Anda di halaman 1dari 3

No.

Dokumen SOP/SPO/BPG/HSE/K3-08
SUSTAINABILITY PALM OIL
Revisi 01
STANDARD OPERATING PROSEDURE
Tanggal Berlaku 01 Juni 2017

PERTOLONGAN PERTAMA PADA


KECELAKAAN (P3K) Direktur Umum Direktur Utama

1. TUJUAN
a. Memberikan metode panduan cara melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan kerja
yang terjadi pada pekerja perusahaan PT. Bima Palma Nugraha (PT. BPN).
b. Menerangkan bagaimana prosedur pemberian perawatan darurat bagi korban kecelakaan
kerja, sebelum pertolongan lanjutan diberikan oleh dokter atau tenaga medis.

2. RUANG LINGKUP
Mekanisme pelaksanaan pertolongan pertama pada kecelakaan kerja diseluruh wilayah PT.
BPN.

3. TUGAS & TANGGUNG JAWAB


a. Ketua Panitia Pembinan K3 (P2K3) / Manager
Menugaskan 1 (satu) Sekretaris P2K3 untuk menunjuk salah seorang pekerja yang ada
disuatu unit / tempat kerja yang berpotensi memiliki sumber bahaya sebagai petugas P3K.
b. Sekretaris P2K3
- Review atas kejadian kecelakaan yang terjadi di tempat kerja.
- Menentukan petugas P3K.
- Review pelaksanaan P3K di tempat kerja.
- Review keadaan darurat / kecelakaan / peristiwa-peristiwa lainnya.
- Menentukan tempat / stasiun kerja yang membutuhkan P3K.
c. Dokter Perusahaan
Memberikan pelatihan bagaimana cara penanganan P3K kepada pekerja yang ditunjuk
sebagai petugas P3K.
d. Mandor/Petugas P3K
Pelaksana kegiatan P3K di lapangan. Petugas P3K harus orang yang sudah terlatih P3K.

4. REFERENSI
a. UU No.1 Tahun 1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Permenakertrans No. 5 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen K3 (SMK3)
c. Permenakertrans No. 15 Tahun 2008 tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
(P3K).

5. DEFINISI
a. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di tempat kerja adalah upaya memberikan
pertolongan pertama secara cepat dan tepat pada pekerja / buruh dan atau orang lain yang
berada di tempat kerja, yang mengalami sakit atau cidera di tempat kerja.
b. Petugas P3K di tempat kerja adalah pekerja / buruh yang ditunjuk oleh pengurus /
pengusaha dan diserahi tugas tambahan untuk melaksanakan P3K di tempat kerja.
c. Fasilitas P3K di tempat kerja adalah semua peralatan, perlengkapan, dan bahan yang
digunakan dalam pelaksanaan P3K di tempat kerja.
d. Pekerja / buruh adalah setiap orang yang bekerja dan menerima imbalan / upah dan atau
dalam bentuk lain.

Dilarang menggandakan atau memperbanyak dokumen ini dalam bentuk apapun tanpa ijin tertulis dari
BIMA PALMA GROUP
No. Dokumen SOP/SPO/BPG/HSE/K3-08
SUSTAINABILITY PALM OIL
Revisi 01
STANDARD OPERATING PROSEDURE
Tanggal Berlaku 01 Juni 2017

PERTOLONGAN PERTAMA PADA


KECELAKAAN (P3K) Direktur Umum Direktur Utama

e. Tempat kerja adalah tiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap,
dimana tenaga kerja bekerja, atau sering dimasuki kerja untuk keperluan suatu usaha dan
dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya sebagaimana diperinci dalam Pasal 2
UU No. 1 Tahun 1970 tentang K3.

6. LANGKAH KERJA
6.1. Identifikasi tempat/ stasiun kerja yang memerlukan kotak P3K
Sekretaris P2K3 (estate / PMKS) bersama dengan tim bidang penanggung jawab
kesehatan (pada struktur P2K3) melakukan identifikasi tempat / unit kerja yang berpotensi
tinggi terjadinya kecelakaan. Identifikasi mengacu pada dokumen identifikasi bahaya dan
penilaian risiko.
6.2. Perencanaan/Persiapan
a. Menyediakan anggaran yang digunakan untuk membeli perlengkapan P3K.
b. Melakukan sosialisasi kepada seluruh pekerja mengenai prosedur P3K.
c. Melakukan pelatihan/sosialisasi P3K kepada pekerja.
d. Pengadaan kotak P3K : kotak berwarna dasar putih dengan lambang P3K berwarna
hijau, bahan cukup kuat dan mudah dibawa.
e. Isi kotak P3K sesuai dengan peraturan yang berlaku (Permenaker No. 15 tahun 2008),
tidak boleh diisi dengan bahan lain yang tidak diperlukan.
f. Dalam penempatan kotak P3K :
- harus berada pada kondisi yang mudah dijangkau,
- diberi tanda yang jelas,
- cukup jelas terlihat dan mudah dipindahkan apabila hendak digunakan,
- disesuaikan dengan jumlah pekerja, jenis dan jumlah kotak disesuaikan dengan
Lampiran Permenakertrans No 15 tahun 2008.
6.3. Prosedur pelaksanaan tindakan P3K yang harus dilakukan oleh petugas penanggung
jawab P3K adalah sebagai berikut :
a. Penilaian situasi korban, nilai situasi disekitar korban.
b. Singkirkan bahaya yang ada disekitar korban, juga bahaya yang melekat pada korban.
c. Periksa kesadaran korban, dengan cara menggoyangkan bahu dan memanggil korban.
d. Apabila korban masih memiliki kesadaran, berikan bantuan P3K sesuai jenis cedera
yang dialami, untuk mengatasi cedera.
e. Apabila korban sudah tidak memiliki kesadaran
- Periksa nadi
- Jika masih teraba nadi dan bernafas maka observasi korban dengan posisi terlentang
dan kedua tungkai bawah posisinya lebih tinggi dari permukaan dada (jantung)
sambil menunggu tim medis datang.
- Jika nadi teraba tetapi tidak bernafas, maka lakukan pembukaan jalan nafas dengan
cara menengadahkan kepala dan mengangkat dagu, lalu bersihkan jalan nafas jika
ada sumbatan.
- Jika nadi tidak teraba dan korban tidak bernafas, maka lakukan pijatan resusitasi
jantung - paru sebanyak 30 kali (kompresi) dan lakukan bantuan pernafasan 2 kali

Dilarang menggandakan atau memperbanyak dokumen ini dalam bentuk apapun tanpa ijin tertulis dari
BIMA PALMA GROUP
No. Dokumen SOP/SPO/BPG/HSE/K3-08
SUSTAINABILITY PALM OIL
Revisi 01
STANDARD OPERATING PROSEDURE
Tanggal Berlaku 01 Juni 2017

PERTOLONGAN PERTAMA PADA


KECELAKAAN (P3K) Direktur Umum Direktur Utama

(ventilasi) melalui mulut ke mulut, lakukan hal tersebut secara tepat dan simultan
(penolong 2 orang).
- Jika korban sadar maka miringkan korban.
- Jika korban tidak sadar maka lakukan resusitasi jantung - paru tersebut sampai tim
medis datang dan sampai penolong merasa lelah.
f. Hubungi tim medis.

7. DOKUMENTASI
7.1. DOKUMEN TERKAIT
a. Daftar isi kotak P3K
b. Form pemantauan alat P3K
c. Form identifikasi tempat / stasiun kerja yang memerlukan kotak P3K
d. Form identifikasi bahaya dan penilaian resiko
e. Jadwal dan absensi pelatihan P3K
7.2. PENGENDALIAN DOKUMEN
a. Dokumen-dokumen terkait dikendalikan oleh Pengendali Dokumen Unit
dan berkoordinasi dengan Pengendali Dokumen Head Office.
b. Apabila memerlukan dokumen baru dengan alasan rusak, hilang atau hal
lain, maka untuk mendapatkan dokumen baru tersebut Pengendali Dokumen Unit
mengajukan permintaan dokumen kepada Pengendali Dokumen Head Office dengan
persetujuan Manajemen.
c. Apabila diperlukan perubahan (revisi) dokumen, maka Pengendali
Dokumen Head Office akan berkoordinasi dengan pimpinan HRDGA atas persetujuan
Managemen.
d. Apabila terdapat revisi dokumen maka dokumen yang lama akan ditarik
oleh Pengendali Dokumen Unit dan Pengendali Dokumen Head Office.
e. Ketentuan dalam kebijakan ini dapat berubah sewaktu-waktu
menyesuaikan situasi dan kondisi dengan persetujuan BOD dan Presiden direktur.
f. Dengan ditetapkannya kebijakan ini, maka kebijakan sebelumnya yang
bertentangan dengan kebijakan ini menjadi tidak berlaku

Dilarang menggandakan atau memperbanyak dokumen ini dalam bentuk apapun tanpa ijin tertulis dari
BIMA PALMA GROUP