Anda di halaman 1dari 7

`

LAPORAN IRIGASI
BENDUNGAN MUARA TAMI KELOMPOK IV

DI SUSN OLEH :
1. MONIKA FATAGUR 20140611014110
2. MEITHY KANDENAPA 20150611014089
3. WINDI OBINARU 20150611014010
4. LEONARDO 20150611014006
5. ANGES PURARO 20150611014034
6. ADIYANI 20150611014
7. NATALIS LA’LANG 20150611014092
8. JUNIOR 20170611014123
9. SERMIANTO LA’LANG 20150611014111
10. JEFRI SONGGO 20150611014130
11. MAHNIBOVE HANA SAGRIM 20150611014007

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN SIPIL
UNIVERSITAS CENDRAWASIH
2019
`

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kriteria Perencanaan Bangunan ini merupakan bagian dari Standar
Perencanaan Irigasi dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Standar Kriteria
Perencanaan yang meliputi seluruh bangunan yang melengkapi saluran-saluran
irigasi dan pembuang, termasuk bangunan-bangunan yang diperlukan untuk
keperluan komunikasi, angkutan, eksploitasi dan pemeliharaan.
Bendung tami dan daera irigasi koya mulai di setujui pada tahun 1990/1991.
Namun baru mulai di bangun pada tahun 1998.total anggaran yang di keluarkan
pemerintah unatuk bendung tami daerah irigasi koya sampe dengan tahun
2009adalah sebesar 70 miliar (berita PUPR)
Sungai tami merupakan salah satu bagian dari Wilaya Sungai Mamberamo
Tami dengan luas DAS 900 km2. Bendung tami merupakan jenis bendun pelimpah
berbentuk gergaji ( labrinth) dengan 7 gigi, lebar 85 m dan debit banjir 100
nasional 1500 m3/det. Bendung tami merupaka infrastruktur sumber daya air yang
berlokasi di daerah irigasi koya, salah satu daera pengembangan program
transmigrasi. Dan daerah bini di harapkan dapat di gunakan sebagai lumbung pedi
untuk kabupaten dan kota jayapura yang memiliki penduduk terpadat di antara
kabupaten lain
Manfaat bendungan tami dan daerah irigasi koya mendukung program
transmigrasi, mendukung program pertanian dengan luas 5.000 ha, dan
mendukung swasempada pangan, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat
melalui peningkatan hasil-hasil pertanian. Pola tanam daerah irigasi koya adalah
dengan pola tata tanam padi-palawija-padi

1.2 Rumusan Masalah


Sesuai dengan latarbelakan di atas maka rumusan masalah yang kami ambil
adalah :
`

1. Data fisik kondisi bendung tami


2. Faktor-faktor yang mempengaruhi bendung tami

1.3 Tujuan Penelitian


Adapun tujuan masaslah dari rumusan masalah di atas adalah
1. Berapa jumlah bangunan pembagi yang ada pada bendung tami ?
2. Mengapa bendung tami memiliki 2 bagunan kantong lumpur atau sentrif ?
`

BAB II
LANDASAN TEORI BENDUNG TAMI

2.1 Pengertian Umum


Bendung tami merupakan komponen penting dalam sistem sumber daya air,
yang bermanfaat untuk pengelolaan pola tanam padi-palawija-padi.

2.2 Fungsi Bendungan Tami


Fungsi utama bendung tami adalah untuk penyediaan sarana penyedia air
untuk daerah wilayah irigasi koya

2.3 Jenis Bendungan


Bendung tami merupakan bendung tipe gergaji yang hakikatnya adalah
bendung tetap yang dibangun melintang sungai guna meniggikan muka air
hulu, menahan atau mengurangi laju muatan sedimen yang bergerak deri hulu
ke hilir, mempertahankan dan atau meninggikan dasar sungai, mengendalikan
kemiringan dasar sungai di hulu bendung atau untuk mengendalikan distribusi
debit yang melimpah ke hilir

Gambar tampak atas bendung tami


2.4 Lokasi Bendung Tami
`

Bendung tami tewrletak pada daerah wilaya irigasi koya yaitu di muarah sungai
tami yang letaknya sangat strategis. Wilaya hidrolis daerah irigasi koyadalam
wilaya sungai mambramo tami apauvar dengan kode wilaya 07.04.AI yang terdiri
dari 27 DAS dimana salah satunya adala DAS tami.wilaya sungai mambramo
tami merupakan wilaya sungai lintas negara

Peta Lokasi Pekerjaan Bendung Tami

Peta lahan kritis DAS tami


`

Dokumentasi Kelompok

Dokumentasi Bendung Tami


`

Dokumentasi Kelas Irigasi Dan Bangunan Air