Anda di halaman 1dari 7

PENGARUH IKLIM TERHADAP PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA

(Makalah Klimatologi Pertanian)

Oleh

Ali Wafa (1814151027)


Bagas Wahyu Darmawan (1814151033)
Karina Gracia Agatha Tambunan (1814151031)
Risna Damayanti (1814151029)

JURUSAN KEHUTANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2018
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara yang memiliki tingkat keanekaragaman
hayati yang tinggi. Dua negara lainnya yaitu, Brazil dan Zaire. Namun dibandingkan
dengan dengan Brazil dan Zaire,Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Keunikannya
adalah di samping memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, Indonesia memiliki areal
tipe oriental, australia, dan peralihan. Selain itu, Indonesia juga memiliki hewan langka dan
endemik. Keanekaragaman hayati tersebut, tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Persebaran hewan yang ada di indonesia berkaitan dengan sejarah terbentuknya wilayah
kepulauan Indonesia. Indonesi bagian barat yang meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa,
dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, pernah menjadi satu dengan Benua Asia. Indonesia
bagian timur yang meliputi Papua dan pulau-pulau keci di sekitarnya, pernah menjadi satu
dengang Benua Australia. Indonesia bagian tengah yang meliputi Pulau Sulawesi dan
pulau-pulau di sekitarnya, kepulauan Nusa Tenggara serta kepulauan Maluku, merupakan
wilayah yang tidak bersatu dengan Benua Asia maupun Benua Australia (Uli dan Mulyadi,
2007).

Ketika Alfred Russel Wallace mengunjungi Indonesia pada tahun 1856, ia menemukan
perbedaan besar fauna di beberapa daerah di Indonesia ( waktu itu Hindia-Belanda).
Ketika ia mengunjungi Bali dan Lombok, ia menemukan perbedaan hewan di kedua
daerah tersebut. Di Bali terdapat banyak hewan yang mirip dengan hewan-hewan
kelompok oriental, sedangkan di Lombok hewan-hewannya mirip dengan Australia. Oleh
sebab itu, kemudian ia membuat garis pemisah yang memanjang mulai dari Selat Lombok
ke Utara melewati Selat Makassar dan Philipina Selatan . Garis ini disebut garis Wallace.
Indonesia terbagi menjadi dua zoogeografi yang dibatasi oleh garis Wallace. Garis Wallace
menbelah Selat Makassar menuju ke Selatan hingga ke Selat Lombok. Jadi, garis Wallace
memisahkan wilayah Oriental dengan wilayah Australia (Banowati, 2012).
PEMBAHASAN

A. Pengertian Biogeografi

Biogeografi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk hidup dan geografi, 
dalam penyebaran atau distribusi makhluk hidup di bagian bumi termasuk asal dan cara
penyebarannya. Penyebaran makhluk hidup dibedakan atas penyebaran hewan dan
tumbuhan. Organisme yang dipelajari mencakup organisme yang masih hidup dan
organisme yang sudah punah. Faktor-faktor lingkungan seperti suhu, curah hujan, jenis
tanah dan topografi sangat mempengaruhi pola distribusi dari suatu makhluk hidup.
Biogeografi terbagi menjadi Zoografi (biogeografi hewan) dan Fitografi (biogeografi
tumbuhan) (Riswanto, 2002).

Studi tentang penyebaran spesies menunjukkan bahwa spesies-spesies berasal dari satu
tempat, namun selanjutnya menyebar ke berbagai daerah. Organisme tersebut
mengadakan diferensiasi selanjutnya menjadi subspesies baru dan spesies yang cocok
terhadap daerah yang ditempatinya. Salah satu dasar mempelajari biogeografi adalah
bahwa setiap hewan dan tumbuhan muncul atau mengalami evolusi sekali saja pada masa
lampau. Suatu tempat tertentu asal suatu jenis disebut pusat asal usul. Orang yang
pertama kali mengemukakan adanya hubungan antara makhluk hidup dengan daerah /
wilayah tertentu di permukaan bumi adalah Alfred Russel Wallace. (Endang, 2014).

B. Iklim

Iklim cenderung menyediakan faktor keseluruhan yang paling penting yang menentukan
pertumbuhan tumbuhan, pada tahap ini kita selayaknya memberikan beberapa garis besar
tipe-tipe iklim utama dibumi dengan ciri-ciri vegetasi yang berkaitan. Klimatologi
menangani masalah keadaan-keadaan atmosfer yang mempengaruhi kehidupan-
kehidupan khususnya cahaya, suhu, curah hujan, daya penguapan dan angin. Faktor-
faktor tambahan meliputi radiasi, keadaan awan, dan angin. Komponen-komponen itu
sering saling berhubungan, berbagai kombinasinya memberikan
kepada kita ciri-ciri iklim berbagai bagian di bumi, yang untuk tujuan kita dapat dalam garis
besar dibagi menjadi tiga bagian. Bagian-bagian itu adalah wilayah kutub, wilayah iklim
sedang, dan wilayah tropika (Tjasyono, 2000).
Iklim-iklim daerah sekitar kutub dan daerah-daerah yang berelevasi tinggi kebanyakan
bersifat keras, dengan suhu rata-rata dalam bulan bulan yang paling panas dibawah 10 oC.
Presipitasi kebanyakan dalam bentuk salju dan kurang dari 254 mm setiap tahun, walupan
karena suhu yang selalu rendah kelembapan nisbi mungkin cukup tinggi, dan daya
penguapannya rendah. Kebanyakan daerah kutub terdapat fluktuasi musiman yang besar
dan fluktuasi harian yang besar dikebanyakan daerah Alpin (pengunungan yang tinggi).
Vegetasi kebanyakan rendah dan sedikit – terdiri atas semak-semak kerdil, terna
(termasuk banyak yang berperawakan seperti rumput), lumut kerak, dan lumut. Iklim
daerah tropika dan daerah-daerah yang berbatasan adalah panas dan sangat lembab
dengan suhu rata-rata dalam bulan terdingin biasanya diatas 17.8 0C dan curah hujan
seringkali lebat (misalnya 200-400 cm). Vegetasi berkisar dari hutan hujan yang paling
subur di dunia sampai berbagai komunitas semak, lahan rumput, dan komunitas gurun
dengan semakin berkurangnya air yang tersedia (Christanto, 2013).

C. Pengaruh Cuaca dan Iklim Terhadap Persebaran Vegetasi (Flora) di Indonesia

Vegetasi adalah istilah untuk keseluruhan komunitas tetumbuhan. Vegetasi merupakan


bagian hidup yang tersusun dari tetumbuhan yang menempati suatu ekosistem.
Persebaran Tumbuhan ditentukan oleh faktor geologis, geografis (seperti ketinggian dan
garis lintang) dan curah hujan. Dengan demikian disetiap belahan bumi akan berbeda jenis
vegetasinya. Menurut Merriem (2000) persebaran tumbuhan dari khatulistiwa ke daerah
lintang tinggi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) Keanekaragaman tumbuhan berkurang,
(2) Kerapatan tumbuhan semakin renggang, dan (3) Ketinggian tumbuhan berkurang

Menurut Susilawati (2000) Pengaruh cuaca dan iklim terhadap persebaran vegetasi di
Indonesia berdasarkan banyak sedikitnya curah hujan di tiap daerah, pembagian flora di
Indonesia antara lain sebagai berikut :
1. Hutan hujan tropis adalah hutan yang sangat lebat dan sinar matahari tidak dapat
menembus ke bawah. Contohnya terdapat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan
Papua.
2. Hutan musim. Hutan yang daun-daunnya meranggas pada musim kemarau dan
tumbuh di musim penghujan. Terdapat di daerah-daerah lintang tinggi dengan curah
hujan yang sedang, seperti hutan jati di Jawa dan Sulawesi (Buton).
3. Sabana merupakan daerah yang bersuhu udara tinggi dengan curah hujan sedikit,
terdapat padang rumput yang diselingi semak belukar (sabana). Contohnya terdapat
di NTB, NTT dan Sulawesi Tengah.

D. Pengaruh Cuaca dan Iklim Terhadap Persebaran Hewan (Fauna) di Indonesia

Fauna di Indonesia mencerminkan posisinya diantara Benua Asia (Oriental) dan Benua
Australia (Australian). Secara geologis kepulauan Indonesia terbagi atas tiga wilayah,
yaitu bagian Barat yang menyatu dengan benua asia disebut landas Kontinen Sunda
(Paparan Sunda), bagian tengah disebut wilayah peralihan, sedangkan bagian timur
Indonesia menyatu dengan benua Australia disebut landas Kontinen Sahul atau
Paparan Sahul.Diantara landas Kontinen Sunda dengan wilayah peralihan terdapat
batas flora dan fauna asia yang disebut garis Wallace. sedangkan antara wilayah
peralihan dengan landas Kontinen Sahul terdapat batas flora dan fauna Australia yang
disebut
garis Weber (Adisoemarto, 2005). Garis Wallace, adalah garis khayal yang membatasi
jenis faua dan flora Asiatis dengan jenis fauna dan flora peralihan. Garis Weber, adalah
garis khayal yang membatasi fauna dan flora peralihan dengan jenis fauna dan flora
Australis.

Kusmana dan Hikmat (2015) menyatakan persebaran fauna di Indonesia dibagi 3 yaitu

1. Wilayah fauna Indonesia barat meliputi pulau Sumatera, pulau Bali, pulau Jawa,
pulau Kalimantan serta pulau-pulau kecil disekitarnya. region fauna Indonesia
barat sering disebut wilayah Fauna Tanah Sunda. Wilayah fauna indonesia
tengah dengan wilayah paparan sunda dibatasi oleh garis wallace. Fauna ini disebut
juga dengan sebutan fauna Asiatis. Penyebaran Fauna Asiatis terdapat sebelah
barat yang meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali.
2. Wilayah fauna Indonesia tengah sering disebut wilayah fauna Wallacea
(peralihan). region ini terdiri dari Pulau Sulawesi dan kepulauan di sekitarnya,
kepulauan Nusa Tenggara, Pulau Timor dan kepulauan Maluku. Daerah fauna
Peralihan dibatasi oleh garis Wallace yang membatasi dengan fauna
didataran Sunda dan garis Weber yang membatasi dengan fauna di dataran
Sahul.
3. Wilayah fauna Indonesia timur meliputi wilayah papua (Irian Jaya) dan pulau-pulau
yang ada di sekitarnya. Wilayah Indonesia bagian timur dengan wilayah fauna
kepulauan Wallace dibatasi oleh garis Weber. Fauna Indonesia timur disebut
juga fauna Australis. Fauna ini terdapat di Irian Jaya dan pulau-pulau disekitarnya.
PENUTUP

A. Kesimpulan

Kesimpulan dari makalah ini sebagai berikut:

1. Biogeografi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk hidup dan


geografi,  dalam penyebaran atau distribusi makhluk hidup di bagian bumi termasuk
asal dan cara penyebarannya,
2. Biogeografi terbagi menjadi Zoografi (biogeografi hewan) dan Fitografi (biogeografi
tumbuhan),
3. Iklim cenderung menyediakan faktor keseluruhan yang paling penting yang
menentukan pertumbuhan tumbuhan, pada tahap ini kita selayaknya memberikan
beberapa garis besar tipe-tipe iklim utama dibumi dengan ciri-ciri vegetasi yang
berkaitan,
4. Persebaran Tumbuhan ditentukan oleh faktor geologis, geografis (seperti ketinggian
dan garis lintang) dan curah hujan,
5. Persebaran tumbuhan dari khatulistiwa ke daerah lintang tinggi memiliki ciri-ciri
keanekaragaman tumbuhan berkurang, kerapatan tumbuhan semakin renggang, dan
ketinggian tumbuhan semakin berkurang,
6. Berdasarkan banyak sedikitnya curah hujan di tiap daerah, pembagian flora di
Indonesia yaitu Hujan hujan tropis, hutan musim, dan sabana,
7. Garis Wallace, adalah garis khayal yang membatasi jenis faua dan flora Asiatis
dengan jenis fauna dan flora peralihan. Sedangkan garis Weber, adalah garis khayal
yang membatasi fauna dan flora peralihan dengan jenis fauna dan flora Australis.
8. Persebaran fauna di Indonesia dibagi tiga bagian yaitu Wilayah Fauna Indonesia
Bagian Timur, Wilayah Fauna Indonesia Bagian Barat, dan Wilayah Fauna Indonesia
Bagian Tengah (Wilayah Wallace).
DAFTAR PUSTAKA

Adisoemarto, S. 2005. Penerapan dan Pemanfaatan Taksonomi Untuk Mendayagunakan


Fauna Daerah. Jurnal Zoo Indonesia. Volume 15 (2): 87 – 100.

Banowati, E. 2012. Geografi Indonesia. Penerbit Ombak. Yogyakarta.

Christanto, I. 2013. Flora dan Fauna. Erlangga. Jakarta.

Endang, S. 2014. Geografi 3 Untuk SMA/MA kelas XII. Intan Pariwara. Solo.

Kusmana, C dan Hikmat, A. 2015. Keanekaragaman Hayati Flora di Indonesia. Jurnal


Institut Pertanian Bogor. 12(2): 80 – 87.

Merriem. 2012. Flora dan Fauna Indonesia. Gramedia. Jakarta.

Riswanto. 2002. Geografi Untuk SMA dan MA kelas XII. Erlangga. Jakarta.

Susilawati. 2000. Regional Indonesia: Kondisi Fisik Wilayah Indonesia. Pustaka Mandiri.
Semarang.

Tjasyono.2000. Iklim. Grafindo Pustaka Mandiri. Jakarta.

Uli, H dan Mulyadi, A. 2007. Geografi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Erlangga. Jakarta.