Anda di halaman 1dari 12

RADIOKIMIA

Dosen Pengampu : Rikha Yolanda,S.Si.,M.Sc

CRITICAL BOOK REPORT


TIPE DAN KINETIKA PELURUHAN RADIOAKTIF

OLEH :

AMANDA FADILAH RAMADHANI 4193331038


IR LUCIYANA BR SIRAIT 4191131018
NICOLAUS ALBERTO SIJABAT 4192431009
TIUR MAIDA NABABAN 4193131051
ZENY AFRISKA BARUTU 4193131016

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
DAFTAR ISI
IDENTITAS BUKU...............................................................................................1
BAB I PEMBAHASAN..........................................................................................2
1.1 Ringkasan Isi Buku............................................................................................2
1.2 Keunggulan Buku...............................................................................................5
1.3 Kelemahan Buku................................................................................................6
BAB II PENUTUP..................................................................................................7
2.1 Kesimpulan........................................................................................................7
2.2 Saran...................................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA

i
IDENTITAS BUKU

Buku Utama

Judul Buku : Radiokimia


Penulis : Dr.Iis Siti Jahro,M.Si
Penerbit : Unimed
Tahun terbit : 2013
Kota Terbit : Medan
ISBN :-
Jumlah Halaman : v + 54

1
Buku Pembanding

Judul Buku : Kimia Modern Edisi IV Jilid 1


Penulis :David.W.Oxtoby
H.P.Gillis
Norman.H.Nachtrieb
Penerbit :Erlangga
Tahun Terbit :2001
Kota Terbit :Jakarta
ISBN :979-688-266-3
Jumlah Halaman :xvii + 572

2
BAB I
PEMBAHASAN
1.1 Ringkasan Isi Buku
Buku Utama
Laju peluruhan setiap zat radioaktif bergantung pada jenis zat radioaktifnya
kareana setiap zat radioaktif memiliki konstanta peluruhan(ƛ) sendiri
sendiri.Selain itu laju peluruhan juga bergantung pada jumlah zat radioaktif mula
mula.Oleh karena itu dirumuskan:
ΔN/N

Δt
Keterangan :
Nt ;jumlah zat radiaktif pada waktu tertentu
No :jumlah zat radiaktif mula mula
ƛ :konstanta peluruhan
t :waktu peluruhan
Waktu paruh (t 1/2),berdasarkan waktu paruh maka peluruhan dirumuskan:
Nt Δt
= 1/2^
N0 t 1/2
Macam macam peluruhan
a. Peluruhan dengan memancarkan beta atau negatron (-₁β°)
sinar β merupakan partikel bermuatan listrik -1 dan bermassa sangat kecil
sehingga zat radioaktif yang memancarkan sinar ini dianggap tidak mengalami
perubahan massa
b. Peluruhan dengan memancarkan positron(₁β°)
Positron disebut juga dengan sinar β positif sebagaimana yang telah diuraikan
pada pembahasan kestabilan inti bahwa pemancaran positron terjadi akibat
perubahan proton menjadi neutron di dalam inti.
c. Peluruhan dengan penangkapan elektron (-1e°)
Sebagaimana telah diuraikan pada pembahasan Kestabilan Inti, bahwa
penangkapan elektron terjadi akibat dalam inti kelebihan proton dan
kekurangan neutron. Akibat peluruhan ini, maka nuklida yang menangkap
elektron mengalami pengurangan satu buah proton dan penambahan satu buah
neutron dalam nuklida hasil pelurihannya.

3
d. Peluruhan dengan memancarkan Alpha (2α⁴)
Sinar -α merupakan partikel bermuatan listrik +2 dan bermassa 4 sma. Hasil
eksperimen menunjukkan sinar –α merupakan isotope dari nuklida.

e. Peluruhan dengan memancarkan Gamma (ογ°)


sinar –γ merupakan radiasi elektromagnetik yang tidak bermassa dan tidak
bermuatan sehingga diberi notasi: ογ°. Pemancaran sinar –γ terjadi pada saat
nuklida hasil peluruhan sinar –α maupun sinar –β berada dalam keadaan
TEREKSITASI, maka untuk mencapai keadaan dasar nuklida tersebut
memancarkan sinar –γ.

BAGAN PELURUHAN
Ada 3 aturan pembuatan Bagan Peluruhan:
1. Pemancaran radiasi bermuatan positif seperti: 2α⁴ dan +β° menyebabkan
pengurangan jumlah proton dalam inti: GARIS PELURUHAN nya arah
ke bawah dan CONDONG KE ARAH KIRI.
2. Pemancaran radiasi bermuatan negative seperti: -β° menyebabkan
penambahan jumlah proton dalam inti: GARIS PELURUHAN nya arah
ke bawah dan CONDONG KE ARAH KANAN.
3. Pemancaran radiasi elektromagnetik tidak bermuatan dan tidak bermasssa
seperti: Gamma (ογ°) tidak menyebabkan perubahan jumlah proton:
GARIS PELURUHAN nya LURUS ke bawah.

MACAM-MACAM DERET PELURUHAN


1. Deret Uranium yang dirumuskan sebagai: Deret (4n + 2)
Deret Uranium diawali dari nuklida ₉₂U²³⁸ dan berakhir pada nuklida
₈₂Pb²⁰⁶. Deret Uranium disebut juga: Deret (4n + 2) karena jumlah
proton dan neutron [Σ (n+p)] nuklida-nuklida radioaktif yang
dihasilkan pada deret ini selalu habis dibagi 4 dengan sisa 2.
2. Deret Thorium yang dirumuskan sebagai : Deret (4n)
Deret Thorium diawali dari nuklida ₉₀Th²³² dan berakhir pada nuklida
₈₂Pb²⁰⁸. Deret Thorium disebut juga: Deret (4n) karena jumlah

4
proton dan neutron [Σ (n+p)] nuklida-nuklida radioaktif yang
dihasilkan pada deret ini selalu habis dibagi 4 tanpa sisa atau dengan
sisa 0.
3. Deret Aktinium yang dirumuskan sebagai : Deret (4n + 3)
Deret Aktinium diawali dari nuklida ₉₂U²³⁵ dan berakhir pada nuklida
₈₂Pb²⁰⁷. Deret Uranium disebut juga: Deret (4n + 3) karena jumlah
proton dan neutron [Σ (n+p)] nuklida-nuklida radioaktif yang
dihasilkan pada deret ini selalu habis dibagi 4 dengan sisa 3.

2.Buku Pembanding
Peluruhan ini tak stabil apapun merupakan kejadian acak dan tidak bergantung
pada jumlah inti di sekelilingnya yang sudah meluruh. Bila jumlah banyak, kita yakin
bahwa selama waktu tertentu ada sebagian dari inti awal akan mengalami transformasi
menjadi inti unsur lain. Dengan kata lain, laju peluruhan sekumpulan inti berbanding
lurus terhadap jumlah inti yang ada, hal ini menunjukkan bahwa peluruhan nuklir
mengikuti persamaan laju orde pertama. Semua hasil yang telah dibahas itu berlaku
pada situasi ini misalnya hukum laju integrasi mempunyai bentuk.

N=N i e−kt

Dengan N i adalah jumlah inti yang semula ada pada t=0. Tetapan peluruhan k
berhubungan dengan waktu paruht 1
2

ln 2 0,6931
t 1= =
2
k k

Seperti yang dijelaskan mengenai kinetika fasa gas orde pertama. Waktu paruh adalah
waktu yang diperlukan bagi inti dalam sampel untuk meluruh menjadi setengah dan
waktu paruh ini dapat beragam mulai dari kurang dari 1021 sampai lebih dari 1024 tahun
lagi bagi yang tidak stabil.
Tabel 18.2 Memuat titik paruh dan cara peluruhan beberapa nuklida tak stabil
Ada satu perbedaan praktis yang penting antara kinetika kimia dan nuklir. Dalam
kinetika kimia, konsentrasi reaktan atau produk dipantau berdasarkan waktu, dan laju
reaksi dan kemudian dicari dari laju perubahan konsentrasinya. Dalam kinetika nuklir,
laju terjadinya peluruhan, -Dn/dt, diukur langsung dari pencacah Geiger atau detector
radiasi lainnya. Laju peluruhan ini, yaitu laju pelepasan dalam jumlah inti persatuan
waktu disebut aktivitas.
−dV
aktivitas= A= =kN
dt

5
Karna aktivitas berbanding lurus terhadap julah inti N maka aktivitas juga meluruh
secara eksponensial menurut waktu

A=A i e−kt

Plot ln A versus waktu t merupakan garis lurus dengan lereng −k =−(ln 2)/t 1 . k

2
t1
Aktifitas A menjadi setengah nilai awalnya pada waktu k
. Apabila A dan k diketahui
2
maka jumlah inti N pada waktu tertentu dapat dihitung dari

A At 1/ 2 At 1/ 2
N= = =
k ln 2 0,6931
Satuan SI untuk aktivitas ialah Becquerel (Bq), didefinisikan sebagai 1 pelepasan
radioaktif perdetik. Satuan yang lebih kuno dan lebih besar ialah curie (disingkat Ci),
yang didefenisikan sebagai 3,7 ×10 20disintegrasi per detik. Aktivasi 1 g radium ialah 1
Ci.

6
Penarikhan Radioaktif (Radioactive Dating)
Peluruhan nuklida radioaktif dengan waktu paruh yang diketahui memungkinkan
geokimiawan mengukur umur batuan dari komposisi isotopnya. Andaikan mineral
mengandung uranium mengendap sekitar 2 miliar (2 x 10⁸) tahun yang lalu dan secara
geologis tidak berubah sampai sekarang. 239❑U dalam mineral ini meluruh dengan waktu
paruh 4,51 x 10 tahun membentuk serangkaian zat antara berumur pendek dan berakhir
dengan isotope timbal tak stabil 207
❑ Pb . Fraksi Uranium yang tertinggal 2 x 10⁸ tahun
mestinya

Nisbah kelimpahan

N (206 Pb) 0,265


N= = = 0,361
N ¿¿ 0,375

Dengan demikian dapat ditentukan oleh selisih waktu sejak mineral diendapkan pertama
kali, dalam hal ini 2X106 tahun.

7
Untuk menggunakan metode ini, kita perlu memastikan bahwa nuklida stabil
yang dihasilkan hanya timbul dari unsur induk dan tidak ada uranium yang
meninggalkan atau masuk kedalam batuan selama masa geologi. Jika mungkin
pengukuran akan lebih akurat mengukur nisbah beberapa pasangan isotop dalam sampel
batuan yang sama. Perkiraan 4,5 Miliar tahun untuk umur sistem bumi dan matahari
datang dari pengukuran tak langsung, yaitu lewat analisis isotopik daei meteoric yang
dipercaya terbentuk dalam waktu bersamaan.

14
Jenis penarikan yang sedikit berbeda menggunakan peluruhan C, yang
mencakup sejarah manusia dan prasejarah sejak sekitar 30.000 tahun lalu. Unsur tak
stabil ini (dengan waktu paruh 5.730 tahun) dihasilkan secra kontiniu diatmosfer. Sinar
kosmik yang berenergi sangat tinggi menyebabkan reaksi nuklir yang menghasilkan
neutron. Neutron ini berbenturan dengan inti 147 N menghasilkan 146C dengan reaksi

14
7 N + 1nn → 147C + 11 H

14
Hasilnya C memasuki reservoir karbon pada permukaan bumi. Tercampur
12
dengan C yang stabil sebagai H14CO3- yang terlarut di samudra, sebagai 14
CO2
diatmosfer dan didalam jaringan tumbuhan dan hewan. Pencampuran ini, yang terjadi
pada laju yang konsisten selama 50.000 tahun terakhir berarti bahwa 14C dalam makhluk
hidup memiliki aktivitas spesifik mendekati 15,3 pelepasan permenit pergram karbon
total yaitu 0,255 Bq g-1. Bila tumbuhan atau hewan mati atau misalnya bila pohon
ditebang pertukaran dengan karbon akan terhenti dan jumlah 14C dalam sampel menurun
secara eksponensial menurut waktu. Dengan mengukur aktivitas 14C yang tersisa dalam
sampel arkeologi, kita dapat memperkirakan tariknya. Ini menyatakan laju yang kira-
kira tetap dalam hal produksi 14C didekat permukaan bumi selam waktu ribuan tahun.
Pembakaran bahan bakar fosil dalam 100 tahun terakhir telah meningkatkan proporsi
12
C dalam makhluk hidup dan akan menyulitkan penerapan metode penarikan 14C pada
masa yang akan datang.

8
1.2 Keunggulan Buku
Buku Utama
 Penjabaran materi yang dijelaskan cukup mendetail macam macam
peluruhan,bagan bagan peluruhan,dan deret peluruhan.
 Rumus yang di sajikan cukup mendukung dari penjabaran materi
 Buku dilengkapi dengan contoh soal yang mendukung.

Buku Pembanding
 Penjabaran materi cukup jelas tentang penarikhan radioaktif.
 Menyajikan berbagai rumus turunan untuk peluruhan radioaktif
 Buku ini juga menyajikan rincian berupa grafik maupun tabel

1.3 Kelemahan Buku


Buku Utama
 Buku tidak disertai dengan tabel maupun grafik yang mendukung peluruhan
radiasi
 Kurangnya keterkaitan antar sub bab yang dibahas ataupun tidak berurutan
secara runtun.

Buku Pembanding
 Buku ini kurang menampilkan contoh soal yang mendukun pembelajaran
peluruhan radioaktif.
 Materi dalam buku ini tidak disajikan secara runtut karena kurangnya
keterkaitan antara sub bab.

9
BAB II
PENUTUP
1.1 Kesimpulan
Laju peluruhan setiap zat radioaktif bergantung pada jenis zat
radioaktifnya kareana setiap zat radioaktif memiliki konstanta peluruhan(ƛ)
sendiri sendiri.Selain itu laju peluruhan juga bergantung pada jumlah zat
radioaktif mula mula.Oleh karena itu dirumuskan:
ΔN/N
=ƛ Peluruhan ini tak stabil apapun merupakan
Δt
kejadian acak dan tidak bergantung pada jumlah inti di sekelilingnya yang
sudah meluruh. Bila jumlah banyak, kita yakin bahwa selama waktu tertentu ada
sebagian dari inti awal akan mengalami transformasi menjadi inti unsur lain.
Dengan kata lain, laju peluruhan sekumpulan inti berbanding lurus terhadap
jumlah inti yang ada, hal ini menunjukkan bahwa peluruhan nuklir mengikuti
persamaan laju orde pertama. Semua hasil yang telah dibahas itu berlaku pada
situasi ini misalnya hukum laju integrasi mempunyai bentuk.

N=N i e−kt

Dengan N i adalah jumlah inti yang semula ada pada t=0. Tetapan peluruhan k
berhubungan dengan waktu paruht 1
2

ln 2 0,6931
t 1= =
2
k k

1.2 Saran
Untuk buku pertama seharusnya dilengkapi dengan grafik ataupun tabel
untuk memperjelas isi buku.Untuk buku pembanding dijelaskan secara
runtut agar ada keterkaitan sub bab satu sama lain.

10