.

4
4. Edit decision list (edl) : daftar keputusan mengenai hal-hal yang dimasukan atau
dikeluarkan dalam proses editing.
5. Encoding adalah proses mengubah klip video dalam format tertentu. misalnya format
3gp menjadi format avi, wmv, mpeg, dat.
6. Linear editing : juga dikenal sebagai tape to tape editing. adalah suatu metode editing
yang mengubah video klip dari tape satu ke tape yang lain sesuai hasil yang diharapkan.
7. Non linear editing adalah suatu metode editing yang menggunakan perangkat lunak
komputer untuk mengubah klip video.
8. Transisi adalah jalan atau cara mengubah/memadukan satu shot ke shot berikutnya
9. Post production adalah segala sesuatu yang terjadi pada klip video atau audio setelah
produksi atau setelah klip video atau audio direkam atau dishooting. Post production
atau pasca produksi meliputi pekerjaan mengedit video dan audio, memberikan judul,
membuat grafik dan efek serta menyesuaikan atau mengoreksi warna.

Adapun elemen-elemen dalam editing video antara lain,sebagai berikut.


1.      Motivasi
Pada video atau film, motivasi dapat diartikan sebagai  pendukung atau pengiring atau
pun penjelas dari gambar selanjutnya yang akan ditampilkan disebuah cerita dalam video.
Motivasi dapat berupa gambar-gambar seperti jalanan kota, gunung, laut, awan, dll. Selain
gambar, motivasi dapat juga dimunculkan dalam bentuk audio, misalnya : suara telepon, air,
ketukan pintu, langkah kaki, dan sebagainya. Motivasi dapat juga berupa perpaduan gambar
dan audio.
2.      Informasi
Berbeda dengan motivasi, informasi didalam video merupakan arti dari sebuah gambar.
Gambar-gambar yang dipilih oleh seorang editor harus memberikan suatu maksud atau
menginformasikan sesuatu.
3.      Komposisi

5
Komposisi gambar merupakan aspek yang paling penting dalam sebuah video.
Komposisi gambar yang bagus dapat dipresentasikan dalam sebuah video. Bagus di sini artinya
memenuhi standar yang sudah disepakati atau sesuai dengan Cameraworks.
4.      Continuity
Continuity merupakan suatu keadaan di mana terdapat kesinambungan antara gambar
satu dengan gambar sebelumnya. Sebagai penonton yang menyaksikan suatu film atau video
akan sangat amat memperhatikan satu gambar dengan gambar yang lain berdasarkan jalan
ceritanya, jika terdapat gambar yang tidak sesuai dengan jalan cerita maka akan sangat jelas
terlihat oleh seorang penonton. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fungsi dari
continuity adalah untuk menghindari adanya jumping (adegan yang terasa meloncat), baik itu
pada gambar atau audio.
5.      Tittling
Untuk menambah informasi dalam sebuah video dibutuhkan juga rangkaian huruf-
huruf. Misalnyasaja  : judul utama, nama pemeran, dan tim kreatif.
6.      Sound
Sound dalam editing dibagi menurut fungsinya, sebagai berikut :Original Sound
Semua audio/suara asli subjek/objek yang diambil bersama dengan pengambilan gambar/visual
- Atmosfer
Semua suara latar/background yang ada di sekitar subjek/objek.
- Sound Effect
Semua suara yang dihasilkan/ditambahkan ketika saat editing, bisa dari original sound
maupun atmosfer.
-Music Illustration
Semua jenis bunyi-bunyian/nada, baik itu secara akustik maupun electric yang
dihasilkan untuk memberi ilustrasi/kesan kepada emosi/mood penonton.
Angle kamera
Adalah elemen paling penting dalam editing, pada prinsipnya saat perpindahan shot
yang satu dengan yang lain harusnya berbeda angle. Perbedaan angle satu objek/subjek adalah
kurang dari 45o, sedangkan untuk garis khayal antara dua objek adalah tidak lebih dari 180o,
jika melebihi ini maka akan terjadi jumping gambar.

Kontinuitas (continuity action)

6
Kontinuitas atau kesinambungan gambar dimana setiap perpindahan shot baru dengan
agle dan komposisi baru merupakan kelanjutan dari shot sebelumnya. Kesinambungan ini
mencakup kontiniti konten, pergerakan, posisi dan suara. (Roy Thompson and Christopher J.
Bowen, 2009: 58). Aksi yang terdapat pada suatu shot dengan shot berikutnya tidak mengalami
perubahan mendadak dalam kecepatan gerakan dan arah gerakan.

Arah layar (screen direction)

Objek/subjek yang sama pada setiap shot harus mempertahankan arah gerakan yang sama.

Garis mata

Garis mata subjek yang melihat ke suatu arah haruslah sesuai dengan arah yang dipercaya
penonton merupakan tempat apa yang dilihat subjek.

F. Jenis Gerakan Kamera


1. Panning
Panning adalah gerakan kamera secara horizontal (posisi kamera tetap di tempat) dari kiri
ke kanan atau sebaliknya.
- Pan right : gerak kamera mendatar dari kiri ke kanan.
- Pan left : gerak kamera mendatar dari kanan ke kiri.
2. Tilting
Tilting adalah gerakan kamera secara vertikal (posisi kamera tetap di tempat) dari atas ke
bawah atau sebaliknya.
- Tilt up : gerak kamera secara vertikal dari bawah ke atas.
Tilt down : gerak kamera secara vertikal dari atas ke bawah.
3. Tracking
Track adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi obyek.
- Track in : gerak kamera mendekati obyek
- Track out : gerak kamera menjauhi obyek.
G. Jenis-Jenis Video
Pada dasarnya terdapat dua jenis video dalam layer computer, yaitu : analog dan digital
video.
a. Video Analog merupakan produk dari industri pertelevisian dan oleh sebab itu dijadikan
sebagai standar televise.

7
b. Video Digital adalah produk dari industri computer dan oleh sebab itu dijadikan standar data
digital.
1. Video Analog
Meskipun banyak video yang diproduksi hanya untuk platform display digital(untuk
Web, CD-ROM, atau sebagai presentasi HDTV DVD), video analaog (kebanyakan masih
digunakan untuk penyiaran televisi) masih merupakan platform yang paling banyak diinstal
untuk mengirim dan melihat video.
- Standar Penyiaran Video Analog
Tiga standar penyiaran video analog yang paling banyak digunakan di dunia adalah
NTSC, PAL, dan SECAM. Di Amerika Serikat, standar NTSC sudah tidak digunakan lagi,
digantikan oleh standar Televisi Digital ATSC. Karena standar dan format ini tidak dapat saling
menggantikan, maka sangat penting untuk mengetahui di mana proyek multimedia Anda akan
digunakan. Kaset Video yang direkam di Amerika Serikat (menggunakan NTSC) tidak an
diputar ditelevisi Negara Eropa manapun (yang menggunakan PAL atau SECAM), meskipun
metode dan style recording kaset menggunakan “VHS”. Demikian juga tape yang direkam di
Eropa dalam format PAL ata SECAM tidak akan diputar di recorder kaset video NTSC.
Masing-masingsistem didasrakan pada standar yang berbeda yang mendefinisikan cara
informasi diekode ntuk menghaslkan sinyal elekronik, yang pada akhirnya membentuk gambar
televise VC mulormast dapat meutar ketiga standar tersebut, namun biasaya tidak dapat
dubbing dari satu standar ke standar yang lain; dubbing antar standar membutuhkan
perlengkapan khusus terkemuka.
a. NTSC
Amerika serikat, Kanada, Meksiko, Jepang, dan banyak Negara lain menggunakan
system penyiaran dan pemutaran video berdasarkan spesifikasi yang dibuat pada tahun 1952,
National Television Standar Comitee. Standar ini
mendefinisikan sebuah metode untuk mengenkode informasi kedalam sinyal video terbuat dari
525 garis Horizontal yang di-scan dan digambar ke dalam wajah dalam tabung gambar
berfosfor setiap 1/30 detik dengan electron yang bergerak cepat. Gambar tersebut muncul
dengan cepat sehingga mata Anda menangap image yang stabil. Gerakan electron sebenarnya
membuat dua lintasan ketika ia menggambar satu frame video, pertama meletakkan semua garis
berangka ganjil, kemudian semua garis berangka genap. Masing-masing lintasn ini (yang terjadi

8
dalam kecepatan 60 perdetik, atau 60 Hz) melukis sebuah field dan dua field dikombinasikan
untuk menciptakan satu frame dengan kecepatan 30 fps(frame per second ). ( Secara teknis,
kecepatan sebenarnya adalah 29.97 Hz.) Proses pembuatan satu frame dari dua field disebut
interlacing, sebuah teknik yang membantu mencegah kedipan pada layer televise. Monitor
computer menggunakan teknologi scan progresif yang berbeda dan menggambar dari dari
seluruh frame dalam satu lintasan, tanpa menggabungkannya dan tanpa kedipan.
b. PAL
Sistem Phase Alternate Line (PAL) digunakan di Inggris, Eropa Barat, Australia, Afrika
Selatan, Cina, dan Amerika Selatan. PAL meningkatkan resolusi layer menjadi 625 garis
Horizontal, namun memperlamabta kecepatan scan menjadi 25 frame per detik. Sama seperti
saat penggunaan NTSC, garis genap dan ganjil digabungkan , setiap field memerlukan 1/50
detik untuk menggambar (50Hz).
c. SECAM
Sistem Sequantial Color and Memory (SECAM, diambil dari bahasa Perancis, Systeme
Electronic pour Couleur Avec Memoire atau Sequentiel Couleur Avec Memoire) digunakan di
Perancis. Eropa timur, USSR (sekarang Rusia), dan beberapa Negara lai. Meskipun SECAM
merupakan system dengan 625 garis, 50 Hz, namun berbeda jauh dari system warna NTSC dan
PAL dalam hal dasar teknologi dan metode penyiaran. Terkadang TV yang dijual di Eropa
memanfaatkan dual komponen dan dapat menggunakan system PAL dan SECAM.
d. ATSC
High Definition Television (HDTV) dari komisi komunikasi federal pada tahun 1980-
an, pertama-tama berubah menjadi Advanced Television, kemudian berakhir menjadi Digital
Television (DTV) seperti diumumkan FCC pada 1996. Standar,
yang diubah sedikit demi sedikit dari Digital Televisons Standard ( ATSC Doc. A/53) dan
Digital Audio Compression Standard (ATSC Doc. A/52), mengubah televisi amerika dari
standar analog ke standar digital dan menyediakan bagi stasiun televisi bandwidth cukup untuk
mempresentasikan empat atau lima sinyal Standard Television (STV, menyediakan resolusi
NTSC 525 garis dengan aspek rasio 3:4, namun dalam bentuk sinyal digital) atau satu sinyal
HDTV (menyediakan garis 1080 garis resolusi dengan layer bioskop dengan aspek rasio 16:9).
Hal penting untuk produser multimedia , standar tersebut mengizinkan adanya transmisi data ke
komputer dan untuk layanan ATV interaktif yang baru .

9
Sampai bulan Mei 2003, 1587 stasiun TV di Amerika Serikat (94 %) telah memiliki Izin atau
lisensi konstruksi DTV. Diantara jumlah itu, 1081 stasiun benar-benar menyiarkan sinyal DTV,
hamper semuanya men-simulcast sinyal TV mereka. Berdasarkan jadwal terbaru, semua stasiun
televise meninggalkan siaran dalam channel analog dan secara penuh adan berpindah ke sinyal
digital pada tahun 2006 ini.
High Definition Television (HDTV) menyediakan resolusi tinggi dengan aspek rasio
16:9. aspek rasio ini mengizinkan melihat film dalam Cinemascope dan Panavision.terdapat
perdebatan antara indusri penyiaran dn indstri ompter apakah akan mengunakan teknologi
interlacing atau scan progresif. Industri penyiaran telah mengumumkan secara resmi format
interlaced 1920 x 1080 resolusi ultra-high sebagai batu penjuru generasi baru dari pusat
hiburanterkemuka, namun industri komputer lebih senang memakai sistem scan progresif 1280
x 720 untuk HDTV. Karena format 1920 x 1080 menyediakan lebih banyak piksel dibanding
standar 1280 x 720, kecepatan refresh-nya juga akan berbeda. Format dengan interlace resolusi
lebih tinggi mengirimkan hanya setengah gambar setiap 1/60 dalam satu detik dank arena
interlacing tersebt, dalam image dengan detail ebih ingi terdapat edipacuup besar setiap 30 Hz.
Orang-orang yang berkecimpung dibidang computer berpendapat nahwa kualitas gambar dalam
1280×720 lebih superior dan stabil. Kedua format telah dimasukkan dalam standar HDTV oleh
Advanced Television Systems Committee(ATSC, http://www.atsc.org)
2. Video Digital
Integrasi Penuh dari video digital dalam kamera dan komputer mengurangi nemtuk
televisi analog dari video dari produksi multimedia dan platform pengiriman, jika kamera video
anda menggerakkan sinyal output digital, Anda dapat merekam video
Anda langsung ke disk, yang siap untuk diedit. Jika sebuah video klip disimpan sebagai data
pada hard disk, CD-ROM atau perangkat penyimpanan massal lain, klip tersebut dapat
memainkannya kembali dimonitor tanpa perangkat keras khusus.
Dunia video kini telah mengalami perubahan dari analog ke digital. Perubahan ini terjadi pada
setiap tingkatan industri. Pada konsumen rumahan dan perkantoran kita dapat menikmati
kualitas video digital yang prima lewat hadirnya teknologi VCD dan DVD (Digital Versatile
Disc), sedangkan dunia broadcasting kini juga lambat laun mengalihkan teknologinya kearah
DTV (Digital Television). Sebagian besar rumah tangga di Amerika Serikat telah menggunakan
penerimaan sinyal kabel digital dan sinyal satelit digital untuk menikmati siaran televisi digital.

10
- Arsitektur Video Digital
tersusun atas sebuah format untuk mengenkode dan memainkan kembali file video dengan
komputer dan menyertakan sebuah player yang dapat mengenali dan membuka file yang dibuat
untuk format tersebut. Arsitektur video digital yang utama adalah AppleQuicktime, Microsoft
Windows Media Format, dan Real Network RealMedia. Format file video yang terkait adalah
QuickTime movie (.mov), Audio Video Interleaved(.AVI), Windows Media Video (.wmv) ,
dan RealMedia (.rm). Beberapa player mengenali dan memainkan lebih dari satu format file
video.Video, seperti halnya audio juga mengalami proses yang serupa yaitu biasanya direkam
dan dimainkan sebagai sinyal analog. Untuk itulah harus dikonversi menjadi digital terlebih
dahulu agar dapat diproses menjadi sebuah multimedia title.
Sebuah sumber video seperti Kamera Video, VCR, TV, atau videodisk, dikoneksikan ke sebuah
kartu penangkap video (video capture card ) yang terdapat dalam sebuah computer. Ketika
sumber Video tersebut dimainkan, sinyal analog dikirim ke kartu video dan dikonversi menjadi
data digital yang kemudian disimpan kedalam harddisk. Dalam waktu yang bersamaan, suara
dari sumber video juga didigitalisasi.

11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Editing yaitu kegiatan memotong-motong gambar yang panjang, menyambung
potongan-potongan gambar yang bercerita (memiliki sekuen) dalam durasi yang ditentukan,
dan siap ditayangkan pada waktunya. (J.B Wahyudi: 2004)
Editing  dibangun oleh beberapa elemen. Hasil dari sebuah editing tergantung pada
bagaimana elemen tersebut digunakan, bagus tidaknya dan apakah gambar mengganggu atau
tidak saat ditonton. Pada prinsipnya editing bukan hanya memotong dan menyambung shot,
namun yang perlu diperhatikan bahwa setiap shot memiliki aspek ruang dan waktu. Maka
perhitungkan bagaimana susunan shot tersebut efisien dan tidak bertentangan dengan logika
penonton
Ada banyak alasan kita melakukan pengeditan dan pendekatan editing sangat
bergantung dari hasil yang kita inginkan, yang terpenting adalah ketika kita melakukan
pengeditan, pertama adalah menetapkan tujuan kita melakukan editing
Video merupakan gabungan gambar-gambar mati yang dibaca berurutan dalam suatu
waktu dengan kecepatan tertentu. gambar-gambar yang digabung tersebut dinamakan frame dan
kecepatan pembacaan gambar disebut dengan frame rate, dengan satuan fps (frame per second).
Ada beberapa metode dalam pengeditan video dan masing-masing metode ini
mempunyai proses yang berbeda. Meski saat ini, metode non linear editing paling banyak
digunakan, utamanya para editor profesional, ada baiknya bagi kita mempelajari berbagai
metode editing ini.
Negara yang memakai format standar NTSC (national television standards comitte)
yaitu amerika serikat, jepang, kanada, meksiko dan korea memiliki frame rate sebesar 30 fps
(tepatnya 29.97 fps). Untuk negara Indonesia, Inggris, Australia, Eropa dan China format video
standar yang digunakan adalah format PAL (phase alternate line) dengan frame rate sebesar 25

12
fps. Sedangkan negara perancis, timur tengah dan afrika menggunakan format video standar
SECAM (sequential couleur avec memoire) dengan frame rate sebesar 25 fps.

DAFTAR PUSTAKA

13