Anda di halaman 1dari 7

EVIDENCE OF REGULATORY NONCOMPLIANCE

WITH SEC DISCLOSURE RULES ON AUDITOR CHANGES

Ringkasan Materi Kuliah (RMK)


Matakuliah Auditing dan Assurance
Pengampu Mata Kuliah
Prof. Dr. Sutrisno., SE., M.Si., Ak.

Disusun oleh:
DINY FARIHA ZAKHIR
196020300111004

MAGISTER AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2020
A. Abstrak
Penelitian ini mengidentifikasi ketidakpatuhan pada peraturan SEC yang mana
membutuhkan pengungkapan dan perubahan auditor agar segera dilakukan penyelidikan
apakah pelaporan dilakukan terlambat dan auditor mereka tidak memiliki keahlian SEC atau
memiliki alasan lain untuk menunda pelaporan perubahan auditor. Beberapa bukti langsung
yang mendukung diferensial oleh Big 6 dengan “kualitas” tertentu yang telah disediakan.
Terutama, waktu untuk mengajukan Formulir 8-K dan frekuensi pengajuan yang terlambat
dilakukan yang mana hal tersebut meningkat secara signifikan ketika auditor non-Big 6
terlibat. Selain itu, penundaan pengarsipan yang lebih lambat, dan secara bertahap tingkat
kepatuhan yang lebih tinggi terdeteksi setelah 1989 ketika SEC mempersingkat waktu
pengarsipan Formulir 8-K dan AICPA melambangkan persyaratan bagi auditor untuk
memberi tahu komisi secara independen ketika perubahan terjadi. Kami juga menemukan
bahpa pelaporan yang terlambat dilakukan lebih cenderung lebih kecil dan tertekan secara
finansial, dan lebih kecil kemungkinannya untuk menerbitkan sekuritas setelah perubahan
auditor, menujukkan bahwa kepatuhan dipengaruhi oleh faktor-faktor selain kompetensi.
B. Pendahuluan
Berdasarkan Secrutities Act of 1934 Bagian 13 dan 15 (d) menyatakan, bahwa semua
pendaftar harus menyerahkan Formulir 8-K ketika Akuntan independen mereka
mengundurkan diri, menolak untuk dipilih kembali atau diberhentikan (untuk selanjutnya
disebut sebagai pengentian auditor). Sebelum 1989, formulir ini harus diajukan dalam waktu
15 hari kerja setelah pemberhentian auditor. SEC kemudian mengeluarkan 34 Financial
Report Relese (FRR) (1989), yang mana hal tersebut mempersingkat waktu pengarsipan
Formulir 8-K menjadi 5 hari kerja setelah penghentian. Atas desakan komisi, AICPA SECPS
juga mulai mewajibkan anggotanya untuk menyampaikan pemberitahuan independen kepada
kantor SEC dari Kepala Akuntan dalam waktu 5 hari kerja setelah penghentian.
Makalah ini mencoba meneliti sejauh mana pendaftar SEC mematuhi peraturan
federal yang membutuhkan pemberitahuan segera tentang perubahan auditor dan faktor-
faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan. Penelitian ini juga mengidentifikasi karakteristik
dari Formulir 8-K yang berpotensi dapat membantu auditor dalam penerimaan klien meraka
dan keputusan kelanjutan. Selain itu, kepatuhan terhadap persyaratan pengarsipan SEC
adalah bagian penting dari evaluasi peer-review CPA karena kewajiban kontrak auditor untuk
mematuhi persyaratan tersebut. Catatan kepatuhan yang buruk dapat membahayakan
keanggotaan AICPA SECPS perusahaan audit dan kemampuannya untuk menerima klien
SEC.

1
C. Latar Belakang dan Hipotesis Penelitian
Pengaturan Institusi
Formulir 8-K adalah pengarsipan non-rutin yang bertujuan untuk memberikan
pengungkapan peristiwa material terkini secaara tepat waktu. berbeda dengan Formulir 10-K
dan 10-Q, tidak ada ketentuan standar untuk pemberian ekstensi pengajuan Formulir 8-K.
SEC dapat mengenakan denda sebesar $100 per hari untuk setiap dokumen yang menunggak
dan menunda perdagangan sekuritas perusahaan.
Dengan adanya peraturan SEC yang baru yang lebih ketat, diharapkan tingkat
kepatuhannya pun meningkat, namun tidak ada perubahan waktu dalam pengajuannya. Jika
pendaftar gagal mematuhi karena mereka tidak mengetahi peraturan pengarsipan yang baru,
aturan AICPA SECPS yang baru memeberi SEC kemampuan pemantauan yang lebih baik.
Pada awalnya memang akan banyak pelanggaran yang dilakukan karena adanya perubahan
peraturan tersebut, namun akan terjadi penurunan penundaan pengajuan. Sebagai alternatif,
kepatuhan dan penundaan pengajuan akan meningkat jika pendaftar bereaksi karena
kekhawatiran akan penegakan SEC yang lebih ketat dan kemungkinan adanya sanksi.
Pengaruh Perubahan dalam Rejim Regulasi
Diskusi yang dilakukan dalam penelitian ini mengindikasikan bahwa pendaftar yang
lebih besar cenderung akan diajukan pertanyaan tentang motif mereka untuk pengajuan yang
terlambat karena potensi kerugian investor yang lebih besar dan gangguan di pasar keuangan.
Karena skala ekonomis, perusahaan audit besar memiliki insentif yang lebih kuat untuk
mengembangkan dan memasarkan keahlian mereka dalam kepatuhan SEC. Oleh karena itu,
auditor besar mungkin lebih mungkin memberi informasi kepada klien sebelumnya tentang
kewajiban mereka untuk mengajukan Formulir 8-K dan lebih cenderung meminta calon klien
untuk menyediakan salinan laporan 8-K mereka sebelum menerima perjanjian baru. Jenis
ketidakpatuhan ini jauh lebih umum di antara perusahaan peraktik yang lebih kecil.
Faktor Kompetensi
Sementara pendaftar yang lebih kecil memiliki persyaratan pengungkapan yang
kurang rinci, mereka masih harus mematuhi peraturan pengajuan Formulir 8-K yang sama
denga pendaftar yang lebih besar. Namun, tingkat kepatuhan pendaftar yang lebih kecil dan
pendaftar yang lebih besar mungkin berbeda karena pendaftar yang lebih kecil mungkin tidak
mengetahui informasi tentang persyaratan pengarsipan saat ini atu mungkin lebil lama dalam
menyerahkan laporan 8-K karena staf dan pengalaman mereka yang terbatas. Oleh karena itu,
auditor besar lebih mungkin memberi informasi kepada klien mereka sebelumnya tentang
kewajiban mereka untuk mengajukan Formulir 8-K dan lebih cenderung meminta calon klien

2
untuk menyediakan salinan laporan 8-K mereka sebelum menerima perjanjian baru. jenis
ketidakpatuhan ini jauh lebih umum di antara perusahaan praktik yang lebih kecil. Hal
tersebut dimungkinkan karena pengetahuan dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-
undangan yang berkontribusi terhadap persepsi kualitas dan keberadaan pasar auditor,
penelitian ini memperkirakan bahwa pendaftar dengan auditor non-Big 6 akan lebih kecil
kemungkinannya untuk mematuhi persyaratan pengarsipan 8-K dariapad pendaftar dengan
auditor Big 6.
Biaya dan Insentif Pengungkapan
Perusahaan dapat menunda perubahan auditor sampai setelah rapat pemegang saham
tahunan untuk menghindari pengawasan oleh investor mengenai motif manajemen untuk
menggantikan auditor. Penelitian ini mencoba untuk memperkirakan bahwa pendaftar dalam
keadaan kesulitan keuangan dan/atau yang mengubah auditor dalam keadaan negatif akan
memiliki penundaan pengajuan yang lebih lama dan kemungkinan kecil untuk mematuhi
persyaratan pengarsipan 8-K. Lebih lanjut, jika manajer melihat bahwa perubahan dari
auditor Big 6 ke non-Big 9 akan dipandang tidak menguntungkan oleh pelaku pasar, ada
insentif yang lebih kuat untuk menunda pengungkapan. Pengakhiran auditor dapat mengubah
kepercayaan investor terhadap keandalan laporan keuangan. Reputasi auditor pengganti
kemungkinan akan mempengaruhi kepercayaan investor. Namun dengan adanya auditor baru
diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang ada. Penundaan perubahan auditor sebenarnya
dapatmenjadi strategi komplementer atau alternatif untuk pengarsipan 8-K yang terlambar
dilaporkan. Namun pengentian dini tersebut tidak mengurangi insentif untuk menunda
pengarsipan 8-K.

3
D. Desain Sampel
Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 3.530 pengajuan perubahan auditor 8-
K. Dari sampel tersebut peneliti melakukan pengecualian perubahan auditor yang tidak
memiliki tanggal pengarsipan 8-K atau tanggal perubahan auditor yang dilaporkan, atau yang
merupakan hasil dari pembubaran auditor atau merger dengan perusahaan CPA lain.
Penelitian ini juga mengecualikan pengajuan Formulir 8-K hanya karena memperkerjakan
auditor baru dan orang-oorang yang identitas pendahuluannya atau auditor penerusnya tidak
dapat diidentifikasi. Prosedur pemilihan tersebut menghasilkan sampel akhir 3.078 perubahan
auditor di mana 1.325 memiliki data laporan keuangan dari COMPUSTAT atau Lexis 8.
E. Hasil Empirik
Hasil Inivariat
Dalam perhitungan periode pengarsipan, penelitian ini mengecualikan tanggal
perubahan auditor tetapi termasuk tanggal pengajuan 9-K (SEC 1989). Untuk menentukan
kepatuhan pasca FRR 34 (pra-FRR 34), penelitian ini membandingkan periode
pengarsipandengan persyaratan hukum 5 hari kerja. Karena akhir pekan dan hari libur,
terdapat 288 pengamatan pasca-FRR 34. Yang membutuhkan 8-10 hari kalender untuk
melakukan pengajuan. Dari sampel penelitian ini 1.098 tidak melakukan pengajuan secara
tepat waktu, hal tersebut mewakili tingkat ketidakpatuhan keseluruhan sebesar 35,7%.

4
Penelitian ini mengamati tingkat ketidakpatuhan yang jauh lebih tinggi pada periode
pasca-FRR 34 dibandingkan pada periode pra-FRR 34 (35,7% berbanding 35,4%). Hasil
penelitian ini juga menujukkan bahwa penegakan yang lebih besar, dibantu oleh sistem
tambahan SECIC AICPA untuk melaporkan perubahan auditor, yang mana hal tersebut
menyebabkan beberapa pengurangan penundaan pengajuan. Selain itu, seandainya periode
pengajuan 15 hari pra-FRR 34 berlaku, presentase pengajuan terlambat dalam periode pasca-
FRR 34 hanya menjadi 16,3% dari total sampel.
Pada penelitian ini juga dilakukan pengamatan, bahwa terjadi penurunan tajam untuk
tingkat ketidakpatuhan pada tahun 1989, pra-FRR 34. Hal tersebut dimungkinkan merupakan
cerminan dari peningkatan publisitas di sekitar diberlakukannya FRR 34. Namun, pasca-FRR
34, tingkat ketidakpatuhan naik ke 40,4%, menujukkan bahwa pada awalnya, perushaan tidak
dapat menanggapi waktu pemberitahuan yang lebih singkat.
Logit/Hasil Regresi Ganda
Pada koefisien SIZE, menujukkan bahwa pendaftar yang lebih besar cenderung lebih
mengetahui persyaratan hukum, dan karenanya lebih cenderung untuk mematuhi peraturan
tersebut. DISTRESS secara signifikan positif pada tingkat 5%, menjukkan bahwa kondisi
tertekan meningkatkan kemungkinan ketidakpastian. Penelitian ini juga mengamati bahwa
ISSUES secara signifikan negatif, hal tersebut menujukkan bahwa perusahaan yang
bermaksud untuk menerbitkan sekuritas lebih cenderung mematuhi persyaratan pengajuan
Formulir 8-K untuk menghindari pengawasan SEC dan biaya pengaturan tambahan. Variabel
NEGNEWS, REPLACE, dan TIMING tidak berpengaruh secara signifikan pada tingkat
konvensional.
F. Kesimpulan
Studi ini memberikan bukti ketidakpatuhan yang meluas dengan peraturan SEC yang
membutuhkan pengungkapan yang cepat atas perubahan auditor. Hasil dari penelitian ini
menjukkan tingginya tingkat ketidakpatuhan di antara pendaftar sebagian dapat disebabkan
oleh kemungkinan hukuman yang tidak mengikat, atau penerapan standar informal yang
kurang ketat daripada persyaratan hukum. Namun, penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat
kecenderungan positif secara umum dalam kepatuhan dari waktu ke waktu dan pengurangan
signifikan dalam penundaan pengajuan sejak berlalunya FRR 34 dan persyaratan
pemberitahuan independen AICPA. Juka perhatian utama SEC adalah untuk mempercepat
proses pengarsipan 8-K, maka akan terlihat bahwa ia berhasil memotivasi beberapa
perusahaan untuk melakukan pengungkapan perubahan auditor yang lebih tepat waktu.

5
Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa karekteristik pelapor yang terlambat.
Ukuran ditemukan berbanding terbalik dengan ketidakpatuhan dan penundaan pengajuan.
Selain itu, perusahaan yang terkait dengan auditor non-Big 6 membutuhkan waktu lebih lama
untuk mengajukan dan lebih cenderung tidak memenuhi waktu 8-K. Jika kepatuhan terhadap
peraturan SEC diamggap sebagai aspek keahlian auditor, hasil penelitian ini memberikan
bukti lebih lanjut tentang kualitas Big 6 yang lebih tinggi. Selain itu, tingkat kepatuhan yang
lebih tinggi ditemukan untuk perusahaan yang menerbitkan sekuritas setelah perubahan
auditor, yang menujukkan bahwa perusahaan-perusahaan ini sensitif terhadap potensi penalti
SEC dan pengawasan di masa depan atas pengajuan tunggakan.
Secara keseluruhan, hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa kompetensi auditor
dan pendaftar mempengaruhi ketepatan waktu pengungkapan 8-K dari perubahan auditor.
Beberapa bukti menujukkan bahwa pendaftar menyadari biaya pengungkapan perubahan
auditor dan dengan demikian mengubah waktu atau konteks di mana perubahan ini
diungkapkan. Penelitian ini menujukkan perlunya penelitian tambahan tentang insentif
pendaftar untuk mengelola pengungkapan informasi dan efektivitas mekanisme pengaturan
yang ada.