Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN

BANGUNAN PENGAMBIL

DOSEN PENGAMPUH: Riswandy Loly Paseru, ST., MT

DISUSUN OLEH:

Ahid Anwar 20170621014005 Michael Irianto Palittin 20170611014027


Firman Zadrak Naroba 20170611014055 Nober Palulun Boro 20170611014087
Sujud Wahyudi 20170611014045 Rehuel Etan Tubalawony 20170611014147
Muhammad Rahmat 20150611014133 Pricilia Sihotang 20150611014102
Yusril Amin 20170611014025

UNIVERSITAS CENDRAWASIH
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK SIPIL
2019 / 2020
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bendung adalah pembatas yang dibangun melintasi sungai yang dibangun
untuk mengubah karakteristik aliran sungai. Dalam banyak kasus, bendung
merupakan sebuah kontruksi yang jauh lebih kecil dari bendungan yang
menyebabkan air menggenang membentuk kolam tetapi mampu melewati bagian atas
bendung. Bendung mengizinkan air meluap melewati bagian atasnya sehingga aliran
air tetap ada dan dalam debit yang sama bahkan sebelum sungai dibendung. Bendung
bermanfaat untuk mencegah banjir, mengukur debit sungai, dan memperlambat aliran
sungai sehingga menjadikan sungai lebih mudah dilalui.
Pada tulisan kali ini, lokasi bangunan pengambilan air (intake) akan
direncanakan mendapatkan pasokan air baku dari Sungai Muara Tami. Air yang
berasal dari saluran pengambil ini akan di salurkan bagi petani yang mmembutuhkan
air di daerah koya.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah adalah sebagai
berikut:
1. Bagaimana kondisi Bangunan Pengambil di Bendung Tami saat ini?

1.3 Tujuan Penelitian


Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Untuk mengetahui kondisi Bangunan Pengambil di Bendung Tami.

1.4 Batasan Masalah


Batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Lokasi penelitian untuk pengambilan data pada Bangunan Pengambil di
Bendung Tami.

1.5 Manfaat Penelitian


Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk mengetahui kinerja
pada Bangunan Pengambil di Bendung sssTami, sehingga dapat memberikan
masukan dalam mengambil kebijakan yang tepat, khususnya dalam hal operasi dan
pemeliharaan kantong lumpur di Bendung Muara Tami.
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Bangunan Pengambil


2.1.1 Pengertian Bangunan Pengambil
Bangunan pengambil adalah sebuah bangunan yang berupa pintu air. Air
irigasi dibelokan dari sungai melalui bangunan tersebut. Pertimbangan yang
digunakan dalam merencanakan adalah debit rencana dan pengelakan sedimen.
Bangunan ini dibuat untuk mengatur banyaknya air yang masuk kedalam saluran
sesuai dengan debit yang dibutuhkan dan untuk menjaga agar air banjir tidak masuk
kedalam saluran irigasi.
2.1.2 Fungsi Bangunan Pengambil
Bangunan pengambil adalah suatu bangunan pada bendung yang berfungsi
untuk menyadap aliran sungai, mengatur pemasukan air dan sedimen serta
menghindarkan sedimen dasar sungai dan sampai masuk ke bangunan pengambil.
Terletak di bagian sisi bendung, di tembok pangkal dan merupakan satu kesatuan
dengan bangunan pembilas.

2.2 Bagian dari Bangunan Pengambil


Komponen-komponen dari bangunan pengambil:
1) Ambang/lantai dinding bangunan sayap
2) Pintu dan perlengkapannya
3) Pilar penempatan pintu bila pintu lebih dari 2 buah
4) Jembatan pelayanan
5) Rumah pintu
6) Saringan sampah
7) Sponeng dan sponeng cadangan, dll

2.3 Bagian-Bagian Pintu Air Bangunan Pengambil


Adapun bagian-bagian yang terpenting dari pintu air antara lain:
1) Daun pintu (gate leaf)
Adalah bagian dari pintu air yang dapat menahan tekanan air dan dapat
digerakkan untuk membuka, mengatur, dan menutup aliran air.
2) Kerangka pengatur arah gerakan (guide frame)
Adalah sebuah alur yang terbuat dari besi maupun baja yang dipasang ke
dalam beton yang digunakan untuk menjaga agar gerakan dari daun pintu sesuai
dengan yang direncanakan.
3) Angker (anchorage)
Adalah baja atau besi yang ditanam di dalam beton dan digunakan untuk
menahan kerangka pengatur arah gerakan agar dapat memindahkan muatan dari pintu
air ke dalam konstruksi bangunan.
4) Hoist
Adalah alat yang digunakan untuk menggerakkan daun pintu air agar dapat
dibuka dan ditutup dengan mudah.

2.4 Jenis-Jenis Bangunan Pengambil


Bangunan pengambil dibagi menjadi:
1) Bangunan Pengambil Biasa
Pengambil dengan pintu berlubang satu atau lebih dan dilengkapi dengan
pintu dinding banjir, dan perlengkapan lainnya. Lebar satu pintu tidak lebih dari 2,5
m dan diletakkan di bagian udik. Pengaliran melalui pintu bawah. Besarnya debit
diatur melalui tinggi bukaan pintu.
2) Bangunan Pengambil Gorong-Gorong
Pengambilan dengan pintu berlubang lebih dari satu dengan lebar masing-
masing kurang 2,5 m dan diletakkan di bagian hilir gorong-gorong. Pengoperasian
pintu pengambilan dilakukan secara mekanis.
3) Bangunan Pengambil Frontal
Pengambilan diletakkan di tembok pangkal, jauh dari bangunan
pembilas/bendung. Arah aliran sungai dari udik frontal terhadap mulut pengambilan
sehingga tidak menyulitkan penyadapan aliran. Tetapi angkutan sedimen relatif
banyak masuk ke bangunan pengambil, yang ditanggulangi dengan sand ejector dan
kantong sedimen.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Lokasi Penelitian
Bangunan pengambil Bendung Tami berfungsi untuk mengalirkan air bagi
para petani di daerah koya. Dan akses satu-satunya dari Bangunan pengambil ini. Di
dalam bangunan pengambil ini terdapat kantong lumpur yang berfungsi untuk
mengendapkan sedimen-sedimen, tetapi banyak terdapat kerusakan pintu-pintu yang
menyebabkan sedimen tetap terbawa sampai ke jaringan. Tinggi kedalaman bangunan
pengambil di bagian pintu tiga meter lebih dari atas permukaan beton.
Perencanaan bendung tami ini di rencanakan tahun 1991 setelah itu langsung
di kerjakan dan selesai di tahun 1996 langsung siap digunakan. Berikut ini adalah
peta lokasi Bendung Tami:

Saluran
Pengambil

Bangunan
Pengambil