Anda di halaman 1dari 18

Kata Pengantar

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat
dan karunianya
saya dapat menyelesaikan makalah Gizi dan Diet Mengenai Diet Penyakit
Kanker.

Kami juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya


kepada Ibu Dina Indrati Dyah S.,S.Kep,Ns,Sp.Kep.Mat selaku dosen mata
kuliah Gizi dan Diet yang sudah memberikan kepercayaan kepada kami
untuk menyelesaikan tugas ini.

Kami sangat berharap makalah ini dapat bermanfaat dalam rangka


menambah pengetahuan juga wawasan menyangkut Gizi dan Diet.

Kami pun menyadari bahwa di dalam makalah ini masih terdapat


banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya
mengharapkan adanya kritik dan saran demi perbaikan makalah yang
akan kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu
yang sempurna tanpa saran yang membangun. Mudah-mudahan makalah
sederhana ini dapat dipahami oleh semua orang khususnya bagi para
pembaca. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya jika terdapat kata-
kata yang kurang berkenan.
                                                                                      

Semarang,21 Maret 2018

Penyusun

1
Daftar Isi

Kata Pengantar.................................................................................................1
Daftar Isi...........................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................................................3
B. Rumusan Masalah......................................................................................3
C. Tujuan Penulisan........................................................................................3
D. Manfaat Penelitian......................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN
A. Nutrisi Pada Penderita Kanker...................................................................4
B. Tujuan Diet...............................................................................................11
C. Syarat Diet................................................................................................12
D. Jenis Diet dan Indikasi Pemberian...........................................................12
E. Pedomanan Untuk Mengatasi Masalah Makan........................................ 12
F. Menu Untuk Penderita Kanker.................................................................13
G. Upaya Meningatkan Asupan Makanan....................................................16
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan...............................................................................................17
B. Saran.........................................................................................................17
Daftar Pustaka................................................................................................18

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kanker terjadi akibat perubahan sel yang melepaskan diri dari mekanisme
pengaturan normal. Kanker sendiri merupakan istilah yang menggambarkan keadaan
penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali secara normal
yaitu multiplikasi dan menyebar. Multiplikasi sel merupakan keadaan normal pada
masa pertumbuhan atau proses regenerasi. Akan tetapi bila faktor yang mengontrol
pembelaan sel tidak lagi berfungsi dengan normal maka keadaan ini yang disebut
penyakit kanker. Penderita kanker sering disertai adanya kaheksi yaitu suatu sindroma
yang ditandai dengan gejala klinik berupa anoreksia, perubahan ambang rasa kecap,
penururnan berat badan, anemia, gangguan metabolisme karbohidrat, protein dan
lemak. Keadaan ini merupakan akibat dari kanker baik lokal maupun sistemik dan
juga merupakan komplikasidari obat anti kanker.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana penderita mengetahui tentang diit yang benar?
2. Bagaimana penderita mengtahui nutrisi yang benar di berikan pada penderita
kanker?

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui diit pada penderita kanker
2. Mengetahui nutrisi pada penderita kanker

D. Manfaat Penelitian
1. Pembaca mengetahui nutrisi yang di berikan pada penderita kanker.

3
2. Pembaca mengetahui diit pada penderita kanker.

BAB II
PEMBAHASAN

A. NUTRISI PADA PENDERITA KANKER


Kanker terjadi akibat perubahan sel yang melepaskan diri dari mekanisme
pengaturan normal. Kanker sendiri merupakan istilah yang menggambarkan keadaan
penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali secara normal
yaitu multiplikasi dan menyebar. Multiplikasi sel merupakan keadaan normal pada
masa pertumbuhan atau proses regenerasi. Akan tetapi bila faktor yang mengontrol
pembelaan sel tidak lagi berfungsi dengan normal maka keadaan ini yang disebut
penyakit kanker.Penderita kanker sering disertai adanya kaheksi yaitu suatu sindroma
yang ditandai dengan gejala klinik berupa anoreksia, perubahan ambang rasa kecap,
penururnan berat badan, anemia, gangguan metabolisme karbohidrat, protein dan
lemak. Keadaan ini merupakan akibat dari kanker baik lokal maupun sistemik dan juga
merupakan komplikasidari obat anti kanker.
Anoreksia adalah hilangnya atau berkurangnya nafsu makan yang merupakan
faktor utama dalam terjadinya kaheksia pada kanker. Zat metabolit yang dihasilkan sel
kanker menyebababkan anoreksia, cepat kenyang dan menyebabkan perubahan rasa
kecap. Stres psikologis yang terjadi pada kanker juga menunjang peranan dalam
terjadinya anoreksia. Penurunan nafsu makan oleh berbagai penyebab tampaknya
merupakan faktor utama dalam terjadinya penurunan berat badan. Namun tidak jarang
pada penderita yang mendapat asupan makanan yang adekuat juga mengalami
penurunan berat badan adalah terjadinya hipermetabolisme pada penderita kanker.
Pengobatan anti kanker seperti kemoterapi, radiasi serta pembedahan dapat
mempengaruhi status nutrisi penderita. Status gizi yang baik dapat menurunkan
komplikasi dari terapi anti kanker dan membuat penderita merasa lebih baik.

4
Dukungan nutrisi merupakan bagian yang penting dalam menunjang terapi penderita
kanker.

a) Beberapa pengaruh pengobatan anti kanker pada status nutrisi:


1. Kemoterapi
Kemoterapi mempunyai kontribusi pada terjadinya malnutrisi dengan
berbagai sebab antara lain mual, stomatitis atau sariawan, gangguan saluran
pencernaan dan penurunan nafsu makan. Hal di atas selain mempengaruhi status
nutrisi juga dapat mempengaruhi hasil dari pengobatan kemoterapi. Efek
samping yang terjadi berhubungan dengan dosis, lama terapi, jenis obat dan
respon individual.

2. Radioterapi 
Radioterapi juga berkontribusi pada terjadinya malnutrisi pada
penderita kanker. Beratnya malnutrisi yang terjadi ditentukan oleh tempat
dilakukan radiasi, dosis dan lama radiasi. Beberapa penyebab perubahan status
nutrisi akibat radiasi:
a. Radiasi di kepala: menyebabkan mual, muntah.
b. Radiasi pada kepala/leher: menyebabkan mucositis, sulit menelan, susah
membuka mulut.
c. Radiasi thorax: susah menelan, oesofagitis.
d. Radiasi abdomen/pelvis: menyebabkan diare, gastritis, mual, muntah.

3. Pembedahan 
Tergantung dari operasi yang dilakukan. Pembedahan merupakan
terapi primer untuk penderita dengan kanker pada traktus gastro intestinal atau
saluran pencernaan yang mungkin dikombinasi dengan kemoterapi atau radiasi.
Tumor yang berada di saluran pencernaan biasanya akan bermasalah pada
masalah nutrisi. Beberapa contoh akibat pembedahan pada saluran cerna;
a. Operasi gaster: penurunan absorbsi vitamin B12.
b. Operasi pancreas: gangguan metabolisme glukosa.
c. Operasi kolon: kehilangan air dan elektrolit.

b) Tujuan terapi nutrisi pada penderita kanker antara lain:


1. Mempertahankan status nutrisi.

5
2. Mengurangi gejala sindroma kaheksia.
3. Mencegah komplikasi.
4. Memenuhi kecukupan mikronutrien

c) Terapi nutrisi
Kebutuhan nutrisi penderita kanker sangat individual dan berubah-ubah dari waktu
ke waktu selama perjalanan penyakit serta tergantung dari terapi yang dijalankan.
Kebutuhan energi dan protein penderita kanker belum ada kesepakatan. Secara
umum dianjurkan kebutuhan kalori dianjurkan 25-35 kal/kg BB/hari, protein 1-1,5
gr/kg BB. Suplementasi vitamin sesuai kebutuhan terutama bagi yang tidak dapat
mengkonsumsi diit gizi seimbang.

d) Cara pemberian
 Melalui mulut/peroral
Pemberian melalui mulut merupakan cara yang paling disukai. Namun
pada penderita kanker yang mengalami anoreksia dan perubahan rasa kecap
maka pemberian makanan peroral menjadi masalah dan perlu mendapat
perhatian khusus.
Cara mengatasi beberapa masalah makan secara peroral :
- Penyajian makanan harus dapat membangkitkan nafsu makan. Pada
umumnya nafsu makan lebih baik pagi hari.
- Makanan diberikan sediki-sedikit tetapi sering. Cara ini terbukti memberi
hasil pada sebagian besar pasien karena jumlah kalori dapat dipenuhi
dengan cara yang tidak memberatkan.
- Diit sebaiknya tinggi kalori dan protein.
- Pada penderita gangguan rasa kecap: pengolahan makanan sebaiknya diberi
bumbu lebih banyak, dan disajikan dengan bentuk dan aroma yang baik.
- Penderita dengan ganguan menelan: makanan diberikan dalam bentuk yang
mudah ditelan misalnya ditambah kuah, diberikan diit lunak, makanan
dicincang/digiling/disaring. Rasa jenis makanan dan penyajian harus sesuai
dengan selera pasien.
- Penderita dengan sariawan: konsistensi makanan harus lembut agar mudah
ditelan, hindari makanan terlalu panas, berbumbu tajam, terlalu asam.

6
 Nutrisi enteral/melalui pipa.
- Bila pemberian makanan melalui mulut tidak dapat diterima/belum adekuat
maka dipertimbangkan pemberian makanan dengan cara lain. Pada
penderita kanker dengan fungsi saluran cerna masih baik maka makanan
diberikan melalui pipa. Pipa melalui hidung paling sering digunakan karena
lebih mudah.
- Selain itu pipa dapat juga bermuara di lambung maupun usus halus
tergantung lokasi tumor.
- Pemilihan formula sama dengan penderita bukan kanker.

 Nutrisi parenteral.
Pemberian nutrisi parenteral mempunyai risiko tetapi pada keadaan
tertentu cara ini perlu dipertimbangkan. Misalnya pada penderita kanker
dengan gangguan fungsi saluran cerna, operasi pemotongan usus yang luas
atau obstruksi. Pada penderita dengan nutrisi parenteral ini perlu dipantau
dengan ketat karena selain mahal juga efek samping nutrisi ini cukup besar,
antara lain:
1.Anoreksia
Anoreksia atau menurunnya napsu makan hampir selalu ditemui pada
penderita kanker. Kondisi ini disebabkan oleh penyakitnya sendiri, stress,
atu akibat pengebotan. Turunnya napsu makan dapat diakibatkan adanya
nyeri, mual, diare atau gangguan pencernaan yang lain. Jika penyebabnya
jelas maka harus diatasi terlebih dahulu. Asupan makanan dapat
ditingkatkan dengan memberikan makanan dalam porsi kecil,tetapi dalam
frekuensi sesering mungkin. Jika memungkinkan, berikan makanan yang
padat energy. Camilan (snack) dapat dikonsumsi di antara waktu makan.
Biarkanan penderita memilih makanan yang disukainya sertamenghindari
makanan dengan aroma yang tidak isukai saat itu. Kemungkinan dapat
terjadi, sebelum sakit penderita sangat menyukai aroma bawang goring,
tetapi setelah sakit menjadi sangat mual jika menciumnya. Obat dapat
diminum dengan cairan yang berenergi tinggi. Sebaiknya, makan yang
banyak saat napsu makan paling bai. Sebaiknya, makan yang yang banyak

7
saat napsu makan paling baik. Biasanya terjadi pada pagi hari.

2. Perubahan cita rasan dan aroma terhadap makanan


Adanya perubahan terhadap rasa dan aroma makanan dapat
dikurangi dengan mengisap gula-gula (permen). Perubahan cita rasa
terhadap makanan sumber protein tinggi, seperti daging mungkin diatasi
dengan menggantinya dengan telur, yoghurt, atau ikan. Selain itu
kebersihan mulut juga harus dijaga.Bersihkan mulut sebelum dan sesudah
makan. Makanan sebaiknya disajikan pada suhu kamar, aritinya tidak
terlalu panas atau terlalu dingin. Meskipun demikian, suhu tetap dijaga agar
bervariasi. 

3. Kekeringan dan Sariawan pada mulut


Sariawan dakan mengakibatkan rasa sakit, terutama jika tersentuh
dengan makanan yang merangsang. Oeh karena itu, penderita harus
menghindari makanan yang bersifat asam, terlalu asin, terlalu berbumbu
dan bertekstur keras, suhu terlalu dingin, atu terlalu panas. Kekeringan
harus diatasi dengan makanan yang berkuah sehingga makanan yang tepat
adalah makanan lunak dan berbubur. Jika mungkin, makan atau minum
dilakukan dengan memakai sedotan, misalnya saat makan sup.

4. Disfagia
Disfagia atau kesulitan menelan makanan dapat dikurangi dengan
makanan lunak yang mudah dicerna, dipotong kecil-kecil, atau dicincang.
Sebaiknya porsi makanan kecil, tetapi diberikan sesering mungkin disertai
dengan cairan secukupnya. Suhu makanan dipilih sesuai dengan keadaan
atau selera penderita. Makan dilakukan dengan duduk tegak. Hindari
minuman beralkohol dan merokok. Makanan yang sangat asin, keras, dan
menimbulkan ras serat pun harus dihindari. Minuman berenergi tinggi dapat
berikan pada penderita . Demikian pula makanan suplemen.

5. Mual dan Munatah

8
Rasa mual dan muntah pada pendrita kanker dapat disebabkan karena
efek samping pengobatan. Biasanya, dikurangi dengan meminum obat
antimuntah beberapa saat sebelum makan.

6. Cepat kenyang dan rasa capai.


Pada penderita yang merasa cepat kenyang, pilih makaan yangporsinya
kecil, tetapi berenergi tinggi dan makan dalam frekuensi sesering mungkin.
Dalam hal ini cairan yang diberikan terbatas. Untuk mengatasi perasaan
cepat capai saat akan, pilih maknan yang tidak perlu dikunyah terlebih
dahulu. Makanan berenergi dan bergizi tinggi diberikan saat pagi hari, saat
semangat penederita masih tinggi. 

7. Kembung dan diare


Dalam kondisi ini, makanan dan minuman yang harus dihindari adalah
yang menimbulkan gas dan berserat tinggi, misalnya minuman mengandung
soda, sayuran golongan kol (kol, brokoli, dan kembang kol), walupun
sayuran ini dikenal dapat mencegah timbulnya kanker. Buah-buahan,
seperti nanas, rambutan, durian, dan nangka juga harus dihindari. Susu dan
hasil olahannya dihindari, demikian pula minuman beralkohol dan rokok.

e) Pemantauan
Evaluasi harus dilakukan secara rutin dan teratur melalui perubahan status medis,
status nutrisi dan pemeriksaan laboratorium. Bila terjadi perubahan pada salah satu
hasil tersebut maka perencanaan nutrisi disesuaikan, penyesuaian dapat berupa
perubahan pilihan makanan, waktu pemberian makanan, komposisi nutrien dan
cara pemberian makan.

f) Diit penyakit kanker


a. Gambaran Umum
Kanker adalah pembelahan dan pertumbuhan sel secara abnormal yang
tidak dapat dikontrol sehingga cepat menyebar. Sel-sel ini merusak jaringan
tubuh sehingga mengganggu fungsi organ tubuh yang terkena. Kanker disebut
juga Neoplasma Maligna. Neoplasma adalah masa jaringan yang dibentuk oleh
sel-sel kanker, sedangkan Maligna berarti ganas.

9
Penyebab kanker belum diketahui dengan pasti,tapi sering dikaitkan
dengan factor lingkungan (polusi,bahan kimia, dan virus) dan makanan yang
mengandung bahan karsinogen. Karsinogenesis atau perkembangan kanker
terjadi dalam dua tahap yaitu tahap inisiasi dan promosi, Inisiasi adalah awal
terjadinya perubahan sel yang disebabkan oleh interakasi bahan-bahan kimia,
radiasi dan virus dengan DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) dalam sel. Perubahan
ini terjadi dengan cepat, tapi sel yang telah berubah ini tidak aktif selama waktu
yang tidak dapat ditentukan, sehingga pada tahap ini tidak dapat dirasakan oleh
pasien. Tahap promosi adalah tahap berikutnya, yaitu aktifnya sel-sel kanker
yang menjadi matang,berkembang, dan kemudian menyebar dengan cepat.
Tahap inisiasi hingga manifestasi klinis dapat terjadi dalam waktu 5-20 tahun.
Walaupun mekanismenya belum diketahui dengan pasti , tetapi gizi diduga
dapat mengubah proses karisnogenesis, termasuk metabolisme karsinogen,
pertahanan sel,deferensiasi sel, dan pertumbuhan tumor. Sebaiknya, keadaan
gizi pasien dipengaruhi oleh pertumbuhan tumor dan pengobatan medis yang
diberikan seperti pembedahan,radiasi,kemoterapi, dan transplatasi. Oleh sebab
itu dperlukan pengertian tentang jalannya penyakit dalam memberikan terapi
diet.

g) Masalah Gizi pada penyakit Kanker


Gangguan gizi yang dapat timbul pada pasien penyakit kanker disebabkan
kurangnya asupan makanan, tindakan medic,efek psikologik dan pengaruh
keganasan sel kanker. Gejala kanker dalam keadaan barat dinamakan cachexia
yang menifestasinya secara klinis adalah anoreksia, penurunanan berat badan,
gangguan reflex, lemas,anemia, krang energy protein, dan keadaan deplesi secara
keseluruhan. 

Beberapa faktor penyebab gangguan gizi yang dapat timbul pada penyakit kanker
adalah :
1. Kurang napsu makan yang disebabkan oleh factor psikologik dan last
response terhadap kanker berupa cepat kenyangnya atau perubahan pada
indra pengecep (lidah).
2. Gangguan asupan makanan dan gangguan gizi karena :

10
- Gangguan pada saluran cerna , dapat berupa kesulitan mengunyah,
menelan; dan penyumbatan
- Gangguan absorpsi zat gizi 
- Kehilangan cairan dan elektrolit karena muntah-muntah dan diare
3..Perubahan metabolisme protein, karbohidrat, dan lemak
4. Peningkatan pengeluaran energy

B. TUJUAN DIET
Tujuan Diet Penyakit Kanker adalah untuk mencapai dan mempertahankan
status gizi optimal dengan cara :
1. Memberikan makanan yang seimbang sesuai dengan keadaan penyakit serta daya
terima pasien.
2. Mencegah atau menghambat penurunan berat badan secara berlibahan.
3. Mengurangi rasa mual,muntah, dan diare.
4. Mengupayakan perubahan sikap dan perilaku sehat terhadap makanan oleh pasien
dan keluarga

Berikut ini tujuan penatalaksanaan makanan bagi penderita kanker (Prakoso, 1992)
1. Mempertahankan atau mengembalikan keadaan gizi yang optimal agar kualitas
hidup dan penyembuhan dapat dicapai semaksimal mungkin.
2. Mengurangi atau mencegah terjadinya komplikasi
3. Mengurangi progresivitas kanker

Tujuan ini dapat dicapai dengan ketersediaan makanan yang seimbang sesuai
dengan kebutuhan gizi, kebutuhan gizi, keadaan penyakit, kebiasaan makan, serta
kemampuan penderita untuk menerimanya. Disamping itu, diperlukan juga perubahan
sikap dan prilaku sehat terhadap makanan bagi penderita dan keluarga.

Makanan Sebagai Obat Pendukung pada Kanker


Makanan mempunyai peranan yang sanagt penting bagi penderita kanker,
sejak diagnosis, pelaksanaan pengobatan, sampai penyembuhan penyakit. Makanan
mengandung unsure zat gizi penghasil energy, yaitu karbonhidrat, lemak, dan protein’

11
zat pengatur, seperti vitamin, mineral’serta air. Pada penderita kanker kebutuhan gizi
meningkat akibat proses keganasannya. Di lain pihak, pengobatan dengan
pembefahan, penyinaran, kemoterapi, maupun imunoterapi akan lebih berhasil dan
berdaya guna jika penderita dalam keadaan status gizi baik.

C. SYARAT DIET
Syarat –syarat diet Penyakit Kanker 
1. Energi Tinggi, yaitu 36 kkal/kg BB untulaki-laki dan 32 kkal/kg BB untuk
perempuan. Apabila pasien berada dalam keadaan gizi kurang, maka kebutuhan
energy menjadi 40 kkal/kg BB untk laki-laki dan 36 kkal/kg BB untuk permpuan.
2. Protein tinggi, yaitu 1-1,5 g/kg BB.
3. Lemak sedang, yaitu 15-20 % dari kebutuhan energy total.
4. Karbohidrat cukup, yaitu sisa dari kebutuhan energy total.
5. Vitamin dan mineral cukup terutama vitamin A,B kompleks, C dan E. Bila perlu
ditambah dalam bentuk suplemen.
6. Rendah iodium bila sedang menjalani medikasi radioaktif internal.
7. Bila imunitas menurun (leokosit < 10 ul) atau pasien akan menjalani kemoterapi
agresif, pasien harus mendapat makanan yang steril. 
8. Porsi makan keci dan sering diberikan.

D. JENIS DIET DAN INDIKASI PEMBERIAN


Jenis diet pasien penyait kanker sangat tergantung pada keadaan pasien,
perkembangan penyakit, dan kemampuan untuk menerima makanannya. Oleh sebab
itu, diet hendaknya disusun secara individual. Perubahan indera kecap,rasa cepat
kenyang, mual, penurunan berat badan dan akibat pengbatan. Sesuai dengan keadaan
pasien, makanan dapat diberikan secara oral,enternal, maupun parental. Makanan
dapat diberikan dalam bentuk Makanan Padat, Makanan Cair, atau kombinasi. Untuk
Makanan Padat dapat berbentuk Makanan Biasa, Makanan Lunak, atau Makanan
Lumat.

12
E. PEDOMAN UNTUK MENGATASI MASALAH MAKAN
1. Bila pasien menderita anoreksia:
a. Dianjurkan makan makanan yang disukai atau dapat dierima walaupun tidak
lapar
b. Hindari minum sebelum makann 
c. Tekankan bahwa makanan adlaah bagian penting dalam program pengobatan.
d. Olah raga sesuai dengan kemampuan penderita

2. Bila ada perubahan pengecapan


a. Makanan atau minuman diberikan deng suhu kamar atau dingin.
b. Tambahkan bumbu makanan yang sesuai untuk menambah rasa
c. Minuman diberikan dalam bentuk segar seperti sari buah atau jus.

3. Bila ada kesulitan mengunyah atau menelan.


a. Minum dengan menggunakan sedotan
b. Makanan atau minuman diberikan dengan suhu kamar atau dingin
c. Bentuk makanan disaring atau cair
d. Hindari makanan terlalu asam atau asin.

4. Bila mulut kering


a. Makanan atau minuman diberikan dengan suhu dingin 
b. Bentuk makanan cair
c. Kunyah permen karet atau hard candy.

5. Bila mual dan muntah


a. Beri makan kering
b. Hindari makanan yang berbau merangsang
c. Hindari makanan lemak tinggi.
d. Makan dan minum perlahan-lahan
e. Hindari makanan dan minuman terlalu manis
f. Batasi cairan pada saat makan
g. Tidak tiduran setelah makan.

13
F. MENU UNTUK PENDERITA KANKER
Selama penderita kanker masih dapat menerima makanan melalui mulut
( oral), perencanaan menu merupakan hal penting yang harus dilaksanakan. Dengan
perencanaan matang, diharapkan tujuan diet dapat tercapai karena berbagai kendala
yang terdapat pada penderita, seperti anoreksia, mual dan kesulitan menelan dapat
menghalangi asupan makanan.
Pada kegannasan, terjadi peningkatan metabolisme akibat penggunaan zat gizi
yang tidak efektif. Bagimanapun juga, sel kanker akan mengembalikan zat gizi untuk
melancarkan aktivitasnya. Pembedahan, penyinaran, maupun kemoterapi akan melukai
jaringan yang sehat di sekitar tumor. Bahkan, dapat pula menimbulkan komplikasi
berupa infeksi. Keadaan ini membutuhkan peningkatan kandungan zat gizi dalam
makanan. Protein sangat diperlukan untuk perbaikan jaringan yang sehat di sekitar
tumor. Bahkan, dbapat pula menimbulkan komplikasi berupa infeksi. Keadaan ini
membutuhkan peningkatan kandungan zat gizi dalam makanan. Protein sangat
diperlukan utnuk perbaikan jaringan akibat luka pemedahan, pembentukan jaringan
baru guna menggantikan populasi sel kanker yang rusak karena penyinaran maupun
kemoterapi, atau pembentukan sel-sel pertahan tubuh dalam imunoterapi. Pemberian
zat gizi dalam bentuk karbonhidrat dan lemak diperlukan untuk menghasilkan energy
bagi pemulihan sesudah pembedahan. Asupan energy akan meningkatkan kemampua
tubuh untuk mempertahankan simpanan proteinnya sehingga berbagai organ tubuh,
seperti saluran pencernaan, sumsum tulang, dan organ lain dapat melakukan fungsinya
dengan baik.
Waktu makan Bahan makan Hidangan
- Pagi : 06.00-07.00
1 gelas nasi tim
1 sdm gula pasir teh manis
Selingan : 09.00-1.00
1 buah kentang Perkedel

- Siang : 12.00-13.00
1 gelas nasi tim Nasi tim
Selingan : 15.00-16.00
2 sdm tepung
1 sdm gula merah Bubur sumsum

14
- Malam :18.00-19.00
1 gelas nasi tim Nasi tim, Setup buah
Selingan : 21.00-22.00 12,5 g krakers
1 sdm gula pasir Krakers, Teh Manis

Penatalaksanaan makan pada penderita kanker dapat meningkatkan berat


badan dan protein tubuh, meskipun tidak dapat mengembalikan status gizi seara
sempurna. Meskipun demikian, keadaan ini akan menurunkan kerentangan penderita
terhadap infeksi dan mengurangi gejala akibat efek samping pengobatan sehingga
pengobatan dapat berlangsung sampai tuntas. Disamping itu, penderita akan merasa
lebih sehat dan lebih aktif sehingga sangat membantu dalam pemulihan kesehatan
(Zeeman,1991)
Pada umumnya, penderita kanker membutuhkan diet tinggi kalori dan protein (
TKTP). Zeeman (1991), mengestimasi energy yang dibutuhkan itu sebesar 2.000 kalori
dan protein 90-100 g per gari kepada penderita dengan status gizi yang cukup baik.
Jumlahnya ini diperlukan untuk pemulihan dibutuhkan energy 3.000-4.000 kalori dan
protein 100-200 g per hari. Wilkes (2000), mengestimasikan jumlah energy yang
dibutuhkan pada penderita kanker adalah 35-40 kalori per kilogram berat badan per
hari dan protein 1,5-2,0 g per kilogram berat badan per hari. Menurut Persagi (1999),
pada diet TKTP diberikan protein 2-2,5 g per kilogram berat badan per hari.
Contoh :
Berdasarkan estimitas Wilkes (2000) seorang penderita kanker dengan berat badan
50kg dalam sehari membutuhkan :
energy = 50 X 40 kalori = 2.000 kalori
protein = 50 X 20 g = 100 g
- Selain kebutuhan gizi makro penghasil energy, dibutuhkan juga zat gizi mikro
berupa vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup agar metabolisme dalam
tubuh dapat berjalan baik. Cairan yang cukup juga harus diberikan untuk
mengurangi efek toksik obat-obatan, serta mempercepat pengeluaran hasil
pemecahan sel. M. Makanan yang di berikan pada penderita kanker.
- Konsumsi cukup sayur dan buah ( 4-5 macam setiap hari ). Misalnya apel, papaya,
alpukat/kiwi/mangga, jambu merah/ strawberry/buah naga, jeruk dll. Bayam
merah, bayam hijau, ginseng, daun papaya+bunga pepaya, broccoli, bit, wortel,

15
dll. Pilih sayur dan buah yang berwarna mencolok dan jangan mengkonsumsi
jenis-jenis sayur dan buah yang sama dalam jangka waktu lama. Lebih baik secara
kombinasi agar tubuh tidak kelebihan zat tertentu tapi kekurangan zat yang lain.
Variasikan warna-warna buah dan sayurnya.
- Jika menkonsumsi makanan sumber karbohidrat, pilih karbohidrat kompleks,
misal nasi merah, roti gandul.
- Perbanyaklah makan ikan laut ( usahakan tidak makan cumi, kepiting, bandeng ),
kalau ayam, belilah ayam kampung atau ayam organic. Apabila terpaksa makan
daging merah ( daging sapi ) pilih yang rendah lemak . 
- Bila mengkonsumsi susu dan olahannya pilih yang rendah lemak atau susu
kedelai. Yoghurt pilih yang plain. Kedelai olahan lain juga bagus, seperti tahu,
tempe.
- Sebaiknya mulai kurangi gula ( bisa diganti madu kalau terpaksa), makanan yang
mengandung nitrit, pengawet, pewarna, diasinkan, diasap.
- Kurangi gorengan. Makanan yang mengandung karbohidrat seperti kentang
goreng / keripik kentang akan merangsang terbentuknya senyawa pemicu kanker
yang bernama akrilamida. Pada kentang/ keripik kentang goreng senyawa ini lebih
banyak dibanding pada makanan gorengan lain.
- Hindari memasak makanan dengan suhu tinggi
- Hindari alcohol dan minuman soft drink. Lebih baik minum air putih 8 gelas
sehari
- Batasi cemilan enak tapi tak sehat, seperti cake, permen dan aneka dessert. Ganti
camilan dengan misalnya : jagung rebus, kacang rebus, edamame rebus, chestnut,
dan polong-polongan / kacang merah.

G. UPAYA MENINGKATKAN ASUPAN MAKANAN


Hal utama dalam menghadapi penderita kanker adalah mencegah peneurunan
gizi lebih lanjut dan akan leihbaik jika dapat dicapai status gizi normal. Oleh karena
itu asupan makanan hars ditingkatkan walaupun terdapat berbagai kendala, seperti
anoreksia dengan berbagai penyebabnya, perubahan cita rasa dan aroma terhadap
makanan, kekeringan dan sariawan pada mulut, disfagia, mual dan muntah, perasaan
capat kenyang, rasa capai, kembung, serta diare. Masalah yang dihadapi oleh satu
penderita berbeda dngan lainnya sehingga pengaturan makanan pada masing-masing

16
penderita kanker tidak dapat disamaratakan, tetapi harus dihadapi satu per satu.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kanker terjadi akibat perubahan sel yang melepaskan diri dari mekanisme
pengaturan normal. Kanker sendiri merupakan istilah yang menggambarkan keadaan
penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali secara normal
yaitu multiplikasi dan menyebar.

B. SARAN
Kanker dapat di cegah dengan pola hidup yang sehat dengan cara menjaga
lingkungan yang sehat, gaya hidup dan didampingi asupan nutrisi yang cukup ,dengan
cara memilih makanan yang kembali kepada alam “yang sehat”.

17
Daftar Pustaka
Sumber online
1. http://nissa-uchil.blogspot.in/2013/12/nutrisi-pada-penderita-kanker.html?m=1

18