Anda di halaman 1dari 12

TEKNIK-TEKNIK KONSELING

TEKNIK KONSELING OPENING DAN ATTENDING

Disusun Oleh:
Kelompok 1
1. Priskila Sofya Ludya Noya (1183151022)
2. Khairiyah Hasana Lubis (1183351029)
3. Ianci Putra Sitohang (1183151017)

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Teknik
Konseling Opening dan Attending ini  dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya.
   Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai Teknik-Teknik Konseling. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa
di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab
itu, penyusun berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang
akan kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa
saran yang membangun.
      
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi penyusun sendiri maupun orang
yang membacanya.Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dimasa.

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ 1


DAFTAR ISI ...................................................................................................................... 2

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang............................................................................................................... 3
1.2 Rumusan masalah.......................................................................................................... 3
1.3 Tujuan penulisan............................................................................................................ 3

BAB II PEMBAHASAN
2.1Teknik Konseling Opening.............................................................................................4
2.2Teknik Konseling Attending .........................................................................................6

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan....................................................................................................................10
3.2 Saran..............................................................................................................................10
DAFTAR REFERENSI.......................................................................................................11

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2Rumusan Masalah

1.3Tujuan Penulisan

3
BAB II
PEMBAHASAN

Konseling merupakan suatu proses komunikasi antara konselor dan klien. Sebagai suatu
proses komunikasi, konseling melibatkan keterampilan konselor dalam menangkap atau
merespon pernyataan klien dan mengkomunikasikannya kembali kepada klien tersebut. Agar
proses komunikasi tersebut efektif dan efisien, maka konselor hendaknya memiliki kemampuan
dalam memberikan bantuan terhadap klien. Salah satu kemampuan tersebut ialah keterampilan
berkomunikasi dengan klien.
Dalam berkomunikasi dengan klien, konselor seharusnya menggunakan respon-respon
yang fasilitatif bagi pencapaian tujuan konseling. Secara umum, respon-respon tersebut dapat
dikelompokkan ke dalam berbagai teknik dasar komunikasi konseling, yaitu teknik attending,
opening, acceptance, paraprashing, restatement, reflection of feeling, clarification, structuring,
lead, silence, reassurance, rejection, advice, confrontation, interpretation, summary dan
termination.

2.1 TEKNIK KONSELING OPENING


 Pengertian

Opening (pembukaan) adalah keterampilan/teknik untuk membuka/memulai


komunikasi/hubungan konseling. Supriyo dan Mulawarman (2006:21) menjelaskan bahwa
opening (pembukaan) adalah keterampilan untuk membuka atau memulai, atau
mengkomunikasi hubungan konseling.
 Tujuan
1) Membina hubungan baik antara klien dan konselor
2) Memperoleh kepercayaan dari klien.
3) Memberikan penghargaan kepada klien.
4) Klien dapat bebas dan nyaman serta terbuka dalam mengungkapkan masalah.

 Manfaat Teknik Opening


Manfaat dari teknik opening ini adalah terjalinnya hubungan yang baik antara
konselor dengan klien. Sehingga dengan terjalinnya hubungan tersebut, klien menjadi
semakin percaya dengan konselor serta dalam mengungkapkan masalah – masalah yang
dihadapi oleh klien, klien lebih merasa aman dan nyaman.

4
 Hal-hal yang perlu dilakukan.

Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh konselor dalam menggunakan teknik opening
antara lain adalah menyambut kehadiran klien, membicarakan topik netral, dan
memindahkan pembicaraan topik netral ke dalam permulaan konseling.
A. Penyambutan
1. Verbal
Konselor memberi atau mejawab salam, menyebut nama klien, mempersilahkan
duduk, dll.
2. Non verbal
Konselor segera membuka pintu ruang konseling, jabat tangan, senyum dengan ceria,
mendampingi/mengiringi klien saat menuju tempat duduk, menempatkan klien pada tempat
duduj yang lebih baik, duduk sesudah kliennya duduk, dll.
Kesemuanya tersebut dilakukan untuk :
* Mengkomunikasikan kondisi-kondisi fasilitas konselor
* Terciptanya rasa aman konseli
* Terbentuknya kesan dan persepsi ada harapan bagi konseli mendapatkan layanan
konselor

B. Pembicaraan Topik Netral


1. Topik netral adalah bahan pembicaraan yang sifatnya umum dan tidak
menyinggung perasaan klien.
2. Bahan topik netral antara lain kejadian-kejadian hangat di lingkungan klien, hobi
klien, bahan-bahan atau gambar-gambar yang ada di ruang konseling, potensi lingkungan
asal klien, dll.
Kesemuanya ini dilakukan untuk:
* Meredakan kecemasan awal konseli sampai pada kadar ia mau bicara secara
lancar, tanpa terhambat emosi.
* Menghindarkan konselor dari “banyak bicara”
* Memperoleh pendenagran cermat dari yang dikaitkan konseling dan tersusun
dalam pikikiran konselor apa yang konseli uraikan.

5
C. Pemindahan Topik Netral ke Permulaan Konseling.
1. Cara
1.1. Menggunakan kalimat “jembatan”, misalnya: “Setelah kita membicarakan………
(isi topik netral), barangkali ada sesuatu hal yang perlu kita bicarakan bersama dalam
pertemuan ini”.
1.2. Mengembangkan sebagaian isi topik netral, misalnya: “Itu tadi hobimu di bidang
musik, lalu bagaimana dengan prestasimu dalam perkuliahan”.
Catatan penting:
* Hindari respon berlebihan,
* Hindari kepura-puraan,
* Jangan biarkan konseli menunggu dan terabaikan,
* Pemberian peluang berbicara konseli adalah lebih produktif,
* Konselor hendaknya menyadari bahwa topic pilihan konseli mendatangkan
pemahaman konselor atas prioritas konseli pada saat itu,
* Konselor hendaknya tidak mencoba mengendalikan sendiri topik apa yang
dibicarakan konseli,
* Percakapan tidak berstruktur atau topik netral maksimum 3 menit,
* Kesulitan terletak pada memperkirakan topik netral, dan
* Agar konselor merasa aman hendaknya konselor menghindari pertanyaan yang
langsung mengenai masalah. (Fauzan Lutfi, 2008: 28)

2.2 TEKNIK KONSELING ATTENDING


 Pengertian

Attending adalah keterampilan/teknik yang digunakan konselor untuk memusatkan


perhatian kepada klien agar klien merasa dihargai dan terbina suasana yang kondusif sehingga
klien bebas mengekspresi kan /mengungkap-kan tentang apa saja yang ada dalam pikiran,
perasaan ataupun tingkah lakunya.
Supriyo dan Mulawarman (2006:19) menjelaskan bahwa attending adalah keterampilan
atau teknik yang digunakan konselor untuk memusatkan perhatian kepada klien agar klien
merasa dihargai dan terbina suasana yang kondusif sehingga klien bebas mengekspresikan atau

6
mengungkapkan tentang apa saja ynag ada dalam pikiran, perasaan ataupun tingkah lakunya.
Senada dengan hal tersebut, Hariastuti ( 2007:27) menjelaskan bahwa attending merupakan
kemampuan konselor dalam menunjukkan perhatian secara penuh kepada klien sehingga klien
dapat terlibat dalam proses konseling.
Sofyan Willis (2004 :176) mengemukakan bahwa perilaku attanding dapat juga
dikatakan sebagai penampilan konselor yang menampakkan komponen – komponen perilaku
nonverbal, bahasa lisan, dan kontak mata. Hutahuruk dan Pibradi (1984:3) menjelaskan bahwa
attending yang baik merupakan suatu komponen yang diperlukakan dalam komunikasi yang
baik. Perilaku attending yang baik mendemonstrasikan kepada klien bahwa konselor
menghargainya sebagai pribadi dan konselor tertarik terhadap apa yang dikatakan oleh konseli.
Berdasarkan dari pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa attending merupakan
komunikasi nonverbal yang menunjukkan bahwa konselor memberikan perhatian secara utuh
terhadap lawan bicara yang sedang berbicara (klien). Keterampilan attending yaitu keterampilan
tampil sebagai pribadi yang utuh dan memberikan perhatian penuh kepada klien sebagaimana
adanya, agar klien dapat mengembangkan diri, mengeksplorasi dirinya dengan bebas.
 Tujuan

Menurut Sofyan Willis (2004: 176), perilaku attending yang ditampilkan akan
mempengaruhi kepribadian klien, yaitu:
a. Meningkatkan harga diri klien, sebab sikap dan perilaku attending memungkinkan
konselor meghargai konseli.
b. Dengan perilaku attending menciptakan suasana aman bagi klien, karena klien merasa ada
oarang yang bisa dipercayai, teman untuk berbicara, dan merasa terlindungi secara emosional.
c. Perilaku attending memberikan keyakinan kepada klien bahwa konselor adalah tempat dia
mudah untuk mencurahkan segala isi hati dan perasaannya.
Supriyo dan Mulawarman (2006:19) menjelaskan bahwa tujuan dari teknik attending
adalah agar klien merasa dihargai dan terbina suasana yang kondusif sehingga klien bebas
mengekspresikan atau mengungkapkan tentang apa saja yang ada dalam pikiran,
perasaan,ataupun tingkah lakunya.
Hutahuruk dan Pibradi (1984:3) menyebutkan tujuan dari teknik attending adalah untuk
membangkitkan harga diri klien, membangkitkan suasana yang aman sehingga melancarkan
ekspresi bebas tentang apa saja yang muncul dibenak klien.
Berdasarkan dari hal diatas, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan dari teknik attending
adalah untuk meningkatkan harga diri klien, menciptakan suasana aman, dan memberikan
kenyakinan klien untuk dapat mengungkapkan tentang dirinya secara terbuka.

7
 Manfaat/ Fungsi Attending

Supriyo dan Mulawarman (2007:27) menyatakan bahwa fungsi dari attending yaitu untuk
memusatkan perhatian pada klien. Disamping itu, fungsi utama dari teknik attending adalah
untuk mendorong klien agar mau berbicara dengan bebas dan terbuka. Attending juga
bermanfaat agar konseli merasa dihargai dan terbina secara kondusif (Sofyan Willis, 2004:176)
Dari beberapa fungsi diatas tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa fungsi dari teknik
attending adalah membuka proses konseling serta konselor dapat memfokuskan perhatiannya
terpusat pada klien untuk mendorog klien bersedia berbicara secara bebas dan terbuka.
 Keterampilan attending meliputi:

a. Posisi badan (termasuk gerak isyarat dan eksprsi muka) diantara posisi badan yang baik dalam
attending mencakup :
1. Duduk dengan badan menghadap klien
2. Tangan diatas pangkuan atau berpegang bebas atau kadangkadang digunakan untuk
menunjukkan gerak isyarat yang sedang dikomunikasikan secara verbal
3. Responsif dengan menggunakan bagian wajah, umpamnya senyum spontan atau anggikan
kepala sebagai persetujuan atau pemahaman dan kerutan dahi tanda tidak mengerti
4. Badan tegak lurus tanpa kaku dan sesekali condong kearah klien untuk menunjukkan
kebersamaan dengan klien.

Posisi badan yang tidak baik mencakup:


1. Duduk dengan badan dan kepala membungkuk menghadap klien.
2. Duduk dengan sangat kaku
3. Gelisah atau tidak tenang (resah)
4. Mempergunakan tangan, kertas dan kuku tangan.
5. Sama sekali tanpa gerak isyarat pada tangan
6. Selalu meukul-mukul dan menggerakkan tangan dan lengan.
7. Wajah tidak menunjukkan perasaan
8. Terlalu banyak senyum, kerutan dahi atau anggukan kepala yang tidak
berarti

8
b. Kontak mata
1. Kontak mata yang baik berlangsung dengan melihat klien pada waktu dia berbicara kepada
konselor dan sebaliknya. Kontak mata harus dipertahankan atau dipelihara dengan menggunakan
pandangan spontan yang mengekspresikan minat dan keinginan mendengarkan serta merespon
klien.
2. Kontak mata yang tidak baik mencakup:
2.1. Tidak pernah melihat klien
2.2. Menatap klien untuk secara tetap dan tidak memberi kesempatan klien untuk membalas
tatapan.
2.3. Mengalihkan pandangan dari klien segera sesudah klien melihat kepada konselor.

c. Mendengarkan
Mendengarkan dalam keterampilan ini adalah mendengar dengan tepat dan mengingat
apa yang klien katakan dan bagaimana mengatakannya. Dengan mendengar yang tepat
memungkinkan konselor merumuskan tanggapan yang dapat menangkap dengan tepat perasaan
dan pikiran klien.
Cara mendengarkan yang baik mencakup:
1. memelihara perhatian penuh dengan terpusat kepada klien.
2. mendengarkan segala suatu yang dikatakan oleh klien.
3. Mendengarkan keseluruhan pribadi klien (kata-katanya, perasaan dan perilakunya).
Memahami pesan baik verbal maupun non verbal dari diri klien.
4. Mengarahkan apa yang konselor katakan terhadap apa yang telah dikatakan oleh klien.

9
BAB III
PENUTUP
3.1Kesimpulan
3.2Saran

10
DAFTAR REFERENSI

https://zaimmatun.wordpress.com/2014/01/11/teknik-dasar-konseling-attending-dan-opening/

http://wahyupumpinks.blogspot.com/2012/07/teknik-attending-opening-acceptance-dan.html

11