Anda di halaman 1dari 7

METODOLODI UNTUK PERANCANGAN PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN

PENGUJIAN SUBSTANTIF GOLONGAN TRANSAKSI

Dalam pengauditan pada umumnya, akun-akun yang paling banyak menyerap waktu
pemeriksaan adalah piutang usaha, persediaan, aset tetap, utang usaha, dana kun beban.
Perhatikanlah bahwa empat dari lima akun di atas berkaitan langsung dengan siklus pembelian
dan pembayaran. Apabila auditor dapat mengurangi pengujian rinci saldo dengan menggunakan
pengujian pengendalian dan pengujian substantif transaksi untuk memeriksa efektivitas
pengendalian internal atas pembelian dan pengeluaran kas, maka waktu yang bisa dihemat akan
sangat signifikan. Pengujian pengendalian dan pengujian substantif transaksi untuk siklus
pembelian dan pembayaran sangat diperhatikan auditor, lebih-lebih apabila klien memiliki
pengendalian internal yang efektif.

Pengujian pengendalian dan pengujian substantif transaksi untuk siklus pembelian dan
pembayaran terbagi dalam dua bagian bear berikut :

1. Pengujian pembelian, yang berkaitan dengan tiga dari empat fungsi bbisnis yang telah
disinggung diatas yakni : order pembelian, penerimaan barang dan jasa, dan pengakuan
utang.
2. Pengujian pengeluaran kas, yang berkaitan dengan fungsi keempat, yakni ; pengolahan
dan pencatatan pengeluaran kas.

Gambar 15-2 melukiskan metodologi untuk perancangan pengujian pengendalian dan


pengujian substantif transaksi untuk siklus pembelian dan pembayaran. Metodologi ini sama
dengan yang digunakan dalam bab-bab sebelumnya. Dalam uraian selanjutnya akan dijelaskan
bagian demi bagian dari gambar 15-2 yang dimulai dengan pemahaman pengendalian internal.

PEMAHAMAN PENGENDALIAN INTERNAL


Pemahaman tentang pengendalian internal untuk siklus pembelian dan pembayaran sebagai
bagian dari prosedur penilaian risiko, dapat diperoleh auditor dengan mempelajari bagan alir
yang berlaku pada perusahaan klien, mereview daftar pertanyaan pengendalian internal.
Gambar 15-2 Metodologi untuk Perancangan Pengujian Pengendalian dan Pengujian
Substantif Transaksi untuk Siklus Pembelian dan Pembayaran

Dan melaksanakan pengujian mengikuti jejak transaksi pembelian dan pengeluaran kas. Prosedur
untuk mendapatkan pemahaman pengendalian internal tentang siklus pembelian dan pembayaran
serupa dengan prosedur yang dilaksanakan untuk siklus lainnya, sebagaimana telah dijelaskan
pada bab-bab sebelumnya.

MENILAI RISIKO PENGENDALIAN DIRENCANAKAN


Selanjutnya dilakukan pemeriksaan atas pengendalian internal kunci untuk setiap fungsi bisnis
seperti telah dijelaskan pada awal bab ini, yaitu : otorisasi fungsi-fungsi lainnya, ketepatan waktu
pencatatan dan review independen atas transaksi, serta otorisasi pembayaran kepada pemasok.

Otorisasi pembelian
Pemberian otorisasi yang tepat untuk pemeblian me njamin bbahwa barang dan jasa yang dibeli
sungguh-sungguh barang yang dibutuhkan perusahaan, dan dengan demikian menghindarkan
terjadinya pembelian yang berlebihan atau tidak diperlukan. Banyak perusahaan mensyaratkan
berbagai tingkat otorisasi untuk pembelian yang berbeda atau menurut jumlah rupiahnya.
Sebagai contoh , pembelian aset tetap yang melebihi batas jumlah rupiah tertentu membutuhkan
persetujuan dari dewan komisaris ; pembelian untuk sesuatu yang jarang terjadi seperti polis
asuransi atau kontrak servis jangka panjang harus mendapat persetujuan dari pejabat tertentu;
perlengkapan dan servis yang harganya dibawah jumlah tertentu yang ditetapkan harus mendapat
persetujuan dari kepala bagian atau kepada departemen. Sementara itu, untuk beberapa jenis
bahan baku dan perlengkapan tertentu pembelian dilakukan secara otomatis, karena system
dirancang sedemikian rupa sehingga apabila saldonya telah sampai dibawah batas tertentu,
Komputer akan langsung melakukan pemesanan kepada pemasok yang telah tercantum dalam
database perusahaan, sering juga tersambung langsung dengan computer pemasok, sehingga
otorisasi berlangsung otomatis.
Setelah permintaan pembelian diotorisasi, segera disusul dengan pembuatan order
pembelian barang atau jasa. Order pembelian diterbitkan kepada seorang pemasok untuk
membeli barang atau jasa yang disebutkan dalam order pada harga tertentu dan dikirim pada
tanggal atau sebelum tanggal yang disebut didalamnya. Order pembelian yang bisa dibuat dalam
bentuk tertulis atau elektronik, biasanya dipandang sebagai dokumen resmi, dan merupakan
suatu permintaan untuk membeli barang atau jasa.
Perusahaan biasanya membentuk suatu bagian pembelian untuk menjamin diperolehnya
barang atau jasa dengan kualitas yang baik dengan harga yang rendah. Agar tercipta
pengendalian internal yang baik, bagian pembelian sebaiknya terpisah dari bagian yang memberi
otorisasi dan yang menerima barang. Semua order pembelian hendaknya bernomor urut tercetak
agar dapat dengan mudah diketahui berapa order pembelian yang sudah diterbitkan dan harus
dirancang untuk meminimunkan kemungkinan hilangnya formulir secara tidak sengaja ketika
barang sudah dipesan.

Pemisahan Pemegang Aset dari Fungsi Lainnya


Kebanyakan perusahaan memiliki bagian penerimaan yang harus membbuat laporan penerimaan
barang sebagai berikut bahwa barang telah diterima dan diperiksa. Salah satu copy biasanya
dikirimkan ke gudang bahan baku dan lembar lainnya dikirim ke bagian utang untuk memberi
informasi yang mereka butuhkan. Untuk mencegah pencurian dan penyalahgunaan, barang harus
diawasi secara fisik sejak barang tersebut diterima hingga digunakan atau dijual. Personel yang
ditugaskan dibagaian penerimaan harus independen dari bagian gudang dan bagian akuntansi.
Terakhir , catatn akuntansi nharus mengikuti perpindahan tanggungjawab atas barang setiap saat
ketika barang tersebut berpindah , dari penerima barang ke gudang, dari gudang ke pabrik, dan
seterusnya.

Pencatatan Tepat Waktu dan Review Independen atas Transaksi


Pada sejumlah perusahaan, pencatatan utang yang timbul dari transaksi pembelian dilakukan
ketika barang atau jasa diterima. Pada perusahaan lainnya, pencatatan ditangguhkan hingga
faktur dari pemasok diterima. Cara manapun yang dipakai , bagian utang bertanggungjawab
untuk mencermati ketepatan pembelian. Hal ini dilakukan dengan membandingkan rincian dalam
order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari pemasok untuk menentukan bahwa
uraian/ deskripsi, harga, kuantitas, termin, dan biaya pengangkutan dalam faktur penjual adalah
benar. Bagian utang juga berkewajiban memeriksa kebenaran perkalian, penjumlahan, dan
pendistribusian akunnya. Dalam perusahaan yang menerapkan akuntansi berbantuan computer.
Perangkat lunak computer bisa memeriksa kesesuaian antar dokumen dan memeriksa ketelitian
faktur secara otomatis.bagian utang juga harus memeriksa penggunaan laporan penerimaan
barang untuk memastikan bahwa tujuan kelengkapan telah tercapai.
Pengendalian penting dibagian utang dan bagian teknologi informasi mensyaratkan
bahwa personel yang mencatat pembelian harus tidak memiliki akses ke kas, surat berharga, dan
aset lain. Dokumen dan catatan yang cukup, prosedur yang tepat untuk pencatatan, dan
pengecekan independen atas kinerja, semua meruapakan pengendalian yang penting dalam
fungsi utang usaha.

Otorisasi pembayaran
Pengendalian terpenting atas pengeluaran kas meliputi:
 Penandatanganan check oleh individu yang diberi otorisasi oleh perusahaan.
 Pemisahan tanggungjawab untuk menandatangani check dan melaksanakan fungsi
utang usaha.
 Pemeriksaan yang cermat atas dokumen pendukung oleh penandatanganan check
sebelum suatu check ditandatangani
Check harus bernomor urut tercetak untuk memudahkan pengawasan penggunaan check dan
dicetak pada kertas khusus untuk mempersulit pengubahan nama penerima atau jumlah
rupiahnya, jika check tersebut akan disalahgunakan seseorang. Perusahaan harus melakukan
pengawasan fisik atas blangko check, check yang dibatalkan, maupun check yang sudah
ditandatangani. Perusahaan juga harus mempunyai cara untuk mencegah penggunaan kembali
bukti pendukung yang telah digunakan, misalnya dengan memberi tanda tangan dicap atau
diperforasi. Metode yang lazim dipakai adalah dengan menuliskan nomor check pada dokumen
pendukung sehingga terlihat bahwa dokumen tersebut telah digunakan sebagai pendukung
transaksi sebelumnya.

MENENTUKAN LUASNYA PENGUJIAN PENGENDALIAN


Setelah auditor mengindetifikasi pengendalian internal kunci dan defisisensinya, auditor bisa
menilai risiko pengendalian. Apabila auditor bermaksud untuk mengandalkan pada pengendalian
untuk mendukung penilaian risiko pengendalian pendahuluan di bawah maksimum, auditor
melakukan pengujian pengendalian untuk mendapatkan bukti bahwa pengendalian telah
beroperasi dengan efektif. Dengan telah beroperasinya pengendalian secara efektif yang
didukung dengan tambahan pengujian pengendalian, auditor akan bisa menurunkan pengujian
substantifnya.

MERANCANG PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF


GOLONGAN TRANSAKI UNTUK PEMBELIAN
Tabel 15-2 meringkas pengendalian internal kunci, pengujian pengendalian yang lazim
dilakukan, dan pengujjian substantif golongan transaksi yang bisa dilakukan untuk setiap tujuan
audit transaksi. Dalam ilustrasi ini, kita berasumsi bahwa perusahaan memiliki jurnal pembelian
tersendiri untuk mencatat semua transaksi pembelian.
Dalam memahami Tabel 15-2 dibawah ini, anda harus :
 Menghubungkan setiap pengendalian internal dengan tujuan audit transaksi.
 Mengubungkan pengujian pengendalian dengan pengendalian internal.
 Menghubungkan pengujian substantif golongan transaksi dengan tujuan audit
transaksi setelah mempertimbangkan pengendalian dan defisiensi dalam system.

Bukti audit untuk suatu perikatan audit akan bervariasi tergantung pada pengendalian internal
serta keadaan lainnya. Efisiensi audit yang signifikan akan tercapai dalam audit apabila
pengendalian beroperasi secara efektif.
Empat dari enam tujuh audit golongan transaksi pantas untuk mendapat perhatian
khusus dan oleh karena itu akan dibahas lebih dalam di bawah ini. Kebenaran kebanyakan akun
aset, liabilitas, dan beban tergantung pada kebenaran pencatatan transaksi dalam jurnal
pembelian, terutama yang berkaitan dengan empat tujuan ini.

1. Pembelian Terbukukan adalah untuk Barang dan Jasa yang Diterima ( Keterjadian)
Apabila auditor puas bahwa pengendalian cukup untuk tujuan ini, pengujian untuk
memeriksa adanya transaksi yang tidak tepat dan pencatatan transaksi yang tidak pernah terjadi
sangat dikurangi. Pengendalian yang memadai bisa mencegah terjadinya pencatatan transaksi
yang tidak pernah terjadi secara tidak disengaja, terutama
Tabel 15-2 Ikhtisar Tujuan Audit Golongan Transaksi, Pengendalian Kunci,
Pengendalian Internal dan Pengujian Substantif Golongan Transaksi untuk
Pembelian

Tujuan Audit Pengendalian Pengujian Pengujian Substantif


Golongan Transaksi Internal Kunci Pengendalian Golongan Transaksi
Pembelian terbukukan Permintaan pembelian, Memeriksa dokumen Mereview jurnal
adalah untuk barang order pembelian, dokumen dalam pembelian, buku bear,
dan jasa yang laporan penerimaan paket voucher untuk master file utang
diterima barang, dan faktur menguji keberadaan usaha untuk
(keterjadian) dan penjualan memeriksa yang
dilampirkan pada berjumlah bear atau
voucher. tidak biasa
Memeriksa ada
Pembelian telah setujui tidaknya
oleh pejabat yang persetujuan. Memeriksa dokumen
berwenang. pendukung untuk
Mencoba menginput memeriksa kewajaran
Komputer menerima dengan pemasok dan keabsahan (faktur
entry pembelian terotorisasi dan penjual, laporan
hanya dan pemasok pemasok tidak penerimaan barang,
terotorisasi dalam terotorisasi. order pembelian, dan
maste file. permintaan
Memeriksa dilakukan pembelian)
Dokumen diberi tanda tidaknya pembatalan
batal untuk Memeriksa mater file
mencegah pemasok untuk
penggunaan ulang. memeriksa ada
tidaknya pemasok, tak
terotorisasi.
Faktur penjualan,
laporan penerimaan Menelusur pembelian
barang, order persediaan ke master
pembelian, dan file persediaan,
permintaan Memeriksa pembelian
pembeliaan aset tetap.
diverifikasi internal.

Transaksi pembelian Order pembelian Mmeriksa keberurutan Menelusur dari suatu


yang terjadi telah bernomor urut penggunaan order File laporan
dibukukan tercetak dan pemebilan. penerimaan barang ke
(kelengkapan) dipertanggungjawab jurnal pembelian.
kan penggunaannya.

Laporan penerimaan Memeriksa keberurutan Menelusur dari suatu


barang bernomor penggunaan laporan File faktur penjual ke
urut tercetak dan penerimaan barang. jurnal pembelian
dipertanggungjawab
kan penggunaannya.

Voucher bernomor urut Memeriksa keberurutan


tercetak dan voucher
dipertanggungjawab
kan penggunaannya.