Anda di halaman 1dari 16

ARTI DAN DEFINISI KEPRIBADIAN

Dosen Pengampu : Ns. Titin Aprilatutini, S.Kep.,M.Pd

Disusun oleh kelompok 1

1. Julasmi Eduwan

2. Eprizal Novsawindi

3. Rahmatul Khairani

4. Yesi Aprisma

5. Rinda Julianita

Kelas : 1 A

PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS BENGKULU

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Arti Dan
Definisi Keperawatan “ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya serta kami
mengucapkan terima kasih kepada Ns. Titin Aprilatutini, S.Kep.,M.Pd selaku Dosen
Pengampu.

Kami berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami berharap adanya kritik, saran
dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat
tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Bengkulu,29 februari 2020


BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Manusia adalah makhluk hidup yang senantiasa bergaul dan bersosialisasi satu sama lain. Dalam
melangsungkan sosialisasi dengan sesamanya, tidak jarang manusia mengalami perbedaan cara
pandang dan cara berpikir. Terkadang perbedaan-perbedaan itulah yang membuat manusia sering
bersitegang satu sama lain. Jika keduanya sama-sama keras kepala dan tidak mau disalahkan, titik temu
perdamaian tidak akan pernah dijumpai sehingga masalah tidak akan selesai. Dalam hal ini, mereka
butuh orang lain yang bijak dan mampu membantu mereka menyelesaikan masalah dengan kepala
dingin. Penengah ini harus memberi pemahaman kepada pihak yang berseteru bahwa setiap orang
punya kepribadian yang berbeda-beda sehingga bisa menimbulkan cara pandang dan cara berpikir yang
berbeda pula, sehingga kedua pihak tersebut bisa lebih bertoleransi kepada perbedaan-perbedaan yang
terjadi diantara mereka. Tak dapat dipungkiri bahwa kepribadian manusia berperan penting dalam
kelangsungan hidup tiap individu. Kepribadian mempengaruhi banyak hal seperti yang sudah dipaparkan
di atas, yaitu menghasilkan cara pandang dan cara pikir yang berbeda pada setiap manusia. Kepribadian
membuat seseorang berbeda dengan yang lainnya. Ada yang menganggap bahwa kepribadian seseorang
telah terbentuk semenjak ia lahir. Sedangkan pihak lain menganggap kepribadian terbentuk karena
pengaruh lingkungan sekitarnya. Namun, ada pula yang menggabungkan kedua hal tersebut. Khusus
dalam mempelajari kepribadian seseorang tidak hanya dapat dilihat dari tampak luarnya saja, karena
sering kali apa yang terlihat dari luar tidak sama dengan kenyataan yang terjadi, yang dialami seseorang,
dan semua yang tampak dari luar hanyalah sebagai topeng saja
BAB 2

PEMBAHASAN

1. Pengertian Kepribadian

Pengertian kepribadian adalah ciri – ciri watak seseorang individu yang konsisten, yang
memberikan kepadanya suatu identitas sebagai individu yang khusus, yang dimaksudkan adalah bahwa
orang tersebut mempunyai beberapa ciri watak yang diperlihatkan secara lahir, konsisten dan konskuen
dalam tingkah lakunya sehingga tampak bahwa individu tersebut memiliki identitas khusus yang berada
dari individu – individu. ( Koetjaraningrat, 1985:102).

Pengertian kepribadian menurut para ahli sebagai berikut :

1. Menurut Yinger kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan system
kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian instruksi.

2. Menurut M.A.W Bouwer kepribadian adalah corak tingkah laku social yang meliputi corak kekuatan,
dorongan, keinginan, opini dan sikap-sikap seseorang.

3. Menurut Cuber kepribadian adalah gabungan keseluruhan dari sifat-sifat yang tampak dan dapat
dilihat oleh seseorang.

4. Menurut Theodore R. Newcombe kepribadian adalah organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang
sebagai latar belakang terhadap perilaku.

5. Menurut Horton Kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi dan temparmen
seseorang. Sikap perasaan ekspresi dan tempramen itu akan terwujud dalam tindakan seseorang jika di
hadapan pada situasi tertentu. Setiap orang mempunyai kecenderungan prilaku yang baku, atau pola
dan konsisten, sehingga menjadi ciri khas pribadinya.

6.Menurut Schever Dan Lamm mendefinisikan kepribadian sebagai keseluruhan pola sikap, kebutuhan,
ciri-ciri kas dan prilaku seseorang. Pola berarti sesuatu yang sudah menjadi standar atu baku, sehingga
kalau di katakan pola sikap, maka sikap itu sudah baku berlaku terus menerus secara konsisten dalam
menghadapai situasi yang di hadapi.

7.MenurutRoucek dan Warren Kepribadian adalah organisasi faktor-faktor biologis, psikologis, dan
sosiologis yang mendasari perilaku seseorang.

Dari pengertian yang diungkapkan oleh para ahli di atas, dapat kita simpulkan secara sederhana bahwa
yang dimaksud kepribadian (personality) merupakan ciri-ciri dan sifat-sifat khas yang mewakili sikap atau
tabiat seseorang, yang mencakup pola - pola pemikiran dan perasaan, konsep diri, dan mentalitas yang
umumnya sejalan dengan kebiasaan umum.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian

Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian antara lain:

1) Faktor Biologis

Faktor biologis merupakan faktor yang berhubungan dengan keadaan jasmani, atau seringkali
pula disebut faktor fisiologis seperti keadaan genetik, pencernaan, pernafasaan, peredaran darah,
kelenjar-kelenjar, saraf, tinggi badan, berat badan, dan sebagainya. Kita mengetahui bahwa keadaan
jasmani setiap orang sejak dilahirkan telah menunjukkan adanya perbedaan-perbedaan. Hal ini dapat
kita lihat pada setiap bayi yang baru lahir. Ini menunjukkan bahwa sifat-sifat jasmani yang ada pada
setiap orang ada yang diperoleh dari keturunan, dan ada pula yang merupakan pembawaan anak/orang
itu masing-masing. Keadaan fisik tersebut memainkan peranan yang penting pada kepribadian
seseorang.

2) Faktor Sosial

Faktor sosial yang dimaksud di sini adalah masyarakat ; yakni manusia-manusia lain disekitar individu
yang bersangkutan. Termasuk juga kedalam faktor sosial adalah tradisi-tradisi, adat istiadat, peraturan-
peraturan, bahasa, dan sebagainya yang berlaku dimasyarakat itu.

Sejak dilahirkan, anak telah mulai bergaul dengan orang-orang disekitarnya. Dengan lingkungan
yang pertama adalah keluarga. Dalam perkembangan anak, peranan keluarga sangat penting dan
menentukan bagi pembentukan kepribadian selanjutnya. Keadaan dan suasana keluarga yang berlainan
memberikan pengaruh yang bermacam-macam pula terhadap perkembangan kepribadian anak.

Pengaruh lingkungan keluarga terhadap perkembangan anak sejak kecil adalah sangat
mendalam dan menentukan perkembangan pribadi anak selanjutnya. Hal ini disebabkan karena
pengaruh itu merupakan pengalaman yang pertama, pengaruh yang diterima anak masih terbatas
jumlah dan luasnya, intensitas pengaruh itu sangat tinggi karena berlangsung terus menerus, serta
umumnya pengaruh itu diterima dalam suasana bernada emosional. Kemudian semakin besar seorang
anak maka pengaruh yang diterima dari lingkungan sosial makin besar dan meluas. Ini dapat diartikan
bahwa faktor sosial mempunyai pengaruh terhadap perkembangan dan pembentukan kepribadian.

3) Faktor Kebudayaan

Perkembangan dan pembentukan kepribadian pada diri masing-masing orang tidak dapat
dipisahkan dari kebudayaan masyarakat di mana seseorang itu dibesarkan. Beberapa aspek kebudayaan
yang sangat mempengaruhi perkembangan dan pembentukan kepribadian antara lain:

1. Nilai-nilai (Values)
Di dalam setiap kebudayaan terdapat nilai-nilai hidup yang dijunjung tinggi oleh manusia-manusia
yang hidup dalam kebudayaan itu. Untuk dapat diterima sebagai anggota suatu masyarakat, kita harus
memiliki kepribadian yang selaras dengan kebudayaan yang berlaku di masyarakat itu.

2. Adat dan Tradisi.

Adat dan tradisi yang berlaku disuatu daerah, di samping menentukan nilai-nilai yang harus ditaati
oleh anggota-anggotanya, juga menentukan pula cara-cara bertindak dan bertingkah laku yang akan
berdampak pada kepribadian seseorang.

3. Pengetahuan dan Keterampilan.

Tinggi rendahnya pengetahuan dan keterampilan seseorang atau suatu masyarakat mencerminkan pula
tinggi rendahnya kebudayaan masyarakat itu. Makin tinggi kebudayaan suatu masyarakat makin
berkembang pula sikap hidup dan cara-cara kehidupannya.

4. Bahasa

Di samping faktor-faktor kebudayaan yang telah diuraikan di atas, bahasa merupakan salah satu faktor
yang turut menentukan cirri-ciri khas dari suatu kebudayaan. Betapa erat hubungan bahasa dengan
kepribadian manusia yang memiliki bahasa itu. Karena bahasa merupakan alat komunikasi dan alat
berpikir yang dapat menunukkan bagaimana seseorang itu bersikap, bertindak dan bereaksi serta
bergaul dengan orang lain.

5. Milik Kebendaan (material possessions)

Semakin maju kebudayaan suatu masyarakat/bangsa, makin maju dan modern pula alat-alat yang
dipergunakan bagi keperluan hidupnya. Hal itu semua sangat mempengaruhi kepribadian manusia yang
memiliki kebudayaan itu.

2. Unsur-Unsur Kepribadian

Koentjaraningrat (1985:103-110) menjelaskan ada beberapa unsur yang mempengaruhi


terbentuknya kepribadian sebagai berikut :

1. Pengetahuan

Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui yang tersusun secara logis dan sistematis
dengan memperhitungkan sebab –akibat dan dapat untuk menerangkan gejala – gejala tertentu. Unsur-
unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seorang manusia yang sadar, secara nyata terkandung dalam
otaknya. Dalam lingkungan individu itu ada bermacam-macam hal yang dialaminya melalui penerimaan
pancaindera-nya serta alat penerima atau reseptor organismenya yang lain, sebagai getaran eter (cahaya
dan warna), getaran akustik (suara), bau, rasa, sentuhan, tekanan mekanikal (berat-ringan), tekanan
termikal (panas-dingin) dan sebagainya, yang masuk ke dalam sel-sel tertentu di bagian-bagian tertentu
dari otaknya. Di sana berbagai proses fisik, fisiologi, dan psikologi terjadi, yang menyebabkan berbagai
macam getaran tekanan tadi, kemudian diolah menjadi suatu susunan yang dipancarkan atau
diproyeksikan oleh individu tersebut menjadi suatu penggambaran tentang lingkungan tadi. Seluruh
proses akal yang sadar (conscious) tadi, dalam ilmu psikologi disebut “persepsi”.

2. Perasaan

Perasaan adalah rasa, kesadaran batin sewaktu menghadapi mempertimbangkan tentang sesuatu
hal/pendapat. Selain pengetahuan, alam kesadaran manusia juga mengandung berbagai macam
perasaan. Kalau orang pada suatu hari yang luar biasa panasnya melihat papan gambar reklame
minuman Green tea berwarna yang tampak segar dan nikmat, maka persepsi itu menyebabkan seolah-
olah terbayang di mukanya suatu penggambaran segelas Green tea yang dingin dan penggambaran itu
dihubungkan oleh akalnya dengan penggambaran lain yang timbul kembali sebagai kenangan dalam
kesadarannya, menjadi suatu apersepsi1 tentang dirinya sendiri yang tengah menikmati segelas Green
tea dingin, manis, dan menyegarkan pada waktu hari sedang panas-panasnya yang seakan-akan
demikian realistiknya sehingga keluarlah air liurnya. Apersepsi seorang individu yang menggambarkan
diri sendiri sedang menikmati segelas Green tea dingin tadi menimbulkan dalam kesadarannya suatu
perasaan yang positif, yaitu perasaan nikmat dan perasaan nikmat itu sampai nyata mengeluarkan air
liur.

Sebaliknya, kita dapat juga menggambarkan adanya seorang individu yang melihat sesuatu hal yang
buruk atau mendengar suara yang tidak menyenangkan, mencium bau busuk, dan sebagainya.Persepsi-
persepsi seperti itu dapat menimbulkan dalam kesadaran perasaan yang negatif, karena dalam kesadaran
terkenang lagi misalnya bagaimana kita menjadi muak karena sepotong ikan yang sudah busuk yang kita
alami di masa lampau.Apersepsi tersebut mungkin dapat menyebabkan kita menjadi benar-benar
merasa muak apabila kita mencium lagi bau ikan busuk.

3. Dorongan Naluri

Dorongan naluri adalah dorongan hati yang dibawa sejak lahir, yang tanpa disadari mendorong
untuk berbuat sesuatu. Kesadaran manusia menurut para ahli psikologi juga mengandung berbagai
perasaan lain yang tidak ditimbulkan karena pengaruh pengetahuannya, melainkan karena sudah
terkandung dalam organismenya, dan khususnya dalam gen-nya sebagai naluri. Kemauan yang sudah
merupakan naluri pada tiap makhluk manusia itu, oleh beberapa ahli psikologi disebut “dorongan”
(drive).

Ada tujuh macam dorongan naluri, yaitu :

1. Dorongan untuk mempertahankan hidup

Dorongan ini memang merupakan suatu kekuatan biologi yang juga pada semua makhluk di
dunia ini dan yang menyebabkan semua jenis mampu mempertahankan hidupnya di dunia ini.

2. Dorongan seks.
Dorongan ini timbul pada setiap individu yang normal tanpa terkena pengaruh pengetahuan,
dan memang mendorong landasan biologi yang mendorong makhluk manusia untuk membentuk
keturunan yang melanjutkan jenisnya. Selain untuk mendapatkan keturunan, juga untuk mendapatkan
status sosial.

3. Dorongan untuk usaha mencari makan/pekerjaan.

Dorongan ini tidak perlu dipelajari, sejak bayi pun manusia sudah menunjukkan dorongan untuk
mencari makanan , yaitu dengan mencari susu ibunya tanpa dipengaruhi oleh pengetahuan tentang
adanya hal- hal tersebut, dan ini berkembang (mencari kerja) berdasarkan pengalaman dan pengetahuan
serta faktor lingkungan di sekitar.

4. Dorongan untuk bergaul atau berinteraksi dengan sesama manusia.

Dorongan ini memang merupakan landasan biologi dari kehidupan masyarakat manusia sebagai
makhluk sosial.

5. Dorongan untuk meniru tingkah laku sesamanya.

Hal ini merupakan sumber dari adanya beraneka warna kebudayaan diantaranya di antara
makhluk manusia, sebab adanya dorongan ini manusia mengembangkan adat yang memaksakan
berbuat konform dengan manusia sekitarnya.

6. Dorongan untuk berbakti.

Hal ini ada karena manusia sebagai makhluk secara kolektif, sehingga ia dapat hidup bersama
dengan manusia lain secara serasi. Dalam berbagai hal dorongan ini sering dieksetensikan dari sesama
manusia kepada kekuatan yang diangapannya berada di luar akalnya, maka timbul religi.

7. Dorongan akan keindahan, dalam arti keindahan bentuk, warna, suara, atau gerak.

Dorongan dalam arti keindahan bentuk,warna,suara,dan gerak, pada seorang bayi dorongan itu
sering tampak pada gejala tertariknya kepada bentuk – bentuk tertentu dari benda- benda di sekitarnya,
warna –warna cerah, suara yang nyaring, dan berirama dan kepada gerak-gerak yang selaras. Sehingga
dorongan naluri ini merupakan landasan dari suatu unsur terpenting dalam kebudayaan manuai yaitu
kesenian.

3. Materi Dari Unsur-unsur Kepribadian

Dalam sebuah konsep kepribadian umum,makin dipertajam dengan terciptanya konsep basic personality
structure, atau “kepribadian dasar”, yaitu semua semua unsur kepribadian yang dimiliki sebagian besar
warga suatu masyarakat.

Kepribadian dasar ada karena semua individu warga masyarakat mengalami pengaruh lingkungan
kebudayaan yang sama selama pertumbuhan mereka. Metodologi untuk mengumpulkan data mengenai
kepribadian bangsa dapat dilakukan dengan mengumpulkan sample dari warga masyarakat yang menjadi
objek penelitian, yang kemudian diteliti kepribadiannya dengan tes Psikologi.

Selain ciri watak umum, seorang Individu memilki ciri-ciri wataknya sendiri, sementara adaindividu-
individu dalam sample yang tidak meliki unsur-unsur kepribadian umum. Pendekatan dalam penelitian
kepribadian suatu kebudaya juga dilaksanakan dengan metode lain yang didasarkan pada ciri-ciri dan
unsur watak seorang individu dewasa.

Pembentukan watak dan jiwa individu banyak dipengaruhi oleh pengalamannya di masa kanak-kanak
serta pola pengasuhan orang tua. Berdasarkan konsepsi Psikologi tersebut, para ahli Antropologi
berpendirian bahwa dengan mempelajari adat-istiadat pengasuhan anak yang khas akan dapat
mengetahui adanya berbagai unsur kepribadian pada sebagian besar warga yang merupakan akibat dari
pengalaman-pengalaman mereka sejak masa kanak-kanak.

Penelitian mengenai etos kebudayaan dan kepribadian bangsa yang pertama-tama dilakukan oleh tokoh
Antroplogi R. Benedict, R. Linton, dan M. Mead.Sehingga menjadi bagian khusus dalam antropologi yang
dinamakan personality and culture.

Seorang ahli etnopsikologi, A.F.C. Wallace, pernah membuat suatu kerangka dimana terdaftar
secara sistematikal seluruh materi yang menjadi objek dan sasaran unsur-unsur kepribadian manusia.
Kerangka itu menyebut tiga hal yang pada tahap pertama merupakan isi kepribadian pokok, yaitu :

1. Aneka warna kebutuhan organik diri sendiri, aneka warna kebutuhan serta dorongan organik
maupun psikologi sesama manusia yang lain daripada diri sendiri. Sedangkan kebutuhan tadi dapat
dipenuhi atau tidak dipenuhi oleh individu yang bersangkutan, sehingga memuaskan dan bernilai positif
baginya, atau tidak memuaskan dan bernilai negatif.

2. Aneka warna hal yang bersangkutan dengan kesadaran individu akan identitas diri sendiri atau
identitas aku, baik aspek fisik maupun psikologinya, dan segala hal yang bersangkutan dengan kesadaran
individu mengenai bermacam-macam kategori manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, benda, zat,
kekuatan, dan gejala alam, baik yang nyata maupun yang gaib dalam lingkungan sekelilingnya.

3. Berbagai macam cara untuk memenuhi. Memperkuat, berhubungan, mendapatkan, atau


mempergunakan aneka warna kebutuhan dari hal tersebut di atas, sehingga tercapai keadaan
memuaskan dalam kesadaran individu bersangkutan. Pelaksanaan berbagai macam cara dan jalan itu
terwujud dalam aktivitas dari seorang individu.

4. Aneka Warna Kepribadian

Koentjraningrat (1985:115) menjelaskan bahwa Aneka warna materi yang menjadi isi dan
sasaran dari pengetahuan, perasaan, kehendak, serta keinginan kepribadian serta perbedaan kualitas
hubungan antara berbagai unsur kepribadian dalam kesadaran individu, menyebabkan adanya beraneka
macam struktur kepribadian pada setiap manusia yang hidup dimuka bumi, dan menyebabkan bahwa
peribadian tiap individu itu unik berbeda dengan kepribadian individu yang lain. Hal ini menyebabkan
suatu tingkah laku yang berpola yaitu kebiasaan maupun berbagai macam materi yang menyebabkan
timbulnya kepribadian , dan berbagai tingkah laku berpola dari individu – individu tersebut.

5. Sifat-sifat kepribadian:

1. Ketulusan

Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan
membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi.

Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan
atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak". Tentu akan lebih ideal bila
ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan
tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

2. Rendah Hati

Beda dgn rendah diri yg merupakan kelemahan, kerendahhatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya
orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin
menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa
membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.

3. Kesetiaan

Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yg setia selalu bisa dipercaya
dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka
berkhianat.

4. Bersikap Positif

Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam
situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain,
lebih suka bicara mengenai harapan drpd keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi,
lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.

5. Keceriaan

Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi
wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka
mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga
dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

6. Bertanggung Jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau
melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari
kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan
menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun
yang dialami dan dirasakannya.

7. Kepercayaan Diri

Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya
dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan
situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8. Kebesaran Jiwa

Kebesaran jiwa dapat dilihat dr kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar
tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa
sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9. Easy Going

Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil.
Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak
mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang
berada di luar kontrolnya.

10. Empaty

Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang yg berempati bukan saja pendengar yang baik tapi
juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar
terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu
berusaha memahami dan mengerti orang lain.

6. Ciri-Ciri Kepribadian

Ciri-ciri kepribadian merupakan karakteristik yang menggambarkan perilaku dan budi pekerti seseorang.
Ciri-ciri kepribadian adalah sebagai berikut:

Ciri-Ciri Kepribadian Sehat

secara realistik, mengenai kelebihan dan kekurangan baik secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan
sebagainya.

Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik; dapat menilai keberhasilan yang dieroleh dan
diraih secara rasionalm tidak menjadi sombong, angkuh, atau mengalami superiority compelx jika
memperoleh prestasi yang tinggi atau kesuksesan.
Kemandirian; mempunyai sifat yang mandiri dalam cara berfikir, dan bertindak, mampu mengambil
keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri serta menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku
dilingkungannya.

Mampu menilai secara realistik; dapat menghadapi situasi dengan kondisi kehidupan yang dialaminya
secara realistik dan mau menerima secara wajar, tidak mengharapkan kondisi kehidupan sebagai sesuatu
yang sempurna.

Memiliki filsafat hidup; mengarahkan hidupnya dengan berdasarkana filsafat hidup berakar dari
keyakinan agama yang dianutnya.

Berorientasi keluar (ekstrovert); bersifat respek, empati terhadap orang lain, memiliki kepedulian
terhadap situasi atau masalah-masalah yang terdapat dilingkungannya dan bersifat fleksibel dalam
berfikir, menghargai dan menilai orang lain misalnya dirinya, merasa nyaman dan terbuka terhadap
orang lain, tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan untuk menjadi korban orang lain dan mengorbankan
orang lain, karena kekecewaan dirinya.

Berbahagia; situasi kehidupannya diwarnai dengan kebahagian, yang didukung faktor-faktor achiement
(prestasi), acceptance (penerimaan), dan affection (kasih sayang).

Penerimaan sosial; mau berpartisipasi aktif di kegiatan sosial dan mempunyai sikap bersahabat dalam
berhubungan terhadap orang lain.

Berorientasi tujuan; dapat memutuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas dan kehidupannya yang
berdasarkan pertimbangna secara matang (rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar, dan berupaya
mencapai tujuan dengan cara mengembangkan kepribadian (wawasan), pengetahuan dan keterampilan.

Mampu mengontrol emosi; merasa nyaman dengan emosinya, dapat menghadapi situasi frustasi,
depresi, atau stress secara positif atau konstrutik, tidak desktruktif (merusak).

Menerima tanggung jawab; dia memiliki keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengatasi berbagai
masalah yang dihadapinya.

Ciri-Ciri Kepribadian Tak Sehat

Mudah marah (tersinggung)

Hiperaktif

Sulit tidur

Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas

Pesimis dalam menghadapi kehidupan

Sering tertekan (stress atau depresi)


Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan

Bersikap kejam atua senang mengganggu orang lain yang usianya jauh lebih muda atau tdengan binatang

Ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang walaupun sudah diperingati atau
dihukum

Senang mengkritik.mencemooh orang lain

Kurang bergairah (bermuram durja) di kehidupan yang dijalani

Kurang mempunyai kesadaran untuk mentaati ajaran agama

Sering mengalami pusing kepala (meskipun penyebabnya bukan faktor yang bersifat organis

7. Faktor-faktor Penentu Kepribadian

Kepribadian seseorang dihasilkan oleh faktor keturunan, lingkungan dan kondisi situasional (Stephen dan
Timothy, 2008:127), antara lain:

Faktor Keturunan Faktor keturunan ditransimisikan melalui ”gen”, yang berada dalam kromosom, yang
menentukan keseimbangan hormon, bentuk fisik, dan menentukan atau membentuk kepribadian.
Kepribadian tidak seluruhnya dipengaruhi oleh faktor keturunan, faktor lingkungan juga dapat
mempengaruhi bentuk kepribadian seseorang

Faktor Lingkungan Faktor lingkungan yang dapat memberikan tekanan kepada kepribadian
seseorangadalah kultur masyarakat dimana seseorang dibesarkan, norma-norma keluarga, teman-teman
dan kelompok sosial,serta pengaruh-pengaruh lain yang kita alami. Kultur akan membentuk norma,
sikap, dan nilai-nilai yang diwariskan dari satu generasi ke genarasi berikutnya yang terus menerus
berlangsung secara konsisten

Kondisi Situasional Kondisi situsional dapat mempengaruhi efek dari faktor-faktor keturunan dan
lingkungan terhadapa kepribadian. Kepribadian seseorang meskipun relatif stabil dan konsisten, namun
dapat berubah pada situasi-situasi yang berbeda. Tuntutan yang berbeda pada situasi yang berbeda
dapat menimbulkan reaksi dan aspek yang berbeda pada kepribadian seseorang. Oleh karena itu,
sebaiknya tidak melihat corak kepribadian secara terisolasi, tetapi juga mengetahui bahwa situasi-situasi
tertentu lebih relevan dari situasi-situasi lain dalam mempengaruhi kepribadian sehingga dapat dilihat
adanya perbedaan-perbedaan individual yang signifikan.

8. Identifikasi Kepribadian

Terdapat sejumlah upaya awal untuk mengidentifikasi sifat-sifat utama yang mengatur perilaku.
Seringnya, upaya ini sekadar menghasilkan daftar panjang sifat yang sulit untuk digeneralisasikan dan
hanya memberikan sedikit bimbingan praktis bagi para pembuat keputusan organisasional. Dua
pengecualian adalah Myers-Briggs Type Indicator dan Model Lima Besar. Selama 20 tahun hingga saat ini,
dua pendekatan ini telah menjadi kerangka kerja yang dominan untuk mengidentifikasi dan
mengklasifikasikan sifat-sifat seseorang.

· Myers-Briggs Type Indicator

Myers-Briggs Type Indicator (MBTI)[7] adalah tes kepribadian menggunakan empat karakteristik dan
mengklasifikasikan individu ke dalam salah satu dari 16 tipe kepribadian. Berdasarkan jawaban yang
diberikan dalam tes tersebut, individu diklasifikasikan ke dalam karakteristik ekstraver atau introver,
sensitif atau intuitif, pemikir atau perasa, dan memahami atau menilai. Instrumen ini adalah instrumen
penilai kepribadian yang paling sering digunakan. MBTI telah dipraktikkan secara luas di perusahaan-
perusahaan global seperti Apple Computers, AT&T, Citgroup, GE, 3M Co., dan berbagai rumah sakit,
institusi pendidikan, dan angkatan bersenjata AS.

· Model Lima Besar

Myers-Briggs Type Indicator kurang memiliki bukti pendukung yang valid, tetapi hal tersebut tidak
berlaku pada model lima faktor kepribadian -yang biasanya disebut Model Lima Besar. Selama beberapa
tahun terakhir, sejumlah besar penelitian mendukung bahwa lima dimensi dasar saling mendasari dan
mencakup sebagian besar variasi yang signifikan dalam kepribadian manusia. Faktor-faktor lima besar
mencakup ekstraversi, mudah akur dan bersepakat, sifat berhati-hati, stabilitas emosi, dan terbuka
terhadap hal-hal baru.

9. Menilai Kepribadian

Kesan pertama memang menentukan segalanya. Saat dua orang bertemu untuk pertama kalinya mereka
akan saling menilai satu sama lainnya.

1. Jabat tangan

Berdasarkan survei dari Quora, sebuah portal tanya jawab mengungkapkan bahwa mereka banyak
menilai orang berdasarkan jabat tangannya.

Jabat tangan yang kuat biasanya mencerminkan karakter yang kuat dan percaya diri. Sedangkan
jabat tangan yang lemah menunjukkan kurangnya kepercayaan diri. Ini juga menunjukkan karakteristik
orang yang selalu mencari jalan mudah dalam berbagai hal," tulis Julian Parge, salah satu peserta survei
Quora, dikutip dari Business Insider. Ada sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa jabat tangan
bisa mengungkapkan beberapa aspek kepribadian Anda. Satu studi menemukan bahwa orang yang
berjabat tangan dengan erat menunjukkan bahwa dia adalah sosok yang ekstrovert. Selain itu, mereka
juga seringkali ekspresif dalam menyampaikan emosinya dan tak tidak pemalu.

2.Minum dari cangkir

"Seseorang yang melihat ke dalam cangkir ketika sedang minum cenderung lebih mawas diri, sadar diri,
idealis dan fokus," kata responden David Junto.
"Seseorang yang melihat bibir cangkir ketika minum, cenderung mudah dipengaruhi orang lain,
lebih sadar lingkungan, riang, ekstrovert dan mudah percaya."

3. Menggigit kuku

Penelitian mengungkapkan bahwa mereka yang suka menggigit kuku atau menarik rambut dan
menggaruk kulit kepala adalah orang yang cenderung perfeksionis. Selain itu, mereka juga sosok orang
yang tak bisa sepenuhnya santai.

4. Tulisan tangan

Tulisan tangan seseorang bisa bicara banyak tentang diri.

Grafologis Kathi McKnight mengungkapkan penggunaan huruf dalam ukuran besar dalam tulisan
seseorang menunjukkan bahwa seseorang tersebut punya orientasi. Sedangkan huruf yang kecil
menunjukkan bahwa seseorang tersebut orang yang tertutup. Huruf yang miring ke kiri dan kanan
berarti seseorang tersebut ramah namun sentimental. Huruf yang miring ke kiri adalah pertanda sosok
yang introspektif. Sedangkan huruf yang tegak berarti pragmatis.

5. Seberapa sering memeriksa ponsel

Di zaman sekarang, cukup sulit untuk lepas dari ponsel. namun seberapa sering seseorang melihat
ponsel juga bisa jadi penanda tipe kepribadian.

Ketika seseorang terlalu sering melirik ponsel untuk cek email atau sekadar memperbaharui status media
sosial, ini bisa berarti kalau seseorang kurang stabil secara emosional dan mencoba untuk meningkatkan
suasana hati.

6. Kontak mata

Psikolog Adrian Furnham dalam Psychology Today mengungkapkan bahwa orang yang membuat
kontak mata berarti orang yang percaya diri dan dominan secara sosial.
BAB 3

PENUTUP
A. KESIMPULAN

1. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh
seseorang. Tetapi, dapat kita pahami bahwa kepribadian adalah sesuatu yang menggambarkan ciri khas
(keunikan) dari seseorang, yang membedakan orang tersebut dari orang lain.

2. Hal-hal yang berperan penting dalam membentuk sebuah kepribadian adalah pengetahuan,
perasaan, dan dorongan naluri.

3. Faktor bawaan dan faktor lingkungan adalah dua aliran bertentangan yang dianggap mampu
membentuk suatu kepribadian. Namun, ada satu pendapat yang menggabungkan keduanya sehingga
keduanya punya andil dalam membentuk sebuah kepribadian.

B SARAN

Kepribadian adalah materi yang sangat luas jika dipelajari. Tentunya makalah ini tidak luput dari banyak
kekurangan. Maka dari itu, marilah kita cari dan baca referensi tentang kepribadian di berbagai buku-
buku psikologi atau dari internet agar wawasan kita tentang kepribadian bisa dikembangkan lebih jauh
lagi.

C. DAFTAR PUSTAKA

Prof.Dr.Koentjaraningrat. Pengantar ilmu Antropologi.PT RINEKA CIPTA.Jakarta:2012

Bernard Raho, SVD. Sosiologi. CV. PENERBIT LEDALERO.Flores:2009

Unknown di 15.56