Anda di halaman 1dari 1

Akhirnya karena penasaran, Nayla memberanikan diri mengajak kakaknya bicara dari balik

selimut.
“Kenapa kakak enggak pernah bilang?” sahut Nayla tanpa pembukaan terlebih dahulu kening
Devan berkerut.
“Bilang apa?” Jawabnya tidak mengerti.
“Aku dengar kakak punya temen masa kecil yang kakak suka.”
Untuk sesaat Devan tidak menjawab Nayla diam, Devan pun demikian. Tampaknya Devan
terkejut.
“darimana kamu tau?” Tanyanya lagi tanpa berani menatap adiknya yang tiba tiba berbalik
kedepan dan menatapnya dari atas tempat tidur. Ada gurat kekecewaan dibalik tatapan adiknya.
“memangnya waktu kecil kita punya teman perempuannya ya? Kenapa aku enggak tau.” Dengan
polos Nayla memandang kakaknya yang terduduk kaku disampingnya.
“Teman perempuan apa sih? Dari kecil kan kakak selalu berdua sama kamu.”
“Nah terus cewek yang kakak maksud tadi di seko..” nayla menghentikan ucapannya.
Benar juga!
Nayla akhirnya menyadari sesuatu. Kakaknya memang tidak pernah berteman dengan wanita
manapun sejak mereka masih kecil. Adapun yang memiliki banyak teman cewek justru Nayla
sendiri. Jadi siapa teman wanita yang dimaksud kakaknya tadi di sekolah?
Apa mungkin.. agak terkejut nayla terbangun dari tempatnya berbaring. Ia pun kembali
mengingat ucapan kakaknya di sekolah tadi.
“Kami berteman sejak kecil dan dia orang yang sangat istimewa buatku. Dia satu satunya orang
yang menghiburku saat aku kehilangan ibu kandungku. Dan aku senang setiap kali dekat
dengannya.”
Nayla tidak bisa lagi membendung perasaan bahagianya. Dengan penuh cinta dipandanginya
wajah sang kakak yang tampak bingung di hadapannya. Dan begitu Nadya dengan nekat
menggenggam tangannya, laki laki itu pun terpaku.

“Nayla, Devan, keluar dong dari kamar. Bantuin ibu masak nih!”
Agak terkejut keduanya mengalihkan pandangan ke arah pintu. Dan begitu mereka akan keluar
dari kamar, Devan dengan malu malu tapi ingin menggenggam tangan adiknya mesra. Keduanya
saling melempar senyum bahagia. Keduanya tidak bisa membayangkan. Entah akan seperti apa
kehidupan asmara mereka…

Beri Nilai