Anda di halaman 1dari 10

JURNAL EDUCATION BUILDING

Volume 4, Nomor 1, Juni 2018: 46-55, ISSN : 2477-4898

PERBAIKAN DAN PERKUATAN BANGUNAN SEDERHANA AKIBAT GEMPA

Bambang Hadibroto1, Sahala Ronitua2


1Dosen Pengajar Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, UNIMED, Medan
2Alumni Program Studi D3 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, UNIMED, Medan
1Surel : hadibroto@unimed.ac.id

Diterima : 21 Mei 2018; Disetujui : 31 Mei 2018

ABSTRAK
Bangunan yang sering rusak apabila gempa bumi terjadi adalah bangunan sederhana atau bangunan
non-engineering. Bangunan non-engineered adalah bangunan yang umumnya merupakan bangunan
penduduk, rumah tinggal, dan lain-lain yang kebanyakan didirikan oleh masyarakat biasa tanpa
bantuan ahli struktur. Telah banyak bangunan yang rusak akibat gempa, Sehingga sangat
dibutuhkan pengembangan metode perbaikan dan perkuatan struktur bangunan untuk memperbaiki
dan memperkuat bangunan yang rusak akibat gempa. Titik-titik lemah bangunan yang merupakan
titik-titik kegagalan bangunan akibat beban gempa, antara lain : join fondasi-kolom, join balok-kolom,
dinding pasangan dan sistem struktur atap. Dibutuhkan perbaikan pada elemen-elemen tersebut
untuk mengembalikan fungsinya seperti semula serta elemen-elemen tersebut sangat membutuhkan
perkuatan sebelum terjadi gempa serta pendetailan penulangan yang akurat. Perbaikan dan
perkuatan elemen struktur bangunan yang telah dikembangkan antara lain : perbaikan dinding retak
dengan metode plesteran yang diperkuat kawat, melapisi elemen struktur bangunan dengan lapisan
beton baru, penambahan tulangan dan lapisan beton pada elemen balok, kolom dan pelat, pembuatan
jangkar pada setiap 6 lapis bata dan pembuatan kolom praktis pada dinding roboh serta perbaikan
dan perkuatan pada rangka atap dan plafon. Material yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan
perbaikan dan perkuatan bangunan sederhana akibat gempa adalah beton, baja tulangan, batu bata,
bahan kimia (epoxy) untuk mempercepat proses pekerjaan serta bahan-bahan umum lainnya yang
sering dijumpai dalam pelaksanaan pekerjaan kontruksi

Kata Kunci : Bangunan Sederhana (Non-Engineering), Perkuatan, Perbaikan

ABSTRACT
Buildings are often damaged when the earthquake occurred is a simple building or non- building engineering .
Non - engineered buildings are buildings that generally are residential buildings, houses, and others are mostly
established by ordinary people without the help of expert structures. Final Project is made using the method of
literature study , by collecting data from a variety of books , sources and journals related to the repair and
retrofitting of buildings is simple due to the earthquak . Has many buildings damaged by the earthquake , so that
the much needed development of repair methods and retrofitting structures to improve and strengthen the
buildings damaged by the earthquake . Weak points of the building which is the failure points of the building due
to earthquake load , among others : the join - column foundation , beam - column joint , and systems partner
walls roof structure. Needed improvements to these elements to restore its original function as well as those
elements in desperate need before the earthquake retrofitting and reinforcement detailing accurate . Repair and
strengthening of structural elements of the building that have been developed include : repair cracked wall
plaster reinforced with wire method , coating the structural elements of the building with a new layer of concrete
,reinforcement and the addition of a layer of concrete on the elements of beams, columns and plates , on the
manufacture of each 6 -layer anchor brick and manufacture practical columns on the walls collapsed and the
repair and reinforcement on the roof frame and the ceiling. Materials used in the execution of repair work and
simple retrofitting buildings caused by the earthquake is concrete , reinforcing steel , bricks , chemicals ( epoxy )
to speed up the work process as well as other common ingredients that are often encountered in the
implementation of the construction works.

Keywords: building a simple (non - engineering), Rretrofitting, Repair.

46
Bambang Hadibroto - Sahala Ronitua

1) Pendahuluan 1) Apa saja kerusakan yang ditimbulkan


Gempa bumi, sebagai kegiatan alami sering oleh gempa?
diartikan atau dibayangkan sebagai bencana 2) Bagaimana cara perbaikan dan perkuatan
alam. Gempa bumi itu sendiri, tidak kolom dan balok yang rusak akibat
menimbulkan bencana secara langsung kepada gempa?
manusia. Tetapi kerusakan bangunan, 3) Bagaimana cara perbaikan dan
runtuhnya gedung, rumah dan bangunan perkuatan dinding retak dan roboh
lainnya yang dapat menimbulkan bencana, akibat gempa?
yaitu korban jiwa dan kerugian harta benda 4) Bagaimana sistem struktur atap ?
serta problem sosial yang diakibatkan oleh 5) Alat dan bahan apa saja yang digunakan
kerugian tersebut. dalam perbaikan dan perkuatan
Sampai saat ini manusia belum dapat bangunan sederhanayang rusak akibat
berbuat banyak untuk mencegah terjadinya gempa?
gempa bumi. Walaupun demikian manusia
dapat mengurangi akibat buruk yang 2. Kajian Pustaka
ditimbulkan oleh gempa bumi dengan 2.1 Gempa Bumi
merencanakan dan membangun bangunan Gempa bumi adalah getaran atau guncangan
tahan gempa atau memperkuat bangunan yang terjadi di permukaan bumi akibat
buatannya. Dengan usaha dan upaya manusia pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba
(dengan pengetahuan teknologi yang maju) yang menciptakan gelombang seismik
sangat mungkin mencegah/mengurangi (http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi).
bencana yang diakibatkan secara langsung Gempa bumi biasa disebabkan oleh
ataupun tidak langsung oleh gempa tersebut. pergerakan kerak bumi (lempeng bumi).
Sebagian besar korban jiwa dan kerugian Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis
material yang terjadi pada setiap gempa bumi dan ukuran gempa bumi yang di alami selama
disebabkan oleh rusak atau runtuhnya periode waktu. Gempa bumi diukur dengan
bangunan-bangunan sederhana atau yang menggunakan alat
disebut juga bangunan non-engineered. Seismometer. Moment magnitudo adalah skala
Bangunan non-engineered adalah bangunan yang paling umum di mana gempa Bumi
yang umumnya merupakan bangunan terjadi untuk seluruh dunia. Skala
penduduk, rumah tinggal, sekolah, rumah Rickter adalah skala yang di laporkan oleh
ibadah dan lain-lain yang kebanyakan observatorium seismologi nasional yang di
didirikan oleh masyarakat biasa tanpa bantuan ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude.
ahli struktur. kedua skala yang sama selama rentang angka
Disetiap terjadinya gempa sebagian mereka valid. gempa 3 magnitude atau lebih
dari bangunan-bangunan tersebut mengalami sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar
kerusakan berat, kerusakan ringan, namun nya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan
tidak roboh. Kerusakan-kerusakan yang terjadi serius di daerah yang luas, tergantung pada
pada bangunan sederhana biasanya terletak kedalaman gempa.
pada join pondasi dengan kolom, join kolom
dengan balok, dinding pasangan dan sistem 2.2 Pengaruh Gempa Bumi Terhadap Struktur
struktur atap. Untuk menangani kerusakan Gempa bumi dapat menimbulkan bahaya dan
tersebut, perobohan bangunan merupakan bencana yang pada umumya terjadi akibat
alternatif yang sering diambil. Hal ini keliru, rusak atau runtuhnya gedung-gedung dan
tidak semua bangunan yang rusak akibat bangunan-bangunan buatan manusia lainnya.
gempa harus dirobohkan. Perlu dilakukan Sampai saat ini manusia masih belum dapat
analisis terlebih dahulu sebelum bangunan itu berbuat banyak untuk mencegah terjadinya
dirobohkan. Apakah bangunan tersebut hanya gempa bumi. Walaupun demikian manusia
perlu diperbaiki pada setiap elemen bangunan dapat mengurangi akibat buruk yang
yang rusak saja atau memang perlu bangunan ditimbulkan oleh gempa dengan merencanakan
dirobohkan seluruhnya. dan membangun bangunan tahan gempa atau
Permasalahan yang ditinjau memperkuat bangunan buatannya.
berdasarkan latar belakang masalah diatas, Bangunan tahan gempa ada 2 tipe
dapat diidentifikasikan beberapa masalah yaitu (1) bangunan tahan gempa konvensional
antara lain sebagai berikut : yang mengandalkan kekuatan bahan
bangunannya yaitu sifat elastik (kaku) dan sifat

Educational Building, Vol. 4. No.1 Juni 2018 47


Perbaikan Dan Perkuatan Bangunan Sederhana Akibat Gempa

liat (daktail), sifat kaku dimiliki oleh bahan dari Pemerintah melalui Kementerian
beton dan pasangan batu, sedangkan sifat liat Pekerjaan Umum telah mengesahkan peta zona
dimiliki oleh logam, kayu dan bambu, (2) gempa Indonesia terbaru pada tahun 2010,
bangunan dengan isolator dasar (base isolator). seperti pada gambar 1 di atas, dengan kondisi
Base isolator merupakan bahan yang terbuat peta terbaru tersebut, Kota Palu berada pada
dari karet dan baja lunak yang ditempatkan di wilayah yang sangat rawan. Terlebih Kota Palu
antara fondasi (sub structure) dan sloof/kolom dilintasi oleh Sesar Palu- Koro yang sangat
(super structure) yang berfungsi mereduks aktif, sekalipun tipe gempanya adalah gempa
i/mengurangi energi gempa/percepatan tanah sesar normal, namun harus tetap diwaspadai.
dasar ke bangunan sehingga sifat merusak dari Kekhawatiran tersebut sangat beralasan
gempa dapat diminimalkan. terutama karena semua bangunan yang telah
Dari hasil studi lapangan pada kejadian dibangun belum mengadopsi perencanaan
dan kerusakan bangunan akibat gempa beban gempa terbaru, yang jauh lebih besar
menunjukkan bangunan yang dominan dibandingkan beban gempa rencana
mengalami kerusakan adalah bangunan sebelumnya.
penduduk (non-engineered structures) mencapai Kerusakan yang ditimbulkan gempa
85% dari total kerusakan. Daerah Sulawesi bergantung pada beberapa parameter, yaitu :
Tengah khususnya Kota Palu merupakan salah 1) Karakteristik Goncangan Gempa
satu daerah di Indonesia dengan resiko gempa Pada lokasi bangunan, gempa bumi
yang tinggi. Dilihat dari segi geoteknik, akan menyebabkan tanah dibawah
peraturan perencanaan tahan gempa untuk bangunan dan di sekitarnya tergoncang
rumah dan gedung belum sepenuhnya dan bergerak secara tak beraturan (random).
memperhatikan aspek geologii dan seismologi. Percepatan tanah terjadi dalam tiga
Bangunan belum didesain berdasarkan kondisi dimensi membentuk kombinasi frekwensi
tanah setempat dan catatan gempa terbaru. getaran dari 0,5 Hertz sampal 50 Hertz.
Mempelajari dan menganalisis kenyataan Jika bangunan kaku (fixed) terhadap
tersebut, maka sangat dibutuhkan segala usaha tanah (dan tidak dapat tergeser) gaya
yang bertujuan untuk melakukan penelitian, inersia yang menahan percepatan tanah
penyuluhan, pelatihan serta peraturan yang akan bekerja pada tiap-tiap elemen struktur
bertujuan untuk melakukan upaya dari bangunan selama gempa terjadi.
pengurangan dampak bencana. Besarnya gaya-gaya inersia ini tergantung
Usaha-usaha tersebut dapat berupa dari berat bangunannya, semakin ringan
kegiatan aktif seperti penelitian bangunan berarti semakin kecil gaya inersia yang
tahan gempa, perkuatan dan perbaikan bekerja dalam elemen struktur tersebut.
bangunan yang belum tahan terhadap gempa Tanggung jawab sebagai orang yang
berdasarkan peraturan bangunan tahan gempa berkecimpung dalam industri konstruksi
terbaru. Dapat pula berupa kegiatan pasif adalah mendirikan bangunan sedemikian
seperti pelatihan dan kursus bagi para pekerja rupa sehingga bangunan tetap mampu
konstruksi yang langsung bersentuhan di berdiri menahan gaya-gaya inersia
lapangan, sehingga bangunan yang kan tersebut. Pertanyaan yang timbul
dibangun sudah memenuhi kaidah bangunan kemudian, “Berapa kekuatan bangunan
tahan gempa, sehingga jika di masa yang kita perlukan ?”.
mendatang terjadi gempa, maka kerusakan
yang terjadi dapat direduksi seminimal 2) Karakteristik Tanah
mungkin. Kerugian harta benda dan jiwa dapat Pergerakan gempa untuk mencapai
diminimalisasi. permukaan tanah dipengaruhi oleh kondisi
tanah setempat. Lapisan tanah di bawah
permukaan yang menopang fondasi
bangunan dapat meningkatkan besarnya
beban gempa yang dialami oleh struktur
bangunan. Hal ini dimungkinkan karena
adanya kemungkinan bahwa periode
alami dari lapisan tanah di bawah
permukaan sama/ hampir sama
Gambar 1. Peta Zona Gempa Indonesia Tahun dengan periode alami dari bangunan
2010 (Sumber : Kementerian Pekerjaan diatasnya. Gelombang gempa dengan
Umum) frekuensi yang tinggi atau periode yang

Educational Building, Vol. 4. No.1 Juni 2018 48


Bambang Hadibroto - Sahala Ronitua

kecil akan merambat secara efisien berdiri walaupun sudah berada


dibatuan dasar yang keras dan tanah keras, diambang keruntuhan. (ditjen-cipta-
yang sebaliknya akan mengurangi atau karya-dpu-2006)
menghilangkan gelombang gempa yang Suatu struktur dikatakan tahan gempa
mempunyai frekuensi rendah. Sebaliknya bila secara keseluruhan struktur
tanah yang lunak akan menjadi penghantar tersebut mempunyai daktilitas yang
yang baik untuk gelombang gempa dengan tinggi. Untuk itu, bahan yang
frekuensi yang rendah (periodenya tinggi). mempunyai daktilitas tinggi dapat
Pada umumnya, periode alami lapisan digabungkan dengan bahan yang
permukaan tanah berkisar antar 0.5 sampai mempunyai daktilitas rendah dengan
1.0 detik. Sedangkan bangunan bertingkat proporsi dan penempatan yang tepat
rendah sampai menengah mempunyai sehingga secara keseluruhan struktur
periode alami antara 0.1 sampai 1.0 detik. tersebut memiliki daktilitas tinggi.
Jelas disini bahwa adalah sangat mungkin Daktilitas terutama diperlukan untuk
untuk terjadi resonansi antara lapisan bangunan yang akan mengalami
permukaan tanah dengan bangunan- lendutan besar kalau digoncang
bangunan diatasnya. gempa, umumnya bangunan dengan
tingkat banyak.
3) Karakteristik Bangunan
a. Kekakuan 4) Tingkat Pembebanan Gempa
- Kekakuan suatu bangunan dalam Pada tahun 1981, studi untuk menentukan
arah vertikal dan horizontal harus besarnya “beban gempa rencana” sudah
terdistribusi secara merata. dilakukan. Studi ini adalah proyek kerja
- Perbedaan kekakuan suatu sama antara Pemerintah Indonesia-New
bangunan dari satu lantai ke lantai Zealand yang menghasilkan. Peraturan
berikutnya meningkatkan Muatan Gempa lndonesia. Konsep
kecenderungan rusaknya bagunan peraturan tersebut ada 2 (dua) langkah
jika di goncang gempa. pendekatan untuk menghitung
- Jarak pusat massa dan pusat pembebanan gempa yang dapat
kekakuan yang berjayhan juga digunakan.
menigkatkan kecenderunga Pertama, bahwa perencanaan pembebanan
rusaknya bangunan tersebut jika gempa sedemikian rupa sehingga tidak
digoncang gempa terjadi kerusakan struktur atau kerusakan
b. Kekuatan arsitektural setiap kali terjadi gempa.
- Struktur harus memiliki kekuatan Kriteria kedua meskipun terjadi gempa
untuk menahan goncangan gempa yang hebat bangunan tidak boleh runtuh
dan terutama pengaruh rocking. tetapi hanya boleh kerusakan-kerusakan
Rocking umumnya terjadi pada pada bagian struktur yang tidak utama
bangunan rumah yang kaku. atau kerusakan arsitektur saja. Telah
- Semua komponen bangunan, diketahui bahwa adalah tidak ekonomis
pondasi, kolom, balok, dinding, merencanakan bangunan tahan gempa cara
rangka atap, harus disambung satu elastis. Jadi untuk gempa yang besar
dengan lainnya agar kalau di dimana kemungkinan terjadinya kira-kira
goncang gempa bangunan bergetar 15% dari umur bangunan tersebut, dipakai
sebagai suatu kesatuan. harga perencanaan yang rendah dan
c. Daktilitas perencanaan khusus serta ukuran detail-
Secara umum, daktilitas berarti detail diambil sedemikian sehingga
kemampuan struktur untuk mengalami menjamin beberapa bagian tertentu dari
lendutan yang besar tanpa megalami struktur akan Ieleh (berubah bentuk dalam
keruntuhan. Secara teknik, daktilitas keadaan plastis) untuk menyerap sebagian
adalah perbandingan antara lendutan enersi gempa (yang berlaku untuk keadaan
sebelum runtuh dengan lendutan saat kenyal). Besarnya harga beban rencana
mulai rusak. Jadi daktilitas adalah yang terjadi berhubungan dengan beberapa
kemampuan struktur bangunan faktor yang selengkapnya terdapat pada
gedung untuk mempertahankan reference, yang disimpulkan sebagai
kekuatan dan kekakuan yang cukup berikut:
sehinggga struktur tersebut tetap a. Faktor Lapangan (site)

Educational Building, Vol. 4. No.1 Juni 2018 49


Perbaikan Dan Perkuatan Bangunan Sederhana Akibat Gempa

Parameter ini dimodifikasikan untuk berdiri untuk menahan beban-beban


perhitungan pada kondisi tanah Iunak sebagai berikut : (Jakarta, tanah lunak)
dimana goncangan tanah akibat gempa  Rangka kayu kenyal : 0,05 *) x 1,7 =
akan diperbesar (mengalami 0,085
pembesaran).  Dinding geser kayu : 0,05 *) x 2,5 =
Untuk Jakarta, pada zone 4 dan diatas 0,125
tanah lunak koefisien beban rencana  Konstruksi rangka kayu yang
lateral adalah 0,05 untuk struktur yang diperkuat dengan batang pengaku
kaku seperti perumahan bertingkat diagonal: 0,05 *) x 3 = 0,15
rendah. Keterangan :
*) Faktor ini mempunyai harga maksimum

b. Faktor Bangunan 0,13 pada zone 1(satu) dan 0 pada


Beban yang terjadi pada suatu zone 6 (enam)
bangunan juga tergantung pada Hal ini berarti, misalnya suatu
keadaan (features) dari bangunan dinding geser yang terbuat dari
rersebut, yakni fleksibilitasnya, plywood atau particle board, harus
beratnya dan behan bangunan untuk dapat menerima gaya horisontal sebesar
konstruksinya. 0,125 x berat total dari bagian struktur
Biasanya suatu bangunan yang yang membebani dinding tersebut.
fIeksibel akan menerima beban gempa Meskipun suatu bangunan
yang Iebih kecil dibandingkan direncenakan dengan harga
bangunan yang lebih kaku. Bangunan pembebanan yang benar, mungkin
yang lebih ringan akan menerimna bangunan. tersebut mengalami
beban gempa yang Iebih keciI dari kerusakan akibat gempa jika sebagian
pada bangun yang berat dan bangunan dari prinsip-prinsip utamanya tidak
yang kenyal akan menyerap beban dipenuhi.
gempa yang lebih kecil dari pada
bangunan yang getas yang mana dalam 2.3 Dasar Perencanaan Tahan Gempa
keadaan pengaruh gempa akan tetap a. Mutu Konstruksi
elastis atau runtuh secara mendadak. Dua hal yang harus diperhatikan
Bangunan dari kayu digolongkan dalam membangun rumah tahan gempa
sebagai bangunan yang kenyal. Untuk adalah mutu bahan yang digunakan dan
struktur kayu harus direncanakan mutu pengerjaannya. Kedua hal tersebut
dengan menggunakan Peraturan sangat mempengaruhi mutu rumah yang
Muatan Indonesia yang baru. Beban akan dibangun.
rencana adalah 33% – 50% dari gaya Jika mutu bahan yang digunakan baik,
yang menyebabkan struktur belum belum tentu menghasilkan rumah yang baik
mulai leleh atau masih dalam keadaan jika pengerjaannya tidak baik. Begitu juga
elastis. sebaliknya, jika mutu pengerjaan baik tetapi
Ini tidaklah sama besarnya untuk bahan yang digunakan tidak memadai dan
bahan bangunan yang lain, misalnya tidak sesuai dengan sfesifikasi yang telah
baja yang mempunyai kekenyalan yang ditentukan, mutu rumah yang dihasilkan
lebih besar dari kayu. Meskipun rendah. Jadi kedua hal tersebut harus
demikian kekenyalan dapat diciptakan terpenuhi untuk dapat menghasilkan rumah
dalam struktur kayu dengan yang bermutu.
menggunakan alat penyambung yang b. Denah Yang Sederhana Dan Simetris
kenyal pada tiap-tiap hubungan Penyelidikan kerusakan akibat gempa
elemen stuktur kayu tersebut. Pada menunjukkan pentingnya denah bangunan
umumnya, sambungan dengan paku yang sederhana dan elemen-elemen struktur
memberikan kekenyalan yang cukup. penahan gaya horisontal yang simetris.
Struktur seperti ini dapat menahan gaya
c. Tingkat Pembebanan Gempa untuk gempa Iebih baik karena kurangnya efek
Bangunan Kayu torsi dan kekekuatannya yang lebih merata.
Dengan memperhatikan faktor c. Bahan Bangunan Harus Seringan Mungkin
lapangan dan faktor bangunan, Seringkali, oleh karena ketersedianya
struktur kayu harus tetap mampu bahan bangunan tertentu. Arsitek dan
Sarjana sipil harus menggunakan bahan

Educational Building, Vol. 4. No.1 Juni 2018 50


Bambang Hadibroto - Sahala Ronitua

bangunan yang berat, tapi jika mungkin lebih hesar dari 4 meter maka
sebaiknya dipakai bahan bangunan yang diperlukan batang pengaku horisontal
ringan. Hal ini dikarenakan besarnya beban pada sudut untuk memindahkan beban
inersia gempa adalah sebanding dengan dari batang pengaku pada bidang tegak
berat bahan bangunan. dinding daIam arah X dimana
Sebagai contoh penutup atap genteng elemnen-elemen struktur yang
diatas kuda-kuda kayu menghasilkan menahan beban gempa utama. Sekali
beban gempa horisontal sebesar 3 x beban lagi ring balok juga harus menerus
gempa yang dihasilkan oleh penutup atap sepanjang dinding dalam arah X dan
seng diatas kuda-kuda kayu. Sama halnya arah Y sebagai pengganti penggunaan
dengan pasangan dinding bata batang pengaku diagonal pada sudut,
menghasiIkan beban gempa sebesar 15 x ada 2 (dua) alternatif yang dapat
beban gempa yang dihasilkan oleh dinding dipilih oleh perencana;
kayu. 1. Ukuran ring balok dapat
d. Perlunya Sistem Konstruksi Penahan Beban diperbesar dalam arah horisontal,
Yang Memadai misalnya 15 cm menjadi 30 cm atau
Supaya suatu bangunan dapat sesuai dengan yang dibutuhkan
menahan gempa, gaya inersia gempa harus dalam perhitungan. Ring bolok ini
dapat disalurkan dari tiap-tiap elemen dipasang diatas dinding dalam
struktur kepada struktur utama gaya arah X.
horisontal yang kemudian memindahkan 2. Dipakai langit-langit sebagai
gaya-gaya ini ke pondasi dan ke tanah. diafragma, misalnya plywood.
Sangat penting bahwa struktur utama Untuk beban gempa arah Y, sistim
penahan gaya horizontal itu bersifat struktur dibuat untuk mencegah ragam
kenyal. Karena, jika kekuatan elastis keruntuhan. Untuk mengalirkan gaya
dilampaui, keruntuhan getas yang tiba-tiba dari atap kepada dinding dalam arah
tidak akan terjadi, tetapi pada beberapa Y, salah satu alternatif diatas dapat
tempat tertentu terjadi Ieleh terlebih dulu. dipilih yaitu penggunaan batang
Suatu contoh misalnya deformasi paku pengaku horisontal ring balok atau
pada batang kayu terjadi sebelum memakai langit-langit sebagai
keruntuhan akibat momen lentur pada diafragma.
batangnya. Cara dimana gaya-gaya
tersebut dialirkan biasanya disebut jalur - Struktur Dinding
Iintasan gaya. Tiap-tiap bangunan harus Gaya-gaya aksiaI dalam ring balok
mempunyai jalur lintasan gaya yang cukup harus ditahan oleh dinding. Pada
untuk dapat menahan gaya gempa dinding bata gaya-gaya tersebut
horisosontal.Untuk memberikan gambaran ditahan oleh gaya tekan diagonal yang
yang jelas, disini diberikan suatu contoh diuraikan menjadi gaya tekan dan gaya
rumah sederhana dengan tiga hal utama tarik. Gaya aksiaI yang bekerja pada
yang akan dibahas yaitu struktur atap, ring balok juga dapat menimbulkan
struktur dinding dan pondasi. gerakan berputar pada dinding.
- Struktur Atap Putaran ini ditahan oleh berat sendiri
Jika tidak terdapat batang pengaku dinding, berat atap yang bekerja
(bracing) pada struktur atap yang diatasnya dan ikatan sloof ke pondasi.
menahan beban gempa dalam arah X Jika momen guling lebih besar dari
maka keruntuhan akan terjadi. Jika momen penahannya maka panjang
lebar bangunan lebih besar dari lebar dinding harus diperbesar.
bangunan di mungkin diperlukan 2 Kemungkinan lain untuk memperkaku
atau 3 batang pengaku pada tiap-tiap dinding adalah sistim diafragma
ujungnya. Dengan catatan bahwa dengan menggunakan plywood,
pengaku ini harus merupakan sistim particle board atau sejenisnya, atau
menerus sehingga semua gaya dapat pengaku diagonal kayu untuk dinding
dialirkan melalui batang-batang bilik. Penggunaan dinding diafragma
pengaku tersebut. Gaya-gaya tersebut lebih dianjurkan karena sering terjadi
kemudian dialirkan ke ring balok pada kesulitan untuk memperoleh
ketinggian langit-langit. Jika panjang sambungan ujung yang lebih pada
dinding pada arah lebar (arah pendek) sistim pengaku diagonal. Beban gempa

Educational Building, Vol. 4. No.1 Juni 2018 51


Perbaikan Dan Perkuatan Bangunan Sederhana Akibat Gempa

yang bekerja pada arah Y ditahan - Rangka balok dan kolom kaku untuk
dengan cara yang sama dengan arah X. menahan beban vertikal dan beban
Sebagal sistem struktur utama yang lateral serta diberi dinding pengisi.
mana dinding harus mampu menahan Kerusakan gempa adalah suatu simulasi
beban gempa yang searah dengan sesungguhnya, tingkah laku sesungguhnya
bidang dinding, dinding juga harus akibat beban sesungguhnya. Kerusakan atau
mampu menahan gempa dalam arah robohya bangunan disebabkan beban tegak
yang tegak lurus bidang dinding. lurus bidang dinding. Namun demikian,
Dengan alasan ini maka dinding bata penyebab utama kerusakan adalah akibat
(tanpa tulangan) harus diperkuat beban tegak lurus bidang dinding.
dengan kolom praktis dengan jarak Kerusakan tipikal bangunan sederhana di
yang cukup dekat. Sebagai pengganti Indonesia berdasarkan hasil pengamatan
kolom praktis ini dapat dipakai tiang selama kurang lebih 35 tahun adalah sebagai
kayu. berikut :
Kekuatan dinding tembokan 1) Genteng melorot
dipengaruhi oleh : 2) Dinding berpisah pada pertemuan dua
a. Kekuatan bata dinding
b. Kekuatan adukan siar 3) Kehancuran pada pojok-pojok dinding
c. Ketebalan adukan siar 4) Dinding retak di sudut-sudut bukaan
d. Tingkat awal penyerapan air 5) Dinding retak diagonal
oleh bata 6) Dinding roboh
e. Variasi ukuran bata 7) Kegagalan sambungan balok dan kolom
f. Mutu pengerjaan 8) Bangunan roboh
g. Perawatan (Curing)

- Struktur pondasi 2.5 Sebab Kerusakan Bangunan Sederhana


Struktur pondasi berperanan penting (Non-Engineered) Akibat Gempa
untuk memindahkan beban gempa dari Pada umumnya, kerusakan atau
dinding ke tanah. Pertama, pondasi robohnya dinding disebabkan beban tegak
harus dapat menahan gaya tarik lurus bidang dinding dan beban sejajar bidang
vertikal dan gaya tekan dari dinding. dinding. Namun demikian, penyebab utama
Ini berarti sloof menerima gaya geser kerusakan adalah akibat beban tegak lurus
dan momen lentur sebagai jalur bidang dinding. di samping itu, kerusakan juga
Iintasan gaya terakhir sebelum gaya- disebabkan oleh mutu bahan yang rendah,
gaya tersebut mencapai tanah. mutu pengerjaan yang rendah, dan kurangnya
Sloof memindahkan gaya-gaya datar pemeliharaan.
tersebut ke pada tanah yang ditahan 1) Bangunan tembokan tanpa perkuatan
oleh daya dukung tanah dan tekanan Sebab-sebab kerusakan antara lain:
tanah lateral. Rumah yang terbuat dari a. Bangunannya relatif berat
kayu dengan lantai kayu dan pondasi b. Bangunannya getas (tidak daktail)
kayu memerlukan batang pengaku c. Tidak kuat menahan tarikan yang
untuk mencegah keruntuhan. terjadi akibat gaya gempa yang
bekerja di arah tegak lurus bidang
dinding.
2.4 Kerusakan Tiikal Bangunan Sederhana 2) Bangunan tembokan dengan perkuatan
(Non-Engineering) Akibat Gempa Sebab-sebab kerusakan anatara lain:
Sistem struktur bangunan sederhana (non- a. Tidak ada jangkar untuk mengikat
engineering) biasanya memakai sisitem struktur dinding dengan unsur-unsur
: perkuatan
1) Kontruksi dinding pemikul b. Tidak ada unsur-unsur perkuatan
- Memikul beban vertikal dan beban bidang dinding yang luasnya ≥ 6
lateral (unconfined masonry). m2.
2) Kontruksi dinding dengan rangka c. Detail penulangan yang tidak benar
- Dinding dengan bingkai rangka pada pertemuan unsur-
sederhana untuk menahan beban unsurperkuatan
vertikal dan beban lateral (unconfined
masonry).

Educational Building, Vol. 4. No.1 Juni 2018 52


Bambang Hadibroto - Sahala Ronitua

d. Mutu beton kolom praktis, balok Tindakan yang perlu dilakukan adalah :
keliling, dan pondasi sangat a. restorasi bagian struktur dan
rendah perkuatan (strenghtening) untuk
e. Diameter dan total luas menahan beban gempa;
penampang tulanga yag dipasang b. perbaikan (repair) secara arsitektur;
terlalu besar. c. bangunan dikosongkan dan dapat
dihuni kembali setelah proses restorasi
2.6 Katagori Kerusakan selesai.
1) Kerusakan Ringan Non-Struktur
Suatu bangunan dikategorikan 4) Kerusakan Struktur Tingkat Berat
mengalami kerusakan nonstruktur apabila Suatu bangunan dikategorikan
terjadi hal-hal sebagai berikut : mengalami kerusakan struktur tingkat
a. retak halus (lebar celah lebih kecil dari berat apabila terjadi hal-hal sebagai berikut:
0,075 cm) pada plesteran a. dinding pemikul beban terbelah dan
b. serpihan plesteran berjatuhan runtuh;
c. mencakup luas yang terbatas b. bangunan terpisah akibat kegagalan
Tindakan yang perlu dilakukan adalah unsur-unsur pengikat;
perbaikan (repair) secara arsitektur tanpa c. kira-kira 50% elemen utama
mengosongkan bangunan. mengalami kerusakan;
d. tidak laik fungsi/huni.
2) Kerusakan Ringan Struktur Tindakan yang perlu dilakukan adalah
Suatu bangunan dikategorikan mengalami merubuhkan bangunan. Atau dilakukan
kerusakan struktur tingkat ringan apabila restorasi dan perkuatan secara menyeluruh
terjadi hal-hal sebagai berikut. sebelum bangunan dihuni kembali. Dalam
a. retak kecil (lebar celah antara 0,075 kondisi kerusakan seperti ini, bangunan
hingga 0,6 cm) pada dinding. menjadi sangat berbahaya sehingga harus
b. plester berjatuhan. dikosongkan.
c. mencakup luas yang besar.
d. kerusakan bagian-bagian nonstruktur 5) Kerusakan Total
seperti cerobong, lisplang, dsb. Suatu bangunan dikategorikan sebagai
e. kemampuan struktur untuk memikul rusak total / roboh apabila terjadi hal-hal
beban tidak banyak berkurang. sebagai berikut:
f. Laik fungsi/huni a. Bangunan roboh seluruhnya ( > 65%)
Tindakan yang perlu dilakukan adalah b. Sebagian besar komponen utama
perbaikan (repair) yang bersifat arsitektur struktur rusak
agar daya tahan bangunan tetap c. Tidak laik fungsi/ huni
terpelihara. Perbaikan dengan kerusakan Tindakan yang perlu dilakukan adalah
ringan pada struktur dapat dilakukan merubuhkan bangunan, membersihkan
tanpa mengosongkan bangunan. lokasi, dan mendirikan bangunan baru.

3) Kerusakan Struktur Tingkat Sedang


Suatu bangunan dikategorikan 2.7 Bahan Dan Alat Yang Digunakan Untuk
mengalami kerusakan struktur tingkat Perbaikan dan Perkuatan Bangunan
sedang apabila terjadi hal-hal sebagai Sederhana
berikut : 1) Bahan
a. retak besar (lebar celah lebih besar a. Beton
dari 0,6 cm) pada dinding; Beton adalah campuran antara semen
b. retak menyebar luas di banyak portland atau semen yang lain dengan
tempat, seperti pada dinding agregat halus, agregat kasar, air, dan bahan
pemikul beban, kolom; cerobong tambahan yang membentuk massa dengan
miring; dan runtuh; komposisi tertentu untuk dapat menahan
c. kemampuan struktur untuk gaya tekan. (SK SNI 03-2847-2002-6). Jack
memikul beban sudah berkurang C. McCormac (2003:1) menyatakan beton
sebagian; adalah suatu campuran yeng terdiri dari
d. laik fungsi/huni. pasir, kerikil, batu pecah, atau agregat-
agregat lain lain yang dicampur menjadi
satu dengan suatu pasta yang terbuat dari

Educational Building, Vol. 4. No.1 Juni 2018 53


Perbaikan Dan Perkuatan Bangunan Sederhana Akibat Gempa

semen dan air membentuk massa mirip- 1. Agregat halus


batuan. Terkadang, satu atau lebih bahan Agregat halus adalah bahan batuan
aditif ditambahkan untuk menghasilkan berupa pasir yang diperoleh dari hasil
suatu beton dengan karakteristik tertentu, disentegrasi batuan.
seperti kemudahan pengerjaan (workability), 2. Agregat kasar
durabilitas dan waktu pengerasan. Agregat kasar adalah bahan batuan
Beton memiliki kuat tekan yang tinggi berupa batu pecah atau kerikil (koral).
dan kuat tarik yang rendah. Beton c. Air
Bertulang adalah suatu kombinasi antar Air yang digunakan untuk campuran
beton dan baja dimana tulangan baja beton paling baik adalah air bersih yang
berfungsi menyediakan kuat tarik yang memenuhi syarat air minum.
tidak dimiliki oleh beton. Bahan lainnya :
Perbandingan percampuran bahan - Baja tulangan
pembentuk beton dilakukan berdasarkan - Kawat pengikat dan kawat anyam
volume. Perbandingan berdasarkan volume - Kayu dan multiplek
harus dilakukan setepat mungkin agar - Paku
kekuatan beton yang dikehendaki dapat - Bahan kimia (epoxy)
tercapai. Cara sederhana menakar
banyaknya air, semen, pasir, dan kerikil 2) Alat
dapat dilakukan dengan menggunakan Adapun alat yang digunakan antara lain:
ember dengan ukuran yang sama. Dengan - Meteran
perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil : - Sendok Spesi
½ air, seperti pada Gambar 2 dibawah ini. - Roskam
- Siku
- Gergaji Tangan
- Palu
- Sekop
- Dongkrak

2.8 Perbaikan dan Perkuatan Bangunan


Sederhana Akbat Gempa
1) Perbaikan
Tujuan utama dari perbaikan adalah
untuk mengembalikan bentuk arsitektur
Gambar 2. Perbandingan Pencampuran Bahan bangunan agar semua perlengkapan atau
Pembentuk Beton (Boen, T., 2005) peralatan dapat berfungsi kembali.
Perbaikan tidak ada kaitannya dengan
2) Bahan Pembentuk Beton struktur.
Adapun bahan-bahan pembentuk Tindakan-tindakan yang termasuk
beton adalah : kategori ini meliputi :
a. Semen a. Menambal retak-retak pada tembok,
Semen adalah komponen beton yang plesteran, dll.
berfungsi sebagai bahan pengikat hidrolis, b. Memperbaiki pintu, jendela, mengganti
yang bila dicampur dengan air akan kaca, dll.
mengakibatkan proses pengerasan. Semen c. Memperbaiki kabel-kabel listrik.
yang biasa dipergunakan adalah semen d. Memperbaiki pipa air, pipa gas,
Portland. Semen yang sering saluran pembuangan.
diperdagangkan terdiri atas berbagai jenis e. Membangun kembali dinding-dinding
atau tipe. pemisah dan pagar.
b. Agregat f. Memplester kembali dinding-dinding
Agregat adalah unsur beton berupa
butir-butir mineral yang diperoleh dari 2) Restorasi
hasil disintegrasi alami batuan atau dari Tujuan dari restorasi adalah untuk
proses pemecahan batuan ditinjau dari melakukan perbaikan pada komponen-
ukurannya, agregat terdiri dari dua macam, komponen struktur penahan beban dan
yaitu : mengembalikan kekuatan semula.

Educational Building, Vol. 4. No.1 Juni 2018 54


Bambang Hadibroto - Sahala Ronitua

Tindakan-tindakan yang termasuk 3. Simpulan


kategori ini meliputi : Berdasarkan hasil pembahasan penulis pada
a. Menginjeksikan air semen atau perbaikan dan perkuatan rumah sederhana
bahan-bahan epoxy ke dalam retak- akibat gempa, penulis dapat mengambil
retak kecil yang terjadi pada dinding kesimpulan sebagai berikut :
pemikul beban, balok maupun 1) Perbaikan dan perkuatan elemen struktur
kolom. bangunan yang rusak oleh gempa
b. Penambahan jaringan tulangan pada dilakukan dengan cara antara lain :
dinding pemikul, balok, maupun perbaikan dinding retak dengan metode
kolom yang mengalami retak besar plesteran yang diperkuat kawat,
kemudian diplester kembali. melapisi elemen struktur bangunan
c. Membongkar bagian-bagian dinding dengan lapisan beton baru, penambahan
yang terbelah dan menggantikannya tulangan dan lapisan beton pada elemen
dengan dinding baru dengan spesi balok, kolom dan pelat, pembuatan
yang lebih kuat dan dijangkar pada jangkar pada setiap 6 lapis bata dan
portal. pembuatan kolom praktis pada dinding
d. Membongkar bagian kolom atau roboh serta perbaikan dan perkuatan
balok yang rusak, memperbaiki pada rangka atap dan plafon.
tulangannya, lalu dicor kembali. 2) Material yang digunakan pada perbaikan
dan perkuatan bangunan sederhana
3) Perkuatan akibat gempa adalah material yang
Tujuan dari perkuatan adalah mudah ditemukan atau material yang
membuat bangunan menjadi lebih kuat umum dipakai pada pelaksanaan
dari kekuatan semula pekerjaan bangunan. Seperti beton, batu
Tindakan-tindakan yang termasuk bata, baja tulangan, serta bahan kimia
kategori ini meliputi : (epoxy) untuk mempercepat pekerjaan
a. Menghilangkan sumber-sumber
kelemahan atau yang dapat
menyebabkan tejadinya konsentrasi
tegangan di bagian-bagian tertentu,
antara lain :
- Penyebaran kolom yang tidak
simetris Daftar Pustaka
- Penyebaran letak dinding yang
tidak simetris. Boen, T., 2012 Perbaikan dan Perkuatan
- Beda kekakuan yang besar antara Bangunan Tembokan Sederhana.
lantai yang satu dengan yang Boen, T., 2010, Cara Memperbaiki Bangunan
lainnya Sederhana yang Rusak Akibat Gempa
- Bukaan-bukaan yang berlebihan. Bumi,.
b. Menjadikan bangunan sebagai satu Boen, T., 2005, Dasar-Dasar Membangun
kesatuan dengan jalan mengikat Bangunan Tembokan Tahan Gempa.
semua komponen-komponen RSNI3 03-1726-201x, Tata Cara Perencanaan
penahan beban satu dengan yang Ketahanan Gempa Untuk Struktur
lainnya. Bangunan Gedung dan Non Gedung
c. Menghindarkan terjadinya Ditjen-Cipta-Karya-Dpu, 2006, Pedoman Teknis
kehancuran getas dengan cara Rumah Bangunan Tahan Gempa
memperbaiki, menambah, dan Sulendra, I Ketut., 2011, Evaluasi dan Tindakan
memasang tulangn sesuai dengan Pengurangan Kerusakan Bangunan
detail-detail untuk mencapai Berdasarkan Peta Zonasi Gempa Tahun
daktilitas yang cukup. 20102.7 Bahan Dan Alat Yang
d. Menambah daya tahan terhadap Digunakan Untuk Perbaikan dan
beban lateral, dengan jalan Perkuatan Bangunan Sederhana
menambah dinding, menambah
kolom, dll

Educational Building, Vol. 4. No.1 Juni 2018 55