Anda di halaman 1dari 100

KATA PENGANTAR

Untuk menyiapkan mahasiswa menuju sumber daya manusia berkualitas, diperlukan


penataan nalar dan kedisiplinan sejak dini. Geometri Analitik Ruang merupakan bagian dari
matematika yang memainkan peranan penting dalam penataan nalar dan menciptakan
kedisiplinan. Geometri analitik pada hakekatnya mempelajari geometri dengan menggunakan
simbol-simbol dan perhitungan aljabar, sehingga menuntut mahasiswa menggunakan penalaran
dan kedisiplinan.

Geometri analitik ruang terkait erat dengan mata kuliah vektor, kalkulus dan geometri
analitik datar. Sebelum mempelajari materi geometri analitik ruang, mahasiswa perlu
mempelajari analitik datar terlebih dahaulu. Geometri analitik ruang memberikan dukungan
dalam memahami materi kalkulus.

Bahasan dalam geometri analitik ruang sangat banyak. Pada buku ini bahasan ditekankan
pada koordinat tiga dimensi, vektor di ruang, bidang pada ruang, garis lurus pada ruang, jarak
dua garis bersilangan dan bola. Bahasan tentang bidang berderajat dua belum dicakup. Penulis
berharap akan dilengkapi pada edisi berikutnya.

Penulis menyadari kekurangan buku ini, untuk itu saran yang konstruktif diharapkan.
Akhirnya, tiada gading yang tak retak.

Medan, September 2013

Ellis Mardiana Panggabean


DAFTAR ISI

Halaman
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB I RUANG TIGA DIMENSI ................................................................................... 1
A. Sistem Koordinat dalam Ruang Tiga Dimensi ............................................................. 1
B. Jarak dua Titik dalam Ruang Dimensi Tiga ................................................................. 3
C. Sudut Arah, Cosinus Arah dan Bilangan Arah dari Suatu Garis ................................. 5
D. Koordinat Tabung dan Bola ........................................................................................ 7
BAB II VEKTOR-VEKTOR DALAM RUANG TIGA DIMENSI .................................. 14
A. Pengertian Vektor ........................................................................................................ 14
B. Penjumlahan Vektor ...................................................................................................... 16
C. Hasil Kali Vektor dengan Skalar ................................................................................... 17
D. Vektor dengan Koordinat Siku-Siku ............................................................................... 18
E. Sudut yang Diapit oleh Dua Vektor ............................................................................... 19
BAB III BIDANG PADA RUANG 25
A. Persamaan Umum Bidang Datar pada Ruang ................................................................. 25
B. Sudut Arah, Cosinus Arah dan Bilanga Arah ................................................................. 30
C. Sudut antara Dua Bidang ............................................................................................... 33
D. Letak suatu Bidang terhadap Bidang lain ....................................................................... 36
E. Jarak Titik terhadap Bidang ............................................................................................ 38
F. Berkas Bidang ................................................................................................................ 42
G. Jaring Bidang ................................................................................................................ 45
BAB IV GARIS LURUS PADA RUANG 49
A. Persamaan Garis Lurus pada Ruang ............................................................................... 49
B. Persamaan Vektor suatu Garis Lurus ............................................................................... 52
C. Cosinus-cosinus Arah garis Lurus pada Ruang ............................................................... 55
D. Letak Garis Lurus pada Ruang ........................................................................................ 55
BAB V KEDUDUKAN DUA GARIS LURUS PADA RUANG ......................................... 60
A. Dua Garis Berpotongan, Sejajar dan Berimpit ................................................................ 60
B. Jarak Dua Garis Bersilangan .......................................................................................... 63
BAB VI BOLA 69
A. Persamaan Bola ............................................................................................................... 69
B. Persamaan Vektor ........................................................................................................... 70
C. Persamaan Bola Melalui Empat Titik ............................................................................. 71
D. Bidang Singgung pada Bola ........................................................................................... 73
E. Bidang Khutub Bola ....................................................................................................... 76
F. Dua Bola yang Berpotongan .......................................................................................... 74
G. Kuasa Suatu Titik terhadap Bola ................................................................................... 79
H. Bidang Kuasa, Garis Kuasa dan Titik Kuasa .................................................................. 83
I. Berkas Bola .................................................................................................................... 87
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 95
KATA PENGANTAR

Untuk menyiapkan mahasiswa menuju sumber daya manusia berkualitas, diperlukan penataan

nalar dan kedisiplinan sejak dini. Geometri analitik ruang merupakan bagian dari matematika yang

memainkan peran penting dalam penataan nalar dan menciptakan kedisiplinan. Geometri analitik pada

hakekatnya mempelajari geometri dengan menggunakan simbol-simbol dan perhitungan aljabar, sehingga

menuntut mahasiswa mengunakan penalaran dan kedisiplinan.

Materi kajian geometri analitik ruang dimulai dari Sistem kordinat tiga dimensi, vektor-vektor

pada ruang, bidang datar pada ruang, garis lurus pada ruang , jarak dua garis bersilangan, bola dan

bidang-bidang berderajat dua. Untuk materi bidang derajat dua belum dimasukkan pada bahan ajar ini.

Mudah-mudahan dapat dilengkapi pada edisi berikutnya.

Penulis menyadari kekurangan buku ini, untuk itu saran konstruktif sangat diharapkan demi

perbaikan isi maupun pembahasan. Akhirnya tiada gading yang tak retak

Medan, September 2017,

Penulis
BAB I

RUANG TIGA DIMENSI

A. Sistem Koordinat dalam Ruang

Sebagaimana pada bidang, titik-titik dapat dikorespondensikan satu-satu dengan pasangan

bilangan real menggunakan garis koordinat yang saling tegaklurus. Demikian juga pada ruang

dimensi tiga, titik-titik dapat dikorespondensikan satu-satu dengan tripel bilangan real

menggunakan tiga garis koordinat yang saling tegaklurus.

Untuk memperoleh korespondensi ini, pilih garis-garis koordinat sedemikian sehingga

ketiganya berpotongan pada titik asal. Sebut garis-garis ini dengan sumbu X, sumbu Y dan

sumbu Z.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 1


Ketiga sumbu koordinat tersebut membentuk sistem koordinat Cartesius dan berpotongan

disumbu koordinat yang disebut titik asal. Tiap pasang sumbu koordinat menentukan sebuah

bidang disebut bidang koordinat. Bidang-bidang ini adalah bidang XOY atau XY, bidang

XOZ atau XZ dan bidang YOZ atau YZ. Tiap titik pada ruang dinyatakan dengan tiga

bilangan (a, b, c) yang disebut koordinat titik. Misalnya pada gambar 2 berikut yaitu titik

dengan koordinat (2,-5,3), (-2,5,4), (1,6,0) dan (3,3,-2). Titik-titik ini adalah perpotongan tiga

bidang sejajar bidang-bidang koordinat.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 2


Bidang-bidang koordinat pada sistem koordinat tiga dimensi dibagi atas delapan oktan.

Titik-titik yang mempunyai koordinat bilangan positif membentuk oktan pertama. Selebihnya

belum mempunyai bilangan yang baku. Berikut ini adalah deskripsi mengenai titik-titik yang

termuat dalam bidang-bidang koordinat tersebut.

Daerah Deskripsi

Bidang –xy Memuat semua titik-titik berbentuk (x,y,o).


Bidang-xz Memuat semua titik-titik berbentuk (x,o,z).
Bidang-yz Memuat semua titik-titik berbentuk (o,y,z).
Sumbu x Memuat semua titik-titik berbentuk (x,o,o).
Sumbu y Memuat semua titik-titik berbentuk (o,y,o).
Sumbu z Memuat semua titik-titik berbentuk (o,o,z).

Gambar 3. Deskripsi Titik-Titik Pada Bidang Koordinat

B. Jarak Dua Buah Titik dalam Ruang Dimensi Tiga

Untuk mendapatkan jarak dua titik dalam ruang dimensi tiga, perhatikan gambar sebuah

kotak (parallepipedum) berikut dengan panjang, lebar dan tinggi berturut-turut x2  x1 ,

y2  y1 dan z 2  z1 berikut ini.

x2  x1  y2  y1 .
2 2
Dengan teorema Pythagoras, panjang diagonal dari alas adalah

Selanjutnya diagonal dari kotak adalah hipotenusa dari segitiga siku-siku dengan diagonal alas

sebagai sisi pertama dan sisi lain adalah sisi yang vertikal. Dengan teorema Pythagoras

2
panjang diagonal kotak diperoleh d =  x2  x1  y2  y1   z 2  z1 .
2 2 2 2
 

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 3


x2  x1  y 2  y1  z 2  z1
2 2 2
Sehingga panjang diagonal dari kotak adalah d = ………1)

Misalkan titik P(x1,y1,z1) dan Q(x2,y2,z2) adalah titik-titik pada ruang tiga dimensi. Jarak d

x2  x1  y 2  y1  z 2  z1
2 2 2
antara P dan Q adalah d =

atau d= ( x 2  x1 ) 2  ( y 2  y1 ) 2  ( z 2  z1 ) 2 ………………………… 2)

Sedangkan titik tengah dari garis yang menghubungkan titik-titik P(x1,y1,z1) dan

Q(x2,y2,z2) dapat dihitung dengan rumus berikut. Koordinat titik tengah garis yang

 x  x 2 y1  y 2 z1  z 2 
menghubungkan P1(x1,y1,z1) dan Q(x2,y2,z2) =  1 , , .
 2 2 2 

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 4


☞ Contoh:

Jarak antara titik-titik (5, -3,2) dan (3,1,-2) adalah

d= (5  3) 2  (3  1) 2  (2  2) 2  36  6

Titik tengah dari garis yang menghubungkan titik-titik (-1, 2, -7) dan (3, 0, 1) adalah

 1 3 2  0  7 1
 , ,   (1, 1,  3)
 2 2 2 

C. Sudut Arah, Cosinus Arah dan Bilangan Arah dari Sebuah Ruas Garis

Perhatikan gambar berikut ini.

Misalkan ruas garis OA mengapit sudut-sudut α dengan sumbu X, β dengan sumbu Y dan γ

dengan sumbu Z.

Sudut-sudut α, β dan γ disebut sudut-

Az sudut arah ruas garis OA yang dapat

ditentukan sebagai berikut.



OAx OAy
  Ay Cos α = ; cos β = dan
OA OA
0
Ax
OAz
cos γ =
OA

Gambar 5. Sudut-Sudut Arah Garis OA

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 5


Jika A adalah titik dengan koordinat (x1,y1,z1) maka berlaku

x1 y1
Cos α = ; cos β = dan
x12  y12  z12 x12  y12  z12

z1
cos γ =
x12  y12  z12

Cos α, cos β dan cos γ ini disebut cosinus-cosinus arah ruas garis OA dan dipenuhi:

cos2   cos2   cos2   1

Bilangan-bilangan yang sebanding dengan cosinus-cosinus arah suatu ruas garis disebut

bilangan-bilangan arah ruas garis tersebut. Untuk segmen OA berlaku

Cos α : cos β : cos γ = x1 : y1 : z1

cos cos  cos


atau   .
x1 y1 z1

dimana x1, y1, z1 adalah bilangan-bilangan arah ruas garis OA.

☞Contoh:

Ditentukan titik-titik A(2, -1, 3) dan B(6, 6, 7). Ditanya jarak AB dan cosinus-cosinus arah

ruas garis tersebut.

Penyelesaian:

AB = (6  2) 2  (6  1) 2  (7  3) 2 =9

Sudut-sudut yang dibentuk oleh AB dengan sumbu-sumbu X, Y dan Z berturut-turut sama

dengan sudut yang diapit oleh AB dengan AP, AQ dan AR dengan cosinus-cosinus arah

sebagai berikut.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 6


AP x  xA 4
Cos α =  B 
AB AB 9

 AQ y  yA 7
Cos β =  B 
 AB AB 9

AR z  zA 4
Cos γ =  B 
AB AB 9

Gambar 7

Jadi, bilangan-bilangan arah AB adalah 4, 7, 4 yakni xB – xA, yB – yA ,zB – zA.

Sehingga dapat dikatakan:

Jika A(x1,y1,z1) dan B(x2,y2,z2) diketahui maka bilangan-bilangan arah ruas

garis AB ialah (x2 – x1), ( y2 – y1), (z2 – z1).

D. Koordinat Tabung dan Bola

Sistem koordinat tabung menggunakan koordinat kutub r (r ≥ 0) dan θ (0 ≤ θ < 2π)

sebagai ganti koordinat Cartesius X dan Y pada bidang. Koordinat Z sebagaimana dalam

koordinat Cartesius.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 7


Sebuah titik P mempunyai koordinat bola (ρ, θ, ϕ) jika ρ (ρ ≥ 0) adalah jarak |OP| dari titik

asal ke P’, θ ( 0 ≤ θ < 2π) adalah sudut kutub yang berhubungan dengan proyeksi OP

terhadap bidang XY yaitu OP’, dan ϕ ( 0 ≤ ϕ ≤ π) adalah sudut antara sumbu Z positif dan

ruas garis OP. Sebuah titik P dapat digambarkan dalam koordinat Cartesius, koordinat tabung

dan koordinat bola. Berikut ini adalah gambar dari titik P.

Koordinat Cartesius Koordinat Tabung

P( r ,  , z )

P(  ,  ,  )

 

Gambar 8 Letak titik P dalam Koordinat Cartesius, Tabung dan Bola

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 8


Kaitan antara koordinat tabung dan koordinat Cartesius dapat dilihat sebagai berikut.

x = r cos θ, y = r sin θ, z=z

y
r2 = x2 + y2, tan θ =
x

☞Contoh:

1. Ubah ke koordinat Cartesius, titik dengan koordinat tabung (4, 4π/3, -8).

Penyelesaian:

4 1
x = 4 cos = 4.  = -2
3 2

4 3
y = 4 sin = 4.  = -2 3.
3 2

Jadi koordinat Cartesius dari (4, 4π/3, -8) adalah (-2, -2 3 , -8).

2. Ubah ke koordinat tabung, titik dengan koordinat Cartesius (4 3 , -4, 6).

Penyelesaian:

r= (4 3 ) 2  (4) 2  48  16  8

4 1
tg θ =  3
4 3 3

11
θ= .
6

11
Jadi koordinat tabung dari titik ini adalah (8, , 6).
6

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 9


Kaitan antara koordinat bola dan koordinat tabung dan koordinat bola dan koordinat Cartesius

dapat ditentukan sebagai berikut.

x = r cos θ y = r sin θ z=z

r = ρ sin ϕ, θ = θ, z = ρ cos ϕ

x = ρ sin ϕ cos θ, y = ρ sin ϕ sin θ dan z = ρ cos ϕ,   x 2  y 2  z 2

☞Contoh

3. Ubah koordinat Cartesius titik (2, -2V3, 4) ke koordinat bola.

Penyelesaian:

ρ= x 2  y 2  z 2  4  12  16  32  4 2

z = ρ cos ϕ  4 = 4V2 cos ϕ

1 1 
ϕ = arc cos  2= .
2 2 4

y 2 3 5
θ = arc tg  arc tg ( )  arc tg ( 3 )  
x 2 3

5 
Jadi koordinat bola titik tersebut adalah (4V2,  , ).
3 4

3 
4. Ubah koordinat Bola titik (4, , ) ke koordinat bola.
4 6

Penyelesaian:

 3 1 1
x = ρ sin ϕ cos θ = 4 sin cos  = 4 . .  2=  2.
6 4 2 2

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 10


 3 1 1
y = ρ sin ϕ sin θ = 4 sin sin  = 4 . . 2= 2.
6 4 2 2

 1
z = ρ cos ϕ = 4 cos =4. 3= 2 3.
6 2

Jadi koordinat Cartesius dari titik tersebut adalah (- 2 , 2 , 2 3 ).

✍ SOAL-SOAL:

1. Gambarkan titik-titik yang koordinatnya adalah (2,3,4), (3,0,2),(-2,3,4), (0,3,0) dan

(-3,-5,-1).

2. Tentukan jarak antara tiap pasang titik-titik berikut ini.

a. (4,-2,0) dan (2,3,5)

b. (-2,3,2) dan (5,0,-5)

c. ( 2 ,0, 3 ) dan (0,3,0).

Jb. a. 3 6 b. 107 c. 14

3.Tunjukkan bahwa (2, -1, 1), (1, -3, -5) dan (3, -4, -4) merupakan titik-titik sudut suatu

segitiga siku-siku.

4. Cari jarak dari (5, 4, -3) ke

a. bidang xy b. sumbu y dan c. titik asal.

Jb. a. 3 b. 34 c. 5 2 .

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 11


5. Sebuah kotak berbentuk persegi panjang sisi-sisinya sejajar bidang koordinat dan sebagai

titik ujung diagonal utamanya adalah (3, 2, 5) dan (7, -3, 0). Gambarkan kotak itu dan cari

koordinat kedelapan titik sudutnya.

Jb. Tampak depan (7, -3, 0), (7, -3, 5), (7, 2, 5), (7, 2, 0)

Tampak belakang (3, 2, 5), (3, 2, 0), (3, -3, 0), (3, -3, 5).

6. P(x, 6, z) berada pada garis yang melalui Q (3, -7, 4) yang sejajar salah satu sumbu

koordinat. Sumbu yang mana itu seharusnya, dan berapa x dan z?

Jb. Sumbu Y, x = 3 dan z = 4

7. Ubah koordinat tabung berikut ke koordinat Cartesius.

 
a. (6, ,-2) b. (10, - , 4)
6 2

Jb. a. (3 3 , 3, -2) b. (0, -10, 4).

8. Ubah koordinat bola berikut ke koordinat Cartesius.

     
a. (2, , ) b. (8, , ) c. (3, ,- )
4 3 4 6 3 6

1 1
Jb. a. ( 6, 6 , 1) b. (2 2 , 2 2 , 4 3 ). c. (0, -10, 4)
2 2

9. Ubah koordinat Cartesius berikut ke koordinat bola.

a. (4, 2, -4) b. (1, - 3 , 4)

Jb. a. (6, 26o 34', 131o 49') b. (2 5 , 120o, 26o 34')

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 12


10. Misalkan ( 1 ,1 , 1 ) dan (  2 , 2 ,2 ) adalah koordinat bola dari dua buah titik dan d

adalah jarak lurus antara kedua titik tersebut. Tunjukkan bahwa

d =  ( 1   2 ) 2  2 1  2 
1
1  cos (1   2 ) sin 1 sin  2  cos 1 cos  2  2

 
11. Cari jarak (garis lurus) antara titik –titik yang koordinat bolanya adalah (8, , ) dan
4 6

 3
(4, , ). (Petunjuk, gunakan rumus nomor 9).
3 4

Jb. 9,866.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 13


BAB II
VEKTOR-VEKTOR DALAM RUANG DIMENSI TIGA

A. Pengertian Vektor

Sebuah vektor adalah sebuah ruas garis berarah. Karena berarah maka vektor ini dapat

digambarkan sebagai anak panah. Panjang panah adalah besarnya vektor dan arah panah

adalah arah dari vektor. Anak panah mempunyai pangkal dan ujung.

Suatu vektor perpindahan melukiskan jarak dan arah suatu perubahan letak. Vektor


perpindahan dari A ke B ditunjukkan oleh vektor perpindahan AB dengan A sebagai titik

pangkal dan B sebagai titik akhir (gambar 2.1.a).

Suatu vektor letak menunjukkan letak suatu titik terhadap suatu titik asal. Misalnya

  
OA , OB , OP (gambar 2.1.a).

Dua vektor dikatakan sama apabila keduanya mempunyai panjang sama besar dan

arahnya sama (Gambar 2.1.b).

Gambar 2.1.a Gambar 2.1.b

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 14


Vektor-vektor ini dapat dinyatakan dengan u dan v . Besarnya atau panjangnya ditulis

sebagai u .

Komponen-komponen vektor dalam ruang mempunyai tiga komponen, yaitu

u = <u1, u2, u3> = u1i + u2j + u3k, dimana i, j dan k adalah vektor-vektor satuan baku yang

disebut vektor-vektor basis dengan arah ketiga sumbu koordinat positif.

Besarnya u diberikan oleh

u
u= u 12  u 22  u 32

Gambar 2.2 Vektor u

P2(x2, y2, z2)


P1 P2  x2  x1 , y2  y1 , z 2  z1

P1(x1, y1, z1)

Gambar 2.3 Vektor P1P2

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 15


B. Penjumlahan Vektor-Vektor

Misalkan a dan b adalah dua vektor. Jika

  
ab
OA  a dan AB  b maka vektor OB disebut b

jumlah dari vektor a dan b. a

  
Secara simbolik ditulis OA  AB  OB
Gambar 2.3

a + b = OB

Sifat-Sifat Penjumlahan Vektor

1. Sifat Komutatif, a + b = b + a.

 
Misalkan OA  a dan AB  b

 
Maka a + b = OA AB a

= OB ………..(1) b a b
b
 
Dan b + a = OC  CB a

= OB …………(2)
Gambar 2.4
Dari (1) dan (2) diperoleh a + b = b + a .

2. Sifat assosiatif, a + (b + c) = (a + b) + c.

  
Misalkan OA  a , AB  b dan BC  c

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 16


  
Maka a + (b + c) = OA ( AB  BC)
 
= OA AC c

= OC …(3)
   a b
(a + b) + c = = (OA AB)  BC
 
= OB BC
 Gambar 2.5
= OC …(4)
Dari (3) dan (4) diperoleh a+(b+c) = (a+b)+c.

B. Hasil Kali Vektor dengan Skalar

Misalkan n adalah bilangan real positif dan a adalah sebarang vektor. Hasil kali dari sebuah

vektor a dan scalar n, ditulis n a adalah sebuah vektor yang besarnya n kali dari a dan

mempunyai arah yang sama dengan a . Jika n adalah bilangan negatif maka arah dari

n a berlawanan dengan a .

a 2a

1
-a - a
2

Gambar 2.4

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 17


C. Vektor dalam Diagram Cartesius

Misalkan OX, OY dan OZ adalah sumbu-sumbu yang saling tegak lurus. Misalkan i, j, k

vector-vektor satuan yang sejajar dengan sumbu-sumbu koordinat. Pada gambar di bawah

      
ini, jika OP  r dan P (x,y,z) maka OA  xi, OB  yj, OC  zk dan OP  OF  FP

   
Atau OP  (OA AF )  FP
P( x, y, z )    
Atau OP  OA OB OC
r = xi + yj + zk
OP 2  OF 2  FP 2
= (OA2  AF 2 )  FP 2

= OA2  OB 2  OC 2
= x2  y2  z2
Gambar 2.6
OP = r  x2  y2  z2

Jika OP berturut-turut membentuk sudut-sudut α, β, γ dengan arah i, j, k maka

kosinus-kosinus arah dari OP adalah cos α, cos β, cos γ. Nilai dari cosinus arah dihitung

dengan cara yang sama dengan berikut ini.

x y z
cos α = , cos β = dan cos γ = .
x2  y2  z2 x2  y2  z2 x2  y2  z2

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 18


F. Sudut yang Diapit oleh Dua Vektor

Jika a dan b dua vektor yang mengapit sudut ϕ, maka a . b = a b cos ϕ. Dari

persamaan ini diperoleh

a .b
cos ϕ = .
a b

Jika a = a1i + a2j + a3k sebuah vektor dalam ruang maka sudut-sudut yang diapit oleh vektor

ini dengan sumbu-sumbu x, y dan z dapat dicari.

Jika ϕx, ϕy, ϕz berturut-turut sudut antara a dengan sumbu x, sumbu y dan sumbu z maka

diperoleh

a1
a . i = a cos ϕx = a1 dengan cos ϕx =
a

a2
a . j = a cos ϕy = a2 dengan cos ϕy =
a

a3
a . k = a cos ϕz = a3 dengan cos ϕz =
a

☞Contoh:


1. Jika koordinat dari P adalah (3,4,12) maka tentukan besar OP dan cosinus-cosinus

arahnya.

Penyelesaian:


OP = 3i + 4j + 12k

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 19



OP  3 2  4 2  12 2  13


Jika ϕx, ϕy, ϕz berturut-turut sudut antara OP dengan sumbu x, sumbu y dan sumbu z maka

3 4 12
cos ϕx = , cos ϕy = , cos ϕz = .
13 13 13

2. Tunjukkan bahwa vector-vektor a = 3i – 2j + k, b = i -3j + 5k, c = 2i + j – 4k

membentuk segitiga siku-siku.

Penyelesaian:


Misalkan AC = i – 3j + 5k

AB = 3i - 2j + k

CB = 2i + j – 4k
  
Dapat dilihat bahwa AB = AC + CB
 Gambar 2.5
Atau AB = (i – 3j + 5k) + (2i + j – 4k)
= 3i – 2j + k.

  
Karena AB = AC + CB maka ketiganya membentuk sebuah segitiga.

Berikut akan ditunjukkan bahwa Δ ABC siku-siku.


AC  12  (3) 2  5 2  35


AB  3 2  (2) 2  12  14

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 20



CB  2 2  12  (4) 2  21

 2  2  2

Karena AB + CB = 14 + 21 = 35 = AC maka Δ ABC adalah siku-siku.

TEOREMA 2.1. Jika u, v dan w adalah vektor-vektor dalam ruang tiga dimensi dan k skalar

maka

(a) u.v=v.u

(b) u . (v + w) = u . v + u . w

(c) k (u . v) = (k u) . v = u . (k v)

2
(d) v.v= v

Bukti: Akan dibuktikan (c) dan (d)

( c) Misalkan u = u1i  u 2 j  u 3 k dan v = v1i  v 2 j  v3 k

maka k (u . v) = k ( u1v1  u 2 v2  u 3 v3

= (k u1 )v1  (k u 2 )v2  (k u 3 )v3

= (k u) . v

Dengan cara yang sama, k (u . v) = u. (k v)

(d) Misalkan v = v1i  v 2 j  v3 k

maka v . v = v1v1  v 2 v 2  v3 v3  v12  v 22  v32  v .


2

TEOREMA 2.2. Jika u dan a vektor-vektor dalam ruang tiga dimensi dan jika a ≠ 0, maka

proyeksi u sepanjang a adalah

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 21


u .a
proya u = 2
a (komponen vektor u sepanjang a)
a

u .a
u - proya u = u - 2
a (komponen vektor u yang tegak lurus terhadap a.
a

Bukti:

Misalkan w1 = proya u dan w2 = u - proya u .

u Karena w1 sejajar a maka w1 = k a, untuk suatu k


w2
ЄR. u = w1 + w2 = k a + w2 .
Q w1 a
u . a = (k a + w2 ) . a

= k a  w2 . a
2

(w ┴ a  w2 . a = 0)
2
=k a

u .a
Atau k = 2
a

u .a
Jadi proya u = w1 = k a = 2
a.
a

☞Contoh:

Tentukan komponen vector u sepanjang a dan komponen vector u yang tegak lurus terhadap a,

dimana u = -7i + j + 3k dan a = 5 i + k.

Penyelesaian:

u . a = (-7)(5) + (1) (0) + (3)(1) = -32.

2
a = 52 + 12 = 26.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 22


Jadi komponen vektor u sepanjang a adalah

u .a 32 80 16
proya u = 2
a=  (5i  k )   i  k dan komponen vektor u yang tegak lurus
a 26 13 13

80 16 11 55
terhadap a adalah u - proya u = (-7i + j + 3k) – (  i k)=  i j k.
13 13 13 13

✍ SOAL-SOAL:

1. Jika a = 3i – j - 4k, b = -2i + 4j - 3k, c = i + 2j – k. Tentukan vektor satuan yang sejajar

vektor 3 a - 2 b + 4 c .

17i  3 j  10k
Jb.
398

2. Jika vektor posisi A dan B berturut-turut adalah 2i – 9j – 4k dan 6i – 3j + 8k, maka

 
tentukan AB dan AB .

3. Jika ϕx, ϕy, ϕz berturut-turut sudut antara vektor a = 4i - 5j + 3k dengan sumbu x,

sumbu y dan sumbu z maka. cari sudut-sudut arah dari vektor tersebut.

2 2  2 3 2
Jb. cos ϕx = , cos ϕy = , cos ϕz = dan
5 2 10

ϕx = 55, 55o, ϕy = 135o, ϕz = 64, 90o.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 23


4. Tentukan proyeksi vektor dan proyeksi skalar i – 2j + k pada 4i - 4j + 7k.

19 19
Jb. (4i – 4j + 7k) dan .
81 9

(Proyeksi skalar adalah panjang vektor proyeksi)

5. Jika a = (I + 2j + 8k) dan b = (2i + 3j – k) maka buktikan a dan b saling tegak lurus.

6. Tunjukkan bahwa 3i – 2j + k, i – 3j + 5k dan 2i + j – 4k membentuk sebuah segitiga siku-

siku.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 24


BAB III
BIDANG PADA RUANG

A. Persamaan Umum Bidang Datar pada Ruang

Persamaan bidang datar pada ruang adalah Ax + By + Cz + D = 0 ………. *)

A, B dan C tidak bersamaan, sama dengan nol.

Untuk membuktikan bahwa bidang tersebut adalah bidang datar maka perlu ditunjukkan

bahwa jika dua titik terletak pada suatu bidang maka semua titik pada garis yang melalui

kedua titik itu terletak pada bidang tersebut.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 25


Bukti:

Misalkan T1(x1, y1, z1) dan T2(x2, y2, z2) terletak pada bidang itu.

Karena T1(x1, y1, z1) dan T2(x2, y2, z2) pada bidang itu maka dipenuhi

Ax1+ By1 + Cz1 + D = 0 dan Ax2+ By2+ Cz2 + D = 0.

Ambil P sebarang titik pada garis yang melalui T1 dan T2 .

Karena P pada garis tersebut maka koordinat P adalah

x1  x 2 y  y2 z  z2
xp  , yp  1 dan z p  1 …………**)
1  1  1 

Substitusi **) ke *) diperoleh

x1  x2 y  y2 z  z 2
A( ) + B( 1 )+C 1 +D
1  1  1 

1
= {(Ax1+By1+Cz1+D) + λ( Ax2+ By2+ Cz2 + D)}
1 

=0

Karena P sebarang dan P memenuhi persamaan bidang tersebut maka setiap titik pada garis

yang melalui T1 dan T2 terletak pada bidang tersebut. Hal ini berarti bidang itu adalah bidang

datar.

Sekarang, perhatikan kemungkinan-kemungkinan bidang dengan persamaan

Ax + By + Cz + D = 0. Jika D = 0 maka persamaan menjadi Ax + By + Cz = 0. Bidang ini

melalui titik asal O.

Jika C = 0 maka persamaan menjadi Ax + By + D = 0. Bidang ini sejajar sumbu Z.

Lebih lanjut dapat dibuat tabel sebagai berikut.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 26


Tabel 3.1 Kemungkinan Persamaan Bidang

Jika Persamaan Bidang


B=0 Ax + Cz + D = 0 sejajar sumbu Y
A=0 By + Cz + D = 0 sejajar sumbu X
C=D=0 Ax + By = 0 melalui sumbu Z
B =D=0 Ax + Cz = 0 melalui sumbu Y
A=D=0 By + Cz = 0 melalui sumbu X
B=C=0 Ax + D = 0 sejajar bidang YOZ
A=C=0 By + D = 0 sejajar bidang XOZ
A=B=0 Cz + D = 0 sejajar bidang XOY
D=B=C=0 Ax = 0 bidang YOZ
D=A=C=0 By = 0 bidang XOZ
D=A=B=0 Cz = 0 bidang XOY

Gambar 3.1 berikut adalah bidang 2x + 3y + 3z = 12 yang terletak pada oktan I.

(0,0,4)

(0,4,0)

X (6,0,0)

Gambar 3.1 Bidang 2x + 3y + 3z = 12

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 27


1. Persamaan Normal Hesse

Misalkan Ax + By + Cz + D = 0 dan x cosα + y cosβ + z cosγ – p = 0 menunjukkan

persamaan bidang yang sama, maka berlaku

cos cos  cos p


     , 𝛌 ∈ R.
A B C D

Sehingga cos α = λA, cos β = λB, cos γ = λC dan – p = λD.

Karena cos2   cos2   cos2   1 maka 2 ( A 2  B 2  C 2 )  1

1
atau 
 A2  B 2  C 2

Jadi persamaan normal dari bidang adalah

1
 (Ax + By + Cz + D) = 0
 A2  B 2  C 2

Jika –p ≤ 0, maka λD ≤ 0.

Sehingga jika D ≥ 0 maka λ ≤ 0 dan jika D ≤ 0 maka λ ≥ 0.

Perhatikan tanda λ sama dengan tanda –D.

D
Jarak O sampai bidang tersebut adalah p
A  B2  C 2
2

☞Contoh:

Carilah persamaan normal dari bidang x + 2y – 2z – 5 = 0

Penyelesaian:

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 28


1 1
Dari persamaan bidang, diketahui D = -5, diperoleh λ=  .
1 4  4 3

1 2 2 5
Jadi persamaan normal bidang itu adalah x  y  z   0.
3 3 3 3

2 Persamaan Bidang Melalui Titik-Titik Potong dengan Sumbu X, Y dan Z

Dari persamaan bidang datar Ax + By + Cz + D = 0 dengan A, B, C dan D semuanya tidak

sama dengan nol, dapat dicari titik potong dengan sumbu X, Y dan Z.

Misalnya P, Q dan R berturut-turut adalah titik-titik potong dengan sumbu X, Y dan Z, maka

D D D
koordinat ketiga titik tersebut adalah P ( ,0,0) , Q (0, ,0) dan R (0,0, ).
A B C

D
R(0,0, )
C

D
Q(0, ,0)
B

D
X P( ,0,0)
A

Gambar 3.2 Bidang Ax + By + Cz + D = 0

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 29


Persamaan Ax + By + Cz + D = 0 dapat diubah menjadi

Ax + By + Cz = -D : -D

x y z
atau   1
D D D
A B C

D D D
dimana absis P, ordinat Q dan aplikat R.
A B C

Jadi jika bidang datar tersebut memotong sumbu X, Y dan Z berturut-turut sepanjang p, q dan

r maka persamaannya menjadi

x y z
   1.
p q r

Persamaan ini tidak berlaku jika bidang melalui titik O.

☞Contoh:

Tentukan persamaan bidang yang memotong sumbu-sumbu X, Y dan Z pada titik-titik

(1, 0, 0), (0, -1, 0) dan (0, 0, -1).

Penyelesaian:

Persamaan bidang yang memotong sumbu-sumbu X, Y dan Z pada titik-titik (1, 0, 0),

(0, -1, 0) dan (0, 0, -1) adalah

x y z
   1 atau x - y - z = 1.
1 1 1

3. Persamaan Bidang melalui Sebuah Titik

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 30


Sebuah bidang dalam tiga dimensi

ditentukan oleh sebuah titik tetap dalam bidang


P0 dan sebuah vector yang tegak lurus terhadap

bidang (gambar 3.2). Sebuah vector yang

tegaklurus pada bidang tersebut disebut sebuah

normal pada bidang itu.


Gambar 3.2 Normal Bidang

Misalnya akan dicari persamaan bidang melalui

titik P0(x0,y0,z0) dan tegaklurus pada vector yang

tidak nol n = < a, b, c >. Melalui gambar 3.3


P( x, y, z ) n
dapat dilihat bahwa bidang memuat tepat titik-

P0 
titik P(x,y,z) sedemikian hingga vector P0 P tegak

lurus terhadap n. Dengan persamaan dapat ditulis


n. P0 P = 0 ………(1)

Gambar 3.3 Normal Bidang


Karena P0 P = <x – x0, y - y0, z - z0> maka (1) dapat ditulis

a (x – x0) + b(y - y0) + c(z - z0) = 0……..(2)

yang merupakan sebuah persamaan bidang melalui sebuah titik.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 31


☞Contoh:

Cari persamaan bidang melalui titik (5, 1, -2) yang tegak lurus terhadap n = 2,4,3 .

Penyelesaian:

Persamaan bidang melalui titik (5, 1, -2) yang tegak lurus terhadap n = 2,4,3 adalah

2(x - 5) + 4(y - 1) + 3(z + 2) = 0

 2x + 4y + 3z - 8 = 0.

4. Persamaan Bidang melalui 3 Buah Titik

Misalkan persamaan bidang yang melalui titik-titik yang diketahui Ti(xi,yi,zi)(i=1,2,3) adalah

Ax + By + Cz + D = 0 dengan A, B, C dan D yang akan dicari.

 Ax  By  Cz  D  0
 Ax  By  Cz  D  0
 1 1 1
Maka dipenuhi 
 Ax 2  By2  Cz 2  D  0
 Ax 3  By3  Cz3  D  0

Diperoleh empat persamaan dengan empat bilangan A, B, C dan D yang tidak diketahui.

Dalam bentuk determinan penyelesaian dari persamaan ini adalah sebagai berikut.

x y z 1
x1 y1 z1 1
= 0
x2 y 2 z 2 1
x3 y 3 z 3 1

☞Contoh:

Tentukan persamaan bidang melalui titik P1(3,2,1), P2(2,1,-1) dan P3(-1,3,2).

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 32


Penyelesaian:

Misalnya persamaan bidang yang melalui titik-titik P1(3,2,1), P2(2,1,-1) dan P3(-1,3,2) adalah

Ax + By + Cz + D = 0.

 Ax  By  Cz  D  0
3 A  2 B  C  D  0

maka dipenuhi 
2 A  B  C  D  0
 A  3B  2C  D  0

x y z 1
3 2 1 1
dapat ditulis =0
2 1 1 1
1 3 2 1

2 1 1 3 1 1 3 2 1 3 2 1
 x 1 1 1 - y 2 1 1 +z 2 1 1 - 2 1 1 = 0
3 2 1 1 2 1 1 3 1 1 3 2

 x + 9y – 5z – 16 = 0

Jadi persamaan bidang yang diminta adalah x + 9y – 5z – 16 = 0.

B. Sudut Arah, Cosinus Arah dan Bilangan Arah

Persamaan Hesse bidang datar x cos α + y cos β + z cos γ – p = 0, dimana α, β dan γ

adalah sudut-sudut arah dari bidang datar sedangkan cos α, cos β dan cos γ adalah sudut-sudut

arah dari bidang datar. Bilangan-bilangan yang sebanding dengan cosinus-cosinus arah disebut

bilangan-bilangan arahnya.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 33


Perhatikan persamaan bidang datar Ax + By + Cz + D = 0, A, B, C adalah bilangan –

bilangan arah dari bidang.

Jika α, β dan γ adalah sudut-sudut arah maka cosinus-cosinus arah:

A B C
cos α = ; cos β = ; cos γ =
 A  B C
2 2 2
 A  B C
2 2 2
 A  B2  C 2
2

Tanda dari A 2  B 2  C 2 diambil + semua atau – semua.

☞Contoh:

Tulislah persamaan 2x – 2y + z + 18 = 0 dalam persamaan normal Hesse dan tentukan jarak O

sampai bidang. Carilah pula cosinus-cosinus arahnya.

Penyelesaian:

Persamaan normal 2x – 2y + z + 18 = 0 adalah 2λx - 2λy + λz + 18λ = 0 dengan

1 1
λ=  .
 4  4 1 3

1
Karena 18 > 0 maka λ = -
3

2 2 1
Sehingga persamaan Hesse dari bidang itu adalah  x y z 6  0
3 3 3

Jarak O sampai bidang tersebut, d = 6

Cosinus-cosinus arahnya adalah:

2 2 1
cos α =  ; cos β = ; cos γ = - .
3 3 3

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 34


C. Sudut Antara Dua Bidang

Dua bidang yang berpotongan menghasilkan dua

sudut perpotongan, yaitu sudut θ (0 ≤ θ ≤ 90o)



dan suplemennya 180o- θ (gambar 3.4). Jika n1

180 0   dan n2 adalah normal-normal bidang maka sudut

antara n1 dan n2 adalah θ atau 180o- θ bergantung

kepada arah dari normal-normal bidang (gambar

Gambar 3.4 3.5). Jadi sudut antara dua bidang yang

n1 berpotongan ditentukan oleh normal dari kedua

bidang tersebut.

 Jika persamaan bidang-bidang diketahui



mempunyai persamaan-persamaan
n2
V1  A1 x + B1 y + C1 z + D1 = 0 dan

V1  A2 x + B2 y + C2 z + D2 = 0 maka
Gambar 3.5

nV1  A1 , B1 ,C1 dan nV 2  A2 , B2 ,C 2 .

Sehingga

A1 A2  B1 B2  C1C2
Cos  
A12  B12  C12 A22  B22  C22

☞Contoh:

Tentukan sudut lancip yang diapit oleh bidang-bidang x = 0 dan 2x - y + z – 4 = 0.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 35


Penyelesaian:

Normal dari bidang x = 0 adalah n1 = <1, 0, 0> dan normal dari bidang 2x – y + z – 4 = 0

adalah n2 = < 2, -1, 1>

2 2 1
Cos θ =   6
1 4 11 6 3

1
 θ = arc cos 6.
3

D. Letak Suatu Bidang terhadap Bidang yang Lain

Misalnya diketahui bidang-bidang A1 x + B1 y + C1 z + D1 = 0 dan

A2 x + B2 y + C2 z + D2 = 0.

Jika kedua bidang itu berpotongan maka sudut antara kedua bidang itu θ sebagaimana

sudah dibahas sebelumnya adalah

A1 A2  B1 B2  C1C 2
Cos 
A12  B12  C12 A22  B22  C 22

Kedua bidang akan saling tegaklurus jika cos θ = 0 atau A1A2 + B1B2 + C1C2 = 0.

Kedua bidang akan sejajar jika bilangan-bilangan arahnya sebanding.

A1 B C
Atau  1  1 .
A2 B2 C2

A1 B C D
Kedua bidang berimpit jika  1  1  1 .
A2 B2 C2 D2

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 36


☞Contoh:

1. Tentukan persamaan bidang melalui titik asal yang sejajar dengan bidang 4x

– 2y + 7z + 12 = 0

Penyelesaian:

Misalkan persamaan bidang melalui titik asal Ax + By + Cz = 0.

A B C
Karena bidang ini sejajar dengan bidang 4x – 2y + 7z + 12 = 0 maka berlaku  
4 2 7

4 2
atau A= C dan B  C
7 7

4 2
Sehingga persamaan bidang adalah C x+ C y + Cz = 0 atau 4x -2y + 7z = 0.
7 7

2. Tentukan persamaan bidang melalui (-1,2,-5) dan tegaklurus bidang-bidang

2x –y + z = 1 dan x + y – 2z = 3.

Penyelesaian:

Misalkan persamaan bidang yang melalui (-1,2,-5) adalah V maka

V  a (x+1) + b (y-2) + c (z+5) = 0

Karena V tegak lurus bidang 2x –y + z = 1 dan x + y – 2z = 3

maka berlaku 2a – b + c = 0 ……………1)

a + b – 2c = 0 + …………….2)

c
3a - c = 0  a=
3

c 5c
Substitusi a = pada persamaan 2), diperoleh b =
3 3

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 37


Substitusi nilai a dan b pada persamaan bidang V diperoleh persamaan bidang yang diminta,

yaitu

c 5c
(x+1) + (y-2) + c (z+5) = 0.
3 3

atau (x + 1) + 5(y - 2) + 3(z + 5) = 0.

atau x + 5y + 3z + 6 = 0.

D. Jarak Suatu Titik ke Sebuah Bidang

Berkaitan dengan jarak, ada tiga masalah yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Menentukan jarak sebuah titik dan sebuah bidang

2. Menentukan jarak dua bidang sejajar

3. Menentukan jarak dua garis bersilangan.

Tiga masalah ini saling terkait. Jika jarak antara titik dan bidang dapat ditentukan maka jarak

antara dua bidang sejajar dapat dicari dengan cara menghitung jarak bidang yang satu dengan

sebuah titik sebarang pada bidang lainnya (gambar 4.5a dan 4.5b). Sedangkan untuk

menentukan jarak dua garis bersilangan dapat ditentukan dengan cara menghitung jarak dua

bidang yang memuat masing-masing garis. Untuk yang terakhir ini akan dibahas pada bab

berikutnya.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 38


P0

Gambar 4.5a
Gambar 4.5b

Jarak D suatu titik P0(x0, y0, z0) ke sebuah bidang ax + by + cz + d = 0 adalah

ax0  by0  cz 0  d
D=
a2  b2  c2

n Bukti:

Pr oyQp 0 P0 Misalkan Q(x1,y1,z1) adalah sebarang titik pada

d bidang dan vector kedudukan normal n = <a,b,c>

dengan titik asal Q sebagaimana digambarkan pada


Q( x1 , y1 , z1 )
gambar 3.8, maka jarak D adalah proyeksi skalar

vektor QP0 pada n.


Gambar 3.8

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 39


Jadi


 QP0  n
D= Pr oy QP0 pada n =
n


Dimana QP0  x0  x1 , y0  y1 , z 0  z1

QP0  n  a( x0  x1 )  b( y 0  y1 )  c( z 0  z1 )
n  a2  b2  c2

Sehingga

a( x0  x1 )  b( y 0  y1 )  c( z 0  z1 )
D= ………. *)
a2  b2  c2

Karena Q(x1,y1,z1) pada bidang maka

ax1 + by1 + cz1 + d = 0 atau d = - ax1 - by1 - cz1.

Substitusi ke *), diperoleh

ax0  by0  cz 0  d
D=
a2  b2  c2

(terbukti)

☞Contoh:

1. Tentukan jarak titik (1,-2,3) terhadap bidang 2x – 2y + z = 4.

Penyelesaian:

Persamaan bidang dapat ditulis 2x – 2y + z – 4 = 0

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 40


Jarak titik (1,-2,3) ke bidang 2x – 2y + z – 4 = 0 adalah

ax0  by0  cz 0  d
D=
a2  b2  c2

2.1  (2)(2)  1.3  4


=
4  4 1

5
=
3

2. Tentukan jarak antara bidang -2x + y + z = 0 dan 6x – 3y – 3z – 5 = 0.

Penyelesaian:

Kedua bidang adalah sejajar karena kedua normal bidang yaitu <-2, 1, 1> dan <6, -3, -3>

adalah dua vektor yang sejajar.

Untuk menghitung jarak antara dua bidang, pilih sebuah titik pada bidang -2x + y + z = 0,

yaitu (0,0,0).

Maka jarak (0,0,0) terhadap bidang 6x - 3y – 3z – 5 = 0 sama dengan jarak kedua bidang

tersebut, yaitu

5
D=
6 2  (3) 2  (3) 2

5
=
3 6

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 41


E. Berkas Bidang

Misalkan persamaan Bd1  A1 x  B1 y  C1 z  D1  0

dan Bd2  A2 x  B2 y  C2 z  D2  0 .

Dari kedua persamaan itu dibentuk persamaan baru,

yaitu Bd1 + λ Bd2 = 0,

Atau

( A1 x  B1 y  C1 z  D1 )   ( A2 x  B2 y  C2 z  D2 )  0
Gambar 3.9
( A1  A2 ) x  ( B1  B2 ) y  (C1  C2 ) z  ( D1  D2 )  0

dimana λ parameter dengan -ϖ ≤ λ ≤ ϖ.

Untuk setiap harga λ yang nyata, persamaan ini merupakan persamaan bidang datar karena

berderajat satu dalam x, y dan z.

Jika suatu titik terletak pada bidang Bd1 = 0 dan juga pada bidang Bd2 = 0 maka titik itu tentu

terletak pada Bd1 + λ Bd2 = 0. Jadi untuk setiap harga λ yang nyata, Bd1 + λ Bd2 = 0

menunjukkan persamaan bidang yang melalui garis potong bidang –bidang Bd1 = 0 dan

Bd2 = 0 yang disebut persamaan berkas bidang. Bidang Bd1 = 0 dan Bd2 = 0 disebut

anggota-anggota dasar berkas bidang.

Jika Bd1 = 0 dan Bd2 = 0 adalah bidang-bidang yang sejajar maka berkas bidang terdiri dari

bidang-bidang sejajar. Berkas ini disebut berkas bidang sejajar.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 42


☞Contoh:

1. Tentukan persamaan bidang melalui (-1,4,2) dan melalui garis potong bidang 4x–y+z–2 = 0

dan 2x + y – 2z – 3 = 0.

Penyelesaian:

Bidang yang melalui garis potong bidang-bidang 4x – y + z – 2 = 0 dan 2x + y – 2z – 3 = 0

mempunyai persamaan

4x – y + z – 2 + λ (2x + y – 2z – 3) = 0

atau (4 + 2λ) x + (-1+ λ) y + (1-2λ) z + (-2 -3λ) = 0

Karena bidang melalui (-1,4,2) maka

(4 + 2λ) (-1) + (-1+ λ) 4 + (1-2λ) 2 + (-2 -3λ) = 0

atau -4 - 2λ - 4 + 4λ + 2 -4λ -2 -3λ = 0

atau 5 λ = -8  λ = -8/5

16 8 16 24
Jadi persamaan bidang adalah (4  ) x  (1  ) y  (1  ) z  (2  )  0
5 5 5 5

4 13 21 14
atau x y z 0
5 5 5 5

atau 4x - 13 y + 21 z + 14 = 0.

2. Tentukan persamaan bidang yang melalui titik potong bidang-bidang x – y – z = 3,

2x – 5y – 7z = 12, 3x + 2y – z = 5 dan sejajar bidang 3x – y = 4.

Penyelesaian:

Misalkan titik potong dari ketiga bidang tersebut adalah (x0, y0, z0).

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 43


Persamaan bidang yang melalui (x0, y0, z0) adalah a( x-x0) + b( y - y0) + c(z- z0) = 0.

Titik potong dapat diperoleh dengan menyelesaikan ketiga persamaan berikut secara bersama-

sama

x0 – y0 – z0 = 3 …………..1)
2x0 – 5y0 – 7z0 = 12 …………..2)
3x0 + 2y0 – z0 = 5 …………..3)

2 x 1) 2x0 – 2y0 –2 z0 = 6
2) 2x0 – 5y0 – 7z0 = 12 -
-3y0 – 5z0 = 6 ………………….4)

3) 3x0 + 2y0 – z0 = 5
3 x 1) 3x0 – 3y0 – 3z0 = 9 -
5y0 + 2z0 = -4 …………………5)

5 x 4) -15y0 – 25z0 = 30
3 x 5) 15y0 + 6z0 = -12 +
18
-19z0 = 18  z0 = 
19
18 8
Substitusi z0 =  pada persamaan 5) diperoleh y0 =  .
19 19
8 18 31
Substitusi y0 =  dan z0 =  pada persamaan 1), diperoleh x0 = .
19 19 19
31 8 18
Sehingga titik potong ketiga bidang adalah ( ,  ,  ).
19 19 19
Persamaan bidang yang melalui titik potong adalah
31 8 18
a( x - ) + b( y + ) + c(z + ) = 0.
19 19 19

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 44


Karena bidang itu sejajar dengan bidang 3x – y = 4 maka berlaku
31 8 18
nv1 = k nv2 jika V1  a( x - ) + b( y + ) + c(z + ) = 0 dan V2  3x – y = 4.
19 19 19
 a, b, c = k 3,1,0

 a = 3k, b = -k dan c = 0.

31 8
Sehingga persamaan bidang adalah -3k( x - ) -k ( y + ) = 0.
19 19
31 8
-3( x - )-(y+ ) = 0.
19 19
101
-3x - y - = 0.
19
Atau 57x -19y - 101 = 0.

F. Jaring Bidang

Diketahui bidang yang bukan anggota dari satu berkas bidang datar sebagai berikut.

Bd1  A1 x  B1 y  C1 z  D1  0

Bd2  A2 x  B2 y  C2 z  D2  0

Bd3  A3 x  B3 y  C3 z  D3  0

Dari ketiga persamaan itu dibentuk persamaan baru

Bd1 + λ Bd2+ μ Bd3 =0

atau

( A1  A2  A3 ) x  ( B1  B2  B3 ) y  (C1  C2  C3 ) z  ( D1  D2  D3 )  0

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 45


dengan λ, μ sebagai parameter.

Karena untuk setiap pasang harga λ dan μ nyata menunjukkan persamaan berderajat satu

dalam x, y dan z maka persamaan di atas adalah persamaan bidang datar.

Jika suatu titik terletak pada Bd1 = 0, Bd2 = 0 dan Bd3 = 0 maka titik itu juga terletak pada Bd1

+ λ Bd2+ μ Bd3 = 0.

Persamaan di atas disebut persamaan jaring bidang dan setiap anggota dari jaring bidang

melalui titik potong ketiga anggota dasar Bd1 = 0, Bd2 = 0 dan Bd3 = 0. Sebaliknya bidang-

bidang yang melalui satu titik tertentu membentuk suatu jaring bidang.

☞Contoh:

Tentukan persamaan bidang yang melalui titik potong ketiga bidang berikut dan sejajar

dengan bidang 12x + 7y – 5z –14 = 0.

Bd1  4 x  3 y  2 z  8  0
Bd2  3x  y  2 z  5  0
Bd3  2 x  2 y  z  1  0
Penyelesaian:

Dengan menyelesaikan secara serentak ketiga persamaan bidang, diperoleh titik potong

(1, -2, 3).

Bidang yang melalui titik potong ketiga bidang adalah anggota jaring bidang yang

persamaannya adalah

Bd1 + λ Bd2+ μ Bd3 =0

atau (4 x  3 y  2 z  8) + λ (3x  y  2 z  5) + μ (2 x  2 y  z  1) = 0

atau (4 + 3λ + 2μ) x + (3 + λ + 2μ) y + (-2 -2λ + μ) z + (8 + 5λ - μ) = 0

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 46


Karena bidang tersebut sejajar dengan bidang 12x + 7y – 5z –14 = 0 maka berlaku

4  3  2 3    2  2  2  
 
12 7 5

28  21  14   36  12  24 


atau 
 15  5  10   14  14  7 

dengan menyelesaikan secara serentak, diperoleh harga λ = 2 dan μ = 1.


Sehingga persamaan bidang yang melalui titik potong ketiga bidang dan sejajar bidang 12x +

7y – 5z –14 = 0 adalah 12x + 7y – 5z –17 = 0.

✍Soal-soal

1. Tentukan persamaan dari:

a. bidang xy (jb. z = 0)

b. bidang xz (jb. y = 0)

c. bidang yz (jb. x = 0)

2. Tentukan persamaan bidang yang memotong Sumbu X, Y dan Z di a, b dan c, jika

a. a = 2, b = 10, c = -3.

b. a = -2, b = -3, c = -4.

Jb. a. 15x + 3y - 10z - 30 = 0, b. 6x + 4y + 3z - 12 = 0.

3. Tentukan bidang-bidang yang sejajar dari pasangan bidang berikut ini.

a. 2x – 3y + z + 5 = 0 dan 4x – 6y + 3z – 5 = 0

b. 2x + 6y + 4z + 10 = 0 dan x + 3y + 2z – 6 = 0.

1 2
c. y = 3x – 2z – 12 dan x = y+ z+2
3 3

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 47


4. Tentukan persamaan bidang yang melalui (-1, 2, -5) dan tegaklurus bidang-bidang

2x – y + z = 1 dan x + y – 2z = 3. (jb. x + 5y + 3z + 6 = 0.)

5. Buktikan bidang-bidang A1 x + B1 y + C1 z + D1 = 0 dan A2x + B2y + C2z + D2 = 0 saling

tegak lurus jika dan hanya jika A1A2 + B1B2 + C1C2 = 0.

4
6. Tentukan jarak titik (0, 1, 5) terhadap bidang 3x + 6y – 2z – 5 = 0.(jb. )
7

7. Tentukan sudut lancip yang dibentuk oleh bidang-bidang x + 2y – 2z = 5 dan 6x –

3y + 2z = 8.

4
(jb. arc cos ).
21

8. Carilah persamaan bidang yang melalui titik potong bidang-bidang 3x – y + z + 2 = 0, 2x –

2y – z – 1 = 0, x + 2y – 3z – 14= 0 dan sejajar bidang x – 2y – 4 = 0.

(jb. x – 2y + 3 = 0).

9. Carilah persamaan bidang yang melalui garis potong bidang-bidang 2x – y + 2z = 5 dan 3x

+ 2y – z = 6 dan melalui titik asal O. (jb. 3x + 16y – 17z = 0)

10. Tentukan sebuah bidang melalui titik P1(-2, 1, 4), P2(1, 0, 3) dan tegak lurus pada bidang

4x – y + 3z = 2. (jb. 4x + 13y – z = 1).

11. Carilah persamaan bidang yang melalui garis potong bidang-bidang dengan persamaan 3x

– 4y – 7z – 4 = 0 dan 2x + y + 3z + 1 = 0 dan berjarak 5 dari titik P(5, -3, -4)

(jb. 10x – 6y – 8z – 5).

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 48


BAB IV
GARIS LURUS PADA RUANG

A. Persamaan Garis Lurus pada Ruang

Sebuah garis lurus pada ruang dapat dipandang sebagai garis potong dua bidang datar.

Sebagaimana halnya garis-garis yang dikenal seperti sumbu X, Y dan Z. Sumbu X merupakan

garis potong bidang XOY dan bidang XOZ ditulis dengan y = 0, z = 0 . Sumbu Y merupakan

garis potong bidang XOY dan bidang YOZ, ditulis x = 0, z = 0. Sedangkan sumbu Z

merupakan garis potong bidang XOZ dan bidang YOZ, ditulis x = 0, y = 0.

Gambar 4.1 Garis Lurus g

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 49


Garis-garis yang sejajar

k sumbu-sumbu koordinat

dapat ditulis sebagai berikut.

Garis sejajar sumbu X:


p
y  p
.
z  k
a
Garis sejajar sumbu Y:

x  a

z  k
Gambar 4.2 Garis-Garis Sejajar Sumbu Koordinat
Garis sejajar sumbu Z:

x  a

y  p

 A1 x  B1 y  C1 z  D1  0
Secara umum persamaan garis dapat ditulis 
 A2 x  B2 y  C 2 z  D2  0

Bilangan arah dari garis tersebut dapat dicari dengan mengubah bentuk garis tersebut ke

 x  mz  p
bentuk 
 y  nz  q

Dengan mengeliminir y dari persamaan, diperoleh

B1 C1 B1 D1
B2 C2 B2 D2
m= dan p= .
A1 B1 A1 B1
A2 B2 A2 B2

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 50


C1 A1 D1 A1
C2 A2 D2 A2
Dengan mengeliminir x dari persamaan, diperoleh n = dan q =
A1 B1 A1 B1
A2 B2 A2 B2

B1 C1 C1 A1
B2 C2 C2 A2
Jadi bilangan arah dari garis itu adalah , ,1
A1 B1 A1 B1
A2 B2 A2 B2

B1 C1 C1 A1 A1 B1
atau , , .
B2 C2 C2 A2 A2 B2

☞Contoh:

Bilangan arah arah dari garis 5x + 2y – 5z = 5, 10x + 6y – 5z = 25 adalah

2 5 5 5 5 2
, ,
6  5  5 10 10 6

Atau 20, -25, 10.

Atau 4, -5, 2.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 51


B. Persamaan Vektor Suatu Garis Lurus

Misalkan diketahui T(x1, y1, z1)


V
dengan vektor letak t.
T v
Akan dicari persamaan vektor
t a
garis yang melalui T dan sejajar

a.

Misalkan V(x,y,z) sebarang titik

pada garis tersebut dengan vektor


Gambar 4.3
letak v.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 52



Maka dapat ditulis, v  t  TV .
 


Karena TV   a maka v  t   a , dengan t = vektor tumpu dan a = vektor arah.
   

Hal ini berlaku untuk tiap vektor letak dari titik-titik pada garis itu.

 x   x1   a1 
     
Atau dapat ditulis dengan vektor kolom  y    y1     a2 
z  z  a 
   1  3

Dalam persamaan parameter, persamaan garis tersebut dapat ditulis

 x  x1   a1

 y  y1   a2
z  z   a
 1 3.

Eliminir parameter  dari persamaan itu, diperoleh

x  x1 y  y1 z  z1
 
a1 a2 a3

yang merupakan persamaan kanonik dari garis lurus.

Untuk persamaan vektor dari garis yang melalui 2 titik A(x1, y1, z1) dengan vektor letak a dan

B (x2, y2, z2) dengan vektor letak b, dapat dicari sebagai berikut.

Ambil a sebagai vektor tumpu dan AB sebagai vektor arah, dapat ditulis

v = a +  AB

v = a + λ (b – a) atau

 x   x1   x2  x1 
     
 y    y1     y2  y1 
z  z  z  z 
   1  2 1

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 53


Dalam koordinat –koordinat cartesius persamaan ini menjadi

x  x1 y  y1 z  z1
 
x2  x1 y 2  y1 z 2  z1

Ini adalah persamaan garis lurus melalui titik x1 , y1 , z1  dengan bilangan-bilangan arah

x2  x1 ,  y2  y1 , z2  z1  .
☞Contoh:

1. Tentukan persamaan garis lurus melalui titik P(2, 3, 1) dan Q(3, 2, 4).

Penyelesaian:

Persamaan garis lurus melalui titik P(2, 3, 1) dan Q(3, 2, 4) adalah

x  2 y  3 z 1 x  2 y  3 z 1
  atau   .
3  2 2  3 4 1 1 1 3

Bilangan arah dari garis ini adalah 1, -1, 3.

2. Tentukan persamaan garislurus melalui P sejajar dengan garislurus l jikalau P(1, 2, 2) dan

l: 3x - y = 2y - z = 2z - 5.

Penyelesaian:

Misalkan persamaan garislurus melalui P(1, 2, 2) adalah g. Maka

x 1 y  2 z  2
g:   dengan bilangan arah a, b, c.
a b c

3 x  y  2 z  5  0
Karena g ∥ l maka bilangan arah dari g = bilangan arah dari l: 
2 y  3 z  5  0

1  2  2 3 3 1
Bilangan arah dari l dapat dicari yaitu , , atau 7, 9, 6.
2 3 3 0 0 2

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 54


Sehingga persamaan garislurus melalui P sejajar dengan garislurus l adalah

x 1 y2 z2
  .
7 9 6

C. Cosinus-Cosinus Arah Garis Lurus pada Ruang

Seperti diketahui persamaan garis lurus pada ruang adalah

x  x1 y  y1 z  z1
  , dimana a1 , a2 dan a 3 adalah bilangan-bilangan arah
a b c
garis tersebut.

Cosinus-cosinus arah dari garis ini dapat dicari.

a b c
cos   ; cos   ; cos  
 a2  b2  c2  a2  b2  c2  a2  b2  c2

D. Letak Garis Lurus Terhadap Bidang Datar

Ada tiga kemungkinan letak garis lurus terhadap bidang datar. Garis itu mungkin

memotong bidang datar, sejajar dengan bidang datar atau terletak seluruhnya pada bidang

datar tersebut.

Jika suatu garis memotong bidang datar maka titik potong keduanya dapat dicari

sebagai berikut.

x  x1 y  y1 z  z1
a. Misalkan persamaan garis   dan bidang Ax+By+Cz+D= 0
a b c

Mencari koordinat titik-titik potong garis dan bidang datar berarti mencari harga-harga x, y

dan z yang memenuhi persamaan itu.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 55


x  x1   a 
x  x1 y  y1 z  z1 
Misalkan   =λ atau y  y1   b Cari λ
a b c
z  z1   c 

A( x1  a)  B( y1  b)  C ( z1  c)  D  0


atau
( Aa  Bb  Cc)  ( Ax1  By1  Cz1  D)  0

Dari kesamaan di atas ada empat kemungkinan harga λ, yaitu:

1. Jika Ax1 + By1 + Cz1 + D ≠ 0 dan (Aa + Bb + Cc) ≠ 0 maka diperoleh 1 harga λ.

Sehingga koordinat-koordinat titik potong dapat ditentukan.

2. Jika Ax1 + By1 + Cz1 + D = 0 dan (Aa + Bb + Cc) ≠ 0 maka λ = 0 dan titik potong

garis dan bidang ialah titik (x1,y1,z1) sendiri.

3. Jika Aa + Bb + Cc = 0 dan Ax1 + By1 + Cz1 + D ≠ 0 maka tidak terdapat harga λ. Ini

berarti garis tidak memotong bidang datar atau garis sejajar bidang datar. Hal ini

berarti garis sejajar bidang datar jika garis itu tegak lurus normal bidang datar.

4. Jika Aa + Bb + Cc = 0 dan Ax1 + By1 + Cz1 + D = 0 maka garis sejajar bidang datar

dan mempunyai titik persekutuan dengan bidang. Hal ini berarti garis terletak

seluruhnya pada bidang.

☞Contoh:

x  3 y  2 z 1
1. Tentukan titik potong garis   dan bidang 3x + 2y -3z -14 = 0
2 4 2

Penyelesaian:

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 56


x  3 y  2 z 1
Misalkan   .
2 4 2

maka x = 3 + 2λ, y = 2 + 4λ, z = 1 + 2λ.

Misalkan titik potong garis dan bidang adalah (x0, y0, z0 ) untuk suatu harga λ = λ0, maka

berlaku

x0 = 3 + 2λ0, y0 = 2 + 4λ0, z0 = 1 + 2= λ0.

Harga-harga ini masukkan ke persamaan bidang, diperoleh

3 (3 + 2λ0) + 2 (2 + 4λ0) – 3(1 + 2λ0) -14 = 0

atau 8 λ0 = 4  λ0 = ½.

Masukkan harga λ0 = ½ pada persamaan garis diperoleh titik potong garis dan bidang, yaitu

2. Carilah persamaan garis melalui titik (2,-3,4) dan tegak lurus bidang 5x+3y+4z +1= 0.

Penyelesaian:

x2 y3 z 4
Misalkan persamaan garis melalui titik (2, -3, 4) adalah   .
a b c

Garis tegak lurus bidang 5x + 3y + 4z + 1 = 0 berarti garis sejajar normal bidang.

a b c
Karena garis sejajar normal bidang maka berlaku  
5 3 4

a b c
Misalkan   = λ . Maka a = 5λ, b = 3 λ dan c = 4 λ.
5 3 4

Sehingga bilangan arah garis yang ditanyakan adalah 5, 3,4.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 57


x2 y3 z 4
Jadi persamaan garis yang ditanyakan adalah   .
5 3 4

3. Tunjukkan bahwa garis x = 0, y = t, z = t terletak pada bidang 6x + 4y – 4z = 0.

Penyelesaian:

Untuk menunjukkan bahwa garis x = 0, y = t, z = t terletak pada bidang 6x + 4y – 4z = 0

dengan menunjukkan bahwa garis sejajar dengan bidang dan keduanya mempunyai titik

sekutu.

Bilangan arah garis adalah 0, 1, 1. dan normal bidang adalah 6, 4, -4.

Perhatikan bahwa hasil kali bilangan arah- bilangan arah tersebut, yaitu 0.1 + 1.4 + 1 (-4) = 0.

Artinya garis tegaklurus normal bidang. Ini berarti garis sejajar bidang.

Titik (0,0,0) pada garis x = 0, y = t, z = t juga terletak pada bidang 6x + 4y – 4z = 0. Ini

menunjukkan bahwa garis dan bidang mempunyai titik sekutu.

Karena garis sejajar bidang dan mempunyai titik sekutu maka dapat dikatakan bahwa x = 0,

y = t, z = t terletak dalam bidang 6x + 4y – 4z = 0.

b. Jika diketahui persamaan garisnya A1x+ B1y + C1z + D1 = 0, A2x + B2y + C2z + D2 = 0, dan

persamaan bidang datarnya A3x + B3y + C3z + D3 = 0, maka koordinat-koordinat titik

potongnya dapat diselesaikan dengan cara menyelesaikan susunan persamaan berikut.

 A1 x  B1 y  C1 z  D1  0

 A2 x  B2 y  C 2 z  D2  0
A x  B y  C z  D  0
 3 3 3 3

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 58


Koordinat-koordinat titik potong tersebut

 D1 B1C1 A1  D1C1 A1 B1  D1
 D2 B 2 C 2 A2  D2 C 2 A2 B2  D2
 D3 B3C3 A3  D3C3 A3 B3  D3
x y dan z dengan
  

A1 B1C1
  A2 B2 C 2
A3 B3C3

Jika ∆ = 0 maka tidak terdapat titik potong yang berarti garis sejajar bidang datar.

☞Contoh:

x  y  1  0
Tentukan titik potong garislurus l :  dan bidang 2x + y + 5z + 7 = 0
2 x  3 y  z  5

Penyelesaian:

Koordinat-koordinat titik potongnya dapat diselesaikan dengan cara menyelesaikan susunan

persamaan berikut.

x  y  1  0

2 x  3 y  z  5
2 x  y  5 z  7  0

Koordinat-koordinat titik potong tersebut

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 59


1 1 0 1 1 0 1 1 1
5 3 1 2 5 1 2 3 5
7 1 5 2 7 5 2 1 7
x y dan z dengan
  

1 1 0
  2  3 1 atau x = 2, y = -1 dan z = -2.
2 1 5

Jadi titik potong garis dan bidang adalah (2, -1, -2).

E. Kedudukan Dua Garis pada Ruang

Kemungkinan letak dua buah garis lurus dalam ruang adalah berpotongan, sejajar, berimpit

atau bersilangan.

Pada bab sebelumnya telah diketahui bahwa 2 garis dengan bilangan-bilangan arah a1, b1 , c1

a1a 2  b1b2  c1c2


dan a2, b2 ,c2 yang mengapit sudut θ memenuhi Cos 
a12  b12  c12 a 22  b22  c22

Kedua garis akan saling tegak lurus, jika a1a2  b1b2  c1c2  0

a1 b c
Kedua garis akan sejajar jika  1  1
a2 b2 c2

☞Contoh:

Tentukan persamaan parameter garis melalui (-2,0,5) dan sejajar garis x = 1 + 2t, y=4

– t, z = 6 + 2t.

Penyelesaian:

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 60


Garis melalui (-2,0,5) dan sejajar garis x = 1 + 2t, y = 4 – t, z = 6 + 2t adalah

 x  2  2t

 y  t
 z  5  2t

1. Jika 2 garis berpotongan, berimpit atau sejajar maka kedua garis itu tentu terletak

sebidang.

Misalkan garis-garis itu adalah

 x  m1 z  p1  x  m2 z  p 2
g1 :  dan g2 : 
 y  n1 z  q1  y  n2 z  q 2

Berkas bidang melalui garis g1 adalah ( x  m1 z  p1 )   ( y  n1 z  q1 )  0

dan berkas bidang melalui g2 adalah ( x  m2 z  p2 )   ( y  n2 z  q2 )  0

atau x  y  (m1  n1 ) z  p1  q1  0

x  y  (m2  n2 ) z  p2  q2  0

Karena bidang melalui g1 dan g2 adalah anggota berkas I dan II maka

 m1  n1 p1  q1
1=  
 m2  n2 p 2  q 2

m1  n1  m 2  n 2
   , sehingga
p1  q1  p 2  q 2

m1  n1  m2  n 2
atau
p1  q1  p 2  q 2

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 61


m1  m2 p  p2
Diperoleh    1
n2  n1 q 2  q1

Persamaan bidang melalui kedua garis itu menjadi

(n1  n2 )( x  m1 z  p1 )  (m1  m2 )( y  n1 z  q1 )  0

Jadi supaya kedua garis terletak sebidang harus dipenuhi

m1  m2 p  p2
 1
n1  n2 q1  q 2

Perhatikan, persamaan garis g1 dan g2 dapat juga ditulis sebagai berikut.

x  p1 y  q1 x  p2 y  q2
 z dan  z
m1 n1 m2 n2

m1 n
Kedua garis ini akan sejajar, apabila  1  1 atau m1 = m2 dan n1 = n2
m2 n2

Jika kedua garis berimpit maka kecuali m1 = m2 dan n1 = n2, masih harus dipenuhi

p1 = p2 dan q1 = q2.

☞Contoh:

x  z  1 
x  z
1
Tunjukkan bahwa garis g1 :  dan g2 :  berpotongan dan tentukan
 y  3z  7
2

 y  2 z 5

titik potongnya.

Penyelesaian:

m1 n
Kedua garis tidak sejajar karena dipenuhi  1
m2 n2

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 62


Misalnya kedua garis berpotongan pada titik (x0 , y0 , z0 ) maka harus dipenuhi

x0  z 0  1 x0 
1
z0
dan 2
y 0  3z 0  7
y0  2 z0  5

Selesaikan persamaan untuk x0 , y0 , z0 .Jika diperoleh sebuah penyelesaian maka g1 dan g2

berpotongan. Jika tidak maka keduanya tidak berpotongan.

1
Dari persamaan 1) dan 3), diperoleh z0  z0  1  z0  2
2

Substitusi ke persamaan 1) dan 2) diperoleh x0  1 dan y 0  3z 0  7  y 0  1 .

Ternyata nilai y 0  1 dan z 0  2 memenuhi persamaan 4); sehingga ada penyelesaian

simultan untuk ke empat persamaan tersebut.

Jadi kedua garis berpotongan dan titik potongnya adalah (1, -1, 2).

F. Menentukan Jarak Dua Garis Bersilangan

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 63


Jarak dua garis bersilangan dapat ditentukan dengan cara berikut ini.

Gambar 5.1

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 64


Misalnya g dan h adalah dua garis bersilangan sebagaimana pada gambar di atas. Buat bidang

V yang memuat g sejajar h. Ambil sebuah titik sebarang pada g, misalnya T. Maka jarak titik

T pada g ke bidang V adalah sama dengan jarak antara garis g dan h.

☞Contoh.

Carilah jarak garis-garis g1 dan g2 berikut.

2 x  z  7  0 z  2x
g1 :  dan g 2  
2 y  4 z  4  0 y  3

Penyelesaian:

Untuk menentukan jarak garis g1 dan g2 sebagai berikut.

Tentukan persamaan bidang yang melalui g1 sejajar g2. Bidang melalui g1 adalah anggota

berkas bidang yang persamaannya

V  2x + z – 7 +  (2y - 4z -4) = 0

atau

2x + 2λy + (1- 4λ) z -7 - 4λ = 0.

Diketahui bilangan-bilangan arah garis g2 ialah 1, 0, 2.

Karena V sejajar dengan g2 maka normal bidang V tegak lurus terhadap g2. Sehingga berlaku

2.1 + 0.2λ+ 2(1-4λ) = 0.

1
Diperoleh λ = dan persamaan bidang V menjadi V  2x + y – z – 9 = 0.
2

Ambil sebuah titik pada g2 , yaitu T(0,3,0).

2.0  1.3  1.0  9 6


Maka jarak T ke bidang V adalah   6.
2  1  (1)
2 2 2
6

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 65


Jadi jarak garis g1 dan g2 adalah 6.

✍Soal-Soal:

1. Cari persamaan simetri garis potong bidang-bidang berikut ini.

a. 5x + 2y – 5z = 5, 10x + 6y – 5z = 25.

b. x + 4y + 2z = 13, 2x – y – 2z = 10.

x y 5 z 1
Jb. a.  
4 5 2

22 53
y z
x 3  6 k
b. 
2 2 3

2. Tentukan persamaan garis lurus melalui titik-titik P dan Q jika:

a. P(0, 1, 2) dan Q(2, 1, 0).

b. P(4, 3, 5) dan Q(3, 4, 5).

c. P(0,0,4) dan Q(0, 4, 0).

d. P(3, 0, 0) dan Q(0, 5, 0).

3. Tentukan persamaan garislurus melalui P sejajar dengan garislurus l jika:

a. P(0, 0, 0) dan l: x + y + z = 2 dan 2x - y - z = 4.

b. P(2, 5, 7) dan l: 2x - y + 1 = 0 dan 2y - z = 3.

c. P(1, 3, 0) dan l: x = 2z + 3 dan y = 3z - 2.

4. Tentukan pasangan garis dan bidang berikut yang saling tegak lurus.

a. x = -1 + 2t, y = 4 + t, z = 1 – t; 4x + 2y – 2z = 7.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 66


b. x = 3 – t, y = 2 + t, z = 1 – 3t; 2x + 2y – 5 = 0.

Jb: a. tegak lurus

b. tidak tegaklurus

5. Tentukan titik potong garis dan bidang berikut.

a. x = t, y = t, z = t; 3x – 2y + z – 5 = 0

b. x = 1 + t, y = -1 + 3t, z = 2 + 4t; x – y + 4z = 7

2 x  y  3 z  3  0
c. Garis g1 :  dan bidang 5x + 3y - 6z + 7 = 0
3x  2 y  5 z  6  0

5 5 5 11 23 16
Jb. a. ( , , ); b. ( , , ); c.(1,-2,1)
2 2 2 14 14 14

6. Tentukan persamaan bidang melalui (1, 2, -1) dan tegak lurus garis potong bidang-bidang

2x + y + z = 2 dan x + 2y + z = 3.

(Jb. x + y – 3z = 6)

7. Buktikan bahwa kedua garis berikut adalah sejajar.

 x  2  t x  3  t
 
 y  3  2t dan  y  4  2t
z  4  t z  t
 

8. Tentukan pasangan garis dan bidang berikut yang saling tegak lurus.

a. x = -1 + 2t, y = 4 + t, z = 1 – t; 4x + 2y – 2z = 7.

b. x = 3 – t, y = 2 + t, z = 1 – 3t; 2x + 2y – 5 = 0.

Jb: a. tegak lurus

4. tidak tegaklurus

9. Tentukan sudut yang dibentuk oleh garis-garis berikut ini.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 67


 x  1  4t  x  13  32t
 
y  3  t dan  y  1  6t
z  1  0  z  2  3t
 

7 8
Jb. (  , ,1 )
3 3

10. Tentukan sudut yang dibentuk oleh garis-garis pada soal 7 di atas.

11. Carilah jarak dua garis bersilangan berikut.

a. x = 2 + 4t, y = 6-4t, z = 5t;

x = 3 + 8t, y = 5 – 3t, z = 6 + t.

95
(Jawab )
1817

b. x = 1 + 7t, y = 3 + t, z = 5 – 3t

x = 4 – t, y = 6, z = 7 + 2t.

75
(Jawab )
1134

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 68


BAB V
BOLA

A. Persamaan Bola

Sebuah bola dengan titik pusat P(x0,y0,z0) dan jari-jari r adalah tempat kedudukan titik-titik

pada ruang yang berjarak r dari P.

Persamaan umum sebuah bola dengan pusat P(x0,y0,z0) dan jari-jari r adalah:

(x-x0)2 + (y-y0)2 + (z-z0)2 = r2.

( x, y, z )
r
P( x0 , y0 , z0 )

Gambar 6.1
Bola dengan pusat P(x0,y0,z0) dan jari-jari r

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 69


☞ Contoh:

Persamaan Grafik

( x  2) 2  ( y  3) 2  ( z  1) 2  9 Bola dengan pusat (2,3,1) dan jari-jari 3.


( x  1) 2  y 2  ( z  1) 2  5 Bola dengan pusat (-1,0,1) dengan jari-jari V5
x2  y2  z 2  1 Bola dengan pusat (0,0,0) dan jari-jari 1.

Persamaan bola dapat juga ditulis x2 + y2 + z2 + Gx + Hy + Iz + J = 0

Dari persamaan ini dapat dilihat bahwa persamaan bola adalah persamaan kuadrat dalam x, y

dan z yang tidak memuat suku-suku xy, xz dan yz serta koefisien-koefisien dari x2, y2 dan z2

sama.

B. Persamaan Vektor Suatu Bola

Misalkan P adalah titik pusat bola dan

T sebarang titik pada bola maka


T
berlaku t . t = r2.
t
P Persamaan ini merupakan persamaan
p
vektor suatu bola dengan pusat O dan

jari-jari r.

Jika t = xi + yj + zk maka

(xi + yj + zk) . (xi + yj + zk) = r2.

Gambar 6.2

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 70


Atau x2 + y2 + z2 = r2, yang merupakan persamaan bola dengan pusat O.

Jika titik pusat bola P dengan vektor letak titik p dan jari-jari r maka persamaan vektor bola

adalah

( t - p ) . ( t - p ) = r2.

Jika p = ai + bj + ck maka t - p = (x-a)i + (y-b)j + (z-c)k.

Sehingga {(x-a)i + (y-b)j + (z-c)k}. {(x-a)i + (y-b)j + (z-c)k} = r2.

Atau (x-a)2+ (y-b)2 + (z-c)2 = r2

C. Persamaan Bola melalui Empat Buah Titik

Jika diketahui empat buah titik, Ti(xi,yi,zi)(i=1,2,3,4) maka persamaan bola melalui empat titik

tersebut dapat dicari sebagai berikut.

Misalkan persamaan bola melalui empat titik adalah

x2 + y2 + z2 + Ax + By + Cz + D = 0,

Karena T1 pada bola maka akan dipenuhi

x12  y12  z12  Ax1  By1  Cz1  D  0

x22  y 22  z 22  Ax 2  By2  Cz 2  D  0

x32  y32  z32  Ax3  By3  Cz3  D  0

x42  y 42  z 42  Ax 4  By4  Cz 4  D  0

dengan A, B, C dan D yang memenuhi persamaan itu.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 71


Persamaan bola dapat diperoleh dengan menyelesaikan

x2  y2  z2 x y z 1
x y z
2
1
2
1
2
1 x1 y1 z1 1
x 22  y 22  z 22 x2 y2 z2 1  0
x32  y 32  z 32 x3 y3 z3 1
x 42  y 42  z 42 x4 y4 z4 1

☞ Contoh:

Tentukan persamaan bola yang melalui empat titik: (0, 0,0), (0, 0, 1), (2, 0, 0) dan (0, 1, 0).

Penyelesaian:

Dengan determinan, persamaan bola yang melalui empat titik tersebut adalah:

x2  y2  z2 x y z 1
x12  y12  z12 x1 y1 z1 1
x 22  y 22  z 22 x2 y2 z2 1  0
x32  y 32  z 32 x3 y3 z3 1
x 42  y 42  z 42 x4 y4 z4 1

x2  y2  z2 x y z 1
0 0 0 0 1
 1 0 0 1 1 0,
4 2 0 0 1
1 0 1 0 1

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 72


x2  y2  z 2 x y z
1 0 0 1
  0 , kolom 1 dikurangi 1 kali kolom 4
4 2 0 0
1 0 1 0

x2  y2  z 2  z x y z
 4 2 0 0  0 , kolom 1 dikurangi 1 kali kolom ke 3
1 0 1 0

x2  y2  z 2  z x y
 4 2 0  0 ,kolom 1 dikurangi 1 kali kolom ke 3
1 0 1

x2  y2  z 2  z  y x
 0
4 2

x2  y2  z2  z  y x
 0
2 1

Sehingga persamaan bola tersebut adalah x2 + y2 + z2 – 2x – y – z = 0.

D. Bidang Singgung pada Bola

Ada tiga kemungkinan kedudukan bidang datar dan bola. Kemungkinan yang pertama,

bidang memotong bola. Kedua, bidang menyinggung bola dan ketiga bidang tidak

menyinggung maupun memotong bola.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 73


Sebuah bidang datar memotong bola, jika jarak titik pusat bola ke bidang datar kurang dari

jari-jari bola. Hasil perpotongannya merupakan sebuah lingkaran. Sehingga persamaan

lingkaran dapat ditulis sebagai berikut.

 x 2  y 2  z 2  Ax  By  Cz  D  0
 ………………………..*)
 Px  Qy  Rz  S  0

Bidang menyinggung bola, jika jarak titik pusat bola ke bidang datar sama dengan jari-jari

bola. Persamaan *) menjadi persamaan lingkaran titik.

Jika jarak titik pusat bola ke bidang datar lebih besar dari jari-jari bola maka bidang datar

dan bola tidak mempunyai titik persekutuan dan persamaan *) menjadi persamaan lingkaran

imaginer.

Persamaan bidang singgung pada bola dapat dicari sebagai berikut.

Misalkan T(x1,y1,z1) adalah titik singgung pada bola x2 + y2 + z2 + Ax+By+ Cz + D = 0 maka

berlaku

x12  y12  z12  Ax1  By1  Cz1  D  0

Bidang singgung di T pada bola adalah suatu bidang yang melalui T dan tegaklurus pada jari-

jari yang melalui T.

1 1 1
Dari persamaan bola diketahui pusat bola P(- A, - B,- C) dan bilangan-bilangan arah
2 2 2

1 1 1
jari-jari PT adalah (x1+ A), (y1+ B), (z1+ C).
2 2 2

Sehingga persamaan bidang yang melalui T dan tegaklurus PT adalah

1 1 1
(x1+ A)(x- x1) + (y1+ B)(y- y1 ) + (z1+ C)(z- z1) = 0.
2 2 2

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 74


Atau

1 1 1
x1x+y1y+z1z+ A(x+x1)+ B (y+ y1) + C (z+ z1) - ( x12  y12  z12  Ax1  By1  Cz1 ) = 0
2 2 2

1 1 1
Atau x1x + y1y + z1z + A (x + x1) + B (y+ y1) + C (z+ z1) + D = 0
2 2 2

Jadi persamaan bidang singgung di T (x1,y1,z1) pada bola (x-a)2+ (y-b)2 + (z-c)2 = r2 adalah

(x1-a)(x- a) + (y1-b)(y- b) + (z1-c)(z- c) = r2.

☞Contoh:

1. Cari persamaan bola dengan pusat (1,1,4) dan menyinggung bidang x + y = 12.

Penyelesaian:

Jarak dari pusat bola terhadap bidang adalah merupakan jari-jari dari bola yang diatanyakan.

Jarak dari (1,1,4) terhadap bidang x + y = 12 adalah

1.1  1.2  0  12
d= 5 2.
11

Sehingga persamaan bola yang ditanyakan adalah (x-1)2+ (y-1)2 + (z-4)2 = 50.

2. Ditentukan bola : x 2  y 2  z 2  2 x  4 y  4 z  16 dan bidang rata x + 2y + 2z = 0.

Tentukan titik pusat lingkaran dan bola, jika bidang memotong bola.

Penyelesaian:

Permasalahan di atas dapat digambarkan sebagai berikut.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 75


Jarak titik pusat P(-1, -2, -2) terhadap bidang adalah

 1  2(2)  2(2)
d= = 3.
12  2 2  2 2

TS adalah jari-jari lingkaran. TS = 5 2  32  4.

PT  V => PT // nV .

PT // nV => bilangan arah dari kedua garis sama.

Garis melalui P(-1, -2, -2) dengan bilangan arah <1, 2, 2> adalah

 x  1  

 y  2  2 ……….*)
 z  2  2

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 76


Karena T terletak pada bidang maka T adalah titik potong garis dan bidang. Sehingga *)

disubstitusi ke persamaan bidang x + 2y + 2z = 0, diperoleh 𝛌 = 1.

Substitusi 𝛌 = 1 ke *), diperoleh x = 0, y = 0 dan z = 0.

Koordinat T(0, 0, 0) adalah titik pusat lingkaran dengan jari-jari 4.

E. Bidang Khutub Pada Bola

Misalkan persamaan bola x2 + y2 + z2 + Ax + By + Cz + D = 0 dan T(x1,y1,z1) sebuah titik

di luar bola, maka melalui titik T dapat dibuat bidang singgung pada bola yang tak berhingga

banyaknya.

T ( x1 , y1 , z1 )
Misalkan S(x0,y0,z0) adalah titik singgung dari bidang

yang melalui T(x1,y1,z1) maka persamaan bidang

singgung adalah

1 1 1
x0x+y0y+ z0z + A(x+x0)+ B(y+y0) + C(z+z0)+ D = 0.
2 2 2

Gambar 6.3

Karena bidang melalui T maka dipenuhi

1 1 1
x0x1 + y0y1 + z0z1 + A (x1 + x0) + B (y1+ y0) + C (z1+ z0) + D = 0.
2 2 2

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 77


Karena S pada bidang juga pada bola maka berlaku

x02  y02  z 02  Ax 0  By0  Cz0  D  0

Sehingga tempat kedudukan titik-titik singgung itu adalah lingkaran dengan persamaan

berikut.

 x 2  y 2  z 2  Ax  By  Cz  D  0

 1 1 1
 x1 x  y1 y  z1 z  A( x  x1 )  B( y  y1 )  C ( z  z1 )  D  0
 2 2 2

Lingkaran ini merupakan lingkaran singgung dari kerucut selubung pada bola yang puncaknya

T.

T ( x1 , y1 , z1 )

Sekarang, jika P(x2,y2,z2) pada bidang maka berlaku

1 1 1
x1x2 + y1y2 + z1z2 + A (x2 + x1) + B (y2+ y1) + C(z2+ z1)+D= 0.
2 2 2

Ternyata T(x1,y1,z1) pada bidang.

Gambar 6.4

Misalkan Q(x’,y’,z’) titik lain yang juga pada bidang maka berlaku

1 1 1
x1x’ + y1y’ + z1z’ + A (x’ + x1) + B (y’+ y1) + C (z’+ z1) + D = 0.
2 2 2

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 78


Titik T(x1,y1,z1) juga terletak pada bidang.

Karena titik T(x1,y1,z1) terletak pada bidang maka dipenuhi x’x +

1 1 1
y’y + z’z + A (x+x’) + B (y+y’) + C (z+z’) + D = 0, yang merupakan persamaan bidang
2 2 2

letak lingkaran singgung kerucut selubung pada bola yang puncaknya Q untuk Q di luar bola.

1 1 1
Jadi bidang x1x + y1y + z1z + A (x + x1) + B (y+ y1) + C (z+ z1) + D = 0 adalah juga
2 2 2

letak puncak-puncak kerucut selubung pada bola yang bidang lingkaran singgungnya melalui

T(x1,y1,z1). Bidang inilah yang disebut bidang khutub dari titik T terhadap bola dan T disebut

khutubnya.

Jika T di luar bola maka bidang ini memotong bola.

Jika T pada bola maka bidang ini menjadi bidang singgung.

Jika T di dalam bola maka bidang ini tidak mempunyai titik persekutuan dengan bola.

F. Dua Bola yang Berpotongan

Misalkan Bl1  x2 + y2 + z2 + A1 x+ B1 y + C1 z + D = 0 dan Bl2  x2

+ y2 + z2 + A2 x+ B2 y + C2 z + D = 0 adalah dua bola yang saling berpotongan maka garis

potongnya merupakan lingkaran yang persamaannya


 x  y  z  A1 x  B1 y  C1 z  D  0
2 2 2

 2

 x  y  z  A2 x  B2 y  C 2 z  D  0
2 2

Dua bola yang berpotongan tersebut membentuk sudut. Sudut tersebut adalah sudut antara

bidang-bidang singgung pada bola-bola di suatu titik T dari lingkaran potong kedua bola.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 79


r2
r2 r1
r1
P1 P2
P1 P2

Gambar 6.5 Gambar 6.6

Sudut antara kedua jari-jari bola sama dengan 90o terjadi jika kedua bola berpotongan

tegaklurus (lihat gambar 6.5). Atau

_____2
P1P2  r12  r22 atau

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
(  A1 A2 ) 2 +(  B1 B2 ) 2 +(  C1 C2 ) 2 = A12 + B12 C12 - D1 + A22 + B22 + C22 - D2
2 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 4

A1 A2  B1 B2  C1 C2  2 ( D1  D2 ) .

Bola (P2 ,r2)membagi 2 sama besar bola (P1 ,r1) (gambar 6.6), jika

_____2
P1P2  r22  r12

atau

1 1 1 1 1 1 1 1
(  A1 A2 ) 2 +(  B1 B2 ) 2 +(  C1 C2 ) 2 = ( A22 + B22 + C 22 )-D2 –{ ( A22 + B12 + C12 -D1}
2 2 2 2 2 2 4 4

Atau A1 A2  B1 B2  C1 C 2  A12  B12  C12  2 ( D2  D1 ) .

☞ Contoh:

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 80


Tentukan persamaan bola yang memotong tegak lurus bola x 2  y 2  z 2  6 x  4 y  2 z  11 ,

membagi dua sama besar bola x 2  y 2  z 2  3 dan menyinggung garis x = 7 - 2y = -z di titik

T(1, 3, -1).

Penyelesaian:

Misalnya persamaan bola, Bl1  x 2  y 2  z 2  Ax  By  Cz  D  0 ,

Bl2  x 2  y 2  z 2  6 x  4 y  2 z  11  0 ,

dan Bl3  x 2  y 2  z 2  3  0 .

Karena Bl1 memotong Bl2 maka -6A + 4B – 2C = 2 (D – 11) …………………1)

Karena Bl1 membagi dua sama besar Bl3 maka 2 (D + 3) = 0 …………………2)

7
y
x 2  z adalah 1, 1 ,1.
Bilangan arah garis g ≡ 
1 
1 1 2
2

Garis melalui titik pusat P dan titik singgung T (1, 3, -1), katakan PT mempunyai bilangan-

1 1 1
bilangan arah 1  A, 3  B,  1  C .
2 2 2

g  PT => hasil kali kedua bilangan arahnya sama dengan nol.

Atau 2A – B – 2C + 2 = 0 ……………………………….3)

PT adalah jari-jari bola atau

1 2 1 1 1 1 1
(1  A)  (3  B) 2  (1  C ) 2  A2  B 2  C 2  D
2 2 2 4 4 4

Atau A + 3B – C + 8 = 0 …………………………..4)

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 81


Terdapat empat persamaan dengan empat bilangan yang tidak diketahui A, B, C dan D.

Jika diselesaikan secara bersama-sama akan diperoleh A = 2, B = -2, C = 4 dan D = -3.

Sehingga persamaan bola yang diminta diperoleh, yaitu

x2  y 2  z 2  2 x  2 y  4 z  3  0 .

G. Kuasa Suatu Titik Terhadap Bola

Kuasa suatu titik P terhadap bola adalah hasil kali segmen-segmen garis yang menghubungkan

P dengan titik-titik potong garis yang melalui P dengan bola tersebut.

r Dari titik P dapat ditarik garis-garis


r
yang memotong bola menurut titik-
M
r
S 0 titik A, B, C, D, Q dan seterusnya.

Gambar 6. 7

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 82


Jika bola S (x,y,z)  x2 + y2 + z2 + Ax + By + Cz + D = 0 yang berpusat di

1 1 1
M(  A ,  B ,  C ) dan sebarang titik P(x1,y1,z1) maka sesuai dengan definisi berlaku
2 2 2

PA . PB = PC . PD = PQ . PQ = PQ2 ……1)

dimana PC . PD = ( PM  r ).( PM  r )

2
= PM  r 2 .
2
PM  r 2 dapat dicari yaitu

2 1 2 1 1 1
PM  r 2 = (x1 + A ) +( y1+ B )2 +(z1+ C )2- { ( A 2 + B 2 + C 2 )-D}
2 2 2 4

= x12  y12  z12  Ax1  By1  Cz1  D

Jadi kuasa titik P(x1,y1,z1) terhadap bola bola S (x,y,z)  x2 +y2+z2 +Ax + By+Cz+D= 0 adalah

k = S(x1,y1,z1).

H. Bidang Kuasa, Garis Kuasa dan Titik Kuasa

1. Bidang Kuasa

Tempat kedudukan titik-titik yang mempunyai kuasa yang sama terhadap dua bola disebut

bidang kuasa dua bola itu.

Misalkan kedua bola mempunyai persamaan sebagai berikut.

Bl1  x2 + y2 + z2 + A1 x + B1 y + C1 z + D1 = 0

Bl2  x2 + y2 + z2 + A2x + B2 y + C2 z + D2 = 0

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 83


Ambil titik sebarang P(x0,y0,z0) dengan syarat P mempunyai kuasa yang sama terhadap Bl1 = 0

dan Bl2 = 0. Jika S menyatakan kuasa maka ini berarti

S1 = S2 .

 x02  y02  z02  A1 x0  B1 y0  C1 z0  D1 = x02  y02  z 02  A2 x0  B2 y0  C2 z 0  D2

 A1 x0  B1 y 0  C1 z 0  D1 = A2 x0  B2 y 0  C 2 z 0  D2

Karena P(x0,y0,z0) maka persamaan terakhir dapat ditulis

A1 x  B1 y  C1 z  D1 = A2 x  B2 y  C2 z  D2

 ( A1  A2 ) x  ( B1  B2 ) y  (C1  C2 ) z  D1  D2

Persamaan ini adalah persamaan bidang kuasa.

Sifat-Sifat dari Bidang Kuasa, yaitu:

1. Bidang kuasa tegak lurus sentral kedua bola.

2. Jika kedua bola berpotongan maka lingkaran perpotongannya terletak pada bidang

kuasa.

3. Jika kedua bola bersinggungan maka bidang kuasa merupakan bidang persekutuan di

titik singgung.

4. Jika kedua bola sepusat tetapi jari-jari tidak sama maka bidang kuasanya tidak ada.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 84


M1 M2
M1 M2

Gambar 6.8a
Ggggggg

GaGGambaGGaGmbarGGgkkGgg

M1  M 2
M1 M2

Gambar 6.8c Gambar 6.8d

3. Garis Kuasa dan Titik Kuasa

Garis Kuasa dari 3 bola Bl1 = 0, Bl2 = 0 dan Bl3 = 0 adalah garis potong bidang kuasa tiap 2

bola. Jadi garis kuasa merupakan tempat kedudukan titik-titik yang kuasanya sama terhadap

ketiga bola.

Misalkan ketiga bola mempunyai persamaan sebagai berikut.

Bl1  x2 + y2 + z2 + A1 x + B1 y + C1 z + D1 = 0

Bl2  x2 + y2 + z2 + A2x + B2 y + C2 z + D2 = 0

Bl3  x2 + y2 + z2 + A3 x + B3 y + C3 z + D3 = 0

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 85


Jika S menyatakan kuasa bola maka garis kuasa ketiga bola adalah S1 =S2 = S3.

Misalkan bola ke empat mempunyai persamaan, Bl4  x2 + y2 + z2 + A4 x + B4 y + C4

z + D4 = 0 maka bidang kuasa yang dibentuk ke- empat bola sebanyak 6 dan garis kuasa ada 4

(dapat dicari).

Jika bidang-bidang kuasa itu bukan anggota dari satu berkas bidang maka bidang-

bidang itu anggota dari satu jaring bidang. Sehingga garis-garis kuasa berpotongan pada satu

titik yang disebut titik kuasa dari keempat bola tersebut. Titik ini mempunyai kuasa yang

sama terhadap keempat bola.

☞ Contoh:

Diketahui Bl1  x2 + y2 + z2 – 16 = 0

Bl2  x2 + y2 + z2 – 4z = 0

Bl3  x2 + y2 + z2 + 4y = 0

Bl4  x2 + y2 + z2 – 16x = 0

Ditanya garis kuasa Bl2 = 0, Bl3 = 0 dan Bl4 = 0 dan titik kuasa dari keempat bola.

Penyelesaian:

Garis kuasa dari ketiga bola Bl2 = 0, Bl3 = 0 dan Bl4 = 0 adalah Bl2 = Bl3 = Bl4.

Atau x2 + y2 + z2 – 4z = x2 + y2 + z2 + 4y = x2 + y2 + z2 – 16x

Atau -4z = 4y = -16x

Jadi garis kuasanya adalah –z = y = -4x.

Sedangkan titik kuasa dari keempat bola adalah (1, -4, 4).

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 86


I. Berkas Bola

Misalkan diketahui persamaan dua buah bola sebagai berikut.

K1  x2 + y2 + z2 + A1 x + B1 y + C1 z + D1 = 0

K2  x2 + y2 + z2 + A2x + B2 y + C2 z + D2 = 0

Dari kedua persamaan tersebut dibuat persamaan baru, yaitu K1 + λ K2 = 0 dengan λ suatu

parameter, λ є R maka K1 + λ K2 = 0 juga menyatakan persamaan bola.

Bukti:

K1 + λ K2 = 0

 x2 + y2 + z2 + A1x + B1y + C1z + D1 + λ (x2 + y2 + z2 + A2x + B2 y + C2 z + D2) = 0.

(1+λ)x2 +(1+λ)y2 +(1+ λ)z2 + (A1+λA2) x + (B1+λB2) y + (C1+λC2)z + (D1+λD2) = 0.

A1  A2 B  B2 C  C 2 D  D2


 x2 + y2 + z2 + x+ 1 y+ 1 z+ 1 = 0.
1  1  1  1 

Jadi terbukti bahwa persamaan K1 + λ K2 = 0 adalah persamaan bola

Karena λ є R maka ada bola yang tak hingga banyaknya dan disebut berkas bola. Bola Bl1 = 0

dan + Bl2 = 0 disebut anggota-anggota dasar dari berkas bola.

Sifat-sifat berkas bola dapat dilihat sebagai berikut.

1. Suatu berkas bola dapat ditentukan oleh setiap dua anggotanya.

2. Jika Bl1 = 0 dan + Bl2 = 0 berpotongan pada lingkaran L maka setiap anggota berkas

akan melalui lingkaran L.

Bukti:

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 87


Bl1  0 L Bl2  0

.T

Bl1  x2 + y2 + z2 + A1 x + B1 y + C1 z + D1 = 0

Bl2  x2 + y2 + z2 + A2x + B2 y + C2 z + D2 = 0

Persamaan berkas bola persamaan Bl1 + λ Bl2 = 0

 x2+y2+ z2 +A1x+B1y+C1z+D1+λ(x2+y2+z2+A2x+B2y+C2z+D2)=0 …………….*)

Ambil sebarang titik T(xt,yt,zt) pada L.

T pada Bl1 , berlaku xt2  yt2  zt2  A1 xt  B1 yt  C1 zt  D1  0 …………………… 1)

T pada Bl2 , berlaku xt2  yt2  zt2  A2 xt  B2 yt  C2 zt  D2  0 ………………… 2)

Dari persamaan 1) dan 2) diperoleh persamaan *)

0 + λ (0) = 0 (benar)

Nyata koordinat T memenuhi persamaan berkas bola. Ini berarti setiap anggota berkas melalui

T sementara T terletak pada lingkaran L. Jadi setiap anggota berkas akan melalui lingkaran L.

Anggota berkas terkecil adalah bola dengan lingkaran L sedangkan anggota berkas

terbesar adalah bola yang berpusat di tak hingga pada arah garis sentral dan berjari-jari tak

hingga.

3. Bila Bl1 = 0 dan + Bl2 = 0 bersinggungan di titik S maka setiap anggota berkas saling

bersinggungan di titik S. Anggota berkas terkecil adalah bola titik dengan lambang (S, 0).

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 88


Anggota berkas terbesar adalah bola berpusat di tak hingga pada arah garis sentral dan

jari-jari tak hingga. Bola tersebut adalah bidang kuasa berkas yaitu bidang yang melalui S

dan tegak lurus garis sentral. Bidang kuasa ini merupkan bidang singgung persekutuan di

titik S.

4. Jika sebuah lingkaran merupakan perpotongan bola S = 0 dan bidang V = 0 maka

persamaan bola-bola yang melalui lingkaran tersebut adalah S + λ V = 0.

☞ Contoh:

1. Diketahui Bl1 : x2 + y2 + z2 = 16 dan Bl2 : x2 + y2 + z2 – 4x - 5 = 0

Ditanya: Carilah persamaan bola yang melalui lingkaran potong Bl1 dan Bl2 dan melalui

titik P(1, 2, 3).

Penyelesaian:

Misalkan K adalah anggota berkas yang melalui lingkaran potong Bl1 dan Bl2, berarti

K : Bl1 + 𝛌 Bl2 = 0.

 K : x2 + y2 + z2 - 16 + 𝛌 (x2 + y2 + z2 – 4x – 5) = 0.

Karena anggota berkas melalui titik P(2, 1, 3) berarti

1 + 4 + 9 – 16 + 𝛌 (1 + 4 + 9 – 4 – 5) = 0.

Atau 𝛌 = - 2/5.

Jadi persamaan bola yang melalui lingkaran potong kedua bola tersebut adalah

7x2 + 7y2 + 7z2 – 8x - 90 = 0.

2. Tentukan persamaan bola yang menyinggung S : x2 + y2 + z2 + 3x - 2y – 10 = 0 di titik

potong S dengan sumbu X dan yang melalui titik P(2, 1, 3).

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 89


Penyelesaian:

Misalkan M adalah titik potong S dengan sumbu X maka M mempunyai persamaan berikut.

 xm2  y m2  z m2  3xm  2 y m  z m  10  0
M: 
 z m  0; y m  0

M : xm2  3xm  10  0

 (xm – 2)(xm+ 5) = 0

 xm = 2 atau xm= - 5

Jadi titik potong S dengan sumbu X adalah M1 (2, 0, 0) dan M2 (-5, 0, 0).

Misalkan L1 adalah bola yang menyinggung S di M1 maka L1 adalah berkas bola dengan

anggota dasar S dan bola titik B1 : (M1 , 0).

Atau B1 : (x - xm1)2+ (y - ym1)2 + (z - zm1)2 = 0.

 B1 : (x - 2)2+ y2 + z2 = 0.

 B1 : x2+ y2 + z2 – 4x + 4 = 0.

Persamaan berkas L1 : S + λ B1 = 0, atau

L1 : x2 + y2 + z2 + 3x - 2y – 10 + λ (x2+ y2 + z2 – 4x + 4) = 0.

Karena anggota berkas melalui P(2, 1, 3) maka berlaku

22 + 12 + 32 + 3.2 – 2.1 – 10 + λ (22+ 12 + 32 – 4.2 + 4) = 0.

 8 + 10 λ = 0

4
 λ=-
5

Sehingga persamaan bola menjadi

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 90


4 2 2
L1 : x2 + y2 + z2 + 3x - 2y – 10 + - (x + y + z2 – 4x + 4) = 0.
5

Atau L1 : x2 + y2 + z2 + 31x - 10y – 66 = 0.

Sekarang, misalkan L2 adalah bola yang menyinggung S di M2 maka L2 adalah berkas bola

dengan anggota dasar S dan bola titik B2 : (M2 , 0).

B2 : (x - xm2)2+ (y - ym2)2 + (z - zm2)2 = 0.

 B2 : (x + 5)2 + y2 + z2 = 0.

 B2 : x2+ y2 + z2 + 10 x + 25 = 0.

Persamaan berkas L2 : S + λ B2 = 0, atau

L2 : x2 + y2 + z2 + 3x - 2y – 10 + λ (x2+ y2 + z2 + 10x + 25) = 0.

Karena anggota berkas melalui P(2, 1, 3) maka berlaku

22 + 12 + 32 + 3.2 – 2.1 – 10 + λ (22+ 12 + 32 + 10.2 + 25) = 0.

 8 + 59 λ = 0

8
 λ=-
59

Sehingga persamaan bola menjadi

8
x2 + y2 + z2 + 3x - 2y – 10 - (x2+ y2 + z2 + 10x + 25) = 0.
59

97 118 790
atau x2 + y2 + z2 + x– y- =0
51 51 51

3. Tentukan persamaan bola yang melalui lingkaran potong

S : x2 + y2 + z2 - 2x + 3y – 6z - 5 = 0 dengan bidang V: 5x + 2y – z – 3 = 0 dan melalui titik

P(2, -1, 1).

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 91


Penyelesaian:

Persamaan berkas bola dengan anggota dasar x2 + y2 + z2 - 2x + 3y – 6z - 5 = 0 dan 5x + 2y

– z – 3 = 0 adalah

x2 + y2 + z2 - 2x + 3y – 6z – 5 + λ (5x + 2y – z – 3) = 0.

Karena bola melalui titik P(2, -1, 1) maka berlaku

22 + (-1)2 + 12 – 2.2 + 3(-1) – 6.1 – 5 + λ {5.2 + 2(-1) – 1 – 3} = 0.

 -12 + 4 λ = 0

 λ = 3.

Jadi persamaan bola yang melalui lingkaran potong S dan V dan melalui titik P adalah

x2 + y2 + z2 - 2x + 3y – 6z – 5 + 3 (5x + 2y – z – 3) = 0.

 x2 + y2 + z2 +13x + 9y – 9z – 14 = 0.

✍ Soal-Soal:

1. Tentukan persamaan bola yang pusat dan jari-jarinya diberikan berikut.

a. (2,1,5); 5 b. (-7, 3, -4) ; 2 c. (-2, 0, 5) ; 5

2. Gunakan proses melengkapkan kuadrat untuk mencari pusat dan jari-jari bola berikut ini.

a. x2 + y2 + z2 – 6x + 8y – 4z + 13 = 0

b. x2 + y2 + z2 + 2x - 4y + 10z + 5 = 0

c. 4x2 + 4y2 + 4z2 – 8x -16y + 24z + 55 = 0

d. x2 + y2 + z2 – 6x - 4y + 2z + 9 = 0

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 92


3. Tentukan persamaan bola yang garis tengahnya adalah ruas garis yang menghubungkan (-

1, 4, 5) dan (5, -2, 4).

4. Tentukan persamaan bola yang pusatnya (3, 2, 5) dan menyinggung

a. bidang xy

b. bidang xz

c. bidang yz

Jb. a. (x - 3)2 + (y -2)2+ (z - 5)2 = 52


b.
(x - 3)2 + (y -2)2+ (z - 5)2 = 22

c. (x - 3)2 + (y -2)2+ (z - 5)2 = 32

5. Cari persamaan bola yang menyinggung semua bidang koordinat, jika radiusnya 7 dan

berpusat di oktan pertama.

Jb. (x - 7)2 + (y - 7)2 + (z – 7)2 = 49.

6. Tentukan persamaan dua bola yang bersinggungan yang pusat-pusatnya ialah (-3, 1, 2)

dan (5, -3, 6) dan jari-jarinya sama.

Jb. (x + 3)2 + (y -1)2+ (z - 2)2 = 24

(x - 5)2 + (y + 3)2+ (z - 6)2 = 24

7. Tentukan titik pusat dan jari-jari dari lingkaran

( x  1) 2  ( y  2) 2  ( z  1) 2  10

z  2

Jb. Pusat (1, -2, 2) dan jari-jari 1.

8. Persamaan kanonik dari garis tengah bola x2 + y2 + z2 – x + 3y + z - 13 = 0

yang sejajar dengan garis x = 2t – 1, y= -3t + 5, z = 4t + 7.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 93


1 3 1
x y z
Jb. 2  2  2
2 3 4

9. Tentukan persamaan bola jika diketahui titik pusat bola terletak pada garis 2x + 4y

– z – 7 = 0, 4x + 5y + z – 14 = 0 dan bola menyinggung bidang-bidang x + 2y – 2z – 2

= 0 dan x + 2y – 2z + 4 = 0.

Jb. (x + 1)2 + (y -3)2+ (z - 3)2 = 24

10. Tentukan titik kutub dari bidang 3x – 4y + 5z = 2 terhadap bola x2 + y2 + z2 = 4

Jb. (6, -8, 10).

11. Tentukan persamaan bola yang melalui lingkaran potong

 S1  x  y  z  4 x  5  0

S 2  ( M ,5) dengan M (3,1,2)

serta melalui titik awal.

Jb. 3x2 + 3y2 + 3z2 – 7x + 5y + 10z = 0

12. Tentukanlah persamaan, titik pusat dan jari-jari bola yang melalui titik (1, -3,4), kuasa

titik (-4, -1, 0) terhadap bola tersebut adalah 13, memotong tegaklurus bola:

x2 + y2 + z2 – 4x – 2y + 12z + 4 = 0

dan membagi dua sama besar bola:

x2 + y2 + z2 + 2x + 8y – 4z + 14 = 0.

Jb. x2 + y2 + z2 +2x + 6y - 6 = 0, M(1, -3, 0); R = 4.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 94


DAFTAR PUSTAKA

Anton, Howard. 1984 Calculus With Analitic Geometry. Second Edition. New York: John
Wiley & Sons.
Coxeter, H.S.M.1969. Introduction To Geometry. New York: John Wiley.
Hadiwidjojo, Moeharti.1975. Ilmu Ukur Analitik Ruang, Bagian III. Yogyakarta: FKIP IKIP
Yogyakarta.
Johnson, R.E & Kiokemeister.1965. Calculus With Analitic Geometry. Third Edition New
Delhi: Prentice-Hall Of India (Private) Ltd.
Purcell, Edwin J & varberg.1987.Kalkulus dan Geometri Analitis (Terjemahan). Jakarta:
Erlangga.
Travers, K. 1987. Geometry. Homewood, IL: Laidlaw Brothers.

Geometri Analitik Ruang_EllisMardiana Page 95