Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pelayanan kebidanan adalah seluruh tugas yang menjadi tanggung jawab

praktik profesi bidan dalam sistem pelayanan kesehatan yang bertujuan

meningkatkan kesehatan.

Dalam memberikan praktek pelayanan kebidanan perlu kita lakukan

pendekatan diantaranya pendekatan melalui agama, kesenian tradisi, paguyuban

serta dengan cara-cara lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan

masyarakat menerima bahwa pelayanan atau informasi yang diberikan petugas

bukanlah sesuatu yang tabu. Dalam memberikan pelayanan kebidanan seorang

bidan tebih bersifat Promotif dan Preventif bukan bersifat Kuratif, serta mampu

menggerakkan Peran Serta Masyarakat dalam upaya sesuai dengan prinsip-prinsip

PHC.

Seorang bidan juga harus memiliki kompetensi yang cukup berkaitan

dengan tugas, peran serta tanggungjawabnya dalam menggerakkan PSM

khususnya berkaitan dengan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, bufas, bayi baru

lahir, anak remaja dan usia lanjut.

Bidan muncul sebagai wanita terpercaya dalam mendampingi dan

menolong ibu melahirkan. Peran bidan di masyarakat sangat dihargai dan

dihormati karena tugasnya yang sangat mulia, memberi semangat, membesarkan

hati dan mendampingi, serta menolong ibu melahirkan dapat merawat bayinya

dengan baik.
Sebagai seorang bidan janganlah memilih-milih klien miskin atau kaya karena

tugas seorang bidan adalah membantu ibu, bukan mengejar materi. Pasien wajib

memberikan hak kepada ibu bidan yang telah menolong persalinan ibu

melahirkan.

Sidang kesehatan dunia (World Health Assembly) tahun 1977 melahirkan

kesepakatan global unutk mencapai “ Kesehatan Bagi Semua (KBS) pada tahun

2000” yakni tercapainya suatu derajat kesehatan yang optimal yang

memungkinkan setiap orang hidup produktif baik secara sosial maupun ekonomi.

Selanjutnya pada tahun 1978, dalam konferansi di Alma Ata ditetapkan prinsip-

prinsip  Primary Health Care (PHC) sebagai pendekatan atau strategi global guna

mencapai kesehatan bagi  semua (KBS) dan Indonesia ikut menandatangani,

menyatakan bahwa untuk mencapai kesehatan bagi semua pada tahun 2000, PHC

adalah kuncinya. Sedangkan pembangunan kesehatan masayarakat di desa adalah

salah satu bentuk operasional dari PHC. Hal terebut didasari benar bahwa

kesehatan adalah kebutuhan dasar dan modal utama untuk hidup, karena setiap

manusia berhak untuk hidup dan memiliki kesehatan.

      Kenyataannya tidak semua orang memperoleh atau mampu memiliki kesehatan

yang optimal karena berbagai masalah bersama secara global. Diantaranya adalah

kesehatan lingkungan yang buruk, sosial ekonomi yang rendah, yang

menyebabkan tidak terpenuhi kebutuhan gizi, pemeliharaan kesehatan, pendidikan

dan kebutuhan lainnya.Oleh karena itu PHC merupakan salah satu pendekatan dan

alat untuk mencapai kesehatan bagi seluruh tahun 2000 sebagai tujuan

pembangunan kesehatan semesta dlam mencapai derajat kesehatan yang optimal.


      Di Indonesia bentuk operasional PHC adalah PKMD dengan berlandaskan

kepada garis-garis besar haluan Negara (GBHN) yang merupakan ketetapan MPR

untuk dilaksanakan dengan melibatkan kerjasama lintas sektoral dan instansi-

instasi berwenang dalam mencapai derajat kesehatan  dan kesejahteraan

masyarakat. 

B. Tujuan

1. Pengertian system pelayanan kesehatan?


2. Peran dan tanggung jawab bidan dalam system pelayanan kesehatan?
3. Lingkungan kerja bidan dalam system pelayanan kesehatan?
4. Apakah pengertian dari PHC?

5. Apakah unsur utama dan prinsip PHC?

6. Apa sajakah Program-program, elemen dan tujuan PHC?

7. Bagaimanakah Ruang lingkup, Ciri-ciri dan Fungsi PHC?

8. Peran bidan dipelayanan kesehatan primer termasuk kesehatan


masyarakat?

C. Manfaat

1. Untuk mengetahui pengertian system pelayanan kesehatan


2. Untuk mengetahui peran dan tanggung jawab bidan dalam system
pelayanan kesehatan
3. Untuk mengetahui lingkungan kerja bidan dalam system pelayanan
kesehatan
4. Untuk mengetahui pengertian dari PHC?

5. Untuk mengetahui unsur utama dan prinsip PHC?

6. Untuk mengetahui Program-program, elemen dan tujuan PHC?

7. Untuk mengetahui Ruang lingkup, Ciri-ciri dan Fungsi PHC?


8. Untuk mengetahui peran bidan dipelayanan kesehatan primer termasuk
kesehatan masyarakat
BAB II
PEMBAHASAN

A. Sistem Pelayanan Kesehatan

Sistem pelayanan kesehatan adalah suatu tatanan yang menghimpun


berbagai upaya bangsa indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna
menjamin derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai perwujudan
kesejahteraan umum seperti dimaksud dalam UUD 45. (Djoko Wiyono,
1997:310) Sesuai dengan definisi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menetapkan
bahwa bidan Indonesia adalah: seorang perempuan yang lulus dari pendidikan
Bidan yang diakui pemerintah dan organisasi profesi di wilayah Negara Republik
Indonesia serta memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk diregister, sertifikasi
dan atau secara sah mendapat lisensi untuk menjalankan praktik kebidanan.
Bidan diakui sebagai tenaga professional yang bertanggung-jawab dan akuntabel,
yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan dan
nasehat selama masa hamil, masa persalinan dan masa nifas, memimpin
persalinan atas tanggung jawab sendiri dan memberikan asuhan kepada bayi baru
lahir, dan bayi. Asuhan ini mencakup upaya pencegahan, promosi persalinan
normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anak, dan akses bantuan medis atau
bantuan lain yang sesuai, serta melaksanakan tindakan kegawat-daruratan. Bidan
mempunyai tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan, tidak
hanya kepada perempuan, tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat.

Kegiatan ini harus mencakup pendidikan antenatal dan persiapan menjadi


orang tua serta dapat meluas pada kesehatan perempuan, kesehatan seksual atau
kesehatan reproduksi dan asuhan anak. Bidan dapat praktik diberbagai tatanan
pelayanan, termasuk di rumah, masyarakat, Rumah Sakit, klinik atau unit
kesehatan lainnya (IBI, 2007). penyelenggaraan praktek kebidanan, yaitu bidan
praktik mandiri. Bidan praktik mandiri mempunyai tanggung jawab besar karena
harus mempertanggungjawabkan sendiri apa yang dilakukan. Dalam hal ini
Bidan Praktek Mandiri menjadi pekerja yang bebas mengontrol dirinya sendiri.
Situasi ini akan besar sekali pengaruhnya terhadap kemungkinan terjadinya
penyimpangan etik. (Sofyan, dkk.2006)

Pelayanan Kebidanan adalah seluruh tugas yang menjadi tanggung jawab


profesi bidan dalam sistem pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk
meningkatkan kesehatan kaum perempuan khusunya ibu dan anak.
Pelayanan kebidanan adalah penerapan ilmu kebidanan melalui asuhan
kebidanan kepada klien yang menjadi tanggung jawab bidan, mulai dari
kehamilan,persalinan,nifas, bayi baru lahir, keluarga berencana, termasuk
kesehatan reproduksi wanita dan pelayanan kesehatan masyarakat. Pelayanan
Kebidanan merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yg
diberikan oleh bidan yg telah terdaftar (teregister) yg dapat dilakukan secara
mandiri, kolaborasi atau rujukan. 
(Dra.Hj. Suryani soepardan, Dipl.M,MM, 2008 : 4-5)
B. Peran Dan Tanggung Jawab Bidan Dalam Sistem Pelayanan
Kesehatan
a. Peran Bidan dalam Sistem Pelayanan Kesehatan

Peran adalah perangkat tingkah laku yang diharapkan dan dimiliki


oleh orang yang berkedudukan dalam masyarakat (Tim Media pena,2002 : 112 )
Peran bidan yang diharapkan adalah:
1. Peran Sebagai Pelaksana
Sebagai pelaksana bidan memiliki tiga kategori tugas yaitu tugas mandiri,
tugas kolaborasi dan tugas ketergantungan
a. Pelayanan Mandiri/ Primer
Pelayanan mandiri bidan yaitu tugas yang menjadi tanggung jawab bidan
sesuai kewenangannya, meliputi:
 Menetapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan yang
diberikan.
 Memberi pelayanan dasar pra nikah pada remaja dengan melibatkan
mereka sebagai klien.
 Memberi asuhan kebidanan kepada klien selama kehamilan norma.
 Memberikan asuhan kebidanan kepada klien dalam masa persalinan
dengan melibatkan klien /keluarga.
 Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir
 Memberikan asuhan kebidanan kepada klien dalam masa nifas dengan
melibatkan klien /keluarga.
 Memberikan asuhan kebidanan pada wanita usia subur yang membutuhkan
pelayanan KB.
 Memberikan asuhan kebidanan pada wanita dengan gangguan
sistem reproduksi dan wanita dalam masa klimakretium dan nifas.
b. Pelayanan Kolaborasi
Pelayanan yang dilakukan oleh bidan sebagai anggota tim yang
kegiatannya dilakukan secara bersamaan atau sebagai salah satu urutan
dari proses kegiatan pelayanan kesehatan
 Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan
sesuai fungsi kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga
 Memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan resiko tinggi
dan pertolongan pertama pada kegawatan yang memerlukan tindakan
kolaborasi
 Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan
dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatan yang memerlukan
pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi dengan melibatkan
klien dan keluarga
 Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan
resiko tinggi dan pertolongan pertama dalam keadaan
kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan klien
dan keluarga
 Memberikan asuhan pada BBL dengan resiko tinggi dan yang
mengalami komplikasi serta kegawatdaruratan yang memerlukan
pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi dengan meliatkan
klien dan keluarga
 Memberikan asuhan kebidanan pada balita dengan resiko tinggi dan
yang mengalami komplikasi serta kegawatdaruratan yang memerlukan
tindakan kolaborasi dengan melibatkan keluarga

c. Pelayanan Rujukan
Pelayanan yang dilakukan oleh bidan dalam rangka rujukan ke
sistem pelayanan yang lebih tinggi atau sebaliknya yaitu pelayanan yang
dilakukan oleh bidan sewaktu menerima rujukan dari dukun yang menolong
persalinan, juga layanan rujukan yang
dilakukan oleh bidan ketempat/fasilitas pelayanan kesehatan lain secara horisintal
maupun vertikal atau ke profesi kesehatan lainnya.
 Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai
dengan fungsi  rujukan keterlibatan klien dan keluarga
 Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu
hamil dengan resiko tinggi dan kegawat daruratan
 Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada masa
persalinan dengan penyulit tertentu dengan melibatkan klien dan keluarga
 Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu
dalam masa nifas dengan penyulit tertentu dengan kegawatdaruratan
dengan melibatkan klien dan keluarga
 Memberikan asuhan kebidanan pada BBL dengan kelainan tertentu dan
kegawatdaruratan yang memerlukan konsultasi dan rujukan dengan
melibatkan keluarga
 Memberikan asuhan kebidanan pada anak balita dengan kelainan tertentu
dan kegawatan yang memerlukan konsultasi dan rujukan dengan
melibatkan

Langkah yang diperlukan dalam melakukan peran sebagai pelaksana:


1. Mengkaji status kesehatan untuk memenuhi kebutuhan asuhan klien.
2. Menentukan diagnosa / masalah
3. Menyusun rencana tindakan  sesuai dengan masalah yang dihadapi
4. Melaksanakan tindakan sesuai rencana yang telah disusun
5. Mengevaluasi tindakan yang telah diberikan
6. Membuat rencana tindak lanjut tindakan
7. Membuat dokumentasi kegiatan klien dan keluarga

2. Peran sebagai pengelola


Sebagai pengelola bidan memiliki 2 tugas yaitu tugas pengembangan pelayanan
dasar kesehatan dan tugas partisipasi dalam tim
a. Pengembangkan pelayanan dasar kesehatan
Bidan bertugas mengembangkan pelayanan dasar kesehatan terutama
pelayanan kebidanan untuk individu, keluarga kelompok khusus dan
masyarakat di wilayah kerja dengan melibatkan masyarakat/ klien meliputi :
 Mengkaji kebutuhan terutama yang berhubungan dengan kesehatan ibu
dan anak untuk meningkatkan serta mengembangkan program pelayanan
kesehatan di wilayah kerjanya bersama tim kesehatan dan pemuka
masyarakat
 Menyusun rencana kerja sesuai dengan hasil kajian bersama masyarakat
 Mengelola kegiatan pelayanan kesehatan khususnya KIA/KB sesuai
dengan rencana.
 Mengkoordinir, mengawasi dan membimbing kader dan dukun atau
petugas kesehatan lain dalam melaksanakan program/ kegiatan pelayanan
KIA/KB
 Mengembangkan strategi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat
khususnya KIA KB termasuk pemanfaatan sumber yang ada pada program
dan sektor terkait.
 Menggerakkan dan mengembangkan kemampuan masyarakat serta
memelihara kesehatannya dengan memanfaatkan potensi yang ada
 Mempertahankan dan meningkatkan mutu serta keamanan praktik
profesional melalui pendidikan, pelatihan, magang, dan kegiatan dalam                    
kelompok profesi
 Mendokumentasikan seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan

b. Berpartisipasi dalam tim


Bidan berpartisi dalam tim untuk melaksanakan program kesehatan dan
sektor lain melalui peningkatan kemampuan dukun bayi, kader, dan tenaga
kesehatan lain yang berada di wilayah kerjanya, meliputi :
 Bekerjasama dengan Puskesmas, institusi lain sebagai anggota tim dalam
memberi asuhan kepada klien bentuk konsultasi, rujukan & tindak lanjut
 Membina hubungan baik dengan dukun bayi, kader kesehatan, PLKB
dalam masyarakat Melaksanakan pelatihan serta membimbing dukun
bayi, kader dan petugas kesehatan lain
 Memberikan asuhan kepada klien rujukan dari dukun bayi
 Membina kegiatan yang ada di masyarakat yang berkaitan dengan
kesehatan

3. Peran sebagai pendidik


Sebagai pendidik bidan mempunyai 2 tugas yaitu sebagai pendidik dan
penyuluh kesehatan bagi klien serta pelatih dan pembimbing kader
a. Memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada individu
keluarga dan masyarakat tentang penanggulanagan masalah kesehatan
khususnya KIA/KB
b. Melatih dan membimbing kader termasuk siswa bidan/keperawatan
serta membina dukun di wilayah kerjanya.

Langkah-langkah dalam memberikan pendidikan dan penyuluhan yaitu


:
 Mengkaji kebutuhan akan pendidikan dan penyuluhan kesehatan
 Menyusun rencana jangka pendek dan jangka panjang untuk penyuluhan
 Menyiapkan alat dan bahan pendidikan  dan penyuluhan
 Melaksanakan program/rencana pendidikan dan penyuluhan
 Mengevaluasi hasil pendidikan dan penyuluhan
 Menggunakan hasil evaluasi  untuk meningkatkan program bimbingan
mendokumentasikan kegiatan

4. Peran sebagai peneliti


1. Melakukan investigasi atau penelitian terapan dalam bidang kesehatan
baik secara mandiri maupun kelompok.
2. Mengidentifikasi kebutuhan investigasi/penelitian
3. Menyusun rencana kerja
4. Melaksanakan investigasi
5. Mengolah dan menginterpretasikan data hasil investigasi
6. Menyusun laporan hasil investigasi dan tindak lanjut
7. Memanfaatkan hasil investigasi untuk meningkatkan dan mengembangkan
program kerja atau pelayanan kesehatan

b.Tanggung Jawab Bidan Dalam Sistem Pelayanan Kesehatan

Bidan memegang tanggung jawab penuh dalam pelayanan kesehatan di


masyarakat. Sebagai tenaga professional, bidan memikul tanggung jawab
dalam melaksanakan tugas seorang bidan harus dapat mempertahankan
tanggung jawabnya dalam pelayanannya.Tanggung jawab bidan dalam sistem
pelayanan antara lain:
1. Tanggung jawab terhadap peraturan perundang-undangan

Bidan adalah salah satu tenaga kesehatan. Peraturan tenaga kesehatan


ditetapkan didalam undang-undang dan peraturan pemerintah. Tugas dan
kewenangan bidan serta ketentuan yang berkaitan dengan kegiatan praktik
bidan diatur didalam peraturan atau keputusan menteri kesehatan.Kegiatan
praktek bidan dikontrak oleh peraturan tersebut. Bidan harus dapat
mempertanggungjawabkan tugas dan kegiatan yang dilakukannya sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2.   Tanggung jawab terhadap pengembangan kompetensi


Setiap bidan memiliki tanggung jawab memelihara kemampuan
profesionalnya. Oleh karena itu, bidan harus selalu meningkatkan pengetahuan
dan keterampilannya dengan mengikuti pelatihan, pendidikan berkelanjutan,
seminar, serta pertemuan ilmiah lainnya.
3. Tanggung jawab terhadap penyimpanan catatan kebidanan
Setiap bidan diharuskan mendokumentasikan kegiatannya dalam bentuk
catatan tertulis. Catatan bidan mengenai pasien yang dilayaninya dapat di
pertanggungjawabkan bila terjadi gugatan. Catatan yang dilakukan bidan
dapat digunakan sebagai bahan laporan untuk disampaikan kepada atasannya.
4. Tanggung jawab terhadap keluarga yang dilayani
Bidan memiliki kewajiban memberi asuhan kepada ibu dan anak yang
meminta pertolongan kepadanya. Ibu dan anak merupakan bagian dari
keluarga. Oleh karena itu, kegiatan bidan sangat erat kaitannya dengan
keluarga. Tanggung jawab bidan tidak hanya pada kesehatan ibu dan anak,
tetapi juga menyangkut kesehatan keluarga. Bidan harus dapat
mengidentifikasi masalah dan kebutuhan keluarga serta memberi pelayanan
dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan keluarga. Pelayanan yang
membutuhkan keselamatan, kepuasan, dan kebahagiaan selama masa hamil
atau melahirkan. Oleh karena itu, bidan harus mengerahkan segala
kemampuan pengetahuan, sikap, dan perilakunya dalam memberi pelayanan
kesehatan keluarga yang membutuhkan.
5. Tanggung jawab terhadap profesi
Bidan harus menerima tanggung jawab keprofesian yang dimilikinya. Oleh
karena itu, ia harus mematuhi dan berperan aktif dalam melaksanakan asuhan
kebidanan sesuai dengan kewenangan dan standar keprofesian.
Bidan harus ikut serta dalam kegiatan organisasi bidan dan badan resmi
kebidanan. Untuk mengembangkan kemampuan profesiannya, bidan haru
mencari informasi tentang perkembangan kebidanan melalui media kebidanan,
seminar, dan pertemuan ilmiah lainnya. Semua bidan harus menjadi anggota
organisasi bidan. Bidan memilki hak mengajukan suara dan pendapat tentang
profesinya
6.   Tanggung jawab terhadap masyarakat
Bidan adalah anggota masyarakat yang bertanggung jawab. Oleh karena
itu, bidan turut bertanggung jawab dalam memecahkan masalah kesehatan
masyarakat (mis., lingkungan yang tidak sehat, penyakit menular, masalah gizi
terutama yang menyangkut kesehatan ibu dan anak). Baik secara mandiri
maupun bersama tenaga kesehatan lain, bidan berkewajinban memanfaatkan
sumber daya yang ada untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Bidan harus
memelihara kepercayaan masyarakat. Imbalan yang diterima dari masyarakat
sesuai dengan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat kepada bidan.
Tanggung jawab terhadap masyarakat merupakan cakupan dan bagian tanggung
jawabnya kepada Tuhan.

D. Lingkup Kerja Bidan Dalam System Pelayanan Kesehatan


Ruang Lingkup Praktik Kebidanan adalah batasan dari kewenangan
bidan dalam menjalankan praktikan yang berkaitan dengan upaya pelayanan
kebidanan dan jenis pelayanan kebidanan.
Praktek Kebidanan adalah penerapan ilmu kebidanan dalam memberikan
pelayanan terhadap terhadap klien dengan pendekatan manajemen kebidanan.
Manajemen Kebidanan adalah pendekatan yang digunakan oleh bidan dalam
menerapkan metode pemecahan masalah secara sistematis.Meliputi : Asuhan
mandiri / otonomi pada anak wanita, remaja putri dan wanita dewasa sebelum
dan selama kehamilan dan selanjutnya.
1. Definisi secara umum : Ruang Lingkup Praktek
Kebidanan dapat diartikan sebagai luas area praktek dari suatu profesi.
2. Definisi secara khusus : Ruang Lingkup Praktek
Kebidanan digunakan untuk menentukan apa yang boleh/tidak boleh
dilakukan oleh seorang bidan.
Ruang Lingkup Praktek Kebidanan menurut ICM dan IBI
Ruang Lingkup Praktek Kebidanan meliputi asuhan meliputi :
a. Asuhan mandiri (otonomi) pada anak perempuan, remaja putri dan
wanita dewasa sebelum, selama kehamilan dan selanjutnya.
b. Bidan menolong persalinan atas tanggung jawab sendiri dan merawat
BBL.
c. Pengawasan pada kesmas di posyandu (tindak pencegahan), penyuluhan
dan pendidikan kesehatan pada ibu, keluarga dan masyarakat termasuk:
(persiapan menjadi orang tua, menentukan KB, mendeteksi kondisi
abnormal pada ibu dan bayi).
d. Konsultasi dan rujukan.
e. Pelaksanaan pertolongan kegawatdaruratan primer dan sekunder pada
saat tidak ada pertolongan medis.

a) Kerangka Kerja dalam Pelayanan


1) KEPMENKES RI No 900/MENKES/SK/II/2002
2) Standar Pelayanan Kebidanan
3) Kode Etik Profesi Bidan
4) Kepmenkes No 369/Menkes/SK/III/2007
b) Lingkup Praktek Kebidanan meliputi Pemberian Asuhan pada :
Bayi baru lahir (BBL), bayi, balita, anak perempuan, remaja putri, wanita
pranikah, wanita selama masa hamil, bersalin dan nifas, wanita pada masa
interval dan wanita menopause.
c) Pelayanan berdasarkan populasi dari klien
a. Ruang Lingkup Praktik Kebidanan
b. Bertamabah jumlah dan jenis klien
c. Dampak cause of care
d. Bertambah pengetahuan, keterampilan dan lamanya pengalaman bidan
e. Perubahan undang-undang baru
Lahan Praktik Pelayanan Dan Sasaran
1. Praktik Kebidanan
Adalah penerapan ilmu kebidanan dalam memberikan pelayanan terhadap
terhadap klien dengan pendekatan manajemen kebidanan.Seorang bidan dapat
memberikan pelayanan kebidanan ditempat pelayanan kesehatan, seperti
puskesmas dan rumah sakit dan tempat kesehatan lainnya.
2. Lahan Praktik kebidanan : meliputi berbagai tatanan pelayanan
· BPS/ di rumah
· Masyarakat
Puskesmas
· Polindes/PKD
· RS/RB
· Balai Pengobatan (BP) : dokter, perawat
RB/BPS (Bidan Praktik Swasta)
· Bidan di Desa
· RS (swasta/pemerintah)
· Klinik dan unit kesehatan lainnya
E. Pengertian PHC

Primary Health Care ( PHC ) adalah pelayanan kesehatan pokok yang

berdasarkan kepada metode dan teknologi praktis, ilmiah dan sosial yang dapat

diterima secara umum baik oleh individu maupun keluarga dalam masyarakat

melalui partisipasi mereka sepenuhnya, serta dengan biaya yang dapat terjangkau

oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setiap tingkat perkembangan

mereka dalam semangat untuk hidup mandiri (self reliance) dan menentukan nasib

sendiri (self determination).

      Pelayanan Kesehatan Primer / PHC merupakan strategi yang dapat dipakai

untuk menjamin tingkat minimal dari pelayanan kesehatan untuk semua

penduduk. PHC menekankan pada perkembangan yang bisa diterima, terjangkau,

pelayanan kesehatan yang diberikan adalah essensial bisa diraih,  dan

mengutamakan pada peningkatan serta kelestarian yang disertai percaya pada diri

sendiri disertai partisipasi masyakarat dalam menentukan sesuatu tentang

kesehatan.

      Pelayanan kesehatan primer (PHC) adalah strategi yang dapat dipakai untuk

menjamin tingkat minimal dari pelayanan kesehatan untuk semua penduduk

(Lancaster.J dan Stanhope.M, 1997). Pelayanan primer berfokus pada pelayanan

kesehatan individual, sedangkan pelayanan kesehatan primer berfokus pada

perbaikan kesehatan dari seluruh populasi (Perry, Potter. 2009).


      PHC menekankan pada perkembangan yang bisa diterima, terjangkau

pelayanan kesehatan yang diberikan adalah esensial bisa diraih, yang esensial dan

mengutamakan pada peningkatan serta kelestarian yang disertai percaya kepada

diri sendiri disertai partisipasi masyarakat dalam menentukan sesuatu tentang

kesehatan. Amerika tidak mengadopsi  PHC sebagai strategi nasional atau sebagai

strategi alternatif yang minimal dari tingkat kesehatan masyarakat. Perawat

kesehatan masyarakat mempunyai peranan penting dalam menolong orang untuk

mempelajari cara merawat diri sendiri dan mau bekerja dengan masyarakat yang

lain dalam mengembangkan kapasitas atau infrastruktur yang diperluas untuk

menjamin pelayanan kesehatan yang esensial bagi setiap orang (McMahon 

Rosemary. 2002).

F. Unsur utama dan prinsip PHC

1.      Unsur utama PHC

Tiga unsur utama yang terkandung dalam PHC adalah sebagai berikut :

a.       Mencakup upaya-upaya dasar kesehatan

b.      Melibatkan peran serta masyarakat

c.       Melibatkan kerjasama lintas sektoral

2.      Prinsip PHC

Pada tahun 1978, dalam konferensi Alma Ata ditetapkan prinsip-prinsip PHC

sebagai pendekatan atau strategi global guna mencapai kesehatan bagi semua.

Lima prinsip PHC sebagai berikut :

a.       Pemerataan upaya kesehatan

Distribusi perawatan kesehatan menurut prinsip ini yaitu perawatan primer dan

layanan lainnya untuk memenuhi masalah kesehatan utama dalam masyarakat


harus diberikan sama bagi semua individu tanpa memandang jenis kelamin, usia,

kasta, warna, lokasi perkotaan atau pedesaan dan kelas sosial.

 b.      Penekanan pada upaya preventif

Upaya preventif adalah upaya kesehatan yang meliputi segala usaha, pekerjaan

dan kegiatan memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan dengan peran serta

individu agar berprilaku sehat serta mencegah berjangkitnya penyakit.

c.       Penggunaan teknologi tepat guna dalam upaya kesehatan

Teknologi medis harus disediakan yang dapat diakses, terjangkau, layak dan

diterima budaya masyarakat (misalnya penggunaan kulkas untuk vaksin cold

storage).

d.      Peran serta masyarakat dalam semangat kemandirian

Peran serta atau partisipasi masyarakat untuk membuat penggunaan maksimal dari

lokal, nasional dan sumber daya yang tersedia lainnya. Partisipasi masyarakat

adalah proses di mana individu dan keluarga bertanggung jawab atas kesehatan

mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka dan mengembangkan kapasitas

untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Partisipasi bisa dalam

bidang identifikasi kebutuhan atau selama pelaksanaan.

Masyarakat perlu berpartisipasi di desa, lingkungan, kabupaten atau tingkat

pemerintah daerah. Partisipasi lebih mudah di tingkat lingkungan atau desa karena

masalah heterogenitas yang minim.

e.       Kerjasama lintas sektoral dalam membangun kesehatan


Pengakuan bahwa kesehatan tidak dapat diperbaiki oleh intervensi hanya dalam

sektor kesehatan formal; sektor lain yang sama pentingnya dalam

mempromosikan kesehatan dan kemandirian masyarakat. Sektor-sektor ini

mencakup, sekurang-kurangnya: pertanian (misalnya keamanan makanan),

pendidikan, komunikasi (misalnya menyangkut masalah kesehatan yang berlaku

dan metode pencegahan dan pengontrolan mereka); perumahan; pekerjaan umum

(misalnya menjamin pasokan yang cukup dari air bersih dan sanitasi dasar) ;

pembangunan perdesaan; industri; organisasi masyarakat (termasuk Panchayats

atau pemerintah daerah , organisasi-organisasi sukarela , dll).

G. Program-program, elemen dan tujuan PHC

1. Program-program PHC

a.       Asuransi kesehatan

b.      Pos obat desa (POD)

c.       Tanaman obat keluarga (TOGA)

d.      Pos kesehatan

e.       Kemitraan dengan sector diluar kesehatan

f.       Peningkatan pemberdayaan masyarakat

g.      Upaya promotif dan preventif

h.      Pelayanan kesehatan dasar

i.        Tenaga kesehatan sukarela

j.        Kader kesehatan

k.      Kegiatan peningkatan pendapatan (perkreditan, perikanan, industri rumah

tangga)

2.      Elemen PHC


Dalam pelaksanaan PHC harus memiliki 8 elemen essensial yaitu :

a.       Pendidikan mengenai masalah kesehatan dan cara pencegahan penyakit

serta pengendaliannya

b.      Peningkatan penyedediaan makanan dan perbaikan gizi

c.       Penyediaan air bersih dan sanitasi dasar

d.      Kesehatan Ibu dan Anak termasuk KB

e.       Imunisasi terhadap penyakit-penyakit infeksi utama

f.       Pencegahan dan pengendalian penyakit endemic setempat

g.      Pengobatan penyakit umum dan ruda paksa

h.      Penyediaan obat-obat essensial

3.      Tujuan PHC

a.       tujuan umu

Mencoba menemukan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang

diselenggarakan sehingga akan dicapai tingkat kepuasaan pada masyarakat yang

menerima pelayanan.

b.      tujuan khusus

1)      pelayanan harus mencapai keseluruhan penduduk yang dilayani

2)      pelayanan harus dapat diterima oleh penduduk yang dialami

3)      pelayanan harus berdasarkan kebutuhan medis dari populasi yang dilayani

4)      pelayanan harus secara maksimum menggunakan tenaga dan sumber-

sumber daya lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

H. Ruang lingkup, ciri-ciri dan fungsi PHC

1. Ruang lingkup

a.       Pendidikan mengenai masalah kesehatan dan cara


b.      pencegahan penyakit serta pengendaliannya.

c.       Peningkatan penyediaan makanan dan perbaikan gizi

d.      Penyediaan air bersih dan sanitasi dasar.

e.       Kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana

f.       Immuniasi terhadap penyakit-penyakit infeksi utama

g.      Pencegahan dan pengendalian penyakit endemik setempat

h.      Pengobatan penyakit umum dan ruda paksa.

i.        Penyediaan obat-obat essensial.

2. Ciri-ciri PHC

a.       Pelayanan yang utama dan intim dengan masyarakat

b.      Pelayanan yang menyeluruh

c.       Pelayanan yang terorganisasi

d.      Pelayanan yang mementingkan kesehatan individu maupun masyarakat

e.       Pelayanan yang berkesinambungan

f.       Pelayanan yang progresif

g.      Pelayanan yang berorientasi kepada keluarga

h.      Pelayanan yang tidak berpandangan kepada salah satu aspek saja

3. Fungsi PHC

 PHC hendaknya memenuhi fungsi-fungsi sebagai berikut:

a.       Pemeliharaan kesehatan

b.      Pencegahan penyakit

c.       Diagnosis dan pengobatan

d.      Pelayanan tindak lanjut

e.       Pemberian sertifikat


I. Peran bidan dipelayanan kesehatan primer termasuk kesehatan

masyarakat

Peran bidan dalam masyarakat sebagai tenaga terlatih dalam PHC :

a.       Sebagai pelaksana, memberi pelayanan kesehatan (provider care)

Bidan memegang peranan penting untuk meningkatkan pelayanan yang

menyeluruh dan bermutu ditengah masyarakat dengan memberika pelayanan

kebidanan secaran langsung maupun tidak langsung. Pelayanan kesehatan yang

patut dilaksanakan bidan antara lain :

1)      Meningkatkan upaya pengawaasn ibu hamil

2)      Meningkatkan gizi ibu hamil dan ibu menyusui

3)      Meningkatkan penerimaan gerakan KB

4)      Meningkatkan kesehatan lingkungan

5)      Meningkatkan sistem rujukan

6)      Meningkatkan penerimaan imunisasi ibu hamil dan bayi.

b.      Sebagai pengelola

Sebagai pengelolah bidan berperan dalam pengembangan pelayanan dasar

kesehatan terutama pelayanan kebidanan untuk individu, keluarga, kelompok

khusus dan masyarakat diwilayah kerja dengan melibatkan keluarga/klien.

Pengembangan pelayanan dasar kesehatan yang dapat dilakukan bidan antara lain:

1)      Bersama tim kesehatan dan pemuka masyarakat mengkaji kebutuhan

terutama yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak untuk meningkatkan

dan mengembangan kesehatan di wilayah kerjanya.

2)      Mengelolah pelayanan kesehatan masyarakat khususnya kesehatan ibu dan

anak serta KB sesuai rencana


3)      Mengkoordinasi, mangewasi dan membimbing kader, dukun atau petugas

kesehatan lain dalam melaksanakan program/kegiatan pelayanan kesehatan ibu

dan anak serta KB

4)      Mengembangkan strategi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,

khusunya kesehatan ibu dan anak serta KB termasuk pemanfaatan sumber yag ada

pada program dan sector terkait.

5)      Menggerakkan dan mengembangkan kemampuan masyarakat serta

memelihara kesehatannya dengan memanfaatkan potensi yang ada.

c.       Sebagai pendidik (Health Education)

Pendidikann masyarakat memegang peranan penting yang meliputi :

1)      Pentingnya arti pengawasan hamil

2)      Pentingnya arti imunisasi TT pada ibu hamil pentingnya arti pelaksanaan

KB

3)      Mengarahkan kemana persalinan dilakukan untuk mendapatkan well born

baby

4)      Pengawasan post partum danpersiapan untuk merawat bayi dan menyususi

d.      Sebagai pangamat kesehatan (Health Monitor)

Melakukan monitoring terhadap perubahan-perubahan yang terjadipada individu,

keluarga dan masyarakat yang menyangkutkan masalah-masalah kesehatan yang

tibul serat berdampak terhadap setatus kesehatan mereka melalui kunjungan

rumah, pertemuan-pertemuan dengan cara observasi dan pengumpulan data.

e.       Sebagai koordinator pelayanan kesehatan (coordinator of service)

Mengkoordinasi seluruh kegiatan upaya peeayanan kesehatan puskesmas dan

masyarakat dalam mencapai tujuan kesehatan melalui kerjasama dengan tim


kesehatan lainnya sehingga tercipta keterpaduan dalam sistem pelayanan

kesehatan.

f.       Sebagai penggorganisasian pelayanan kesehataan (organisator)

Berperan serta memberikanmotivasi untuk meningkatkan partisipasi individu,

keluarga dan masyarakat dalam setiap upaya pelayanan kesehatan yang

dilaksanakan oleh masyarakat misalnya posyandu, dana sehat, mulai dari

perencanaan, pelaksanaan dan penilaian dan berpartisipasi aktif dalamkegiatan

pengembangan kegiatan masyarakat dalam bidang kesehatan.

2.      Tanggung Jawab Bidan

Tanggung jawab tenaga kesehatan dalam PHC lebih dititik beratkan kepada hal-

hal sebagai berikut :

a.       Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan dan

implementasi pelayanan kesehatan dan program pendidikan kesehatan

b.      Kerjasama dengan masyarakat, keluarga, dan individu dalam meningkatkan

derajat kesehatan

c.       Mengajarkan konsep kesehatan dasar dan teknik asuhan diri sendiri pada

masyarakat

d.      Memberikan bimbingan dan dukungan kepada petugas pelayanan kesehatan

dan kepada masyarakat

e.       Koordinasi kegiatan pengembangan kesehatan masyarakat.


BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan

Dari makalah diatas dapat disimpulkan bahwa sistem pelayanan kesehatan


adalah sebuah konsep dimana konsep ini memberikan layanan kesehatan kepada
masyarakat Layanan Bidan tugas mandiri yaitu layanan yang diberikan bidan
secara mandiri,bidan bertanggungjawab penuh akan tindakannya.Contoh bidan
tugas bidan menolong persalinan normal.
Layanan Bidan tugas kolaborasi adalah layanan yang dilakukan oleh bidan
sebagai anggota tim yang kegiatannya dilakukan secara bersamaaan atau sebagai
salah satu dari sebuah proses kegiatan pelayanan kesehatan.melaksanakan asuhan
kebidanan pada bayi lahir dengan resiko tinggi dan memberikan
pertolonganpertama sesuai prioritas.contoh pelayanan kebidanan kolaborasi
adalah ibu hamil yang di sertai komplikasi hipertensi.
Layanan rujukan adalah suatu sistem jaringan fasilitas pelayanan
kesehatanyang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab secara
timbal-balik atas masalah yang timbul baik secara horizontal (komunikasi antara
unit yang sederajat) maupun vertika (komunikasi inti yang lebih tinggi keunit
yang lebih rendah)  kefasilitas pelayanan yang lebih kompeten,terjangkau,rasional
dan tidak dibatasioleh wilayah administrasi.Contoh pelayanan kebidanan tugas
rujukan misalnya ibu hamilyang memiliki berat bayi yang berlebihan.
Dan kesimpulan tentang Pelayanan Kesehatan Primer (PHC) :
1. PHC merupakan startegi untuk menyajikan pelayanan kesehatan essensial

kepada masyarakat
2.      Para petugas pada sistem PHC merupakan mitra dalam berbagai kegiatan

bersama-sama dengan anggota masyarakat

3.      PHC menandaskan pelayanan kesehatan yang terbayar, bisa dijangkau,

tersedia dan bisa diterima

4.      Pengkajian masyarakat, menentukan prioritas kesehatan. Implementasi

aktifitas melaksanakan evaluasi merupakan aspek-aspek perawatan kesehatan

masyarakat yang dipakai PHC

5.      Menghimbau masyarakat agar dapat menolong dirinya sendiri, menyiapkan

diri untuk mendapatkan kesempatan mekasanakan perawatan sendiri dalam

mengatasi masalah-masalah kesehatan dan sosial.

6.      Memberikan penyuluhan kepada penduduk mengenai perkembangan

kesehatan dan sosial untuk membantu diri mereka meraih perawatan mandiri,

mengambil keputusan sewndiri dan mempercayai diri sendiri.

7.      Target dari PHC adalah seluruh masyarakat dan bukan individu.

8.      PHC Berbeda dengan pelayanan primer. Pelayanan primer merupakan

komponen dari PHC

9.      Para petugas kesehatan masyarakat berpartisipasi dalam implementasi PHC

10.  TIM PHC terdiri dari perawat, dokter, gigi, apoteker, penyuluhan kesehatan,

ahli sanitasi dan ahli diet.

11.  Perawat yang efektif dari sistem PHC bekerja dekat dengan penduduk,

masyarakat dengan sumber-sumebr dan dengan profesional-profesinal lain di

masyarakat yang bersangkutan.

12.  Perawat di tim PHC membutuhkan kepemimpinan yang disertai ketrampilan


manajemen
B.Saran

Sebagai bidan kita harus memperhatikan ,menghayati dan mengamalkan


pelayanan kebidanan agar nantinya profesi kebidanan yang kita dalami dapat
diaplikasikan pada masyarakat khususnya kaum perempuan,ibu dan anak.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan dapat bersifat membangun bagi

pembaca pada umumnya. Dan penulis juga menyadari makalah ini masih jauh dari

sempurna, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat dibutuhkan

untuk menyempurnakan makalah ini.


DAFTAR PUSTAKA

IBI.2006.Manajemen Pelayanan Kebidanan Mandiri.Sari Husada:Jakarta

Prawirohardjo,sarwono.2008. Ilmu Kebidanan.jakarta: P.T BINA PUSTAKA


SARWONO PRAWIROHARDJO
http://rara-cmk.blogspot.com/2011/03/24-standar-pelayanan-kebidanan.html
http://coretan-midwifery.blogspot.com/2011/12/standar-pelayanan-
kebidanan.html
http://yefi-yefi.blogspot.com/2010/07/pelayanan-kesehatan-primer-primary.html

http://assova.blogspot.com/2012/10/primary-health-care_480.html

http://mayuputri.blogspot.com/2012/06/primary-health-care.html

http://tugaskuliah001.blogspot.com/2013/02/menerepkan-peran-dan-tugas-bidan-

dalam.html

http://6tyawibowo.blogspot.com/2010/08/peran-dan-fungsi-bidan.html

http://ainul-mushlihatul-muslimah.blogspot.com/2012/10/primary-health-care-

phc.html

http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/1558-implementasi-

primary-health-care-di-indonesia.html

https://ompuheso.wordpress.com/2012/11/05/primary-health-care-phc/
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa sehingga
kami dapat menyelesaikan tugas makalah “Peran Bidan Dipelayanan Kesehatan
Primer Termasuk Kesehatan Masyarakat Dan Ruang Lingkup Praktik Bidan”.
Penyusun berharap tulisan ini bisa memberikan wawasan luas untuk
memahami tentang isi dari makalah mengenai Pelayanan Kebidanan. Selain itu
penyusun berharap tulisan ini dapat menjadi dasar pengantar dan pemenuhan
materi perkuliahan Konsep Kebidanan.
Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan tugas makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari
pembaca yang bersifat sangat membangun, penulis mengharapkan demi
kesempurnaan makalah ini dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.
Akhir kata, kami ucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah
membantu penyusunan tulisan ini. Semoga Tuhan Maha Esa memberkati kita
semua.

Deli tua, Maret 2020

Kelompok 13
PERAN BIDAN DIPELAYANAN KESEHATAN PRIMER
TERMASUK KESEHATAN MASYARAKAT DAN
RUANG LINGKUP PRAKTIK BIDAN

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK 13
Wisna arum dani Zahratul
Witty dwika sari ndruru Zizi qormaini
Wiwanti gea faridayani
Yuliana simbolon

Dosen Pengampu : Vitrilina Hutabarat,SST,M.Keb


PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN
INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA DELI TUA
T.A. 2019/2020