Anda di halaman 1dari 30

PT.

Trakindo Utama
Training Center Cileungsi

Next Step Ahead for Human Resources Development

Training Center Cileungsi

Jl. Raya Narogong KM. 19 Cileungsi – Bogor 16820


Phone: +62218233361
Fax: +62218233360
Trakindo Utama Training Center Service Technician Module

CDVR Overview

Diterbitkan oleh Training Center Dept. PT Trakindo Utama


Jl. Narogong Raya Km. 19
Cileungsi
Kab. Bogor 16820
Indonesia
Juni,2007 Rev pertama

Training Center Cileungsi


Ucapan Terima Kasih
Terimakasih kepada semua fihak untuk kontribusi yang telah diberikan untuk program ini,
khususnya:
 Para staf dan Instructor Training Center Dept. Trakindo Utama, Indonesia
 Caterpillar Inc USA
EPG Overview

PENJELASAN MODUL

Judul Modul
EPG Overview

Uraian Modul
Setelah mengikuti pelatihan ini siswa diharapkan mampu melakukan troubleshooting Electric Power
Generation dengan mengacu pada 8 Step troubleshooting proses

Pra-Syarat
Module berikut ini merupakan prasyarat yang harus diikuti sebelum pelaksanaan dari modul ini:

 Judul Training

Pembelajaran & Pengembangan


Untuk memudahkan penyampaian modul ini, partsipan perlu melengkapi dengan dokumen pendukung
berupa publikasi resmi dari PT Trakindo Utama, tempat kerja yang relevan atau simulasi lingkungan kerja
dan peralatan untuk pengembangan/ mempraktekkan ketrampilan tersebut.

Referensi yang di perlukan

 Service Manual
 Electric Schematic
 Generator Data
 Engine Data Sheet

Sumber Referensi

 Training Center PT Trakindo Utama


 Technical Marketing Information
 S.I.S

Metode Penilaian
Kelas dan Practical

Untuk memberikan hasil pelatihan yang memuaskan dari modul ini, partisipan harus menunjukkan sudah
mampu dalam semua materi pelajaran. Sebagai konsekwensinya, setiap hasil praktek dan penilaian
akan menjadi ukuran dari penilaian modul.
Dalam modul ini, partisipan diharuskan untuk berpartisipasi di dalam kelas dan workshop.

Hasil Pembelajaran :  Partisipan dapat mejelaskan dan memahami dasar-dasar


Power Generation.
 Partisipan dapat menerapkan 8 step troubleshooting guna
menunjang pekerjaannya.
 Dapat menjelaskan/mempresentasikan permasalahan yang
ditemukan dan bagaimana langkah menyelesaikan
permasalahan.
 Dapat melaporkan dalam bentuk SIMS Report

Training Center Cileungsi I


EPG Overview

Training Center Cileungsi II


EPG Overview

Training Center Cileungsi III


EPG Overview

Training Center Cileungsi IV


EPG Overview

Training Center Cileungsi V


CDVR

Training Center Cileungsi 1


CDVR

Gambar.2

CDVR mulai diproduksi pada January 2004 dimana sebelumnya Caterpillar menggunakan
Digital Voltage Regulator sebagai kelengkapan dari Genset.
Digital Volatge Regulator ( DVR ) diproduksi dari tahun 1993 sampai dengan 2003,dan
produksi ini akan dihentikan dan diganti dengan CDVR. DVR diproduksi oleh Magnetek-
Century. Ada enam Part Number untuk meng-akomodir perbedaan sensing yang dipakai
pada DVR ini, perbedaan sensing tersebut diantaranya penggunaan SE/PM, 120,240
atau 480 V sensing.

Gambar.3

Diatas adalah gambar tampilan Caterpillar Digital Voltage Regulator.

 Caterpillar Digital Voltage Regulator disingkat dengan CDVR.


 Diproduksi oleh Basler Electric.
 Akan digunakan pada semua Caterpillar Generator set dan menggantikan DVR.
 Diproduksi mulai Januari 2004.
 Hanya diperlukan satu Part Number untuk semua aplikasi..
 Pengontrol KVAR/PF sudah termasuk didalamnya.

Literatur pendukung juga tersedia pada Service Information System a.l :


 RENR 7941 - Specification System Operation Testing and Adjusting
 CDVR PC Software Tersedia pada SISweb dalam bagian Flash File Download

Literatur pendukung lainya bisa diperoleh melalui Electronic Media Center ( EMC ) a.l :
 LEHE 3225 Specification Sheet
 LEXE 3226 Product News November 2003

Pada tampilan CDVR diatas :


 Sudah tidak ada Touchpad atau display untuk pemrograman
 Pemrogaman hanya melalui PC
 PC software tersedia pada SIS
 Koneksifitas menggunakan RS 232 – PC
 Tidak ada terminal screw
 Menggunakan 3 Molex konektor
 Lubang baut untuk mounting sama dengan DVR
 Tersedia LED untuk indikasi kerusakan

Training Center Cileungsi 2


CDVR

Caterpillar menggunakan CDVR karena CDVR memiliki transient performance yang lebih
baik, serta ditambahkan fitur standart seperti KVAR/PF Control Mode.

Fitur dan Mode Operasi


Pada CDVR terdapat beberapa fitur dan mode operasi, serta ada penambahan sistem
proteksi terhadap kegagalan.

Fitur pada CDVR a.l :

 Memiliki microprocessor control untuk ketiga mode standard ;


o Automatic Voltage Regulation ( AVR )
o Power Factor Regulation ( PF )
o Reactive Power Regulation ( VAR )

 Setelan untuk kestabilan yang bisa deprogram.


 Soft start control dengan waktu yang bisa diatur ( pada mode AVR )
 Mempunyai Dual Slope Under Frequency
 Tiga atau satu phasa sensing untuk voltage generator
 Satu phasa arus generator sensing untuk tujuan regulasi
 Sensing untuk Field Current dan Field Voltage
 Lima kontak untuk input sensing
 Satu LED untuk indikasi dari kondisi Alarm dan Shutdown
 Mempunyai 10 fungsi proteksi
 D.l.l

Mode Pengoperasian CDVR

Ada tiga mode pengopreasian untuk CDVR ini yaitu :


 Automatic Voltage Regulation ( AVR )
Ini merupakan mode standart yang umumnya dipakai
 Reavtive Power ( VAR ) Regulation
Ini adalah mode untuk menjaga /mengatur “Volt-Amps Reactive” ketika
diparallel
dengan Utility.
 Power Factor ( PF ) Regulation
Mode ini hampir sama dengan mode sebelumnya,tetapi mode ini akan
mengaturr berapa besar power factor yang diinginkan.

Sepuluh sistem proteksi pada CDVR adalah:


 Generator Over Voltage
 Generator Under Voltage

Training Center Cileungsi 3


CDVR

 Loss of Excitation
 Field over current
 Over excitation
 Loss of sensing
 Diode Fault Monitor
 Internal CDVR processor Watchdog failure
 Internal CDVR memory failure
 Fault reset switch closed too long

Nama dan lokasi komponen

Gambar.4

1. 6-pin Konektor ,’’P6“


-. Sebagai terminal untuk power input , F- & F+, serta untuk Grounding Chasis.

2. LED
-. Sebagai indicator jika ada kerusakan.

Training Center Cileungsi 4


CDVR

3. 12-pin konektor, “P12”


-. Sebagai terminal untuk Droop CT input, 10VDC in,Alarm output, Fault Shutdown
Driver
24VDC input, Alarm & Shutdown Supply Driver, Sensing generator voltage.

4. 9-pin konektor, “P9”


-. Sebagai terminal untuk CANbus, Kontak sensing lower,raise,common,excitation
disable,
Fault reset,VAR/PF enable.

5. 9-pin D-Sub konektor, “J4”


-. Konektor untuk sarana komunikasi antara CDVR dengan PC melalui terminal RS
232 PC

Gambar.5

Training Center Cileungsi 5


CDVR

Gambar.6

Gambar-gambar diatas menjelaskan tentang bagaimana menentukan penomoran pada


konektor dari terminal tersebut dan fungsi masing-masing pin terminal.

Gambar.7

Pada konektor ’’P9“ Contact sense disini berasal dari switch atau relay.

Training Center Cileungsi 6


CDVR

Gambar.8

Diatas adalah letak dan fungsi masing-masing pin terminal dari “P12”

SAFETY

Gambar.9

Perhatikan gambar.9, pada gambar tersebut ditunjukkan bahwa tidak ada perbedaan
lubang untuk baut mounting,namun ketika kita mengganti voltage regulator versi
sebelumnya dengan CDVR,kita seharusnya mengikat CDVR hanya dengan 3 baut saja.

Training Center Cileungsi 7


CDVR

Gambar.10

Pada VR-6 dan CDVR terdapat potensial bahaya dimana kemungkinan itu terletak pada
terminal dan heat shink. Karena pada saat CDVR/VR-6 mendapat power, kemudian
CDVR/VR6 dimatikan,masih ada power yang tersisa pada heat shink dan terminal
selama +/- 8 menit. Dengan adanya sisa power/tegangan tersebut maka potensi
tersengat aliran listrik itu pasti ada,dan kecelakaan ini bisa menimbulkan luka serius atau
bahkan kematian.

CDVR PC Software

Gambar.11

Gambar diatas adalah tampilan utama ketika kita mengakses CDVR melalui CDVR
software pada PC kita. Beberapa hal perlu diperhatikan saat kita akan melakukan
komunikasi antara computer dan CDVR.

Training Center Cileungsi 8


CDVR

Beberapa hal tersebut a.l :

 CDVR software harus sudah ter-install dengan benar pada komputer yang akan
digunakan.
( Komputer harus memenuhi standart minimum seperti yang diminta pada CDVR
Manual )
 Kabel serial untuk menghubungkan komputer dengan port RS 232 pada CDVR.
Beberapa komputer yang baru tidak dilengkapi dengan port RS 232, untuk itu
diperlukan adapter USB port ke RS 232.
 Power 24VDc pada konektor power input CDVR.
Sensing AC atau power input dari PM tidak diperlukan untuk komunikasi ini.

Gambar-gambar berikut ini hanya berisi penjelasan dari tampilan dan parameter pada
CDVR software. Untuk lebih detailnya kita harus menggunakan CDVR Service Manual
( RENR 7941 ) sebagai referensi untuk mengetahui fungsi dari masing-masing parameter
yang ada.

Tampilan dan Parameter

Gambar.12

Pilih dan tekan icon “File” jika kita menginginkan untuk membuka,menyimpan atau
mencetak konfigurasi dari CDVR.

Training Center Cileungsi 9


CDVR

Gambar .13

“Communication” adalah sebagai sarana untuk menghubungkan dan memutuskan


komunikasi antara CDVR dengan computer.

Dua hal ini adalah sama

Gambar .14

“Screen” akan menampilkan lima pilihan menu konfigurasi

Training Center Cileungsi 10


CDVR

Gambar .15

“Upgrade” digunakan untuk meng-upgrade software CDVR

Konfigurasi Sistem

Gambar.15

Training Center Cileungsi 11


CDVR

‚“Configurasi“ tampilan yang berisi tentang Generator Voltage, Current dan Sensing.
Pada bagian ini hanya kolom yang berwarna putih saja yang bisa dirubah, pada contoh
ini Rated voltage telah dipilih sehingga ter-highlight.. Dibagian bawah menunjukkan
batasan nilai maksimum dan minimum yang bisa kita setting.
Untuk merubah setting dari Rated Voltage, terlebih dahulu harus dipilih kemudian
dimasukkan nilai yang diinginkan, kemudian tekan “Enter“. Jangan pernah menggunakan
tombol “Tab“ untuk berpindah ke kolom yang lain. Saat Rated Voltage dirubah nilainya
maka pada kolom Rated KVAR juga secara otomatis akan berubah. Kolom yang berwarna
hitam tidak bisa dipilih dan dirubah nilainya.

Gambar. 16

Pada gambar diatas ditunjukkan dua frekwensi. A. Adalah frekwensi untuk Output
Generator, sedangkan B. Adalah frekwensi untuk “Power Input Freq“ yang diambil dari
exciter pada PMG, untuk SE “Power Input Freq“ harus sama dengan Freq output
generator.

Training Center Cileungsi 12


CDVR

Gambar. 16

A. Adalah setting untuk Potential Tranformer


B. Setting untuk sensing CDVR, 3 Phasa atau 1 Phasa
C. Setting untuk Current Tranformer, Angka 5 pada Secondary CT tidak bisa dirubah
nilainya

Gambar. 16

Training Center Cileungsi 13


CDVR

“Get From Unit” ini digunakan untuk menampilkan setting yang sudah ada pada CDVR,
tombol ini akan berwarna abu-abu sampai terjadi komunikasi antara computer dan
CDVR. Parameter yang dirubah akan dikirim ke CDVR setelah tombol Enter ditekan.

Gambar. 17

“EEPROM” digunakan untuk menyimpan setting kedalam CDVR, jika setelah merubah
setting hanya di “Enter” saja maka setting ini akan hilang saat power ke CDVR dimatikan,
karena setting belum tersimpan kedalam CDVR.

Gambar. 17

Kolom A disini menunjukkan Versi PC software yang digunakan untuk mengakses

Training Center Cileungsi 14


CDVR

Kolom B menunjukkan Serial Number, Flash file, dan Part Number dari CDVR

Setting Adjusment

Gambar. 17
A. Terminal Output pada generator saat menggunakan AVR Mode
B. Menjaga level VAR dalam persentase saat VAR Mode aktif
C. Menjaga besarnya Power Factor saat PF Mode aktif

Gambar. 18

Training Center Cileungsi 15


CDVR

A. Load Compensation Mode mempunyai tiga pilihan yaitu “Off”,”Droop”,dan “Line


Droop”
B. Set point % digunakan jika Droop atau Line Droop mode aktif, setting ini
menunjukkan berapa besar prosentase penurunan voltage-nya.

Gambar. 19

Soft Start Bias digunakan untuk membatasi build-up tegangan pada saat awal generator
dihidupkan.

Training Center Cileungsi 16


CDVR

Gambar. 19

Kelima setting Under Freqwency ini menjelaskan bagaimana karakteristik regulasi yang
digunakan oleh CDVR saat terjadi under freqwency.

Kontrol Gain Setting

Gambar. 20

Kontrol Gain ini kemungkinan akan berbeda pada masing-masing Genset Pakcage,
Controll Gain ini berfungsi untuk menjaga kestabilan output voltage.
Seting Proteksi

Training Center Cileungsi 17


CDVR

Gambar. 20

Tampilan ini menunjukkan seting untuk proteksi generator,

 Tombol Shutdown override bisa dipilih dari Enabled ke Disabled selama melakukan
setup atau troubleshooting.
 Generator Overvoltage harus diisi tanda cek untuk mengaktifkan, Fault type bisa
dipilih Alarm atau Shutdown.
 Over Excitation akan melindungi generator dengan cara memutus arus yang
dialirkan jika telah melebihi batas yang diisikan. Excitasi juga akan diputus jika
batasan Exciter Diode Monitor atau Loss Of Sensing telah tercapai.
 Jika switch Fault Reset ditahan terlalu lama maka CDVR akan mengambil
tindakan sesuai program yang dimasukkan.

CATATAN :

-. Semua sistem proteksi akan aktif jika semua kotak Enabled diisi tanda cek.
-. Shutdown akan diabaikan jika Shutdown Override di Disabled.

Metering dan Alarm

Training Center Cileungsi 18


CDVR

Gambar. 21

Pada saat kita menekan menu Metering maka permintaan password akan muncul.
Tampilan ini mempunyai proteksi untuk mencegah pihak yang belum terlatih untuk
merubah seting dari parameter yang ada dimana hal ini bisa menyebabkan kerusakan
pada generator atau bahkan memaksakan generator beroperasi dalam keadaan tidak
aman.
Bila password “cat” diisikan maka akses penuh akan diijinkan. Jika tombol “Cancel”
ditekan maka tampilan Metering ini hanya bisa menampilkan saja, dan semua kolom
yang berwarna putih tidak bisa dirubah serta soft button tidak akan aktif.

Training Center Cileungsi 19


CDVR

Gambar. 21

 Parameter Generator ditampilkan pada kolom berwarna hijau


 Operating Mode adalah AVR,ini adalah setingan pabrik dan bisa diganti dengan
VAR/PF
 Fine Adjustment berfungsi seperti switch Raise/Lower dan akan merubah Voltage
level,jika AVR mode aktif, dan akan merubah VAR jika VAR mode diaktifkan
 Setpoint akan mengijinkan pemakai untuk menentukan prosentase VAR maupun
PF yang dijaga selama generator beroperasi
 Status akan menunjukkan Mode yang sedang aktif
 Contact Input akan menyala ketika switch input diaktifkan
 Alarm akan menyala ketika terjadi alarm yang aktif atau terjadi shutdown
 Alarm signal juga akan menyala bila ada alarm yang sedang aktif
 Bila tombol Disabled dirubah menjadi Enabled maka CDVR tidak akan mengijinkan
normal shutdown jika terjadi kegagalan ( Fault ). Menu ini harus digunakan
dengan sangat hati-hati

PERHATIAN :

Ketika Genset beroperasi, CDVR akan segera merubah regulasinya untuk


mengikuti
nilai yang dirubah pada tampilan ini.

Training Center Cileungsi 20


CDVR

Training Center Cileungsi 21


CDVR

Training Center Cileungsi 22