Anda di halaman 1dari 15

HALAMAN JUDUL

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR

(TUBERCOLOSIS)

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK 3 (PRO)

RUSNIYANTI J1A118006
LA ODE REZAMRIN J1A118122
MUH. TAUFIK HIDAYAT MS J1A118156
NURHALISA J1A118267
IAN ADI GUNAWAN J1A118306

KESEHATAN LINGKUNGAN

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah melimpahkan rahmat, taufik, hidayah serta inayahnya sehingga kami dapat
menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Epidemiologi Penyakit
Menular (TUBEROLOSIS) ” dengan baik tanpa suatu halangan apapun.

Sholawat serta salam tak lupa kami haturkan kepada junjungan Nabi
Muhammad SAW, yang mana telah membawa umatnya dari zaman kegelapan
menuju zaman yang terang benderang seperti saat ini.

Dengan mencurahkan segala usaha kemampuan kami, makalah ini dapat


terselesaikan dengan adanya masukan dan bantuan dari berbagai pihak. Akhirnya,
kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, kami berharap kepada seluruh pembaca untuk memberikan saran dan
kritik, demi menyempurnakan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat.

Kendari, Maret 2020

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................i
KATA PENGANTAR.............................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR..............................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................3
A. LATAR BELAKANG..................................................................................3
B. RUMUSAN MASALAH..............................................................................3
C. TUJUAN.......................................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................3
A. PENGERTIAN PENYAKIT TUBERCOLOSIS..........................................3
B. FREKUENSI DARI PENYAKIT TUBERCOLOSIS..................................3
C. DISTRIBUSI DARI PENYAKIT TUBERCOLOSIS..................................3
D. FAKTOR DETERMINAN DARI PENYAKIT TUBERCOLOSIS.............3
BAB III PENUTUP.................................................................................................3
A. KESIMPULAN.............................................................................................3
B. SARAN.........................................................................................................3
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................3

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Angka Kejadian Kasus TB di Indonesia...........................................................3


Gambar 2. Peta Penyebaran Penyakit TB di Indonesia......................................................3
Gambar 3. Mycobacterium Turbecolosis...........................................................................3

iv
BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Secara global kasus baru tuberkulosis sebesar 6,4 juta, setara
dengan 64% dari insiden tuberkulosis (10,0 juta). Tuberkulosis tetap
menjadi 10 penyebab kematian tertinggi di dunia dan kematian
tuberkulosis secara global diperkirakan 1,3 juta pasien .Indonesia
merupakan salah satu negara yang mempunyai beban tuberkulosis yang
terbesar diantara 8 negara yaitu India (27%), China (9%), Indonesia (8%),
Philippina (6%), Pakistan (5%), Nigeria (4%), Bangladesh (4%) dan
Afrika Selatan (3%). Masih terdapat tantangan yang perlu menjadi
perhatian yaitu meningkatnya kasus TB-MDR, TB-HIV, TB dengan DM,
TB pada anak dan masyarakat rentan lainnya. Hal ini mendorong
pengendalian tuberkulosis nasional terus melakukan intensifikasi,
akselerasi, ekstensifikasi dan inovasi program.(Kemenkes, 2018)

Angka insiden tuberkulosis Indonesia pada tahun 2017 sebesar 319


per 100.000 penduduk dan angka kematian penderita tuberkulosis 40 per
100.000 penduduk. Target prevalensi tuberkulosis tahun 2017 dalam
RPJMN sebesar 262 per 100.000 penduduk dengan capaian sebesar 254
per 100.000 penduduk dan pada tahun 2018 target sebesar 254 per 100.000
penduduk dengan capaian sebesar 250 per 100.000 penduduk. Jumlah
kasus tuberkulosis pada tahun 2018 ditemukan sebanyak 566.623 kasus,
meningkat bila dibandingkan semua kasus tuberkulosis yang ditemukan
pada tahun 2017 yang sebesar 446.732 kasus. (Kemenkes, 2018)

Jumlah kasus tertinggi yang dilaporkan terdapat di provinsi dengan


jumlah penduduk yang besar yaitu Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa
Tengah. Kasus tuberkulosis di tiga provinsi tersebut sebesar 44% dari
jumlah seluruh kasus tuberkulosis di Indonesia. Jumlah kasus tuberkulosis
pada laki-laki lebih tinggi daripada perempuan yaitu 1,3 kali dibandingkan
pada perempuan. Pada masing-masing provinsi di seluruh Indonesia kasus
lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan. (Kemenkes,
2018)

Pada tahun 2018 dikota kendari ditemukan jumlah kasus


tuberkulosis sebanyak 697 kasus, menurun bila dibandingkan semua kasus
tuberkulosis yang ditemukan pada tahun 2017 yang sebesar 545 kasus.
Jumlah kasus tertinggi yang dilaporkan terdapat di Puskesmas Kemaraya,
Puskesmas Puuwatu dan Puskesmas Poasia. Kasus tuberkulosis di tiga
puskesmas tersebut sebesar 40% dari jumlah seluruh kasus baru di Kota
Kendari. (Kemenkes RI, 2018)

1
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian Penyakit Tubercolosis?
2. Bagaimana frekuensi dari penyakit Tuberculosis?
3. Bagaimana distribusi dari penyakit Tuberculosis?
4. Bagaimana faktor determinan dari penyakit Tuberculosis?
5. Bagaimana mekanisme penularan penyakit Tuberculosis?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian Penyakit Tubercolosis.
2. Untuk mengetahui frekuensi dari penyakit Tuberculosis.
3. Untuk mengetahui distribusi dari penyakit Tuberculosis.
4. Untuk mengetahui faktor determinan dari penyakit Tuberculosis.
5. Untuk mengetahui mekanisme penularan penyakit Tuberculosis.

2
BAB II PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PENYAKIT TUBERCOLOSIS

Tuberkulosis (TBC) masih merupakan masalah kesehatan


masyarakat yang menjadi tantangan global. Tuberkulosis adalah suatu
penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium
tuberculosis. Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada
tanggal 24 Maret 1882. Gejala-gejala penderita TB diantaranya batuk-
bayuk, sakit dada, nafas pendek, hilang nafsu makan, berat badan turun,
demam,kedinginan dan kelelahan. (Muchtar, Herman, & Yulistini, 2018)

Penyakit yang timbul karena faktor lingkungan salah satunya


adalah penyakit tuberkulosis (TB). Tuberkulosis (TB) adalah suatu
penyakit infeksi paling sering menyerang jaringan paru, disebabkan oleh
Mycobacterium tuberculosis. (Muchtar et al., 2018)

TBC menyebar lebih cepat di negara-negara berkembang. Hal ini


disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat, semakin meningkatnya gizi
buruk di sebagian negara berkembang serta munculnya epidemik
HIV/AIDS di dunia. Lebih cepatnya penyebaran TBC juga mengakibatkan
cukup tingginya jumlah individu latenly-infected (individuindividu
pengidap penyakit tetapi belum menularkan penyakit) dan jumlah individu
actively-infected (individu - individu pengidap penyakit dan dapat
menularkan penyakit). Hal ini membuat negara-negara berkembang
mengadakan strategi pemberantasan yakni dengan pemberian vaksin
pencegah anti TBC untuk individu susceptible. (Leonardo, Young, &
Hansun, 2019)

Penyakit tuberkulosis (TB) paru ini dapat menyerang semua usia


dengan kondisi klinis yang berbeda-beda atau tanpa dengan gejala sama
sekali hingga manifestasi berat. Tuberkulosis (TB) adalah penyakit
menular yang masih menjadi perhatian dunia. Sampai sekarang ini belum
ada satu negara pun di dunia yang bebas dari tuberkulosis (TB).
(Kemenkes, 2018)

3
B. FREKUENSI DARI PENYAKIT TUBERCOLOSIS

TBC menyebar lebih cepat di negara-negara berkembang. Hal ini


disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat, semakin meningkatnya gizi
buruk di sebagian negara berkembang serta munculnya epidemik
HIV/AIDS di dunia. Di negara maju dapat dikatakan penyakit TBC dapat
dikendalikan, namun adanya peningkatan kasus penyakit HIV merupakan
ancaman yang sangat potensial dalam pengkatan kasus penyakit TBC
baru.(Muchtar et al., 2018)

Pada tahun 2018 kasus tuberkulosis terbanyak ditemukan pada


kelompok umur 45-54 tahun yaitu sebesar 14,2% diikuti kelompok umur
25-34 tahun sebesar 13,8% dan pada kelompok umur 35-44 tahun sebesar
13,4%. Pada tahun 2018 dilakukan penyisiran kasus di rumah sakit
(Mopping Up) untuk mengurangi under reporting kasus tuberkulosis
khususnya di rumah sakit. Pada data hasil penyisiran di rumah sakit
terdapat pengelompokan umur yang tidak diketahui (NA) yang
mengakibatkan terjadinya pergeseran proporsi kasus tuberkulosis
berdasarkan kelompok umur dari tahun 2014-2017 dengan tahun 2018.
(Kemenkes, 2018)

Secara global kasus baru tuberkulosis sebesar 6,4 juta, setara


dengan 64% dari insiden tuberkulosis (10,0 juta). Tuberkulosis tetap
menjadi 10 penyebab kematian tertinggi di dunia dan kematian
tuberkulosis secara global diperkirakan 1,3 juta pasien. (Kemenkes, 2018)

Angka insiden tuberkulosis Indonesia pada tahun 2017 sebesar 319


per 100.000 penduduk dan angka kematian penderita tuberkulosis 40 per
100.000 penduduk. Target prevalensi tuberkulosis tahun 2017 dalam
RPJMN sebesar 262 per 100.000 penduduk dengan capaian sebesar 254
per 100.000 penduduk dan pada tahun 2018 target sebesar 254 per 100.000
penduduk dengan capaian sebesar 250 per 100.000 penduduk. Jumlah
kasus tuberkulosis pada tahun 2018 ditemukan sebanyak 566.623 kasus,
meningkat bila dibandingkan semua kasus tuberkulosis yang ditemukan
pada tahun 2017 yang sebesar 446.732 kasus.(Kemenkes, 2018)

4
Sumber : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (TB Indonesia)

Gambar 1. Angka Kejadian Kasus TB di Indonesia

Sumber : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (TB Indonesia)

Gambar 2. Peta Penyebaran Penyakit TB di Indonesia

5
C. DISTRIBUSI DARI PENYAKIT TUBERCOLOSIS

1. Distribusi Tempat

Berdasarkan hasil riskesdas 2018 distribusi penyakit TB


diIndonesia dengan presentasi mencapai 40% pada tahun 2018.
Dengan kasus tertinggi terdapat di provinsi banten dengan presentasi
80% pada tahun 2018 dan terendah di provinsi riau dengan presentasi
20% pada tahun 2018.(Riskesdas, 2018)

Di kota kendari sendiri pada tahun 2018 kasus tuberkulosis


terbanyak di Puskesmas Kemaraya sebesar 104 kasus sedangkan yang
terendah terdapat pada Puskesmas jati Raya yaitu sebesar 5 kasus.
(Kemenkes RI, 2018)

2. Distribusi Orang

Jumlah kasus tuberkulosis pada laki-laki lebih tinggi daripada


perempuan yaitu 1,3 kali dibandingkan pada perempuan. Pada masing-
masing provinsi di seluruh Indonesia kasus lebih banyak terjadi pada
laki-laki dibandingkan perempuan. Menurut hasil riskesdas 2018
distribusi orang berdasarkan jenis kelamin laki laki lebih rentan
terkena penyakit TB dibandingkan perempuan dengan prenstase laki
laki 72,56% dan perempuan 27,43%.(Riskesdas, 2018)

Pada tahun 2018 kasus tuberkulosis terbanyak ditemukan pada


kelompok umur 45-54 tahun yaitu sebesar 14,2% diikuti kelompok
umur 25-34 tahun sebesar 13,8% dan pada kelompok umur 35-44
tahun sebesar 13,4%. (Kemenkes, 2018)

Di Kota Kendari sendiri menurut jenis kelamin, jumlah kasus


pada laki-laki lebih tinggi daripada perempuan yaitu 1,4 kali
dibandingkan pada perempuan. Pada masing-masing puskesmas di
Kota Kendari kasus lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan
perempuan. (Kemenkes RI, 2018)

3. Distribusi Waktu

Masa inkubasi penyakit TB biasanya berlangsung dalam waktu


4-8 minggu dengan rentang waktu antara 2-12 minggu. Dalam masa
inkubasi tersebut, kuman tumbuh hingga mencapai jumlah 103-104.
(Suharyo, 2013)

6
D. FAKTOR DETERMINAN DARI PENYAKIT TUBERCOLOSIS

Di tinjau dari faktor determinan dari penyakit Tubercolosis terdiri


atas 3 bagian yaitu Host (Penjamu), Agent dan Environment(Lingkungan).

A. Host
Semua faktor yang terdapat pada manusia yang dapat
mempengaruhi timbulnya suatu perjalanan penyakit. Host erat
hubungannya dengan manusia sebagai makhluk biologis dan manusia
makhluk sosial sehingga manusia dalam hidupnya mempunyai dua
keadaan dalam timbulnya suatu penyakit yaitu manusia kemungkinan
terpajan dan kemungkinan rentan/resisten. Untuk faktor yang
mempengaruhi penyakit Tubercolosis dari sisi Host yaitu lansia dan
anak-anak, perokok, pengguna NAPZA dan lain-lain. (Suharyo, 2013)

B. Agent
Agen penyakit dapat berupa benda hidup atau mati dan faktor
mekanis. Proses Perjalanan suatu penyakit bermula dari adanya
gangguan keseimbangan antara agen penyakit, host dan lingkungan,
sehingga menimbulkan gejala penyakit. Agen penyakit merupakan
faktor awal proses terjadinya penyakit, sehingga faktor agen penyakit
ini merupakan hal yang sangat penting untuk dipelajari, agar setiap
organisme dapat melakukan pencegahan lebih awal terhadap
timbulnya suatu penyakit. Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular
yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. (Suharyo,
2013)

Gambar 3. Mycobacterium Turbecolosis

C. Environtment (Lingkungan)
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang
mencakup keadaan sumber daya alam,seperti tanah, air, energi
surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh dan hidup di atas

7
tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi
ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana langkah yang harus
dilakukukan untuk menggunakan lingkungan fisik tersebut. Orang
yang tinggal di lingkungan permukiman padat dan kumuh akan
lebih beresiko untuk terkena penyakit Tubercolosis. (Suharyo,
2013)

8
BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN

Tuberkulosis (TBC) masih merupakan masalah kesehatan


masyarakat yang menjadi tantangan global. Tuberkulosis adalah suatu
penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium
tuberculosis. Penyakit yang timbul karena faktor lingkungan salah satunya
adalah penyakit tuberkulosis (TB). Tuberkulosis (TB) adalah suatu
penyakit infeksi paling sering menyerang jaringan paru, disebabkan oleh
Mycobacterium tuberculosis.
Pada tahun 2018 kasus tuberkulosis terbanyak ditemukan pada
kelompok umur 45-54 tahun yaitu sebesar 14,2% diikuti kelompok umur
25-34 tahun sebesar 13,8% dan pada kelompok umur 35-44 tahun sebesar
13,4%. Pada tahun 2018 dilakukan penyisiran kasus di rumah sakit
(Mopping Up) untuk mengurangi under reporting kasus tuberkulosis
khususnya di rumah sakit. Pada data hasil penyisiran di rumah sakit
terdapat pengelompokan umur yang tidak diketahui (NA) yang
mengakibatkan terjadinya pergeseran proporsi kasus tuberkulosis
berdasarkan kelompok umur dari tahun 2014-2017 dengan tahun 2018.
Berdasarkan hasil riskesdas 2018 distribusi penyakit TB
diIndonesia dengan presentasi mencapai 40% pada tahun 2018. Dengan
kasus tertinggi terdapat di provinsi banten dengan presentasi 80% pada
tahun 2018 dan terendah di provinsi riau dengan presentasi 20% pada
tahun 2018, Menurut hasil riskesdas 2018 distribusi orang berdasarkan
jenis kelamin laki laki lebih rentan terkena penyakit TB dibandingkan
perempuan dengan prenstase laki laki 72,56% dan perempuan 27,43% dan
Masa inkubasi TB biasanya berlangsung dalam waktu 4-8 minggu dengan
rentang waktu antara 2-12 minggu. Dalam masa inkubasi tersebut, kuman
tumbuh hingga mencapai jumlah 103-104.
Untuk faktor yang mempengaruhi penyakit Tubercolosis dari sisi
Host yaitu lansia dan anak-anak, perokok, pengguna NAPZA dan lain-lain
dan Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh
kuman Mycobacterium tuberculosis serta Orang yang tinggal di
lingkungan permukiman padat dan kumuh akan lebih beresiko untuk
terkena penyakit Tubercolosis.

9
B. SARAN
Penyakit Turbecolosis merupakan salah satu penyakit yang
menjadi perhatian prioritas oleh Kementrian Kesehatan Republik
Indonesia agar kasus penyakit tersebut dapat berkurang dari tahun ke
tahun dengan melakukan segala program pencegahan dan penanggulangan
penyakit Tubercolosis agar agar insidensi kasus tersebut dapat menurun.

10
DAFTAR PUSTAKA

Kemenkes. (2018). Profil Kesehatan Indonesia 2018. (H. boga & iswanti tanti Kurniawan
Rudi, Yudianto, Ed.). Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2018). PROFIL KESEHATAN KOTA KENDARI TAHUN 2018. (T. Arpan, Ed.).
Kendari: DINAS KESEHATAN KOTA KENDARI.

Leonardo, J., Young, J. C., & Hansun, S. (2019). Early detection of pulmonary tuberculosis
disease with fuzzy AHP expert system. Compusoft, 8(10), 3444–3447.

Muchtar, N. H., Herman, D., & Yulistini, Y. (2018). Gambaran Faktor Risiko Timbulnya
Tuberkulosis Paru pada Pasien yang Berkunjung ke Unit DOTS RSUP Dr. M. Djamil
Padang Tahun 2015. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(1), 80.
https://doi.org/10.25077/jka.v7.i1.p80-87.2018

Riskesdas. (2018). HASIL UTAMA RISKESDAS 2018, Kementerian Kesehatan. Riset


Kesehatan Dasar.

Suharyo. (2013). Determinasi Penyakit Tuberkulosis Di Daerah Pedesaan. KESMAS -


Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 85–91.
https://doi.org/10.15294/kemas.v9i1.2834

11