Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH PRAKTIKUM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

PEMELIHARAAN SDM

KELOMPOK 8

Disusun oleh :

1. Bagus Sukron Sujiwo B11.2018.05042


2. Rintani Dini Fernanda B11.2018.05048
3. Dessy Yulianti B11.2018.05061
4. Karomatul Fitriah B11.2018.05072

Kelas : B11.4.15(Kamis 07.00-09.30)

UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
2020
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini untuk mata
kuliah Praktikum MSDM tepat pada waktunya Makalah ini mempunyai tujuan untuk menambah
pengetahuan mahasiswa dan masyarakat tentang Pemeliharaan SDM.

Dalam kesempatan ini kami ucapkan terima kasih kepada dosen pengampu yang telah
memberikan kesempatan dalam memberikan wawasan tentang Pemeliharaan SDM.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari berbagai sumber agar kami dapat memperbaiki makalah
ilmiah ini. Semoga dengan makalah yangkami buat ini dapat menambah pengetahuan dan
pemahaman kita.

Semarang, 7 Maret 2020

Penulis
Daftar Isi

KATA PENGANTAR.......................................................................................................................................2
Daftar Isi......................................................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................................................3
A. Latar Belakang.................................................................................................................................3
B. Rumusan Masalah...........................................................................................................................4
C. Tujuan..............................................................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................................................5
A. Pentingnya Pemeliharaan SDM.......................................................................................................5
B. Tujuan dan manfaat pemeliharaan SDM.........................................................................................6
C. Bentuk Program Pemeliharaan SDM...............................................................................................8
D. Program Kesejahteraan.................................................................................................................10
E. Keselamatan dan Kesehatan Kerja.................................................................................................10
F. Metode Pemeliharan.....................................................................................................................11
G. Kegiatan Pemeliharaan Kerja.........................................................................................................12
H. Bentuk pemeliharan yang cocok untuk perusahaan Assan Motor.................................................13
I. Mengatasi culture shock di perusahaan Assan Motor...................................................................14
BAB III PENUTUP.......................................................................................................................................16
A. Kesimpulan....................................................................................................................................16
B. Saran..............................................................................................................................................16
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Persaingan industri yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk
mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki dalam menghasilkan produk
berkualitas tinggi agar mampu bertahan dalam persaingan dengan perusahaan lain.
Kualitas produk yang dihasilkan tidak terlepas dari peranan sumber daya manusia yang
dimiliki perusahaan. Faktor-faktor produksi dalam perusahaan seperti modal, mesin dan
material dapat bermanfaat apabila telah diolah oleh sumber daya manusia. Sumber daya
manusia sebagai tenaga kerja tidak terlepas dari masalah-masalah yang berkaitan dengan
keselamatan kesehatannya sewaktu bekerja. Hal ini berkaitan dengan perlindungan
tenaga kerja dari bahaya dan penyakit akibat kerja maupun lingkungan kerja.
Karyawan merupakan salah satu faktor produksi yang terpenting dalam suatu
perusahaan, tanpa mereka betapa sulitnya perusahaan dalam mencapai tujuan, merekalah
yang menentukan maju mundurnya suatu perusahaan. Dengan memiliki tenaga-tenaga
kerja yang terampil dengan motivasi tinggi perusahaan telah mempunyai asset yang
sangat mahal, yang sulit dinilai dengan uang. Proses pendirian suatu perusahaan baik itu
yang bergerak dalam bidang Industri maupun jasa selalu dilandasi keinginan untuk
mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Setiap perusahaan tentu selalu memiliki tujuan
yang ingin dicapainya,. Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai setiap perusahaan
sebenarnya sama yaitu mereka ingin mencapai laba yang optimal dalam jangka panjang
sehingga kelangsungan hidup dari perusahaan tersebut dapat terjamin.
Salah satu faktor yang ikut menentukan tercapainya tujuan perusahaan adalah
sumber daya manusia. Seperti yang telah kita bicarakan pada paragraf di atas bahwasanya
sumber daya manusia merupakan salah satu faktor produksi yang harus diperhatikan
dalam suatu perusahaan karena merekalah kunci utama kesuksesan perusahaan di masa
sekarang dan mendatang. Karena hal tersebutlah kita perlu mengadakan pemeliharaan
yang baik terhadap karyawan.
Pemeliharaan (maintenance) karyawan harus mendapat perhatian yang sungguh –
sungguh dari manajer. Karena jika pemeliharaan karyawan ini kurang mendapat
perhatian, akibatnya semangat kerja, sikap dan loyalitas karyawan menurun. Absensi dan
turn over meningkat, disiplin akan menurun, sehingga pengadaan, pengembangan,
kompensasi dan pengintegrasian yang telah dilakukan dengan baik dan biaya yang besar
kurang berarti untuk menunjang tujuan perusahaan. Supaya karyawan bersemangat kerja,
berdisiplin tinggi, dan bersikap loyal dalam menunjang tujuan perusahaan maka fungsi
pemeliharaan ini mutlak mendapat perhatian manajer. Tidak mungkin karyawan
bersemangat kerja dan berkonsentrasi penuh terhadap pekerjaannya, jika kesejahteraan
mereka tidak diperhatikan dengan baik.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana arti penting pemeliharaan bagi SDM?
2. Apakah tujuan dan manfaat pemeliharaan SDM ?
3. Bagaimana bentuk program pemeliharaan SDM?
4. Bentuk pemeliharan apa yang cocok untuk perusahaan Assan Motor?
5. Bagaimana mengatasi culture shock di perusahaan Assan Motor?

C. Tujuan
1. Supaya kita tahu akan pentingnya pemeliharaan SDM.
2. Agar mengetauhi tujuan dan manfaat pemeliharaan SDM.
3. Agar kita mengerti apa itu pemeliharaan.
4. Agar mengetauhi bentuk pemeliharan yang cocok untuk perusahaan Assan Motor.
5. Agarmengetauhi cara mengatasi culture shock di perusahaan Assan Motor.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pentingnya Pemeliharaan SDM


Manusia merupakan unsur paling penting dalam proses-proses organisasi ataupun
proses kerja. Dalam hal ini manusialah yang dapat menentukan maju mundurnya sebuah
organisasi, dan pada intinya manusialah yang menjadi sumber daya yang perlu terus
dipelihara. Pemeliharaan ataupun perawatan SDM merupakan salah satu tindakan penting
untuk terus menghasilkan kualitas manusia yang unggul serta memiliki dedikasi tinggi.
Pemeliharaan (maintenance) adalah kegiatan untuk memelihara, mempertahankan
atau meningkatkan kondisi fisik, mental, sikap karyawan dan loyalitas karyawan, agar
mereka bekerja sama sampai pensiun dan bekerja produktif untuk menunjang tercapainya
tujuan perusahaan.
Pengertian pemeliharaan (maintenance) menurut  para ahli yakni
1. Hasibuan
“usaha mempertahankan dan atau meningkatkan kondisi fisik, mental, dan sikap
karyawan, agar mereka tetap loyal dan bekerja produktif untuk menunjang
tercapainya tujuan perusahaan”. Pemeliharaan yang baik dilakukan dengan
program kesejahteraan yang berdasarkan kebutuhan sebagian besar karyawan
serta berpedoman kepada internal dan eksternal konsistensi.
2. Edwin B. Flippo
“The maintenance function of personnel is concerned primarily with preserving
the physical, mental and emotional condition of employees” The maintenance
function of personnel is concerned primarily eith preserving the physical, mental,
and emotional condition of employees. Fungsi pemeliharaan menyangkut
perlindungan kondisi fisik, mental, dan emosi karyawan. (MSDM, Hasibuan:179).

Pemeliharaan adalah usaha mempertahankan dan atau meningkatkan kondisi fisik,


mental, dan sikap karyawan agar mereka tetap loyal dan bekerja produktif untuk
menunujang tercapainya tujuan  perusahaan. Berdasarkan pengertian di atas, kami
menyimpulkan bahwa Pemeliharaan adalah:suatu kegiatan yang dilakukan perusahaan
untuk menjaga karyawannya dan mempertahankan kondisi fisik dan jiwa tenaga kerjanya
dalam melakukan pekerjaannya. Pemeliharaan SDM disini dimaksudkan sebagai suatu
kegiatan manajemen untuk mempertahankan stamina SDM dalam melakukan
pekerjaannya dalam perusahaan.
Untuk memelihara stamina tenaga kerja maka perlu dilakukan usaha perlindungan
fisik, jiwa dan raga para karyawan dari berbagai ancaman yang merugikan. Upaya
pemeliharaan ini  perlu dilakukan terus menerus karena SDM yang kurang mendapat
perhatian dan pemeliharaan dari perusahaan akan menimbulkan masalah, semangat kerja
dan prestasi karyawan akan merosot, loyalitas karyawan menurun. Jika hal ini terjadi
maka akan berakibat pada tingginya tingkat kemangkiran (bolos) karyawan. Oleh karena
itulah, suatu perusahaan yang ingin berkembang harus melakukan kegiatan pemeliharaan
terhadap SDM yang bekerja diperusahaan. Karena pemeliharaan karyawan erat
hubungannya dengan tingkat produktivitas karyawan terhadap suatu  perusahaan.

B. Tujuan dan manfaat pemeliharaan SDM


a. Tujuan Pemeliharaan SDM
Berikut ini adalah beberapa tujuan pemeliharaan sumber daya manusia pada
perusahaan.
1. Untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
2. Meningkatkan disiplin dan menurunkan absensi karyawan.
3. Meningkatkan loyalitas dan menurunkan turn-over karyawan.
4. Memberikan ketenangan, keamanan, dan kesehatan karyawan.
5. Meningkatkan kesejahteraan karyawan dan keluarganya.
6. Memperbaiki kondisi fisik, mental, dan sikap karyawan.
7. Mengurangi konflik serta menciptakan suasana yang harmonis.
8. Mengefektifkan pengadaan karyawan.
b. Manfaat Pemeliharaan Sumber Daya Manusia

                                                  
1. Asas manfaat dan efisiensi
Pemeliharaan yang dilakukan harus efisien dan memberikan manfaat
yang optimal bagi perusahaan dan karyawan. Pemeliharaan ini hendaknya
meningkatkan prestasi kerja, keamanan, kesehatan dan loyalitas karyawan
dalam mencapai tujuan. Asas ini harus di program dengan baik supaya tidak sia
– sia.

2. Asas kebutuhan dan kepuasan


Pemenuhan kebutuhan dan kepuasan harus menjadi dasar program
pemeliharaan karyawan baik, sehingga mereka mau bekerja secara efektif dan
efisien menunjang tercapainya tujuan perusahaan.

3. Asas keadilan dan kelayakan


Keadilan dan kelayakan hendaknya dijadikan asas program pemeliharaan
karyawan. Karena keadilan dan kelayakan akan menciptakan ketenangan dan
konsentrasi karyawan terhadap tugas – tugasnya, sehingga disiplin, kerja sama,
dan semangat kerjanya meningkat. Dengan asas diharapkan tujuan pemberian
pemeliharaan akan tercapai

4. Asas peraturan legal


Peraturan – peraturan legal yang bersumber dari undang – undang,
kepres, dan keputusan mentri harus dijadikan asas program pemeliharaan
karyawan. Hal ini penting untuk menghindari konvlik dan interfensi serikat
buruh dan pemerintah.

5. Asas kemampuan perusahaan


Kemampuan perusahaan menjadi pedoman dan asas program
pemeliharaan kesejahteraan karyawan.Jangan sampai terjadi pelaksanaan
pemeliharaan karyawan yang mengakibatkan hancurnya perusahaan.
C. Bentuk Program Pemeliharaan SDM

a. Metode-Metode Pemeliharaan Sumber Daya Manusia


Pemilihan metode yang tepat bertujuan agar pelaksanaannya efektif dalam
mendukung tercapainya tujuan organisasi suatu perusahaan.
Menurut Hasibuan dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Sumber Daya
Manusia”, manajer seharusnya menerapkan metode yang sesuai dan efektif dalam
melakukan tugas-tugasnya.
Adapun metode-metode pemeliharaan antara lain:
1. Komunikasi
Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan
atau informasi dari seseorang  ke orang lain.  Dalam menyampaikan informasi,
komunikasi sangat diperlukan. komunikasi berfungsi untuk instructive,
informative, influencing, dan evaluative. Komunikasi disebut efektif jika
informasi disampaikan secara singkat, jelas, dapat dipahami dan dilaksanakan
sama dengan maksud komunikator. Melalui komunikasi yang baik dan efektif
maka permasalaha-permasalahan yang terjadi di dalam perusahaan dapat
diselesaikan.  Konflik yang terjadi dapat diselesaikan melalui rapat dan
musyawarah. Jadi, komunikasi sangat penting untuk menciptakan pemeliharaan
karyawan dalam perusahaan.
Simbol-simbol komunikasi lain adalah suara, tulisan, gambar, warna,
mimik, kedipan mata, dan lain-lain. Hanry Clay Lindgren berkata, effective
leadership means effective comunication atau kepemimpinan yang efektif
berarti kominikasi yang efektif.
2. Insentif 
Menurut Hasibuan dalam bukunya “Manajemen Sumber Daya Manusia”,
insentif adalah daya perangsang yang diberikan kepada karyawan tertentu
berdasarakan prestasi kerjanya agar karyawan terdorong meningkatkan
produktivitas kerjanya. Adapun jenis insentif dalam buku Hasibuan terbagi atas
dua yaitu:                                             
a) Insentif positif adalah daya perangsang dengan memberikan hadiah material
atau non material kepada karyawan yang prestasi kerjanya di atas prestasi
standar.
b) Insentif negatif adalah daya perangsang dengan memberikan ancaman
hukuman kepada karyawan yang prestasi kerjanya di bawah prestasi standar.
Selain jenis-jenisnya, Insentif juga memiliki bentuk-bentuk insentif antara
lain:
i. Non material insentif
Daya perangsang yang diberikan kepada karyawan berbentuk
penghargaan atau pengukuhan berdasarkan prestasi kerjanya. Misalnya
piagam, piala, medali.
ii. Sosial insentif
daya perangsang yang diberikan pada karyawan berdasarkan prestasi
kerjanya, berupa fasilitas dan kesempatan untuk mengembangkan
kemampuannya, seperti promosi, mengikuti pendidikan atau naik haji.
iii. Material insentif
daya perangsang yang diberikan pada karyawan berdasarkan prestasi
kerjanya, berbentuk uang dan barang. material insentif ini bernilai
ekonomis sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan dan
keluarganya.Pemberian insentif yang adil dan terbuka akan menciptakan
pemeliharaan yang baik dan selaras, sehingga loyalitas dan semangat kerja
karyawan akan meningkat dan absensi serta tingkat keluar-masuk
karyawan akan menurun. Jadi, pemberian insentif sangat berpengaruh
terhadap kinerja karyawan dalam suatu perusahaan
D. Program Kesejahteraan
Setelah karyawan diterima, dikembangkan, mereka perlu dimotivasi agar tetap mau
bekerja pada perusahaan samapi pensiun. Untuk mempertahankan karyawan ini kepadnya
diberikan kesejahteraan. Kesejahteraan yang diberikan sangat berarti dan bermanfaat
untuk memenuhi kebutuhan fisik dan mental karyawan beserta keluarganya. Pemberian
kesejahteraan akan menciptakan ketenangan dan semangat kerja, dedikasi, disiplin dan
sikap loyal karyawa terhadap perusahaan sehingga labour turnover relative rendah.
Kesejahteraan merupakan bentuk kompensasi tidak langsung.
Begitu besarnya arti dan manfaat kesejahteraan karyawan sehingga mendorong
manajer menetapkan program kesejahteraan karyawan. Program kesejahteraan karyawan
harus disusun berdasarkan peraturan legal, berasaskan keadilan dan kelayakan (internal
dan eksternal dan konsistensi) dan berpedoman kepada kemampuan perusahaan.
Tujuannya untuk mempertahankan dan memperbaiki kondisi fisik dan mental karyawan
agar produktivitas kerjanya meningkat.

E. Keselamatan dan Kesehatan Kerja


Keselamatan dan kesehatan kerja menunjuk kepada kondisi-kondisi fiologis fisikal
dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh
perusahaan. Jika sebuah perusahaan melaksanakan tindakan-tindakan keselamatan dan
kesehatan yang efektif, maka lebih sedikit pekerja yang menderita cedera atau penyakit
jangka pendek maupun jangka panjang sebagai akibat dari pekerjaan mereka di
perusahaan tersebut.
Istilah kesehatan dan keselmatan kerja saling terkait erat. Kesehatan merujuk
kepada kondisi fisik, mental dan stbailitas emosi secara umum. Individu yang sehat
adalah bebas dari penyakit, cedera serta masalah mental dan emosi yang bisa
mengganggu aktivitas manusia normal umumnya. Praktik manajemen  kesehatan
diperusahaan bertujuan untuk memeliharaan kesejahteraan individu secara menyeluruh.
Keselamatan merujuk kepada perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang.
Tujuan utama program keselamtan kerja yang efektif diperusahaaan adalah mencegah
kecelakaan atau cedera yang terkait dengan pekerjaaan.
Tanggung jawab utama mengenai kesehatan dan keselamatan kerja diperusahaan
umumnya ada pada atasan dan para menejer. Seorang manajer Sumber Daya Manusia
atau pakar keselamtan kerja dapat membantu mengkoordinasi program kesehatan dan
keselmatan kerja, menyelidiki peristiwa kecelakaan kerja, mengasilkan materi program
keselmatan kerja dan mengadakan pelatihan formal tentang keselmatan kerja. Namun
demikian, para manajer dan atasan disetiap departemen juga meminkan peranan kunci
dalam memelihara lingkungan kerja yang aman dan tenaga kerja yang sehat.
Kemitraan dalam keselamatan dan kesehtan kerja yakni:
a. Manajer lini
a) Membuat kerangka tujuan utama perusahaan mengenai keselamatan dan
kesehatan kerja
b) Mendukung usaha usaha para professional SDM untuk melatih semua pekreja
dalam bidang keselamata dan kesehtan kerja.
c) Memperbolehkan para pekerja berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.

F. Metode Pemeliharan
Pemilihan metode yang tepat bertujuan agar pelaksanaannya efektif dalam
mendukung tercapainya tujuan organisasi suatu perusahaan. Menurut Hasibuan dalam
bukunya yang berjudul “Manajemen Sumber Daya Manusia”, manajer seharusnya
menerapkan metode yang sesuai dan efektif dalam melakukan tugas-tugasnya. Adapun
metode-metode pemeliharaan antara lain:
a. Komunikasi
Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau
informasi dari seseorang  ke orang lain.  Dalam menyampaikan informasi,
komunikasi sangat diperlukan. komunikasi berfungsi untuk instructive, informative,
influencing, dan evaluative. Komunikasi disebut efektif jika informasi disampaikan
secara singkat, jelas, dapat dipahami dan dilaksanakan sama dengan maksud
komunikator. Melalui komunikasi yang baik dan efektif maka permasalaha-
permasalahan yang terjadi di dalam perusahaan dapat diselesaikan.  Konflik yang
terjadi dapat diselesaikan melalui rapat dan musyawarah. Jadi, komunikasi sangat
penting untuk menciptakan pemeliharaan karyawan dalam perusahaan.
b. Insentif Menurut Hasibuan dalam bukunya “Manajemen Sumber Daya Manusia”,
insentif adalah daya perangsang yang diberikan kepada karyawan tertentu
berdasarakan prestasi kerjanya agar karyawan terdorong meningkatkan produktivitas
kerjanya. Adapun jenis insentif dalam buku Hasibuan terbagi atas dua yaitu: Insentif
positif adalah daya perangsang dengan memberikan hadiah material atau non
material kepada karyawan yang prestasi kerjanya di atas prestasi standar. Insentif
negatif adalah daya perangsang dengan memberikan ancaman hukuman kepada
karyawan yang prestasi kerjanya di bawah prestasi standar. Selain jenis-jenisnya,
Insentif juga memiliki bentuk-bentuk insentif antara lain: Non material insentif,
adalah daya perangsang yang diberikan kepada karyawan berbentuk penghargaan
atau pengukuhan berdasarkan prestasi kerjanya. Misalnya piagam, piala, medali.
Sosial insentif, adalah daya perangsang yang diberikan pada karyawan berdasarkan
prestasi kerjanya, berupa fasilitas dan kesempatan untuk mengembangkan
kemampuannya, seperti promosi, mengikuti pendidikan atau naik haji. Material
insentif, adalah daya perangsang yang diberikan pada karyawan berdasarkan prestasi
kerjanya. Material insentif ini bernilai ekonomis sehingga dapat meningkatkan
kesejahteraan karyawan dan keluarganya. Pemberian insentif yang adil dan terbuka
akan menciptakan pemeliharaan yang baik dan selaras, sehingga loyalitas dan
semangat kerja karyawan akan meningkat dan absensi serta tingkat keluar-masuk
karyawan akan menurun. Jadi, pemberian insentif sangat berpengaruh terhadap
kinerja karyawan dalam suatu perusahaan.

G. Kegiatan Pemeliharaan Kerja


Kegiatan pemeliharaan terhadap SDM yang dilakukan perusahaan melakukan
sasarn utama, yaitu tetap bertahannya SDM dalam melaksanakan tugas yang dibebankan
kepadanya. SDM akan terdorong tetap bekerja memberikan tenaganya, kemampuannya,
pikirannyya dan waktunya bagi perusahaan. Kegiatan pemeliharaan sumber daya manusia
secara rinci untuk :
a. Untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
b. Meningkatkan disiplin dan menurunkan absensi karyawan.
c. Meningkatkan loyalitas dan menurunkan turn-over karyawan.
d. Memberikan ketenangan, keamanan, dan kesehatan karyawan.
e. Meningkatkan kesejahteraan karyawan dan keluarganya.
f. Memperbaiki kondisi fisik, mental, dan sikap karyawan.
g. Mengurangi konflik serta menciptakan suasana yang harmonis.
h. Mengefektifkan pengadaan karyawan.
Penyusunan program kerja  ini  harus didasarkan pada kondisi nyata yang terdapat
dalam perusahaan dan kemungkinan masa datang yang akan dihadapi. Pada dasarnys
pemeliharaan dapat dilakukan perusahaan dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
a. Pemeliharaan SDM yang bersifat ekonomis
b. Pemeliharaan SDM yang bersifat penyediaan fasilitas
c. Pemeliharaan SDM yang berupa pemberian pelayanan

H. Bentuk pemeliharan yang cocok untuk perusahaan Assan Motor

a. Kesejahteraan karyawan dalam hal waktu kerja dan kesesuaian gaji


b. Program pelatihan manajemen yang tidak membuat malu pekerja karena pekerjaan
yang tidak maksimal, tetapi mereka harus diberikan pelatihan pengembangan diri dan
karakter agar mempunyai sikap percaya diri dan disiplin
c. Atasan Assan Motor memberikan izin untuk menemui keluarga yang sedang sakit
atau melahirkan
d. Memberikan waktu istirahat yang cukup untuk makan dan beristirahat agar pekerjaan
karyawan lebih maksimal.
e. Memberikan libur di akhir pekan agar mempunyai waktu untuk keluarga dan
mengurangi tingkat stress karyawannya
f. Memberikan waktu olahraga untuk karyawan setiap pagi seperti yang dilakukan
karyawan-karyawan Jepang
g. Menerapkan kedisiplinan waktu agar karyawan lebih disiplin dalam pekerjaannya

Alasannya:

Karena dalam video yang ditayangkan di kelas, kebiasaan orang Amerika untuk
bekerja sangat buruk seperti merokok dan mendengarkan musik yang keras, dan
terlalu menyepelekan pekerjaan. Orang Amerika di video tersebut susah menerima
kritikan dan tidak mau kalah dari orang Jepang. Awalnya, orang-orang Amerika tidak
memanfaatkan waktu kerja dengan baik seperti orang Jepang sehingga ditegur oleh
atasan-atasan dari Jepang. Hunt selalu memperjuangkan keadilan bagi warga kota
Hadleyville sehingga menentang Kozihiro dan ingin orang-orang AS bekerja menurut
kebiasaan mereka yang sebelumnya. Namun, karena ingin mendapatkan kenaikan gaji
bagi karyawan-karyawan, Hunt membohongi orang-orang AS yang percaya
kepadanya dengan harapan mereka dapat bekerja dengan baik. Hunt membohongi
jumlah mobil yang dibuat dari 15000 mobil menjadi 13000 mobil selama 1 bulan dan
memberitahu akan mendapatkan setengah kenaikan gaji. Dari situlah, kesejahteraan
karyawan-karyawan Hadleyville menjadi kurang efektif bahkan sampai ada yang
kecelakaan kerja karena kurangnya waktu istirahat. Orang-orang AS pekerjaannya
terlalu keras sehingga mereka tidak punya waktu untuk istirahat dan keluarga. Tidak
adanya libur membuat karyawan terkekang dan stress karena menghabiskan
waktunya bekerja untuk membuat mobil.

I. Mengatasi culture shock di perusahaan Assan Motor

a. Culture shock Assan Motor


a) Kebiasaan orang Amerika saat bekerja sangat buruk seperti bangun siang,
merokok, mendengarkan musik saat bekerja dan orang Amerika ingin datang
terlambat dan pulang lebih awal, sedangkan kebiasaan orang Jepang selalu
terbiasa bangun pagi dan olahraga, selalu mementingkan pekerjaan perusahaan
daripada keluarga bahkan saat keluarganya ada yang sakit atau melahirkan, orang
Jepang tetap bekerja.Orang Jepang selalu taat pada aturan sedangkan orang
Amerika terlalu menyepelekan peraturan dan hidup semaunya sendiri.
b) Langkah-langkah untuk mengatasi culture shock adalah saling menerima budaya
satu sama lain dan menyeimbangkan waktu dan kedisiplinan karyawannya. Lalu,
seharusnya orang Jepang dan orang Amerika saling bekerja sama demi mencapai
target jumlah mobil yang disepakati seperti di akhir video. Pimpinan Assan Motor
seharusnya lebih peduli terhadap karyawannya sehingga terciptanya kesejahteraan
dan kedekatan antar karyawan dan atasan untuk meminimalisir tingkat depresi
karyawannya.
BAB III
PENUTUP 
 
A. Kesimpulan

Pemeliharaan (maintenance) karyawan harus mendapat perhatian yang sungguh-


sungguh dari manajer. Jika pemeliharaan karyawan kurang diperhatikan, semangat kerja,
sikap, loyalitas karyawan akan menurun. Absensinya dan turn-over meningkat, disiplin
akan menurun, sehingga pengadaan, pengembangan, kompensasi, dan pengintegrasian
karyawan yang telah dilakukan dengan baik dan biaya yang besar kurang berarti untuk
menunjang tercapainya tujuan perusahaan.
Supaya karyawan semangat bekerja, berdisiplin tinggi, dan bersikap loyal dalam
menunjang tujuan perusahaan maka fungsi pemeliharaan mutlak mendapat perhatian
manajer.Tidak mungkin karyawan bersemangat bekerja dan konsentrasi penuh terhadap
pekerjaanya jika kesejahteraan mereka tidak diperhatikan dengan baik.
Pemeliharaan (maintenance) adalah usaha mempertahankan dana atau
meningkatkan kondisi fisik, mental, dan sikap karyawan, agar mereka tetap loyal dan
bekerja produktif untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan.

B. Saran

Seharusnya karyawan Assan Motor mendapatkan gaji dan juga perlakuan yang
pantas sebagai seorang karyawan agar hasil pekerjaan menjadi maksimal. Dengan
diberikannya kenaikan gaji akan meningkatkan semangat para pekerja sehingga bisa
mencapai target 15000 mobil, namun bukan berarti mereka harus mengorbankan waktu
untuk keluarga dan istirahat. perusahaan harus bisa menyeimbangkan waktu bekerja dan
waktu istirahat bagi karyawan agar tidak depresi dan dan hidup mereka sejahtera. Karena
perusahaan yang baik adalah perusahaan yang mementingkan kesejahteraan karyawannya
agar keuntungan yang didapat pun maksimal.
Daftar Pustaka

http://levinadwi.blogspot.com/2017/02/pemeliharaan-sumber-daya-manusia_13.html

http://harisokyadisupinta.blogspot.com/2016/01/makalah-pemeliharaan-sumber-daya.html

http://yuninovita.blogspot.com/2010/07/makalah-msdm-tentang-pemeliharaan.html

Anda mungkin juga menyukai