Anda di halaman 1dari 12

YAYASAN ST.

ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE


RUMAH SAKIT ST.ELISABETH LELA
MAUMERE- FLORES – NTT
Kode Pos : 86161 Telp. 081 353 782 435
Email : rslela@yahoo.com Website:www.lelahospital

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala
berkat dan anugerah yang telah diberikan kepada penyusun, sehingga Panduan
Asesmen Pasien Tahap Terminal ini dapat selesai disusun.

Panduan Asesmen Pasien Tahap Terminal ini merupakan panduan kerja bagi
semua pihak yang terkait dalam memberikan pelayanan kepada pasien sehingga
dapat memberikan jenis pelayanan yang terbaik bagi pasien di Rumah Sakit St.
Elisabeth Lela.

Dalam Panduan ini diuraikan tentang pengertian dan tatalaksana dalam


memberikan pelayanan kepada pasien tahap terminal di Rumah Sakit St. Elisabeth
Lela

Tidak lupa penyusun menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya


atas bantuan semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan Panduan
Pasien Tahap Terminal

Lela, Agustus 2015


Penyusun
YAYASAN ST.ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST.ELISABETH LELA
MAUMERE- FLORES – NTT
Kode Pos : 86161 Telp. 081 353 782 435
Email : rslela@yahoo.com Website:www.lelahospital

BAB I
DEFINISI

A. Penyakit terminal adalah suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan lagi.
B. Kematian adalah tahap akhir kehidupan. Kematian bisa datang tiba-tiba tanpa
peringatan atau mengikuti periode sakit yang panjang.
C. Mati menurut ilmu kedokteran didefinisikan sebagai berhentinya fungsi
sirkulasi dan respirasi secara permanen (mati klinis). Dengan adanya
perkembangan teknologi ada alat yang bisa menggantikan fungsi sirkulasi
dan respirasi secara buatan. Oleh karena itu definisi kematian berkembang
menjadi kematian batang otak. Brain death is death. Mati adalah kematian
batang otak (Idries, 1997).
D. Kematian adalah tahap akhir kehidupan. Kematian dapat datang tiba-tiba
tanpa ada proses sakit terlebih dahulu, kematian tidak membatasi umur baik
bayi, anak-anak, usia muda ataupun tua.
E. Berduka (Grieving) merupakan reaksi emosional terhadap kehilangan.
F. Pelayanan pasien tahap terminal merupakan salah satu pemenuhan hak pasien
sesuai dengan Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
YAYASAN ST.ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST.ELISABETH LELA
MAUMERE- FLORES – NTT
Kode Pos : 86161 Telp. 081 353 782 435
Email : rslela@yahoo.com Website:www.lelahospital

BAB II
RUANG LINGKUP

A. Pemberi dan Bentuk Pelayanan Pasien Tahap Terminal


1. Pengelolaan pasien terminal meliputi asuhan medis, asuhan keperawatan,
asuhan gizi, asuhan fisioterapi, tim pastoral care dan rohaniawan.
2. Pengelolaan secara holistik meliputi pemenuhan kebutuhan terapi medis
(fisik), kebutuhan dasar manusia, kebutuhan psikologi dan kebutuhan
spiritual.
3. Team work meliputi dokter, perawat, bidan, ahli gizi, tim pastoral care
dan rohaniawan.
4. Tahap terminal dapat terjadi saat pasien datang ke IGD, maupun pasien
yang sudah menjalani rawat inap di ruang rawat inap.

B. Prinsip
1. Setiap tenaga kesehatan dalam hal ini dokter, perawat dan bidan harus
memahami tahap-tahap pasien berduka. Dibawah ini tahap – tahap
berduka sebelum seseorang menghadapi ajalnya menurut dr. Elisabeth
Kublerr – Ross
a) Denial (Pengingkaran)
Dimulai ketika orang disadarkan bahwa ia akan meninggal dan tidak
dapat menerima informasi ini sebagai kebenaran bahkan
mengingkarinya, ada reaksi menolak.
b) Anger (Marah)
Kemarahan terjadi karena kondisi klien yang mengancam
kehidupannya dan mengagalkan segala rencana dan cita-cita yang telah
diupayakan, pasien tidak dapat lagi mengingkari kenyataan bahwa
dirinya akan meninggal. Pasien marah mengapa hal ini terjadi pada
diriku ?
YAYASAN ST.ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST.ELISABETH LELA
MAUMERE- FLORES – NTT
Kode Pos : 86161 Telp. 081 353 782 435
Email : rslela@yahoo.com Website:www.lelahospital

c) Bargaining (tawar-menawar)
Merupakan tahap proses berduka dimana pasien mencoba menawar
waktu untuk hidup, Tuhan beri aku kesempatan untuk sembuh maka
aku akan lebih banyak berbuat baik lagi.
d) Depretion (depresi)
Tahap dimana pasien cenderung murung, sedih dan tidak banyak
bicara, kadang menangis, susah bahwa dirinya akan segera
meninggal, ia sangat sedih memikirkan bahwa ia tidak akan lama lagi
bersama keluarga dan teman – teman (perlu pendampingan khusus di
tuntun untuk berdoa menurut kenyakinannya)
e) Acceptance (Penerimaan)
Merupakan tahap dimana pasien memahami dan menerima kenyataan
bahwa ia akan meninggal. Ia akan berusaha keras untuk
menyelesaikan tugas-tugasnya yang belum terselesaikan, ingin ketemu
orang-orang yang dicintainya, meninggalkan pesan-pesan terakhir.
2. Setiap tenaga kesehatan, dalam hal ini dokter, perawat dan bidan harus
memahami tentang tipe–tipe perjalanan/ proses seseorang menjelang
kematian, berikut 4 (empat) tipe perjalanan proses menjelang kematian :
a) Kematian yang pasti dengan waktu yang sudah diketahui, adanya
perubahan.
b) Kematian yang pasti dengan waktu yang tidak diketahui, biasanya
terjadi pada kondisi penyakit yang kronis.
c) Kematian yang belum pasti, kemungkinan sembuh pun belum pasti,
biasanya pada pasien dengan kondisi operasi radikal karena adanya
kanker.
d) Kemungkinan sembuh dan mati tidak tentu, terjadi pada pasien kronik
dan sudah lama seperti PPOK.
3. Setiap pasien yang akan meninggal dan keluarganya harus dilakukan
asesmen dan asesmen ulang sesuai kondisinya, dan harus dievaluasi.
YAYASAN ST.ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST.ELISABETH LELA
MAUMERE- FLORES – NTT
Kode Pos : 86161 Telp. 081 353 782 435
Email : rslela@yahoo.com Website:www.lelahospital

C. Kewajiban dan Tanggung jawab


1. DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pelayanan), dokter jaga bertanggung
jawan dan wajib untuk :
a) Memeriksa kondisi pasien dan tanda-tanda pasien menjelang
kematian
b) Menentukan terapi dan tindakan yang harus dilakukan
c) Menginformasikan dan mendiskusikan kepada keluarga mengenai
kondisi pasien dan tindakan yang harus dilakukan
d) Mengevaluasi secara berkala tentang kondisi pasien
2. Kabag Keperawatan bertanggung jawab untuk :
a) Memantau dan memastikan bahwa pelayanan kepada pasien terminal
diberikan sesuai dengan Panduan Pasien Terminal, dan dilaksanakan
dengan baik.
b) Menjaga mutu pelayanan.
3. Perawat atau Bidan yang bertugas (Perawat/ Bidan penanggung jawab
pasien) Bertanggung jawab dan wajib :
a) Melakukan asesmen dan asesmen ulang pasien
b) Melakukan asesmen terhadap keluarga pasien
c) Memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan fisiologis pasien
d) Memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan Emosional, Sosial
dan Spiritual kepada Pasien dan Keluarganya.
4. Kepala Ruang / Unit
Bertanggung jawab untuk :
a) Mengkoordinasi semua aspek pelayanan pasien termasuk asesmen,
asesmen ulang, pasien
b) Memastikan dan evaluasi bahwa semua rencana berjalan lancar sesuai
pedoman
c) Memberikan bantuan dukungan atau kelonggaran pelayanan bagi
pasien.
YAYASAN ST.ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST.ELISABETH LELA
MAUMERE- FLORES – NTT
Kode Pos : 86161 Telp. 081 353 782 435
Email : rslela@yahoo.com Website:www.lelahospital

BAB III
TATA LAKSANA

Pada pasien tahap terminal dilakukan asesmen, untuk mengetahui kebutuhan-


kebutuhan medis, keperawatan, spiritual, psikologis, dan keluarga.
A. Asuhan keperawatan menjelang kematian adalah mengontrol nyeri dan gejala
lain :
1. Mengurangi ansietas/ ketakutan individu , keluarga
2. Mengurangi rasa berduka yang berhubungan dengan penyakit terminal
3. Membantu proses perubahan keluarga
4. Mengurangi risiko terhadap distres spiritual
5. Memberikan rasa nyaman nyeri dan mengurangi gejala lain
6. Mengurangi ketidakberdayaan
7. Memberi motivasi dan dukungan
B. Asuhan medis
1. Obat-obatan yang esensial harus senantiasa tersedia
2. Nutrisi pada pasien
3. Merancang perawatan demi kenyamanan
4. Pengaturan dosis regular
5. Penatalaksanaan rasa sakit, penggunaan analgetik, analgetik non narkotik,
analgetik narkotik, obat analgesik adjuvant
C. Asesmen Pasien Terminal (Pengkajian Pesien Menjelang Kematian)
meliputi :
1. Asesmen Kondisi Fisik
a) Kehilangan tonus otot
 Relaksasi otot muka sehingga dagu menjadi turun
 Kesulitan dalam berbicara, proses menelan dan hilangnya reflek
menelan
 Penurunan kegiatan traktus gastrointestinal ditandai dengan:
nausea, muntah, perut kembung dan obstipasi
 Penurunan kontrol sphincter urine dan renal
 Gerakan tubuh terbatas
YAYASAN ST.ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST.ELISABETH LELA
MAUMERE- FLORES – NTT
Kode Pos : 86161 Telp. 081 353 782 435
Email : rslela@yahoo.com Website:www.lelahospital

b) Kelambatan dalam sirkulasi yang ditandai dengan :


 Kemunduran dalam sensasi
 Cyanosis pada daerah ekstremitas
 Kulit dingin, pertama pada daerah kaki, kemudian tangan , telinga
dan hidung
c) Perubahan-perubahan dalam tanda vital :
 Nadi lambat dan lemah
 Tekanan darah turun
 Pernafasan cepat, dangkal dan tidak teratur iramanya
d) Gangguan sensori
 Penglihatan kabur
 Gangguan penciuman dan perabaan
 Pupil mata melebar
 Reflek batuk tidak ada
 Rangsang nyeri hilang
2. Asesmen Kondisi Psikologis pasien
Ekspresi Wajah: tenang, sedih, marah, takut, gelisah, putus asa, kehilangan
harga diri dan harapan
Menentukan pasien berada pada fase: penolakan, marah, tawar menawar,
depresi, atau menerima
3. Asesmen Faktor Sosial
Asesmen faktor sosial untuk menilai, apakah ada kesulitan berhubungan
dengan orang lain, misalnya cenderung menarik diri, mudah tersinggung,
tidak ingin berkomunikasi, atau sering bertanya tentang kondisi
penyakitnya
4. Asesmen Faktor Spiritual pasien
Asesmen faktor spiritual dilakukan untuk mengetahui bagaimana
keyakinan pasien akan proses kematian dan untuk mengetahui apakah
pasien dalam keadaan berikut:
a) Makin mendekatkan diri kepada Tuhan
b) Perlu bimbingan tokoh agama
YAYASAN ST.ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST.ELISABETH LELA
MAUMERE- FLORES – NTT
Kode Pos : 86161 Telp. 081 353 782 435
Email : rslela@yahoo.com Website:www.lelahospital

c) Perlu bimbingan tokoh budaya dan kepercayaan setempat


d) Makin berontak akan keadaannya
5. Asesmen terhadap Keluarga
Asesmen terhadap keluarga dilakukan untuk mengetahui respon keluarga
terhadap kondisi pasien, dan pemahamannya terhadap penjelasan yang
telah diberikan petugas. Tingkat kesadaran pasien saat sebelum meninggal
bervariasi seorang dengan yang lain, kadang-kadang pasien tetap sadar
sampai saatnya mau meninggal. Pendengaran merupakan sensori terakhir
yang berfungsi sebelum pasien meninggal
6. Tanda – tanda klinis saat pasien meninggal
a) Pupil mata melebar
b) Tidak mampu untuk bergerak
c) Kehilangan reflek
d) Nadi cepat dan kecil
e) Pernafasan chyene – stokes dan ngorok
f) Tekanan darah sangat rendah
g) Mata dapat ditutup atau kadang ada yang agak terbuka.
7. Bantuan yang dapat diberikan :
a) Bantuan pemenuhan Emosional :
1) Fase Denial/ Menolak
Dokter dan perawat perlu waspada terhadap isyarat pasien dengan
denial dengan cara menanyakan tentang kondisinya atau prognosis
dan pasien dapat mengekspresikan perasaan – perasaannya.
2) Fase marah
Biasanya pasien akan merasa berdosa telah mengekspresikan
perasaannya yang marah. Dokter dan perawat perlu membantunya
agar mengerti bahwa masih merupakan hal yang normal dalam
merespon perasaan kehilangan menjelang kematian. Akan tetapi
lebih baik jika kemarahan ditujukan kepada perawat sebagai orang
yang dapat dipercaya memberikan rasa aman dan akan menerima
kemarahan tersebut serta meneruskan asuhan sehingga membantu
pasien dalam menumbuhkan rasa aman.
YAYASAN ST.ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST.ELISABETH LELA
MAUMERE- FLORES – NTT
Kode Pos : 86161 Telp. 081 353 782 435
Email : rslela@yahoo.com Website:www.lelahospital

3) Fase menawar
Pada fase ini dokter dan perawat perlu mendengarkan segala
keluhan dan mendorong pasien untuk dapat berbicara atau
mengungkapkan perasaannya karena hal ini akan mengurangi rasa
bersalah dan rasa takut yang tidak masuk akal.
4) Fase depresi
Pada fase ini dokter/ perawat selalu hadir di dekat pasien dan
mendengarkan apa yang dikeluhkan oleh pasien, lebih baik
berkomunikasi secara non verbal yaitu duduk disamping pasien
dengan tenang sambil mengamati reaksi – reaksi non verbal dari
pasien sehingga pasien pun merasa aman.
5) Fase Penerimaan
Pada fase ini pasien tampak tenang, damai dan pasrah, kepada
keluarga dan teman-temannya dibutuhkan pengertian bahwa pasien
telah menerima keadaannya dan perlu dilibatkan seoptimal
mungkin dalam program pengobatan dan perawatan agar pasien
mampu menolong diri sendiri sesuai batas kemampuannya
b) Bantuan memenuhi kebutuhan Fisiologis
1) Kebersihan diri
Pasien dilibatkan dalam pemenuhan kebutuhan kebersihan diri
sebatas kemampuaannya misalnya : kebersihan mulut, menyisir
rambut dan makan
2) Mengontrol rasa sakit
Beberapa obat untuk mengurangi rasa sakit diberikan pada pasien
dengan sakit minimal, seperti morphin, dan sejenisnya. Pemberian
ini disesuaikan dengan tingkat toleransi nyeri yang dirasakan
oleh pasien. Obat-obat lebih baik diberikan secara intra vena
dibandingkan melalui Intra Muskuler atau Subkutan, karena
kondisi sistem sistemik sudah menurun.
YAYASAN ST.ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST.ELISABETH LELA
MAUMERE- FLORES – NTT
Kode Pos : 86161 Telp. 081 353 782 435
Email : rslela@yahoo.com Website:www.lelahospital

3) Membebaskan jalan napas.


Untuk pasien dengan kesadarn penuh, posisi fowler akan lebih baik
dan pengeluaran sekresi lendir perlu dilakukan untuk
membebaskan jalan napas, sedangkan bagi pasien yang tidak sadar,
posisi yang baik adalah dengan di pasang Mayo Tube
4) Bergerak
Apabila kondisinya memungkinkan pasien dapat dibantu untuk
bergerak , seperti : turun dari tempat tidur, ganti posisi tidur
(miring kiri – miring kanan) untuk mencegah dekubitus dan
dilakukan secara periodik, jika diperlukan dapat digunakan alat
untuk meyokong tubuh pasien, karena tonus otot sudah menurun.
5) Nutrisi
Pasien sering kali anorexia, nausea karena adanya penurunan
peristaltik usus. Dapat diberi anti emetik untuk mengurangi
nausea dan merangsang nafsu makan serta pemberian makanan
tinggi kalori, protein dan vitamin. Karena terjadi tonus otot yang
berkurang, terjadi dysphagia, dokter perlu menguji reflek menelan
pasien sebelum diberikan makanan, kalau perlu diberikan makanan
cair atau intra vena, infus.
6) Eliminasi
Karena ada kehilangan penurunan tonus otot dapat terjadi
konstipasi, inkontinensia urine dan feses. Obat laxant perlu
diberikan untuk mencegah konstipasi. Pasien dengan inkontinensia
dapat diberikan urinal, pispot secara teratur atau dipasang kateter.
Harus dijaga kebersihan disekitar daerah perineum, apabila terjadi
lecet harus dibelikan salep.
7) Perubahan Sensori
Pasien dengan penglihatan menjadi kabur, pasien biasanya
menolak/ menghadapkan kepalanya ke arah lampu/ tempat terang.
Pasien masih dapat mendengar, tetapi tidak dapat/ mampu
merespon, perawat dan keluarga harus berbicara dengan jelas dan
tidak berbisik – bisik.
YAYASAN ST.ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST.ELISABETH LELA
MAUMERE- FLORES – NTT
Kode Pos : 86161 Telp. 081 353 782 435
Email : rslela@yahoo.com Website:www.lelahospital

c) Bantuan memenuhi kebutuhan Sosial


Pasien tahap terminal akan ditempatkan di ruang isolasi dan untuk
memenuhi kebutuhan kontak sosialnya, perawat dapat melakukan :
1) Menanyakan siapa-siapa saja yang ingin didatangkan untuk
bertemu dengan pasien dan didiskusikan dengan keluargnya.
2) Menggali perasaan–perasaan pasien sehubungan dengan sakitnya
dan perlu isolasi.
3) Menjaga penampilan pasien pada saat-saat menerima kunjungan
teman – teman terdekatnya, yaitu dengan menganjurkan pasien
untuk membersihkan dan merapikan diri.
4) Meminta saudara-saudaranya, teman-temannya untuk sering
mengunjugi dan mengajak orang lain serta membawa buku-buku
bacaan bagi pasien dan keluargnya.
d) Bantuan Memenuhi Kebutuhan Spiritual
1) Menanyakan kepada pasien tentang harapan– harapan hidupnya
dan rencana pasien selanjutnya menjelang kematian
2) Menanyakan kepada pasien perlunya memanggil pemuka agama
sesuai kenyakinannya untuk bekal hidup rohaninya.
3) Membantu atau mensuport pasien untuk mendekatkan diri pada
Tuhan sang pemberi kehidupan sebatas kemampuannya.
Keyakinan spiritual mencakup praktek ibadah sesuai dengan
keyakinannya/ ritual harus diberi dukungan. Petugas kesehatan dan
keluarga harus mampu memberikan ketenangan melalui
keyakinan-keyakinan spiritualnya. Petugas kesehatan dan keluarga
harus sensitive terhadap kebutuhan ritual pasien yang akan
menghadapi kematian, sehingga kebutuhan spiritual pasien
sebelum meninggal terpenuhi.
YAYASAN ST.ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST.ELISABETH LELA
MAUMERE- FLORES – NTT
Kode Pos : 86161 Telp. 081 353 782 435
Email : rslela@yahoo.com Website:www.lelahospital

BAB IV
DOKUMENTASI

Dokumen pada Asesmen Pasien Tahap Terminal adalah sebagai berikut:


1. Asesmen Pasien Tahap Terminal dilakukan sejak pasien datang ke Rumah
Sakit (apabila pasien datang dalam keadaan sakit terminal) dan atau sudah di
ruang rawat inap kemudian dalam perkembangannya dinyatakan sudah sakit
terminal, hasil dicatat/ didokumentasikan pada formulir (Checklist) asesmen
pasien terminal yang tersedia
2. Asesmen ulang atau evaluasi didokumentasikan pada format kontrolan
istimewa dan catatan perkembangan terintegrasi
3. Permohonan bantuan pelayanan spiritual didokumentasikan menggunakan
format permohonan pelayanan kerohanian.
4. Asesmen Pasien terminal dilakukan sesuai SPO
5. Contoh Asuhan Keperawatan pada pasien terminal