Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN KEPERAWATAN

Pada Tn Andi Fahrudin dengan Trauma Mata


Di Puskemas Tretep tahun 2018
I. PENGKAJIAN
a. Identitas
Nama : Tn Andi Fahrudin
Umur : 23 tahun
Jenis kelamin            : Laki-laki
Alamat                     : Krajan Rt 3/ Rw 01, Ds Bonjor, Kec Tretep
Status perkawinan : kawin
Agama                     : Islam
Suku : Jawa
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Wiraswata
Tanggal Periksa : 18 Oktober 2018

b. Riwayat Penyakit
1. Keluhan Utama
Pasien datang dengan keluhan Nyeri pada mata kiri
2. Riwayat Kesehatan sekarangP
Pasien mengatakan semalam mata kena bolfoin, mata memerah dan keluar air mata,
sudah di kasih tetes mata tapi masih terasa nyeri dan pusing, mata agak kabur untuk
melihat, pasien memetuskan untuk pergi ke Puskesmas Tretep pada tanggal 18
Oktober 2018
3. Riwayat penyakit dahulu
Mata miopi tetatpi tidak pernah di cek ke dokter mata
4. Riwayat Kesehatan Keluarga
Keluarga tidak memiliki penyakit seperti yang di derita klien
c. Pengkajian Fungsional
1. Pola persepsi-pemeliharaan kesehatan
Ketika pasien merasa tidak enak badan sering beli obat di warung kalo tidak sembuh
pergi ke puskesmas
2. Pola nutrisi dan metabolic
Pasien minum sehari kurang lebih 6 gelas per hari
3. Pola eliminasi
Eliminasi Buang Air Besar (BAK) dan Buang Air Besar (BAB) tidak ada perubahan
yaitu Frekuensi BAK : 4-5x sehari dan BAB : 1x sehari. Tidak ada keluhan terkait
dengan pola eliminasi
4. Pola istirahat dan tidur
Tidak ada keluhan untuk pola tidur pasien.
5. Pola aktivitas latihan
Pasien melakukan aktifitas dengan mandiri
6. Persepsi sensorik / perceptual
Klien mengatakan penglihatannya berkurang karena nyeri pada mata, pendengaran
baik
7. Pola konsep diri
Pasien mengatakan merasa sedih karena tidak dapat melihat secara jelas
8. Pola seksual-reproduksi
Pasien mengatakan mempunyai 1 orang anak dan selama berkeluarga tidak pernah
menggunakan alat kontrasepsi
9. Pola hubungan dan peran
Hubungan dengan anak-anaknya keluarga baik,
10. Pola koping dan stress
Pasien selalu terbuka atas segala masalah pasrah kepada petugas kesehatan dan juga
menyerahkan kesembuhannya pada tuhan YME
11. Pola nilai dan keyakinan
Klien sering mengikuti pengajian di musola di tempat tinggalnya
d. Pemeriksaan Fisik (Head to toe)
Bentuk kepala : mesosopal
Rambut : hitam, tidak berketombe, bersih
Mata : konjungtiva, sclera putih, dan tidak anemis
Hidung : tidak ada polip, bersih
Mulut : mukosa kering dan pecah-pecah, tidak berbau, dan tidak Caries
Leher                           : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan limfe
Dada : sebelah kiri terjadi pembesaran, dan tidak ada kelainan
Abdomen : terdapat asites, nyeri abdomen
Ekstremitas : terpasang kateter,  tidak ada udem
Anus : bersih, tidak ada haemorhoid
Tanda-tanda Vital : T        : 110/70 MMhG
                                      N       : 75x/MENIT
                                      RR     : 20x/MENIT
                                      S        : 37ºC
II. TERAPI
Tetes mata 3x
Amoxilin 500mg 3x1
Pamol 500mg 3x1

III. ANALISA DATA


Tgl / jam Data Etiologi Problem
18 Oktober 2018 S: Klien mengatakan nyeri imflamasi pada kornea Nyeri akut
Jam 08.00 WIB pada mamat kiri atau peningkatan tekanan
O: klien terlihat menahan intraokular.
sakit dan menutupi matanya
dengan telapak tangan
S: klien mengatakan pusing peningkatan kerentanan Risiko tinggi
pada bagian mata sekunder terhadap infeksi
O: klien terlihat interupsi permukaan
mengeluarkan air mata saat tubuh.
nyeri dating
S  : klien mengatakan gangguan penerimaan Gangguan
      pandangannya kabur sensori / status organ Sensori
atau tidak jelas pada jarak indera. Lingkungan secara Perseptual
tertentu terapetik dibatasi.
O : klien tidak merespon
gerakan lawan bicara

IV. DIAGNOSA KEPERAWATAN (sesuai prioritas)


1. Nyeri akut berhubungan dengan imflamasi pada kornea atau peningkatan tekanan
intraokular.
2. Risiko tinggi infeksi berhubungan dengan peningkatan kerentanan sekunder terhadap
interupsi permukaan tubuh.
3. Gangguan Sensori Perseptual : Penglihatan b/d gangguan penerimaan sensori / status
organ indera. Lingkungan secara terapetik dibatasi.
V. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
No Diagnose Tujuan Intervensi Rasional
DX
1 Nyeri akut Setelah dilakukan 1. Kaji skala nyeri 1. Mengontrol
berhubungan tindakan keperawatn 2. Beri posisi tanda tanda
dengan selama 1x24 jam di nyaman vital
imflamasi pada harapkan nyeri 3. Ajarkan tehnik 2. Tindakan
kornea atau berkurang dengan nafas dalam untuk penghilangan
peningkatan criteria hasil : mengurangi nyeri. nyeri yang non
tekanan 1. Mampu 4. Beri terapi sesuai invasif dan
intraokular. mengontrol advis dokter nonfarmakologi
nyeri memungkinkan
2. Nyeri turun klien untuk
sampai skala 1- memperoleh
3 rasa kontrol
3. Tanda-tanda terhadap nyeri.
vital dalam
batas normal 3. Klien
 

Ta kebanyakan
mempunyai
pengetahuan
yang mendalam
tentang
nyerinya dan
tindakan
penghilangan
nyeri yang
efektif.
4. Untuk beberapa
klien terapi
farmakologi
diperlukan
untuk
memberikan
penghilangan
nyeri yang
efektif.
4.     
2 Risiko tinggi Setelah di lakukan 1. Tingkatkan 1. Nutrisi dan
infeksi tindakan keperawatan penyembuhan hidrasi yang
berhubungan selama 1x24 jam luka luka: optimal
dengan tidak terjadi infeksi 2. Instruksikan klien meningkatkan
peningkatan Dengan kriteria hasil  : untuk tetap kesehatan
kerentanan 1. Menunjukkan menutup mata secara
sekunder penyembuhan sampai keseluruhan,
terhadap tanpa gejala diberitahukan 2. Memakai
interupsi infeksi. untuk dilepas pelindung mata
permukaan 2. Nilai 3. Gunakan tehnik meningkatkan
tubuh. Labotratorium aseptik untuk penyembuhan
:SDP  normal, meneteskan tetes dengan
kultur negatif. mata menurunkan
4. Cuci tangan kekuatan iritasi.
sebelum memulai. 3. Tehnik aseptik
 Pegang alat meminimalkan
penetes agak masuknya
jauh dari mikroorganisme
mata. dan mengurangi
 Ketika risiko infeksi.
meneteskan, 4. Drainase
hindari abnormal
kontak memerlukan
antara mata, evaluasi medis
tetesan dan dan
alat penetes. kemungkinan
5. Kolaborasi dengan memulai
dokter dengan penanganan
pemberian farmakologi.
antibiotika dan 5. Mengurangi
steroid.. reaksi radang,
dengan steroid 
dan
menghalangi
hidupnya
bakteri, dengan
antibiotika.
3 Gangguan Setelah dilakukan 1. Tentukan 1. Dengan
Sensori tindakan keperawatan ketajaman mengetahui
Perseptual : selama 1x24 jam Hasil penglihatan, catat ketajaman dan
Penglihatan b/d yang diharapkan / apakah satu atau penyebab
gangguan kriteria : kedua mata penglihatan
penerimaan 1. Meningkatkan terlibat. dapat
sensori / status ketajaman 2. Orientasikan menetukan
organ indera. penglihatan pasien terhadap langkah
Lingkungan dalam batas lingkungan, staf, intervensi
secara terapetik situasi individu. orang lain di 2. Pendekatan
dibatasi. 2. Mengenal areanya. pasien dapat
gangguan 3. Beri terapi sesuai dapat
sensori dan advis dokter mendorong
berkompensasi kesembuhan
terhadap 3. Tetes mata yang
perubahan. tidak dengan
3. Mengidentifikasi resep dokter
/ memperbaiki dapat membuat
potensial bahaya kabur dan iritasi
dalam mata
lingkungan.

VI. IMPLEMENTASI

No Tanggal Implementasi Respon Pasien Paraf


DX dan Jam Perawat
1 18 Oktober 1. Mengkaji skala nyeri 1. Pasien mengatakan
2018 2. Memberikan posisi nyeri berkurang
08.05 yang nyaman 2. Pasien mengikuti
3. Mengajarkan pasien intruksi perawat
teknik nafas dalam 3. Klien dapat
untuk mengurangi mengontrol rasa
nyeri, nyeri
4. Memberikan terapi 4. Pasien mengikuti
sesuai advis dokter intrukksi dokter

2 08.20 1. Mengkaji nutrisi dan 1. Nutrisi dan cairan ke


cairan yang masuk ke dalam tubuh
dalam tubuh berkurang karena
2. Menggunakan teknik nyeri pada mata
aseptic untuk 2. Klien mengatakan
meneteskan tetes lebih nyaman
mata

3 08.10 1. Mengkaji ketajaman 1. Penglihatan klien


penglihatan klien masih
2.     Mengkaji lingkungan 2. Kabur lingkungnnya
tinggal klien berdebu
2 08.15 1. Menganjurkan klien 1. Klien memakai kain
untuk emakai yang diberikan
penutup mata perawat
2. Klien merasa
2. Menginstruksikan nyaman saat
klien untuk tetap menutup mata
menutup mata sampai
diberitahukan untuk
dilepas.
2 08.15 1. Memegang alat 1. Klien berhati-hati
penetes mata agak menggunakan tetes
jauh dari mata mata
3 08.25 1. Mengobservasi tanda 1. Ketajaman mata kabur
dan gejala dan iritasi

VII. EVALUASI
Tanggal Diagnose Paraf
dan jam
18/10/18 Nyeri akut berhubungan dengan S : Klien mengatakan nyeri
08.30 imflamasi pada kornea atau berkurang.
peningkatan tekanan intraokular. O : Tingkatan nyeri 4
A : Masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi
18/10/18 Risiko tinggi infeksi S : klien ditetesi obat mata
08.30 berhubungan dengan resep dari dokter
peningkatan kerentanan O : Klien sebelumnya ditetesi
sekunder terhadap interupsi obat mata sembarangan
permukaan tubuh. menyebabkan iritasi
A : Masalah Keperawatan
belum teratasi
P : lanjutkan Intervensi
 Berikan tetes obat
sesuai resep dokter
18/10/18 Gangguan Sensori Perseptual : S : klien lebih menjaga
08.30 Penglihatan b/d gangguan kebersihan lingkungan
penerimaan sensori / status organ O : lingungan klien
indera. Lingkungan secara sebelumnya kotor, penuh
terapetik dibatasi. debu dan ketajaman
penglihatan masih rabun
A : Masalah Keperawatan
belum teratasi
P : lanjutkan intervensi

ASUHAN KEPERAWATAN
PADA TN ANDI FAHRUDIN DENGAN TRAUMA
MATA DI PUSKESMAS TRETEP
Di susun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah KMB

Di susun oleh :
MUDAKIR