Anda di halaman 1dari 7

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

Universitas Brawijaya – Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Program Pascasarjana – Magister Sains Akuntansi

Satuan Acara Perkuliahan – Course Outline

Matakuliah : Akuntansi Multiparadigma


SKS :3
Dosen : Prof. Gugus Irianto, SE. MSA. PhD. Ak. CA. CSRS. CSRA. (Koord).
1. Gedung Utama (BRI) FEB UB, Lantai IV Ruang 401
2. Kantor Badan Usaha Akademik (BUA) UB, Gedung Layanan
Bersama UB, Lt I.
M: 081 252 87 8008 (call/WA-utama), 085 755 877 278 (call/text)
Email: gugusir@ub.ac.id dan gugusir@gmail.com

Ali Djamhuri, SE. MCom. PhD. Ak. CA. CPA.


Dr. Roekhuddin, SE. MSi. Ak.
Noval Adib, SE. MSi. PhD. Ak. CA.

Jam Konsultasi : diumumkan tersendiri oleh masing-masing dosen di kelas

DESKRIPSI MATAKULIAH
Matakuliah ini dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus menjadi wahana eksplorasi
(exploration) dan diskursus (discourse) tentang berbagai fenomena dan atau praktik akuntansi
pada konteks multi setting (sosial, ekonomi, budaya, politik, dll.), serta berkelindan dengan multi
discipline (manajemen – governance, ilmu perilaku, psikologi, “agama”, dll), dan dalam ranah
perspektif multi paradigm (positif, interpretif, kritis, postmodernisme, integralistik, spiritualitas,
dll.)

Pemahaman akan adanya keragaman fenomena dan atau praktik akuntansi dalam konteks
multi setting, multi discipline, dan multi paradigm, diharapkan dapat memberikan kesempatan
kepada setiap subjek pembelajar untuk dapat memahami, membangun dan atau
menumbuhkan kesadaran dan mengapresiasi adanya keragaman akan fenomena dan atau
praktik akuntansi di tengah masyarakat; dan pada saat yang sama untuk mendorong
tumbuhnya kesadaran guna menghindari atau meminimumkan pandangan “sempit, terbatas
dan single perspektif” dalam memandang fenomena dimaksud1. Ikhtiar demikian diharapkan
dapat mendorong tumbuh berkembangnya sikap, dan attitude subjek pembelajar untuk dapat
berfikir terbuka (open minded). Implikasi lebih lanjut dari ikhtiar demikian adalah mendorong
subjek pembelajar untuk menjadi insan akademis yang berfikir terbuka, kritis, dan inovatif, serta
berpijak pada nilai-nilai universal dan lokal yang mencerahkan.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti proses pembelajaran dalam matakuliah ini, subjek pembelajar diharapkan
dapat (1) memahami beragam makna akuntansi, berikut problematika dan implikasi atas praktik
akuntansi (2) memahami beragam fenomena dan atau praktik akuntansi dalam konteks multi
setting, multi discipline, dan multi paradigm dan (3) mengembangkan stock of knowledge
tentang akuntansi yang berwawasan multiparadigma dalam konteks multi setting, dan
1
Misalnya pandangan yang menganggap bahwa yang dapat dianggap sebagai praktik akuntansi yang benar adalah “hanya”
double entry bookeping system, atau pandangan bahwa akuntansi hanya semata dipraktikkan dalam setting organisasi bisnis saja.

1
berkelindan dengan multi discipline,, (4) menstimulasi tumbuhnya kesadaran untuk berfikir
terbuka, kritis, dan inovatif menggunakan hati dan pancaindera, (5) mendorong tumbuhnya
kesadaran untuk menjadi subjek pembelajar yang senantiasa berikhtiar untuk mendekatkan diri
pada Sang Pemilik Hakiki Ilmu Pengetahuan, Tuhan Yang Maha Esa, dalam proses
pembelajaran, (6) mendorong tumbuhnya kesadaran subjek pembelajar untuk mencintai alam
semesta, serta (7) menstimulasi subjek pembelajar untuk mengembangkan potensi diri secara
mandiri maupun dalam konteks kelompok.

RENCANA KULIAH
READING (DIUTAMAKAN
SESI TOPIK REFERENSI DISKUSI KELAS
KONTEKS INDONESIA)
1 Pengantar Materi
Perkuliahan, dan Metode
Pembelajaran
2 Akuntansi: perspektif Berbagai referensi
Multiparadigma
3 Akuntansi: problem dan Chwastiak & Young (2003)
implikasi praktiknya Chwastiak & Lehman (2008)
4 Akuntansi: Sains Alam atau Dillard (1991)
Sains Sosial? Hines (1988)
Burchell et al. (1980)
Roberts & Scapens (1985)
5 Akuntansi dan (nilai-nilai) Quattrone (2004) Alimuddin dkk.
Agama Kamla (2009)
6 Akuntansi dan Legitimasi Richardson (1987)
Institusi Richardson (n.d.)
7 Akuntansi dalam bingkai Tinker (1980) Irianto (2004, 2006)
ekonomi politik Cooper & Shearer (1984) Andrianto & Irianto
(20..)
8 UTS
9 Akuntansi, Etika, dan Shearer (2002)
Akuntabilitasi (organisasi)
10 Akuntansi dan Governance Miller & O’Leary (…)
11 Akuntansi dan NPM Akt. Sektor publik

12 Akuntansi dan Deegan (2002), Jones (2010)


Tanggungjawab Sosial 
CSR
13 Akuntansi dan Budaya Hopwood, 1989 Barzelay,
2002

14 Akuntansi dan “Realitas” – Macintosh et al. (2000)


antara homogenitas dan Lukka & Mouritsen (2002)
heterogenitas Macintosh & Baker (2002)
15 Akuntansi Konsumerism
dan Globalisasi

16 UAS

2
PENGEMBANGAN STOCK OF KNOWLEDGE DAN STOCK OF (LEARNING) EXPERIENCE

PENGEMBANGAN KELOMPOK (GROUP DEVELOPMENT)


Pengembangan kelompok dalam matakuliah ini dilakukan dengan pemberian kesempatan
kepada setiap kelompok untuk melakukan presentasi sesuai topik yang ditetapkan dalam silabi
ini. Presentasi didasarkan pada artikel jurnal yang relevan dengan topik dan dari jurnal yang
kredibel. Diskusi kelas dilakukan dengan seksama dan setiap subjek pembelajar diharapkan
berpartisipasi dan dalam diskusi dapat memotret artikel yang dibahas dalam konteks multi
setting, multi disciplne, dan multi paradigm.

PENGEMBANGAN DIRI (SELF DEVELOPMENT)


Pengembangan individu terdiri dari 4 (empat) critical review, masing-masing 2 (dua) critical
review untuk penggal semester sebelum UTS dan 2 (dua) critical review untuk penggal
semester sebelum UAS. Critical review tersebut mencakup 4 (empat) paradigm yang dibahas:
positive, interpretive, kritis, dan postmodernisme. Untuk naskah pada paradimga spiritualis dan
integralis juga bisa dipilih jika memang naskahnya dapat diperoleh.

EVALUASI PROSES DAN PROGRESS PEMBELAJARAN – TENGAH DAN AKHIR


SEMESTER
1. Evaluasi … UTS: mencari dan menemukan topik penelitian di “tempat kerja” yang paling
menarik dan dapat diteliti, dan kemudian menuliskannya dalam bentuk essay yang berisi
argumentasi mengapa topik tersebut dipilih, dan apakah yang membedakan dengan
penelitian sebelumnya. Aspek yang juga penting disampaikan adalah pada paradigma
apakah topic ini berada.

2. Evaluasi … UAS: menyusun proposal “mini” berdasar dan melanjutkan tugas UTS. Karena
ini merupakan proposal, maka tulisan sudah harus dibuat selengkap mungkin. Struktur
proposal meliputi: topik/judul, latar belakang, fokus penelitian dan rumusan masalah, tujuan
penelitian, dan metode penelitian. Jika memungkinkan dapat pula dilengkapi dengan telaah
kepustakaan.

EVALUASI

Unsur yang dinilai Points Prosentase Range Nilai Nilai


Partisipasi/Kontribusi 100 20 % >= 85% A
TST-Kelompok 75 15 % >= 75% B+
TST-Individu 125 25 % >= 69% B
UTS 100 20 % >= 65% C+
UAS 100 20 % >= 55% C
>= 50% D+
500 100 % >= 45% D
Total
<45% F
Presensi/Kehadiran Kehadiran minimal (sesuai buku pedoman) wajib dipenuhi untuk
dapat berhasil dalam matakuliah ini atau sebaliknya.

ETIKA DAN PLAGIARISME


Hindari diri dari pekerjaan plagiarism dalam penulisan makalah ini. Plagiarisme akan mendapat
sanksi sebagai berikut:

3
a. Jika mahasiswa melakukan plagiat dalam satu atau dua kalimat tanpa menyebutkan sumber
aslinya, maka yang bersangkutan dikenakan sanksi berupa pemanggilan oleh dosen untuk
diberi peringatan
b. Jika mahasiswa melakukan plagiat dalam beberapa kalimat dari makalah yang sedang
dibuatnya, maka yang bersangkutan akan dikenakan sanksi berupa pemanggilan oleh
dosen untuk mendapatkan peringatan keras, atau mungkin dikenakan sanksi untuk
mendapatkan nilai NOL atas makalah yang dibuatnya
c. Jika mahasiswa melakukan plagiat pada sebagian besar makalah yang dibuat, maka yang
bersangkutan akan mendapatkan sanksi berupa pemberian nilai D pada matakuliah yang
ditempuh
d. Jika mahasiswa melakukan plagiat pada seluruh isi makalah, maka yang bersangkutan akan
mendapatkan sanksi dengan nilai E dan nama pelaku plagiat akan diumumkan di hadapan
masyarakat kampus.

TATA- TERTIB PERKULIAHAN


a. Mahasiswa diwajibkan hadir tepat waktu dengan maksimum keterlambatan 5 menit.
Keterlambatan dosen selama 15 menit tanpa pemberitahuan berarti kelas dinyatakan kosong
b. Mahasiswa harus berpakaian rapi, tidak merokok di kelas, tidak berbicara dengan
rekannya di kelas, tidak keluar masuk kelas, dan tidak mengganggu jalannya perkuliahan
c. Mahasiswa tidak diperkenankan menyalakan handphone di dalam kelas
d. Mahasiswa mempunyai hak untuk mengikuti ujian akhir semester, jika:
 Mengikuti kuliah minimal 75%
 Mengumpulkan tugas

JAM KONSULTASI

Jam konsultasi sesuai kesepakatan antara dosen dengan mahasiswa.

Referensi

1. Abeysekera, I. (n.d.). International Harmonisation of Accounting Imperialism- An Australian


Perspective (pp. 1–41). University of Victoria, Footscray Park Campus.

2. Barzelay, M. (2002). Origins of the new public management: an international view from
public administration/political science

3. rchel, S., Clubb, C., Hopwood, A., Hughes, J., and Nahapiet, J. (1980), The Roles of
Accounting in Organisations and Society, Accounting, Organisations, and Society, Vol. 5,
No. 1, pp. 5-27.

4. Chua, W. F. (1986). Radical Developments in Accounting Thought. The Accounting


Review, 61(4), 601–632.

4
5. Chwastiak, M. and Lehman, G. (2008), Accounting for War, Accounting Forum, Vol. 32,
pp. 313-326.

6. Chwastiak, M. and Young, J.Y. (2003), Silences in Annual Reports, Critical Perspectives
on Accounting, Vol. 14, pp. 533-552.

7. Dillard, J. F. (1991). Accounting as a Critical Social Science. Accounting, Auditing and


Accountability Journal, Vol. 4, pp. 18-28.

8. Estes, R. (1996). Tyranny of the Bottom Line: Why Corporations make Good People do
Bad Things. Diterjemahkan oleh …

9. Hopwood, A. G. (1989). Accounting and Organisation Change. Accounting, Auditing &


Accountability Journal, 3(1), 1–17.

10. Jeffries, V. (1999). The Integral Paradigm: The truth of Faith and the Social Sciences. The
American Sociologist, (Winter), 36–55.

11. Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1998). The Nature of Man. Journal of Applied
Corporate Finance, 7(2), 4–19.

12. Kamla, P. (2004), Critical Insights into Contemporary Islamic Accounting, Critical
Perspectives on Accounting, Vol. 20, pp. 921-932.

13. Lukka, K. and Mouritsen, J. (2002), Homogeneity or Heterogeneity of Research in


Management Accounting?, The European Accounting Review, Vol. 11, No. 4, pp. 805-811.

14. Macintosh, N., Shearer, T., Thornton, D., and Welker, M. (2000), Accounting as
Simulacrum and Hyperreality: Perspectives on Income and Capital, Accounting,
Organisations, and Society, Vol. 25, No. 1, pp. 13-50.

15. Merino, B. D., Mayper, A. G., & Tolleson, T. G. (1989). Neo Liberalism and Corporate
Hegemony: A Framework of Analysis for Financial Reorting Forms in the United States.

16. Morgan, G. (1988). Accounting as Reality Construction: Towards a New Epistemology for
Accounting Practice. Accounting, Organizations and Society, 13(5), 477–485.

17. Mulawarman, A. D. (2012). Akuntansi Syariah di Pusara Kegilaan “IFRS-IPSAS”


Neoliberal: Kritik atas IAS 41 dan IPSAS 27 mengenai Pertanian. In The 6th Hasanuddin
Days (pp. 1–24).

18. Mulawarman, A. D., & Kamayanti, A. (2013). Islamic Accounting Anthropology: an


Alternative to Solve Modernity Problems. Forthcoming. Malang.

19. Quattrone, P. (2004), Accounting for God: Accounting and Accountability Practices in the
society of Jesus (Italy, XVI-XVII Centuries), Accounting, Organisations, and Society, Vol.
29, No. 7, pp. 647-683.

20. Richardson, A.J. (1987), Accounting as Legitimating Institution, Accounting,


Organisations, and Society, Vol. 12, No. 4, pp. 341-355.

5
21. Richardson, A.J. (1985), Symbolic and Substantive Legitimation in Professional Practice,
Canadian Journal of Sociology, Vol. 10, No. 2, pp. 139-150.

22. Riduwan, A., Triyuwono, I., Irianto, G., & Ludigdo, U. (2010). Semiotika Laba Akuntansi:
Studi Kritikal-Postmodernis Derridean. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 7(1),
38–60.

23. Roberts, J., and Scapens, R. (1985), Understanding Accounting Practices in Their
Organisational Contexts, Accounting, Organisations, and Society, Vol. 10, No. 4, pp. 443-
456.

24. Roslender, R., & Dillard, J. P. (2003). Reflections on The Interdisciplinary Perspectives on
Accounting Project. Critical Perspectives on Accounting, 14, 325–351.
doi:10.1016/cpac.2002.0526

25. Shearer, T. (2002), Ethics and Accountability: From the For-Itself to the For-the-Other,
Accounting, Organisations, and Society, Vol. 27, No. 6, pp. 541-573.

26. Tinker, A. M. (1980). Towards a Political Economy of Accounting: An Empirical Illustrations


of The Cambridge Controversies. Accounting, Organizations and Society, 5(1), 147–160.

27. Watts, R. L., & Zimmerman, J. L. (1990). Positive Accounting Theory : A Ten Year
Perspective. The Accounting Review, 65(1), 131–156.

28. Weber, M. (1930). The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism. London: Routledge.

29. Berg, Bruce L. 2004. Qualitative Research Methods for Social Sciences. (5th ed.). Boston:
Pearson.

30. Blumer, Herbert. 1969. Symbolic Interactionism: Perspective and Method. Englewood
Cliffs, N. J.: Prentice-Hall, Inc.

31. Burrell, Gibson and Gareth Morgan. 1979. Sociological Paradigms and Organisational
Analysis: Elements of the Sociology of Corporate Life. London: Heinemann.

32. Chua, WF. 1986. Radical Development in Accounting Thoughts. Accounting Review.

33. Kuhn, Thomas. S. 1993. Peran Paradigma dalam Revolusi Sains. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya

34. Moleong, Lexy J. 1996. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya

35. Muhadjir, Noeng. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jogjakarta: Penerbit Rake
Sarasin.

36. Neuman, W. Lawrence. 2000. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative
Approaches. 4th ed. Boston: Allyn and Bacon.

37. Rosenau, Pauline Marie. 1992. Postmodernism and the Social Sciences. Princeton:
Princeto University Press.

6
38. Roslender, Robin. 1992. Sociological Perspective on Modern Accountancy. London:
Routledge.

39. Sarantakos, S. 1995. Social Researh. Melbourne: Macmillan Education Australia Pty. Ltd.

40. Sekaran, Uma. 1992. Research methods for Business: A Skill Building Approach. New
York: John Wiley & Sons, Inc.

41. Spradley, James. 1997. Metode Etnografi. Yogyakarta: PT Tiara Wacana.

42. Novianti, N dan Z. Baridwan. 2010. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Minat


Pemanfaatan Sistem Informasi dengan Gender sebagai variabel Pemoderasi. Jurnal
Akuntansi Multiparadigma, Vol 1 No 3. pp 393-408

43. Lehman. The Effect of experince: Experimental investigation.

44. Purnamasari, D dan I. Triyuwono. 2010. Tafsir Hermeneutika Intensionalisme atas “Laba”
Yayasan Pendidikan. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, Vol 1 No 3. pp 479-502

45. Fikri et al., 2010. Studi Fenomenologi Akuntabilitas NGO. Jurnal Akuntansi
Multiparadigma, Vol 1 No 3. pp 409-420

46. Sokarina, A. 2011. Tafsir kritis privatisasi Berdasarkan Hermeneutika Gadamerian: Kasus
Privatisasi PT. Telkom dan PT. Indosat. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, Vol 2 No 2. pp
217-238

47. Sriwinarti, NK dan I. Triyuwono. 2010. Pemilihan Paradigma Penelitian Akuntansi: Analisis
berdasarkan Pewarigaan dan Kecerdasan Manusia. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, Vol
1 No 1. pp 1-20

48. Triyuwono, I. 2011. Mengangkat sing Liyan untuk Formulasi Nilai Tambah Syariah. Jurnal
Akuntansi Multiparadigma, Vol 2 No 2. pp 186-200

49. Mulawarman, AD dan U. Ludigdo. 2010. Metamorfosis Kesadaran Etis Mahasiswa


Akuntansi. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, Vol 1 No 3. pp 186-200

50. Artikel pada jurnal-jurnal akuntansi: Jurnal Akuntansi Multiparadigma (JAMAL), Critical
Perspectives on Accounting (CPA), The Accounting Review (TAR), Accounting,
Organisations, & Society (AOS), Accounting, Auditing, & Accountability Journal (AAAJ),
Journal of Accounting and Public Policy (JAP), dll.