Anda di halaman 1dari 23

Galuh Thifal Khalda

Fathur Rahman
Moch. Mahfi Gema Syaftarie

PROSES PERENCANAAN AUDIT LAPORAN KEUANGAN:


PENERIMAAN PERIKATAN DAN PENGELOLAAN
PERIKATAN AUDIT
TAHAPAN DALAM PELAKSANAAN AUDIT
LAPORAN KEUANGAN

4
Pelaporan Audit
3
Now Pelaksanaan
Pembahasan 2 Pengujian Audit
Kita . . .
Perencanaan
1 Perikatan
Penerimaan
perikatan audit
01
Penerimaan Perikatan
Audit
Langkah awal pekerjaan audit atas laporan keuangan
berupa pengambilan keputusan untuk menerima atau
menolak perikatan audit dari calon klien atau untuk
melanjutkan atau menghentikan perikatan audit dari klien
berulang.
Sebelum melakukan audit, maka tahapan yang pertama
kali dilakukan adalah proses penerimaan perikatan audit.
Perikatan adalah kesepakatan dua pihak untuk
mengadakan suatu ikatan perjanjian untuk melaksanakan
audit atau jasa yang diperjanjikan. Dalam ikatan perjanjian
tersebut, klien menyerahkan pekerjaan audit atas laporan Simple Portfolio
keuangan kepada auditor dan auditor sanggup untuk Presentation
melaksanakan pekerjaan audit tersebut berdasarkan
kompetensi profesionalnya.
RISK
Analysis
Risiko audit adalah risiko yang terjadi dalam hal auditor
tanpa disadari tidak dimodifikasikan pendapatnya
sebagaimana mestinya, atas suatu laporan keuangan
yang mengandung salah saji material.

Perusahaan melakukan analisis risiko sebelum menerima


perikatan, untuk memastikan bahwa risiko dalam
memberikan opini yang tidak tepat atas perikatan tidak terlalu
tinggi, yaitu apakah direksi terlihat memiliki integritas,
perusahaan memiliki catatan keuangan yang baik dan
menyelidiki sikap terhadap pengendalian intenal dan sifat
dari transaksi klien.
Risiko bawaan Risiko pengendalian

kerentanan suatu saldo rekening atau risiko bahwa suatu salah saji material yang
golongan trasaksi terhadap suatu salah dapat terjadi dalam suatu asersi tidak dapat
saji yang material, dengan asumsi bahwa dicegah atau dideteksi secara tepat waktu
tidak terdapat kebijakan dan prosedur oleh struktur pengendalian intern satuan
struktur pengendalian intern yang terkait. usaha.

Risiko deteksi

risiko bahwa auditor tidak dapat


mendeteksi salah saji material yang
terdapat dalam suatu asersi.

KOMPONEN-KOMPONEN
Resiko Audit
Secara umum ketika melakukan analisis risiko sebelum
menerima sebuah klien, pemberi asurans akan mencari
tahu untuk menentukan:
• Apakah direksi/manajemen dari perusahaan terlihat memiliki integritas?
Ini dapat dinilai dengan melihat kebijakan akuntansi perusahaan (apakah mereka hati-hati
dan konservatif atau lalai?) dan kualifikasi dari direktuur keuangan yang dipekerjakan, atau
dengan memperuleh referensi untuk personil kunci dari pihak – pihak yang diketahui
perusahaan asurans, seperti bank, pengacara, atau auditor sebelumnya.

• Apakah perusahaan memiliki catatan keuangan, sumber daya dan prospek yang
baik?
Ini dapat diihat dengan melihat kinerja dan laporan keuangan terbaru serta dengan
melakukan Tanya jawab dengan bank (berdasarkan izin)

• Apakah perusahaan terlihat memiliki pengendalian internal yang baik atau minimal
sebuah lingkungan pengendalian yang baik?
Ini dapat diindikasikan oleh keberadaan departemen audit internalm atau dinilai melalui
tanya jawab dengan manajemen.

• Apakah perusahaan memiliki transaksi - transaksi yang tidak biasa?


Ini dapat dinilai melalui review laporan keuangan yang dipublikasi
Sebagai bagian dari budaya keseluruhan perusahaaan atas
pengendalian mutu, perusahaan harus memiliki kebijakan dan
prosedur untuk memastikan bahwa perusahaan mempekerjakan
dan mempertahankan staf dengan kapabilitas, kompetensi dan
komitmen kepada prinsip etika yang di perlukan untuk melakukan
perikatan. Artinya perusahaan harus memiliki kebijakan atas seluruh
aspek dari mempekerjakan staf professional. ISQC mencantumkan
hal – hal berikut ini :
• Rekrutmen
• Evaluasi kerja
• Kapabilitas, termasuk waktu untuk melakukan penugasan
• Kompetensi pengembangan karir
• Promosi
• Kompensasi
• Estimasi atas kebutuhan personil

SUMBERDAYA
M A N U S I A
1 Evaluasi integritas manajemen

Mengidentifikasi kondisi khusus dan


2 risiko yang tidak biasa

Menilai kompetensi untuk


3 melaksanakan audit

4 Mengevaluasi independensi

Keputusan untuk menerima atau


5 menolak

6 Membuat surat perikatan


PROSEDUR PENERIMAAN
PERIKATAN
EVALUASI
Integritas Manajemen
• Pertimbangan atas hal- hal signifikan
yang mungkin timbul dan implikasiny
a dalam melanjutkan hubungan perik
atan
• Komunikasi dengan pemberi jasa aku
ntansi profesional kepada klien, baik
yang sekarang maupun yang terdahu
lu
• Meminta keterangan dari personil KA
P atau pihak ketiga lainnya
• Pencarian latar belakang melalui ber
bagai sumber

Prosedur Penerimaan
Perikatan
Mengidentifikasi Kondisi Khusus dan Risiko yang Tidak Biasa
• Menilai apakah terdapat kondisi yang memerlukan revisi terhadap ketentuan perikatan audit dan
apakah perlu untuk mengingatkan antitas yang bersangkutan tentang ketentuan perikatan audit
yang masih berlaku
• Mengidentifikasi apakah terdapat alasan yang memadai untuk melakukan perubahan dalam
ketentuan perikatan audit
• Mengidentifikasi apakah kerangka pelaporan keuangan yang akan diterapkan dalam penyusunan
laporan keuangan dapat diterima
• Memperoleh persetujuan dari manajemen bahwa manajemen mengakui dan memahami tanggung
jawabnya
• Mengidentifikasi apakah terdapat pembatasan ruang lingkup audit oleh manajemen
• Menilai apakah terdapat pertimbangan lainnya dalam penerimaan perikatan audit
Menilai
Kompetensi Untuk
Melaksanakan
Audit
• Pemahaman dan pengalaman praktik atas
perikatan audit
• Pemahaman standar profesi serta ketentuan
hukum dan peraturan yang berlaku
• Keahlian teknis (bidang teknologi dan informasi)
dan keahlian tertentu (bidang akuntansi atau
audit)
• Pengetahuan industri yang relevan dengan
bidang usaha klien
• Kemampuan menggunakan pertimbangan
profesional
• Pemahaman tentang kebijakan dan prosedur
pengendalian mutu KAP
Prosedur Penerimaan
Perikatan
Standar umum pertama dari GAAS menyatakan:
“Audit dilaksanakan oleh seseorang atau orang-orang yang memiliki
pelatihan teknis dan kecakapan yang memadai sebagai seorang auditor”.
MENGEVALUASI
Independensi
Auditor
Pelaksanaan audit atas laporan
keuangan harus dilakukan oleh orang
yang kompeten dan independen. Kantor
akuntan publik diharuskan untuk
mengikuti beberapa praktik untuk
meningkatkan independensi dari semua
personelnya.

Standar umum kedua dari GAAS


menyatakan:

“Dalam semua hal yang berhubungan


dengan perikatan, indepedensi dalam
sikap mental perlu dipertahankan oleh
para auditor”.
KEPUTUSAN
Menerima
Atau NO

Menolak
Kondisi yang dapat menyebabkan kantor
akuntan public menarik diri dari suatu
audit termasuk:
1. Kekhawatiran mengenai integritas
manajemen atau penahanan bukti yang
tampak selama audit.
2. Klien menolak untuk membenarkan
salah saji material dalam laporan
YES
keuangan.
3. Klien tidk mengambil langkah-langkah
yang tepat untuk memperbaiki
kecurangan atau tindakan melawan
hukum yang ditemukan salam audit.
Membuat surat
perikatan
Surat perikatan audit dibuat oleh auditor untuk
kliennya yang berfungsi untuk
mendokumentasikan dan menegaskan
penerimaan auditor atas penunjukan oleh klien,
tujuan dan lingkup audit, lingkup tanggung
jawab yang dipikul oleh auditor bagi kliennya,
kesepakatan tentang reproduksi laporan
keuangan auditan, serta bentuk laporan yang
akan diterbitkan oleh auditor.
Hal-hal yang harus tercakup dalam proses pemahaman
dengan klien tentang audit atas laporan keuangan:

• Tujuan audit adalah untuk menyatakan suatu pendapat atas laporan


keuangan.
• Manajemen bertanggung jawab untuk membangun dan
mempertahankan pengendalian intern yang efektif terhadap pelaporan
keuangan.
• Manajemen bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan menjamin
bahwa entitas mematuhi peraturan perundangan yang berlaku
terhadap aktivitasnya.
• Manajemen bertanggung jawab untuk membuat semua catatan
keuangan dan informasi yang berkaitan tersedia bagi auditor.
• Pada akhir perikatan, manajemen akan menyediakan suatu surat bagi
auditor (surat representasi kien) yang menegaskan representasi
tertentu yang dibuat selama audit berlangsung.
• Auditor bertanggung jawab untuk melaksanakan audit berdasarkan
standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia (sekarang
Institut Akuntan Publik Indonesia).
• Suatu audit mencakup pemerolehan pemahaman atas pengendalian
intern yang cukup untuk merencanakan audit dan untuk menentukan
sifat, saat, dan luasnya prosedur audit yang harus dilaksanakan.

Penerimaan Perikatan
02
Pengendalian Mutu
Sistem pengendalian mutu merupakan standar yang wajib
dimiliki sebuah Kantor Akuntan Publik yang dijadikan
pedoman dalam hal akuntansi dan pelaksanaan. Standar
Pengendalian Mutu memberikan panduan bagi kantor
akuntan publik di dalam melaksanakan pengendalian
kualitas jasa yang dihasilkan oleh kantornya dengan
mematuhi berbagai standar yang diterbitkan oleh DSPAP
IAPI dan Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik yang
diterbitkan oleh IAPI.
.

SPM 1 2013
Sistem pengendalian mutu terdiri dari 6 (enam) elemen
yaitu: (1) Tanggung jawab kepemimpinan KAP atas mutu, (2)
Ketentuan etika profesi yang berlaku, (3) Penerimaan dan
keberlanjutan hubungan dengan klien dan perikatan tertentu,
(4) Sumber daya manusia, (5) Pelaksanaan perikatan, dan
(6) Pemantauan.
Unsur Ikhtisar Persyaratan Contoh Prosedur
Tanggung jawab Perusahaan harus mempromosikan budaya internal dan Program pelatihan perusahaan menekankan
kepemimpinan atas harus menetapkan kebijakan serta prosedur yang pentingnya kerja berkualitas.
mutu
mendukung budaya tersebut.
Seluruh personel yang bertugas harus Setahun sekali setiap partner dan pegawai harus
Ketentuan etika profesi menjawab kuesioner independensi
mempertahankan independensi, integritas dan
yang berlaku
objektivitasnya.
Penerimaan dan Kebijakan dan prosedur harus ditetapkan untuk Sebuah formulir penilaian klien harus disiapkan
keberlanjutan hubungan
dengan klien memutuskan apakah akan menerima atau melanjutkan untuk setiap klien baru sebelum penerimaan.
hubungan dengan klien.
Kebijakan dan prosedur harus ditetapkan untuk
memberi KAP kepastian yang wajar bahwa semua Setiap profesional harus dievaluasi atas setiap
SDM personel baru memiliki kompetensi, pekerjaan penugasan dengan memakai laporan penilaian
diserahkan kepada personel yang kompeten, penugasan individu dari KAP yang bersangkutan
pendidikan dan pengembangan profesi bagi semua
personel, promosi berdasarkan kualifikasi dan kinerja.

Kebijakan dan prosedur harus memastikan bahwa Direktur akuntansi dan auditing KAP siap
Pelaksanaan memberikan konsultasi serta harus menyetujui
pekerjaan yang dilaksanakan oleh personel penugasan semua penugasan sebelum penugasan itu Kebijakan
perikatan dan
memenuhi standar profesi yang berlaku, persyaratan diakhiri.
peraturan, dan standar mutu KAP itu sendiri Prosedur
Harus ada kebijakan dan prosedur untuk memastikan
Pemantauan bahwa unsur pengendalian mutu lainnya diterapkan Partner bagian pengendalian mutu harus menguji
secara efektif. prosedur pengendalian mutu setidaknya setahun
sekali untuk memastikan kepatuhan KAP.
SPM 1
Sumber: Biswan, 2018
Penerapan Unsur
Ta n g g u n g J a w a b
Kepemimpinan
KAP Atas
Pengendalian
Mutu
Berdasarkan SPM No. 1 Tahun 2013 dalam
unsur tanggung jawab kepemimpinan KAP
atas mutu, KAP harus menetapkan
kebijakan dan prosedur yang dirancang
untuk mendukung budaya internal.
Kebijakan dan prosedur tersebut
mengharuskan pimpinan KAP sebagai pihak
yang bertanggung jawab atas mutu KAP
secara keseluruhan. Selain itu, setiap KAP
juga harus menetapkan kebijakan dan
prosedur yang mengharuskan pihak yang
menerima tanggung jawab operasional atas
sistem pengendalian mutu dari pimpinan
KAP memiliki pengalaman, kemampuan
yang cukup dan tepat, serta wewenang yang
diperlukan untuk melaksanakan tanggung
jawab tersebut.
Peran Penting
PENGENDALIAN
MUTU
Keberadaan Sistem Pengendalian Mutu (SPM) mutlak
dibutuhkan bagi Kantor Akuntan Publik dalam upaya
menjaga sekaligus mengendalikan kualitas audit. Standar
Pengendalian Mutu (SPM) memberikan panduan bagi
kantor akuntan publik di dalam melaksanakan
pengendalian kualitas jasa yang dihasilkan oleh kantornya
dengan mematuhi berbagai standar sebagaimana
Standar Profesional Akuntan Publik yang diterbitkan oleh
Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI 2011). Quality
control atau Sistem Pengendalian Mutu merupakan suatu
proses yang dilakukan untuk memastikan bahwa suatu
output dapat memenuhi tujuan dan spesifikasi yang telah
ditetapkan sebelumnya yang diwujudkan dengan
mengunakan pedoman atau standar yang telah
ditetapkan (Wahyudiono 2000).
1. Independensi
2. Penugasan Personel
3. Konsultasi
4. Supervisi
5. Pemekerjaan (Hiring)
6. Pengembangan Profesional
7. Promosi (Advancement)
8. Penerimaan Dan
Keberlanjutan Klien
9. Inspeksi

PROSEDUR
Pengendalian Mutu
HATURNUHUN